Ibu yang Tinggal di Rumah Paling Puas

(Berita Mingguan GITS 18 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah survei oleh majalah Redbook menemukan bahwa 90% dari ibu yang tinggal di rumah merasa bahagia, dan ini adalah persentase tertinggi dibandingkan profesi mana pun. Survei tersebut, yang disebut Mom Gig, menemukan bahwa 34% dari ibu yang tinggal di rumah bahagia, sedangkan 56% “sangat” bahagia. Yang paling bahagia adalah ibu-ibu yang memiliki empat atau lebih anak. Lebih dari 60% ibu yang tinggal di rumah ikut bersumbangsih kepada pendapatan keluarga, dengan 25% dari mereka menjalankan bisnis dari rumah. “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya….Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua” (Amsal 31:10-12, 27-29).

Posted in Keluarga | 2 Comments

Ekumenisme Radikal dan Gereja Esa-Sedunia Tampil di Event di Washington D.C.

(Berita Mingguan GITS 18 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Event “Together 2016” dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli di Washington D.C., dan akan menampilkan ekumenisme ekstrim dan filosofi gereja esa-sedunia milik musik penyembahan kontemporer. Paus Fransiskus akan menyampaikan pesan video kepada khalayak yang berkumpul. Dia akan bergabung dengan Hillsong United, Kari Jobe, David Crowder, Kirk Franklin, Jeremy Camp, Lacrae, Michael W. Smith, Passion, Casting Crown, dan Matt Maher (artis CCM Katolik). Gereja-gereja yang percaya Alkitab tetapi yang memakai dan mengadaptasi musik kontemporer sedang melakukan hal yang bodoh, yaitu membangun jembatan ke dunia rohani yang berbahaya ini, dan secara langsung tidak taat pada Firman Tuhan. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Editor: Gerakan kharismatik adalah katalis yang luar biasa terhadap gerakan ekumene. Dua hal dari gerakan kharismatik menjadi lem/perekat bagi berbagai gereja, tidak peduli doktrin. Pertama adalah pengalaman-pengalaman kharismatik, terutama “bahasa roh” (dalam bahasa asli sebenarnya “bahasa lidah”). Jika seorang Katolik “berbahasa roh,” dan seorang Protestan “berbahasa roh,” dan seorang Pantekosta “berbahasa lidah,” maka akan tercipta konsep bahwa semua orang ini sama-sama anak Tuhan yang mendapat karunia rohani. Tidak lagi menjadi pertimbangan Injil apa yang dipercayai, atau doktrin apa yang dipegang. Tidak lagi dipermasalahkan bahwa gereja Katolik mengajarkan keselamatan bukan hanya berdasarkan iman dan kasih karunia, tetapi juga berdasarkan sakramen dan perbuatan baik. Ini memang disengaja, karena slogan ekumenisme adalah: doktrin memecah belah, kasih mempersatukan. Tetapi manusia lupa bahwa tidak semua persatuan itu baik. Persatuan di dalam kesalahan (contoh Menara Babel) justru mendatangkan murka Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah persatuan dalam kebenaran, yang berarti memperhatikan apa yang kita ajarkan/percayai, dengan kata lain doktrin. Kedua, musik kharismatik menjadi perekat ekumenisme. Sejak munculnya musik Kristen kontemporer di kalangan kharismatik, yang adalah adaptasi dari musik rock & roll dunia yang diberikan “kata-kata kristiani,” maka musik ini melanda hampir semua gereja. Karena gereja-gereja ini menyanyikan musik yang sama, maka persatuan lebih mudah tercapai, sekali lagi tanpa mempedulikan nilai kebenaran.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Barreleyes

(Berita Mingguan GITS 11 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 25 Mei 2016: “Hampir semua binatang yang dapat melihat dan yang bukan serangga, menggunakan bola mata. Tetapi, ternyata tidak demikian dengan sejenis ikan yang dinamakan ikan ‘barreleyes’. Dan ada alasan bagus menamakannya demikian. Ikan barreleyes dinamai demikian karena mereka tidak memiliki bola mata, melainkan ikan itu melihat melalui tuba-tuba. Ikan ini hidup sepertiga mil di bawah permukaan laut, jadi kita tidak bisa mempelajari mereka secara mendetil hingga beberapa dekade terakhir ini. Barreleyes dapat menggerakkan tuba-tuba mata (bukan bola mata) mereka ke arah yang berbeda-beda, tergantung apa yang sedang dilihatnya. Lebih aneh lagi, tuba-tuba mata ini terletak di dalam kening dan tidak bersentuhan dengan air sama sekali. Bagaimana ia dapat melihat jika organ penglihatannya berada dalam kepalanya? Ia memiliki kening yang transparan yang berisi cairan yang transparan juga. Jadi apa fungsi dari pengaturan yang aneh ini? Para ilmuwan percaya bahwa ikan barreleyes memakain siphonofora, yaitu makhluk seperti ubur-ubur yang dapat menyengat. Kening yang transparan melindungi matanya dari sengatan. Mata ikan barreleyes yang didesain secara unik tidak mungkin dijelaskan dengan modifikasi evolusionis yang perlahan dari mata ikan biasa. Sebaliknya, mereka didesain khusus untuk cocok dengan cara hidup ikan barreleyes. Sebagaimana Alkitab tuliskan beberapa kali, tidak ada yang terlalu sulit bagi Allah. Sambil kita membaca catatan Kitab Suci tentang apa yang Allah telah lakukan di masa lalu dan apa yang telah Ia janjikan akan Ia lakukan, terutama bagi umatNya, hal ini menjadi penghiburan.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Alkitab Smiley untuk Generasi Twitter

(Berita Mingguan GITS 11 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab Emoji: Scripture 4 Millennials adalah sebuah Alkitab wajah smiley yang dibuat untuk generasi Twitter. Alkitab ini menggantikan sekitar 10 persen teks dengan simbol emoji. Allah dinyatakan dengan simbol smiley face kuning yang konyol dengan halo biru. Pencipta Alkitab Emoji berkata bahwa dia mau para penggunanya “bermain sambil membaca.” Tidak ada takut akan Allah dalam melakukan hal ini, tidak ada rasa hormat. Semuanya dimurahkan dan direndahkan ke level budaya pop yang dangkal.

Posted in Alkitab | Leave a comment

Miss USA Menampilkan Ciri-Ciri Penyembahan Dewi Zaman Dulu

(Berita Mingguan GITS 11 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Pemenang kontes Miss USA 2016, Deshauna Barber, menampilkan kedua aspek besar dari penyembahan dewi masa dulu. Partisipasinya dalam kontes Miss USA saja sudah menampilkan aspek seksualitas, dan filosofinya menampilkan aspek kuasa feminis. Dalam segmen pertanyaan dalam kontes itu, dia berkata, “Sebagai seorang wanita dalam Angkatan Darat USA, saya merasa bahwa pemerintah kita melakukan hal yang luar biasa dengan mengizinkan wanita untuk berintegrasi ke setiap cabang militer. Kami sama tangguhnya dengan laki-laki. Sebagai komandan unit saya, saya kuat. Saya berdedikasi. Dan penting untuk kita pahami bahwa jenis kelamin tidak membatasi kita di Angkatan Darat USA.” Sebelum kontes, Deshauna menulis tweet, “Kini waktunya untuk menunjukkan bahwa kita sebagai wanita cakap dalam berbagai hal, kuat, dan dapat melakukan apapun yang menjadi tujuan pikiran kita.” Pernyataan-pernyataan seperti ini terdengar bagus dalam kutipan media bagi generasi ini. Deshauna tidak diragukan adalah seorang wanita muda yang bertalenta yang melakukan pekerjaan yang hebat sebagai petugas analis Information Center, tetapi filosofi dia salah. Manusia tidak dapat melakukan apapun yang menjadi tujuan pikirannya. Lebih lanjut lagi, wanita tidak dapat melakukan semua yang dapat dilakukan laki-laki, dan laki-laki tidak dapat melakukan semua yang bisa dilakukan wanita. Keduanya diciptakan untuk tugas yang berbeda di dunia ini. “Jawab Yesus: Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Mat. 19:4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Wanita | Leave a comment

Konferensi Wanita Hillsong Mendatangkan Koboi Telanjang

(Berita Mingguan GITS 4 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Hillsong NYC,” NowTheEndBegins.com, 25 Mei 2016: “Hillsong United belakangan ini begitu aktif, dalam pengertian yang negatif. Sudah beberapa tahun ini kami melaporkan berbagai kegiatan klasik Hillsong kepada anda, seperti pemimpin nyanyi yang gay, perayaan ‘Silent Night’ yang sangat kacau, yang mirip dengan night club, dan juga gambar Baphomet yang terpampang di marketing konferensi wanita mereka. Kini mereka semakin menurunkan derajat mereka. Dalam dunia yang sudah penuh dengan seks dan gambaran seks ini, gereja semestinya adalah tempat yang aman dari hal tersebut. Tetapi tidak demikian Hillsong. Ada rekaman video dari smartphone yang merekam malam penutupan Konferensi Wanita pertama Hillsong di New York City. Sungguh mengejutkan. … Adakah Yesus di dalam kekacauan ini? Jawabannya, tidak ada. Di atas panggung mimbar, apa yang terlihat? Seorang koboi yang telanjang, lalu para cheerleaders yang berpakaian minim, seorang peniru Elvis, patung Statue of Liberty yang berjenggot, beberapa orang yang memakai kostum binatang berbulu, dan tambahan lagi mereka membuat semua hadirin melambaikan bendera Amerika sambil berseru ‘USA! USA! USA!’ … Hillsong United dan berbagai jaringan mereka telah membuat kekristenan dan Alkitab menjadi bahan tertawaan dengan ‘pertunjukan’ duniawi seperti ini. Mereka seharusnya malu, tetapi sungguh menyedihkan, mereka justru bangga dengan apa yang mereka perbuat. … Ini semua mengingatkan kita akan jemaat Laodikia yang ditegur keras oleh Tuhan. Sungguh mirip dengan gambaran “Pasar Kesia-siaan” yang diceritakan oleh John Bunyan dalam buku klasiknya, Perjalanan Seorang Musafir.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Dua “Gereja” Sesat Bergabung

(Berita Mingguan GITS 4 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Inggris dan Gereja Skotlandia telah sepakat untuk bergabung menjadi satu. Keduanya sesat, jadi memang saling cocok satu sama lain. Keduanya juga sedang mengalami proses kematian, jadi mereka bisa mati bersama dalam keliberalan mereka yang penuh bahagia, tanpa menyadari apa yang sedang terjadi. Tidak diragukan lagi mereka akan menyambut Antikristus ke Inggris suatu hari nanti, dan bisa jadi tidak lama lagi. Ada sumber-sumber media yang membuat poin bahwa Gereja Skotlandia “mengizinkan hamba Tuhan yang ada dalam pernikahan sesama jenis, sedangkan Gereja Inggris tidak mengizinkan hal seperti itu” (“Church of England and Scotland,” Christianheadlines.com, 25 Mei 2016). Tetapi Gereja Inggris penuh dengan “hamba Tuhan” yang homoseksual yang hidup bersama dengan partner mereka (tanpa menikah). Faktanya, pada tahun 2013, Gereja Inggris menghilangkan larangan mereka terhadap “pendeta yang gay.” Orang-orang yang menjabat sebagai Uskup Agung Canterbury bagi Gereja Inggris selam 60an tahun terakhir ini, adalah orang-orang yang sungguh tidak beriman. Pada tahun 1953, William Temple, dalam bukunya Nature and God, mengatakan, “…tidak ada yang namanya kebenaran yang disingkapkan.” Di tahun 1961, Michael Ramsey mengatakan, “…sorga bukan tempat untuk orang Kristen saja. …Saya yakin akan melihat banyak atheis di sana” (London Daily Mail, 2 Okt. 1961). Pada tahun 1982, Robert Runcie mengatakan bahwa dia agnostik mengenai apakah Yesus menderita di atas kayu salib (Sunday Times Weekly Review, London, 11 April 1982). Saya [David Cloud] ada di London pada hari ini dan membaca kekonyolan tak beriman yang muncul di koran pagi tersebut. Pada tahun 1996, George Carey menyerang para fundamentalis yang menempatkan Alkitab “di atas dan di luar kritikan manusia” (Christian News, 9 Des. 1996). Pada 14 September 2008, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf kepada Charles Darwin karena telah menolak teori evolusinya, dan pada 16 Mei 2009, lonceng-lonceng Katedral Anglikan di Liverpool tiga kali membunyikan lagu atheistik John Lennon yang berjudul “Imagine.”

Posted in Ekumenisme, Gereja, Liberalisme | Leave a comment

Astronot yang Percaya Penciptaan Alkitab

(Berita Mingguan GITS 4 Juni 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kolonel Jeffrey Williams (lahir 1958), astronot AS yang telah menghabiskan banyak bulan di International Space Station (ISS), adalah seorang yang percaya penciptaan dalam Alkitab tanpa malu-malu. Dia telah merekam lebih banyak foto daripada astronot lain mana pun dalam sejarah dan telah menerbitkan sebagiannya dalam buku The Work of His Hands: A View of God’s Creation from Space. Sang penulis mengatakan bahwa dalam buku itu dia merenungkan “pelajaran hidup tentang kebaikan providensia ilahi yang mendetil, kepeduliaan Allah terhadap ciptaanNya, dan hikmatNya dalam menata alam semesta.” Dalam misinya saat ini, Williams dijadwalkan untuk melampaui rekor 520 hari berturut-turut di luar angkasa yang dibuat oleh Scott Kelly. Dalam sebuah wawancara tahun 2015 dengan Institute for Creation Research, Kol. Williams mengatakan, “Saya percaya Kristus tahun 80an akhir. Saya telah mempelajari Firman Tuhan sejak 1988. Saya tidak mau ikut-ikutan saja; saya tidak mau hanya menjadi pengikut suatu organisasi agama. Saya mau memahami apa itu iman, dan seluruh hidup saya, sejak 1988, setiap hari saya mempelajari Kitab Suci untuk mencoba memahaminya, dan salah satu hal yang saya temukan adalah adanya kekonsistenan internal yang komplit di dalam Kitab Suci dan bahwa kebenaran Alkitab didukung oleh semua bukti-bukti luar Alkitab. …Saya tidak menemukan konflik antara ilmu pengetahuan yang sejati – sains yang sejati yang berintegritas – dengan Kitab Suci. Saya telah menemukan bahwa dalam semua kasus adanya konflik, maka itu bukanlah konflik dengan sains, tetapi konflik dengan presuposisi di baliknya. Jadi ini hal yang filosofis. Jika anda mempelajari hal-hal itu, filosofi, sains, dan agama, selalu bersinggungan. Garis-garis yang memisahkan mereka tidak pernah jelas, dan seringkali kabur. Jika seseorang merasa bahwa sains bertentangan dengan, misalnya, pasal-pasal awal kitab Kejadian, maka bukan sains-nya, tetapi presuposisi yang ada di dalam itu. Jika anda memiliki presuposisi yang mengatakan tidak ada Allah, maka berarti dalam pemikiran anda tidak mungkin ada tindakan supranatural, dan anda percaya bahwa segala sesuatu harus dijelaskan hanya dengan proses natural. Maka, anda telah membatasi diri dalam hal informasi apa yang bisa anda dapatkan dari pengamatan objektif di hadapan anda. Inilah isu sebenarnya. Saya mempresuposisikan Allah. Dan saya mempresuposisikan kebenaran Kitab Suci”(www.icr.org/article/above-all-earth/).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Doktrin Pre-Tribulasi Sedang Menurun

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah survei belakangan ini, hanya 28% pengkhotbah di bawah usia 45 tahun percaya Pretribulation Rapture (Editor: doktrin bahwa orang percaya Perjanjian Baru akan diangkat sebelum masa kesusahan besar). Sementara itu, 36% dari pengkhotbah semua usia percaya doktrin ini (Editor: berarti pengkhotbah berusia tua lebih banyak yang percaya doktrin ini). Survei terhadap 1000 orang gembala sidang ini dilakukan oleh Lifeway Research. Kurang dari setengah percaya bahwa Antikristus adalah tokoh yang literal yang akan muncul di masa depan. Dari antara gembala sidang Baptis, 75% percaya Antikristus yang literal. Dari antara Lutheran, 29%, Methodis 28%, dan Presbyterian/Reformed 31%.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Museum Palestina Kosong, Sama Seperti Klaim Mereka atas Tanah Israel

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Oh, the Irony!” Israel Today, 22 Mei 2016: “Otoritas Palestina minggu lalu secara resmin membuka Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina, tidak jauh dari ibukota de facto mereka, Ramallah. Nah, bagi orang-orang yang benar-benar mengetahui sejarah secara akurat, orang-orang yang hari ini disebut Arab “Palestina” sebenarnya tidak dapat dibedakan dari bangsa-bangsa Arab yang hidup di wilayah sekitar mereka, yaitu negara-negara yang baru saja memiliki perbatasan mereka dan kenegaraan mereka dalam satu dua abad belakangan ini saja. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada sejarah atau budaya ‘Palestina’ yang tersendiri dan unik. Jadi, sangatlah pantas bahwa Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina dibuka TANPA SATU PUN EKSHIBIT. Fasilitas ini, yang memakan biaya hingga $24 juta, digambarkan sebagai tempat yang modern dan berkelas tinggi oleh The New York Times. Koran ini berbicara dengan pemimpin museum, Omar al-Qattan, yang mengkonfirmasi bahwa ia telah membuka sebuah museum yang masih kosong. Tetapi, al-Qattan menekankan, bahwa pembukaan ini memiliki makna simbolik yang penting. Dia dan pejabat Palestina lainnya mengatakan bahwa mereka berharap di masa depan, akan ada ekshibit di museum tersebut.”

Posted in Arkeologi | 5 Comments