Paus Mendorong Lutheran agar Mengesampingkan Doktrin untuk Bekerjasama

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Pope Urges,” Associated Press, 13 Okt. 2016: “Paus Fransiskus, pada hari Kamis, mendorong para Lutheran untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan doktrinal, dan bekerjasama dengan orang-orang Katolik untuk merawat orang-orang miskin, sakit, dan para pengungsi, sambil dia menjabarkan visinya akan persekutuan yang lebih besar sebelum dia mengunjungi Swedia belakangan bulan ini. Fransiskus menyapa sekitar 1000 orang Lutheran yang mengunjungi Vatikan dalam suatu ziarah ekumenis. Mereka tiba di Roma dari Jerman, tempat Martin Luther memicu Reformasi Protestan dengan memakukan 95 thesisnya di pintu sebuah gereja untuk menantang berbagai penyalahgunaan Gereja Katolik. Fransiskus akan menandai peringatan 500 tahun Reformasi dengan kunjungannya 31 Okt – 1 Nov ke Swedia. Di sana dia akan ikut serta dalam sebuah kebaktian ekumenis dengan Lutheran World Federation. Seperti pendahulunya, Fransiskus telah mengulurkan tangan kepada kaum Prostestan, Ortodoks, dan orang-orang Kristen lainnya untuk menyembuhkan perpecahan dalam kekristenan. Tetapi, berbeda dengan para pendahulunya, Fransiskus bahkan mengatakan bahwa perbedaan theologis harus dikesampingkan supaya orang-orang Kristen dapat bekerja sama dalam isu-isu sosial yang urgen, termasuk membantu orang miskin, masalah lingkungan, dan membantu orang-orang Kristen di Irak dan Siria.”

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Darah: Satu Lagu Desain Masterpiece

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 16 Maret 2016: “Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa sel darah terlihat seperti piringan merah dan agak cekung di bagian tengah? Lebih lanjut lagi, apakah bentuk yang khas ini termasuk elemen desain ataukah hasil dari mutasi dan seleksi alam selama jutaan tahun? Alan Gillen, seorang biologis dan kreasionis, membuat argumen yang kuat bahwa ini semua bagian dari desain dalam bukunya yang berjudul Body by Design. Menurut Dr. Gillen, para ilmuwan menggunakan komputer mainframe IBM untuk menentukan bentuk ideal untuk suatu sel yang tugasnya adalah membawa oksigen ke sel-sel lain dan juga mengangkut pergi sampah. Mereka menemukan bahwa bentuk sel darah merah yang bioconcave, memungkinkan terjadinya kontak permukaan yang maksimum antara hemoglobin yang membawa oksigen dengan sel-sel yang memerlukan. Hal ini memfasilitasi pertukaran dua arah gas-gas dalam darah. Dia juga menunjukkan bahwa bentuk ini memberikan sel darah merah fleksibilitas dan elastisitas, sehingga dapat telipat ketika sedang mengalir di kapiler-kapiler darah yang sempit. Tambahan lagi, mereka memiliki sisi-sisi yang mulus dan lengkung, yang mengurangi jumlah gesekan ketika bergerak melalui vena, arteri, dan kapiler. Nah, apa jadinya jika percobaan pertama evolusi untuk membuat sel darah merah menghasilkan sel-sel yang berbentuk kubus dengan sisi-sisi yang tajam dan tipis? Apa jadinya jika sel-sel darah tidak memiliki bentuk bioconcave yang khas itu? Jelas, sel darah harus didesain pas sejak pertama kali, kalau tidak organisme itu akan mati. Dan karena sudah membicara ini, coba tanya kepada seorang evolusionis, mana yang berevolusi lebih dahulu – darah, atau jantung, atau sistem peredaran darah dengan vena, arteri, dan kapilernya? Sekali lagi, Allah harus menciptakan mereka pada saat yang sama agar semuanya dapat bekerja.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Penghujatan oleh CCM

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kami telah sejak lama memperingatkan tentang penghujatan yang diterima luas di kalangan Musik Kristen Kontemporer (CCM, Contemporary Christian Music), dan bukti-bukti terlihat jelas di penghargaan GMA Dove Awards 2010. Pemberian penghargaan dengan cara seperti ini saja sudah merupakan tindakan imitasi akan dunia, dalam segala segi, mulai dari komersialisme, musiknya, pakaian yang dikenakan, suasana “cool” duniawi yang ditunjukkan. Allah memerintahkan umatNya untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12:1-2), namun ini diabaikan secara terang-terangan oleh kelompok CCM. Tidak dapat dibayangkan bagaimana mereka bisa lebih sama dengan dunia lagi. Menyatukan hal-hal kudus Yesus Kristus dengan hal-hal fasik dunia ini, itu saja sudah merupakan suatu bentuk penghujatan, jadi tidak heran bahwa mereka merasa nyaman dengan hal-hal seperti “Funky Jesus Music.” Ini dinyanyikan oleh TobyMac di acara penghargaan 2010 tersebut. Dia diperkenalkan sebagai seseorang yang “cool, relevan, dan senantiasa muda.” Kata-katanya seperti ini [Tidak diterjemahkan]: “Rock, rock/ Give me that rock/ That hip, that rock/ Give me that funky/ Give me that funky/ Yo stick it in red/ We got the cred/ No need to say what’s already been said/ Don’t need to please/ When we got the proof/ We be on our knees/ When we raise the roof/ ‘Cause we got the/ Wow pow mix of flavor/ We got the funky Jesus blazer/ No equal/ Diverse people/ Come get it now/ Won’t be a sequel/ None of that mumbo jumbo/ Give me that hip hop funk soul/ Give me that funky Jesus music/ Give me that soulful gumbo.”

Yesus yang digambarkan ini, Yesus yang berpesta pora, adalah Kristus yang palsu. Memang Yesus adalah sahabat orang berdosa. Dia adalah Sahabat terbesar orang berdosa! Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi Yesus tidaklah cool dalam pengertian duniawi bagaimanapun. Ketika seseorang bersama dengan Yesus, itu bukanlah waktu berpesta; itu waktu pemuridan. “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya” (Luk. 10:39). Yesus yang kita lihat dalam Alktiab memperingatkan semua orang untuk bertobat dan “pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Ia menghabiskan banyak waktu menggambarkan kengerian neraka dan memperingatkan orang dengan bahasa yang tajam untuk tidak masuk ke sana. Tipe khotbah seperti ini akan menghentikan pesta duniawi mana pun! Tuhan Yesus Kristus tidak datang ke dunia untuk main game dan membuat pesta yang cool. Dia datang ke dunia untuk memenuhi suatu tujuan yang sangat spesifik dan serius, dan Dia sepenuh hati mengejar tujuan tersebut. Mungkin ada orang yang berargumen bahwa “Funky Jesus Music” tidak mewakili para Musisi Kristen Kontemporer seperti Townend/Getty, tetapi apakah mereka-mereka itu ada bersuara menentang kekacauan ini? Di manakah mereka ada menegor dan menggunakan “takut akan Allah” pada teman-teman musisi CCM mereka, dan dengan tegas menyingkapkan kesesatan, dosa, dan keduniawian yang meresap dalam bidang ini? Dengan berdiam diri, mereka ikut serta dalam kejahatan. Seperti yang telah kami dokumentasikan, Townend/Getty memiliki agenda ekumenis yang radikal, dan mereka berasosiasi dan menyetujui tokoh-tokoh Katolik seperti Matt Maher.

Posted in musik | Leave a comment

PBB Menyangkal Hubungan Sejarah Israel dengan Bukit Bait

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), melakukan voting 24 banding 6, dan menyetujui sebuah resolusi yang menyangkal ada hubungan sejarah antara orang Yahudi dengan situs-situs kudus di Yerusalem, termasuk Bukit Bait (“‘Egregious and Sinister,’ CBN.com, 14 Okt. 14, 2016). Hanya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania, dan Estonia yang menyatakan tidak setuju. Dua puluh enam negara mengambil jalan penakut dan memilih abstain, sehingga mengizinkan resolusi ini untuk lolos. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu merespon, “Bahkan jika mereka tidak membaca Alkitab, saya akan mengusulkan agar para anggota UNESCO mengunjungi Lengkung Titus (Arch of Titus) di Roma. Pada prasasti bersejarah itu dapat terlihat pasukan Roma sedang mengangkut benda-benda jarahan dari Bait Suci kedua di Bukit Bait 2000 tahun yang lalu. Di sana, terpahat pada Lengkung Titus, adalah menorah bercabang tujuh yang adalah simbol umat Yahudi, dan saya mengingatkan anda, juga adalah simbol bangsa Yahudi hari ini. Jangan-jangan UNESCO juga mau berkata bahwa Kaisar Titus terlibat dalam propaganda Zionis. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran sejarah lebih kuat dan kebenaran akan menang. Dan hari ini kita berurusan dengan kebenaran.” Sungguh, kebenaran akan menang, tetapi Israel masih dalam pemberontakan terhadap Penciptanya dan masa depan jangka pendeknya tidaklah terang. Menurut nubuat Alkitab, dia akan ditipu oleh program “damai” antikristus. Dalam Wahyu 11 kita melihat pengukuran terhadap Bait Suci Ketiga di tengah-tengah masa berkhotbahnya dua nabi pembuat mujizat, dan Bait itu akan dikuasai oleh Antikristus yang akan mengklaim diri Allah dan memaksa dunia untuk menyembah dia dengan ancaman maut. “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: ‘Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.’ Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya” (Wah. 11:1-3).

Posted in Arkeologi, Israel | Leave a comment

Membentuk Opal dan Menyatakan Evolusi Salah

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Dr. Andrew Snelling, “Growing Opals–Australian Style,” Creation, Desember 1989: “Len Cram adalah seorang Kristen yang berdedikasi dan yang penuh dengan keyakinan dalam pekerjaannya. Eksperimen-eksperimen yang dia lakukan telah menjungkirbalikkan teori-teori tradisional tentang batu opal, bahkan menantang ide-ide evolusi yang diterima luas tentang geologi dan jutaan tahun yang katanya diperlukan untuk pembentukan batu-batu opal. … Tidak banyak orang yang lebih mengenal batu opal lebih dari Len. Bahkan para ilmuwan yang tidak mau mengakui hasil kerjanya pun mengakui bahwa dia adalah seorang otoritas kelas dunia dalam subjek ini. … Len memulai perkenalannya dengan batu opal di Queensland tahun 1950an. … Dia mempelajari semua tulisan ilmiah tentang silika (bahan dasar opal) yang dapat dia temui. Dia menghabiskan bertahun-tahun dalam berbagai eksperimen – coba lagi dan coba lagi, gagal lagi dan gagal lagi. Setiap eksperimen didokumentasikan dengan baik. Hasil-hasil yang didapat juga didokumentasikan. Walaupun sering putus asa, ia tetap memelihara harapan, dan berlanjut. …Barulah pada tahun 1975 Len mendapatkan sukses pertamanya. Dia menuang sedikit barang “ini” dan sedikit barang “itu” ke dalam sebuah botol. Ia mengocoknya, dan menaruhnya di atas lemari dan melupakannya. Beberapa waktu kemudian, dia dan seorang teman sedang di dalam ruang laboratorium melakukan hal lain, dan teman itu memperhatikan botol tersebut. Di bagian dasar botol sudah terbentuk sekitar tiga milimeter batu opal yang berharga! Len lalu membangun di atas sukses pertama ini. Setelah menemukan kuncinya, ia kini dapat membentuk batu opal yang telihat paling alami yang dapat dibayangkan. Di lemarinya ada berbagai jenis batu opal, Andamooka biru dan hijau; Coober Pedy yang putih dan ‘kristal-kristal’; opal Mexico yang jingga, dan jenis Lightning Ridge yang hitam – semua dibentuk di ruangannya. … Opal yang dibuat oleh Lens ini terlihat seperti asli, karena memang asli. Proses yang dia pakai rupanya mencontoh proses terbentuknya batu opal di alam. … Opal-opal buatan Len yang terbaru kini terlihat persis dengan opal alami bahkan ketika dilihat di bawah mikroskop elektron.

Pekerjaan Len ini dimotivasi oleh keyakinan Kristennya yang kuat. Dia adalah seorang kreasionis (seorang yang percaya penciptaan) dan dia mengklaim bahwa eksperimennya ini membantah teori-teori geologi yang uniformitarian bahwa pembentukan opal terjadi pelan dan bertahap selama ribuan hingga jutaan tahun. Sementara dia mengembangkan sistem pembentukan opalnya, dia belajar banyak mengenai bagaimana opal bisa terbentuk. Len percaya hanya dibutuhkan beberapa bulan dalam bagian-bagian yang cocok di lapisan-lapisan sedimen yang muncul karena Air Bah Nuh – dan dia berkata dia bisa membuktikannya. …Teori sains masa kini, yang didasarkan pada kepercayaan uniformitarian para geolog pada proses yang pelan dan bertahap selama jutaan tahun, menyatakan bahwa pembentukan opal adalah proses sedimentasi. … Tetapi Len telah membuktikan bahwa pembentukan opal sepertinya sama sekali berbeda. Dalam toples-toplesnya, warna pertama sudah mulai muncul dalam waktu 15 menit! Dalam tiga bulan dia mendapatkan lebih dari satu sentimeter pertumbuhan. Len mengatakan bahwa yang paling lama adalah proses pengeringan, yaitu air yang terdapat dalam struktur opal yang berkembang itu didorong keluar selama beberapa bulan hingga tahun.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Taman-Taman Kuno Ditemukan di Petra

(Berita Mingguan GITS 08 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para arkeolog telah menemukan taman-taman kuno di Petra, dengan sistem terowongan airnya yang mengagumkan. “Penggalian baru-baru ini di Petra telah menyingkapkan suatu sistem irigasi dan penampungan air yang secara mengejutkan sangat canggih, yang memungkinkan penduduk kota padang pasir itu untuk bertahan hidup – dan bahkan memelihara sebuah taman yang indah dengan air mancur, kolam-kolam dan sebuah kolam renang yang besar. Keahlian teknis dan berbagai hal wewah yang ditemukan ini bersaksi tentang kekayaan dan kegemilangan ibukota kuno kaum Nabatean ini 2000 tahun yang lalu” (“Monumental forgotten Gardens of Petra,” Haaretz, 28 Sept. 2016). Air disalurkan dari sebuah mata air yang terletak di bukit-bukit di luar Petra, dan dipakai untuk mengirigasi sebuah taman yang besar yang berisikan pohon-pohon, palem-palem korma, berbagai tumbuhan, air-air mancur, dan sebuah kolam renang selebar 44 meter. Petra berlokasi di tengah pegunungan Edom, dan orang-orang Edom yang membangun kota misterius ini disebut sebagai kaum Nabatean. Belakangan orang Roma menguasai Petra ketika mereka mengalahkan Negev dan sebagian dari Arabia. Petra adalah sebuah kota yang kaya yang terletak di Jalur Rempah dari Arab Selatan menuju Mesir, Israel, dan ke sana lagi. Jarak dari Arab Selatan ke Israel adalah 2.400 km. Jarak inilah yang ditempuh oleh Ratu Syeba, yang berangkat untuk mengunjungi Salomo. Ada 65 stasiun unta di sepanjang jalur ini, dan pada zaman itu dikuasasi oleh kaum Nabatean. Kaum Nabatean terlibat dalam perdagangan dan menarik pajak dari karavan-karavan unta yang berperjalanan melewati padang gurun. Petra memiliki kuil-kuil berhala untuk berbagai dewa dewi palsu. Mereka menyembah seorang dewi yang bernama Allat, yang mirip dengan dewi immoral Roma, Aphrodite. Mereka juga menyembah matahari. Mezbah matahari terletak tinggi di Petra, yaitu di atas 600 anak tangga.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

The Passion: Mencampur Yang Kudus dan Yang Najis

(Berita Mingguan GITS 08 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis” (Im. 10:10). Firman Allah memerintahkan pemisahan antara yang kudus dan yang tak kudus, tetapi persis itulahyang tidak dilakukan oleh kekristenan kontemporer. Ada pencampuran yang berbahaya dan sesat, antara yang kudus dan yang sekuler, dan gereja atau rumah tangga manapun yang mengaku hidup berdasarkan Alkitab tetapi yang bermain api dengan musik Kristen kontemporer (musik duniawi) bertindak sangat bodoh. Perhatikan The Passion, sebuah program televisi spesial di saluran Fox, yang akan tayang pada tanggal 20 Oktober. Katanya film ini akan “menceritakan kisah saat-saat terakhir kehidupan Yesus Kristus di muka bumi ini melalui perikop-perikop Alkitab dan juga berbagai lagu pop yang terkenal” (“The Passion: New Orleans Soundtrack Set for Release,” Fox.com). Salah satu aktor di dalamnya adalah Michael W. Smith, seorang musisi CCM terkenal. Yesus Kristus diperankan oleh Jencarlos Canela, seorang rocker, dancer, dan aktor yang sensual, yang mengumumkan pada tahun 2011 bahwa dia dan pacarnya, Gaby Espino, menantikan seorang bayi yang akan lahir di luar nikah. Canela menjadi terkenal karena perannya dalam opera sabun yang secara moral kotor, Más Sabe el Diablo (Iblis Lebih Tahu), yang direkam pada tahun 2009-2010. Canela memainkan peran Angel, walaupun dia dikenal sebagai El Diablo (Iblis), yang digambarkan memiliki hati yang baik walaupun dia adalah seorang pencuri bermulut kotor, pezinah, dll. Seri yang penuh kekerasan itu memiliki fitur “para kekasih yang terlibat dalam intrik, pengkhianatan, pembalasan, dan nafsu yang tak terkekang.” Dalam The Passion, Maria, ibu Yesus, diperankan oleh Trisha Yearwood yang telah bercerai tiga kali. Soundtrack untuk film The Passion ini dibuat oleh Adam Anders dan Peer Astrom, yang sebelumnya memproduksi lagu untuk Backstreet Boys, dan juga untuk Madonna, si penyanyi yang sangat anti Yesus dan penuh kekotoran itu. Lagu-lagu untuk The Passion antara lain adalah lagu-lagu hit dari para musisi yang sangat tidak kudus. Salah satunya adalah Katy Perry, yang lagu “Dark Horse”nya mempromosikan okultisme dan penyembahan berhala Mesir, lengkap dengan ular-ular, binatang-binatang roh jahat, mantra-mantra, dewa Hors, dan dewi kotor Isis dan Aphrodite. Perry mengatakan bahwa albumnya, Prism, terinspirasi oleh The Power of Now, karya Eckhart Tolle, seorang universalis New Age (“Katy Perry’s Prism,” Billboard, 27 Sept. 2013). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor. 6:14).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Mayoritas Injili di AS Percaya “Semua Orang Akan Masuk Sorga”

(Berita Mingguan GITS 08 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah survei oleh LifeWay, 64% “injili” mengatakan bahwa semua orang akan masuk sorga. Tetapi survei itu juga menemukan bahwa 84% kaum “injili” percaya bahwa “neraka adalah tempat penghakiman abadi, ke sanalah Allah akan mengirim semua orang yang tidak secara pribadi percaya pada Yesus Kristus.” Di antara kaum non-Injili di Amerika, 30% percaya akan hal ini (“More US Evangelicals,” Christian Post, 3 Okt. 2016). Survei ini menunjukkan bahwa kaum Kristen “injili” Amerika sangat kebingungan tentang iman mereka dan bahwa “kepercayaan yang kontradiksi dan saling bertentangan tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang.” Ini adalah buah dari kompromi dan kesesatan selama 70 tahun. Hasil survei lainnya termasuk juga: sekitar 70% dari semua orang Amerika tidak setuju bahwa orang yang tidak percaya Yesus akan masuk neraka, 44% mengatakan seks di luar pernikahan tradisional bukanlah dosa, 40% mengatakan bahwa aborsi bukanlah dosa, dan 42% percaya bahwa kutuk dan peringatan dalam Alkitab terhadap perilaku homoseksual tidak berlaku hari ini.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Doa Ekumenis untuk Kebangkitan Rohani

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Ada banyak seruan belakangan ini untuk berdoa bersama secara ekumenis untuk meminta kebangkitan rohani. Yang paling terakhir adalah sebuah inisiatif yang diajukan oleh Uskup Agung Canterbury dicanangkan untuk musim semi 2017. “Umat Katolik, Baptis, Pantekosta, Koptik, Metodis, Kristen Ortodoks, dan anggota-anggota gereja-gereja bebas akan bersatu di bawah payung Anglikan setelah para presiden dari Churches Together in England (CTE) mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan menerima undangan untuk berdoa 10 hari sebelum hari Pentakosta 2017. … Mereka akan menulis kepada gereja-gereja mereka – yang berkisar dari gereja-gereja Advent-Hari-Ketujuh hingga gereja-gereja Koptik Ortodoks – dan menghimbau mereka untuk ikut berpartisipasi. ‘Kami berdoa kepada Bapa bahwa keluargaNya, yang dipanggil menjadi satu dalam Yesus Kristus, dapat menyaksikan pencurahan Roh Kudus untuk mentransformasi banyak kehidupan dan komunitas di negeri kita,’ kata mereka” (“Missions of Christians to Unite in Prayer for Revival,” ChristianToday.com, 19 Sept. 2016).

Doa adalah persis hal yang kita butuhkan hari ini. Ini adalah satu-satunya hal yang cukup berkuasa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Tetapi doa ekumenis adalah pelanggaran jelas terhadap Firman Allah. Kesatuan yang dibicarakan dalam Perjanjian Baru adalah kesatuan yang “erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). Ini berbicara mengenai kesatuan yang didapatkan di dalam sebuah gereja Perjanjian Baru yang sehat secara doktrinal. Tetapi, seringkali gereja yang sehat doktrinal justru tidak banyak berdoa. Doa-doa yang dilakukan di tengah minggu seringkali hanyalah permintaan yang dinaikkan setengah hati selama setengah menit, dan biasanya untuk orang-orang yang sakit. Biasanya, tidak ada waktu-waktu berdoa yang serius sebelum acara-acara khusus. Hampir tidak ada doa untuk bangsa dan negara seperti yang diperintahkan di 1 Timotius 2:1-2 ataupun doa agar Allah mengirimkan pekerja-pekerja, sebagaimana dalam Lukas 10:2. Berdoa yang serius hingga berpuasa hampir tidak pernah dilakukan di gereja-gereja yang percaya Alkitab. Doa disebut 407 kali dalam Alkitab dan 121 kali dalam Perjanjian Baru. Doa adalah salah satu dari empat karakteristik dasar jemaat pertama di Yerusalem (“ Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” Kis. 2:42). Doa adalah nasihat yang pertama (1 Tim. 2:1-2). Doa mendapatkan penekanan besar dalam pengajaran Yesus (Mat. 6:5-13; 7:7-11), dan rasul Paulus menyinggung doa boleh dibilang dalam semua surat-suratnya. Tetapi doa banyak diabaikan hari ini.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Teknologi 3D Membuktikan Alkitab Ibrani Tidak Berubah Selama 2000 Tahun

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “3D tech proves,” The Times of Israel, 22 Sept. 2016: “Gumpalan terbakar yang berisikan sebuah gulungan berusia 2000 tahun terletak di sebuah ruang simpan arkeologi Israel selama puluhan tahun, terlalu rapuh untuk dapat dibuka. Kini, teknologi pemindaian yang baru telah menyingkapkan apa yang tertulis di dalamnya: bukti paling awal sebuah teks Alkitab dalam bentuk standar. Penemuan ini, yang diumumkan di sebuah artikel jurnal Science Advances oleh para peneliti di Kentucky dan Yerusalem pada hari Rabu, dapat terjadi dengan menggunakan ‘pembukaan virtual’ (virtual unwrapping), sebuah metode analisis 3D menggunakan scan X-ray. Para penilit mengatakan bahwa ini pertama kalinya mereka dapat membaca teks sebuah gulungan kuno tanpa perlu secara fisik membuka gulungan tersebut. … Teknologi digital tersebut, yang dibiayai oleh Google dan US National Science Foundation, dicanangkan akan dibuka kepada umum sebagai software open-source pada akhir tahun depan. Para peneliti berharap untuk memakai teknologi ini utnuk mengintip ke dalam dokumen-dokumen kuno lainnya yang terlalu rapuh untuk dibuka. … Gulungan Alkitab yang dipelajari tersebut ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 1970 di Ein Gedi, sebuah situs komunitas Yahudi kuno dekat Laut Mati. Di dalam tabut sinagog kuno itu, para arkeolog menemukan gumpalan-gumpalan pecahan gulungan. Sinagog itu hancur karena api, sehingga gulungan-gulungannya terbakar gosong. Cuaca kering di wilayah itu membantu mempertahankan gulungan-gulungan, tetapi ketika para arkeolog mulai menyentuhnya, gulungan-gulungan itu akan mulai hancur. Jadi, gumpalan-gumpalan yang gosong itu disimpan saja selama setengah abad, tanpa seorang pun tahu apa yang tertulis di dalamnya. … Teks yang ditemukan dalam gulungan gosong di Ein Gedi itu ternyata ‘100 persen persis sama’ dengan versi kitab Imamat yang telah dipakai berabad-abad selama ini, kata ahli Gulungan Laut Mati, Emmanuel Tov dari Hebrew University di Yerusalem, yang ikut serta dalam penelitian itu. ‘Hal ini cukup mengagumkan bagi kami,’ dia berkata. ‘Dalam 2000 tahun, teks ini tidak berubah.’”

Posted in Alkitab, Arkeologi | Leave a comment