Ayo Cepat, Sel Darah!

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 November 2016: “Selama bertahun-tahun, Creation Moments telah menyajikan banyak fakta menarik tentang darah, tetapi sebuah studi baru dari University of Rochester Medical Center bisa jadi adalah yang paling menakjubkan. Sebagaimana dilaporkan dalam ScienceNews, para peneliti kini telah menemukan ketika otak kekurangan oksigen, ‘sel-sel darah merah dapat merasakan defisit yang terjadi dan menerjangkan diri mereka sendiri menerobos kapiler-kapiler untuk menyampaikan muatan kargo mereka’ (Laura Sanders, ‘Red blood cells sense low oxygen in the brain,’ ScienceNews, 4 Agus. 2016). Jurnal ilmiah tersebut juga memberi catatan bahwa riset terhadap tikus ini memberi kesan bahwa sel-sel ‘dapat mendeteksi dan menolong kondisi rendah oksigen.’ Jadi bagaimana persisnya sel darah merah menolong defisit oksigen di otak? Menurut Jiandi Wan dari Rochester Institute of Technology di New York, ketika level oksigen turun, ‘sel-sel darah mereka bertambah cepat dengan cara menjadi lebih fleksibel.’ Sifat ‘mudah dibengkokkan’ ini memungkinkan sel untuk “menyelip melalui kapiler-kapiler yang sempit secara lebih cepat.” Barulah ketika para peneliti menggunakan zat kimia untuk membuat sel darah merah itu menjadi kaku, sel darah itu melambat. Maiken Nedergaard, co-author dari penelitian tersebut, dari University of Rochester Medical Center, mengatakan bahwa penemuan ini pada akhirnya bisa jadi diaplikasikan untuk mengobati penyakit kerusakan hubungan aktivitas saraf dengan aliran darah, termasuk misalnya Alzheimer. Ini adalah berita yang menggembirakan, tetapi bukan berita baik untuk kaum evolusionis. Bagaimanakah mereka dapat menjelaskan sifat sel darah merah yang luar biasa ini? Mereka tidak bisa. Namun para kreasionis tidak ada kesulitan untuk menjelaskannya. Tetapi bahkan kita pun tidak habis pikir ketika kita mengingat bahwa Yesus rela mencurahkan darahNya untuk menyelamatkan yang terhilang.”

Posted in Kesehatan / Medical, Science and Bible | Leave a comment

Membiarkan Kerugian

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?” (1 Kor. 6:6-7). Berikut dari dari komentari John Phillips atas 1 Korintus: “Bertahun-tahun yang lalu, saya jatuh ke tangan pebisnis yang tidak jujur yang meyakinkan saya untuk menginvestasikan uang dalam suatu usaha yang dia tahu tidak ada nilainya. Dia memberikan kepada saya dokumen-dokumen yang juga tidak bernilai sebagai jaminan. Ketika cek giro bunga pertama dikembalikan oleh bank, saya tahu bahwa saya telah ditipu. Saya membawa cek giro itu kepadanya dan menuntut suatu penjelasan. Itu suatu kesalahan, kata dia, dan dia bermaksud untuk membayar giro itu. Saya disuruh untuk melakukan deposito ulang. Itu semua adalah permulaan dari rentetan kebohongan dan penghindaran yang panjang. Akhirnya saya mencari nasihat hukum. ‘Ini kasus penipuan yang jelas,’ kata pengacara saya. ‘Serahkan kasus ini kepada saya dan saya akan memastikan dia masuk penjara.’ Orang itu adalah seorang yang mengaku Kristen. Dia pergi ke gereja yang sama dengan saya. Saya kenal dengan istri dan anak-anaknya yang kecil. Setelah pergumulan hati yang berat, saya memutuskan untuk membiarkan masalah itu. Jumlah uang yang terlibat adalah besar (untuk standar saya itu besar), tetapi tidak pantas untuk menjadikannya tuntutan hukum. Saya memutuskan untuk membiarkan diri saya ‘menderita ketidakadilan.’ ‘Ah!’ orang-orang bijak dunia ini akan berkata, ‘jadi saudara ini bisa memakai 1 Korintus 6 untuk bebas melakukan penipuan!’ Hmm, ya dan tidak! Sebenarnya, kasus ini hanyalah dioper ke Pengadilan yang Lebih Tinggi. Orang itu tidak lolos dengan ketidakjujurannya, sebagaimana saya ketahui belakangan. Dia membayar dengan cara-cara lain. Dan saya juga tidak menjadi pecundang. Seorang teman pebisnis saya yang kaya mendengar apa yang terjadi. Dia mendekati saya satu hari dan berkata, ‘Saya seharusnya memperingatkan kamu tentang orang tersebut. Saya tidak tahu kamu adalah calon korbannya. Tuhan telah menggerakkan hati saya untuk membantu kamu. Juallah pada saya jaminan-jaminan itu. Jangan khawatir bahwa saya akan rugi, saya bisa menanggungnya dengan mudah. Lagipula, saya punya jauh lebih banyak pegangan dari kamu dan saya juga jauh lebih kenal dia. Biar saya yang berhadapan dengan dia.’ Orang tersebut berpegang pada perkataannya. Dalam beberapa minggu dia memberikan kepada saya giro dengan jumlah uang yang sepenuhnya. Tentu saja tidak semua kasus akan berakhir manis dengan cara seperti ini. Tetapi semuanya pasti akan berakhir manis – pada akhirnya.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Jaringan Lunak Triceratops

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Triceratops,” creation.com, 19 Nov. 2016: “Lapisan-lapisan jaringan yang lunak dan dapat dilenturkan telah ditemukan di bagian depan tanduk seekor Triceratops. Ketika diperiksa di bawah sebuah mikroskop elektron, sel-sel tulang yang disebut osteosit dapat terlihat bersamaan dengan terpeliharanya struktur sel tersebut secara luar biasa. Bahkan juga termasuk terpeliharanya protein tipis yang mencuat dari membran sel, yang disebut filipodia. Para filipodia ini berukuran diameter kurang dari 300 nm dan dapat terlihat bercabang-cabang ke dalam matriks tulang yang mendasarinya. Sebagian kaum skeptik di masa lalu telah mencoba untuk meremehkan klaim adanya jaringan lunak pada fosil sebagai hanyalah biofilm yang ditinggalkan oleh bakteri. Laporan spesial dari Proyek iDINO (yang dilakukan oleh Creation Research Society) membantah para skeptik ini dengan cara mempertunjukkan di bawah mikroskop elektron, bahwa yang terlihat bukanlah sekedar biofilm, tetapi jaringan lunak berstruktur kompleks di dalam tulang dinosaurus. Semua ini adalah bukti kuat melawan ide bahwa fosil-fosil ini berusia 65 juta tahun, sebagaimana diklaim oleh para evolusionis. Baru-baru ini, Brian Thomas dan Vance Nelson mengukur umur karbon sejumlah fosil dinosaurus, termasuk dua spesimen dari Triceratops horridus. Kedua spesimen itu menghasilkan usia 33.570 ± 20 tahun, dan 41,010 ± 220 tahun. …waktu paruh dari DNA mitokondria burung Moa, dilaporkan dalam literatur sebagai 521 tahun. Hal ini menambah masalah bagi evolusi, karena DNA, sel-sel darah merah, protein-protein tulang, dll., seharusnya tidak ada lagi dalam fosil-fosil kuno jika memang fosil-fosil itu sedemikian tua.

Dalam laporan spesial proyek iDINO itu, Brian Thomas menerbitkan sebuah paper tentang materi biologis yang asli dalam fosil, dan dia mendiskusikan penemuan protein (misal kolagen) dan DNA dalam fosil-fosil dari strata-strata yang berbeda-beda. Dia juga mendiskusikan mekanisme pemeliharaan yang dipakai oleh para skeptik ketika mencoba menjelaskan mengapa materi biologis dapat ditemukan dalam fosil-fosil yang dikatakan sangat kuno tersebut. Ide bahwa jaringan lunak dapat bertahan 65 juta tahun adalah masalah besar bagi evolusi karena kita mengantisipasi jaringan lunak untuk hancur dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek. Pemeliharaan jaringan lunak dalam dinosaurus cocok sekali dengan pemahaman Alkitab bahwa fosil dinosaurus adalah bukti adanya penguburan cepat oleh air bah yang bersifat global beberapa ribu tahun yang lalu.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Para Ilmuwan Telah Menemukan Air “Jauh Lebih Dalam” dari yang Diperkirakan Sebelumnya

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa mineral-mineral dekat dengan mantel bumi dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar sekali. “Para ilmuwan menjalankan simulasi kompleks pada mineral brucite, yang membentuk sebagian dari mantel Bumi, telah menyimpulkan bahwa MINERAL INI BISA MENYIMPAN AIR DI BAWAH TEKANAN TINGGI, HINGGA 595 KILOMETER DI BAWAH PERMUKAAN BUMI – jauh lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. …ahli geologi Mainak Mookherjee, dari Florida State University [mengatakan,] ‘Kami tidak mengira air bisa ditampung oleh mineral-mineral seperti brucite pada kedalaman seperti ini. Tetapi sekarang kita tahu bahwa ada hal seperti ini, kita perlu menghitung berapa banyak air yang dapat secara efektif tersimpan di dalamnya.’ Setiap tahun, milyaran ton air didorong ke dalam tanah melalui proses subduksi, ketika satu lempeng tektonik menaiki lempeng lainnya. Ini adalah bagian dari siklus air yang sama penting dengan turunnya hujan dan penguapan. …Dan brucite hanyalah sebagian dari cerita ini: mineral-mineral berafiliasi air lainnya, seperti mika, lawsonite, serpentine, juga bisa jadi terlibat. …air dapat ditemukan jauh di bawah tanah – sedalam 660 kilometer – melalui mineral ringwoodite” (“Water could be lurking much deeper in our planet than we thought,” Science Alert, 24 Nov. 2016). Ini mengingatkan kita tentang sebuah perikop di sebuah kitab yang kuno, Kejadian, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat [KJV: fountains of the great deep] dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kej. 7:11).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Berbohong tentang Fidel

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kematian diktator Kuba, Fidel Castro, minggu lalu, memicu tercurahnya kebohongan-kebohongan penuh simpati dari propaganda “media massa populer” berhaluan kiri. Sebuah laporan di Reuters menjadi contoh tipikal dari berbagai laporan yang muncul di berbagai situs berita internet dan di koran-koran di seluruh dunia, untuk mencuci otak orang-orang pada umumnya yang tidak memiliki informasi sebenarnya. Saya [Dr. Cloud] membacanya di koran The Himalayan Times di sebuah kedai kopi di Kathmandu, Nepal. Inti dari laporan itu adalah bahwa Fidel adalah seorang pahlawan yang menentang penindasan Amerika Serikat dan menciptakan suatu negara komunis yang menyenangkan yang katanya meningkatkan kehidupan rakyat. “Dia membuang kapitalisme dan memenangkan dukungan karena mendirikan sekolah dan rumah sakit bagi orang-orang miskin” (“Former Cuban Leader Dies at 90,” Reuters, 26 Nov. 2016).

Fakta kebenarannya, dia tidak memenangkan dukungan; dia memaksakan dukungan melalui terorisme dan penindasan yang brutal. Sementara laporan itu mengakui bahwa Fidel memiliki “banyak sekali musuh dan pengritik” yang “memandang dia sebagai seorang tiran yang tak berbelas kasihan,” para kritik ini tidak diberikan suara untuk menyampaikan keprihatinan mereka. Seorang pembaca yang tidak mengetahui faktanya bisa jadi dipimipin untuk berpikir bahwa kritikan mereka terhadap Fidel-sang-orang-baik adalah kritikan yang tidak adil. Laporan Reuters tentang Fidel ini tidak menginformasikan para pembaca tentang brutalitas Fidel, penghancuran kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan pers, dan pemilihan demokratis, dan penghancuran ekonomi melalui prinsip-prinsip Marxisme, atau sel-sel penjara yang kecil, gelap, bagaikan mimpi buruk, yang berisikan 500.000 “pengritik,” dan “rasio pemenjaraan politik per kapita tertinggi di dunia,” penyiksaan dan pemukulan, 15.000 eksekusi mati oleh regu tembak, dan kerja paksa. Reuters tidak menjelaskan mengapa ratusan ribu orang Kuba mempertaruhkan nyawa mereka untuk lari dari firdaus komunisnya Fidel, untuk lari ke penindasan Amerika (puluhan ribu orang tenggelam atau dimakan ikan hiu dalam usaha ini), sementara hampir tidak ada orang yang mau ber-imigrasi ke Kuba. Orang-orang itulah yang dapat memberitahu kepada anda kebenaran tentang Kuba, tetapi mereka tidak diberikan suara oleh Reuters, dll. (Mereka diberikan suara dalam buku-buku seperti The Black Book of Communism oleh Pascal Fontaine, Fidel: Hollywood’s Favorite Tyrant oleh Humberto Fontova, dan Against All Hope oleh Armando Valladares, yang menggambarkan 22 tahun mengerikan penyiksaan dan pemenjaraan yang dia alami secara pribadi karena “sekedar menyinggung masalah kebebasan”).

Walaupun sistem kesehatan Kuba yang sosialis sering dipuji sebagai salah satu yang terbaik di dunia, realitanya adalah ada dua sistem kesehatan di Kuba, satu yang kualitasnya sangat rendah untuk orang Kuba biasa, dan satu yang bagus untuk elit partai Komunis dan turis-turis kesehatan. “Kesaksian dan dokumentasi tentang subjek ini sangat luas tersedia. Rumah sakit dan klinik-klinik sudah dalam kondisi hampir rubuh. Kondisi di sana tidak higienis, dan pasien bisa jadi lebih baik di rumah saja, di mana pun rumah itu. Jika mereka pergi ke rumah sakit, mereka harus membawa seprei mereka sendiri, begitu juga sabun, handuk, makanan, dan bolam lampu – bahkan tisu WC. Dan pengobatan yang dasar sulit ditemukan . . . menemukan aspirin saja susah. Antibiotik bisa dijual mahal sekali di pasar gelap. Peralatan yang dipakai oleh para dokter sudah sangat kuno atau bahkan tidak ada. Para dokter diketahui harus memakai ulang sarung tangan latex – tidak ada pilihan lain. Ketika mereka berkunjung ke pulau Kuba, dalam misi kemanusiaan, dokter-dokter Amerika memastikan mereka membawa sebanyak mungkin peralatan dan sebanyak mungkin suplai yang dapat mereka bawa. Salah seorangnya memberitahu Associated Press, ‘Dokter-dokter [Kuba] cukup terlatih, tetapi mereka tidak memiliki alat untuk bekerja. Ini seperti melakukan operasi dengan pisau dan sendok’” (“Does Cuba Have the Best Healthcare System?” 22 Mei 2016, quora.com). Laporan Reuters ini juga gagal memberitahu para pembacanya bahwa orang-orang Kuba masih terus mengalir keluar dari firdaus komunisnya Fidel ke pantai Amerika yang katanya penuh penindasan (“Surge in Cuban Immigration to U.S. continues,” 5 Agus. 5, 2016, Pewresearch.org). Kita bertanya-tanya, mengapa para wartawan sayap kiri ini tidak pindah saja ke salah satu firdaus komunis itu daripada tetap tinggal di Amerika yang penuh penindasan?

Posted in General (Umum) | 1 Comment

Tato untuk Yesus?

Sebuah survei di Kanada menemukan bahwa “75% orang muda Kristen konservatif percaya bahwa tato adalah ekspresi rohani yang sah” (“For the Love of God,” The Vancouver Sun, Vancouver, British Columbia, Februari 1999).

Wartawan Douglas Todd dari The Vancouver Sun mengunjungi Vineyard Christian Fellowship di Langley, British Columbia, dan menemukan bahwa tato adalah barang baru yang “nge-trend” di kalangan orang Kristen Vineyard. Amy Bonde, yang adalah anggota staf di Vineyard di Langley, memiliki sebuah tato salib Celtic besar di bagian bawah punggungnya. Mengelilingi salib itu juga ada tato huruf-huruf Ibrani yang katanya berarti, “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia.” Bonde mengatakan bahwa tato itu menyatakan dia memandang pada Yesus Kristus sebagai “kekasihnya.”

The Vancouver Sun melaporkan bahwa TATO MELAMBANGKAN “TANDA PERGESERAN BESAR DALAM KEKRISTENAN INJILI, yang selama kebanyakan abad ini dihubungkan dengan aturan ketat mengenai mengendalikan tubuh sendiri: tidak boleh rambut panjang pada pria, tidak boleh celana panjang pada wanita, tidak minum-minum, tidak berdansa, tidak memakai perhiasan berlebihan dan jelas tidak bertato.”

Bismarck Tribune (North Dakota) memuat sebuah artikel di bulan November 1998 tentang Christian Tattoo Association, yang dipimpin oleh Randy Mastre dan dua anggota New Song Community Church lainnya di Bismarck. Tujuan mereka adalah untuk “membawa kekristenan kepada orang-orang bertato.”

 

Apa yang salah dengan tato “Kristen”?

Pertama, Perjanjian Lama dengan gamblang melarang aktivitas bertato.

Continue reading →

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Illiad vs. Alkitab

Illiad dan Odyssey adalah dua tulisan yang paling terkenal dari sejarah kuno. Kedua karya ini kemungkinan ditulis oleh seorang tokoh Yunani kuno bernama Homer, walaupun tidak diketahui secara persis kapan dia hidup, dan hampir tidak ada yang diketahui mengenai kehidupannya. Para penulis Yunani klasik percaya bahwa Homer adalah tokoh historis dan memperkirakan dia hidup antara 1100-850 SM. Pada abad keempat SM, Plato menyebut Homer “protos didaskalos” (yang berarti “guru pertama) Yunani.

Potongan manuskrip Illiad dan Odyssey yang paling tua adalah dari abad ketiga SM, minimal 500 tahun setelah Homer. Dan manuskrip tertua yang mengandung tulisan Homer secara lengkap adalah dari abad 10 dan 11 Masehi, yaitu minimal 1.800 tahun setelah sang penulis tersebut. Ada berbagai edisi yang berbeda dari kedua kisah ini, dan tidaklah mungkin untuk mengetahui apa yang tertera di kisah aslinya.

Hal ini menjadi kontras yang mencolok dengan bukti-bukti dokumenter bagi Perjanjian Baru.

Kitab terakhir Perjanjian baru ditulis sekitar tahun 90an M. Sedangkan potongan-potongan manuskrip Perjanjian Baru yang paling awal berasal dari tahun 110-125 M, yaitu hanya beberapa tahun setelah selesainya PB.

Lebih lanjut lagi, kita memiliki ribuan kutipan dari buku-buku Perjanjian Baru dalam tulisan-tulisan para pengkhotbah kuno, yang bertanggal mulai dari 96 M hingga 400 M. John Burgon mengoleksi 4.383 kutipan dari periode waktu ini.

“Kutipan-kutipan ini sedemikian ekstensif, sehingga hampir-hampir seluruh Perjanjian Baru bisa dirangkai kembali dari kutipan saja, tanpa mempergunakan manuskrip Perjanjian Baru secara langsung” (J. Harold Greenlee, Introduction to New Testament Textual Criticism).

Mayoritas dari kutipan-kutipan ini mewakili “teks tradisional,” bukan teks Aleksandrian, tetapi itu topik lain lagi.

Perhatikan beberapa contoh:
Clement of Rome (sekitar 96 M) diajar langsung oleh sebagian Rasul. Dia adalah penatua jemaat di Roma mulai dari 88 M, hanya 30an tahun setelah Paulus menulis surat Roma. Dalam surat Clement ke Korintus, dia mengutip Perjanjian Baru minimal 150 kali, dari kitab Roma, 1 Korintus, Ibrani, dan lima kitab lainnya.

Polycarp (sekitar 115 M) mengenal rasul Yohanes dan juga orang-orang lain yang menjadi saksi mata kebangkitan Yesus secara pribadi. Dalam suratnya ke Filipi, Polycarp mengutip Perjanjian Baru sekitar 100 kali. Dia mengutip dari Matius, Lukas, Kisah Para Rasul, Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, 1 dan 2 Petrus, dan 1 Yohanes.

Irenaeus (130-202 M) mendengar Polycarp berkhotbah dan menceritakan berbagai peristiwa yang dia alami bersama rasul Yohanes dan orang Kristen abad pertama lainnya. Dalam tulisan Irenaeus yang masih ada pada kita, dia mengutip dari semua kitab Perjanjian Baru kecuali Filemon dan 3 Yohanes. Dia mengatakan bahwa para Rasul mengajarkan Allah adalah penulisa kedua Perjanjian.

Dalam suratnya kepada Florinus, Irenaeus menulis sebagai berikut: “Saya dapat memberitahu kepadamu tempat Polycarp yang terkasih duduk untuk mengkhotbahkan Firman Allah. Masih terbekas dalam benak saya bagaimana dia datang dan pergi dengan begitu berwibawa; bagaimana perilakunya sedemikian suci, dan penampilannya sedemikian agung; dan betapa kudus anjuran-anjuran yang dia berikan kepada umat. Saya seperti masih bisa mendengar dia, bagaimana dia menceritakan percakapannya dengan Yohanes dan banyak lagi yang lain yang pernah melihat Yesus Kristus, kata-kata yang dia dengar dari mulut mereka.”

Demikianlah kita memiliki tulisan orang-orang yang mengenal para Rasul dan orang-orang Kristen abad pertama secara pribadi dan yang mengutip dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Ini semua adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Perjanjian Baru sudah eksis pada waktu itu dan sama dengan Perjanjian Baru yang ada di tangan kita pada hari ini.

Posted in Alkitab | Leave a comment

DNA Berusia 65 Juta Tahun?

(Berita Mingguan GITS 19 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2016: “Kebanyakan pembaca mungkin pernah mengunjungi museum dan melihat dinosaurus. Tentu saja, yang tersisa adalah fosil dari tulang-tulang, dan jika anda diperbolehkan menyentuhnya, maka akan terasa keras seperti batu. Terkadang tulang dinosaurus yang ditampilkan terbuat dari semen atau plaster, karena itu bukan tulang sebenarnya, hanyalah salinan/kopi. Tetapi, kita diberitahu bahwa melalui jutaan tahun, tulang aslinya telah digantikan oleh mineral. Bagian tentang jutaan tahunnya salah, tetapi pernyataan tentang mineral yang menggantikan sel-sel tulang adalah benar, tetapi tidak secara absolut. Sebagai contoh, ada tiang-tiang pagar yang telah ditemukan, ujung satunya telah termineralisasi, sedangkan ujung satunya lagi masih kayu biasa. Pada tahun 1993, Science Research News melaporkan reaksi Mary Schweitzer, seorang mahasiswa paska-sarjana, ketika dia meneliti sepotong tulang fosil T. rex dari Montana, yang ditenggarai berusia 65 juta tahun, dengan menggunakan mikroskop elektron: “Saya bergidik … ini sama persis dengan melihat potongan tulang modern … Bagaimana mungkin sel-sel darah bertahan sedemikian lama?” (Science Research News, 7 Sept. 1993, Vol. 261). Masalah semakin runyam, karena bagian-bagian DNA belakangan dapat dikenali di dalam darah itu. Apa arti semua ini? Pertama, kita tahu seberapa cepat struktur DNA mengurai karena adanya aktivitas radioaktif alami, dan dari situ kita tahu bahwa sel-sel ini jelas kurang dari 10.000 tahun usianya. Kedua, ini bukan kasus yang terisolir, dan saat ini suatu argumen besar sedang berkembang di balik tembok-tembok akademia. Ini adalah bukti lainnya dari banyak bukti yang menumpuk yang bertentangan dengan doktrin evolusi yang fasik.”

Posted in Liberalisme, Science and Bible | Leave a comment

Gereja Lutheran Jerman Tidak Akan Mencoba Menobatkan Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 19 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 9 November, Gereja Injili di Jerman menyetujui suatu pernyataan menolak usaha apapun untuk menobatkan orang Yahudi. Presiden Sinode, Irmgard Schwaetzer, mengatakan bahwa ini adalah “satu langkah lebih lanjut dalam perjalanan perenungan dan reorientasi dalam hubungan kami dengan orang Yahudi” (“German Lutheran Church,” Associated Press, 9 Nov. 2016). Pada kenyataannya, sudah lama sekali sejak “gereja” liberal ini telah berusaha menobatkan siapa pun melalui Injil Yesus Kristus. Gereja Lutheran Jerman adalah ibu dari theologi liberal yang menyerang mati-matian otoritas absolut Firman Allah, yang pada akhirnya memimpin kepada relativisme moral. Pada tahun 2010, Gereja Injili Lutheran di negara bagian Bavaria, Jerman, mengadopsi suatu keputusan bahwa “para pelayan yang gay dan lesbian boleh hidup dengan partner mereka di rumah penggembalaan jika mereka masuk dalam hubungan sipil [pernikahan] yang diakui oleh negara” (“German Church Allows Gay Pastors to Live with Partners,” Huffington Post, 17 Nov. 2010). Sangatlah jelas bahwa Gereja Injili di Jerman tidak percaya kata-kata Yesus Kristus ketika Dia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Mereka juga tidak menerima otoritas rasul Paulus yang berkata, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16).

Posted in Liberalisme | Leave a comment

Bukti Arkeologi Baru Ditemukan di Lakhis

(Berita Mingguan GITS 12 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kota Lakhis adalah salah satu kota kuno Israel yang paling besar dan paling dibentengi, dan riset arkeologi sejak tahun 1930an telah menemukan banyak sekali materi yang mendukung kisah-kisah dalam Alkitab tentang sejarah masa kuno dulu. Ada bukti tentang kehancuran kota ini oleh raja Asyur, Sanherib, di abad delapan SM, pada masa Hizkia (2 Taw. 32:9): gundukan pengepungan, ratusan mata panah besi, mata tombak, batu-batu umban, dan balista-balista batu. Pengepungan dan penghancuran Lakhis digambarkan dari perspektif Asyur dalam suatu seri relief-bas yang luar biasa di istana Sanherib, yang ditemukan oleh Henry Layard di pertengahan 1800an. Hari ini, seri gambar-gambar relief sepanjang 30 meter itu diletakkan di Ruangan Lakhis di British Museum, menjadi saksi bisu di hadapan dunia tentang akurasi sejarah dalam Alkitab bagi barangsiapa yang memiliki mata untuk melihat. Relief itu menunjukkan tentara Asyur menyerang kota tersebut, membangun gundukan tanah pengepungan, menggunakan pendobrak untuk menghancurkan tembok-tembok, dan memperlakukan tawanan Yahudi dengan kejam.

Bukti baru yang mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang sejarah Lakhis dan Israel kuno ditemukan di awal tahun ini (2016) dalam penggalian gerbang utama Lakhis. Gerbang itu sekarang sudah sepenuhnya kelihatan, dengan tinggi 13 kaki (4 meter lebih), lebar 80 kaki (25an meter), dan tebal 80 kaki (25an meter). Ini adalah gerbang kota terbesar yang pernah ditemukan yang berasal dari zaman Bait Pertama, dan salah satu yang masih tersimpan dalam kondisi paling baik. Gerbang ini gerbang tiga bilik (ada tiga bilik besar di masing-masing sisi gerbang), dan bangku-bangku dengan pegangan tangan, tempat para hakim dan tua-tua kota duduk, masih ada. Di sisi gerbang ini adalah sebuah bilik dengan tangga yang turun menuju bilik lain, tempat persembahan diberika kepada Baal di dua mezbah yang masing-masing bertanduk empat. Ini mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang bagaimana Yehuda jatuh kepada penyembahan berhala pada zaman Ahas (2 Raj. 15:3-4). Lebi lanjut lagi, mezbah-mezbah ini ditemukan dlam kondisi dinajiskan, tanduk-tanduknya dipatahkan, dan ini mengkonfirmasi catatan bahwa anak Ahas, Hizkia, dengan semangat melawan penyembahan berhala (2 Raj. 18:4). Di atas semua itu lagi, para arkeolog telah menemukan sebuah jamban di bilik-bilik Baal. Jamban ini adalah “sebuah batu yang dibuat berbentuk bangku, dengan sebuah lobang di bagian tengah.” Kita membaca di 2 Raj. 10:27 bagaimana Yehu membuat kuil Baal di Samaria menjadi jamban, dan di Lakhis kita menemukan bukti adanya praktek ini.

Posted in Arkeologi | Leave a comment