Kepenulisan Yesaya

(Berita Mingguan GITS 6 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak sekali pengajar Alkitab hari ini yang menyangkal atau meragukan kesatuan dan kepenulisan dari nubuat-nubuat yang terkandung dalam kitab Yesaya. Berikut adalah ringkasan yang sangat baik yang membantah serangan-serangan ini, ditulis oleh W. J. Hocking, dalam prakata untuk buku Exposition of the Book of Isaiah, oleh William Kelly, edisi keempat, 1946: “Mengenai kepenulisannya, orang-orang yang beriman akan puas untuk menerima tanpa keraguan kesaksian Tuhan sendiri dan para RasulNya, dan para nabi, bahwa Yesaya adalah penulis dari kedua bagian (pasal 1-38 dan pasal 40-66) dari nubuat-nubuat yang memakai nama Yesaya ini. Di dalam Perjanjian Baru ada sekitar 40 kutipan dari nubuat-nubuat ini, dan lebih dari setengahnya secara spesifik disebut sebagai perkataan atau tulisan Yesaya. Kutipan-kutipan ini diambil dari empat pasal di volume pertama (6:9, 10; 9:1, 2; 10:22, 23; 11:1, 10) dan dari lima pasal di volume kedua (40:3; 42:1; 53:1, 7, 8; 61:1, 2; 65:2). Jadi ada cukup banyak contoh otoritas Perjanjian Baru yang menegaskan bahwa Yesaya adalah satu-satunya penulis kumpulan nubuat yang disebut kitab Yesaya itu. Nabi Yesaya disebut dua kali oleh Tuhan kita, yang membaca salah satu nubuat Yesaya tentang DiriNya sendiri yang digenapi pada hari Ia membacanya itu juga. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, semua menyebut nama Yesaya; dan Paulus dalam surat Roma-nya, mengutip lima perikop dari Yesaya, setiap kali dengan menyebut nama Yesaya. Namun demikian, cita rasa literatur modern dan para “ahli” modern menolak kesaksian-kesaksian yang jelas ini. Jadi mereka menolak juga Dia yang adalah “Saksi yang Setia dan Benar,” dan lebih memilih imajinasi mereka sendiri yang gamang.”

Posted in Alkitab, Liberalisme | Leave a comment

Jam Sirkadian, Gen, dan Ritme

(Berita Mingguan GITS 6 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Circadian Clocks” oleh Jeffrey Tomkins, Ph.D., Institute for Creation Research, Acts & Facts 45: “ Kehidupan tidak dapat eksis tanpa kemampuan yang didesain bagi organisme itu untuk melacak waktu berdasarkan siklus siang-malam 24 jam, yaitu siklus yang disebut ritme sirkadian. Bahkan mesin-mesin yang kompleks seperti komputer atau mikro-kontroller memiliki jam sentral atau suatu oscillator. Fitur desain yang vital ini harus ada agar sistem-sistem yang kompleks dapat berfungsi sesuai jadwal, bertautan dengan komponen sistem lainnya, dan berinteraksi dengan lingkungan. Jam sirkadian di dalam tanaman dan binatang ternyata jauh lebih kompleks daripada yang ada dalam sistem buatan manusia. Jam-jam hidup ini mengatur banyak aspek genetika, metabolisme, fisiologi, pertumbuhan, dan perilaku dalam banyak jenis sel dan jaringan di seluruh organisme tersebut. Faktanya, binatang biasanya bukan hanya memiliki sebuah jam sirkadian yang tersentralisasi di otak mereka, tetapi juga memiliki jam-jam perifer di jaringan-jaringan dan organ-organ yang berbeda-beda. Jam-jam perifer ini mengatur organisasi dan fisiologi temporal (berkaitan dengan waktu) dan spasial (berkaitan dengan ruang) di sel, jaringan, atau organ mana pun mereka berada, dan mereka juga mempertahankan sistem agar tetap sinkron dengan jam sentral di otak. Jelas sekali, suatu jaringan komunikasi seluler yang kompleks menghubungkan jaringan-jaringan dengan bagian-bagian tubuh di dalam suatu konteks berbasis waktu – suatu fenomena yang belum sepenuhnya dipahami. … Level saling keterkaitan dan kompleksitas seperti ini secara essensi tidak dapat dipahami dan dan ditelaah oleh manusia, namun eksistensinya secara tidak ilmiah dikatakan berasal dari proses evolusi yang acak. Suatu sistem yang mempunyai inter-koneksi dan bersifat inter-dependen seperti ini adalah contoh yang baik akan suatu kompleksitas yang tidak dapat diireduksi, terutama banyaknya komponen yang harus ada dan berfungsi dengan baik secara sekaligus. Meminta evolusi untuk mengembangkan kompleksitas yang luas ini melalui mutasi acak dan tekanan seleksi adalah sangat konyol. Hanya seorang Insinyur yang hebat dan mahakuasa yang dapat menempatkan sistem yang fantastis dan tertata rapi ini secara baik – bukan hanya di satu dua, tetapi di ribuan jenis-jenis tanaman dan binatang yang diciptakan. Semakin kita memahami genetika makhluk hidup, semakin kita harus memuliakan Penciptanya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Undang-Undang Baru di Rusia Mengekang Penginjilan

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Putin Signs,” Forum18.org, 8 Juli 2016: “Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menandatangani undang-undang baru, yang mengatur ‘aktivitas misionari,’ dan yang semakin membatasi kebebasan ekpresi beragama dan berkepercayaan publik, termasuk di media dan online. Amandemen tersebut – yang dimunculkan secara cepat – menimbulkan protes yang luas, tetapi ditandatangani juga pada tanggal 6 Juli dan penandatanganan itu diumumkan ke publik di Moskow waktu makan siang tanggal 7 Juli. Beritu itu juga diterbitkan di website kepresidenan pada hari itu juga dan mulai berlaku sejak 20 Juli. Para pengacara yang membela kebebasan beragama dan berkepercayaan sudah bersiap untuk meminta banding ke Mahkamah Konstitusi.

Berlawanan dengan kewajiban-kewajiban hak asasi manusia internasional, amandemen terhadap Undang-Undang Agama ini membatasi siapa saja yang boleh membagikan imannya kepada orang lain dengan izin, yaitu terbatas pada anggota-anggota kelompok agama dan organisasi yang sudah terdaftar di negara. Hal ini mengucilkan kelompok-kelompok yang memilih untuk beroperasi tanpa izin negara, seperti jemaat-jemaat Baptis tertentu. Amandemen ini juga bahkan melarang bersaksi secara informal, misalnya menjawab pertanyaan atau berkomentar, oleh individu-individu yang bertindak secara pribadi. Amandemen ini juga membatasi jenis kepercayaan yang boleh disebarkan, menspesifikasi tempat-tempat mana saja yang dapat dipakai untuk berbagi iman, dan secara eksplisit melarang kepercayaan apapun disebarkan di bangunan-bangunan residensial, atau di bangunan milik asosiasi lain secara tanpa izin. Bagian lain dari amandemen tersebut yang disebut “anti-terorisme,” melarang penggunaan bangunan residensial sebagai tempat kegiatan agama. Sekarang ada denda finansial yang berat, hingga 50.000 Rouble bagi individu, dan hingga 1 juta Rouble bagi organisasi yang melanggar amandemen ini. Denda 50.000 Rouble (sekitar 780 dolar), kira-kira setara dengan gaji enam minggu. Denda maksimum bagi organisasi hingga 20 kali lebih tinggi.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, Penganiayaan / Persecution | 1 Comment

Mereka Tidak Memahami Semangat untuk Kebenaran

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Therefore I esteem all thy precepts concerning all things to be right; and I hate every false way” (Maz. 119:128 KJV) Terjemahan sendiri: “Itulah sebabnya aku menghargai segala titahMu; dan segala jalan dusta aku benci.” Saya telah sejak lama mengobservasi bahwa orang-orang yang tidak memiliki semangat berjuang untuk kebenaran tidak memahami semangat untuk kebenaran itu. Semangat untuk kebenaran sudah punah dari kalangan injili modern. Mereka mengatakan bahwa mereka mencintai kebenaran, tetapi mereka tiak membenci segala jalan dusta dan tidak bisa memahami orang-orang yang membenci jalan dusta. Sikap seperti yang ada dalam Mazmur 119:128 secara nyata tidak ada. Membagi-bagi doktrin menjadi “doktrin essensial” dan “doktrin tidak essensial” adalah bukti dari sikap seperti ini. Banyak orang salah menganggap semangat untuk kebenaran sebagai kesombongan, sikap seperti Farisi, dan “agenda” egois. Saat ini kita menyaksikan bahkan banyak gereja Baptis yang mulai tidak memahami semangat untuk kebenaran, dan semangat ini mulai hilang dari kehidupan dan pelayanan mereka. Mereka membeda-bedakan doktrin menjadi yang essensial dan tidak essensial, dan semangat untuk kebenaran yang mereka miliki hanya mereka tujukan kepada yang “essensial” saja. Mereka tidak lagi terusik oleh hampir segala sesuatu, kecuali menegor orang-orang yang sering menegor. Jika para saudara bersalah dalam hal-hal yang “tidak essensial,” mereka diam saja. Mereka mau mempertahankan suasana yang “positif.” Mereka tidak mau merusak persatuan.

Posted in Fundamentalisme | Leave a comment

Mujizat Air Susu Ibu

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Penelitian baru terus menerus mengungkapkan kehebatan dari air susu ibu untuk memberikan gizi dan melindungi bayi. Setiap tipe air susu pada mamalia memiliki zat-zat yang berbeda-beda, sesuai dengan “apa yang diperlukan setiap spesies,” dan “air susu manusia adalah hal yang luar biasa,” persis seperti yang dapat kita harakan dari suatu produk penciptaan ilahi (“Breast-feeding the Microbiome,” The New Yorker, 22 Juli 2016). Sebagai contoh, susu manusia mengandung banyak sekali “molekul gula kompleks yang disebut oligosakarida (H.M.O.), yaitu zat ketiga terbanyak di dalam susu manusia, di belakang laktosa dan lemak.” Bayi tidak dapat mencerna molekul H.M.O. ini. Jadi, zat ini akan melewati usus kecil dan tiba di usus besar, dan di sana zat-zat ini dimakan oleh bakteria khusus yang lalu akan membantu perkembangan sel-sel pencernaan bayi. Mikroba yang dimaksud ini, yaitu Bifidobacerium longum infantis (pendeknya B. infantis) memiliki sekelompok gen, sekitar 30 gen, yang didesain spesial untuk mencerna molekul H.M.O. dari susu ibu. Ada bakteri Bif lainnya di perut manusia, tetapi hanya B. infantis yang memiliki kumpulan gen ini. Sambil bakteri ini mencerna zat H.M.O., “ia menghasilkan asam lemak rantai pendek, yang menjadi makanan bagi sel-sel saluran pencernaan bayi” dan “memicu sel-sel pencernaan untuk membuat protein pelekat yang akan melekatkan lobang-lobang antar sel, sehingga mikroba tidak masuk ke aliran darah, dan juga menghasilkan molekul-molekul anti-peradangan yang mengkalibrasi sistem imun bayi” (Ibid.). B. infantis melakukan pekerjaan yang banyak menolong bayi ini hanya jika ia disuguhi zat H.M.O. dari susu ibu. Jika ia diberi laktosa, maka “bakteri itu hidup tetapi tidak berinteraksi dengan sel-sel bayi.” Air susu manusia “memiliki lima kali lebih banyak tipe H.M.O. dari susu sapi, dan secara kuantitas beberapa ratus kali lebih banyak. Bahkan susu simpanse sekalipun miskin dibandingkan dengan susu kita.” Dan para ilmuwan baru saja mulai memahami apa yang dilakukan berbagai tipe H.M.O. dalam susu manusia bagi seorang bayi.

Laporan ini menyimpulkan pembahasan tentang proses yang begitu kompleks, terkalibasi tepat, dan tersusun sempurna ini dengan berspekulasi bagaimana ini semua muncul dari evolusi. Daripada berkutat di dongeng-dongeng tanpa bukti, lebih baik ilmuwan mundur selangkah dan mengagumi serta merendahkan diri di hadapan Pencipta mahakuasa, dan mencari Dia lewat Injil Yesus Kristus sementara masih ada kesempatan.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Apakah Alkitab Satu-Satunya Otoritas bagi Iman dan Perbuatan?

Apakah Alkitab Satu-Satunya

Otoritas bagi Iman dan Perbuatan?

Oleh Dr. David Cloud, diterjemahkan Dr. Steven Liauw

Apakah Alkitab Satu-satunya Otoritas bagi Iman dan Perbuatan? Gereja Roma Katolik mengatakan tidak demikian. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa “Baik Kitab Suci maupun Tradisi harus diterima dan dihargai dengan perasaan devosi dan hormat yang sama” (Vatican II Documents,“Dogmatic Constitution on Divine Revelation,” Psl. 2, 9, hal. 682). Jadi, Roma telah dengan berani meninggikan tradisi-tradisinya kepada kesetaraan dengan Kitab Suci. Saya sering menerima surat dan email dari orang-orang Katolik yang menantang saya tentang otoritas Alkitab. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mempertahankan doktrin-doktrin Katolik hanya dari Alkitab saja. Jika Alkitab dijadikan satu-satunya patokan bagi iman dan perbuatan kita, maka dapat dengan mudah ditunjukkan dari Kitab Suci bahwa Gereja Katolik adalah gereja yang palsu. Jadi, otoritas Alkitab adalah inti dari perbedaan antara Roma Katolik dengan gereja-gereja yang mendasarkan doktrin dan perbuatan mereka hanya pada Kitab Suci.

 

Berikut ini adalah contoh dari banyak tantangan yang saya terima:

“Saya tidak menemukan apapun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas. Sepertinya bagi saya Alkitab itu sendiri adalah semacam tradisi, karena Alkitab tidak dianggap komplik dalam bentuk seperi sekarang ini hingga banyak tahun setelah kematian semua Rasul. Kita harus mempercayai orang-orang tertentu tentang otentisitas dan kelengkapan Alkitab. Saya menemukan dalam kitab-kitab Suci ajakan untuk mengikuti tradisi-tradisi yang benar, baik itu yang tertulis maupun yang dalam bentuk oral. Tentu saja saya paham bhawa ‘tradisi-tradisi manusia’ tidak boleh diikuti’ (e-mail dari seorang Katolik yang menemukan website Way of Life di internet pada 2 Maret 1999).

JAWABAN SDR. CLOUD:

Kamu mengatakan bahwa kamu tidak menemukan apapun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hanya Kitab Sucilah satu-satunya otoritas. Saya hanya dapat berkata bahwa itu berarti kamu tidak membaca Alkitab dengan hati-hati.

 

PERTAMA, 2 TIMOTIUS 3:16-17 MENGAJARKAN BAHWA KITAB SUCI CUKUP UNTUK IMAN DAN PERBUATAN

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah DIPERLENGKAPI UNTUK SETIAP PERBUATAN BAIK” (2 Tim. 3:16-17). KJV: “All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness: That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works” (2 Tim. 3:16-17)

Hanya Kitab Suci YANG diilhamkan oleh Allah dan dapat membuat manusia kepunyaan Allah sempurna, siap untuk setiap perbuatan baik. Jelas bahwa tidak ada hal lain yang diperlukan di luar dari Kitab Suci. Tradisi Katolik bukanlah Kitab Suci, oleh karena itu tidaklah diilhamkan oleh Allah, dan oleh karena itu tidak diperlukan untuk membuat manusia kepunyaan Allah sempurna. Saya mengatakan ini atas dasar 2 Timotius 3:16-17.

Satu perikop ini saja sudah membantah pengajaran Roma bahwa tradisi mereka sama dengan Kitab Suci. Hanya Kitab Suci yang setara dengan Kitab Suci, karena Kitab Suci diilhamkan Allah. Paulus mengkontraskan kata-kata manusia dengan kata-kata Allah.

Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya” (1 Tes. 2:13).

Hari ini pun kita harus terus membuat perbedaan yang jelas antara keduanya. Jika suatu pengajaran bukanlah Firman Allah, maka itu adalah perkataan manusia, dan kata-kata manusia tidaklah untuk dituruti secara absolut. Firman Allah, Kitab Suci, adalah yang dibutuhkan oleh orang percaya, karena dapat membuat orang percaya itu sempurna, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Continue reading

Posted in Alkitab, Katolik | 3 Comments

Gereja Esa Sedunia Bergerak

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “300 denominasi bertemu untuk pertemuan ekumene di Munich,” Christiantoday.com, 5 Juli 2016: “Sekitar 1700 orang Kristen dari sekitar 300 denominasi telah bertemu di Munich untuk pertemuan Kongres Ekumene bertema “Bersama di Eropa,” untuk mempromosikan persatuan antara Katolik, Protestan, dan Injili. Dalam sebuah pertemuan yang didukung oleh Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodok, Bartholomew I, para pemimpin Gereja Katolik, Gereja Anglikan, beberapa Gereja Ortodoks, denominasi-denominasi Protestan, dan denominasi-denominasi Injili bebas seperti beberapa Baptis dan Pantekosta, berdebat selama tiga hari tentang bagaimana berjalan menuju ‘pertemuan, rekonsiliasi, dan pengharapan akan masa depan yang lebih baik.’ …Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodoks, Bartholomew I dari Konstantinopel, mengirim pesan video ke pertemuan itu. ‘Kami ingin berkontribusi terhadap rekonsiliasi orang-orang Kristen dan gereja-gereja,’ kata para organizer di website mereka. ‘Melalui kesaksian kami tentang persatuan dan rekonsiliasi, kami berharap juga untuk mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Kami ingin menghimbau semua orang di zaman kami ini untuk merespon dengan tegas dan penuh harap untuk maju bersama dan mengatasi hambatan-hambatan antara umat, bangsa-bangsa, kelompok-kelompok sosial dan budaya.’ Kongres itu ditutup dengan rally terbuka yang dihadiri sekitar 5000 orang dengan bendera: ‘500 tahun perpecahan sudah cukup – persatuan bisa dicapai.’” CATATAN DR. CLOUD: Persatuan Kristen yang sejati memerlukan kesatuan pikiran, bukan suatu “persatuan dalam perbedaan” versi ekumene. Firman Allah berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). CATATAN EDITOR: Banyak orang menginginkan damai dan persatuan di atas segalanya. Memang, Tuhan juga menginginkan persatuan, tetapi tidak jika harus mengkompromikan kebenaran. Sama seperti Yoram bertanya kepada Yehu: “‘Apakah ini kabar damai, hai Yehu?’ Jawabnya: ‘Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak’” (2 Raj. 9:22).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Jejak Kaki Manusia Berusia “800.000 Tahun”

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Blog Ken Ham, 9 Juli 2016: “Para peneliti mengklaim telah menemukan apa yang bisa jadi adalah jejak kaki Homo erectus di sebuah padang gurun di bagian tenggara Eritrea (sebuah negara Afrika di tepi laut yang berbatasan dengan Sudan, Etiopia, dan Djibouti). Jejak-jejak kaki ini – berukuran 12 jika memakai sepatu – sepertinya dibuat oleh sekelompok individu yang bertubuh tinggi, dan para peneliti evolusionis mengatakan bahwa jejak-jejak kaki ini dibuat 800.000 tahun yang lalu. Nah, dalam pandangan evolusi, H. erectus dianggap ‘secara fisik mirip dengan manusia modern,’ dan jejak-jejak kaki ini kataya tercetak 600.000 tahun sebelum munculnya manusia modern. Para peneliti percaya bahwa jejak-jejak ini ‘dapat memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana gaja jalan H. erectus berevolusi hingga Homo sapiens … muncul.’ Walaupun mereka percaya bahwa jejak-jejak kaki ini dapat memberi terang tentang evolusi, para peneliti yang memimpin penggalian mencatat bahwa ‘jejak-jejak ini menunjukkan detil jari kaki, adanya lengkung longitudinal yang jelas dan jari kaki yang ter-abduksi, yaitu hal-hal yang menjadi ciri khas kaki manusia.’ Sebuah artikel lain menggambarkan jejak-jejak ini demikian: ‘hampir identik dengan jejak kaki manusia modern.’ Jadi jejak kaki manusia yang terlihat sama dengan jejak kaki manusia modern dapat memberikan petunjuk vital tentang evolusi cara jalan manusia? Pandangan yang jauh lebih konsisten dengan bukti-bukti yang tersedia adalah sudut pandang Alkitab. Homo erectus bukanlah spesies manusia lain yang ‘secara fisik mirip’ dengan kita. Bukti-bukti pengamatan mengkonfirmasi bahwa individu-individu ini adalah manusia – keturunan dari Adam dan Hawa, sama seperti kita. Mereka membuat dan memakai peralatan, menguburkan anggota mereka yang meninggal, memakai api dan perahu untuk berlayar, dan menyebar ke tiga benua. Setelah meninggalkan Babel, manusia-manusia ini termasuk orang-orang pertama yang mendiami dunia dan meninggalkan jejak-jejak yang dapat kita temukan hai ini. Perbedaan-perbedaan kecil yang kita lihat antara mereka dan kita hanyalah bagian dari variasi yang luar biasa yang Tuhan tanamkan ke dalam genome manusia. Ketika kita mulai dari Firman Tuhan, maka bukti-bukti yang diobservasi menjadi masuk akal, dan dapat ditafsirkan secara konsisten, dan mengkonfirmasi bahwa Alkitab benar, ilmu sejarah bahwa manusia dari dulu adalah manusia! Ini karena Firman Tuhan adalah dari Tuhan – bukan imajinasi manusia – yang memberikan sejarah sebenarnya dari dunia.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Batu-Batu Agate untuk Kemuliaan Allah

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Anak-anak Allah memiliki kebebasan untuk menikmati hidup sepenuhnya di dalam kehendak Allah. Ia “memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Tim. 6:17). Menikmati ciptaan tanpa menempatkan sang Pencipta sebagai yang utama adalah penyembahan berhala, tetapi ketika Allah ditempatkan selayaknya, maka ciptaan dapat dinikmati, dan semuanya menunjuk kembali kepadaNya dan mengajar tentang Dia. Ahli geologi Bill Kitchens mempelajari batu-batu agate dan memiliki website, GodMadeAgates.com, yang menampilkan berbagai penjelasan tentang batu agate dan foto-foto indah batu agate. Dia mengatakan, “Batu-batu agate adalah harta benda kasih karunia Allah, yang melalui proses-proses alami, mengisi celah-celah kosong bebatuan di sekitar kita, sehingga dapati ditemukan, dikagumi, dan dipakai. … Apresiasi terhadap keindahan dan dorongan untuk menciptakan keindahan, untuk memahaminya, adalah bagian dari ‘gambar dan rupa Allah’ yang ditanamkan ke dalam manusia sejak ‘pada mulanya.’” Alkitab mengatakan tentang Israel suatu hari nanti dalam kerajaan Kristus: “And I will make thy windows of agates, and thy gates of carbuncles, and all thy borders of pleasant stones” (Yes. 54:12, KJV). [Dalam Alkitab LAI, “agates” di Yes. 54:12 diterjemahkan “batu delima” yang tidak sama dengan bebatuan agates.]

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Filosofi Moral Amerika yang Relativistik

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Barna Study: AmericaHas a New Moral Code,” Answers In Genesis, 12 Juni 2016: “Barna baru-baru ini melakukan survei atas populasi umum untuk menentukan pandangan terkini rakyat Amerika tentang moralitas. … Lebih dari setengah orang Amerika berpikir bahwa “apapun yang baik untuk hidupmu atau yang cocok dengan dirimu, itulah kebenaran satu-satunya yang dapat engkau ketahui.” … Presiden Barna, David Kinnaman, berargumen bahwa etika Kristen nominal yang dulunya mencirikan bangsa ini [Amerika], sedang digantikan oleh suatu ‘kode moral yang baru.’ Dia mengatakan bahwa moralitas baru ini dicirikan oleh aktualisasi-diri dan memiliki enam prinsip pembimbing. Prinsip-prinsip tersebut, yang didaftarkan di bawah ini, sungguh mengganggu pikiran. 1. ‘Cara terbaik untuk menemukan diri sendiri adalah melihat ke dalam dirimu sendiri.’ Luar biasanya, 91% orang dewasa di AS dan 76% orang yang mengaku Kristen setuju ‘secara penuh’ atau ‘setuju sebagian’ dengan pernyataan ini. 2. ‘Seserang tidak seharusnya mengritik pilihan kehidupan orang lain.’ Secara umum 89% orang dewasa dan 76% orang Kristen setuju. 3. ‘Untuk mendapatkan hidup yang bermakna, kamu harus mengejar hal-hal yang paling kamu dambakan.’ 86% orang dewasa AS dan 72% orang Kristen mengatakan ‘Ya.’ 4. ‘Tujuan tertinggi dalam hidup ini adalah menikmati hidup itu sebisa mungkin.’ 84% orang dewasa dan 67% orang Kristen setuju bahwa inilah tujuan tertinggi dalam hidup. 5. ‘Seseorang boleh percaya apa saja yang dia inginkan, asal kepercayaan itu tidak mempengaruhi masyarakat.’ Yang setuju dengan pernyataan ini mencakup 79% orang dewasa dan 61 orang yang mengaku Kristen. 6. ‘Ekspresi seksual apapun antara dua orang dewasa yang saling sepakat itu diperbolehkan.’ Sungguh mencengangkan, 69% orang dewasa Amerika dan herannya 40% orang yang mengaku Kristen setuju dengan ini. Statistik ini sepatutnya menjadi seruan bangun untuk semua orang Kristen. Walaupun ide-ide ini sama sekali tidak ada di dalam Kitab Suci, mayoritas orang Kristen menerima lima dari enam ide-ide ini! …David Kinnaman memiliki beberapa pemikiran yang membangunkan tentang moralitas yang baru ini, budaya kita, dan gereja-gereja. ‘Hal yang terbaik, menurut masyarakat kita adalah “menemukan dirimu sendiri” dan kemudian hidup “sesuai dengan apa yang baik bagimu.” …Ada individualisme yang begitu besar dalam masyarakat hari ini, dan ini juga tercerminkan di dalam gereja. Jutaan orang Kristen telah mencangkokkan dogma New Age ke dalam kerohanian mereka. Ketika kita mengupas lapisan-lapisannya, kita menemukan bahwa banyak orang Kristen memakai jalan Yesus untuk mengejar jalan dirinya sendiri. …Sementara kita cemas karena sekularisme yang merangsek ke dalam budaya, mayoritas orang Kristen yang pergi ke gereja justru telah menerima theologi yang korup dan berpusatkan pada diri sendiri.’” CATATAN DR. CLOUD: Gereja-gereja Amerika turut bersalah dalam hal ini. Gerakan Injili Baru, misalnya, telah mengkhotbahkan relativisme moral dengan slogan ‘jangan menghakimi’ selama lebih dari setengah abad.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments