Kata-Kata yang Mengubah Hidup – Kemuliaan

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk memahami Alkitab, para pelajar harus memahami kata-kata dalam Alkitab. Ini hal yang mendasar. Seorang pelajar Alkitab yang efektif akan mempelajari Alkitabnya bersamaan dengan sebuah kamus Alkitab yang baik. Saya telah mempelajari Alkitab selama 45 tahun, dan saya rasa tidak ada satu hari pun yang telah lewat, di mana saya tidak melakukan semacam pembelajaran kata. Berikut ini adalah definisi-definisi dari Way of Life Encyclopedia of the Bible & Christianity, dengan beberapa update yang akan muncul dalam edisi di masa depan. KEMULIAAN dipakai dalam minimal tujuh cara dalam Alkitab: (1) Kemuliaan mengacu kepada pujian (Luk. 2:14; 17:18; Kis.. 12:23; 1 Kor. 2:7; 10:31; Ep. 1:6). (2) Kemuliaan mengacu kepada kekudusan, kemahatinggian Allah, dan kesempurnaan karakterNya (Yoh. 1:14; Rom. 1:23; 3:23). (3) Kemuliaan mengacu kepada kehebatan dan kekayaan seorang raja dan kerajaannya (Mat. 6:29; 19:28; 25:31; Yoh. 12:41; 17:5, 22, 24; Rom. 9:23; Kol. 3:4). (4) Kemuliaan mengacu kepada terang brilian yang mengelilingi kehadiran Allah (Kel. 16:10; 40:34, 35; Im:6, 23; Bil. 14:10; 1 Raj. 8:11; 2 Taw. 7:1-3; Yeh. 10:4; Mar. 13:26; 9:29-31; Luk. 2:9; Wah. 1:16; 21:11, 23). (5) Kemuliaan mengacu kepada keindahan (Yes. 28:1; 63:1). Ketika Alkitab mengatakan bahwa orang percaya akan ada bersama Kristus dalam kemuliaan, hal ini mengacu kepada semua yang di atas – pujian, kehebatan, kekayaan, trang, dan keindahan yang ada dalam hadirat dan kerajaan Kristus. (6) Kemuliaan mengacu kepada memegahkan diri (1 Kor. 1:29, 31; 3:21; 4:7; 5:6; 2 Kor. 5:12; Gal. 6:13). (7) Kemuliaan mengacu kepada seorang saksi, suatu bukti (2 Kor. 8:23). Para pembawa berita gereja-gereja yang setia, adalah “kemuliaan Kristus,” yang berarti mereka menyaksikan kasih dan karuniaNya, mereka adalah saksi-saksi akan karakterNya yang murah hati dalam penebusan dan pengudusan.

Posted in Renungan | Leave a comment

Intelijensi dalam Tangan Manusia

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Made in His Image: The Connecting Power of Hands,” R. Guliuzza, M.D., Institute for Creation Research: “Gerakan jari-jari manusia sangatlah hebat dalam hal ketepatan dan kecepatan. Waktu rata-rata yang dibutuhkan seseorang untuk membuat pilihan biasa antara dua hal, adalah sekitar setengah detik. Tetapi gerakan jari bisa jauh lebih cepat – bahkan lebih cepat dari yang secara fisik dimungkinkan jika hanya menggunakan mekanisme umpan balik sensorik-motorik yang ada pada tubuh. Untuk mendapatkan kecepatan jari yang paling tinggi, sensor dan pikiran sadar diperkuat di otak melalui suatu fungsi antisipasi untuk tiap-tiap gerakan jari individual, yang disebut rencana depan, yang sangatlah kompleks dan bersifat bawah sadar. Bukti menunjukkan bahwa sistem saraf pusat memprediksikan hasil yang terbaik dari setiap gerakan jari beberapa gerakan di depan dari kondisi sekarang. Jadi, seorang pengetik yang mahir akan secara visual memproses hingga delapan karakter ke depan dan kemudian – dalam antisipasi – rencana depan untuk gerakan-gerakan otot sudah akan meng-commit-kan otot-otot jari untuk melakukan aksi kira-kira tiga karakter ke depan dari huruf yang sekarang sedang ditekan. Waktu antara penekanan satu huruf ke huruf lain biasanya bisa serendah 60 milidetik. Yang menarik, kecepatannya paling tinggi jika huruf-huruf yang berturut-turut adalah antara jari-jari pada tangan yang berbeda. Jadi bayangkan banyaknya data mental yang dikalkulasikan oleh seorang pianis yang mahir yang dapat memainkan 20 hingga 30 not secara berturut-turut dengan tiap tangan setiap detiknya – yaitu sekitar 40 milidetik antara tiap not – karena sistem saraf melaksanakan suatu rencana depan (mengatur kecepatan, arah, tekanan, durasi, dll.) untuk setiap jari secara bersamaan dan meng-update semua rencana setelah setiap gerakan jari. Rencana ini dikompilasikan dalam serebelum (otak kecil), yang, jika diperlukan, akan mempertahankan memori akan rencana tersebut. Ini menjadi bagian integral dari pembelajaran suatu keahlian. Sejauh ini, belum ada batasan yang ditemukan tentang berapa jumlah rencana yang dapat disimpan dalam memori.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pohon yang “Ter-mumi-kan” Sebagai Bukti Lagi tentang Air Bah

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Mummified Trees,” OneNewsNow.com, 9 Jan. 9, 2018: “Baru-baru ini telah diumumkan bahwa satu tim ilmuwan telah menemukan pohon-pohon yang terfosilisasi di benua yang tertutup es. Mereka menaksir bahwa pohon-pohon itu sekitar 280 juta tahun umurnya dan terpelihara hingga ke level seluler setelah terkubur dengan cepat dalam debu volkanik – terpelihara sedemikian baiknya, sehingga asam-asam amino, balok-balok penyusun yang adalah bangunan dasar pohon, dan protein, masih dapat di-ektraksi. Tetapi Dr. Tim Clarey dari Institute for Creation Research mengatakan bahwa penjelasan yang lebih literal dan alkitabiah, dan yang cocok dengan keilmuan, adalah bahwa fenomena ini hasil dari Air Bah yang dicatat dalam Perjanjian Lama. Dia menjelaskan bahwa hal terpenting yang ditemukan oleh para ilmuwan adalah bahwa pohon-pohon ini memiliki protein asli di dalamnya. ‘Ini bukanlah hasil dari pembekuan dan pemeliharaan yang lama,’ dia memberitahu OneNewsNow. ‘Benda-benda ini dikuburkan di dalam batu. Sama seperti dinosaurus-dinosaurus. Benda-benda ini dikatakan berusia 68-150 juta tahun; dalam kasus ini, bahkan dikatakan sekitar 280 juta tahun,’ dia berlanjut – lalu bertanya: ‘Bagaimana mungkin ada protein asli yang bertahan sedemikian lama?’ … ‘Ini adalah contoh lain dari Antartika yang menunjukkan bahwa daerah itu pernah memiliki iklim yang lebih hangat suatu waktu,’ dia nyatakan. ‘Benua itu tidak selalu penuh es – itu barulah terjadi setelah Air Bah selesai dan Zaman Es muncul. Dalam pendapat kami, di ICR, hal ini cocok sekali dengan yang Alkitab beritahukan dalam Kitab Kejadian.’ Dia juga berkata bahwa mencoba untuk menjelaskan ini dalam sistem ‘usia tua’ (jutaan tahun), sangatlah sulit – dan dia berargumen bahwa penemuan protein-protein asli adalah bukti ilmiah dan empiris yang menunjukkan bahwa dunia ini tidak setua yang dipercayai oleh para ilmuwan sekuler.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Rapper Menyebut “Takut Akan Tuhan” Suatu “Mentalitas Kuno”

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah tweet pada tanggal 21 April, rapper Kanye West mengatakan, “Saya tidak setuju dengan istilah dan konsep takut akan Tuhan. Ini adalah mentalitas kuno yang pernah dipakai untuk mengendalikan orang. Kita sekarang di masa depan. Jika Allah itu kasih dan kasih adalah lawan dari ketakutan, maka … takut akan Allah tidak masuk akal.” Takut akan Allah disebut lebih dari 80 kali dalam Kitab Suci. Ia adalah “permulaan hikmat” (Maz. 111:10). Ia sama dengan “membenci kejahatan” (Ams. 8:13). Takut akan Allah kompatibel dan tidak bertentangan dengan kasih Allah, karena Allah juga adalah kudus dan adil dan bajik. Takut akan Allah bukanlah hanya suatu konsep Perjanjian Lama. Orang percaya Perjanjian Baru diinstruksikan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Kor. 7:1), dan “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut” (Ibr. 12:28). West digambarkan sebagai Yesus yang memakai mahkota duri pada sampul majalah Rolling Stone tahun 2006. Albumnya pada tahun 2013 diberi judul Yeezus, yang adalah pelesetan dari nama kecil West, Yeezy, dan nama Yesus. Gambar sampul majalah itu adalah West sedang dimahkotai sebagai raja oleh malaikat-malaikat. Dalam lagu “I Am a God,” dia nge-rap, “Saya baru saya bicara dengan Yesus, dan dia berkata, ‘Apa kabar, Yeezus?’ / … Saya tahu Dia Mahatinggi / Tetapi saya tinggi yang dekat / … saya seorang allah.” The Book of Yeezus: A Bible for the Modern Day, yang diterbitkan tahun 2015, adalah suatu versi kitab Kejadian yang menggantikan setiap kata Allah dengan nama sang rapper itu. West menikah dengan seorang icon pop dan mantan nodel Playboy, Kim Kardashian. Pernikahan mereka diselenggarakan oleh gemba sidang sebuah gereja emerging, Rich Wilkerson Jr., dari Vous Church, dekat Miami. Ya, West mengklaim dirinya orang Kristen. Dia adalah “Kristen” modern yang tipikal, yang digambarkan oleh nubuat dalam 2 Timotius 4:3-4. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pertemuan Historis Antara Kedua Pemimpin Korea

(Berita Mingguan GITS 5 Mei 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Korea, tahun 1953, seorang pemimpin Korea Utara menginjakkan kaki pada tanah Korea Selatan. Hal ini terjadi pada Jumat pagi, 27 April, ketika diktator Korea Utara, Kim Jon Un, menyeberangi perbatasan di Panmunjom, ke dalam sektor Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae-in. Kim menulis dalam buku tamu di tempat pertemuan itu, “Suatu sejarah baru dimulai sekarang – pada titik permulaan sejarah dan era perdamaian.” Pada bulan Mei atau Juni, Kim dicanangkan akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Ini akan menjadi pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara bertemu dengan seorang Presiden AS yang sedang menjabat, sejak Perang Korea. Tentu bisa saja semua hal ini tidak membawa dampak apa-apa, tetapi bisa juga memimpin kepada semakin terbukanya Korea Utara dan pengenduran berbagai hukum yang keras menentang kebebasan beragama di sana. Maka hal itu akan menjadi jawaban atas doa-doa banyak orang-orang kudus yang telah memohon kepada Tuhan untuk mengizinkan pemberitaan Injil secara terbuka di negeri yang telah lama diperbudak itu. Kim Jong Un adalah cucu dari Kim Il-sung, yang mendirikan dinasti Kim pada tahun 1948. Di Korea Utara, mereka disebut Garis Keturunan Gunung Paektu. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim. 2:1-4).

Posted in Berita Mingguan | Leave a comment

Peringatan 70 Tahun Negara Israel Modern

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Negara Israel modern didirikan pada tanggal 14 Mei 1948. Ini adalah penggenapan nubuat kuno Yehezkiel 37, tentang Lembah yang penuh dengan tulang kering, yang mengajarkan bahwa Israel akan kembali dari diaspora-nya, yang digambarkan dengan deskripsi suatu lembah kematian, dalam dua tahap. Dalam tahap pertama, mereka akan kembali dalam kondisi yang masih mati rohani (ayat 7-10). Ayat 8 berkata, “… lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, TETAPI MEREKA BELUM BERNAFAS” (Yeh. 37:8). Ini persis adalah Israel hari ini, persis seperti nubuatan. Israel modern menjadi latar belakang penggemapan bagian-bagian akhir dari nubuat Daniel tentang 70 minggu (Dan. 9:24-27), yang menggambarkan keseluruhan program Tuhan bagi Israel sejak masa pembuangan Babilonia hingga kedatangan Kristus yang kedua. Nubuat itu secara spesifik dikatakan berkaitan dengan umat Daniel, yaitu Israel, dan secara spesifik dikatakan adalah mengenai menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran Israel, mengakhiri dosanya, dan mendatangkan keadilan kekal, yang akan mulai terjadi pada kedatangan kembali Kristus (ay. 24). Melalui nubuat ini kita tahu bahwa satu minggu nubuat, yaitu tujuh tahun, masih tersisa dari program Allah bagi Israel, dan pada permulaan masa 7 tahun itu, Antikristus akan bangkit dan membuat suatu perjanjian tujuh tahun dengan banyak di Israel; dan pada pertengahan masa 7 tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan menajiskan Bait Ketiga dan menyebabkan pengorbanan yang telah dimulai kembali di dalamnya untuk berhenti. Hal ini akan memulai setengah terakhir dari masa 7 tahun itu, yang disebut Kesusahan Besar dalam Perjanjian Baru (Matius 24:15-22). Adanya Israel modern adalah salah satu persiapan untuk peristiwa-peristiwa ini. Israel kini ada di tanahnya, secara parsial dikembalikan dari bangsa-bangsa. Mereka sedang bersiap membangun Bait Ketiga. Mereka sedang menantikan seorang Mesias yang akan mendatangkan perdamaian dan membangun kembali Bait, yang adalah definisi sempurna dari Antikristus pada awal pemerintahannya. Hal-hal ini baru bisa terjadi jika Israel kembali ke tanah itu dalam kondisi yang belum bertobat, karena Israel yang telah bertobat tidak akan mungkin menerima sang mesias palsu. Sungguh, drama nubuat sudah siap dimulai!

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 2 Comments

Sistem Hidrologi

(Berita Mingguan GITS 28 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

“Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya” (Yer. 10:13). Dalam menggambarkan kuasa dan hikmat Allah, Alkitab mengacu kepada sistem hidrologi yang hebat. (Lihat juga Ayub 38:25-30, 34, 35 dan Amos 5:8). Yeremia menyebut “bunyi air di langit” (mengacu kepada awan-awan yang mengandung volume air yang sangat besar); “menaikkan kabut awan dari ujung bumi” (mengacu kepada proses kondensasi dan evaporasi dan evapotranspirasi, yang mengangkat air ke atas dari permukaan bumi); “kilat” (kilat adalah bagian esensial dari sistem hidrologi, walaupun baru dipahami secara samar-samar oleh sains modern; kilat adalah suatu elemen elektrifikasi dari sistem awan, dan melaluinya “awan-awan badai di-charge seperti kapasitor raksasa di langit”; kilat menghantam bumi sekitar 100 kali per detik; ia mengandung hingga satu milyar volt listrik, bisa lima kali lebih panas dari matahari, dan dapat bergerak dengan kecepatan 100 juta mil per jam); “serta dengan hujan” (mengacu kepada kembalinya air ke bumi melalui presipitasi air), “angin” (yang mengendalikan pergerakan awan dan mempengaruhi presipitasi). Melalui siklus global hidrologi, air, yang adalah essensial untuk kehidupan, dimurnikan dan di-distribusikan ulang dan diperbaharui. Pada inti dari semua ini adalah elemen air itu sendiri yang ajaib, yang mampu berubah bentuk antara cair, uap, dan es. Yeremia mengatakan bahwa Allah mengendalikan semua ini. “Ia memperdengarkan suaraNya…Ia menaikkan….Ia membuat…..mengeluarkan.” Semua proses ini tidaklah “alami” dalam pengertian telah berevolusi atau memiliki kehidupan mereka sendiri. Sang Pencipta bukanlah Allah yang absen. Dia menopang segala sesuatu (Ibr. 1:3). Segala sesuatu ada di dalam Dia (Kol. 1:17).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang Sebuah Mega-Church Mengatakan Dia Melihat Yesus

(Berita Mingguan GITS 21 April 2018, oleh Dr. Steven Liauw)

Stovall Weems, gembala sidang dari Celebration Church di Jacksonville, Florida, mengklaim bahwa dia melihat Yesus pada hari “Jumat Agung,” 30 Maret 2018. Dia memberitahu jemaatnya, “Saya mendengar suaraNya … irama kata-kataNya. Saya dapat merasakan perasaanNya. Saya dapat merasakan kehadiranNya seperti Dia memiliki suatu kepribadian. …Saya merasa seperti telah mengenalNya selamanya. Saya tidak dapat menggambarkan kedekatan yang saya rasakan dengan Yesus. Dia tidak memandang pada saya, saya tidak pernah melihat bagian depan dari wajahNya. Dia memakai baju putih. Dia memiliki rambut coklat,” (Pastor of Jacksonville Florida MegaChurch Claims Face to Face Meeting with Jesus Christ,” YouTube, April 1, 2018). Weems mengatakan bahwa setelah dia melihat Yesus, “secara emosional saya kacau balau … saya hanya menangis saja. Saya tidak bisa tidur.” Weems bertanya kepada istrinya, Kerri, sesama gembala di gerejanya, untuk membantu dia menggambarkan “kunjungan” tersebut dan menyebut istrinya itu “Roh Kudus yang satu lagi dalam hidup saya.” Mendengar pernyataan itu, gereja dengan 12.000 anggota itu bersorak.

Ketika kita meneliti Alkitab mengenai hal ini, jelas bahwa yang dilihat oleh Weems adalah suatu penipuan Iblis. Menurut Alkitab, orang yang menjadi saksi terakhir dari kebangkitan Yesus adalah Rasul Paulus (1 Kor. 15:8). Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada lagi saksi yang baru setelah Paulus, sampai nanti Tuhan Yesus datang kembali. Memang, Rasul Yohanes melihat Tuhan Yesus dalam penglihatan di pulau Patmos sekitar tahun 95 M, tetapi Rasul Yohanes bukanlah saksi baru atau saksi terakhir, karena Rasul Yohanes sudah menjadi saksi kebangkitan Yesus jauh sebelum Rasul Paulus. Lagipula, dalam penglihatan Yohanes, Tuhan Yesus memiliki rambut yang putih bagaikan bulu (Wah. 1:14), bertentangan dengan “cerita” Weems tentang rambut coklat. Lebih lanjut lagi, ketika Yohanes melihat Yesus, ia tersungkur di kakiNya seperti orang mati (Wah. 1:17), bukan menangis tak berhenti.

Mengapakah Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Rasul Paulus dan Rasul Yohanes, lalu bukan kepada kita hari ini? Itu karena mereka adalah Rasul, dan syarat Rasul adalah menjadi saksi kebangkitkan Yesus, karena itulah tujuan utama kerasulan (Kisah Rasul 1:21-22). Para Rasul adalah saksi mata, yang lalu Tuhan sertai dengan berbagai tanda dan mujizat (2 Korintus 12:12; Mar. 16:20), untuk memberikan otoritas kepada kesaksian mereka, karena kesaksian mereka-lah yang akhirnya akan diilhamkan Tuhan menjadi kitab-kitab Perjanjian Baru di tangan kita. Hari ini, orang percaya memahami bahwa Yesus Kristus telah bangkit, bukan dengan cara melihat Yesus Kristus, tetapi dengan membacanya dari Firman Tuhan. Oleh sebab itulah Tuhan berkata kepada Tomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh. 20:29). Petrus memberikan pernyataan yang sangat tegas bahwa orang percaya zaman gereja, setelah Rasul-Rasul, tidaklah melihat Yesus secara fisik. “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu” (1 Pet. 1:8-9).

Jadi, gembala Stovall Weems adalah seseorang yang telah sangat tertipu, dan kemudian meneruskan penipuan Iblis ini ke orang-orang lain. Tetapi, cerita-cerita seperti ini justru sangat disukai oleh orang Kristen zaman sekarang. Hal ini menggenapi perkataan Tuhan melalui Paulus, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Semakin hari akan semakin banyak penipuan. Terkadang, ada penipu yang akhirnya bertobat dan membongkar penipuannya sendiri. Salah satu contoh adalah Alex Malarkey, seorang anak lelaki 6 tahun, yang setelah mengalami koma selama 2 bulan, lalu bersaksi bahwa dia pergi ke Sorga, dan menulis buku berjudul The Boy Who Came Back from Heaven. Banyak orang Kristen, terutama dari kalangan kharismatik, yang memuji buku tersebut. Belakangan Alex mengaku bahwa isi buku itu semuanya bohong dan dibuat bersama dengan ayahnya hanya sebagai alat untuk mencari uang. Inilah efek dari mengabaikan peringatan Alkitab, dan menempatkan pengalaman dan kisah-kisah manusia di atas kebenaran absolut Firman Tuhan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Paus Dilaporkan Mengatakan Tidak Ada Neraka

(Berita Mingguan GITS 7 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Pope Francis,” CNSNews.com, 29 Mar. 2018: “Dalam sebuah wawancara lainnya dengan Eugenoi Scalfari, teman atheisnya sejak lama, Paus Fransiskus mengklaimb ahwa Neraka tidak eksis dan bahwa jiwa-jiwa yang terhukum hanya ‘lenyap.’ Ini adalah penyangkalan terhadap pengajaran 2000 tahun Gereja Katolik sendiri tentang realitas Neraka, dan eksistensi kekal dari jiwa. Wawancara antara Scalfari dan sang Paus dipublikasikan pada tanggal 28 Maret 2018, di La Repubblica. Bagian yang relevan tentang Neraka diterjemahkan oleh web log yang banyak dipercaya, Rorate Caeli. Wawancara itu berjudul, ‘Sang Paus: Sungguh terhormat jika disebut revolusioner’ (‘Il Papa: ‘È un onore essere chiamato rivoluzionario). Scalfari berkata kepada Paus, ‘Yang Mulia, dalam pertemuan kita sebelumnya, anda memberitahu saya bahwa spesies kita akan menghilang pada saat tertentu, dan bahwa Allah, masih dengan kuasa penciptaanNya, akan menciptakan spesies baru. Anda tidak pernah berbicara kepada saya tentang jiwa-jiwa yang mati dalam dosa dan yang akan pergi ke neraka untuk menderita di sana selamanya. Namun anda pernah berbicara kepada saya tentang jiwa-jiwa yang baik, yang diizinkan masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Tetapi bagaimana dengan jiwa-jiwa yang buruk? Di manakah mereka dihukum?’ Paus Fransiskus mengatakan, ‘Mereka tidak dihukum, mereka yang bertobat mendapatkan pengampunan Allah dan masuk dalam jajaran jiwa-jiwa yang merenungkanNya, tetapi mereka yang tidak bertobat dan oleh karena itu tidak dapat diampuni, akan menghilang. Tidak ada neraka, yang adalah lenyapnya jiwa-jiwa berdosa.’”

Posted in Katolik | Leave a comment

Film tentang Maria Magdalena Menggambarkan Dia sebagai Seorang Rasul

(Berita Mingguan GITS 7 April 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah film baru yang berjudul Mary Magdalene, disutradarai oleh Garth Davis, menggambarkan Maria sebagai seorang wanita independen yang kuat, yang adalah “juga seorang rasul dirinya sendiri” (“Think you know Mary Magdalene”? BBC, 13 Mar. 2018). Maria yang didalam Kitab Suci adalah seorang wanita dari desa nelayan Magdala, di pantai barat laut Danau Galilea, yang menjadi seorang pengikut Yesus setelah roh-roh jahat diusir dari dirinya. Dia hadir pada peristiwa Penyaliban dan adalah yang pertama menyaksikan Kristus yang telah dibangkitkan (Mar. 16:9-10). Pada abad keenam, Paus Gregory I, secara salah mendeklarasikan Maria sebagai wanita pelacur yang bertobat yang disebut dalam Lukas 7:36-50, dan ini menjadi pandangan yang populer hingga sekarang. Tulisan-tulisan Gnostik dari abad kedua dan ketiga, seperti Injil Maria, menggambarkan dia sebagai seorang murid yang spesial, dengan pemahaman rohani yang mendalam, yang menjadi seorang instruktur bagi murid-murid lelaki. Tentu semua ini adalah kesesatan. Yang benar tentang Maria Magdalena, dari Firman Tuhan adalah sebagai berikut.

Dia disebut Maria Magdalena, karena ia berasal dari kota Magdala, yang terletak di pantai barat laut Danau Galilea, sebuah kota nelayan. Ada industri sarden di kota itu, dan nama Yunani dari kota itu adalah Tarichaea, yang berarti “tempat ikan diasinkan.” Penggalian arkeologi baru-baru ini menemukan adanya sebuah sinagog besar di kota itu, dari abad pertama. Kristus pastinya pernah berkhotbah di sana (Mat. 4:23).

Kita tidak tahu apa-apa tentang status pernikahan Maria, kecuali bahwa tidak pernah disinggung dia memiliki suami. Maria pernah dirasuki roh jahat dan menderita berbagai penyakit, dan Yesus mengusir tujuh roh jahat dari padanya. Maria menjadi murid Yesus yang setia, dan adalah salah satu wanita yang melayani Yesus dan murid-murid selama pelayananNya di daerah Galilea (Luk. 8:1-3). Alkitab banyak memberi penekanan tentang peran pelayanan para wanita bagi Kristus selama Ia di bumi.

Maria hadir saat penyaliban dan menyaksikan kematian Yesus (Mat. 27:55-56). Semua murid lelaki melarikan diri sepertinya, kecuali Yohanes. Tetapi banyak murid wanita dari Galilea bertahan bersama Kristus dalam penderitaanNya, termasuk Maria Magdalena. Maria lalu mengunjungi kubur Kristus setelah kematianNya dan mengamati persiapan pada tubuhNya dan penaruhanNya pada kubur (Mat. 27:58-61). Maria “yang lain” adalah istri Kleopas dan ibu dari Yakobus dan Yoses.

Kepada Maria-lah, seorang wanita, Yesus pertama menampakkan diri pada pagi itu (Mar. 16:9). Yohanes 20 menggambarkan apa yang terjadi secara lebih mendetil. Dia melihat batu telah terguling dan berlari untuk memberitahu Petrus dan Yohanes (Yoh. 20:1-2). Dia kembali lagi setelah mereka telah pergi dan menangisi kubur itu. Pada saat itulah dia melihat Yesus dan pertama ia kira seorang tukang kebun. Lalu Yesus menyatakan diriNya kepada Maria dengan penuh kasih. Sungguh, Maria Magdalena tidak perlu diangkat menjadi rasul, dan tidak perlu kita menciptakan berbagai legenda atau kesesatan tentang dia (misal bahwa dia menikah dengan Yesus). Dari apa yang tertulis dalam Alkitab, Maria adalah pengikut Yesus yang setia, dan yang diberkati oleh Tuhan karena ia memiliki persekutuan indah dengan Juruselamatnya.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Wanita | Leave a comment