Max Lucado Mengatakan Persatuan Menciptakan Kepercayaan dan Adalah Kunci Penginjilan

(Berita Mingguan GITS 12 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Gembala sidang Church of Christ dan juga penulis best-seller, Max Lucado, menyerukan persatuan Kristiani sebagai kunci kesuksesan penginjilan. Dia mengatakan, “Pada malam terakhir hidupNya, Yesus mengatakan suatu doa yang menjadi benteng bagi semua orang Kristen [Yoh. 17:20-21] … Persatuan menciptakan kepercayaan. Bagaimana dunia bisa percaya bahwa Yesus diutus Allah? Bukan dengan melihat kita saling setuju satu sama lain. Bukan dengan kita menyelesaikan semua kontroversi. Bukan jika kita semua satu suara dalam semua hal. BUKAN JIKA KITA TIDAK PERNAH MEMBUAT KESALAHAN DOKTRINAL. Tetapi jika kita mengasihi satu sama lain. … Dunia akan dimenangkan bagi Kristus ketika gereja satu di dalam Kristus” (“Max Lucado: Jesus Prayed for Unity,” Christian Post, 2 Nov. 2016). Dalam bukunya, In the Grip of Grace, Lucado mengucap syukur pada Allah untuk kaum Pantekosta, Anglikan, Southern Baptist, Presbyterian, dan Roma Katolik.

Kata-kata yang terdengar manis ini sangatlah salah. Lucado adalah serigala berbulu domba. Dia mau agar umat Allah mengabaikan pengajaran yang salah demi mencapai persatuan. Dia mau agar kita mengasihi guru-guru palsu lebih dari mengasihi Allah dan kebenaran. Kita diperintahkan untuk menandai dan menjauhi para guru palsu (Rom. 16:17) dan menghindari orang-orang yang “secara lahiriah” .. “menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” (2 Tim. 3:5). Kita diperintahkan untuk berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yud. 3), dan tidaklah mungkin untuk berjuang mempertahankan doktrin yang benar sambil berjuang untuk persatuan ekumenis pada saat yang sama. Paulus tidak mencari persatuan dengan para penyesat; dia menegor mereka dengan tajam (mis. 1 Kor. 35-36; Gal. 5:7-10; Kol. 2:8). Lucado tidak pernah menegor kesesatan dalam Church of Christ dan terus mempertahankan hubungan dekat dengan Pepperdine University dan Abeline Christian University, yang keduanya adalah institusi kuat Church of Christ.

Pada Juni 1997, saya berbicara dengan Lucado di telepon, dan juga dengan Penatua Doyle Jennings dari Oak Hills Church. Keduanya menyatakan bahwa mereka percaya baptisan diperlukan untuk keselamatan, tetapi mereka tidak percaya “baptismal regeneration” (kelahiran kembali terjadi saat baptisan). Mereka menambahkan ritual baptisan kepada kasih karunia Kristus untuk keselamatan. Ini adalah kesalahan standar dalam Church of Christ, dan adalah masalah serius karena berarti ini adalah Injil yang palsu. Lucado penuh dengan kesesatan, termasuk mistikisme kontemplatif dan keselamatan di luar dari iman pribadi kepada Yesus Kristus. Dalam buku Max of Life, pertanyaan berikut diajukan: “Bagaimana dengan orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Allah? Apakah Allah akan menghukum mereka?” Lucado menjawab: “Tidak, Dia tidak akan. Populasi sorga termasuk banyak sekali orang yang baru akan mengenal nama Juruselamat mereka setelah mereka bangun di rumah kekal mereka” (hal. 222). Tidak heran bahwa Lucado menyerukan “persatuan.” Para penyesat sangat senang dengan persatuan ekumenis dan mereka membenci doktrin separatisme Alkitabiah.

Posted in Ekumenisme, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Laporan Penganiayaan Agama di Cina

(Berita Mingguan GITS 5 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Report,” China Aid, 5 Okt. 2016: “Berikut ini adalah rangkuman eksekutif tentang penganiayaan terhadap orang Kristen di Cina tahun 2015-2016 yang disampaikan kepada Parlemen Uni Eropa. Sambil Cina semakin merosot masuk menjadi rezim yang semakin menganut Maoisme, Partai Komunis terus mengekang kebebasan beragama dan menjalankan kendali atas segala bentuk ketidaksetujuan dengan cara menangkap atau mempersulit orang-orang yang menentang perketatan ini. Menurut presiden saat ini, Xi Jinping, agama harus menyesuaikan diri dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat sosialis. Dalam sebuah konferensi nasional tentang agama yang dilaksanakan bulan April tahun ini, dia mendorong administrasi pemerintah yang dia pimpin untuk memastikan bahwa agama-agama ‘menggabungkan doktrin agamawi dengan budaya Cina, tunduk pada hukum dan aturan Cina, dan membaktikan diri untuk reformasi Cina dan mendorong modernisasi sosialis untuk bersumbangsih pada realisasi impian nasional Cina untuk mencapai rejuvenasi,’ dan berargumen bahwa peran Partai adalah untuk ‘membimbing dan mengedukasi kelompok agamawi dan para pengikut mereka tentang nilai-nilai inti sosialis….’ Kata-katanya mengukuhkan penekanan yang sudah dilakukan di seluruh negara itu terhadap institusi-institusi agama, termasuk sebuah kampanye untuk menghancurkan tanda-tanda salib, penangkapan semena-mena atas gembala-gembala sidang dan pengacara-pengacara mereka, dan penekanan terhadap kaum Budha Tibet dan Muslim Uyghur. Karena China Aid menerima laporan tentang penganiayaan terhadap Kristen, rangkuman ini akan menggarisbawahi kasus-kasus mereka sebagai sampel penekanan yang luas terhadap keberimanan.

Berbagai kampanye penganiayaan membuat 2016 menjadi salah satu tahun yang paling penuh tirani setelah Revolusi Budaya. Sementara para pengacara hak asasi manusia terus berjuang untuk hak membela klien-klien mereka tanpa mendapatkan serangan hukum, para pejabat di propinsi Zhejiang meluncurkan tahun ketiga berturut-turut program pembersihan yang menargetkan penghancuran simbol-simbol salib. Propinsi Henan meluncurkan suatu gerakan yang berfokus untuk memaksa gereja-gereja Katolik dan Protestan yang “ilegal” untuk tunduk pada nilai-nilai sosialis, dan para pejabat menangkap dan memenjarakan anggota-anggota gereja. … Seorang pengacara Kristen lainnya, Li Heping, menghilang dalam tahanan polisi pada 10 Juli 2015, diikuti oleh saudaranya, pengacara Li Chunfu, pada 1 Agustus tahun yang sama. Li Heping secara resmi ditahan tanggal 8 Jan. 2016, dengan tuduhan “merongrong kekuasaan negara.” Sejak mereka menghilang, anggota keluarga tidak dapat menghubungi kedua orang tersebut. … Gerakan ini mencerminkan trend politik baru yang diimplementasikan oleh pemerintah Cina, yang memperketat kendali atas aktivitas agama yang damai, misalnya dengan menghukum pertemuan gereja rumah dengan memenjarakan oran Kristen atau mendenda berat para pemimpin gereja, melarang para pengikut agama untuk mengikuti konferensi atau pelatihan di luar negeri, dan melarang anak-anak menerima pengajaran agama.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Para Ilmuwan Menemukan Aspek Baru dari Sistem Imun Tubuh

(Berita Mingguan GITS 5 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ahli biologi di Imperial College London telah menemukan sebuah aspek baru dari sistem imun manusia yang berhubungan dengan epitop, yaitu molekul-molekul pada permukaan sel yang mengidentifikasi toksin atau patogen asing dalam tubuh (misalnya bakteri atau virus). Epitop mengenali patogen melalui suatu antigen, yaitu molekul unik milik patogen tersebut. Epitop lalu membuat semacam tag atau tanda pengenal pada antigen tersebut, yang akan mengisyaratkan antibodi untuk menyerangnya. Sebagian aspek dari proses sinyal yang luar biasa ini sudah diketahui sebelumnya, tetapi sekarang dipahami bahwa ternyata sistem ini jauh lebih luas dan kompleks dari yang dikira semula. Penemuan ini baru ini begitu penting, sehingga dianalogikan dengan menemukan suatu benua baru. Biologis Michael Stumpf mengatakan, “Ini dapat memimpin bukan hanya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana sistem imun bekerja, tetapi juga dapat memberi petunjuk cara-cara baru pemgembangan terapi dan obat dan vaksin” (“Scientists have discovered,” Science Alert, 21 Okt. 21, 2016).

Apa yang ilmuwan telah temukan selama setengah abad terakhir adalah bahwa sel makhluk hidup adalah suatu dunia yang penuh dengan kompleksitas. Sungguh kompleksitas di dalam kompleksitas di dalam kompleksitas, dan ini sudah nyata walaupun para ilmuwan baru mulai memahami dunia molekuler dan atom. Berbagai sistem di dalam sel makhluk hidup membuat mesin-mesin kompleks buatan manusia, seperti mikroskop elektron, terasa seperti mainan, dan bukan hanya sederhana tetapi juga tidak hidup dan tidak dapat berkembang biak. Dari hal ini saya mendapat pelajarn bahwa sel makhluk hidup memiliki seorang pencipta, sama seperti mikroskop memiliki pencipta, tetapi Pencipta sel makhluk hidup jauh lebih intelijen dan berkuasa. Saya tidak pernah bermasalah percaya ada Allah, bahkan ketika saya masih memberontak dan belum selamat. Setiap aspek dari dunia ciptaan bersaksi tentang Dia. Tetapi percaya ada Allah tidak sama dengan keselamatan. Keselamatan memerlukan iman pada Injil Yesus Kristus: bahwa Allah menjadi manusia melalui kelahiran perawan, menjalani hidup tanpa dosa, dan menjadi penebusan bagi dosa manusia dengan menderita dan berdarah di atas salib Kalvari, mati, dan bangkit dari kematian setelah tiga hari. Saya menjadi 100% percaya pada injil Yesus Kristus 43 tahun yang lalu dan tidak pernah meragukan atau menyesalinya. Ada yang mengejek iman saya tidak masuk akal bahwa Allah menjadi manusia, tetapi saya mengejek iman mereka bahwa cacing dapat menjadi manusia.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

“Rasul” C. Peter Wagner Meninggal

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

C. Peter Wagner, seorang guru pertumbuhan gereja yang dalam sepuluh tahun terakhir hidupnya menerima mantel kerasulan, telah meninggal dunia pada 21 Oktober 2016. Wagner pernah menjadi misionari ke Bolivia selama 16 tahun, dan juga adalah profesor di Fuller Theological Seminary dari 1971 hingga 1999. Sewaktu di Fuller, Wagner masuk ke dalam gerakan kharismatik oleh karena pengaruh dari John Wimber, dan semakin tertipu menjelang akhir hidupnya. Mereka [Wagner dan Wimber] mengajar sebuah mata pelajaran yang berpengaruh pada tahun 1980an, yang disebut “Tanda-Tanda, Mujizat-Mujizat, dan Pertumbuhan Gereja,” yang mempromosikan penggunaan “mujizat” untuk membuat penginjilan lebih efektif. Wagner menciptakan istilah “gelombang ketiga” (third wave) untuk menggambarkan orang-orang Injili yang menerima karunia tanda-tanda dan fenomena-fenomena kharismatik, tetapi yang tidak mau disebut kharismatik. (Gelombang pertama adalah denominasi-denominasi Pantekosta klasik, dan gelombang kedua adalah gerakan kharismatik). Wagner berkata, “Salah satu bagian kunci dari perjalanan rohani saya sendiri adalah persahabatan dekat saya dengan John Wimber, yang dimulai pada pertengahan 1970an” (The Third Wave of the Holy Spirit, hal. 27). Dia mengklaim bahwa nubuat-nubuat seperti yang tercantum dalam Alkitab kini sedang dipulihkan kembali. Dalam sebuah khotbah di Indianapolis ‘90, Wagner berkata, “Pada tahun 1980, Allah mulai berbicara kepada gereja-gereja tentang bangkitnya kembali [karunia] nubuat seperti dalam Alkitab. …Maksud saya seperti Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Yesaya, nubuat-nubuat seperti itu, yaitu Allah berbicara kepada gereja-gereja. …semua tanda-tanda ini, semua yang dikatakan Roh kepada gereja-gereja, menunjuk kepada suatu kebangkitan rohani besar, kebangkitan dengan ‘K’ huruf besar. …anak-anak bernubuat, anak-anak meletakkan tangan pada orang sakit dan mereka disembuhkan” (dari catatan khotbah D. Cloud di konferensi itu).

Wagner mengklaim bahwa dia disembuhkan dari sakit kepala berulang setelah John Wimber memberitahu dia bahwa itu “sakit kepala dari roh jahat” dan bahwa dia harus “memperlakukannya seperti kucing yang di atap rumah! Teriaki dia dan usir dia” (Ibid., hal. 69). Inilah contoh tipe omong kosong yang sering kali dianggap sebagai kesembuhan dalam semua “gelombang” Pantekostalisme. Karunia tanda-tanda mereka sebenarnya tidak ada; rasul-rasul mereka konyol; bahasa “lidah” mereka adalah komat kamit tanpa arti; dan nubuat-nubuat mereka adalah kebohongan. Pada tahun 1990an, Wagner menjadi seorang pemimpin di New Apostolic Reformation (NAR), yang percaya bahwa kedatangan Kristus akan didahului oleh dikembalikannya jabatan rasul dan suatu kebangkitan rohani tanda-tanda kerasulan. “Nabiah” Cindy Jacobs mengumumkan bahwa Wagner adalah seorang rasul dan mengatakan Tuhan memberitahu dia bahwa Wagnar akan “mengubah wajah kekristenan … seperti dilakukan Martin Luther dahulu” (“Mobilizing the Prophetic Office,” National School of the Prophets, 11 Mei 2000). Wagner menulis banyak buku tentang topik-topik ini dan ia memiliki pengaruh yang luas dalam menyesatkan banyak orang. Kita tidak tahu hari ini Wagner ada di mana, tetapi kita tahu bahwa sekarang dia sudah sadar dia bukan rasul. Saya pernah mendengar Wagner, Wimber, dan banyak ornag Pantekosta, atau kharismatik, atau orang “gelombang ketiga” berbicara di konferensi-konferensi, seperti New Orleans ‘87, Indianapolis ‘90, St. Louis 2000, dan di tempat-tempat lain. Untuk mendapat laporan tentang hal-hal ini silakan lihat Charismatic Confusion, baik bentuk buku, maupun eBook gratis di www.wayoflife.org.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Paus Mendorong Lutheran agar Mengesampingkan Doktrin untuk Bekerjasama

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Pope Urges,” Associated Press, 13 Okt. 2016: “Paus Fransiskus, pada hari Kamis, mendorong para Lutheran untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan doktrinal, dan bekerjasama dengan orang-orang Katolik untuk merawat orang-orang miskin, sakit, dan para pengungsi, sambil dia menjabarkan visinya akan persekutuan yang lebih besar sebelum dia mengunjungi Swedia belakangan bulan ini. Fransiskus menyapa sekitar 1000 orang Lutheran yang mengunjungi Vatikan dalam suatu ziarah ekumenis. Mereka tiba di Roma dari Jerman, tempat Martin Luther memicu Reformasi Protestan dengan memakukan 95 thesisnya di pintu sebuah gereja untuk menantang berbagai penyalahgunaan Gereja Katolik. Fransiskus akan menandai peringatan 500 tahun Reformasi dengan kunjungannya 31 Okt – 1 Nov ke Swedia. Di sana dia akan ikut serta dalam sebuah kebaktian ekumenis dengan Lutheran World Federation. Seperti pendahulunya, Fransiskus telah mengulurkan tangan kepada kaum Prostestan, Ortodoks, dan orang-orang Kristen lainnya untuk menyembuhkan perpecahan dalam kekristenan. Tetapi, berbeda dengan para pendahulunya, Fransiskus bahkan mengatakan bahwa perbedaan theologis harus dikesampingkan supaya orang-orang Kristen dapat bekerja sama dalam isu-isu sosial yang urgen, termasuk membantu orang miskin, masalah lingkungan, dan membantu orang-orang Kristen di Irak dan Siria.”

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Darah: Satu Lagu Desain Masterpiece

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 16 Maret 2016: “Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa sel darah terlihat seperti piringan merah dan agak cekung di bagian tengah? Lebih lanjut lagi, apakah bentuk yang khas ini termasuk elemen desain ataukah hasil dari mutasi dan seleksi alam selama jutaan tahun? Alan Gillen, seorang biologis dan kreasionis, membuat argumen yang kuat bahwa ini semua bagian dari desain dalam bukunya yang berjudul Body by Design. Menurut Dr. Gillen, para ilmuwan menggunakan komputer mainframe IBM untuk menentukan bentuk ideal untuk suatu sel yang tugasnya adalah membawa oksigen ke sel-sel lain dan juga mengangkut pergi sampah. Mereka menemukan bahwa bentuk sel darah merah yang bioconcave, memungkinkan terjadinya kontak permukaan yang maksimum antara hemoglobin yang membawa oksigen dengan sel-sel yang memerlukan. Hal ini memfasilitasi pertukaran dua arah gas-gas dalam darah. Dia juga menunjukkan bahwa bentuk ini memberikan sel darah merah fleksibilitas dan elastisitas, sehingga dapat telipat ketika sedang mengalir di kapiler-kapiler darah yang sempit. Tambahan lagi, mereka memiliki sisi-sisi yang mulus dan lengkung, yang mengurangi jumlah gesekan ketika bergerak melalui vena, arteri, dan kapiler. Nah, apa jadinya jika percobaan pertama evolusi untuk membuat sel darah merah menghasilkan sel-sel yang berbentuk kubus dengan sisi-sisi yang tajam dan tipis? Apa jadinya jika sel-sel darah tidak memiliki bentuk bioconcave yang khas itu? Jelas, sel darah harus didesain pas sejak pertama kali, kalau tidak organisme itu akan mati. Dan karena sudah membicara ini, coba tanya kepada seorang evolusionis, mana yang berevolusi lebih dahulu – darah, atau jantung, atau sistem peredaran darah dengan vena, arteri, dan kapilernya? Sekali lagi, Allah harus menciptakan mereka pada saat yang sama agar semuanya dapat bekerja.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Penghujatan oleh CCM

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kami telah sejak lama memperingatkan tentang penghujatan yang diterima luas di kalangan Musik Kristen Kontemporer (CCM, Contemporary Christian Music), dan bukti-bukti terlihat jelas di penghargaan GMA Dove Awards 2010. Pemberian penghargaan dengan cara seperti ini saja sudah merupakan tindakan imitasi akan dunia, dalam segala segi, mulai dari komersialisme, musiknya, pakaian yang dikenakan, suasana “cool” duniawi yang ditunjukkan. Allah memerintahkan umatNya untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12:1-2), namun ini diabaikan secara terang-terangan oleh kelompok CCM. Tidak dapat dibayangkan bagaimana mereka bisa lebih sama dengan dunia lagi. Menyatukan hal-hal kudus Yesus Kristus dengan hal-hal fasik dunia ini, itu saja sudah merupakan suatu bentuk penghujatan, jadi tidak heran bahwa mereka merasa nyaman dengan hal-hal seperti “Funky Jesus Music.” Ini dinyanyikan oleh TobyMac di acara penghargaan 2010 tersebut. Dia diperkenalkan sebagai seseorang yang “cool, relevan, dan senantiasa muda.” Kata-katanya seperti ini [Tidak diterjemahkan]: “Rock, rock/ Give me that rock/ That hip, that rock/ Give me that funky/ Give me that funky/ Yo stick it in red/ We got the cred/ No need to say what’s already been said/ Don’t need to please/ When we got the proof/ We be on our knees/ When we raise the roof/ ‘Cause we got the/ Wow pow mix of flavor/ We got the funky Jesus blazer/ No equal/ Diverse people/ Come get it now/ Won’t be a sequel/ None of that mumbo jumbo/ Give me that hip hop funk soul/ Give me that funky Jesus music/ Give me that soulful gumbo.”

Yesus yang digambarkan ini, Yesus yang berpesta pora, adalah Kristus yang palsu. Memang Yesus adalah sahabat orang berdosa. Dia adalah Sahabat terbesar orang berdosa! Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi Yesus tidaklah cool dalam pengertian duniawi bagaimanapun. Ketika seseorang bersama dengan Yesus, itu bukanlah waktu berpesta; itu waktu pemuridan. “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya” (Luk. 10:39). Yesus yang kita lihat dalam Alktiab memperingatkan semua orang untuk bertobat dan “pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Ia menghabiskan banyak waktu menggambarkan kengerian neraka dan memperingatkan orang dengan bahasa yang tajam untuk tidak masuk ke sana. Tipe khotbah seperti ini akan menghentikan pesta duniawi mana pun! Tuhan Yesus Kristus tidak datang ke dunia untuk main game dan membuat pesta yang cool. Dia datang ke dunia untuk memenuhi suatu tujuan yang sangat spesifik dan serius, dan Dia sepenuh hati mengejar tujuan tersebut. Mungkin ada orang yang berargumen bahwa “Funky Jesus Music” tidak mewakili para Musisi Kristen Kontemporer seperti Townend/Getty, tetapi apakah mereka-mereka itu ada bersuara menentang kekacauan ini? Di manakah mereka ada menegor dan menggunakan “takut akan Allah” pada teman-teman musisi CCM mereka, dan dengan tegas menyingkapkan kesesatan, dosa, dan keduniawian yang meresap dalam bidang ini? Dengan berdiam diri, mereka ikut serta dalam kejahatan. Seperti yang telah kami dokumentasikan, Townend/Getty memiliki agenda ekumenis yang radikal, dan mereka berasosiasi dan menyetujui tokoh-tokoh Katolik seperti Matt Maher.

Posted in musik | Leave a comment

PBB Menyangkal Hubungan Sejarah Israel dengan Bukit Bait

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), melakukan voting 24 banding 6, dan menyetujui sebuah resolusi yang menyangkal ada hubungan sejarah antara orang Yahudi dengan situs-situs kudus di Yerusalem, termasuk Bukit Bait (“‘Egregious and Sinister,’ CBN.com, 14 Okt. 14, 2016). Hanya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania, dan Estonia yang menyatakan tidak setuju. Dua puluh enam negara mengambil jalan penakut dan memilih abstain, sehingga mengizinkan resolusi ini untuk lolos. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu merespon, “Bahkan jika mereka tidak membaca Alkitab, saya akan mengusulkan agar para anggota UNESCO mengunjungi Lengkung Titus (Arch of Titus) di Roma. Pada prasasti bersejarah itu dapat terlihat pasukan Roma sedang mengangkut benda-benda jarahan dari Bait Suci kedua di Bukit Bait 2000 tahun yang lalu. Di sana, terpahat pada Lengkung Titus, adalah menorah bercabang tujuh yang adalah simbol umat Yahudi, dan saya mengingatkan anda, juga adalah simbol bangsa Yahudi hari ini. Jangan-jangan UNESCO juga mau berkata bahwa Kaisar Titus terlibat dalam propaganda Zionis. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran sejarah lebih kuat dan kebenaran akan menang. Dan hari ini kita berurusan dengan kebenaran.” Sungguh, kebenaran akan menang, tetapi Israel masih dalam pemberontakan terhadap Penciptanya dan masa depan jangka pendeknya tidaklah terang. Menurut nubuat Alkitab, dia akan ditipu oleh program “damai” antikristus. Dalam Wahyu 11 kita melihat pengukuran terhadap Bait Suci Ketiga di tengah-tengah masa berkhotbahnya dua nabi pembuat mujizat, dan Bait itu akan dikuasai oleh Antikristus yang akan mengklaim diri Allah dan memaksa dunia untuk menyembah dia dengan ancaman maut. “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: ‘Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.’ Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya” (Wah. 11:1-3).

Posted in Arkeologi, Israel | Leave a comment

Membentuk Opal dan Menyatakan Evolusi Salah

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Dr. Andrew Snelling, “Growing Opals–Australian Style,” Creation, Desember 1989: “Len Cram adalah seorang Kristen yang berdedikasi dan yang penuh dengan keyakinan dalam pekerjaannya. Eksperimen-eksperimen yang dia lakukan telah menjungkirbalikkan teori-teori tradisional tentang batu opal, bahkan menantang ide-ide evolusi yang diterima luas tentang geologi dan jutaan tahun yang katanya diperlukan untuk pembentukan batu-batu opal. … Tidak banyak orang yang lebih mengenal batu opal lebih dari Len. Bahkan para ilmuwan yang tidak mau mengakui hasil kerjanya pun mengakui bahwa dia adalah seorang otoritas kelas dunia dalam subjek ini. … Len memulai perkenalannya dengan batu opal di Queensland tahun 1950an. … Dia mempelajari semua tulisan ilmiah tentang silika (bahan dasar opal) yang dapat dia temui. Dia menghabiskan bertahun-tahun dalam berbagai eksperimen – coba lagi dan coba lagi, gagal lagi dan gagal lagi. Setiap eksperimen didokumentasikan dengan baik. Hasil-hasil yang didapat juga didokumentasikan. Walaupun sering putus asa, ia tetap memelihara harapan, dan berlanjut. …Barulah pada tahun 1975 Len mendapatkan sukses pertamanya. Dia menuang sedikit barang “ini” dan sedikit barang “itu” ke dalam sebuah botol. Ia mengocoknya, dan menaruhnya di atas lemari dan melupakannya. Beberapa waktu kemudian, dia dan seorang teman sedang di dalam ruang laboratorium melakukan hal lain, dan teman itu memperhatikan botol tersebut. Di bagian dasar botol sudah terbentuk sekitar tiga milimeter batu opal yang berharga! Len lalu membangun di atas sukses pertama ini. Setelah menemukan kuncinya, ia kini dapat membentuk batu opal yang telihat paling alami yang dapat dibayangkan. Di lemarinya ada berbagai jenis batu opal, Andamooka biru dan hijau; Coober Pedy yang putih dan ‘kristal-kristal’; opal Mexico yang jingga, dan jenis Lightning Ridge yang hitam – semua dibentuk di ruangannya. … Opal yang dibuat oleh Lens ini terlihat seperti asli, karena memang asli. Proses yang dia pakai rupanya mencontoh proses terbentuknya batu opal di alam. … Opal-opal buatan Len yang terbaru kini terlihat persis dengan opal alami bahkan ketika dilihat di bawah mikroskop elektron.

Pekerjaan Len ini dimotivasi oleh keyakinan Kristennya yang kuat. Dia adalah seorang kreasionis (seorang yang percaya penciptaan) dan dia mengklaim bahwa eksperimennya ini membantah teori-teori geologi yang uniformitarian bahwa pembentukan opal terjadi pelan dan bertahap selama ribuan hingga jutaan tahun. Sementara dia mengembangkan sistem pembentukan opalnya, dia belajar banyak mengenai bagaimana opal bisa terbentuk. Len percaya hanya dibutuhkan beberapa bulan dalam bagian-bagian yang cocok di lapisan-lapisan sedimen yang muncul karena Air Bah Nuh – dan dia berkata dia bisa membuktikannya. …Teori sains masa kini, yang didasarkan pada kepercayaan uniformitarian para geolog pada proses yang pelan dan bertahap selama jutaan tahun, menyatakan bahwa pembentukan opal adalah proses sedimentasi. … Tetapi Len telah membuktikan bahwa pembentukan opal sepertinya sama sekali berbeda. Dalam toples-toplesnya, warna pertama sudah mulai muncul dalam waktu 15 menit! Dalam tiga bulan dia mendapatkan lebih dari satu sentimeter pertumbuhan. Len mengatakan bahwa yang paling lama adalah proses pengeringan, yaitu air yang terdapat dalam struktur opal yang berkembang itu didorong keluar selama beberapa bulan hingga tahun.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Taman-Taman Kuno Ditemukan di Petra

(Berita Mingguan GITS 08 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para arkeolog telah menemukan taman-taman kuno di Petra, dengan sistem terowongan airnya yang mengagumkan. “Penggalian baru-baru ini di Petra telah menyingkapkan suatu sistem irigasi dan penampungan air yang secara mengejutkan sangat canggih, yang memungkinkan penduduk kota padang pasir itu untuk bertahan hidup – dan bahkan memelihara sebuah taman yang indah dengan air mancur, kolam-kolam dan sebuah kolam renang yang besar. Keahlian teknis dan berbagai hal wewah yang ditemukan ini bersaksi tentang kekayaan dan kegemilangan ibukota kuno kaum Nabatean ini 2000 tahun yang lalu” (“Monumental forgotten Gardens of Petra,” Haaretz, 28 Sept. 2016). Air disalurkan dari sebuah mata air yang terletak di bukit-bukit di luar Petra, dan dipakai untuk mengirigasi sebuah taman yang besar yang berisikan pohon-pohon, palem-palem korma, berbagai tumbuhan, air-air mancur, dan sebuah kolam renang selebar 44 meter. Petra berlokasi di tengah pegunungan Edom, dan orang-orang Edom yang membangun kota misterius ini disebut sebagai kaum Nabatean. Belakangan orang Roma menguasai Petra ketika mereka mengalahkan Negev dan sebagian dari Arabia. Petra adalah sebuah kota yang kaya yang terletak di Jalur Rempah dari Arab Selatan menuju Mesir, Israel, dan ke sana lagi. Jarak dari Arab Selatan ke Israel adalah 2.400 km. Jarak inilah yang ditempuh oleh Ratu Syeba, yang berangkat untuk mengunjungi Salomo. Ada 65 stasiun unta di sepanjang jalur ini, dan pada zaman itu dikuasasi oleh kaum Nabatean. Kaum Nabatean terlibat dalam perdagangan dan menarik pajak dari karavan-karavan unta yang berperjalanan melewati padang gurun. Petra memiliki kuil-kuil berhala untuk berbagai dewa dewi palsu. Mereka menyembah seorang dewi yang bernama Allat, yang mirip dengan dewi immoral Roma, Aphrodite. Mereka juga menyembah matahari. Mezbah matahari terletak tinggi di Petra, yaitu di atas 600 anak tangga.

Posted in Arkeologi | Leave a comment