Ilah Hollywood Mengejek Yesus

(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Ilah Hollywood, Johnny Depp, telah menyumbangkan suaranya untuk ikut serta dalam lagu yang penuh hujat “Jesus Stag Night Club,” yang mengejek Yesus sebagai binatang pesta yang mabuk-mabukkan. Lagu tersebut, yang digubah oleh Stephen Jones dari rock band Babybird, “sedang bersaing untuk menjadi lagu nomor stau di radio Inggris pada hari Natal” (“Johnny Depp Aids in Blasphemous Christmas Song,” Breathecast, 6 Des. 2011). Jones mengatakan, “Depp memiliki sisi jahat yang sama seperti saya. …Alkitab adalah buku fiksi terhebat sepanjang zaman. Kisah-kisah magic dan kekacauan yang luar biasa.” Sebenarnya, pengejekan yang konyol dan tak terpelajar ini hanyalah membuktikan bahwa Alkitab itu benar, karena semua cemoohan dari industri entertainment melawan Allah dan hukumNya justru menggenapi nubuat-nubuat kuno dalam Alkitab, seperti Mazmur 2:1-3. Bangsa-bangsa sungguh mereka-reka perkara yang sia-sia, yaitu usaha menyingkirkan Allah dan melepaskan diri dari hukumNya, dan rock & roll menyediakan lagu untuk itu sambil Hollywood/Bollywood menyediakan pemerannya yang narsistik. Yesus mengatakan, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Mat. 16:26).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Temple Institute Membuat Cetak Biru Untuk Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Temple Institute telah mengumumkan selesainya cetak biru pertama untuk pembangunan Bait Ketiga di Yerusalem. Desain yang dibuat adalah untuk ruangan yang disebut Chamber of Hewn Stone, ruangan yang diproyeksikan akan dipakai untuk tempat pertemuan Dewan Sanhedrin Agung yang dbentuk kembali, yaitu 70 penatua Israel yang memerintah. Tujuan dari Institute ini, sejak pendiriannya tahun 1986, adalah pembangunan kembali Bait Suci. Mereka telah membuat pakaian imam, mahkota imam besar yang menghabiskan dana $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga dengan nama suku-suku Israel, tempat pencucian tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar-shofar (semacam terompet khusus) yang dilapisi emas dan perak, kecapi-kecapi, dan banyak benda-benda lain. Yang sangat menarik perhatian adalah menorah besar (kandil) yang dibuat dari 95 pon emas murni, senilai $2,4 juta. Pada bulan Desember 2007, menorah tersebut dipindahkan ke sebuah lokasi di luar Plaza Tembok Barat, yaitu seberang Bukit Bait. Sebelum itu, menorah tersebut berada di Roman Cardo kuno. Rencananya menorah akan dipindahkan terus semakin lama semakin dekat ke Bukit Bait hingga akhirnya ditempatkan di dalam Bait Ketiga itu sendiri. Institute ini sedang membangun sebuah model Bait Suci dengan ukuran sebenarnya (269.000 kaki persegi) dekat Laut Mati untuk dijadikan tempat latihan para imam. Pendiri dari Institute ini, Rabbi Yisrael Ariel, adalah bekas anggota tentara unit terjun payung yang membebaskan Bukit Bait di Yerusalem pada tahun 1967. Menurut nubuat Alkitab, Bait Ketiga akan berasosiasi dengan Antikristus. Sanhedrin telah menolak Yesus sebagai Kristus 2000 tahun yang lalu, walaupun Ia memenuhi semua nubuat tentang Mesias, dan mereka tidak pernah bertobat dari dosa mereka yang besar tersebut. Dalam kebutaan rohani mereka, mereka akan menerima “manusia durhaka” yang akan menduduki Bait Ketiga (2 Tes. 2:3-12). Antikristus, yang akan muncul sebagai seorang pembawa damai, mungkin akan menciptakan kondisi yang diperlukan agar pembangunan Bait dapat terjadi, karena saat ini hal itu nampak mustahil.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Raja Saudi Membangun Interfaith Center untuk Perdamaian Dunia

(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Raja Abdullah dari Saudi telah membangun sebuah Interfaith Center di Vienna untuk mengembangkan perdamaian dunia. Organisasi ini, yang bernama penuh “Pusat Internasional Raja Abdullah Bin Abdulaziz untuk Dialog Antara Agama dan Antar Budaya” akan sebagian besarnya dibiayai pemerintah Saudi yang Islam. Badan yang akan memimpin pusat antar-agama tersebut akan terdiri dari wakil dari Islam (Sunni dan Syiah), Roma Katolik, Anglikan, Ortodoks Yunani, Buddha, Hindu, dan Yahudi. Pada saat peresmian di Vienna, Menteri Luar Negeri Saudi Arabia mengatakan bahwa “perdamaian dunia tidak dapat terjadi tanpa perdamaian antara agama-agama di dunia” (“King Abdullah’s Interfaith Center,” Christian Post, 17 Okt. 2011). Abdullah mengatakan bahwa dia mendapatkan ide ini setelah pertemuan dengan Paus Benediktus di Vatikan pada tahun 2007. Karena anggaran dasar pendirian pusat tersebut menyerukan “kebebasan berpikir, hati nurani, dan beragama,” kami mengusulkan agar hal itu dimulai di Saudi Arabia sendiri. Pemerintah Saudi adalah salah satu yang paling mengekang di dunia. Mereka memberikan kebebasan beragama sebesar nol; dan tidak ada rumah ibadah non-Muslim; kekristenan dilarang; Yudaisme dilarang; orang-orang Muslim yang meninggalkan Islam terancam dihukum mati karena murtad. Saudi Arabia adalah tempat lahirnya Al Qaeda yang adalah pembunuh. “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri” (1 Tes. 5:3-4).

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Semakin Sedikitnya Tempat Aman

(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

“Semakin Sedikitnya Tempat Aman” adalah judul sebuah laporan Reuters tentang ekonomi global yang diterbitkan tanggal 26 November. Laporan itu mengatakan, “tempat untuk aset-aset yang aman semakin menyusut.” Benar sekali, ekonomi global modern yang begitu dielu-elukan sedang bergetar hingga ke dasar-dasarnya, dan nubuat Alkitab mengindikasikan bahwa situasinya akan semakin parah. Sebenarnya, tidak ada tempat aman di dunia ini, dan tidak pernah ada, baik untuk uangmu ataupun untuk jiwamu. Dan bahkan jika ada tempat investasi finansial yang aman, maka sangatlah temporer, karena kehidupan itu pendek. Tuhan Yesus menyinggung masalah finansial beberapa kali. Dia menceritakan tentang orang kaya yang bodoh yang menumpuk hartanya untuk “bertahun-tahun lamanya” agar dia bisa bersantai, makan, minum, dan bersenang-senang. “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” (Luk. 12:20). Itulah pertanyaan yang harus direnungkan setiap manusia. Ketika kehidupan duniawi-mu yang lemah ini selesai dan Allah menuntut pertanggungan jawab, di manakah kamu akan berdiri? Ke manakah kamu akan pergi? Kita tidak bisa membawa barang-barang fisik apa pun bersama kita. Nabi kuno, Ayub, dengan bijak berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya” (Ay. 1:21). Individu yang bijak merencanakan masa depan, bukan hanya untuk tahun depan atau sepuluh tahun ke depan, tetapi untuk kekekalan. Dia melakukan itu melalui keselamatan dan menabung. Dengan memperhatikan Wahyu yang Allah telah anugerahkan kepada kita dalam Alkitab, kita belajar bahwa Allah adalah Hakim yang kudus, bahwa semua manusia adalah pendosa yang telah melanggar hukum Allah, dan bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah melalui pendamaian yang telah Allah sendiri lakukan bagi dosa manusia melalui pengorbanan AnakNya di kayu salib. Seorang individu menerima keselamatan ini melalui pertobatan atas dosa-dosanya dan iman dalam Kristus. Setelah kita diselamatkan, maka kita bisa mulai menabung di bank kekal Allah. Yesus berkata: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:19-21). Orang percaya tidak perlu beriman penuh kepada sistem dan cara-cara investasi dunia ini yang tidak mapan. Ia dapat menyimpan harta kekal di Surga melalui melayani Juruselamatnya yang penuh rahmat. Dan dia dapat percaya kepada janji-janji Allah, seperti dalam Mazmur 37:25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” (Maz. 37:25).

Posted in General (Umum), Renungan | 1 Comment

Macarthur Mempromosikan Liberalisme Budaya

(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Tokoh berpengaruh, John MacArthur, dari Gereja Grace Community di California selatan, mendua hati dalam hal kesesatan “liberalisme budaya.” Di satu sisi dia menegur para “Kalvinis baru” yang sedang emerging karena keduniawian mereka, tetapi pada saat yang sama ikut melakukan hal-hal itu. Dalam sebuah wawancara dengan Alex Crain dari Christianity.com, yang dimasukkan ke dalam YouTube, 18 Agus. 2011, MacArthur mengatakan, “Yang ditakutkan adalah kuasa atraksi dunia akan menarik orang-orang ini dan generasi setelah mereka, lebih dan lebih lagi ke dalam budaya, dan kita akan melihat kebalikan dari kebangkitan rohani Reformed. ….Ketakutan saya adalah bahwa semakin jauh mereka berusaha mengakomodasi budaya, maka semakin sulit bagi mereka untuk mempertahankan doktrin-doktrin utama” (“MacArthur Predicts Reversal of the Reformed Revival – Bagian 1, “http://youtu.be/xYhmo5gabQU). MacArthur, yang benar dalam memperingatkan bahwa kesesatan liberalisme budaya membahayakan generasi berikut, sedang membicarakan filosofi populer yang dicetuskan oleh Mark Driscoll sebagai kombinasi “konservatisme theologis dengan liberalisme budaya,” yang bukanlah barang baru tetapi telah sejak dulu menjadi bagian penting dari Injili. Filosofi ini melibatkan hal-hal seperti Christian rock, minum-minum, pesta dansa champagne, pelajaran membuat bir, malam judi, “penyembahan” hula, menganalisis film-film rating-R untuk “pembangunan karakter,” dan memainkan rock sekuler dalam konteks “penyembahan.” Apa yang MacArthur katakan mengenai bahaya liberalisme budaya adalah benar, tetapi teguran dia sama sekali tidak efektif dan munafik karena dia sendiri melakukannya. Camp Regenerasi, sebuah kamp anak muda yang dibuat oleh MacArthur untuk “gereja-gereja di seluruh negeri setiap bulan Juli,” penuh dengan liberalisme budaya. Anak-anak lelaki dan perempuan tingkat SMA berpakaian tidak sopan, melakukan aktivitas yang patut dipertanyakan (seperti anak-anak perempuan bermain lumpur basah hingga menutupi seluruh tubuh di hadapan anak-anak lelaki ), dan nge-rock terhadap musik rap yang dimainkan oleh artis-artis dengan anting dan bertato dalam auditorium yang digelapkan, lampu-lampu yang kedap-kedip, dan berasap. Master’s College, yang dipimpin oleh MacArthur, mengadakan sebuah konser hip-hop pada bulan Desember. Para murid Master’s College membuat video pop/rap/country/rock dengan gerakan dansa penuh dan tampilan depan lagu-lagu rock sekuler. Mereka mengadakan event Fall Thing yang sangat duniawi. Tahun ini, temanya adalah “Realita yang Tidak Terkekang,” dan para murid memakai kostum karakter-karakter dari Star-Wars, fantasi fiksi ilmiah, super-heroes, dan budaya pop pada umumnya. Ini menguatkan ketertarikan kepada budaya fantasi dan Iblis menggunakan hal ini untuk mengkorupkan pikiran orang. Orang-orang muda tidak akan mau memakai kostum ini jika hati dan pikiran mereka belum jatuh cinta pada Hollywood. Welcome Week yang adalah acara tahunan di Master’s College mengandung acara-acara aktivitas pantai dan pesta kolam renang, lengkap dengan wanita-wanita dalam busana renang yang ketat dan sangat minim. (Semua ini jelas dari foto-foto yang ditaruh di halaman Flickr oleh sekolah ini dan juga dari rekaman YouTube. Sebagai bukti lihat http://www.pccmonroe.org/2011/10.htm.) Dapatkah MacArthur dianggap sebagai seseorang yang memimpin gerakan untuk melawan adaptasi budaya pop sensual, dan dapatkah dia dianggap seorang “konservatif” yang aman untuk diikuti? Dia benar dalam observasinya bahwa liberalisme budaya akan menghancurkan anak muda dan ujungnya menghancurkan doktrin yang benar, dan jemaatnya sendiri akan menjadi bukti, sama seperti jemaat setiap gembala sidang yang cukup bodoh untuk ikut jejaknya. Banyak gereja Baptis fundamental sedang dalam jalan menuju kehancuran yang sama.

Posted in New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Dokter Membunuh Bayi yang Salah, Lalu Tetap Membunuh

(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang bayi salah dibunuh di sebuah rumah sakit di Melbourne minggu lalu ketika para dokter mencoba untuk melakukan “terminasi” terhadap salah satu bayi kembar dalam kandungan yang ditenggarai memiliki cacat jantung bawaan (“Twins Die in Tragic Hospital Bungle,” Sydney Morning Herald, 24 Nov. 2011). Setelah diberitahu oleh para dokter bahwa anak tersebut akan memerlukan “bertahun-tahun operasi, jika dia bahkan bisa hidup,” ibu yang mengandung kedua lelaki kembar itu setuju untuk mengaborsi yang “cacat.” Namun, ternyata bayi yang salah yang kena suntik. Kejadian ini lalu dilanjutkan dengan kelahiran cesar untuk mengakhiri hidup bayi yang satunya lagi. Sepertinya mereka sudah bertekad untuk membunuh lelaki kecil yang “cacat” itu. Inilah yang dilakukan oleh masyarakat modern yang “diterangi” terhadap “anak-anak yang sakit” karena anggota-anggota masyarakat telah meninggalkan Tuhan Pencipta dan percaya evolusi. Sydney Morning Herald menyebut peristiwa itu suatu “kasus ketukaran yang tragis,” tetapi sebenarnya ini adalah pembunuhan ganda dan semua individu yang terlibat akan menjawab kepada Allah, pencipta kehidupan dan Pribadi yang membentuk bayi-bayi tersebut dalam kandungan, sesuai dengan Mazmur 139.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Apakah Peringatan Rohani Suatu Serangan?

(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya orang-orang yang berkompromi selalu salah menanggapi peringatan rohani. Mereka menyebutnya suatu serangan. Mereka menyebutnya “menembaki teman yang terluka” dan “saling melempar batu.” Mereka menggambarkannya sebagai kebencian. Ed Stetzer dan David Putman dari Southern Baptist, dalam buku Breaking the Missional Code (Broadmand and Holman Publishers, 2006), mengeluh bahwa “ada pelayanan-pelayanan yang eksis khusus untuk menyerang pengaruh budaya apapun terhadap gereja” (hal. 183). Perhatikan istilah emosional yang dipakai – “menyerang.” Yang mereka maksud adalah pengkhotbah-pengkhotbah yang memperingatkan akan hal-hal seperti kekotoran rock and roll, dan industri fashion modern yang tidak senonoh. Saya akan menjawab, pertama, bahwa pernyataan ini salah dalam dua hal. Pertama, pelayanan-pelayanan yang memberikan peringatan alkitabiah, tidaklah memperingatkan tentang pengaruh budaya “APAPUN,” tetapi hanyalah pengaruh-pengaruh budaya yang duniawi menurut definisi Alkitab, jadi pernyataan ini dilebih-lebihkan. Kedua, sebuah peringatan rohani yang diberikan oleh seorang anak Allah, yang didasarkan pada Kitab Suci dan termotivasi oleh kemuliaan Kristus, bukanlah suatu serangan; ia tidak destruktif; ia tidak bersifat jahat; ia adalah tindakan ketaatan kepada Allah dan belas kasihan kepada orang yang bersalah. Jika sebuah jembatan runtuh di suatu malam badai yang gelap dan saya berdiri di tengah jalan dan melambaikan tangan saya dan berseru kepada para pengemudi untuk berhenti, saya bukan menyerang orang-orang itu. Firman Allah memerintahkan, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11), dan “Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu” (Tit. 2:15). Ketaatan kepada semua perintah ini dan banyak lagi yang serupa, tidaklah salah, dan segala cemoohan para pengkompromi tidak akan membuatnya salah. Salah satu keponakan perempuan saya bertobat dari jalan dosanya dan membenarkan hubungannya dengan Tuhan tiga tahun yang lalu. Ketika hal itu terjadi, pemikirannya tentang peringatan rohani dan khotbah-khotbah Alkitabiah berubah drastis. Dalam kesaksiannya, dia menulis: “Tuhan telah memberikanku kecintaan terhadap kekudusan dan suatu rasa hormat yang besar terhadap orang-orang yang serius terhadap Alkitab. Gereja yang dulu saya serang karena saya pikir mereka orang Kristen yang berlebihan yang terlalu serius terhadap Alkitab, kini nomor satu bagi saya karena keberanian mereka bagi Kristus. Hal yang sama berlaku bagi paman saya David dan keluarganya yang luar biasa. Dia sepertinya tidak pernah berhenti berdoa bagi saya, sementara sebenarnya dalam pikiran saya dulu, dia hanyalah salah satu orang Kristen yang suka menghakimi, yang mencoba mencekoki Alkitab kepada orang-orang. Sekarang saya malah berharap saya bisa seperti dia!” Hikmat rohani hanya datang melalui keselamatan dan hati yang taat dan mencintai kebenaran.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Jatuh Cinta kepada Rock and Roll

(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Kelompok Contemporary Christian Music mencintai rock & roll. Titik. Intinya mereka mencintai rock & roll dan tidak ada prinsip Alkitab atau argumen saleh yang akan mencabut musik tersebut dari telinga mereka. Para artis CCM mendengarkan musik rock sekuler dalam kehidupan pribadi mereka; mereka memainkannya dalam konser-konser mereka dan merekamnya untuk album-album mereka. Mereka tidak peduli siapa yang tersandung. Pada kenyataannya, mereka bahkan sepertinya sama senangnya mengejek “orang Kristen kuno” seperti dulu saya waktu belum diselamatkan sebagai seorang hippie-pemberontak. Mereka sedemikian mabuk rock dan bodoh secara rohani sehingga mereka bahkan memakai rock sekuler untuk “menyembah Allah.” Perhatikan beberapa contoh dari beberapa tahun belakangan. Gereja Granger Community di Granger, Indiana, menampilkan Musik Beatles sebagai tema Natal 2007 mereka. Gembala sidang Tim Stevens mengatakan: “Dengan pertunjukan Across the Universe sekarang sedang diputar di bioskop-bioskop dan pertunjukan sirkus Cirque du Soleil yang baru bertemakan-Beatles di Vegas dengan judul Love, Beatles sekarang sedang panas. Menggunakan musik Beatles kita akan menceritakan kisah Natal sepanjang Desember. Dan kita telah mendapatkan umpan balik yang hebat dari para pencinta musik dari semua generasi” (http://www.leadingsmart.com/leadingsmart/2007/11/let-it-bechrist.html/). Mereka mengiklankannya sebagai berikut: “Biarlah ….Natal – Suatu Kisah oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paul, George, dan Ringo.” Gereja NewSpring di Florence, South Carolina, memainkan “Highway to Hell” oleh band rock yang jahat, AC/DC, untuk kebaktian Paskah tahun 2009. NewSpring memainkan lagu “Crazy Train” oleh Ozzy Osbourne pada bulan November 2011. Gereja Northpoint di Springfield, Missouri, memainkan “Sympathy for the Devil” oleh Rolling Stones untuk kebaktian Paskah 2011, dan “Thriller”nya Michael Jackson bulan November 2011. Gereja by the Glades di Miramar, Florida, memainkan “Calling All the Monsters” bulan Oktober 2011. Tema lagu tersebut adalah “magic dan fantasi” dan gerakan-gerakan dansanya yang immoral terinspirasi oleh “Thriller”nya Michael Jackson.

Posted in musik | Leave a comment

Yesus Kristus Dilarang dalam SMS Di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari The Christian Post, 18 Nov. 2011: “Otoritas Telekomunikasi Pakistan (OTP / Pakistan Telecommunication Authority: PTA) sedang menghadapi kritikan besar setelah mengirim sebuah surat kepada perusahaan-perusahaan telepon genggam yang mengatakan bahwa mereka harus memblokir pesan-pesan yang mengandung kata-kata dan frase-frase tertentu, dan termasuk dalam frase-frase terlarang tersebut adalah ‘Yesus Kristus’ dan ‘mendapat Yesus.’ Menurut surat tersebut, orang-orang Pakistan memiliki hak kebebasan bicara dan kebebasan pers, tetapi kebebasan ini “tunduk kepada restriksi-restriksi yang wajar yang dibebankan oleh hukum untuk kepentingan kemuliaan Islam,” antara lain. Surat tersebut dan dua daftar yang mengandung kata-kata yang terlarang dipostingkan di website Bytes For All (BFA). BFA, sebuah organisasi hak asasi manusia di Pakistan yang terdiri dari profesional maupun pengguna teknologi informasi dan teknologi, sangat marah atas larangan tersebut. …’Kami juga mengutuk fakta bahwa sambil bersenang-senang dalam melakukan aksi kejam menjadi polisi moral ini, PTA (OTP) juga menyakiti perasaan keagamaan banyak orang Kristen Pakistan dengan menambahkan Yesus Kristus ke daftar kata-kata yang dilarang. Kalau hal yang serupa terjadi di negara lain, pasti akan ada amarah yang luar biasa, dan jika (sengaja atau tidak sengaja) yang menjadi target adalah Muslim, maka amarahnya pasti sudah tidak dapat terkendali,’ kata artikel tersebut.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Roh Segar Keterbukaan Ekumene Dipuji Oleh Wcc Dan Katolik

(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Perwakilan-perwakilan dari World Council of Churches (WCC) dan Gereja Roma Katolik, baru-baru ini memuji “roh segar keterbukaan ekumene” (“Fresh Spirit,” Oikoumene.org, 5 Nov. 2011). Bertemu di Malta, Joint Working Group tersebut sangat senang dengan kerjasama ekumenis yang mereka rasakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari Gereja Roma Katolik, Gereja Skotlandia, dan Gereja Inggris. Presiden Malta, Georga Abela, juga menyambut grup tersebut dan memuji ekumenisma baru yang dapat mengajar “masyarakat bahwa persatuan dalam keragaman adalah hal yang mungkin.” Objektif dari Joint Working Group adalah “menuju persatuan yang kelihatan,” yang pada akhirnya akan membawa semua denominasi dan agama ke bawah semacam payung ekumene. Tanpa diketahui oleh orang-orang ini, persatuan yang mereka cari sudah digambarkan dalam Wahyu 17. WCC dan Roma Katolik bekerja bergandengan tangan dengan PBB untuk menciptakan suatu globalisme new age. Pada tahun 1955, Alice Bailey, seorang praktikus okult, menulis: “Di dalam PBB ada benih suatu kelompok hebat yang bersifat internasional, meditatif, dan reflektif – suatu kelompok orang-orang yang berpikir dan terpelajar, yang memegang takdir manusia dalam tangan mereka” (Discipleship in the New Age, hal 220). Dia menubuatkan lebih lanjut lagi bahwa “tujuan dan usaha PBB yang tertera pada akhirnya akan tercapai dan suatu gereja Allah yang baru, terkumpul dari semua agama dan kelompok spiritual, akan bersatu untuk mengakhiri kesesatan besar keterpisahan” (The Destiny of the Nations, hal. 152). Organisasi Lucis Trust dan World Goodwill milik Bailey memiliki status NGO di PBB. Dalam buku The New Age Tower of Babel, kami telah mendokumentasikan fakta bahwa PBB adalah sarangnya mistikisme New Age sekaligus peran yang dimainkan oleh WCC dan Roma Katolik.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment