Apakah Peringatan Rohani Suatu Serangan?

(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya orang-orang yang berkompromi selalu salah menanggapi peringatan rohani. Mereka menyebutnya suatu serangan. Mereka menyebutnya “menembaki teman yang terluka” dan “saling melempar batu.” Mereka menggambarkannya sebagai kebencian. Ed Stetzer dan David Putman dari Southern Baptist, dalam buku Breaking the Missional Code (Broadmand and Holman Publishers, 2006), mengeluh bahwa “ada pelayanan-pelayanan yang eksis khusus untuk menyerang pengaruh budaya apapun terhadap gereja” (hal. 183). Perhatikan istilah emosional yang dipakai – “menyerang.” Yang mereka maksud adalah pengkhotbah-pengkhotbah yang memperingatkan akan hal-hal seperti kekotoran rock and roll, dan industri fashion modern yang tidak senonoh. Saya akan menjawab, pertama, bahwa pernyataan ini salah dalam dua hal. Pertama, pelayanan-pelayanan yang memberikan peringatan alkitabiah, tidaklah memperingatkan tentang pengaruh budaya “APAPUN,” tetapi hanyalah pengaruh-pengaruh budaya yang duniawi menurut definisi Alkitab, jadi pernyataan ini dilebih-lebihkan. Kedua, sebuah peringatan rohani yang diberikan oleh seorang anak Allah, yang didasarkan pada Kitab Suci dan termotivasi oleh kemuliaan Kristus, bukanlah suatu serangan; ia tidak destruktif; ia tidak bersifat jahat; ia adalah tindakan ketaatan kepada Allah dan belas kasihan kepada orang yang bersalah. Jika sebuah jembatan runtuh di suatu malam badai yang gelap dan saya berdiri di tengah jalan dan melambaikan tangan saya dan berseru kepada para pengemudi untuk berhenti, saya bukan menyerang orang-orang itu. Firman Allah memerintahkan, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11), dan “Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu” (Tit. 2:15). Ketaatan kepada semua perintah ini dan banyak lagi yang serupa, tidaklah salah, dan segala cemoohan para pengkompromi tidak akan membuatnya salah. Salah satu keponakan perempuan saya bertobat dari jalan dosanya dan membenarkan hubungannya dengan Tuhan tiga tahun yang lalu. Ketika hal itu terjadi, pemikirannya tentang peringatan rohani dan khotbah-khotbah Alkitabiah berubah drastis. Dalam kesaksiannya, dia menulis: “Tuhan telah memberikanku kecintaan terhadap kekudusan dan suatu rasa hormat yang besar terhadap orang-orang yang serius terhadap Alkitab. Gereja yang dulu saya serang karena saya pikir mereka orang Kristen yang berlebihan yang terlalu serius terhadap Alkitab, kini nomor satu bagi saya karena keberanian mereka bagi Kristus. Hal yang sama berlaku bagi paman saya David dan keluarganya yang luar biasa. Dia sepertinya tidak pernah berhenti berdoa bagi saya, sementara sebenarnya dalam pikiran saya dulu, dia hanyalah salah satu orang Kristen yang suka menghakimi, yang mencoba mencekoki Alkitab kepada orang-orang. Sekarang saya malah berharap saya bisa seperti dia!” Hikmat rohani hanya datang melalui keselamatan dan hati yang taat dan mencintai kebenaran.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Jatuh Cinta kepada Rock and Roll

(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Kelompok Contemporary Christian Music mencintai rock & roll. Titik. Intinya mereka mencintai rock & roll dan tidak ada prinsip Alkitab atau argumen saleh yang akan mencabut musik tersebut dari telinga mereka. Para artis CCM mendengarkan musik rock sekuler dalam kehidupan pribadi mereka; mereka memainkannya dalam konser-konser mereka dan merekamnya untuk album-album mereka. Mereka tidak peduli siapa yang tersandung. Pada kenyataannya, mereka bahkan sepertinya sama senangnya mengejek “orang Kristen kuno” seperti dulu saya waktu belum diselamatkan sebagai seorang hippie-pemberontak. Mereka sedemikian mabuk rock dan bodoh secara rohani sehingga mereka bahkan memakai rock sekuler untuk “menyembah Allah.” Perhatikan beberapa contoh dari beberapa tahun belakangan. Gereja Granger Community di Granger, Indiana, menampilkan Musik Beatles sebagai tema Natal 2007 mereka. Gembala sidang Tim Stevens mengatakan: “Dengan pertunjukan Across the Universe sekarang sedang diputar di bioskop-bioskop dan pertunjukan sirkus Cirque du Soleil yang baru bertemakan-Beatles di Vegas dengan judul Love, Beatles sekarang sedang panas. Menggunakan musik Beatles kita akan menceritakan kisah Natal sepanjang Desember. Dan kita telah mendapatkan umpan balik yang hebat dari para pencinta musik dari semua generasi” (http://www.leadingsmart.com/leadingsmart/2007/11/let-it-bechrist.html/). Mereka mengiklankannya sebagai berikut: “Biarlah ….Natal – Suatu Kisah oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paul, George, dan Ringo.” Gereja NewSpring di Florence, South Carolina, memainkan “Highway to Hell” oleh band rock yang jahat, AC/DC, untuk kebaktian Paskah tahun 2009. NewSpring memainkan lagu “Crazy Train” oleh Ozzy Osbourne pada bulan November 2011. Gereja Northpoint di Springfield, Missouri, memainkan “Sympathy for the Devil” oleh Rolling Stones untuk kebaktian Paskah 2011, dan “Thriller”nya Michael Jackson bulan November 2011. Gereja by the Glades di Miramar, Florida, memainkan “Calling All the Monsters” bulan Oktober 2011. Tema lagu tersebut adalah “magic dan fantasi” dan gerakan-gerakan dansanya yang immoral terinspirasi oleh “Thriller”nya Michael Jackson.

Posted in musik | Leave a comment

Yesus Kristus Dilarang dalam SMS Di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari The Christian Post, 18 Nov. 2011: “Otoritas Telekomunikasi Pakistan (OTP / Pakistan Telecommunication Authority: PTA) sedang menghadapi kritikan besar setelah mengirim sebuah surat kepada perusahaan-perusahaan telepon genggam yang mengatakan bahwa mereka harus memblokir pesan-pesan yang mengandung kata-kata dan frase-frase tertentu, dan termasuk dalam frase-frase terlarang tersebut adalah ‘Yesus Kristus’ dan ‘mendapat Yesus.’ Menurut surat tersebut, orang-orang Pakistan memiliki hak kebebasan bicara dan kebebasan pers, tetapi kebebasan ini “tunduk kepada restriksi-restriksi yang wajar yang dibebankan oleh hukum untuk kepentingan kemuliaan Islam,” antara lain. Surat tersebut dan dua daftar yang mengandung kata-kata yang terlarang dipostingkan di website Bytes For All (BFA). BFA, sebuah organisasi hak asasi manusia di Pakistan yang terdiri dari profesional maupun pengguna teknologi informasi dan teknologi, sangat marah atas larangan tersebut. …’Kami juga mengutuk fakta bahwa sambil bersenang-senang dalam melakukan aksi kejam menjadi polisi moral ini, PTA (OTP) juga menyakiti perasaan keagamaan banyak orang Kristen Pakistan dengan menambahkan Yesus Kristus ke daftar kata-kata yang dilarang. Kalau hal yang serupa terjadi di negara lain, pasti akan ada amarah yang luar biasa, dan jika (sengaja atau tidak sengaja) yang menjadi target adalah Muslim, maka amarahnya pasti sudah tidak dapat terkendali,’ kata artikel tersebut.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Roh Segar Keterbukaan Ekumene Dipuji Oleh Wcc Dan Katolik

(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Perwakilan-perwakilan dari World Council of Churches (WCC) dan Gereja Roma Katolik, baru-baru ini memuji “roh segar keterbukaan ekumene” (“Fresh Spirit,” Oikoumene.org, 5 Nov. 2011). Bertemu di Malta, Joint Working Group tersebut sangat senang dengan kerjasama ekumenis yang mereka rasakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari Gereja Roma Katolik, Gereja Skotlandia, dan Gereja Inggris. Presiden Malta, Georga Abela, juga menyambut grup tersebut dan memuji ekumenisma baru yang dapat mengajar “masyarakat bahwa persatuan dalam keragaman adalah hal yang mungkin.” Objektif dari Joint Working Group adalah “menuju persatuan yang kelihatan,” yang pada akhirnya akan membawa semua denominasi dan agama ke bawah semacam payung ekumene. Tanpa diketahui oleh orang-orang ini, persatuan yang mereka cari sudah digambarkan dalam Wahyu 17. WCC dan Roma Katolik bekerja bergandengan tangan dengan PBB untuk menciptakan suatu globalisme new age. Pada tahun 1955, Alice Bailey, seorang praktikus okult, menulis: “Di dalam PBB ada benih suatu kelompok hebat yang bersifat internasional, meditatif, dan reflektif – suatu kelompok orang-orang yang berpikir dan terpelajar, yang memegang takdir manusia dalam tangan mereka” (Discipleship in the New Age, hal 220). Dia menubuatkan lebih lanjut lagi bahwa “tujuan dan usaha PBB yang tertera pada akhirnya akan tercapai dan suatu gereja Allah yang baru, terkumpul dari semua agama dan kelompok spiritual, akan bersatu untuk mengakhiri kesesatan besar keterpisahan” (The Destiny of the Nations, hal. 152). Organisasi Lucis Trust dan World Goodwill milik Bailey memiliki status NGO di PBB. Dalam buku The New Age Tower of Babel, kami telah mendokumentasikan fakta bahwa PBB adalah sarangnya mistikisme New Age sekaligus peran yang dimainkan oleh WCC dan Roma Katolik.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Joel Osteen Merayakan Karya Allah Dalam Hidup Oprah Winfrey

(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Ketika Oprah Winfrey dan produser televisinya mengunjungi Gereja Lakewood di Houston pada tanggal 6 November, Gembala sidang Joel Osteen sangat bersemangat berkata, “Luar biasa menyambut kalian. Kami begitu terhormat kalian ada di sini, dan kami merayakan dan mendoakan kalian atas apa yang Allah lakukan dalam hidup kalian” (“Joel Osteen Welcomes Oprah,” Christian Post, 7 Nov. 2011). Tidak ada hal yang lebih baik lagi mengilustrasikan kesesatan dan kebutaan rohani Osteen. Dia adalah salah satu dari segunung guru-guru palsu yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4, yang mengajarkan apa yang ingin didengar oleh orang ramai, yaitu suatu kekristenan yang baru, dan merayakan keinginan mereka untuk hidup sesuai dengan hawa nafsu meeka sambil tetap berpikir bahwa mereka adalah orang Kristen. Buku Oprah pada tahun 2005, Live Your Best Life, menggambarkan filosofinya bahwa segala sesuatu itu satu dan manusia bersifat ilahi dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. “Injil”-nya adalah bahwa manusia bukan pendosa, Allah bukan hakim, segala sesuatu baik-baik saja dalam alam semesta ini, dan saya hanya perlu mengikuti aliran. Ringkasnya, injil Oprah adalah injil AKU. Dia berkata, “Allah ingin kamu mengasihi dirimu sendiri. Dimulai dengan kamu.” Pada tahun 1998, Oprah menampilkan salah satu panel New Age-nya, yang terdiri dari Betty Eadie, Sophy Burnham, dan Dannion Brinkley. Oprah mengatakan: “…salah satu kesalahan terbesar yang manusia lakukan adalah percaya bahwa hanya ada satu jalan. Sebenarnya, ada banyak jalan yang berbeda menuju kepada apa yang disebut Allah.” Ketika seorang penonton tidak setuju, dan bersaksi bahwa dia percaya Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju Allah, Winfrey menjadi marah dan berkata bahwa dia tidak percaya ada orang yang akan masuk neraka karena tidak percaya Yesus. Dia mengatakan dengan tegas, “TIDAK MUNGKIN HANYA ADA SATU JALAN.” Dalam program yang sama, Oprah mengatakan: “Saya dibesarkan sebagai seorang Baptis dan kami terlalu kaku mengenal hal-hal yang tradisional. Saya suatu ketika duduk di gereja dan mendengar bahwa Allah adalah Allah yang cemburu. Saya bertanya ‘Mengapa? Yang benar saja!’ …Saya percaya pada KUASA – saya menyebutnya Allah” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Oprah menyembah ilah yang disembah oleh kebanyakan manusia hari ini, yaitu ilah yang tidak menghakimi gaya The Shack.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Eksperimen Panspermia Mati Bersama dengan Jatuhnya Satelit Rusia

(Berita Mingguan GITS 19 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Kegagalan satelit Rusia, Phobos-Grunt, untuk meninggalkan orbit Bumi, berarti matinya eksperimen untuk menguji hipotesis evolusi tentang panspermia: bahwa kehidupan bisa jadi ditanam ke Bumi dari luar angkasa. Eksperimen ini, yang disebut LIFE (Living Interplanetary Flight Experiment) dan dibiayai oleh Planetary Society, menaruh sebuah kapsul kecil pipih yang mengandung bakteri di dalam satelit Phobos-Grunt. Maksudnya adalah agar kapsul ini menyertai perjalanan satelit itu selama tiga tahun, terbang ke bulan Mars, Phobos, mendarat di sana untuk mengumpulkan tanah dan batu, lalu kembali ke bumi. Jika mikroba-mikroba tersebut masih hidup, maka ini memberikan bukti bahwa bentuk-bentuk kehidupan bisa bertahan hidup dalam suatu perjalanan di luar angkasa jika terlindung di dalam sebuah batu. Panspermia pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh Benoit de Maillet, yang percaya bahwa kuman-kuman dari luar angkasa jatuh ke lautan bumi dan bertumbuh menjadi ikan, yang lalu menjadi amfibi, reptil, dan mamalia. Dia yakin bahwa ada banyak sekali kuman yang berevolusi seperti itu di luar angkasa. William Thomson (Lord Kelvin) mengajukan ide yang sama di abad ke-19, berhipotesis bahwa kehidupan dibawa ke bumi pada “tak terhitung banyaknya batu-batu meteor yang mengandung benih.” Pada tahun 1907, Svante Arrhenius dari Jerman, mengklaim dalam bukunya World in the Making, bahwa kehidupan jatuh dari luar angkasa melalui “spora-spora” yang mengkolonisasi planet manapun yang baik yang mereka temui. Sir Fred Hoyle (mati tahun 2001), astronomer Inggris terkemuka, juga memegang pendapat bahwa kehidupan alien memasuki Bumi dari luar angkasa. Dia percaya bahwa Bumi telah berulang kali kejatuhan benih kehidupan alien, dan bahwa pembenihan ini adalah produk desain intelijen suatu kekuasaan yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki “rencana rahasia penyerangan planet” (Evolution from Space, hal. 126). Francis Crick (mati tahun 2004), pemenang hadiah Nobel atas penemuan konstruksi untai pilin ganda DNA, dan Lesli Orgel (mati tahun 2007), seorang ahli kimia Inggris, mengajukan “teori panspermia langsung” pada tahun 1970an, yang mengusulkan bahwa benih-benih kehidupan ditanam di bumi oleh makhluk luar bumi. Atheis dari Oxford University, Richard Dawkins, mengatakan dalam wawancara dengan Ben Stein bahwa dia juga mencurigai kehidupan ditanam di bumi oleh alien. Hal ini dipublikasikan dalam dokumentari Expelled: No Intelligence Allowed. Orang-orang ini mengklaim bahwa kisah penciptaan dalam Alkitab tidak dapat dipercaya dan tidak ilmiah, tetapi mereka dengan mudah menerima pandangan gila-gilaan tentang kehidupan alien dan panspermia yang tidak memiliki bukti ilmiah satu titik pun.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Alkitab Harry Potter

(Berita Mingguan GITS 19 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Dengan diluncurkannya film kedelapan dan terakhir seri Harry Potter, gembala sidang Southern Baptist, Jared Moore, telah menulis sebuah tuntunan studi Alkitab bertemakan Potter, dengan keyakinan bahwa film-film ini adalah “suatu cara orang Kristen dapat menikmati Allah” (“Pastor Writes Bible Study,” Associated Baptist Press, 11 Nov. 2011). Moore, lulusan dari Liberty University dan Southern Baptist Theological Seminary, “berargumen bahwa orang tua janganlah mencoba untuk membatasi anak-anak mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi, melainkan mengajarkan kepada mereka cara membedakan kebenaran dan ketidakbenaran.” Ini adalah setengah-kebenaran yang sangat berbahaya. Memang orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka mata rohani untuk mendeteksi ketidakbenaran melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dan bukan sekedar membuat aturan, tetapi mereka juga harus melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi karena Alkitab memerintahkan hal ini. Salah satu kesalahan mendasar dalam denominasi Southern Baptist adalah penolakannya terhadap separasi alkitabiah, dan banyak gereja baptis independen fundamental yang mengikuti jejak mereka yang tidak bijak ini. Perhatikan perintah berikut yang sangat jelas, yang hanyalah satu dari sekian banyak: “ Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Jelas bahwa buku-buku dan film-film Harry Potter mewakili “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa,” dan “jangan turut mengambil bagian” tidak berarti “ikut ambil bagian dalam beberapa hal.” Berbicara mengenai pekerjaan-pekerjaan kegelapan, berarti membicarakan “ilah dunia ini,” yang telah menipu Hawa, yang “berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya,” dan yang membidik setiap anak dalam gereja-gereja yang percaya Alkitab. Dia licik dan tidak ada yang lebih dia suka selain setiap orang tua membiarkan anak-anak mereka mencicipi barang dagangannya. Persekutuan dengan kegelapan memiliki pengaruh yang merusakkan, dan penuntun belajar Alkitab yang ditulis oleh Moore (didasarkan pada Harry Potter) tidak dapat seimbang dengan kerusakan yang akan timbul karena mendorong keluarga menonton sampah Hollywood. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Moore mengatakan, “Jawaban terhadap masalah dosamu bukanlah terletak pada usaha meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar.” Ini juga adalah setengah-kebenaran yang berbahaya. Ini adalah filosofi “liberal dalam hal budaya” yang sesat milik gerakan emerging. Menurut Kitab Suci, jawaban terhadap masalah dosa bukan HANYA meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar. Ada banyak aspek dalam pengudusan dan kemenangan atas dosa, tetapi separasi dari dunia jelas adalah salah satunya, dan aspek yang penting! “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (Yak. 1:27).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Kata-Kata Terakhir Steve Jobs

(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebagai seorang penemu komputer pribadi, iPod, iPhone, dan iPad, sebagai seorang yang berpengaruh di bisnis fantasi Hollywood (sebagai pemilik Pixar dan juga bekerja sama dengan Disney), dan sebagai seorang pionir di bidang buku digital, Steve Jobs memiliki pengaruh yang sangat besar pada masyarakat modern. Menurut saudarinya, kata-kata terakhir Jobs adalah “Oh wow; oh wow; oh wow.” Banyak komentator yang berusaha mencari tahu arti dibalik kata-kata yang aneh ini. Bisa saja kata-kata ini muncul karena dia sedang dalam pengaruh obat-obat penenang, atau bahwa dia sedang mendapatkan penglihatan akan kehidupan setelah kematian yang indah, atau bahwa dia menyadari bahwa pada akhirnya dia harus memberikan pertanggungan jawab kepada Allah yang kudus tanpa seorang Juruselamat. Alkitab adalah satu-satunya kitab yang memungkinkan kita melihat ke kehidupan selanjutnya, dan jelas dinyatakan ahwa kematian adalah suatu perjalanan dan hanya ada dua tujuan, Surga atau Neraka. Tujuan akhir seseorang ditentukan oleh hubungannya dengan satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, Yesus Kristus. Yesus dengan berani bersaksi, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Alkitab mengatakan tentang Dia, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Menurut biografi resmi yang ditulis oleh Walter Isaacson, yang memiliki akses penuh terhadap Jobs, dia menolak Alkitab pada masa mudanya. Orang tuanya membawa dia ke sebuah gereja Lutheran, tetapi sebagai seorang pemuda dia memberitahu gembala sidang bahwa dia tidak mau ada urusan dengan Allah yang membiarkan orang-orang tidak bersalah menderita, dan dia tidak pernah kembali ke gereja (Walaupun mayoritas manusia menolak Allah dalam Alkitab, mereka punya kepongahan untuk menuntut bahwa Allah mengintervensi dalam urusan manusia dan bertindak sesuai dengan pola pikir manusia). Jobs mempelajari agama-agama Timur selama sisa hidupnya, membaca bukunya Paramahansa Yogananda, The Autobiography of a Yogi, sekali setahu hingga waktu kematiannya (Isaacson, Steve Jobs, hal. 527). Jobs juga dipengaruhi secara mendalam oleh obat-obat halusinogenik. Dia berkata, “mengkonsumsi LSD adalah pengamalan yang sangat mendalam, salah satu hal terpenting dalam hidup saya” (hal. 41) dan bahwa orang-orang yang tidak pernah minum acid tidak dapat mengerti dia sepenuhnya (hal. 384). Lahir enam tahun sebelum Jobs, saya [Daivd Cloud] tersapu oleh kekuatan sosial/rohani yang kuat yang sama pada tahun 60 dan 70an. Saya mengikuti agama-agama Timur, sangat senang dengan The Autobiography of a Yogi, dan mengikuti Masyarakat Perkumpulan Realisasi-Diri Yogananda, mengonsumsi acid dan obat-obat halusinogenik lainnya, dan membenamkan diri dalam gaya hidup rock. Saya mengerti Steve Jobs dan zaman dia, dan saya mengucap syukur kepada Tuhan karena belas kasihanNya dalam menyingkapkan kebutaan rohani dari mata saya dan membebaskan saya dari perbudakan kepada ilah dunia ini dan memberikan saya kebebasan kekal dalam Kristus Yesus.

Posted in General (Umum) | 2 Comments

Satu Agama Mati Bersama Imamnya

(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah agama yang menyembah gunung tertinggi ketiga di dunia, mati bersama dengan matinya imam terakhir agama tersebut. Samdup Taso, yang mati tanggal 31 Oktober, pada usia 83 tahun, adalah imam terakhir yang dapat memimpin umat Lepcha dalam penyembahan Gunung Kanchenjunga di Himalaya. Times of India melaporkan, “Tradisi ini telah berakhir selamanya. Tidak mungkin lagi bagi orang lain untuk belajar ritual-ritual ini dan menggantikan Taso.” Kita mengucap syukur bahwa agama yang sejati dalam Yesus Kristus tidak mungkin mati karena Dia tidak mungkin mati! Setelah melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk mendamaikan manusia dengan Allah, Yesus bangkit dari antara orang mati dan hidup selamanya. “Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr. 7:24-25).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Kematian Anak-Anak Dikatakan Berkaitan dengan Buku Michael Pearl tentang Mendidik Anak

(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Suatu kontroversi baru saja muncul berkaitan dengan pengajaran Michael Pearl tentang mendidik anak dalam bukunya “To Train Up a Child” yang ditemukan di rumah orang-orang tua yang sedang dituntut atas pembunuhan melalui penganiayaan (“Preaching Virtue of Spanking, New York Times, 6 Nov. 2011). Dalam kasus yang paling terakhir, Larry dan Carri Williams dari Sedro-Woolley, Washington, dituntut melakukan pembunuhan dalam kematian seorang anak putri yang mereka adopsi dari Etiopia. Anak itu ditemukan dalam keadaan telungkup, telanjang, tubuh kurus kering, di halaman belakang Williams dan kematiannya dinyatakan karena hipotermia (kedinginan) dan malnutrisi. Dia telah tidak mendapat makanan selama berhari-hari dan dipaksa tidur di gudang yang dingin atau di kloset. Keluarga Williams memuji bukunya Pearl dan memberikan salinan kepada teman-teman mereka. Dalam kasus lain, Lydia Schatz yang berusia 7 tahun, yang diadopsi sejak umur 4 tahun dari Liberia, mati tahun lalu karena kerusakan jaringan akibat pemukulan selama berjam-jam. Kevin Schatz mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penganiayaan dan istrinya mengaku melakukan pembunuhan dan hukuman badan yang tidak legal. Keluarga Schatz mendidik 9 anak-anak mereka di rumah (homeschool, tiga anaknya hasil adopsi) dan menggunakan bukunya Pearl. Dalam kasus ketiga, Sean Paddock berusia 4 tahun meninggal tahun 2006 karena tidak bisa bernafas setelah dia dibungkus rapat-rapat dalam selimut. Dia dipukuli setiap hari dengan pipa air yang direkomendasikan oleh Pearl sebagai alat pendisiplinan. Walaupun kami tidak setuju dengan Pearl dalam isu doktrin tertentu, pengajarannya tentang disiplin anak jelas tidak bersifat menganiaya (abusif). Dia menekankan bahwa disiplin harus dilakukan dalam kasih dan hikmat, dan kalau tidak maka akan gagal. Bahwa ada orang yang memiliki bukunya Pearl yang lalu menganiaya anak mereka bukanlah salahnya Pearl, sama seperti ada juga pembunuh yang membaca Alkitab, tetapi bukanlah salah Alkitab bahwa dia menjadi pembunuh. Charles Guiteau, yang membunuh Presiden Amerika James Garfield, adalah seorang yang membaca Alkitab, dan bahkan menulis sebuah buku berjudul “The Truth: A Companion to the Bible.” Tetapi dosa dan kegilaannya tidak dapat dipersalahkan kepada Alkitab. Suatu “tongkat disiplin” yang alkitabiah adalah pendidikan yang penuh kasih, tetapi tidak pernah suatu tongkat amarah atau kebencian, atau penganiayaan yang kejam. New York Times melaporkan, “Orang-orang tua di gerejanya Mr. Pearl mengatakan bahwa mereka secara umum mengikuti pendekatan Pearl dan bingung dengan semua kontroversi yang muncul. Anak-anak Pearl juga mengatakan bahwa serangan terhadap orang tua mereka sangat salah sasaran. ‘Saya memiliki masa kecil yang sangat bahagia,’ kata putri merek Shoshanna Easling, 28 tahun, yang sedang mendidik dua anaknya dengan cara yang sama. ‘Orang tua saya tidak pernah berbicara kepada saya dalam amarah, dan saya hanya ingat dipukul dua kali.’” Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Amsal 13:24) dan juga “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef. 6:4)

Posted in Keluarga | Leave a comment