Gestapo Baru dalam Kampus

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Meet the New Campus Gestapo,” New York Post, 26 Juni 2016: “Di kampus-kampus di seluruh Amerika, Polisi Pikiran kini memiliki senjata baru: Tim Respons terhadap Bias (Bias Response Team, akan disingkat dengan BRT), yaitu admin-admin yang akan menekan siapapun yang bertindak tidak sensitif di ruangan kelas. Lebih dari 100 perguruan tinggi Amerika telah mendirikan sistem BRT. Beberapa pencari berita dari Heat Street telah menemukan bagaimana cara kerja tim ini. Seorang profesor di University of Northern Colorado dikunjungi oleh BRT sekolah tersebut – karena ia telah mengajak para mahasiswanya untuk memikirkan sudut pandang yang tidak populer. Berdasarken penyelidikan dari Heat Street, didapatkan bahwa profesor itu 1) membuat para mahasiswa membaca sebuah artikel Atlantik tentang makin meningkatnya sensitivitas mahasiswa, dan 2) meminta mereka untuk mempertimbangkan pandangan-pandangan yang tidak populer dan tidak politis (tidak cocok dengan agenda politik yang populer) atas topik-topik seperti pemanasan global dan isu transgender. Seorang mahasiswa yang transgender melaporkan kepada BRT bahwa profesor tersebut menyinggung ide bahwa ‘transgender bukanlah sesuatu yang benar-benar ada, dan tidak ada orang yang benar-benar bisa merasa lahir di tubuh yang salah.’ Pengadu itu menulis bahwa dia ‘sangat dilukai oleh hal ini.’ Tim BRT memberitahu profesor itu untuk tidak pernah membicarakan isu transgender lagi, atau bahkan menyinggung pendapat yang bertentangan tentang topik ini, baik dari dirinya sendiri ataupun dari orang lain. Jika profesor ini tidak boleh meminta murid-muridnya untuk berpikir kritis, sebaiknya kita tutup saja semua universitas sekarang.”

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Komisi Eropa Ingin Mengontrol Akses Media Sosial

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “The European Commission,” Breitbart, 2 Juni 2016: “Komisi Eropa berencana untuk menyerang hak warga untuk mendapatkan kerahasiaan saat online, dengan cara menuntut agar kartu identitas yang diterbitkan oleh negara harus dipakai ketika mau masuk ke platform seperti YouTube, Facebook, dan bahkan Uber. Wakil Presiden dari Digital Single Market on the European Commission, yaitu Andrus Ansip seorang mantan Komunis, adalah pribadi yang mendalangi langkah UE (Uni-Eropa) untuk menyerang kerahasiaan pribadi ini, dengan mempromosikan ide menggunakan katru identitas nasional untuk bisa log-in ke berbagai online service. Dokumen-dokumen yang dibocorkan dari Komisi Eropa menyingkapkan seruan agar anggota-anggota Uni-Eropa semakin memperluas pemakaian kartu identitas nasional. Dokumen-dokumen ini lalu sudah dimuat di website Komisi itu sendiri. Mr. Ansip ini berasal dari Estonia, sebuah negara kecil di daerah Baltik mantan Komunis yang memiliki sistem kartu identitas nasional yang paling terperinci di seluruh dunia. Website kenegaraan Estonia berbangga: ‘Lebih dari sekedar kartu identitas resmi dengan foto, kartu nasional yang bersifat wajib ini juga berfungsi sebagai kartu akses digital untuk semua e-service Estonia yang aman.’”

Posted in Teknologi | Leave a comment

Peringatan 40 Tahun Serangan Entebbe oleh Israel

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Bullet scars as Uganda remembers,” Times of Israel, 26 Juni 2016: “Menyisir di atas ombak yang pecah-pecah di tengah kegelapan, empat pesawat melesat rendah di atas Danau Victoria, berisikan 200 komando elit Israel dalam misi penyerbuan yang berani untuk membebaskan tawanan yang disandera. Mendarat tidak lama setelah tengah malam di lapangan udara Entebbe di Uganda pada 4 Juli 1976, para pasukan terjun itu memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk menyerbu markas itu dan membebaskan lebih dari 100 penumpang di pesawat Air France, sebuah misi operasi yang menjadi legenda bagi para pasukan khusus seluruh dunia. Pesawat tersebut telah dibajak seminggu sebelumnya pada tanggal 27 Juni. Empat dekade kemudian, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dijadwalkan untuk mengunjungi Uganda untuk memperingati peristiwa itu, bukan hanya untuk menghormati operasi tersebut dan meningkatkan hubungan yang kini bersahabat antara Uganda dan Israel, tetapi juga untuk hal yang sangat pribadi. Pemimpin komando Israel, satu-satunya tentara Israel yang terbunuh dalam serangan itu, adalah abangny sendiri, yaitu Letnan Kolonel Yonatan Netanyahu, yang waktu itu berusia 30 tahun. … Uganda dan Israel merencanakan memorial itu sebagai peristiwa rekonsiliasi, bahkan mengawetkan bekas-bekas peluru di tembok terminal tua di Entebbe, yang hinggi kini masih menjadi airport bagi ibukota Kampala, sekitar 40 km di utara ibukota. Di awal bulan, beberapa komando yang sudah pensiun yang ikut penyerbuan waktu itu, mengunjungi situs dari penyelamatan yang luar biasa tersebut. Mereka berdiri di samping pejabat-pejabat Uganda, termasuk putra dari musuh mereka waktu itu, diktator Idi Amin. … Putra Amin, Jaffar, yang waktu serbuan itu terjadi berusia 10 tahun, menyambut para komando itu ke Uganda pada bulan ini, sebagai ‘tanda rekonsiliasi,’ sambil mengingat cerita-cerita yang disampaikan ayahnya pada waktu ia digeser dan terpaksa lari ke luar negeri. …Jaffar mengingat apa yang ayahnya katakan sewaktu ia bertanya mengapa tidak dikirim pesawat tempur untuk menembak jatuh orang-orang Israel yang berangkat pulang. ‘Ayah saya mengatakan tentang orang Israel, anakku, mereka itu anak-anak Allah, dan ketika mereka mulai berperang, mereka tidak akan berhenti,’ kata Jaffar. ‘Bagi dia, dia merasa bahwa mereka telah datang untuk menyelamatkan orang-orang mereka sendiri, dan mereka telah menyelesaikan misi, jadi ia membiarkan mereka pergi.’”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Parade Gay di Tel Aviv

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Tel Aviv menjadi tuan rumah dari Parade Gay Pride ke-18, yang diadakan tahunan, pada tanggal 3 Juni 2016 yang lalu. Parade ini diperkirakan dihadiri oleh 200.000 orang. Parade berpuncak pada perayaan Gay Pride selama seminggu. Banyak anggota Israeli Defense Force yang ikut berpartisipasi. Sebuah Pusat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual) yang permanen dibukan di Tel Aviv pada tahun 2008. Kementerian Turisme Israel memasarkan Tel Aviv ke seluruh dunia sebagai “destinasi turisme LGBT yang paling hebat.” Sejak tahun 2002, Yerusalem juga mengadakan Parade Gay-nya sendiri, walaupun sering disertai demonstrasi tandingan dari pihak Yahudi Ortodoks. Sungguh tepat bahwa Wahyu 11:8 menyamakan Yerusalem akhir zaman dengan kota Sodom.

Posted in LGBT | 2 Comments

Ahli Kimia Terkenal Mengatakan Sains Tidak Paham Asal Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Nobody Understands,” Christian News, 13 Juni 2016: “Seorang ahli kimia yang ternama yang sebelumnya sudah pernah menerangkan berbagai kelemahan kritis dalam pemahaman para ilmuwan tentang evolusi, kini telah menulis sebuah esai mendetil yang menjelaskan ‘lobang-lobang raksasa dalam pemahaman kita’ tentang bagaimana kehidupan pertama muncul. Dr. James Tour adalah profesor bidang kimia, computer science, dan material science dan nanoengineering di Rice University. Dia telah menulis lebih dari 590 publikasi riset dan memiliki lebih dari 100 paten, dan dia adalah penerima dari banyak sekali penghargaan sains. …Dalam papernya yang paling baru, sebuah esai sepanjang 12.000 kata berjudul ‘Animadversions of a Synthetic Chemist,’ Tour membahas sebuah pertanyaan yang telah membingungkan para ilmuwan selama berabad-abad: Dari mana asal kehidupan? Esai ini diterbitkan dalam edisi terbaru dari Inference: International Review of Science. …Proses sintesis kimia adalah proses yang sangat kompleks, memerlukan intelijensi, dan pengawasan yang ketat. …Tour membahas elemen-elemen yang harus ada untuk kehidupan, termasuk karbohidrat, DNA, dan RNA. Dia juga merujuk kepada karya Albert Eschenmoser – seorang ahli kimia sintetis yang dihormati yang bersikukuh mencoba menciptakan bahan-bahan baku kehidupan di laboratorium, tetapi pada akhirnya beralih haluan ke riset-riset lain karena hasil temuan dia tidak memuaskan. … ‘Di bawah kondisi pre-biotik, reaksi yang dimaksud tidak berkemungkinan tinggi menghasilkan apa-apa yang berguna. Dengan setiap tambahan langkah, kesulitan semakin meningkat sehingga tidak kemungkinannya menjadi sedemikian kecil, tidak ada bidang sains lainnya yang akan mau bergantung pada tingkat keyakinan yang sedemikian,’ ia menulis. … ‘Mereka yang berpikir bahwa para ilmuwan memahami masalah kimia pre-biotik, sangatlah salah,’ dia melanjutkan. ‘Tidak ada orang yang memahaminya. Mungkin suatu hari kita akan memahaminya. Tetapi hari itu masih sangat jauh. Akan jauh lebih berguna untuk memaparkan para murid kepada lobang-lobang dalam pemahaman kita. Mereka mungkin bisa menemukan teori ilmiah yang lebih jelas – dan mungkin yang secara radikal berbeda. Dasar yang dipakai oleh kita para ilmuwan adalah begitu lemah, sehingga kita sepatutnya menyatakan situasi ini secara gamblang: suatu misteri,’ demikian dia menyimpulkan.” [Editor: Evolusi mengatakan bahwa kehidupan muncul dari benda-benda mati. Padahal, dogma ini bertentangan dengan salah satu Hukum Alam yang telah berulang kali dibuktikan kebenaran, yaitu Hukum Biogenesis, bahwa semua kehidupan berasal dari kehidupan. Sebenarnya, para “ahli evolusi” tidak dapat menerangkan bagaimana caranya kehidupan bisa muncul dari benda mati. Yang mereka miliki hanyalah spekulasi-spekulasi liar yang semakin hari semakin terbukti tidak benar. Orang beriman sejak awal sudah tahu bahwa Allah adalah sumber kehidupan.]

Posted in Science and Bible | Leave a comment

New York Times Mengatakan Paulus Memerintahkan Orang Kristen Membunuh Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 25 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah artikel New York Times mengatakan bahwa rasul Paulus memerintahkan orang-orang Kristen untuk membunuh kaum homoseksual. Laporan itu berkata, “Seorang anggota Kongres partai Republik membacakan kepada koleganya sebuah ayat Alkitab dari Roma yang menyerukan eksekusi atas kaum gay” (Jeremy Peters dan Lizette Alvarez, “After Orlando, a Political Divide on Gay Rights Still Stands,” New York Times, 15 Juni 2016). Betapanya bodohnya pernyataan ini sungguh mencengangkan. “Ayat” Alkitab yang dimaksud bukanlah satu ayat, tetapi satu perikop, yaitu Roma 1:18-32, dan perikop ini tidak menyerukan agar orang Kristen mengeksekusi kaum homoseksual. Perikop ini dimulai dan diakhiri dengan kata-kata berikut: “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman…Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya”(Rom. 1:18, 32). Perikop Kitab Suci yang penting ini mengajarkan bahwa semua orang berdosa, bukan hanya kaum homoseksual, pantas untuk mati di hadapan Allah yang mahasuci. Perikop ini menyinggung orang cabul, serakah, pembunuh, penipu, pengumpat, pembenci Allah, orang sombong, orang yang tidak taat orang tua, orang yang tidak setia, dan orang yang tidak kenal belas kasihan, dan banyak lagi yang lain. Semuanya pantas mendapatkan maut, karena “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Ini menunjukkan betapa diperlukannya kematian pengorbanan Kristus yang penuh kasih untuk menggantikan orang berdosa. Tetapi sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Baru seruan bagi orang Kristen untuk membunuh siapapun, baik itu pencuri, pezinah, atau orang homoseksual atau tukang sihir, tidak ada siapapun. Seseorang yang mempunyai pengetahuan dasar tentang iman Kristen Perjanjian Baru bisa mengetahui bahwa ide ini sama sekali asing dalam Injil Yesus Kristus. Orang-orang yang mengaku “Kristen” dan yang membunuh pihak-pihak lain bukanlah orang Kristen sejati yang percaya Alkitab. Kristus dan para Rasulnya memperingatkan bahwa banyak guru-guru palsu yang akan datang ke dalam dunia dan mempermalukan namaNya (mis. Mat. 24:4-5, 11, 24; 1 Tim. 4:1-3; 2 Pet. 2:1-2; 1 Yoh. 2:18-19). Hukum Musa memang memberi hukuman mati bagi pezinah, homoseksual, dan orang yang melakukan sihir, antara lain, misalnya di kitab Keluaran dan Ulangan, tetapi orang Kristen bukan hidup di bawah Hukum Taurat. “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun” (Gal. 3:24-25). Ketika murid Yesus, Yakobus dan Yohanes mau menurunkan api atas orang-orang yang tidak mau menerima Kristus, Ia “berpaling dan menegor mereka.” (Luk. 9:55, dalam KJV ayat ini lebih penuh). Para penulis dan editor New York Times sebaiknya lebih banyak membaca Alkitab daripada menyalahgunakan Alkitab.

Posted in LGBT | Leave a comment

Pemimpin Nyanyi Memperingatkan tentang Himne yang Di-jazz-kan

(Berita Mingguan GITS 25 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Brother Cloud, saya baru-baru ini melihat kutipan berikut dalam salah satu artikelmu tentang keluarga [pemusik] Getty: ‘Saya percaya bahwa kalangan CCM sedang mencoba membangun jembatan dengan cara menginterpretasikan ulang himne-himne yang kaya secara theologis ke dalam musik rock CCM.’ Ini adalah fakta. Saya bisa tahu, karena setiap minggu saya mempersiapkan pelayanan musik, saya berusaha untuk mengembangkan perbendaharaan himne gereja kami dengan tambahan satu lagu, atau terkadang lebih. Sebelum saya mengelola musik, kami bisa dibilang menyanyikan 50 himne yang sama berulang-ulang. … Ketika saya merencanakan untuk menyanyi himne baru, saya selalu me-‘youtube’ dulu supaya saya bisa mendengar himne ini dinyanyikan dan dimainkan, dan saya tahu tingkat kesulitannya (jika sulit, saya akan meminta pianis untuk memainkan satu kali dulu sebelum kami nyanyikan). … minimal sepertiga kali saya melakukan ini, saya temukan bahwa hasil search paling atas di youtube untuk himne yang saya cari, dimainkan dengan musik rock yang sama sekali berbeda, dan saya mendapatkan bahwa himne itu sudah di-jazz-kan sedemikian rupa, sehingga sudah tidak menyerupai himne awalnya. Khalayak CCM tidak puas untuk membiarkan kita dengan himne kita; mereka kini mau mencuri himne dan mengubahnya untuk menyelundupkannya masuk kembali ke kalangan kita. Ini sungguh membuat geregetan.”

Posted in musik | Leave a comment

Kejujuran dan Ketaatan pada Allah Adalah Jalan Terbaik

(Berita Mingguan GITS 25 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari The Biblical Illustrator tentang Imamat 6: “Seorang lelaki muda datang ke seorang bapak suatu hari dengan kasus yang menganggu hati nuraninya. Dia adalah seorang pegawai urusan korespondensi di sebuah bisnis yang berkembang. Para atasannya mulai menyuruh dia untuk menulis surat-surat kepada pelanggan yang berisikan pernyataan yang dia dan mereka bersama ketahui tidaklah benar. Dia telah menyatakan protesnya, dan mereka berkata: ‘Kami yang bertanggung jawab atas pernyataan-pernyataan ini; tidak ada masalah bagi kamu apakah pernyataan ini benar atau palsu.’ Saya [bapak itu] berkata kepadanya, ‘Apakah surat ini ditandatangani oleh mereka [para atasan] atau haruskah kamu menandatanganinya dengan namamu sendiri?’ Segera sesudah pertanyaan ini keluar dari mulut saya, saya melihat bahwa kalaupun ada perbedaan dalam kedua kasus ini, toh kedua-duanya tetap salah, dan saya segera mengatakan demikian. Dia mengatakan, ‘Saya harus menandatanganinya dengan nama saya sendiri.’ Saya berkata, ‘Kasusmu jelas; kamu harus menolak melakukannya.’ Dia berkata, ‘Saya akan dipecat’; dan setelah hening sejenak, ‘Saya mempunyai istri dan keluarga.’ Saya menjawab, ‘Sobat baik, ini adalah ujian iman dan prinsip; kamu harus melakukan yang benar, dan bersandar pada Tuhan untuk memeliharamu dan keluargamu.’ Saya bertemu dia lagi beberapa hari kemudia. ‘Nah, Mr. _____,’ saya menyapanya, ‘bagaimana situasimu?’ Dia menjawab, ‘Saya masih dalam situasi yang sama; saya telah bertemu muka dengan para pemilik bisnis, dan memberitahu bahwa saya tidak bisa menulis surat yang saya tahu berisi pernyataan tidak benar. Mereka sangat marah, dan saya pikir pasti akan menerima surat pemecatan, tetapi masih belum saya terima.’ Bulan-bulan berlalu, dan dia tetap dalam situasi yang sama. Setelah sekian lama, dia mengunjungi saya, dan saya melihat dari wajahnya, bahwa ada sesuatu yang terjadi. ‘Nah, Mr. ____________,’ saya berkata, ‘apakah engkau sudah dipecat?’ ‘Tidak,’ jawabnya, ‘saya tidak dipecat,’ lalu ia tersenyum. ‘Lalu bagaimana?’ ‘Sebuah posisi dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi dalam perusahaan mereka menjadi kosong, dengan gaji yang lebih tinggi, dan mereka telah menaruh saya dalam posisi itu. Setelah berpikir-pikir, orang-orang tanpa prinsip itu menyimpulkan bahwa seorang pegawai yang tidak rela menipu pelanggan mereka pasti tidak akan menipu mereka, dan ia terlalu berharga untuk dipecat.’” [CATATAN TAMBAHAN DR. CLOUD: Kisah ini akan berakhir sama baiknya seandainya orang muda yang jujur itu dipecat juga, karena Allah mengetahui situasi kita dan telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan umatNya].

Posted in General (Umum), Renungan | 3 Comments

Seorang Muslim Melakukan Pembantaian di Bar Gay

(Berita Mingguan GITS 18 Juni 2016, oleh Dr. Steven E. Liauw)

Pada hari Minggu, 12 Juni, Omar Mateen membunuh 49 orang dan melukai 53 lainnya di sebuah “bar gay” di Orlando, Florida. Nightclub Pulse diiklankan sebagai bar gay paling “hot” di Orlando, dan menjanjikan “malam kenikmatan dan fantasi yang tak terlupakan.” Mateen adalah anak seorang Muslim immigran dari Afghanistan. Mateen dua kali naik haji ke Arab Saudi, dan ia juga ikut kelas online dari Fundamental Islamic Knowledge, sebuah kelompok yang mempromosikan terorisme. Seorang teman kelasnya dulu berkata bahwa Mateen merayakan kehancuran Twin Tower pada peristiwa 11 September. Dalam penyerangan di nightclub itu, Mateen juga membuat “janji kesetiaan kepada ISIS.”

Bagaimana kita sebagai orang Kristen fundamental menyikapi serangan ini? Tentu membunuh 49 orang dan melukai 53 lainnya adalah suatu kejahatan dan dosa di mata Tuhan. Memang, orang-orang yang berada di nightclub itu juga melakukan dosa, karena homoseksualitas adalah dosa kekejian di mata Tuhan (Im. 18:22). Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah melalui izin Tuhan. Tuhan bisa memakai tindakan dosa seseorang untuk menjadi hukuman bagi dosa lain. Dalam Alkitab, Tuhan sering memakai orang-orang Asyur atau Babel, atau bangsa-bangsa lain yang bengis, untuk menghukum umatNya Israel. Tidak diragukan bahwa kekejaman Asyur atau Babel adalah kejahatan di mata Tuhan (yang Tuhan akan hukum juga), tetapi untuk sementara dipakai untuk menghukum penyembahan berhala Israel. Demikian juga, kejahatan pembunuhan Mateen diizinkah Tuhan sebagai penghukuman terhadap homoseksualitas di nightclub Pulse.

Baik Kristen maupun Islam sama-sama tidak setuju dengan homoseksualitas. Tetapi orang Kristen dipanggil untuk menginjili dan menobatkan mereka. Kita tidak boleh berkompromi dan membenarkan tindakan mereka. Ada gereja-gereja yang menerima gay atau lesbian menjadi anggotanya, bahkan menjadi pengerja dan pemimpin. Gereja-gereja demikian melanggar Firman Tuhan. Orang homoseksual bisa diselamatkan. Tetapi orang homoseksual yang diselamatkan akan sadar bahwa yang ia lakukan itu dosa, dan akan meninggalkan homoseksualitas. Oleh karena itu, kita tetap menyampaikan bahwa murka Allah nyata atas orang berdosa (termasuk homoseksual), tetapi bahwa ada pendamaian dalam Kristus bagi yang bertobat dan percaya padaNya.

Posted in General (Umum), LGBT | Leave a comment

Wanita Muslim Dibakar Hidup-Hidup dalam “Pembunuhan demi Kehormatan” di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 18 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Lahore woman torches teenage daughter,” Dawn, 8 Juni 2016: “Seorang wanita membakar anak putrinya sendiri karena ia menikah dengan lelaki pilihannya sendiri pada hari Rabu, demikian kata polisi. Perempuan berusia 18 tahun itu mati seketika. Sang korban, penduduk di Jalan Mast Iqbal, kawin lari dengan seorang lelaki yang dia sukai dan yang tidak disetujui oleh keluarganya, kata Station House Officer (SHO) Sheikh Hammad Akhtar. Dua hari sebelum insiden itu, sang keluarga membujuk korban untuk kembali ke rumah dengan alasan bahwa mereka akan mengantarkannya dengan restu mereka. Tetapi, ketika dia kembali, ibunya menyiramnya dengan minyak dan membakarnya. … Di awal bulan, seorang guru sekolah berusia 19 tahun dibakar di Murree karena menolak untuk menikah dengan seorang lelaki yang berusia dua kali lipat darinya. Bulan lalu, polisi menangkap 13 anggota dewan suku lokal yang dituduh mencekik seorang wanita lokal dan membakar tubuhnya karena menolong salah satu temannya untuk kawin lari. Jasad Ambreen Riasat, 17 tahun, yang gosong, ditemukan di sebuah van yang terbakar di resor turin di Donga Gali pada 29 April. Hampir 1000 orang wanita dibunuh setiap tahun di Pakistan dalam apa yang disebut ‘pembunuhan karena kehormatan’ (honor killings) karena dianggap melanggar norma-norma konservatif tentang cinta dan pernikahan.” Sementara itu, Taliban di Afghanistan mencongkel keluar mata seseorang dan menguliti dia hidup-hidup sebagai pembalasan karena kematian salah satu komandan mereka oleh saudara jauh sang korban (“A young man is skinned alive,” Washington Post, 11 Juni 2016).

Posted in Islam, Wanita | Leave a comment