Sistem Koreksi-Kesalahan yang Hidup dari Allah

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dari CreationMoments.com, 18 Januari 2022: “Sepertinya fiksi ilmiah untuk menyarankan bahwa jika seseorang mengetik nama Anda di komputer, dan salah mengeja nama Anda, komputer akan menemukan kesalahan itu dan memperbaikinya. Namun kode genetik di dalam setiap sel Anda adalah sistem penyimpanan dan transmisi informasi yang bahkan lebih canggih lagi. Kode genetik Anda tidak hanya menyimpan jauh lebih banyak informasi dalam ruang mikroskopis daripada yang dapat dilakukan oleh komputer terbesar kita, tetapi juga memiliki sistem koreksi kesalahan bawaan. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah enzim kunci dalam sel yang hanya memiliki satu pekerjaan—menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam kode genetik. Kesalahan tersebut dapat menyusup karena radiasi, bahan kimia, atau sebab-sebab lainnya. Enzim-enzim ini dengan setia memperbaiki kesalahan apa pun, mencegah mutasi. Tetapi mutasi-mutasi inilah yang menurut para ilmuwan dapat menyebabkan evolusi—sebelum mereka menemukan proses ini. Seorang ilmuwan yang mempelajari enzim ini mengatakan bahwa sains tidak memiliki penjelasan tentang bagaimana proses ini dapat berevolusi secara alami. Para ilmuwan juga mengatakan mereka tidak tahu bagaimana kehidupan bisa berlanjut tanpa pengecekan dan koreksi genetik ini. Hanya Pencipta kita yang cukup bijaksana untuk merancang sistem informasi yang dapat memperbaiki kesalahan dalam dirinya sendiri. Bahkan kita sebagai manusia belum menemukan cara untuk melakukan ini dengan komputer [paling cerdas] kita. Meminta kita untuk percaya bahwa keacakan buta dan hukum alam bisa melakukannya tentu saja membebani kredibilitas sains! Pengarang: Paul A. Bartz. REF: Fersht, A.R. 1980. Trends in Biochemical Science, v. 5. p. 282. Lambert, G.R. 1984. Journal of Theoretical Biology, v. 107. p. 387.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Youtube Me-label Khotbah MacArthur tentang Seksualitas menurut Alkitab sebagai “Ujaran Kebencian”

Sumber: www.wayoflife.org
Oleh: Dr. David Cloud

Berikut ini dikutip dari “YouTube Declares,” Todd Cast, 19 Januari 2022: “Gembala MacArthur menyampaikan pesan hari Minggu tentang seksualitas Alkitabiah – bagian dari kampanye nasional untuk menarik perhatian pada undang-undang Kanada yang akan membungkam para gembala tentang topik LGBT. Lima tahun penjara bagi gembala yang berani berkhotbah menentang agenda LGBT. Jadi Gembala MacArthur mendorong para gembala di seluruh negeri untuk berdiri dalam solidaritas dengan berkhotbah dari mimbar mereka tentang ajaran alkitabiah tentang masalah LGBT. ‘Tidak ada yang namanya transgender. Anda adalah XX atau XY, itu saja. Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Hal ini ditentukan secara genetis, ini masalah fisiologi, masalah sains, masalah realita,’ kata MacArthur dari mimbar. ‘Gagasan bahwa kamu adalah sesuatu yang lain dari biologi-mu adalah konstruksi budaya yang dimaksudkan sebagai serangan terhadap Tuhan. Satu-satunya cara Anda dapat mengatasinya, jujur, adalah dengan mengatakan, Tuhan menciptakanmu dan Tuhan membuatmu persis seperti yang Dia inginkan. Kamu tidak hanya melawan Tuhan dalam ciptaan fisik-Nya, kamu juga melawan Tuhan dalam kedaulatan-Nya. Kamu melawan Tuhan dalam hubungan spiritual-Nya denganmu,’ jelasnya. ‘Ini adalah perang melawan Tuhan.’ … Tetapi YouTube menghapus klip itu dan mengirimi saya pesan yang mengatakan bahwa khotbah gembala tersebut adalah ujaran kebencian. ‘Tim kami telah meninjau konten Anda, dan, sayangnya, menurut kami itu melanggar kebijakan ujaran kebencian kami,’ tulis YouTube kepada saya. ‘Kami telah menghapus konten berikut dari YouTube: “Tidak ada yang namanya transgender. Anda adalah XX atau XY, itu saja. – Pastor John MacArthur.” Dengan kata lain, YouTube mendukung undang-undang Kanada dengan melarang oposisi terhadap transgenderisme di platform mereka. … Jenna Ellis, penasihat khusus untuk Perkumpulan Penasihat Khusus Thomas More yang berhasil mewakili Pastor MacArthur ketika Los Angeles memerintahkan gerejanya untuk ditutup selama pandemi, berkata, ‘Oligarki big-tech di Amerika Serikat menerapkan kebijakan yang setara dengan undang-undang gila Kanada dengan menyensor kebenaran dan hak para gembala untuk mengajarkan Alkitab,’ katanya kepada saya. ‘Jika orang Amerika tidak menghentikan big-tech, rezim baru ini akan mengelak dari UUD untuk menyita hak-hak dasar kita untuk berbicara dan mempraktekkan agama dan dampaknya akan menghancurkan.’”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rapper Kristen Meninggalkan Imannya

Oleh: David Cloud
Sumber: www.wayoflife.org

Brady Goodwin (alias Phanatik) adalah anggota terbaru dalam barisan musisi rock / rap Kristen dan tokoh injili terkemuka yang telah meninggalkan iman mereka. Goodwin adalah anggota pendiri dari grup hip-hop Kristen The Cross Movement dan penulis buku The Death of Hip-Hop, Marriage and Morals (2010) dan From Hip Hop to Hollywood: The Art of Christianity (2013). Dalam sebuah video YouTube bulan ini, Goodwin berkata, “Saya mencela iman Kristen yang pernah saya percayai, akui, proklamasikan, dan pertahankan selama 30 tahun terakhir hidup saya.” Goodwin berusia 45 tahun, jadi dia pasti telah membuat pengakuan iman pada usia sekitar 15 tahun. Dia mengatakan, “Saya baik-baik saja; saya berada di tempat yang saya pikir akan saya tuju.” Semua orang-orang ini mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja setelah mereka telah meninggalkan Yesus Kristus, tetapi itu adalah kekonyolan. Pada Agustus 2019, Marty Sampson, seorang pemimpin ibadah dan penulis lagu untuk Hillsong, mengatakan dia secara serius mempertimbangkan ateisme dan “sangat bahagia sekarang, sangat damai dengan dunia.” Pada bulan yang sama, Joshua Harris, penulis I Kissed Dating Goodbye, mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan imannya kepada Kristus dan menceraikan istrinya. Dia ingin semua orang tahu bahwa dia “mengikuti kata hatinya” dan merasa damai. Pada Mei 2020, Jon Steingard, dari band rock Kristen Hawk Nelson, melepaskan keyakinannya pada Tuhan. Dalam sebuah postingan Instagram, dia mengatakan bahwa meninggalkan Tuhan adalah “menyegarkan dan beban terangkat.” Dia berkata, “Saya terkejut dengan banyaknya orang dalam posisi-posisi yang terpandang dalam lingkaran Kristen yang merasakan hal yang sama seperti saya. Seperti saya, mereka takut kehilangan segalanya jika mereka terbuka tentang hal itu.”

Saya tidak dapat memahami orang-orang ini dengan cara apapun. Saya tidak suka pergi ke gereja atau membaca Alkitab atau berdoa sebelum saya dilahirkan kembali pada usia 23 tahun, tetapi semuanya berubah saat itu, dan saya tidak pernah melihat ke belakang dengan kerinduan apa pun, tidak pernah meragukan Tuhan atau Alkitab atau Yesus Kristus atau ajaran alkitabiah apapun. Sebaliknya, saya dapat memahami Petrus yang bertobat dari gaya hidup nelayan yang kasar, dan tidak tertarik untuk meninggalkan Kristus. Ketika orang banyak meninggalkan Yesus, Dia bertanya kepada dua belas orang, “Apakah kalian juga hendak pergi?” Petrus menjawab dengan kesaksian orang percaya yang benar-benar dilahirkan kembali: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan-perkataan hidup yang kekal. Dan kami telah percaya dan telah mengetahui bahwa Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup” (Yohanes 6: 68-69). Kami akan memperingatkan bahwa kekristenan dari orang-orang yang disebutkan di atas tidak pernah adalah kekristenan yang alkitabiah. Filosofi Kristen mereka dijelaskan dalam 2 Timotius 4:3, “orang-orang tidak akan menerima ajaran yang sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut hawa nafsu mereka sendiri untuk memuaskan telinga mereka.” Kekristenan mereka adalah Kristen yang “hidup menurut nafsumu.” Dengan gaya hidup dan pergaulan mereka, mereka berkata, “Tidak ada yang boleh memberitahu saya siapa yang boleh saya temani atau musik apa yang boleh saya dengarkan atau apa yang boleh saya lihat atau ke mana saya boleh pergi atau apa yang boleh saya minum atau apa yang boleh saya pakai.” Tapi Tuhan memang memberi tahu umat-Nya teman seperti apa yang harus dimiliki (Ams. 1:15; 22:24; 2 Kor. 6:14-18; Yak. 4:4) dan jenis musik apa yang harus didengarkan (Ef. 5: 18; Kol 3:16) dan ke mana orang harus pergi dan tidak pergi (Ams. 4:26) dan apa yang harus mereka bicarakan (Ams. 4:24; Ef. 4:29) dan apa yang boleh mereka lihat (Mzm. 101:3; Ams 4:25; Mat 5:28) dan apa yang boleh mereka minum (Ams 20:1; 23:31-35; 1 Kor. 10:21) dan apa yang boleh mereka pakai (1 Tim. 2:9-10). Pemisahan dari kejahatan dan kesalahan bukanlah bagian opsional dari Kekristenan alkitabiah. “Dan janganlah turut bersekutu dengan pekerjaan-pekerjaan kegelapan yang tidak berbuah apa-apa, tetapi sebaliknya tegurlah mereka” (Ef. 5:11). “Janganlah kalian menjadi pasangan kuk yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya, sebab ada pertalian apa antara kebenaran dengan kelaliman? Dan ada persekutuan apa antara terang dengan kegelapan?” (2 Kor. 6:14). “Dan aku menasihati kalian, saudara-saudara, untuk menandai mereka yang, bertentangan dengan pengajaran yang telah kalian pelajari, menimbulkan perpecahan dan sandungan; dan menjauhlah dari mereka!” (Rom. 16:17).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Ribuan Gembala Sidang Memprotes Undang-Undang Kanada yang Melabel Ajaran Alkitab tentang Pernikahan sebagai “Mitos”

Oleh: Dr. David Cloud
Sumber: www.wayoflife.org

Berikut disadur dari “Thousands of churches raise alarm,” Fox News, 17 Januari 2022: “Ribuan pendeta di Amerika Utara memakai khotbah mereka pada hari Minggu untuk menegaskan moralitas seksual Alkitabiah sebagai tanggapan terhadap undang-undang baru Kanada yang beberapa orang peringatkan dapat secara efektif mengkriminalisasi ajaran semacam itu. Sebuah inisiatif yang dimulai oleh Liberty Coalition Canada dan disebarkan di Amerika Serikat oleh Gembala John MacArthur dari Los Angeles mendapatkan dukungan dari lebih dari 4,000 gembala Kristen yang secara terbuka menyatakan kesediaan mereka untuk memprotes dari mimbar mengenai RUU C-4, demikian dikonfirmasi oleh Fox News Digital. Undang-undang kontroversial tersebut, yang mulai berlaku 8 Januari setelah dilewatkan dengan cepat melalui Parlemen Kanada pada bulan Desember tanpa perdebatan panjang, menggambarkan sebagai ‘mitos’ keyakinan bahwa heteroseksualitas dan identitas cisgender lebih benar. Konseling yang tidak sejalan dengan pandangan dunia seperti itu sekarang membawa kemungkinan hukuman penjara lima tahun. … MacArthur mengatakan kepada Fox News bahwa dia percaya immoralitas seksual yang meluas adalah bukti penghakiman ilahi pada suatu budaya dan memperkirakan akan terjadi peningkatan upaya untuk membungkam mereka yang menentang immoralitas itu. … ‘Pada akhirnya, para pembangkang, orang-orang yang tidak mau menyerah, adalah mereka yang setia pada Alkitab,’ katanya. ‘Dan itulah yang sudah memimpin pada berbagai undang-undang yang dibuat untuk melarang apa yang diperintahkan untuk kita lakukan dalam Kitab Suci, yaitu mengkonfrontir dosa itu. Dan tekanan ini hanya akan meningkat.’ … Keterlibatan MacArthur dalam inisiatif itu sebagian adalah karena email yang dia terima dari Gembala James Coates, yang pendeta Kanada pertama yang dipenjara atas nama kesehatan masyarakat. Ketika dia menolak untuk menutup gerejanya di Edmonton tahun lalu, Coates menghabiskan lebih dari sebulan di penjara dengan keamanan maksimum. Penegak hukum federal kemudian menggerebek gerejanya pada fajar hari, mengunci gereja tersebut dan membarikadenya di balik tiga lapis pagar … Coates mengatakan kepada Fox News bahwa dia percaya bahwa RUU C-4 ‘sama sekali tidak mengasihi’ jika dimaksudkan untuk ‘menutup komunitas LGBT dari pesan penyelamatan dan transformasi dari Injil Yesus Kristus.’ ‘Saya percaya bahwa pemerintah kita memanfaatkan segmen konstituen politik yang gampang dimanipulasi dalam upaya untuk meruntuhkan lebih jauh lagi peradaban Barat seperti yang kita kenal selama ini. Untuk melakukan ini, mereka harus melarang hal-hal yang telah menjadi fondasinya selama ini, yaitu hal-hal yang berakar pada pandangan dunia Yahudi-Kristen. RUU C-4 adalah batu bata lain yang diletakkan dalam upaya ini dan merupakan bukti bahwa pemerintah kita berada di bawah penghakiman Tuhan,’ katanya.”

Posted in General (Umum), LGBT, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Berbagai Kesesatan Desmond Tutu

Sumber: www.wayoflife.org

Desmond Tutu, mantan uskup agung Anglikan di Cape Town, Afrika Selatan, yang sudah pensiun, secara luas dipuji pada saat kematiannya pada tanggal 26 Desember, tetapi dia adalah seorang guru palsu yang mengkhotbahkan kristus palsu dan Injil palsu. Alkitab memberitahu kita untuk “untuk menandai mereka yang, bertentangan dengan pengajaran yang telah kalian pelajari, menimbulkan perpecahan dan sandungan” (Roma 16:17, ITR). Ini bukan tindakan yang populer hari ini, dan mungkin dari dulu juga bukan, tetapi waktunya semakin dekat ketika akan menjadi sangat jelas bahwa lebih baik menyenangkan hati Tuhan daripada manusia. Desmond Tutu mempertanyakan kelahiran Yesus Kristus dari perawan. “Beberapa orang berpikir ada yang aneh dengan kelahiran Yesus … Mungkin Yesus adalah anak haram” (Tutu, Cape Times, 24 Oktober 1980 ). Tutu adalah seorang universalis yang percaya bahwa semua manusia memiliki Tuhan. “Roh Kudus tidak terbatas pada Gereja Kristen. Misalnya, Mahatma Gandhi, yang adalah seorang Hindu … Roh Kudus bersinar melalui dia” (Tutu, Katedral St. Alban, Pretoria, Afrika Selatan, 23 November 1978). “Semua orang adalah pembawa-Tuhan, semua adalah saudara dan saudari; semua adalah satu keluarga yang dapat hidup dalam damai. Maka kejahatan akan diatasi dan Tuhan akan berkata: ‘Kalian adalah anak-anakKu. Bantu Aku untuk mewujudkan impianKu’” (Expo 2000, Hanover, Jerman, Ecumenical News International, 15 Juni 2000). “Keluarga Allah tidak memiliki orang luar. … Yesus berkata, ‘Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu’… Saddam Hussein, Osama bin Laden … Gay, lesbian, yang disebut ‘lurus.’ Semua, semua harus dipeluk dalam pelukan cinta yang luar biasa yang tidak akan membiarkan kita pergi” (Tutu, khotbah di All Saints Church, Pasadena, California, 4 November 2005). Seperti semua guru palsu, Tutu memutarbalikkan Kitab Suci keluar dari konteksnya. Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa semua orang dikasihi oleh Allah dan dapat diselamatkan, tetapi juga dengan tegas memperingatkan bahwa tidak ada orang yang dapat diselamatkan tanpa pertobatan dan iman pribadi pada Yesus Kristus dalam Kitab Suci dan pada darah penebusan-Nya. Rasul Paulus memperingatkan, “Tetapi seandainya pun kami atau seorang malaikat dari surga memberitakan kepada kalian injil yang berbeda dari Injil yang telah kami sampaikan kepada kalian, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, dan yang sekarang aku katakan lagi: jika seseorang memberitakan kepada kalian injil yang berbeda dari yang telah kalian terima, terkutuklah dia” (Gal. 1:8-9, ITR). Seperti banyak pemimpin kulit hitam terkemuka yang ditinggikan oleh media arus utama, Tutu adalah seorang rasis. Dia berkata, “Puji Tuhan saya hitam. Orang kulit putih akan harus banyak memberi pertanggungan jawab pada penghakiman terakhir” (Argus, 19 Maret, 1984). Dia mengabaikan sejarah buruk umat manusia, ribuan tahun perang suku yang kejam di Afrika dan di setiap bagian bumi yang dapat dihuni — hitam melawan hitam, putih melawan putih, kuning melawan kuning, coklat melawan coklat, merah melawan merah. Kisah Para Rasul berkata bahwa Allah telah menjadikan semua manusia dari SATU DARAH (Kisah Para Rasul 17:26), dan, “Karena SEMUA orang telah berbuat dosa dan telah gagal mencapai kemuliaan Allah” (Roma 3:23, ITR). Masalah manusia bukanlah masalah kulit, melainkan masalah hati. Hati SEMUA manusia digelapkan oleh dosa, dan keselamatan yang melahirbarukan melalui Injil Yesus Kristus adalah satu-satunya jawaban.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

China Menutup Media Kristen Online

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini disadur dari “Chinese Christian Media Ministries Facing Bitter Winter of Censorship,” Christianity Today, 24 Des. 2021, oleh Jerry An dari Reframe Ministries: “Banyak orang Kristen Tionghoa mengeluh bahwa musim dingin misi internet di China sedang memasuki waktu-waktu tergelap dan terdingin. Pekan ini, media pemerintah China melaporkan bahwa Administrasi Negara untuk Urusan Agama (State Administration for Religious Affair, disingkat SARA) telah mengumumkan ‘Langkah-langkah untuk Administrasi Layanan Informasi Keagamaan Internet,’ yang akan mulai berlaku pada 1 Maret dan akan membatasi pelayanan online untuk kelompok agama yang disetujui pemerintah China dengan izin khusus di situs web yang disetujui pemerintah. ‘Tidak ada organisasi atau individu yang boleh berkhotbah di Internet, melaksanakan pendidikan dan pelatihan agama, mempublikasikan konten khotbah, meneruskan atau menautkan ke konten terkait, mengatur dan melakukan kegiatan keagamaan di Internet, atau menyiarkan langsung atau memposting video ritual keagamaan…’ tanpa persetujuan, demikian ditetapkan oleh peraturan baru yang dirumuskan bersama oleh lima badan pemerintah, termasuk Kementerian Keamanan Publik dan Nasional. … [Beberapa bulan yang lalu saya] mengetahui bahwa channel WeChat kedua dari pelayanan kami telah ditutup secara permanen oleh pemerintah China, kurang dari sebulan setelah channel pertama kami dihapus. Ratusan ribu pengikut hilang begitu saja dalam semalam. … WeChat adalah platform media sosial raksasa yang sangat besar dan kuat. Orang-orang China gunakan WeChat untuk memesan barang, membayar tiket, dan melakukan hampir semua hal. … Konten Kristen hampir ada di mana-mana di WeChat selama 10 tahun terakhir. … Kemudian sayangnya, hampir setiap channel utama Kristen Tionghoa dihapus di WeChat pada bulan Juni … kebijakan pemerintah China berlaku untuk semua media sosial … situs-situs web menghadapi masalah yang sama dan bahkan lebih mungkin lagi untuk diblokir.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Penganiayaan di India

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini disadur dari “You can’t surrender to lawless mobs,” Premier Christian News UK, 20 Des. 2021: “Polisi di India telah melarang orang Kristen mengadakan kebaktian Natal karena ancaman kekerasan dari militan Hindu terus meningkat. Pihak berwenang di negara bagian Karnataka di barat daya telah membatasi pertemuan Natal di gereja, aula, dan rumah karena radikal Hindu telah mengganggu pertemuan Kristen menurut Release Internasional. … Uskup Agung Joseph D’souza berkata, ‘Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Mereka mengganggu kebaktian Kristen dengan nyanyian Hindu mereka. Dan para ekstremis ini tidak ditangkap.’ … Juru bicara Andrew Boyd mengatakan militan Hindu telah menyerang dan membunuh orang-orang Kristen di sana untuk ‘cukup lama.’ ‘Ada sebuah gerakan di India yang disebut Hindutva … yang sangat, sangat tidak toleran terhadap apa pun selain Hinduisme. Mereka mengklaim bahwa jika Anda orang India, Anda harus menjadi seorang Hindu dan sama sekali tidak ada yang lain akan ditoleransi. Mereka semakin meningkat sejak pemilihan BJP nasionalis masuk pemerintahan dan Presiden Perdana Menteri Modi kembali terpilih,’ katanya. …’Polisi seharusnya melindungi orang-orang Kristen, bukan mencegah mereka untuk bertemu,’ kata Boyd. ‘Konstitusi India menjamin kebebasan beragama, jika Anda memiliki ekstremis yang mengancamkan kekerasan, kekerasan itu harus dihentikan.’ .. Semakin banyak undang-undang anti-konversi sedang disahkan di seluruh India, yang menurut Boyd sangatlah mengkhawatirkan karena bertentangan dengan Konstitusi India dan menempatkan lebih banyak orang Kristen pada risiko penganiayaan.”

Editor: Kebebasan beragama adalah salah satu hak asasi manusia yang paling dasar, karena sama dengan kebebasan berpikir. Pihak-pihak yang mau menghilangkan ini demi agama tertentu, sebenarnya memperlihatkan ketidakbenaran mereka. Kita terus berdoa, agar kebebasan beragama terus dijunjung di dunia, terutama di Indonesia, yang juga terancam oleh gerakan-gerakan ekstrimis.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

70% Orang Kristen Injili di Amerika Tidak Percaya Yesus Adalah Satu-Satunya Jalan Menuju Allah

Sumber: www.wayoflife.org

Menurut sebuah survei baru dari Probe Ministries, hampir 70% dari “orang Kristen Injili” tidak setuju dengan ajaran Alkitab bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju Allah. Setelah menegaskan dua pernyataan berikut–”Saya telah membuat komitmen pribadi kepada Yesus Kristus” dan “Saya akan pergi ke Surga karena saya telah mengakui dosa-dosa saya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya”– orang-orang yang sama ini mengatakan bahwa mereka tidak akan mencoba menobatkan orang-orang lain ke dalam agamanya. Tiga alasan teratas adalah: “Mereka bisa masuk Surga melalui keyakinan agama yang berbeda”; “Kita tidak seharusnya memaksakan ide kita pada orang lain”; “Alkitab memberitahu kita untuk tidak menghakimi orang lain.” Ini adalah cerminan dari kebodohan besar terhadap isi Alkitab yang ada di sebagian besar gereja di Amerika. Alih-alih studi Alkitab yang serius dan doa yang efektif dan kehidupan Kristen yang suci sebagai seorang musafir, yang ada adalah rock & roll, menjadi serupa dengan budaya pop, penekanan pada harga diri, dan penolakan besar-besaran terhadap separatisme alkitabiah. Bahkan di zaman Yakobus, ada orang-orang Kristen yang berteman dengan dunia, dan dia memberikan resep berikut untuk mendapatkan kebangkitan rohani: “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat pada kalian; bersihkanlah tangan kalian, hai orang-orang berdosa, dan murnikanlah hati kalian, hai yang bercabang hati. Bersusah hatilah dan merataplah dan menangislah; hendaklah gelak tawa kalian berubah menjadi ratapan, dan sukacita menjadi dukacita. Rendahkanlah diri di hadapan Tuhan dan Ia akan meninggikan kalian.” (Yakobus 4:8-10, ITR). Kebutuhan Amerika yang paling mendesak adalah gembala-gembala dengan kaliber spiritual dan keberanian James.

Posted in Keselamatan, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

BJU Akan Ikut Pertandingan Voli Pantai

Sumber: www.wayoflife.org

Universitas Bob Jones telah sejak lama tergelincir dari prinsip-prinsip pendiriannya, dan pemerosotan ini meningkat dengan pengangkatan Steve Pettit pada tahun 2014 sebagai presiden. Pada Oktober 2021, Bob Jones mengumumkan penambahan voli pantai ke jajaran olahraga antar perguruan tinggi. Bruins akan memainkan musim perdana mereka pada musim semi 2022, bersaing dengan sekolah-sekolah seperti Erskine College, Truett-McConnell University, St. Andrews University, dan Spartanburg Methodist College. Mereka ini adalah sekolah-sekolah Kristen yang sangat liberal dan sekuler. Neil Ring, direktur atletik BJU, mengatakan, “Penambahan ini memungkinkan kami untuk menjadi yang terdepan dalam olahraga yang sedang berkembang, sambil tetap selaras dengan misi kami” (BJU Today, 21 Oktober 2021). Jelas “misi” ini bukanlah misi pendirian sekolah tersebut. Pengumuman ini disertai dengan foto lima atlet wanita BJU yang tersenyum mengenakan celana ketat, sehingga sesuai dengan standar “kesopanan” dunia yang korup. Seorang pembaca berkomentar, “Berapa lama sebelum celana ketat itu akan disesuaikan menjadi bikini minim yang sama dengan yang kemungkinan besar akan dikenakan oleh beberapa pesaing mereka?”

Posted in Education / Pendidikan, Fundamentalisme, Sports/Olahraga | Leave a comment

Kid Rock: “Don’t Tell Me How to Live” (Jangan Ajari Saya Bagaimana Saya Harus Hidup)

Sumber: www.wayoflife.org

Lagu baru Kid Rock yang kotor “Don ‘t Tell Me How to Live” adalah kilas balik ke dua hits tahun 1965, yaitu lagu Rolling Stones “Saya bebas melakukan apa yang saya inginkan kapan saja,” dan lagu The Animals “Ini hidup saya dan saya akan melakukan apa saya inginkan.” Ini telah menjadi tema musik rock sejak awal. Rock bukan hanya musik dan hiburan polos; ia adalah suatu revolusi moral. Sebuah iklan untuk majalah Rolling Stone menyatakan, “Rock ‘n’ roll lebih dari sekadar musik– ia adalah pusat energi dari budaya baru dan revolusi pemuda-pemudi.” Memang, ia telah mengubah dunia. Kita hidup dalam masyarakat yang diciptakan oleh rock & roll. Anda dapat melihat efeknya di mana-mana: dalam sikap, dalam fashion, dalam kesenjangan generasi, dalam obsesi seks, dalam mengidolakan bintang pop, dalam kecintaan terhadap fantasi, dalam pemuliaan hiburan. Di atas segalanya, Anda dapat melihat efeknya pada fokus pada diri sendiri dan pada filosofi “jangan menghakimi” yang telah menjadi hukum budaya. Tidak ada apappun yang salah secara absolut; semuanya relatif. Inti dari musik rock adalah kebebasan seksual, yang merupakan pemberontakan yang berani melawan hukum pernikahan yang kudus dari Allah. John Oats dari Hall & Oats berkata, “Rock ‘n’ roll adalah 99% SEX” (Circus, 31 Januari 1976). Gene Simmons dari KISS berkata, “Itulah yang dimaksud dengan rock—seks dengan bom 100 megaton, THE BEAT!” (Entertainment Tonight, ABC, 10 Desember 1987). Tina Turner berkata, “Rock and roll itu menyenangkan . . . IA NAKAL” (Rock Facts, Hall of Fame dan Museum Rock & Roll). Debbie Harry dari Blondie berkata, “Rock ‘n’ roll sepenuhnya adalah tentang seks. Seratus persen SEX” (The Age of Communication, hal. 398). Adam Ant berkata, “Musik pop berkisar pada SEKSUALITAS” (From Rock to Rock, hlm. 93). Alkitab, yang akan tetap ada lama setelah budaya pop global berlalu, mengatakan, “Pernikahan itu terhormat dalam segala hal, dan ranjang pernikahan tak tercemar, tetapi orang-orang cabul dan pezinah akan Allah hakimi.” (Ibrani 13:4, ITR).

Posted in musik | Leave a comment