Revolusioner Fashion, Mary Quant

(Berita Mingguan GITS 24 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Pakaian adalah sejenis bahasa, dan hari ini hal tersebut sangat benar adanya. Perhatikan Mary Quant, desainer fashion Inggris yang revolusioner dari era grup Beatles. Tahun ini, Museum Victoria & Albert di London menayangkan suatu ekshibit besar tentang Quant, penemu dari rok mini dan celana pendek wanita (hot pants) dan juga seorang yang berandil besar mempopulerkan celana panjang pada wanita. Fokus dari ekshibit museum tersebut adalah revolusi, pembebasan dari moralitas Alkitab, dan peruntuhan tembok-tembok antara kedua jenis kelamin (unisex, androgini). Tidak ada usaha untuk menutupi hal ini. Quant menempatkan wanita ke dalam pakaian laki-laki: celana, dasi, jas, dan rambut pendek. Salah satu display, yang diberi judul “Boys Will Be Girls” (Anak-anak Lelaki Akan Menjadi Perempuan), mengatakan bahwa Quant “melencengkan pakaian lelaki.” “Celana dianggap tidak pantas bagi wanita tetapi Quant mengenakannya ke mana pun dia ingini.” Mary Quant tahu bahwa celana bagi wanita di masyarakat Barat modern bukanlah semata-mata masalah kenyamanan dan kebebasan gerak. Berikut ini beberapa kutipan dari teks-teks di ekshibit tersebut: “menggunakan fashion untuk mempertanyakan hirarki dan aturan gender,” “suatu pendekatan penuh pemberontakan terhadap norma-norma gender yang sudah ada,” “mengejek agama,” “suatu gaya independen,” “ekspresi-diri,” “kebebasan.” “Rok mini menjadi simbol internasional pembebasan wanita.” “Gaya [Quant] yang provokatif merefleksikan sikap yang semakin longgar dalam masyarakat terhadap seksualitas dalam segala bentuknya, yang secara legal diperkuat oleh dekriminalisasi homoseksualitas pada tahun 1967.” Quant juga merobohkan tembok-tembok antara berbagai usia, memasangkan fashion anak perempuan pada wanita dewasa. Dia berkata, “Saya tidak mau tumbuh dewasa.” Tahun 1960an adalah salah satu perubahan zaman yang besar, dan revolusi moral waktu itu didorong oleh revolusi teknologi. Waktu itu adalah permulaan era televisi berwarna, printer berwarna, pemasaran masal internasional, dan kerajaan-kerajaan merchandise global. Mengapakah fashion Quant begitu populer? Mengapakah sebuah ekshibit Quant di sebuah museum art besar menarik ribuan pengunjung yang bersemangat? Dia membantu menciptakan budaya AKU modern, generasi yang “mencintai dirinya sendiri” yang dinubuatkan dalam 2 Timotius 3:2. Musik, fashion, hiburan, dan perdagangan yang terjadi, semuanya menyerukan pesan yang sama, “Ini hidupmu; hiduplah sebagaimana engkau suka!” dan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa telah mencintai pesan ini sejak Mama Hawa percaya kata-kata Iblis, “kamu akan menjadi seperti Allah.” Ini semua adalah kebohongan yang luar biasa. Tidak ada orang yang bisa memberi dirinya sendiri kehidupan. Kita tidak memiliki apa-apa; kita adalah ciptaan Allah di dalam dunia milik Allah. “Semua jiwa Aku punya! … dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati” (Yehezkiel 18:4). “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:13-14). Kabar Baiknya adalah bahwa penebusan tersedia dalam Yesus Kristus untuk sepenuhnya menutupi hutang dosa saya melawan Allah dan saya dapat diselamatkan, tetapi Kabar Buruknya adalah jika saya mati tanpa Kristus, saya akan menghabiskan kekekalan membayar hutang kepada Allah yang tidak akan pernah selesai.

Posted in Fashion, Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | Leave a comment

Atlet Angkat Besi Trans-Seksual Dicopot dari Gelar Kejuaraan Wanita

(Berita Mingguan GITS 17 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Female Trans Powerlifter,” Daily Wire, 12 Mei 2019: “Atlet angkat besi, Mary Gregory, yang adalah individu transgender dari lelaki ke perempuan, telah dicopot dari beberapa gelar kejuaraan wanita, setelah Federasi Angkat Besi menentukan bahwa Gregory tidak memenuhi syarat untuk bertanding sebagai seorang wanita. …. pada bulan April, Gregory menciptakan rekor dalam kategori angkat besi squat, bench-press, dan deadlift, untuk wanita, dan telah mendapatkan sebuah “rekor dunia total Masters” karena nilai angkat besi yang dia dapatkan dalam semua kompetisi… Tetapi pada hari Jumat, Federasi Angkat Besi Murni 100% yang sama mengumumkan bahwa Gregory akan dicopot dari gelar-gelar yang sedang dia pegang, karena, sepertinya, dewan federasi tidak menganggap Gregory cukup wanita, lapor Hot Airs. … Presiden federasi, Paul Bossi, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada media. ‘Aturan-aturan kami, dan dasar pembedaan jenis kelamin untuk kompetisi, didasarkan pada klasifikasi fisiologis, bukan identifikasi.’ …Dalam sebuah pemungutan suara yang dilakukan minggu lalu, USA Powerlifting meloloskan kebijakan yang melarang atlet yang sedang transisi (jenis kelamin) untuk bertanding melawan atlet-atlet yang cocok dengan ‘identitas jenis kelamin’ mereka, dengan hasil 46 lawan 5 suara. Dewan menjelaskan kebijakan ini dengan mengacu kepada keuntungan khusus yang dimiliki oleh atlet pria (bahkan yang sedang beralih ke wanita) di atas orang-orang yang secara biologis wanita. ‘Laki-laki secara alami memiliki struktur tulang yang lebih besar, kepadatan tulang yang lebih tinggi, jaringan konektif yang lebih kuat, dan densitas otot yang lebih dibandingkan wanita,’ demikian tulis dewan tersebut. ‘Ciri-ciri ini tidak menghilang bahkan dengan level testosteron yang direndahkan. Sementara MTF (orang yang beralih Male-to-Female) bisa jadi lebih lemah dan memiliki lebih sedikit otot dari diri mereka dulunya, keuntungan biologis yang mereka dapatkan pada waktu lahir masih tersisa, lebih dari seorang wanita,’ Atlet transgender yang bersaing melawan jenis kelamin pilihan mereka telah menjadi topik prominen di dunia olahraga, terutama di dunia olah raga SMA.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Berkat Tegoran

(Berita Mingguan GITS 17 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Telah dikatakan, “Orang yang mengoreksi saya memberikan kepada saya satu koin emas.” Amsal mengajarkan bahwa individu yang berhikmat akan menerima tegoran yang saleh. Sikap seseorang terhadap tegoran semacam itu adalah bukti dari kondisi rohaninya. “Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat” (Ams. 10:17). “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu” (Ams. 12:1). “Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati” (Ams. 13:18). “Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak” (Ams. 15:5). “Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati” (Ams. 15:10). “Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak” (Ams. 15:31). “Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi” (Ams. 15:32). “Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal” (Ams. 17:10). “Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar” (Ams. 25:12).

Posted in Renungan | 2 Comments

Program Apollo dan Kaum Bumi Datar

(Berita Mingguan GITS 3 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Orang-orang yang percaya bahwa bumi itu datar, belakangan ini pastinya pusing tujuh keliling dengan perayaan 50 tahun misi Apollo 11, yaitu misi pertama pendaratan di bulan, yang terjadi pada tanggal 20 Juli 1969. Program Apollo yang diusung Amerika adalah salah satu pencapaian paling luar biasa dalam sejarah manusia, jika bukan yang paling luar biasa. Nuh membangun sebuah bahtera yang sangat besar untuk menyelamatkan umat manusia dan dunia binatang dari air bah global, dan dia melakukannya tanpa pertolongan puluhan ribu insiyur, tetapi Apollo membawa manusia lepas dari permukaan bumi dan mentranspor mereka ke bulan. Manusia berjalan di bulan! Tidak ada keraguan. Mereka memfoto bola dunia kita. Foto Kelereng Biru (Blue Marble – julukan bumi) yang diambil pada tanggal 7 Desember 1972, oleh kru Apollo 17, bukanlah suatu mitos. Ada 500 saksi mata dari kebangkitan Kristus, suatu alat bukti yang dapat bertahan di dalam pengadilan mana pun yang jujur. Ada 400.000 partisipan dalam program Apollo. Saya adalah teman pribadi salah satu dari mereka. Sejak Apollo, bumi sebagai suatu bola telah difoto tak terhitung banyaknya oleh mesin-mesin luar angkasa, bukan hanya milik Amerika, tetapi juga milik Rusia, Eropa, India, Cina, dan Israel, bukan hanya oleh satelit-satelit yang mengelilingi bumi, tetapi satelit-satelit yang berperjalanan ke tempat-tempat jauh di galaksi kita ini. Sebuah foto dari bola dunia kita ini diambil oleh mesin luar angkasa tata surya (sebuah mesin Tesla dengan warna merah cherry, yang dikendarai oleh boneka Starman) milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk pada bulan Februari, dan satu lagi difoto oleh mesin luar angkasa bulan milik Beresheet-nya Israel pada bulan Maret. Selain mengkonfirmasi bahwa bumi kita berupa bola, yang sudah diketahui oleh orang-orang zaman kuno, apa makna dari program luar angkasa modern? Ia membuktikan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan adalah berbeda dari dunia binatang, persis seperti dikatakan oleh kitab Kejadian. Walaupun manusia ada kemiripan sedikit dengan kera, pada kenyataannya, ia sama sekali berbeda dari kera. Kera dapat belajar untuk memakai tongkat untuk saling memukul satu sama lain, tetapi mereka tidak bisa menciptakan roket. Program luar angkasa modern juga berarti bahwa nubuat Daniel tentang akhir zaman adalah benar, yang mengatakan “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Dan. 12:4). Terakhir, program luar angkasa modern menandakan bahwa “kedatangan Tuhan sudah dekat” (Yak. 5:8)! Walaupun kita tidak tahu hari dan jamnya, kita bisa melihatnya mendekat (Ibr. 10:25). Dengan kasih karunia Tuhan, kita akan terus menantikan dan melayani.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Neil Armstrong Bersukacita Berjalan Di Tempat Tuhan Yesus Berjalan

(Berita Mingguan GITS 3 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Neil Armstrong, orang pertama yang berjalan di atas bulan, meninggal pada tahun 2012, pada usia 82 tahun. Seorang astronot, insinyur aerospace, pilot pesawat tempur AL (yang terbang dalam 78 misi tempur di atas Korea Utara), dan seorang profesor di Universitas, Armstrong sudah terkenal sebagai orang yang tidak banyak bicara. Namun, ia mengucapkan beberapa kalimat paling bersejarah. Ketika dia melangkahkan kaki di atas bulan, dia berseru, “Ini satu langkah kecil untuk [seorang] manusia, tetapi satu lompatan raksasa untuk umat manusia.” Dia mengatakan satu hal lagi yang pantas diingat, dan saya diingatkan akan hal ini setiap kali saya mengunjungi Israel. Tidak lama setelah Apollo 11 mendarat di bulan, Armstrong mengunjungi Yerusalem dan ia dipandu oleh arkeolog Meir Ben-Dov, salah seorang arkeolog yang menggali Bukit Bait bagian selatan. Armstrong meminta dia untuk menunjukkan suatu tempat yang diperkirakan pernah Yesus lewati, dan Ben-Dov membawa dia ke Gerbang Huldah dan menunjukkan kepadanya tangga-tangga selatan yang baru saja selesai digali keluar. Armstrong bertanya apakah tangga-tangga ini orisinal, dan Ben-Dov menjawab, “Ya.” Armstrong berkata, “Jadi Yesus pernah melangkah di sini?” dan Ben-Dov sekali lagi mengkonfirmasikannya. Terhadap hal ini, Armstrong berkata, “Saya harus memberitahumu. Saya lebih bersukacita menginjak menginjak batu-batu ini daripada saya menginjak bulan.” Cerita ini adalah bagian dari program pelatihan 2 tahun bagi para guide tour resmi di Israel, dan juga muncul di buku From Beirut to Jerusalem oleh Thomas Friedman.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Dokter Kristen di Inggris Kehilangan Pekerjaannya Karena Bahasa Transgender

(Berita Mingguan GITS 3 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Doctor,” The Telegraph, 10 Juli 2019: “Seorang dokter Kristen kehilangan pekerjaannya di sebuah departemen pemerintah setelah dia menolak untuk menyebut ‘seorang lelaki 180an cm yang berjenggot’ sebagai ‘madam,’ demikian laporan di tribunal. Dr. David Mackereth, 56 tahun, mengklaim bahwa dia dipecat dari posisinya sebagai penilai bantuan disabilitas oleh Departemen Kerja dan Pensiun karena kepercayaan imannya. Ayah empat orang anak itu mengklaim bahwa dia ditanyai dalam sebuah percakapan dengan seorang manajer: ‘Jika kamu mendapatkan seorang lelaki 180an cm yang berjenggot, dan dia mengatakan bahwa dia mau disebut seorang wanita, seorang nyonya atau ibu, maukah engkau melakukannya?’ Dr. Mackereth, seorang penginjil yang kini bekerja sebagai dokter gawat darurat di Shropshire, mengklaim bahwa kontraknya diputuskan karena dia menolak untuk menggunakan bahasa transgender tersebut. Dia berargumen bahwa dia dipecat ‘bukan karena ada kekhawatiran yang realistis mengenai hak-hak dan sensitivitas individu transgender, tetapi karena dia menolak untuk membuat suatu janji ideologis yang abstrak.’ Dokter tersebut sekarang menuntut pemerintah dalam pengadilan tenaga kerja dengan alasan diskriminasi terhadap kepercayaan imannya. Sesi pengadilan di Birmingham diberitahu bahwa Dr. Mackereth percaya transgenderisme adalah suatu ‘kepercayaan yang delusional’ dan suatu ideologi ‘yang tidak saya percayai dan yang saya benci.’ Dalam sebuah pernyataan yang dimasukkan dalam alat-alat bukti, dia memberitahu pengadilan, ‘Jika kamu percaya bahwa jenis kelamin itu dapat berubah-ubah, maka jenis kelamin tidak lebih dari fantasi seseorang tentang dirinya sendiri.’ …Dalam sebuah pernyataan di hadapan pengadilan, Dr. Mackereth mengatakan: ‘Saya mengapresiasi bahwa dalam iklim politik sekarang ini, sebagian orang, termasuk sebagian yang percaya bahwa diri mereka adalah transgender (berganti jenis kelamin), akan menganggap kepercayaan saya ini menyinggung mereka. Tetapi, dalam suatu masyarakat yang bebas, ini bukanlah alasan yang cukup untuk mensensor kepercayaan saya dan memaksa saya untuk bertindak berlainan dengan hati nurani saya. Lebih lanjut lagi, sebagai seorang dokter, tanggung jawab saya selalu adalah untuk bertindak dengan hati nurani yang baik untuk kepentingan terbaik dari pasien-pasien – bukan untuk mengadopsi berbagai imajinasi, prejudis, atau waham, hanya untuk tidak menyinggung siapa pun.’ Dr. Mackereth menambahkan bahwa secara mendasar dia percaya transgenderisme adalah ‘pemberontakan terhadap Allah, yang tidak ada gunanya dan berdosa.’ Dia menambahkan: ‘Saya, tentu saja, sadar bahwa ada lelaki dan perempuan yang merasa bahwa mereka terperangkap dalam tubuh yang salah, dan saya tidak mempertanyakan keseriusan dari keyakinan mereka. Sejumlah kecil orang-orang semacam itu telah ada sejak dulu. Sampai dengan akhir-akhir ini, kepercayaan demikian dianggap oleh profesi medis sebagai suatu waham (delusi) dan suatu gejala kelainan medis. Hanyalah baru-baru ini transgenderisme diakui sebagai sesuatu yang normal dan kepercayaan yang delusional seperti ini diterima begitu saja. Hal yang menimbulkan perubahan ini adalah tekanan politik, bukan bukti ilmiah.’”

Posted in LGBT | Leave a comment

Kampus Online Hillsong – Ambil Kue dan Jus, dan Mari Ikut Perjamuan Tuhan

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Bulan lalu, Kampus Online Hillsong (Hillsong Sydney) mendorong “jemaat online” untuk ikut perjamuan Tuhan bersama mereka. Melalui halaman Facebook dari kampus online tersebut, sang hamba Tuhan berkata, “ Kami sangat senang karena akhir pekan ini adalah akhir pekan perjamuan. Jadi ambillah kue, ambil segelas jus, apapun juga yang paling nyaman bagi anda. Kami sangat senang bisa merayakan perjamuan Tuhan bersama-sama.” Ini adalah bentuk akhir dari kekristenan yang berpusat pada diri sendiri. Saya bahkan boleh melakukan Perjamuan Tuhan dengan “cara saya sendiri.” Saya tidak perlu gereja; saya hanya perlu Facebook. Saya tidak perlu menghakimi diri saya sendiri; hal seperti itu terlalu kuno, membangkitkan rasa bersalah. Saya tidak perlu memakai produk dari buah anggur; saya bisa memakai jus buah favorit saya atau smoothie atau apapun yang saya sukai. “ Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri . . . Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 3:1-2; 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 1 Comment

Pemimpin Hamas Menyerukan Agar Orang Palestina Membunuh Orang Yahudi di Seluruh Dunia

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Hamas Backtracks,” Arutz Sheva, 15 Juli 2019: “Seorang anggota senior dari pemimpin kelompok Islam di Gaza, Hamas, telah menyerukan agar orang-orang Palestina di seluruh dunia membunuh orang-orang Yahudi. Seruan ini menimbulkan amarah dan protes dari pejabat Israel maupun Palestina, dan juga utusan-utusan PBB. Dalam video dari sebuah pidato kepada orang-orang yang ikut dalam protes mingguan pada hari Jumat, Fathi Hamad, seorang anggota dari badan politik tertinggi dari gerakan tersebut, dapat terlihat menyerukan agar Arab Palestina di seluruh dunia melancarkan serangan. ‘Jika pengepungan ini tidak dibatalkan, kita akan meledak di wajah musuh-musuh kita, dengan izin Allah. Ledakan ini bukan hanya akan ada di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat dan di luar negeri, insya Allah. …Tujuh juta orang Palestina di luar, cukup untuk pemanasan, kalian memiliki orang-orang Yahudi di sekitarmu di segala tempat. Kalian harus menyerang setiap orang Yahudi di seluruh dunia dan membunuh mereka.’ … Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan yang lainnya. Ofir Gendelman, juru bicara untuk Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu, berkata di Twitter, ‘Sekarang kalian tahu mengapa kami menjaga ketat perbatasan dengan Gaza dari Hamas.’ … Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin siang, Hamas menjauhkan diri dari kata-kata Hamad. … Charter Hamas berulang kali mengacu kepada perjuangan Muslim melawan Yahudi.”

Posted in Israel | 1 Comment

Ilmuwan Membuat Turbin Gas Lebih Baik Lagi dengan Mempelajari Kumbang

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Biomimicry: God’s Designs and Man’s Imitations,” Creation Worldview: “Berbagai spesies dari Kumbang Pengebom (Bombardier Beetle) ditemukan di seluruh dunia. Mereka sekitar setengah inci panjangnya (sekitar 1,2 cm). Di dalam tubuh mereka, ada ruangan-ruangan khusus dan mereka menghasilkan berbagai senyawa kimia bersama dengan reaktan inhibitor sekaligus akselerator. Ketika kumbang-kumbang ini diserang, mereka memulai suatu reaksi kimia yang terjadi persis di luar tubuh mereka. Kumbang telah memproduksi hidrokuinon dan hidrogen peroksida, yang dicampur untuk menghasilkan serangkaian ledakan yang hebat. Temperatur mencapai 100 derajat Celsius, yang mengubah air yang tersisa dari reaksi tersebut menjadi uap; lalu dengan frekuensi sampai 500 kali per detik, dan kecepatan yang berkisar dari 13-69 km/jam; melalui satu set ganda corong penyemprot yang dapat dikendalikan arahnya; kumbang-kumbang ini menyemprotkan bahan kimia toksik panas ke penyerang mereka. Para penyerang belajar dengan keras untuk menghindar dari sistem pertahanan yang melepuhkan dan menjengkelkan ini. Desain dari ruangan internal dan mekanisme pertahanan ini telah dipakai untuk membuat lebih baik lagi sistem pemantik dari turbin-turbin gas, dan juga sistem pengembangan kantong pengaman di mobil-mobil.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Apakah Anne Graham Lotz Seorang Konservatif?

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa tahun lalu, seorang teman pengkhotbah menyebutkan bahwa dia telah mendengarkan beberapa orang Injili konservatif, termasuk Anne Graham Lotz (hal ini tidak saya anjurkan), dan dia mengobservasi, “Nyonya Anne ini semestinya seorang lelaki. Dia membuat beberapa poin yang sangat baik, lebih baik dari ayahnya Billy [Graham] dan abangnya Franklin. Dia bahkan berbicara mengenai dosa, pertobatan, neraka, roh-roh jahat, doa yang serius, kebangkitan rohani, tentang Israel secara positif, dll. Ada sekelompok kecil orang Injili yang sepertinya sangat baik dalam beberapa hal.” Saya menjawab bahwa selama bertahun-tahun saya telah memperhatikan bahwa Franklin Graham dan Anne dapat menyuarakan hal-hal yang baik, dan terdengar lebih kuat rohani dari ayah mereka, namun mereka menjalani langkah-langkah ketidaktaatan yang sama. Saya telah melihat hal yang sama ini terjadi dalam banyak orang-orang Injili yang telah saya dengarkan di berbagai konferensi dan ketika mengunjungi gereja-gereja mereka. Kadang-kadang anda berpikir bahwa anda sedang mendengarkan seorang yang sungguh-sungguh alkitabiah, yang bersemangat untuk kebenaran, tetapi kemudian anda menyadari bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan ternyata bertolak belakang. Anne mengindikasikan kepada Kyra Phillips di CNN, pada 8 April 2005, bahwa Paus Yohanes Paulus II bisa jadi ada di Sorga. Dia memuji usaha sang Paus untuk “menjembatani perbedaan antara Protestan dan Katolik dan juga Yahudi dan Katolik” (CNN.com, transkrip). Dia mengatakan, “Hal yang sangat indah, di Roma saya mendengar orang-orang berkata bahwa sang Bapa Kudus ada di sorga dan semua orang begitu yakin bahwa sang Paus ada di sorga. Dan saya pikir itu adalah karena ia adalah seorang yang sangat baik.” Semua ini dikatakan walaupun sang Paus yang buta rohani itu berpegang pada injil keselamatan yang palsu, yang didasarkan pada sakramen-sakramen Roma, dimulai dari baptisan untuk kelahiran kembali, dan ia juga menyerahkan dirinya 100% untuk Maria. Anne hadir mewakili ayahnya pada penguburan sang Paus. Bagaimanakah seorang yang sungguh-sungguh percaya dapat memuji Paus? Ini adalah kekacauan yang besar. Billy Graham dijuluki “Mr. Dua Muka,” dan hal yang sama dapat dikatakan tentang seluruh keluarga Graham, ya, bahkan hampir seluruh dunia “Injili.” Ini adalah karena mereka menolak “separatisme,” dan mereka percaya pada persekutuan dan pelayanan “tenda besar” yang memerlukan kompromi yang besar-besaran. Pada tahun 2005, Anne berkhotbah di sebuah konferensi di Rusia, yang disponsori oleh BWA (Baptist World Alliance), yang sangat modernistik/liberal (“Baptists Unveil New Strategy for Evangelism,” Assist News Service, 3 Agus. 2005). Denton Lotz, Sekretaris Jenderal dari BWA, adalah saudara ipar dari Anne. Pada tahun 2007, Anne bergabung dengan Samuel Kobia, presiden dari WCC (World Council of Churches) yang sangat sesat itu, dalam sebuah konferensi di India. Kobia tidak mengkhotbahkan penebusan jiwa melalui darah Kristus; dia mengkhotbahkan injil palsu penebusan masyarakat melalui pekerjaan sosial-politik (“WCC Head Calls for Change in Famed Ecumenical Motto,” Christian Post, 28 April 2007). Sama seperti injili konservatif lainnya, Anne Graham Lotz diterima oleh banyak orang yang percaya Alkitab, sambil dia dengan samar menarik mereka ke dalam persekutuan dengan gereja-esa-sedunia. Pada faktanya, orang-orang seperti ini sangat berbahaya. Siapapun yang dengan sungguh mencintai kebenaran, akan menunjukkan kebencian yang sama yang ditunjukkan oleh Pemazmur terhadap kesalahan, tetapi kita tidak melihat hal ini ditampilkan oleh kebanyakan injili konservatif. “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci” (Maz. 119:128).

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment