Tidak Ada Gereja Tersisa di Afghanistan

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Not a Single Christian Church Left,” CNSNews.com, 10 Okt. 2011: “Tidak ada satupun lagi gereja Kristen yang diketahui publik di Afghanistan, menurut Kementerian Luar Negeri AS. Ini merefleksikan kondisi kebebasan beragama di negara tersebut sepuluh tahun setelah Amerika Serikat pertama kali menyerangnya dan menggulingkan rezim Islam Taliban di sana. Dalam dekade yang berlangsung setelah itu, pembayar pajak di AS telah menghabiskan $440 milyar untuk mendukung pemerintah baru Afghanistan dan lebih dari 1700 personel militer AS telah mati melayani di negara itu. Gereja Kristen yang diketahui publik yang terakhir di Afghanistan dihancurkan pada bulan Maret 2010, menurut Laporan Kebebasan Beragama Internasional oleh Kementerian Luar Negeri. …Belakangan ini, kebebasan beragama di Afghanistan telah memburuk, menurut Kementerian Luar Negeri. ‘Rasa hormat pemerintah terhadap kebebasan beragama dalam hukum dan praktek telah menurun dalam periode waktu ini, terutama untuk kelompok atau individu Kristen,’ demikian bunyi laporan tersebut. ‘Pendapat masyarakat yang negatif dan kecurigaan terhadap aktivitas-aktivitas Kristen menyebabkan kelompok-kelompok dan individu-individu Kristen dibidik, termasuk orang-orang Muslim yang menjadi Kristen,’ laporan menjelaskan. ‘Kurangnya respons dan proteksi pemerintah untuk kelompok-kelompok dan individu-individu ini menyebabkan rusaknya kebebasan beragama.’ Kebanyakan orang Kristen di negara itu menolak untuk ‘menyatakan iman mereka atau berkumpul bersama secara terbuka untuk kebaktian,’ kata Kementerian Luar Negeri.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Muslim Menyiksa Pendukung Israel di Jalanan St. Louis

(Berita Mingguan GITS 15 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Star of David Carved on Infidel’s Back,” FrontPageMag.com, 7 Okt. 2011: “Seorang penulis Arab bernama Alas Alsaegh, imigran dari Iraq ke USA, diserang pada tanggal 4 Agust. 2011, oleh orang-orang Muslim di jalanan kota St. Louis, Missouri. Mereka menusuk dia dan mengukirkan sebuah Bintang Daud di daging punggungnya. Kejahatannya? Dia menerbitkan sebuah puisi dalam bahasa Arab berjudul “Air Mata di Hati Holocaust” di website ArabsForIsrael.com. Puisi tersebut menyatakan kasihnya kepada orang-orang Yahudi dan kesedihannya atas apa yang menimpa mereka di Holocaust (pembunuhan besar-besaran Yahudi di zaman Hitler). Komunitas Muslim di tempat dia tinggal menjadi sangat marah akan kejahatan pikiran ini. Dia disebut seorang kafir dan menerima banyak ancaman karena telah menyuarakan perasaan dia yang dianggap tabu terhadap orang Yahudi. Terasingkan dari komunitas Muslim, dia terus menulis puisinya, yang mengandung tema yang sama yang membuat sesama Muslim-nya marah. Di tengah hari dan lalu lintas yang ramai, pada tanggal 14 Agustus, Alsaegh membayar harga karena menyatakan kasih kepada orang Yahudi. Dan hal ini terjadi di jalanan St. Louis, di tengah-tengah Amerika. Penulis dan pejuang kebebasan yang berani, Nonie Darwish, menggambarkan peristiwa yang jahat itu. ‘Ketika dia sedang mengendarai mobil jam 10:30 di Compton St. dekat Park Ave., sebuah mobil putih kecil memotong dia dan menabrak mobilnya, sementara mobil lain berhenti di belakang mobilnya. Orang-orang yang berada di mobil-mobil itu, sebagian dengan seragam security, dengan cepat masuk ke mobil Alsaegh, dan menodong dia dengan pistol. Mereka menekan bagian atas tubuhnya pada setir mobil, menusuk dia dan menarik bajunya sehingga punggungnya terlihat. Lalu, dengan sebuah pisau, mereka mengukir Bintang Daud di punggungnya sambil tertawa dan membacakan puisinya yang pro-Yahudi.’ Alsaegh berpikir bahwa para pelakuna berasal dari Somalia; dia dibawa ke rumah sakit dan lukanya difoto. FBI menyimpullkan bahwa ini adalah kejahatan kebencian. Insiden ini rupanya tidak diberitakan dalam media massa pada umumnya.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Football Adalah Tuhan

(Berita Mingguan GITS 15 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah laporan di Los Angeles Times mengenai kekeringan yang menimpa Texas, mengobservasi bahwa “football adalah Tuhan” (“In West Texas,” Los Angeles Times, 3 Okt. 2011). Laporan itu adalah mengenai lapangan football di SMA Robert Lee di Texas Barat yang sedang menjadi kering. “Jadi, orang-orang di sini melakukan apa saja yang mereka dapat pikirkan untuk menyelamatkan lapangan itu. Toh, ini bukan hanya mengenai sebuah permainan. Di sini di Texas Barat, football adalah Tuhan, dan lapangan ini gerejanya.” Ini adalah pernyataan yang menyedihkan tetapi benar, dan bukan hanya bagi orang-orang kafir, tetapi bahkan orang-orang yang mengaku Kristen. Olahraga/sport adalah salah satu ilah manusia. Dr. Alan Goldberg dari Universitas Connecticut mengatakan: “Sport adalah seperti agama, dan ilah agama ini yang kita semua sembah adalah ilah kemenangan” (CNSNews.com, 31 Agus. 2001). Sebuah survei yang ekstensif yang dilakukan tahun 1983 menemukan bahwa tujuh dari sepuluh orang Amerika menonton, membaca, atau membicarakan sport setiap hari. Studi tersebut, yang adalah yang paling komprehensif yang pernah dilakukan mengenai keterikatan Amerika kepada sport, menemukan bahwa 35 juta orang adalah “sport fans yang kuat” yang menonton acara sport di televisi minimal sekali seminggu, dan dalam kasus tertentu, setiap hari. Saya yakin bahwa statistik ini bahkan lebih tinggi lagi hari ini. Pada tahun 1982, seorang komentator sport terkenal, Howard Cosell, sambil menyaksikan pertandingan football pada hari Minggu dengan jumlah penonton yang paling banyak dalam sejarah Texas, mengatakan “tim Cowboys lebih dari sekedar tim football di Dallas; mereka adalah agama.” Football dan basketball profesional telah menjadi ilah bagi Amerika. Di negara lain mungkin sepakbola. Ilah seseorang adalah sesuatu yang ia cintai dan layani, dan Allah membenci pemberhalaan. Para nabi dan rasul berbicara melawan berhala, dan kita juga perlu. “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala” (1Yoh. 5:21).

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Rick Warren Merekomendasikan Perenungan Tanpa Kata-Kata

Gereja Saddleback merekomendasikan banyak sekali buku-buku mengenai mistikisme kontemplatif di website-nya. Spiritual Disciplines Handbook oleh Adele Calhoun, misalnya, dimasukkan di bawah kategori “Spiritual Growth” selama dua tahun terakhir. Rick Warren, gembala sidang senior di Saddleback, berpura-pura bahwa doa kontemplatif hanyalah mencari tempat sunyi untuk bermeditasi atas Firman Allah, tetapi sebenarnya lebih dari itu. Warren mengatakan bahwa doa kontemplatif tidaklah seperti yoga, tetapi sebagai mantan anggota klub meditasi Hindu, saya dapat bersaksi bahwa praktek-praktek seperti centering prayer jelas sangat mirip dengan yoga. Adele Calhoun merekomendasikan praktek-praktek kebiaraan Roma Katolik, yang dulunya dipinjam dari agama-agama kafir, seperti yang sudah kami dokumentasikan dalam buku Contemplative Mysticism. Calhoun mendaftarkan tokoh-tokoh Katolik sebagai “tutor rohani,” termasuk M. Basil Pennington, Henri Nouwen, Peter Kreeft, William Meninger, Francis de Sales, Richard Rohr, William Johnson, Teresa of Avila, Thomas Keating, John of the Cross, Brother Lawrence, Tilden Edwards, Ignatius Loyola, St. Benedict, Thomas Merton, John Henry Newman, Julian of Norwich. Orang-orang ini bukan hanya adalah individu-individu yang tersesat sangat jauh di dalam kesesatan Katolik, tetapi banyak yang telah dipimpin oleh praktek-praktek mistik mereka menuju universalisme, panentheisme, dan bahkan penyembahan berhala yang vulgar. (Sebagai contoh, Thomas Merton menyembah patung-patung Budha) Calhoun merekomendasikan untuk mengikuti kalender Roma Katolik, mencari arah rohani dari ordo-ordo Katolik, dan mengunjungi pusat-pusat retreat Katolik. Dia menggambarkan sebuah ziarah yang dia lakukan bersama 30 wanita di “kelompok perjanjian”nya untuk mengunjungi situs-situs para mistik Katolik untuk mempelajari praktek-praktek mereka. Dia merekomendasikan serombongan praktek-praktek kontemplatif yang tidak alkitabiah, termasuk Jesus prayer (berisi pengulangan berkali-kali yang sia-sia), palms up palms down (telapak ke atas, telapak ke bawah, suatu visualisasi psikologis), lectio divina, imagination prayer, centering prayer, breath prayer, practicing the presence (melatih hadirat), silence (keheningan), and spiritual direction. Dia merekomendasikan menggunakan satu kata sebagai mantra untuk mengusir pikiran yang sadar. “Pilih sebuah kata yang sederhana …Biarkan kata ini menjaga perhatianmu. …Ketika pikiranmu mulai berkelana, jatuhkan ke dasar pikiranmu. Jangan mengejar mereka. …Bayangkan pikiran-pikiranmu yang mengganggu sebagai bagian dari kotoran yang terapung di atas aliran sungai. Jangan mencoba untuk menangkap pikiran-pikiran ini; lepaskan mereka dan biarkan sungai kehidupan Allah membawa mereka pergi.” Dalam menggambarkan mistikismenya, dia mengutip Richard Rohr, “Doa secara utama bukanlah mengatakan kata-kata atau memikirkan pikiran-pikiran. Sebaliknya, doa adalah suatu sikap. Doa adalah suatu cara hidup di hadapan sang Hadirat.” Ini bukanlah perenungan Alkitabiah; ini adalah mistikisme buta. Bahkan mengenai renungan pembacaan Alkitab, Calhoun merendahkan “secara mental mengkritisi atau mengeksegesis teks.” Sebaliknya, Alkitab katanya harus dipakai sebagai papan loncat untuk mistikisme sambil orang itu menolak untuk menganalisa teks, tetapi hanya “mendengar dan menunggu.” Sulit untuk melebih-lebihkan betapa besarnya bahaya yang terkandung dalam mistikisme kontemplatif, dan tidaklah mungkin untuk memberi peringatan yang terlalu keras dan jelas mengenai kebutaan rohani para “injili” yang mempromosikan hal-hal seperti ini.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mereka Membayar Hutang Mereka

Saya tidak kenal dengan keluarga Bailey yang merupakan topik laporan berikut, tetapi saya senang dengan cara mereka bertanggungjawab atas tindakan mereka dan membayar hutang-hutang mereka. Saya kenal dengan anggota-anggota gereja yang telah mengajukan klaim kebangkrutan dan lalu pergi meninggalkan hutang. Ini memang sah secara hukum tetapi ini bukan tindakan yang benar. Ada saat-saat anda tidak dapat membayar hutang tertentu pada waktu yang ditentukan dan anda harus memperpanjang masa pembayaran dan tidak ada yang salah dengan usaha renegosiasi syarat-syarat suatu pinjaman dalam situasi yang terpaksa, tetapi anda tetap harus membayar hutang itu karena anda telah memberikan janji anda ketika anda meminjamnya dan seorang Kristen haruslah menepati janji. “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (Ef. 4:25). Berikut ini disadur dari “Michigan Couple Honored for Paying Off $92,000 Credit Card Debt,” (Pasangan di Michigan Mendapat Penghargaan Karena Membayar Lunas Hutang Kartu Kredit Mereka Sebesar $92.000) Yahoo Finance, 22 Sept. 2011: “Pemerintah AS bisa belajar banyak tentang mengurangi hutang dari Jerry dan Sue Bailey. Pasangan yang tinggal di kota Jackson, Michigan itu, melunasi $92.000 hutang kartu kredit dalam lima setengah tahun. Pelunasan hutang mereka yang sedemikian besar itu membuat mereka meraih penghargaan Clients of the Year dari National Foundation for Credit Counseling …Bagaimanakah keluarga Bailey bisa sampai kepada kondisi demikian? Dari tahun 1992 hingga 2005, mereka menumpuk tagihan di 17 kartu kredit yang berbeda. Semasa itu, mereka membayar dua pernikahan dua putri mereka (masing-masing $5000), mengganti transmisi mobil mereka yang rusak, melakukan banyak perbaikan di rumah mereka dan mengganti atap rumah ketika bocor. Semuanya masuk ke kartu kredit. …Jerry [seorang gembala sidang] mengurus keuangan keluarga tetapi tidak membiarkan istrinya, seorang perawat, tahu berapa banyak hutang mereka menumpuk. ‘Petunjuk pertama bagi saya adalah ketika orang-orang mulai menelpon rumah,’ kata Sue Bailey, menggambarkan telpon-telpon dari debt-collector tentang tagihan-tagihan yang tidak dibayar. …Pasangan itu mencari pertolongan pada bulan Mei 2005 dari credit union lokal mereka. Seorang representatif mengusulkan agar mereka mengajukan klaim kebangkrutan, tetapi pasangan tersebut menolak opsi itu. ‘Kami tidak percaya hal seperti itu,’ kata Sue Bailey. ‘Kami percaya membayar hutang kami.’ Credit union itu lalu mengusulkan agar mereka mengontak GreenPath Debt Solutions, suatu agensi konseling hutang yang nonprofit. …Greenpath dan agensi konseling hutang nonprofit lainnya memasukkan orang-orang yang dalam masalah finansial ke dalam program-program manajemen hutang untuk membayar hutang-hutang yang besar. …Agensi-agensi tersebut memiliki sejarah yang panjang bernegosiasi dengan para kreditur untuk menurunkan tingkat bunga dan membuat cicilan bulanan yang dapat dibayar. Perjalanan keluarga Bailey menuju bebas hutang tidaklah mudah. .. Melalui perencanaan keuangan yang ketat, pengorbanan, dan melakukan pekerjaan tambahan untuk mendapatkan penghasilan lebih, keluarga Bailey akhirnya membayar lunas hutang mereka pada bulan Oktober 2010. …Nasihat Sue Bailey kepada pasangan lain: ‘Bicaralah satu sama lain; jangan saling menyalahkan. Saya tidak menyalahkan dia. Kami melakukannya bersama.’”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Harold Ockenga dan Gerakan Injili yang Dia Mulai

OCKENGA ADALAH PENDIRI GERAKAN INJILI BARU (NEW EVANGELICAL) DAN MENYATAKAN BAHWA GERAKAN TERSEBUT MENOLAK SEPARASI

Harold Ockenga (1905-85) mungkin adalah pemimpin Injli yang paling berpengaruh di abad ke-20. Dia adalah gembala sidang dari Gereja Park Street yang prominen di Boston, pendiri dari National Association of Evangelicals, sesama pendiri dan juga presiden pertama dari Fuller Theological Seminary, presiden pertama dari World Evangelical Fellowship, presiden dari Gordon College, dan Gordon-Conwell Theological Seminary, seorang direktur dalam Billy Graham Evangelistic Association, dan ketua dewan direksi sekaligus pernah menjadi editor majalah Christianity Today.

Pada tahun 1950an Ockenga membantu menciptakan gerakan Injili Baru yang menolak separasi dan membidik filosofi yang lebih positif dan pragmatis, berlawanan dengan “negativisme” dan “isolasi” yang terdapat dalam fundamentalisme.

Dalam sebuah pidato yang dia sampaikan tahun 1947 pada saat pendirian Fuller Seminary, Ockenga berkata:

“Kita menolak gerakan ‘Keluarlah dari sana’ [Editor: seruan separasi fundamentalis] yang memvonis semua denominasi sebagai sesat. Kita berharap untuk positif dalam penekanan kita, kecuali di tempat-tempat kesalahan sudah sedemikian rupa sehingga kita harus membongkarnya untuk dapat menyatakan kebenaran. Penekanan positif ini akan didasarkan pada doktrin Kalvinisme rendah yang luas” (hal. 176).

Mengilas kembali pidato yang monumental tersebut tiga puluh tahun kemudian, Ockenga berkomentar: “Injil baru lahir….bersamaan dengan sebuah pidato yang saya sampaikan di pertemuan di Civic Auditorium di Pasadena. Sambil menegaskan ulang pandangan theologi fundamentalisme, pidato ini MENOLAK EKKLESIOLOGI DAN TEORI SOSIALNYA (Fundamentalisme). Seruan nyaring PENOLAKAN TERHADAP SEPARATISME DAN PANGGILAN TERHADAP KETERLIBATAN SOSIAL mendapatkan respons dari banyak Injili. Nama ini (Injili Baru) cepat diterima dan tokoh-tokoh seperti Doktor-doktor Harold Lindsell, Carl F. H. Henry, Edward Carnell, dan Gleason Archer mendukung pandangan ini. Kami tidak bermaksud memulai suatu gerakan, tetapi ternyata penekanan kami ini mendapatkan dukungan yang luas dan memainkan pengaruh yang besar. Injili-baru (neo-evangelicalism)….BERBEDA DARI FUNDAMENTALISME DALAM HAL PENOLAKAN TERHADAP SEPARASI DAN KETEGUHAN HATI UNTUK IKUT DALAM DIALOG THEOLOGIS ZAMAN ITU. GERAKAN INI MEMILIKI PENEKANAN BARU PADA APLIKASI INJIL KEPADA BIDANG-BIDANG SOSIOLOGI, POLITIK, DAN EKONOMI DALAM KEHIDUPAN. Para Injili-baru menekankan penulisan ulang theologi Kristen untuk menyocokkan diri dengan keperluan zaman, KEMBALI IKUT SERTA DALAM DIALOG THEOLOGI, MEREBUT KEMBALI KEPEMIMPINAN DI DENOMINASI, DAN PENELITIAN ULANG AKAN PROBLEM-PROBLEM THEOLOGI SEPERTI KEKUNOAN MANUSIA, UNIVERSALITAS AIR BAH, METODE ALLAH DALAM MENCIPTAKAN, DAN LAIN-LAIN” (Ockenga, kata pengantar untuk bukunya Harold Lindsell The Battle for the Bible).

Ockenga mewakili mood keturunan fundamentalis tua yang mulai berubah. Mereka sudah capek membongkar kesalahan dan memisahkan diri dari denominasi-denominasi dan gereja-gereja yang modernistik dan berkompromi. Generasi baru orang-orang Injili ini bertekad untuk meninggalkan pendirian Alkitab yang militan. Sebagai gantinya, mereka akan mengejar dialog, intelektualisme, dan menyenangkan pihak lain. Mereka bertekad untuk tinggal di dalam denominasi-denominasi yang sesat untuk berusaha mengubah keadaan dari dalam, bukan mempraktekkan separasi alkitabiah. Injili Baru akan lebih berdialog dengan mereka yang mengajarkan kesesatan daripada menyerukan Firman Tuhan dengan berani dan tanpa kompromi. Injili Baru akan menantang humanis yang sombong dan liberal yang congkak di “kandang” mereka sendiri yaitu dengan pendidikan manusia bukannya dengan rendah hati rela dianggap bodoh demi Kristus karena berdiri di atas Alkitab dengan sederhana. Para pemimpin Injili Baru juga bertekad untuk memulai suatu “proses pemikiran ulang,” yaitu suatu sikap bahwa cara-cara yang lama harus terus menerus dinilai ulang berdasarkan tujuan-tujuan, metode-metode, dan ideologi-ideologi baru.

Injili Baru telah menyapu dunia. Hari ini, tidaklah melebih-lebihkan untuk berkata bahwa mereka yang menyebut diri “Injili” adalah Injli Baru; kedua istilah ini telah menjadi sama. Para Injili kuno, dengan beberapa pengecualian yang jarang sekali, telah bergabung dengan gerakan fundamentalisme atau telah menerima Injili Baru. Gerakan Injili hari ini adalah gerakan Injili Baru. Secara praktis kedua istilah ini kini mengacu kepada hal yang sama.

Ernest Pickering mengobservasi: “Salah satu bagian yang menimbulkan kebingungan mengenai gerakan Injili Baru adalah karena sekarang sudah hampir tidak ada perbedaan antara “injili” dan Injili Baru. Prinsip-prinsip Injili Baru yang pertama muncul kini telah diterima secara universal oleh mereka yang menyebut diri “injili” sehingga semua perbedaan yang mungkin eksis bertahun-tahun yang lalu sekarang sudah tidak ada lagi. Tidak diragukan lagi bahwa istilah yang dipakai oleh Ockenga bagi gerakan baru ini, yaitu Injili Baru atau Neo-Evangelical, telah disingkat menjadi Injili…Jadi hari ini kita menyebut bagian dari kekristenan ini dengan sebutan sederhana gerakan Injili” (The Tragedy of Compromise, hal. 96).

Continue reading

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Wanita yang Memakai Rok Dinilai Lebih Tinggi daripada yang Memakai Celana

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah studi baru tentang lingkungan kerja, wanita-wanita yang memakai rok diberi nilai lebih tinggi daripada yang memakai celana. Ketika lebih dari tiga ratus orang diminta untuk memberikan “kesan sesaat” atas gambar-gambar wanita, baik itu yang memakai celana panjang ataupun rok, mereka lebih condong positif terhadap yang memakai rok (“Wear a Skirt to Make a Good Impression,” Daily Telegraph, 21 Sept. 2011). Mereka diminta untuk memberikan rating atas wanita-wanita tersebut dalam beberapa kriteria, termasuk rasa percaya diri, sukses, dan keandalan dapat dipercaya. Profesor Karen Pine dari Universitas Hertfordshire, yang memimpin studi ini, mengobservasi bahwa, “wanita-wanita dapat berpakaian secara feminim namun tetap dipandang konfiden dan sukses.” Perhatikan bahwa profesor yang sekuler ini mengakui bahwa rok dan gaun wanita lebih “feminim” daripada celana. Jelas sekali bahwa pakaian adalah suatu bentuk komunikasi, dan jika bagaimana seseorang berpakaian untuk bisnis adalah hal yang penting, betapa lebih penting lagi memperhatikan cara berpakaian untuk kesalehan seseorang! Celana panjang wanita diciptakan oleh fashion designer yang homoseksual, Yves Saint Laurent pada tahun 1966. Partner homoseksual jangka panjangnya Laurent, Pierre Berge, mengatakan bahwa Laurent “memainkan peran” dalam pembebasan wanita. Pada kenyataannya, dia membantu memperbudak wanita kepada fashion yang sensual dan menggoda mereka untuk menolak feminimitas yang Allah berikan. Celana panjang wanita adalah bagian dari budaya rock & roll yang bersifat memberontak. Linda Grant mengatakan bahwa celana panjang wanita “menempatkan wanita sejajar dengan lak-laki dalam hal pakaian” dan “adalah sumbangsih fashion kepada feminisme” (“Feminism Was Built on the Trouser Suit,” The Guardian, 3 Juni 2008). Ini seharusnya menjadi peringatan yang cukup bagi wanita-wanita yang mengasihi Tuhan untuk mengetahui bahwa mereka seharusnya sama sekali tidak terlibat dalam gerakan celana wanita modern. Jenis pakaian ini seiring dengan gerakan unisex dan pemberontakannya yang tidak malu-malu melawan Allah yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej. 1:27).

Posted in Wanita | 6 Comments

Charles Stanley Mempromosikan Mistikisme Kontemplatif

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Di dalam isu Oktober 2011 dari majalah In Touch, Charles Stanley dengan mentereng mempromosikan mistikisme kontemplatif. Perhatikan kutipan berikut: “…kesendirian adalah pilihan yang disengaja untuk menghabiskan waktu bersama Allah dan memberikan Dia perhatianmu yang sepenuhnya…..Saran pertama saya adalah untuk menemukan tempat yang sunyi yang bebas dari gangguan. Ketika anda di tempat itu, langkah berikutnya adalah JANGAN MELAKUKAN APA-APA, tetapi buatlah dirimu terbuka bagi Tuhan. Pada saat itu, Allah tidak harus sedang mengharapkan engkau membaca suatu daftar doa atau mempelajari suatu renungan. Dengan sederhana undanglah Dia untuk bertemu denganmu dalam kesunyian dan berbicara kepadamu melalui FirmanNya, dengan cara apapun yang Dia pilih. Bergantung pada keperluanmu, Dia bisa mengucapkan kata-kata penguatan atau instruksi, atau hanya mengelilingi engkau dengan kasihNya. Jangan putus asa jika MERASAKAN HADIRATNYA tidak terjadi seketika. Dengan waktu, anda AKAN MERASAKANNYA dengan suatu cara yang mengubahmu dan tak dapat terlupakan….melalui kesendirian kita menjadi intim dengan Allah, dan tidak ada di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan mengenal Dia secara mendalam” (“Ask Dr. Stanley,” In Touch, Okt. 2011). Yang sedang direkomendasikan oleh Stanley bukanlah meditasi alkitabiah; ini adalah mistikisme buta yang dipinjam dari masa lalu monastik Roma yang gelap. Stanley tidak menjelaskan tentang bagaimana mencari waktu sendiri bersama Allah tanpa gangguan dan mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan dan berdoa. Dia menjelaskan bagaimana duduk dalam keheningan dan TIDAK MELAKUKAN APA-APA dan berharap Allah akan menemui saya dalam konteks seperti itu. Ketika dia menyinggung Allah berbicara melalui “FirmanNya,” dia bukan memaksudkan Alkitab tetapi kepada suatu pengalaman, suatu perasaan, suatu intuisi. Mencari suatu “pengalaman” dengan Allah adalah lawan dari berjalan dengan iman (yang hanya datang melalui Firman Allah, Alkitab, lihat Roma 10:17), dan adalah resep manjur menuju penipuan rohani. Jika saya mengikuti rekomendasi Charles Stanley untuk mencari Allah dalam “keheningan” dan berharap Dia menyatakan DiriNya kepada saya dalam suatu pengalaman tertentu di luar Alkitab, bagaimana saya bisa tahu bahwa yang berbicara adalah Allah? Alkitab berulang kali memperingatkan tentang bahaya ditipu oleh Iblis, yang menjelma menjadi malaikat terang (mis. 2 Kor. 11; 1 Pet. 5:8). Firman Allah menginstruksikan orang percaya untuk tetap sadar dan berjaga-jaga secara rohani terhadap penipuan rohani di segala waktu. Setiap pikiran dan pengalaman harus dengan hati-hati diuji dengan Kitab Suci Kudus. Mistikisme kontemplatif juga dipromosikan pada isu bulan Januari 2011 dan Januari 2010 dari majalah In Touch. Charles Stanley adalah satu lagi contoh “Injili konservatif” yang menjadi jembatan ke lautan yang berbahaya dan kesesatan akhir zaman.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Amerika dalam Nubuatan

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini sedikit refleksi dari seorang Amerika tentang negaranya. Karena Amerika memainkan peran internasional yang begitu penting, dan juga adalah negara pengirim misi terbanyak, hal ini baik untuk kita simak, sekaligus merangsang kita untuk merenung tentang Indonesia juga.

“Banyak orang bertanya-tanya apakah Amerika disinggung dalam nubuatan Alkitab. Pada kenyataannya, dia memang disebut banyak kali, tetapi tidak disebut namanya persis, melainkan disebut sebagai salah satu negara non-Yahudi dengan sebutan “bangsa-bangsa lain.” Amerika memiliki warisan yang unik. Dia telah sejak lama menjadi benteng kebebasan beragama dan suatu kekuatan dinamis dalam penginjilan dunia. Dia telah mendukung Israel lebih dari bangsa non-Yahudi manapun dan telah mengalami berkat-berkat Allah dalam banyak cara, tetapi Amerika tidak pernah lebih dari bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya dan kebanyakan warga negaranya tidak pernah lahir baru. Ini adalah fakta yang benar di abad 18, 19, dan 20. Dengan rusaknya sebagian besar gereja-gerejanya, Amerika yang dulunya adalah teman, kini dengan cepat menjadi musuh kebenaran dan kesalehan. Ketika orang-orang kudus yang lahir baru nanti diangkat dalam Rapture, tidak akan ada yang tersisa selain suatu bangsa kafir yang sombong yang siap melayani Antikristus. Berikut ini adalah beberapa nubuat yang menggambarkan masa depan semua bangsa selain Israel. Dalam Mazmur 2:1-3 kita melihat semua bangsa rusuh dan berperkara melawan Allah dan Kristus dan menolak hukum-hukum Allah. Ini adalah gambaran yang sempurna akan Amerika sebagai suatu bangsa bahkan hari ini, dan pemberontakan ini akan terus meningkat intensitasnya setelah Pengangkatan (Rapture). Amerika akan menyerah kepada otoritas Antikristus. “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih….Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya” (Wah. 13:8, 16). Amerika akan termasuk bangsa-bangsa yang bersukacita dan saling mengirim hadiah ketika Kedua Saksi dibunuh oleh Antikristus (Wah. 11:10). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang mabuk oleh anggur milik Babilon zaman akhir. “ Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa” (Wah. 17:15). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang berkumpul menuju Harmagedon. “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa….Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya” (Wah. 16:14; 19:19). Amerika akan dihakimi oleh Kristus pada saat kedatanganNya kembali ketika Ia memisahkan domba dari kambing menurut bagaimana mereka memperlakukan Israel dan 144.000 penginjil Yahudi selama masa Kesusahan Besar (Mat. 25:31-46).”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Pemimpin Penyembahan Kontemporer Membesarkan Anak-Anaknya dalam Suasana Beatles

(Berita Mingguan GITS 24 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ketika Matt Redman, salah satu nama yang paling berpengaruh dalam gerakan penyembahan kontemporer, ditanya, “Siapa sajakah yang mempengaruhi musikmu?” dia menjawab: “Segala macam. Tetapi favorit saya pastilah Beatles. Saya sangat senang bahwa kini kelima anak saya bahkan menyukai musik mereka [Beatles]” (http://www.louderthanthemusic.com/document.php?id=2526). Ini mengingatkan kita bahwa salah satu alasan kita menentang Musik Kristen Kontemporer adalah karena gerakan ini tidak mau memisahkan diri dari dunia. Firman Allah mengatakan bahwa orang percaya tidak boleh menjadi serupa dengan dunia, tidak boleh dicemarkan dunia, dan tidak boleh mengasihi dunia (Roma 12:2; Yak. 1:27; 1 Yoh. 2:15-16). Para musisi Kristen Kontemporer sama sekali tidak berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka menyukai rock & roll sekuler yang vulgar dan mereka tidak malu sama sekali melakukannya karena hal itu dapat diterima dalam kalangan mereka. Ketika ditanya dalam wawancara mengenai pengaruh-pengaruh dalam musik mereka dan musik favorit mereka, mereka semua mendaftarkan musisi-musisi rock sekuler yang vulgar. Jelas bahwa Redman sedang membesarkan anak-anaknya dalam pengaruh rock & roll sekuler sehingga mereka sudah mulai menyukai dunia bahkan sejak umur yang sangat muda. Alkitab berkata, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Apakah ada “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa” dalam rock & roll atau rap atau reggae atau country-western atau bentuk-bentuk musik pop lainnya hari ini? Jelas ada, dan ini adalah deskripsi yang pantas mengenai mayoritas musik dunia. Ini adalah deskripsi yang persis tentang The Beatles dan musik mereka. Jadi, orang percaya diperintahkan untuk TIDAK mengambil bagian dalamnya, tetapi justru menegurnya. Saya telah menetapkan hati untuk melakukan hal ini 38 tahun yang lalu ketika Tuhan membuka mata saya mengenai isu ini, dan keyakinan saya tentang bahaya moral rock dan pentingnya separasi dari musik rock telah bertambah teguh seiring lewatnya tahun-tahun. Separasi tidaklah populer hari ini, tetapi Allah memerintahkannya, dan kebenaran tidak pernah ditemukan pada kelompok mayorits di dunia yang penuh dosa ini. Faktanya, menurut nubuat Alkitab (mis. 2 Tim. 3:1-5, 13; 4:3-4) kita tidak bisa mengharapkan bahwa kebenaran akan ditemukan dalam kelompok mayoritas dari orang-orang yang mengaku Kristen di zaman akhir ini. Untuk informasi lebih lanjut lagi, lihat “The Beatles and Contemporary Christian Music,” http://www.wayoflife.org/database/beatlesandccm.html

Posted in musik | Leave a comment