Elton John Mengkhotbahkan “Jadilah Apapun Yang Kau Inginkan”

(Berita Mingguan GITS 4 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Rocker, Elton John, seorang aktivis hak asasi gay yang prominen, menjadi MC dari acara “The iHeart Living Room Concert for America” pada hari Minggu, 29 Maret. Artis-artis yang ikut antara lain Alicia Keys, Backstreet Boys, dan Mariah Carey, semuanya dari rumah mereka masing-masing. Pada usia 73 tahun, Elton John memberikan pesan ini kepada orang-orang muda: “Jadilah dirimu sendiri. Jangan biarkan orang lain membuat kamu down. … Saya sangat mencintai menjadi gay. … Jika kamu tidak senang di rumah, pergi saja, jangan biarkan siapapun menyiksa kamu karena kamu gay atau karena seksualitas kamu. … Banggalah akan dirimu sendiri. Ada begitu banyak jenis orang yang berbeda di dunia – orang straight, orang gay [dan] orang transgender. Kita semua anak-anak Allah. Orang-orang yang pada posisi tanggung jawab, yang seharusnya tahu lebih baik, menyerang orang gay, orang transgender … mereka mengklaim dekat dengan Allah, [tetapi] mereka berada paling jauh dari Allah, tidak bisa lebih jauh lagi” (“Elton John Has a Message for Struggling LGBTQ Youth,” Variety, 5 Juli 2019). Sepertinya Elton sekarang merasa dirinya adalah nabi Allah, karena dia berbicara atas nama Allah. Pesan yang Elton sampaikan ini adalah pesan dari budaya pop rock & roll sejak awalnya. Pada tahun 1960an, saya tertawan ketika Rolling Stones bernyanyi: “Saya bebas untuk melakukan apa yang saya inginkan, kapanpun saya mau,” dan grup Animals mengucapkan amin dengan kata-kata, “Ini hidupku dan aku akan lakukan apa yang ku ingikan; ini pikiranku dan aku akan pikirkan yang ku inginkan.” Filosofi ini sangat cocok dengan saya pada waktu itu, tetapi ujung dari hidup bagi diri sendiri adalah kematian, karena manusia bukanlah Allah bagi dirinya sendiri. Hidup semau seseorang adalah pemberontakan kepada Allah yang sejati yang memberikan kita kehidupan dan nafas dan segala sesuatu (Kis. 17:25). Sebenarnya, pesan “jadilah apa yang kau inginkan” sudah ada jauh lebih tua dari tahun 1960an. Sekitar 6000 tahun yang lalu, di sebuah taman yang sangat indah, seekor ular berkata, “Sekali-kali kamu tidak akan mati . . . dan kamu akan menjadi seperti Allah” (Kej. 3:4-5). Itu adalah kebohongan. Kita tidak bisa membuat diri kita sendiri allah, dan kita memang mati.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT, musik | Leave a comment

Tawon-Tawon Listrik

(Berita Mingguan GITS 4 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 3 Februari 2020: “Berapa banyak tawon yang dibutuhkan untuk membuat jam digital berfungsi? Kalau dipakai tawon Oriental, enam tawon dapt menghasilkan cukup banyak listrik untuk menjalankan jam tangan digital tersebut. Para entomologis (ahli serangga) di Tel Aviv University sudah lama mempelajari tawon Oriental. Mereka paling tertarik dengan kerangka luar atau kulit dari tawon tersebut. Dan mereka telah menemukan bahwa kulit luar mereka berfungsi sebagai sel pembangkit tenaga solar yang hidup. Ketika cahaya matahari mengenai kulit luar tawon, listrik dibangkitkan. Untuk membuktikan hal ini secara dramatis, mereka merangkai enam tawon secara seri. Pengaturan seperti ini menghasilkan cukup banyak listrik untuk menjalankan sebuah jam digital selama beberapa detik. Riset mereka juga menyingkapkan fakta bahwa pembangkitan listrik oleh kulit tawon ini paling efektif dalam temperatur tawon itu biasanya beroperasi. Lapisan-lapisan yang berbeda pada kulit menghasilkan dan menampung aliran listrik. Voltase berkisar setinggi sampai beberapa ratus milivolt, dan aliran listrik yang terbentuk pernah tercatat setinggi beberapa sepersepuluh ampere. Efeknya adalah, tawon-tawon Oriental adalah semikonduktor yang hidup! Para peneliti sekarang menemukan diri dalam situasi klasik menyadari betapa mereka tidak tahu akan sesuatu dengan cara belajar akan sesuatu itu. Mereka melaporkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana cara tawon-tawon itu mengkonversikan energi listrik ke suatu bentuk yang dapat mereka pakai. Mereka juga tidak tahu bagaimana kulit mereka dapat menyimpan atau menyalurkan energi tersebut. Ilmu pengetahuan modern sering sombong dalam pencapaian-pencapaiannya. Tetapi, setiap kali sains menyelidiki ciptaan Allah yang sepertinya paling sederhana, ilmuwan-ilmuwan diingatkan bahwa mereka perlu rendah hati. REF.: Reese, K.M. 1992. ‘Hornet cuticle may work like organic solar cell,’ Chemical & Engineering News, 23 Mar., hal. 94.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pangeran Charles Sedang Penyembuhan dari Coronavirus di Istana-Nya; Istana Saya Sedang Dibangun

(Berita Mingguan GITS 28 Maret 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Pangeran Charles, orang yang dalam urutan pertama sebagai penerus takhta Inggris, mendapatkan hasil tes positif untuk coronavirus, dan sekarang sedang beristirahat di Balmoral Estate. Pangeran berusia 71 tahun tersebut “telah mengalami gejala-gejala ringan, tetapi masih dalam kesehatan baik dan sekarang bekerja dari rumah.” Istrinya, Camilla, Duchess Cornwall, ada bersama dengan dia. Ratu Elizabeth II, yang akan berusia 94 tahun bulan depan, dikatakan berada dalam kesehatan baik. Kastil Balmoral di Aberdeenshire, Skotlandia, adalah salah satu rumah pribadi milik ratu. Rumah itu sudah ada dalam kepemilikan keluarganya sejak tahun 1852, ketika properti tersebut dibeli oleh Pangeran Albert, suami dari ratu Victoria, yang sering disebut dalam istilah ‘Era Victoria,’ dan kastil baru itu dibangun sesuai dengan desain Pangeran Albert. Ia didirikan di atas batu granit yang diambil dari lingkungan kastil tersebut. Ada pada kastil itu sebuah menara jam dengan tujuh lantai yang masing-masing memiliki menara kecilnya. Keluarga Pangeran Albert, dengan sembilan anak mereka, sering menghabiskan waktu di sana, dan Victoria banyak menghabiskan waktu di Balmoral setelah kematian Albert. Wilayah istana itu meliputi 50.000 acre, dan mencakup padang, daerah berbatu, hutan-hutan (termasuk 3000 pohon pinus Caledonian yang tua), gunung, lembah, danau dan sungai. Ini adalah wilayah yang aktif dikerjakan, dengan wilayah perburuan, perhutanan (10.000 ton kayu per tahun), pertanian, peternakan, perkudaan, dan kumpulan rusa yang dipelihara. Lima puluh staf penuh waktu dan 50-100 staf paruh waktu mengerjakan istana ini dan wilayahnya. Philip mencintai Balmoral, dan telah menambahkan berbagai fitur, seperti sebuah taman air sejak tahun 1950an. Philip tinggal di Birkhall, sebuah rumah cantik yang bertempat di sebuah lembah di wilayah istana itu, dekat sungai Muick. Saya juga memiliki sebuah istana. Saya belum pernah melihatnya, tetapi ia sedang dibangun. Sebagai sesama ahli waris dengan Kristus, saya akan menempatinya suatu hari. Istana saya ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan Balmoral dan Birkhall, antara lain bahwa ia didesain dan dibangun oleh Allah, ia bersifat kekal, dan istana ini adalah hadiah tak berbayar dari kasih karunia Allah, yang dibeli oleh Yesus Kristus. Oh, dan tidak ada pajak. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:1-3).

Posted in Kesehatan / Medical, Pengharapan/Surga | Tagged | Leave a comment

Penilaian Alkitabiah Suatu Gereja

(Berita Mingguan GITS 28 Maret 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Daripada “Berapa banyak anggota yang kalian miliki?” atau “Berapa banyak peserta sekolah minggu?” atau “Berapa banyak orang hadir di kebaktian pagi?” atau “Berapa banyak orang hadir dalam acara special kalian?” atau “Berapa banyak anak muda yang ikut aktivitas?” atau “Berapa banyak anak-anak ikut camp?” atau “Berapa banyak persembahan?” atau “Berapa aset properti gereja?”, pertanyaan yang alkitabiah akan lebih melihat hal-hal berikut: Apakah kita bisa melihat perubahan hidup pada orang-orang berdosa? Berapa persen yang katanya percaya Yesus memberi dibaptis dan lalu bertumbuh dalam Kristus dan melayaniNya? Berapa persen anggota-anggota kita adalah orang-orang yang serius mau belajar Alkitab? Berapa persen yang dengan setia dan antusias menghadiri kebaktian doa? Apakah jemaatmu memiliki kebaktian doa yang sejati, dengan adanya waktu bagi anggota-anggota untuk berkelompok berdoa bersama? Berpa persen dari rumah tangga dan keluarga yang mengejar kekudusan dan memisahkan diri dari dunia? Berapa persen dari keluarga-keluarga kita yang mendidik anak-anak mereka bagi Kristus? Berapa persen dari suami-suami yang adalah pemimpin rohani dari rumah mereka dan menjadi teladan dalam bergaul dengan Tuhan, belajar Alkitab, berdoa, mengasihi jiwa-jiwa, dan pelayaan di gereja? Berapa persen dari istri-istri yang hidup sederhana dan menjadi penjaga rohani di rumah? Berapa persen dari anak-anak muda yang berapi-api untuk Tuhan, artinya berserah penuh pada Kristus dan terpisah dari dunia dari dalam hati mereka, dan menguji teman-teman mereka, musik, dan sosial media mereka dengan standar Firman Tuhan, dan diubahkan oleh pembaharuan budi mereka karena mereka serius mempelajari Alkitab dan mau mencari kehendak Allah yang sempurna sesuai dengan Roma 12? Berapa persen dari anggota-anggota yang aktif mencoba untuk membagikan Injil dan memenangkan orang kepada Kristus sebagai utusan-utusan Allah sebagaimana panggilan mereka? Apakah gereja ini memiliki program yang agresif untuk mencapai orang-orang di komunitas dan lebih jauh lagi dengan Injil? Berapa persen dari jemaat yang ikut berpartisipasi dalam program penginjilan gereja? Apakah gereja ini mempertahankan standar melawan musik dunia dan musik kontemporer? Apakah jemaat diajar dengan baik dalam isu yang penting ini? Apakah jemaat menyaksikan orang-orang dipanggil untuk berkhotbah dan mendidik orang-orang untuk pelayanan? Apakah jemaat ini secara rohani lebih kuat hari ini dibandingkan 10 tahun lalu? Apakah jemaat ini mendirikan jemaat-jemaat baik lainnya? Apakah ia menggandakan diri? Jika ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pengkhotbah, maka akan muncul tujuan yang berbeda, rencana yang berbeda, program-program yang berbeda, penekanan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan gereja hari ini. Dan jemaat-jemaat seperti ini mendirikan dasar untuk menghindari kegagalan total yang kita saksikan di mana-mana.

Posted in Gereja | Leave a comment

Virus Corona dari Perspektif Orang yang Percaya Alkitab

(Berita Mingguan GITS 7 Maret 2020, penulis: Dr. Steven E. Liauw)

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia digoncangkan oleh munculnya penyakit baru, yang pertama dideteksi di Wuhan, Cina. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini disebabkan oleh virus yang disebut virus corona (karena bentuknya yang dalam penampakan mikroskop mirip dengan mahkota), dan akhirnya diberi nama Covid-19. Sampai dengan saat ini, sudah lebih dari 100.000 orang sedunia dikonfirmasi terkena virus ini, dengan lebih dari 3.000 kematian. Virus ini telah menyebabkan banyak kepanikan, sehingga ada orang-orang yang memborong masker, sembako, tisu, dan banyak lagi. Banyak acara yang sudah ditangguhkan atau dibatalkan. Di Indonesia sendiri, sampai dengan saat ini, ada empat kasus yang sudah dikonfirmasi.

Bagaimanakah seorang Kristen menanggapi munculnya virus ini? Berikut beberapa poin:

1. Munculnya Covid-19 mengingatkan orang percaya bahwa kita hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Banyak orang bertanya, dari mana asalnya virus, bakteri, ataupun patogen-patogen lainnya? Apakah Tuhan menciptakan itu semua?

Continue reading

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | 1 Comment

Pencipta Teori Gender Mengakui Bahwa Ia Asal Mengarang Saja

(Berita Mingguan GITS 7 Maret 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Parents As First Educators (PAFE), 2 Mar. 2020: “Dalam sebuah artikel yang diterbitkan musim gugur lalu di majalah online Kanada, Quillette, sejarahwan Christopher Dummitt mendiskusikan bagaimana dia bergerak dari posisi menyangkali jenis kelamin sebagai realita biologis ke mengakui bahwa dia salah. Dummitt menggambarkan bagaimana pada tahun 1990an, sebagai seorang murid paska-sarjana, dia mempromosikan ide bahwa seks [jenis kelamin] adalah sepenuhnya hasil konstruksi sosial — ‘ bahwa tidak ada yang namanya jenis kelamin.’ Pada waktu itu dia tidak bisa menemukan banyak orang yang setuju dengan dia karena ‘kepercayaan seperti itu berlawanan dengan akal sehat.’ Lompat ke 25 tahun kemudian (sekarang), dan ‘ide besar saya kini ada di mana-mana,’ tulis Dummitt. Ia muncul terutama ketika dalam pembicaraan tentang hak asasi transgender, dan kebijakan mengenai atlit transgender dalam olahraga. Ia sedang dimasukkan ke dalam berbagai undang-undang yang secara esensi mengancamkan hukuman terhadap siapapun yang mengindikasikan bahwa jenis kelamin adalah suatu realita biologis. Pernyataan seperti itu, bagi banyak aktivis, sudah sama saja dengan ujaran kebencian (hate speech). Dummitt mengakui bahwa dia salah sudah mempromosikan ide bahwa jenis kelamin adalah suatu konstruksi sosial, dan mengatakan bahwa dia dan orang-orang lain dalam bidang pembelajaran gender, waktu itu ‘asal mengarang’ saja ketika melakukan riset. Namun ide yang ‘tidak berdasar’ yang dipromosikan oleh Dummitt dan lainnya inilah yang saat ini mendorong gerakan transgender dan lobi-lobi mereka untuk memberlakukan kebijakan-kebijakan pro-transgender. Dummitt menyayangkan fakta bahwa “pemikiran saya yang salah, dan berbagai pembelajaran lainnya yang menggunakan pemikiran salah yang sama, saat ini dipakai oleh para aktivis dan pemerintah untuk membuat menjadi undang-undang suatu aturan moral yang baru.’ Pemikiran yang salah ini telah masuk, sebagai contoh, ke kurikulum edukasi seks di Ontario, dan entah berapa banyak lagi diskusi kelas yang ‘spontan’ tentang jenis kelamin dan identitas gender yang dipimpin oleh guru-guru aktivis. Hal ini juga yang ada di balik peningkatan dramatis anak-anak yang mengklaim diri transgender dan pendekatan para praktisi media terhadap anak-anak demikian: mengukuhkan identitas baru mereka dan menawarkan mereka obat-obat dan operasi untuk melakukan ‘transisi.’”

Posted in LGBT | 1 Comment

Bisakah Seorang Anak Kecil Bertobat?

(Berita Mingguan GITS 7 Maret 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Baru-baru ini saya menerima pertanyaan berikut: “Saya sudah lama memikirkan pertanyaan ini … bisakah seorang anak bertobat? … Saya mengundang Yesus masuk ke dalam hati saya waktu saya berumur tujuh tahun. Saya tidak ingat ada pertobatan. Saya ingat mengatakan bahwa saya orang berdosa, tetapi saya tidak ingat ada perubahan besar. Jadi apakah saya tidak diselamatkan? … Ada banyak tahun kemudian yang saya habiskan dalam kehidupan yang berpusat diri sendiri, tetapi saya selalu kembali lagi setelah jangka waktu berkelana itu. Juga ada waktu-waktu keraguan. Jadi saya harus bertanya, bisakah seorang anak bertobat?

JAWABAN BRO. CLOUD: Seorang anak yang sudah cukup usia untuk memahami pertobatan dan Injil, dan iman yang menyelamatkan, bisa bertobat. Tetapi kita harus sangat bijak mengenai penginjilan terhadap anak, seperti yang kami jelaskan dalam tulisan “Careful Child Evangelism.” Di sana kami memberikan 11 usulan: 1. Penuhi pikiran mereka dengan Firman Tuhan (2 Tim. 3:15; Ibr. 4:12; Maz. 19:7; 119:130). 2. Ajari mereka tentang Injil, dan ajari mereka, dan ajari mereka (Rom. 1:16; 1 Kor. 15:3-4). 3. Tekankan tentang pertobatan (Luk. 17:3; Kis. 17:30; 20:21). 4. Jangan memaksa mereka. 5. Disiplinkan mereka. 6 Berdoa, berdoa, berdoa (Yak. 5:16). 7. Perhatikan dan cari adanya kerja Roh Kudus yang meyakinkan dan menarik mereka (Yoh. 12:32; 16:7-11). 8. Jika seorang anak membuat pengakuan iman diselamatkan oleh Kristus, dorong dia untuk mencari Tuhan dan kehendakNya (2 Tim. 2:19). 9. Beri perhatian kepada bukti-bukti alkitabiah adanya keselamatan dalam kehidupan anak tersebut (kami memberikan lima bukti utama). 10. Biarkan Allah yang mengkonfirmasi kepada anak-anak tersebut bahwa mereka diselamatkan (Rom. 8:15-16; Gal. 4:6). 11. Jika anak tersebut kemudian hari menyatakan keraguan tentang keselamatan, kuatkan dia untuk menyelesaikan itu dengan Tuhan. Lihat https://www.wayoflife.org/reports/careful-child-evangelism.php

Posted in Keselamatan | Leave a comment

Satu Lagi Keuskupan Roma Katolik Mengajukan Kebangkrutan Karena Pelecehan Anak

(Berita Mingguan GITS 29 Februari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Keuskupan Roma Katolik di Harrisburg, Pennsylvania, telah mengajukan kebangkrutan ketika menghadapi ancaman gugatan jutaan dollar karena pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh imam-imam mereka. Wilayah keuskupan tersebut sudah menyelesaikan 111 kasus, tetapi diperkirakan masih ada 200 lainnya lagi. Mereka mengklaim terancam gugatan antara $50 hingga $100 juta, padahal hanya memiliki aset kurang dari $10 juta. Pengumuman itu terjadi setelah terungkap bahwa keuskupan membayar $12 juta kepada orang-orang yang di-abuse sewakti anak-anak. Pada tahun 2018, juri di pengadilan menyimpulkan bhawa lebih dari 1000 anak di-abuse oleh imam-imam Roma Katolik dalam enam keuskupan di Pennsylvania saja, dalam beberapa dekade terakhir. Laporan itu, yang merupakan hasil dari penyelidikan selama 2 tahun, mengidentifikasi 300 imam dan orang “awam” yang melakukan pelecehan dan menemukan bukti adanya usaha untuk menutup-nutupi secara sistematis oleh pemimpin-pemimpin senior gereja di Pennsylvania dan di Vatikan, Roma (“Report Identifies More Than 1,000,” Associated Press, 14 Agus. 2018). Dalam sebuah konferensi berita, Jaksa Agung Pennsylvania, Josh Shapiro, mengatakan, “Cara mereka menutup-nutupi hal ini sungguh canggih. Dan sementara ini semua berlangsung, sangat mengejutkan bahwa kepemimpinan gereja mempertahankan catatan terjadinya abuse dan usaha menutupi tersebut.” Keenam wilayah keuskupan itu mewakili hanya setengah gereja-gereja Katolik di Pennsylvania. Kebanyakan dari korbannya adalah anak-anak lelaki. Gereja Roma Katolik di Amerika telah membayar lebih dari $2 milyar untuk menyelesaikan gugatan hukum terhadap imam-imam yang immoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4.000 imam telah dituduh melecehkan anak-anak (“US Church to Pay 12.6 Million,” AFP, 11 Agus. 2008). Sebuah organisasi Katolik konservatif mendokumentasikan urusan yang jahanam ini dalam edisi 2002 musim gugur/dingin dari majalah Ad Majorem Dei Gloriam, dengan mengobservasi, “… mayoritas besar dari kasus-kasus pelecehan seksual di Gereja Katolik – sekitar 90% — melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak lelaki remaja. Media-media besar dan budaya AS pada umumnya lebih suka untuk menyangkali atau mengeleskan faktor homoseksual dalam skandal ini.” Sejauh ini, sedikitnya 22 keuskupan Katolik dan ordo religius di AS telah mengajukan kebangkrutan.

Posted in Katolik, LGBT | Leave a comment

Kecanduan Smartphone / Media Sosial

(Berita Mingguan GITS 29 Februari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Your smartphone is making you stupid, antisocial and unhealthy,” The Globe and Mail, 10 Apr. 2018: “Jika kita telah kehilangan kendali atas hubungan kita dengan smartphone, maka itu memang sesuai dengan desainnya. Faktanya, model bisnis dari alat-alat ini memang mengharuskan demikian. Karena kebanyakan website dan app yang paling populer tidak memungut bayaran, maka internet ditopang secara finansial oleh banyaknya perhatian manusia. Jadi, semakin lama dan semakin sering kamu menghabiskan waktu menatapi Facebook atau Google, semakin banyak jumlah uang yang bisa mereka tarik dari para pengiklan. Untuk memastikan bahwa mata kita tetap terpatri ke layar kita, yaitu smartphone kita – dan dunia-dunia digital yang tersambung dengannya – para raksasa internet telah menjadi sangat jago dalam meyakinkan, memanggil-manggil kita untuk mengecek mereka lagi dan lagi – dan untuk waktu yang lebih lama dari yang kita maksudkan. Para pemakai rata-rata mengecek telepon mereka sekitar 150 kali sehari, menurut beberapa perkiraan, dan itu sekitar dua kali lebih banyak dari estimasi mereka sendiri, menurut sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan oleh psikolog-psikolog Inggris. Jika ditambahkan, maka para pengguna di Amerika Utara menghabiskan antara tiga hingga lima jam sehari menatapi smartphone mereka. Sebagaimana dinyatakan oleh profesor marketing dari New York University, Adam Alter, itu berarti bahwa dalam rentang waktu kehidupan rata-rata, kebanyakan dari kita akan menghabiskan tujuh tahun terbenam dalam komputer bawaan kita itu. Perusahaan-perusahaan ini telah berhasil meyakinkan kita untuk menyerahkan begitu banyak dari kehidupan kita dengan cara mengeksploitasi beberapa kelemahan manusia. Salah satunya adalah yang disebut NOVELTY BIAS (Bias Barang Baru). Ini berarti bahwa otak kita sungguh terpincut oleh barang-barang baru. … membuat kita tidak bisa tinggal tenang menghadapi notifikasi Facebook dan nada masuknya email. Itulah mengapa app media sosial terus merengek meminta anda untuk menyalakan notifikasi. Mereka tahu bahwa begitu icon-icon tersebut mulai berkedip di lock-screen anda, anda tidak akan mungkin bisa mengabaikannya. Ini juga alasan mengapa Facebook mengganti warna notifikasinya, dari biru tenang ke merah yang menarik perhatian. … Matt Mayberry, yang bekerja di perusahaan start-up California bernama Dopamine Labs, mengatakan bahwa adalah pengetahuan umum dalam industri bahwa Instagram mengeksploitasi rasa kecanduan ini dengan secara strategis menahan “like” dari pengguna tertentu. Jika app untuk saling berbagi foto tersebut memutuskan bahwa kamu perlu menggunakan pelayanan mereka lebih sering, ia akan hanya menampilkan sepersekian dari “like” yang kamu dapatkan pada post tertentu, awalnya, dengan harapan kamu akan kecewa dengan pendapatan “like” kamu dan mengecek kembali dalam satu atau dua menit ke depan. ‘Mereka menyerang rasa tidak nyaman terbesarmu,’ kata Mr. Mayberr. … Beberapa logika mental dari eksploitasi smartphone sangat jelas, tetapi ada yang tidak begitu jelas. Prinsip ‘hadiah bervariasi’ masuk dalam kategori kedua ini. Ditemukan oleh psikolog B.F. Skinner dan para pengikutnya dalam serangkaian eksperimen atas tikus dan merpati, prinsip ini memprediksikan bahwa makhluk akan lebih mungkin mencari hadiah jika mereka tidak yakin seberapa sering hadiah itu dbagikan. Merpati, misalnya, ditemukan lebih sering mematuk tombol untuk makanan, jika makanan itu dibagikan secara tidak konsisten daripada jika selalu konsisten waktunya, demikian penjabaran profesor hukum Columbia University, Tim Wu, dalam bukunya baru-baru ini: The Attention Merchants. Jadi begitu juga dengan app media sosial: walaupun empat dari lima post Facebook berisikan hal yang tidak berarti, feed yang me-refresh tanpa henti secara otomatis itu selalu menjanjikan adanya kata-kata bagus, atau gosip hangat, pas di bawah batasan layar, yang dapat diakses dengan melakukan swipe pada gelas kaca.”

Posted in Teknologi | 1 Comment

Harimau Adalah Kucing

(Berita Mingguan GITS 22 Februari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 22 Januari 2020: “Mungkin nampak jelas bagi orang hari ini untuk menganggap harimau sebagai semacam kucing. Kita mengklasifikasikan harimau sebagai bagian dari keluarga kucing. Tetapi apa artinya hal ini dalam prakteknya? Kejadian 1 menjelaskan bahwa semua binatang diciptakan menurut jenis mereka masing-msaing. Dalam sains penciptaan, kita menyebut jenis-jenis yang diciptakan ini sebagai baramin – suatu kata yang dibuat dari gabungan kata Ibrani untuk “jenis” dan “cipta.” Allah membawa dua dari setiap baramin kepada Nuh untuk masuk ke dalam bahtera, dan setelah Air Bah, binatang-binatang ini berkembang biak sesuai dengan jenis mereka. Famili kucing terdiri dari dua subfamili – kucing kecil (felinae) dan kucing besar (pantherinae). Termasuk dalam kucing-kucing kecil adalah kucing rumah, lynx, dan cougar – yaitu kucing kecil yang paling besar. Pantherinae meliputi singa, macan tutul, dan harimau. Kita tahu bahwa jika dua spesies binatang dapat saling kawin mengawin dan menghasilkan keturunan, maka mereka pastinya adalah bagian dari baramin yang sama, dan oleh karena itu pasti memiliki nenek moyang yang sama di bahtera Nuh. Ada banyak sekali hibrida yang eksis di dalam famili felinae, dan juga hibrida-hibrida kucing besar yang diketahui umum – misalnya liger, perpaduan dari singa (lion) dan harimau (tiger). Hibrida antara kedua subfamili ini lebih jarang – mungkin karena perbedaan ukuran fisik – namun ada eksis! Salah satu yang paling dikenal adalah campuran antara seekor cougar (subfamili felinae) dengan seekor macan tutul (subfamili pantherinae); kucing kecil yang paling besar dengan kucing besar yang paling kecil! Kesimpulannya, bukti terjadinya hibridisasi (kawin campur) ini memberi tahu kita bahwa semua kucing – besar ataupun kecil – adalah bagian dari baramin yang sama – baramin kucing – dan semuanya turun dari sepasang jenis kucing yang naik ke bahtera Nuh. Ref: Lightner, J.K. (2012), Mammalian Ark Kinds, Answers Research Journal 5 (2012):151–204.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment