Mengenai Anggrek dan Lebah

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 1 Juli 2019: “Coryanthes macrantha, yang biasa dikenal dengan istilah “bucket orchid” (sejenis anggrek), tumbuh di Meksiko dan Amerika Tengah dan Selatan. Bunga-bunga yang cantik namun sederhana ini membentuk semacam ember atau tempat penampungan yang kecil, dan ke dalam tempat ini bunga tersebut meneteskan cairan dengan wangi yang kuat. Bau wangi ini menarik satu-satunya binatang yang dapat mempolinasi bunga tersebut – yaitu lebah anggrek jantan yang indah dan berwarna hijau. Ketika memasuki bunga tersebut, lebah itu jatuh ke dalam perangkap ember tersebut. Tetapi bukanlah tujuan anggrek tersebut untuk membunuh lebah itu. Lebah tersebut akan segera menemukan sebuah pijakan kecil, dan sebuah pintu keluar. Tetapi, bunga itu akan mencengkeram lebah itu, dan menempelkan dua kantong serbuk sari ke punggungnya dengan lem. Ketika lem itu kering, bunga akan melepaskan lebah itu tanpa cidera, dan lebah itu akan melarikan diri. Kantong-kantong serbuk sari itu dan wangi yang khas itu adalah hal-hal yang esensial bagi ritual perkawinan antara lebah jantan dengan lebah wanita betina. Wangi anggrek itulah yang menarik bagi lebah betina. Jika seekor lebah jantan yang telah memiliki kantong serbuk sari di punggungnya masuk ke ember anggrek itu, maka bunga itu hanya akan mencomot kantong-kantong itu dari punggung si lebah, dan segera melepaskan lebah itu. Dengan demikian komplitlah proses polinisasi bunga tersebut yang agak kompleks. Kebanyakan artikel tentang anggrek dan lebah ini mengacu kepada evolusi mereka bersama, yang telah mengakibatkan mereka secara toal saling tergantung satu sama lain. Namun, tidak ada anggrek yang separuh berevolusi yang bisa bertahan hidup. Setangkai anggrek yang pintu keluarnya terlalu besar, akan melepaskan si lebah tanpa serbuk sari, dan jika pintu keluarnya terlalu kecil, maka lebah akan terperangkap hingga ia mati. Bagaimanapun juga, anggrek yang baru setengah berevolusi tidak akan dapat dibuahi. Jadi, yang disebut evolusi itu tidaklah mungkin terjadi. Ref: ‘Bucket Orchid,’ Encyclopedia Britannica.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Rolling Stones: “Ada Yang Menyukai Kami di Atas Sana”

(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Empat orang anggota asal rock band 1970an, Rolling Stones, masih nge-rock sampai sekarang dalam usia 70an tahun (Ronnie Wood berusia 72, Mick Jagger dan Keith Richards berusia 75, dan Charlie Watts 78 tahun), dan mereka berpikir bahwa hal ini bisa terjadi karena “ada yang menyukai kami di atas sana. Itu yang dikatakan oleh Wood kepada pers baru-baru ini, setelah penyanyi utama, Mick Jagger, pulih dari tindakan non-invasif penggantian katup jantung (“Rolling Stones’ Ronnie Wood reflects on sobriety, Mick Jagger’s ‘superhuman’ recovery,” The Sun, 24 Juni 2019). Band tersebut melanjutkan tur AS mereka yang berjudul “No Filter.” Umur panjang dan sukses duniawi yang mereka rasakan telah menipu mereka untuk berpikir bahwa segalanya baik-baik saja, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Pencipta yang mahakudus sudah mendekat. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pgkth. 12:14). Pengaruh Rolling Stones yang luas tersebut sangatlah tidak kudus. Mereka membantu menciptakan tema budaya pop modern yang cabul dengan lagu mereka tahun 1965, “I’m Free.” Dengan sikap penuh menantang Allah, mereka bernyanyi, “Saya bebas untuk melakukan apa yang saya mau kapanpun juga … Saya bebas untuk memilih apa yang memuaskan saya kapanpun juga.” Mereka mengolok-olok pernikahan. Jagger memiliki delapan anak dari lima orang wanita. Band Rolling Stones telah meninggikan Lucifer dalam album-album seperti Their Satanic Majesty’s Request dan Beggars Banquet dan lagu “Sympathy for the Devil.” Jagger berkostum sebagai Iblis dalam tur mereka tahun 1969, termasuk untuk konser di Altamont Speedway yang menewaskan empat orang dengan ratusan lainnya terluka. Hell’s Angels membunuh seorang pemuda kulit hitam bernama Meredith Hunter persis didepan podium sambil berjoget-joget dengan gaya Satan-nya. Dalam buku Hellhounds on the Trail, Gary Patterson memberikan banyak detil lain mengenai keterlibatan Rolling Stones dengan okultisme. Banyak dari lagu dan gerakan-gerakan panggung mereka adalah hal-hal yang jijik, yang judulnya, liriknya, atau gambarannya, tidak pantas untuk dituliskan. Namun Wood mengatakan, “Ada yang menyukai kami di atas sana.” Dia benar, namun bukan dalam pengertian yang dia maksudkan. Allah mengasihi anggota-anggota Rolling Stones, dan mau menyelamatkan mereka dari dosa mereka melalui penebusan yang Yesus bayarkan di Golgota (Yoh. 3:16), tetapi tidak ada keselamatan tanpa pertobatan sejati dan iman. Yesus mengatakan, “Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:3). Dan binasa bukan berarti tidak eksis lagi.

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Keluarga Getty Mempromosikan Kekristenan Tenda Besar

(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Keluarga Getty barangkali adalah pemusik Kristen kontemporer yang paling berpengaruh di kalangan fundamentalis dan gereja-gereja Baptis independen. Keluarga Getty dipromosikan oleh Bob Jones University, Majesty Music, Crown College di Powell, Tennessee, dan West Coast Baptist College, dan banyak lagi yang lain. Minimal ada 8 lagu Getty yang masuk dalam buku himne dari Majesty Music, Rejoice Hymns, dan 29 lagu mereka ada dalam Hymns Modern and Ancient, yang dikompilasi oleh Fred Coleman, kepala departemen musik BJU. Tetapi pasangan Getty ini hanyalah terhitung “konservatif” jika dibandingkan dengan standar korup zaman akhir ini. Mereka jelas-jelas dan tidak diragukan lagi adalah suatu jembatan kepada “gereja” esa sedunia dengan berbagai kesesatannya. Hal ini terjadi karena musik mereka yang sinkretistik, filosofi tenda besar mereka, dan asosiasi-asosiasi ekumenis mereka. Pasangan Getty “mem-fusi-kan musik warisan Irlandian mereka dengan suara-suara Nashville, rumah mereka sekarang.” Mereka mendaftarkan band Beatles sebagai pengaruh musik yang kuat dalam hidup mereka. Perhatikan konferensi Sing 2019 yang diadakan oleh keluarga Getty di Nashville. Iklan video acara ini menayangkan musik rock and roll yang nyata, pemimpin kebaktian wanita, musisi-musisi wanita yang berdansa dengan pakaian yang sangat ketat dan tidak sopan, dan pembicara-pembicara yang penuh kesalahan theologis. Apanya yang “konservatif” mengenai hal-hal ini? Para pembicara dalam konferensi Sing 2019 termasuk John Piper (pencipta dari konsep Hedonisme Kristen, murid dari C.S. Lewis yang sesat, dan promotor dari hip hop “Kristen”), D. A. Carson (yang mendukung penerjemahan Alkitab bahasa inklusif dan berpegang pada kesesatan kritik redaktionis pada Injil, mengklaim bahwa kita hanya memiliki ipissima vox Jesu, SUARA Yesus yang otentik, dan bukan imissima verba Jesus, KATA-KATA Yesus yang otentik, An Introduction to the New Testament, 1992, hal. 44), John MacArthur (yang mengajarkan bahwa seorang berdosa harus dilahirkan kembali dulu sebelum dia bisa percaya dan yang mempromosikan musik hip hop dan rock “Kristen” dalam konferensi-konferensi pemuda remajanya), Anne Graham Lotz (putri Billy Graham yang menjadi pengkhotbah wanita, yang menghadiri pelantikan Paus Benedict VI, dan berkata bahwa dia merasa Paus Yohanes Paulus II ada di Sorga, dan menyemangati usaha Paus untuk “menjembatani jarak antara Protestan dan Katolik, juga Yahudi dan Katolik, CNN, 8 Apr. 2005), Stuart Townsend (kharismatik dalam theologi maupun praktek, mendukung kesesatan-kesesatan seperti membunuh dalam roh, tawa kudus, dan “bahasa lidah” yang ngaco, berpartisipasi dalam program Alpha yang ekumenis radikal dengan ikatan kuat kepada Katolikisme), dan John Lennox (seorang evolusionis theistik). Tidak ada dalam daftar pembicara adalah teman-teman Roma Katoliknya pasangan Getty, Matt Maher dan Maire, tetapi walaupun kaum Katolik tidak dijadwalkan untuk berbicara di Sing 2019, mereka jelas termasuk dalam tenda besarnya Getty. Daripada mempromosikan Getty dan berpura-pura bahwa mereka adalah “konservatif,” para pemimpin Kristen yang percaya Alkitab seharusnya meng-ekpos mereka dan mendidik umat mereka akan bahaya besar yang terkandung dalam dunia musik Kristen kontemporer. Daripada membangun jembatan ke dunia, mereka seharusnya dengan jelas dan tegas melakukan separasi. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Posted in Ekumenisme, musik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Kristus Adalah Raja Aions

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

“Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin” (1 Tim. 1:17). Konteksnya adalah Kristus. Kristus disebut di ayat 12, 14, 15, dan 16. Jadi, ayat 17 adalah suatu doksologi tentang Kristus. Ini adalah sebuah doksologi tentang Alalh dengan fokus pada Kristus. Kata “segala zaman” berasal dari Yunani aion, yang mengacu kepada zaman-zaman dalam ruang maupun waktu. Sistem dunia ini, alam semesta, diciptakan sebagai ruang lingkup terjadinya tujuan-tujuan kekal Allah. Kristus menciptakan aion-aion (Ibr. 1:2), dan Dia duduk sebagai Raja atas mereka (1 Tim. 1:17). Aion sering diterjemahkan “dunia,” tetapi juga diterjemahkan “zaman” (Ef. 2:7; Kol. 1:26) dan “kekal” (paling sering mengacu kepada Allah dan Kristus) (Yoh. 12:34; 14:16; Rom. 9:5; 11:36; 16:27; 2 Kor. 11:31; Gal. 1:5; Fil. 4:20; 1 Tim. 1:17; 2 Tim. 4:18; Ibr. 1:8; 5:6; 7:24; 13:8; 1 Pet. 5:11; 2 Pet. 3:18; Yud. 1:25; Wah. 1:6, 18; 4:9, 10; 5:14; 7:12; 10:6; 15:7). Aion-aion kekal juga mengacu kepada Firman Allah. Dalam 1 Petrus 1:23, 25, kita diberitahu bahwa Firman Allah adalah “yang hidup dan yang kekal” dan “tetap untuk selama-lamanya.” Ini berasal dari frase eis aion, atau ke dalam zaman-zaman. Siksaan kekal bagi orang-orang yang tidak selamat juga dikatakan eis aion aion (Wah. 14:11; 20:10), suatu konsep yang sangat mengerikan. Dalam ayat-ayat berikut ini, aion sepertinya memiliki makna ganda dunia (fisik) dan zaman (Kis. 15:18; 1 Kor. 2:7-8; 3:18; Ef. 4:4; Gal. 1:4; Ef. 1:21; 3:9; 1 Tim. 6:17; 2 Tim. 4:12; Tit. 2:12). Tujuan akhir dari aion-aion digambarkan dalam Efesus 1:10, “sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” Kata “waktu” di sini adalah konsep yang sama dengan “zaman.” Perhatikan dalam Efesus 1:10 bahwa ada kata “waktu” berada dalam bentuk jamak. Ada aion lampau (Kol. 1:26), aion sekarang ini, dan juga aion yang masih akan datang (Ef. 1:21; 2:7; Ibr. 6:5). Dalam Ef. 3:21, “sampai selama-lamanya” adalah aion aion. Pendeknya, aion mengacu baik kepada alam semesta fisik dan juga kepada alam semesta waktu. Aion mengacu kepada dunia materi dan dunia temporal. Alam semesta fisik adalah lingkup tempat rencana Allah bagi aion-aion terjadi. Langit dan bumi yang sekarang ini adalah lingkup dari zaman-zaman lampau dan kini, sementara langit dan bumi yang baru akan menjadi lingkup dari zaman-zaman yang akan datang. Kristus adalah Raja segala aion.

Posted in Kristologi | Leave a comment

Sistem Kredit Sosial Cina Telah Mencekal 13 Juta Orang; Venezuela Menggunakannya untuk Mengendalikan Akses Kepada Makanan dan Obat

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China: Social Credit System,” Breitbart, 4 Mei 2019: “Koran Global Times yang dikendalikan oleh pemerintah Cina, menyingkapkan pada hari Senin dalam sebuah kolum yang mempertahankan “sistem kredit sosial” negara otoritarian tersebut, bahwa rezim komunis telah memasukkan 13,49 juta rakyat Cina ke dalam daftar hitam sebagai ‘tidak dapat dipercaya.’ Artikel tersebut tidak menspesifikasikan apa yang dilakukan oleh individu-individu ini sehingga mereka masuk dalam daftar hitam tersebut, walaupun rezim telah menyingkapkan bahwa sistem memberikan skor angka kepada setiap rakyat Cina berdasarkan pada seberapa Partai Komunis menyetujui tindakan-tindakannya. Tindakan apapun seperti menyeberang jalan bukan pada tempatnya, membawa anjing jalan tanpa tali kekang, hingga mengkritik pemerintah di internet, sampai tindakan-tiondakan kriminal yang lebih serius, penuh kekerasan, dan korup, dapat menurunkan skor angka seseorang. Konsekuensi dari angka kredit yang rendah adalah bervariasi, tetapi paling umum pada saat ini bermanifestasi pada restriksi terhadap kemampuan berperjalanan. Cina dijadwalkan akan menyelesaikan implementasi sistem tersebut di seluruh negeri pada tahun 2020. Sambil tanggal tersebut mendekat, cabang propaganda pemerintah semakin meningkatkan promosi terhadap sistem ini sebagai sesuatu yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang berbudaya. … ‘Sampai dengan Maret, 13,49 juta inidividu telah diklasifikasikan sebagai tidak dapat dipercayai dan telah menolak akses kepada 20,47 juta tiket pesawat dan 5,71 juta tiket kereta api cepat karena tidak jujur,’ lapor Global Times, mengutip Komisi Pembangungan dan Reformasi Nasional (NDRC) pemerintah. Di antara contoh-contoh baru yang diangkat oleh koran tersebut sebagai tindakan tidak jujur adalah gagal membayar biaya parkir, ‘makan di kereta,’ dan mengganti pekerjaan dengan ‘tujuan buruk.’ …Selain pembatasan akses untuk berperjalanan, hukuman lain yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina pada bulan Maret adalah menggunakan suatu ringtone yang memalukan untuk memperingati orang-orang bahwa seseorang dengan nilai kredit rendah ada di tengah mereka. Dalam sistem tersebut, semua perilaku publik, demikian keterangan dari Global Times pada hari Senin, akan dibagi menjadi ‘urusan administratif, aktivitas komersial, perilaku sosial, dan sistem yudisial’ ketika sistem ini sudah komplit. Tidak ada tindakan yang akan terlalu kecil untuk mempengaruhi skor angka. … Menggunakan perusahaan yang secara nominal adalah perusahaan pribadi, ZTE, Cina menjual suatu versi sistem kredit mereka ini kepada diktator sosialis Nicolas Maduro di Venezuela. Sistem tersebut dilaporkan akan bekerja melalui “Kartu Fatherland, sebuah kartu pembagian yang dipakai untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan kepada para pendukung Maduro. Siapapun yang mengindikasikan perlawanan terhadap rezim akan membahayakan suplai makanan mereka. Dengan tekonologi ZTE, ‘Kartu Fatherland’ dapat melacak pembelian dan lokasi real-time dari orang Venezuela manapun.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Parade Gay di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Parade gay tahunan di Yerusalem diadakan pada tanggal 6 Juni, dengan kira-kira 10.000-15.000 peserta. Untuk melawan protes yang dilangsungkan oleh kaum ultra-ortodoks, polisi turun secara masal, dengan seorang petugas setiap 10 sampai 20 meter di samping rute parade dan dengan helikopter dan drone di angkasa. Amir Ohana, Menteri Kehakiman Israel pertama yang homoseksual, dan baru saja diangkat beberapa jam yang lalu oleh Benjamin Netanyahu, ikut serta dalam parade tersebut. Pemerintah kota tersebut menolak permintaan Rabbi Aryeh Stern untuk menghilangkan bendera-bendera pelangi, dan sebaliknya memerintahkan penyitaan terhadap poster-poster protes yang berbunyi, “Ayah dan Ibu = Keluarga. Berani untuk menjadi normal.” Tidak heran bahwa Alkitab menyebut Yerusalem “Sodom” dalam Wahuu 11:8. Sementara itu, di kota kedua terbesar di Israel, parade gay tahunan ke-21 Tel Aviv dijadwalkan untuk berlangsung tanggal 14 Juni, di tengah-tengah sebulan penuh festival homoseksual yang terbesar di dunia. Sekitar 200.000an ribu orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam parade tersebut. Hilton Beach di Tel Aviv baru-baru ini dipilih sebagai “salah satu pantai gay terbaik di dunia” (“Pride Comes to Tel Aviv for the 21st Time,” Jerusalem Post, 5 Juni 2019). Pusat komunitas LGBT kota tersebut dibiayai oleh pemerintah, dengan para pekerjanya menerima gaji dari kota. Sangat jelas bahwa kembalinya Israel ke tanahnya pada saat ini, bukanlah penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Baru. “Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji” (Yeh. 36:24-31). Kembalinya mereka pada saat ini adalah untuk tujuan mempersiapkan penggenapan minggu ke-70 Daniel (Daniel 9:27), ketika Israel akan membangun kembali Bait dan membuat perjanjian dengan Antikristus yang akan memimpin kepada kembalinya Kristus sejati Israel, yaitu Yesus, dan pendirian kerajaanNya.

Posted in LGBT | Leave a comment

Mengapa Orang-Orang Tertipu oleh Kesalahan Kharismatik?

Oleh Dr. David Cloud, terjemahan oleh Dr. Steven Liauw

Mengapakah begitu banyak orang tertipu oleh kesalahan kharismatik? Seharusnya sangat jelas bahwa berjatuhan ke lantai dan menjadi “mabuk dalam Roh” bukanlah praktek-praktek yang alkitabiah, bahwa bahasa lidah yang ada dalam Alkitab bukanlah bunyi-bunyi sembarangan yang dapat ditiru-tiru, bahwa musik rock (yang namanya saja mengacu kepada tindakan kecabulan) tidak dapat memuliakan Allah yang mahakudus, dan bahwa wanita tidak boleh mengajar atau memerintah atas laki-laki [dalam konteks jemaat]. Namun, semua kesalahan ini dan banyak lagi yang lain, dengan segera dipegang oleh begitu banyak orang.

Saya percaya bahwa berikut ini adalah alasan-alasan utama di balik kekacauan ini:

Tidak Menguji Segala Sesuatu Dengan Alkitab Saja; Kurangnya Kemampuan Memilah-milah

Alasan utama mengapa orang-orang menjadi tertipu adalah karena mereka menolak untuk menjalankan pemilahan rohani yang tajam; mereka menolak untuk menguji segala sesuatu dengan hati-hati berdasarkan Alkitab SAJA. Amsal 14:15 mengatakan, “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.” 1 Tesalonika 5:21 berkata, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang benar.” Rasul Paulus mengajarkan bahwa Kitab Suci mampu membuat manusia kepunyaan Allah “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:17).

Ini berarti bahwa Alkitab sajalah satu-satunya otoritas untuk iman dan perbuatan kita. Mereka yang menolak untuk menggunakan Firman Allah dan mengukur semua pengajaran dan pengalaman religius dengan patokan tersebut, sedang berada dalam jalan menuju kebinasaan.

Orang-orang kharismatik dengan mulut mengatakan bahwa mereka menjunjung Alkitab sebagai satu-satunya otoritas, tetapi dalam prakteknya mereka menyangkali hal ini.

Perhatikan nasihat berbahaya berikut ini yang diberikan oleh Charles dan Frances Hunters:

“Sekali anda mulai berjalan dalam yang supranatural, anda harus siap untuk apapun dan semuanya, dan JANGAN PERNAH mempertanyakan cara Tuhan! … Kita harus selalu terbuka penuh untuk gerakan Roh Kudus dan tidak pernah sedemikian tertutup sehingga kita tidak melihat bahwa Allah bisa jadi melakukan sesuatu yang segar dan baru hari ini. … Saya TIDAK PERNAH MENGRITIKI PELAYANAN ATAU PEKERJAAN Allah manapun!” (Charles dan Frances Hunter, Holy Laughter, hal. 65, 103).

Ini adalah nasihat yang tidak bijak. Memang bisa jadi terdengar rohani untuk “terbuka penuh untuk gerakan Roh Kudus,” tetapi pasangan Hunter ini mengabaikan peringatan Kitab Suci bahwa akhir zaman akan penuh dengan penyesatan rohani.

Continue reading

Posted in Kharismatik/Pantekosta | 4 Comments

Kelompok Pantekosta Berharap Menyalakan Kembali Api Liar Tahun 1990an

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Kaum Pantekosta berharap untuk menyalakan kembali api liar tersebut dengan program “Nyalakan Api Itu Lagi Pensacola,” yang dijadwalkan untuk tanggal 4-7 September. Seperempat abad yang lalu, “mabuk dalam roh,” “tertawa kudus” dan berbagai fenomena tidak alkitabiah lainnya terjadi di berbagai tempat, yang paling menonjol di Gereja Carpenter’s Home di Lakeland, Florida (mulai pada Mei 1993, dipimpin oleh Rodney Howard-Browne), Gereja Airport Toronto, Kanada (mulai pada Januari 1994, dipimpin oleh John Arnott), dan Sidang Jemaat Allah Brownsville di Pensacola, Florida (mulai pada Juni 1995, dipimpin oleh Steve Hill dan John Kilpatrick). “Api” tersebut juga terasosiasi dengan Claudio Friedzon di Argentina, yang pada November 1993 mengajar John Arnott untuk “tidak terlalu banyak menganalisis” supaya dia dapat “menerima roh api” (Guy Chevreau, Catch the Fire, hal. 24). Ini adalah doktrin Pantekosta yang tidak alkitabiah yang menyuruh manusia untuk “membuka diri; jangan menghakimi; cukup terima saja Roh tersebut,” yang adalah ketidaktaatan yang jelas terhadap perintah Allah untuk “sadar dan berjaga-jaga” (1 Petrus 5:8), dan oleh karena itu adalah jalur menuju penyesatan rohani.

Pada awal dari “pencurahan” yang terjadi Brownsville, Gembala John Kilpatrick jatuh ke lantai dan terbaring di sana selama hampir empat jam. Dia berkata, “Ketika saya menumbuk lantai, seolah saya seberat 5000 kg. Saya tahu ada sesuatu yang supranatural yang terjadi” (Charisma, Juni 1996). Anggota-anggota gereja harus mengangkat gembala mereka keluar dari gereja itu di atas sebuah kursi roda, karena dia terlalu mabuk untuk berjalan. Juga terjadi “kejang-kejang rohani.” Seorang mahasiswi 19 tahun, kejang-kejang tanpa dapat dikendalikan sambil dia “bernubuat”, sehingga seolah-olah sedang terkena kejang ayan. Seorang anggota paduan suara wanita mengalami kejang-kejang kepala yang liar dan tak terkendalikan setiap kali ia mendekat ke gereja. Di Gereja Airport Toronto, ada membunuh dalam roh, kejang-kejang bagian-bagian tubuh yang tak terkendali, teriakan sakit melahirkan, kemabukan, tertawa histeris, mengaum, melolong, meringkik, dan mengotek. Di Lakeland, fokus ada pada kemabukan dan tertawa. Rodney Howard-Browne menyebut dirinya sendiri “bartender Roh Kudus.” Putra Oral Roberts, Richard, yang terbang ke Florida untuk menangkap api tersebut, mengatakan bahwa dia dan keluarganya selalu berakhir di lantai, tertawa, setiap kali mereka kebaktian. Dalam penerbangan pulang ke Tulsa, Richard tertawa tanpa dapat dikendalikan sehingga petugas kabin pesawat mengira ada masalah kesehatan pada dirinya. Selalu dalam kesulitan ekonomi, Oral dan Richard Roberts mengklaim bahwa Allah membantu mereka untuk tertawa keluar dari hutang. Marilyn Hickey (penulis buku God’s Seven Keys to Make You Rich) juga menghabiskan waktu di Lakeland di lantai, tertawa. Ketika Howard-Browne memanggil pengkhotbah Pantekosta wanita yang pandai bicara ini ke microphone, dia tertawa dan jatuh ke lantai, dan tidak bisa berbicara, yang dalam kasus ini jelas adalah sungguh mengherankan.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Injil Palsu Hillsong

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Hillsong adalah salah satu nama yang paling berpengaruh di bidang musik kontemporer Kristen. Hillsong bermula di sebuah mega-church di Sydney, Australia, dengan musik yang diproduksi di bawah pengawasaan pemimpin pujian Darlene Zschech. Sejak saat itu, Hillsong telah berlipat ganda menjadi sekumpulan gereja di 21 negara. Hillsong bersifat Pantekosta (Hillsong yang orisinal adalah sebuah gereja Sidang Jemaat Allah), dan ekumenis secara radikal, dengan ikatan erat kepada Gereja Roma Katolik. Hillsong memberitakan kesesatan Word-Faith dan juga sebuah injil palsu yang tidak mengandung pertobatan dan menyerukan “kamu tidak perlu mengubah apa-apa dari dirimu.” Joel Houston, pemimpin nyanyi dari Hillsong United, yang saat ini sedang tur di Amerika Serikat, mengataka, “Allah mengasihimu lebih dari yang dapat kau bayangkan, persis sebagaimana adamu, kamu tidak perlu mengubah apapun, sekedar kamu saja, Dia mengenalmu” (“Hillsong’s Joel Houston declares God is doing something new in America,” Christian Post, 10 Mei 2019).

Allah memang mengasihi orang berdosa, dan Dia mengasihi mereka sebagaimana adanya mereka, dalam dosa-dosa mereka, dan itulah sebabnya Kristus menumpahkan darahNya bagi orang berdosa; tetapi konsep “kamu tidak perlu mengubah apa-apa” adalah kebohongan yang terkutuk. Perhatikan Firman Allah yang jelas: “Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:3, 5). “Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kis. 26:19-20). Keselamatan adalah hadiah Allah yang cuma-cuma tanpa pekerjaan, tetapi diterima melalui pertobatan dan iman, dan selalu menghasilkan perubahan gaya hidup yang dramatis. “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yoh. 2:4). Hillsong sedang berbohong kepada generasi ini, menawarkan suatu “kasih karunia murahan” tanpa pertobatan, yang bukanlah kasih karunia sama sekali. Tidak lama yang lalu, lagu-lagu Hillsong terlalu kharismatik, terlalu radikal, terlalu nge-rock, untuk dapat didengar di sebuah gereja Baptis Independen, tetapi situasi sudah berubah sekarang. Edisi-edisi musik Hillsong yang “diperlembut” mulai terdengar di gereja-gereja dan sekolah-sekolah Baptis Independen hari ini. Kami mengusulkan bahwa jika sebuah gereja mau memakai musik Kristen kontemporer, seharusnya dilakukan dengan sepenuhnya, yang memerlukan rock & roll yang penuh yang menangkap jiwa-jiwa orang yang menggiring mereka ke mistikisme kharismatik yang duniawi. Yang terjadi adalah menyerahkan diri sendiri 100% kepada kuasa musik itu. Itulah inti dari CCM dan ke sanalah musik itu selalu memimpin. Jadi jika kamu mau masuk ke arah sana, masuklah dengan sepenuhnya dan tidak usah berkutat di posisi tengah “adaptasi musik tersebut” yang konyol. Jika kamu mencintai CCM, jangan berpura-pura anda tidak mencintainya!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Steven Anderson Dilarang Masuk Negara Lainnya Lagi

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Steven Anderson telah dilarang untuk memasuki satu negara lain lagi. Kali ini negara tersebut adalah Irlandia. Anderson terjadwal untuk berkhotbah di Dublin pada tanggal 26 Mei, tetapi Kementerian Peradilan menandatangani sebuah perintah penolakan terhadap dia. Ini adalah kali pertama seseorang dilarang masuk dengan menggunakan undang-undang imigrasi tahun 1999, yang mengizinkan penolakan terhadap seseorang “sesuai dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan publik.” Keputusan ini mengikuti munculnya petisi dari seorang aktivis homoseksual yang mendapatkan lebih dari 14.000 tanda tangan. Anderson ditarget karena pernyataannya bahwa kaum homoseksual harus dibunuh. Setelah penembakan massal yang terjadi di nightclub yang ramai homoseksual di Orlando, Florida, tahun 2016, Anderson berkata, “Kabar baiknya adalah, sekarang telah berkurang 50 orang pedofil di dunia ini, karena orang-orang homo hanyalah sekumpulan pedofil dan orang-orang najis” (“Gay Hating Preacher,” Sunday Express, 16 Sept. 2016). Anderson mengatakan bahwa sangat disayangkan ada orang homo yang hidup melewati penembakan itu. Mengenai selebriti transgender, Bruce (Caitlyn) Jenner, Anderson berkata dalam sebuah khotbah, “Perhatikan saya – saya membenci dia dengan benci yang sempurna. Saya tidak memiliki kasih untuk si Bruce aneh ini. … Orang ini adalah penginjil bagi sodomi dan kenajisan dunia, dan orang-orang berkata, ‘Oh, kita perlu berdoa untuk dia supaya dia menemukan Yesus.’ Saya akan berdoa agar dia mati dan masuk neraka” (Adam Salandra, “Pastor Prays Caitlyn Jenner’s Heart Explodes,” NewNowNex, n.d.). Anderson juga pernah berkhotbah “Mengapa Saya Membenci Barack Obama” dan mengatakan bahwa dia berdoa agar mantan presiden itu mati. Anderson menyebut dirinya seorang Baptis Independen, tetapi dia adalah seorang individu yang sangat kacau pemikirannya dan tidak seharusnya dalam pelayanan. Ketika Yakobus dan Yohanes mau menurunkan api ke atas orang-orang yang menolak Tuhan, Kristus menegor mereka dan mengatakan bahwa mereka memiliki roh yang salah (Luk. 9:54-56). Anderson menyangkal adanya Holocaust, mempercayai bahwa keselamatan tidak menghasilkan bukti, dan menolak iminensi Pengangkatan. Anderson juga telah dilarang atau ditolak untuk memasuki Belanda (2019), Jamaika (2018), Kanada (2017), Afrika Selatan (2016), Botswana (2016), Malawi (2016) dan Inggris (2016).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment