Musik di Bait Suci Perjanjian Lama: Pelajaran bagi Hari Ini

(Berita Mingguan GITS 14 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Daud mengorganisir program musik untuk kebaktian di Bait Suci (1 Taw. 15:16-28; 16:4-6; 23:1-5; 25:1-31), dan ini dia lakukan melalui penyingkapan ilahi (2 Taw. 29:25). Jelas bahwa Allah menyukai musik rohani yang kudus. Hal-hal ini harus menjadi teladan bagi jemaat-jemaat (Rom. 15:4). Perhatikan beberapa pelajaran dari perikop-perikop ini. Pertama instrumen yang dipakai adalah kecapi, gambus, dan ceracap (1 Taw. 25:1) dan nafiri (1 Taw. 15:24). Keempat instrumen ini juga disebut di 1 Taw. 15:28 dan 2 Taw. 29:25-26. Ini bukanlah tipe-tipe instrumen yang dipakai untuk menciptakan musik yang hingar bingar dengan ritme dansa. Perhatikan bahwa tidak ada drum. Kedua, para penyanyi dan musisi sungguh berkemampuan tinggi (perhatikan kata “to excel” dalam 1 Taw. 15:21 versi KJV, 1 Taw. 15:22, “paham” / “skillful” dalam 1 Taw. 15:22; dan “ahli seni” dalam 1 Taw. 25:7). Ketiga, mereka dilatih (1 Taw. 25:7). Keempat, mereka terorganisir dengan baik; mereka tunduk kepada aturan Tuhan dan otoritas yang Tuhan taruh atas mereka; mereka ditugaskan pada tempat masing-masing (1 Taw. 25:2, 6, 8). Bandingkan 1 Kor. 12:7; 14:40; Rom. 12:3-8; Ibr. 13:17. Kelima, mereka bernyanyi dan memainkan musik dengan antusias dan gembira (1 Taw. 15:16). Umat Tuhan harus mengikuti contoh ini dalam gereja-gereja, dan pemimpin musik harus mengajarkannya dan mendorongnya. Saya percaya bahwa bernyanyi secara jemaat adalah salah satu refleksi dari karakter rohani jemaat itu. Banyak umat Tuhan tidak bernyanyi atau bernyanyi dengan suara yang begitu kecil sehingga tidak ada yang dapat mendengar mereka, tetapi waktu menyanyi berjemaat bukanlah mengenai “aku” dan apakah “aku” sedang merasa ingin bernyanyi atau tidak, dan juga ini bukan waktu untuk dihibur oleh suatu pementasan di atas pangggung. Ini adalah waktu untuk bernyanyi bagi Tuhan dan saling menguatkan satu sama lain, dan seharusnya dilakukan dengan semangat dan gembira. Ini berarti bahwa setiap orang percaya harusnya berpartisipasi dan meresponi setiap bagian dari kebaktian dari dalam hati: baik kepada khotbah dan pengajaran, kepada bernyanyi, dan kepada doa bersama. Ketika ada tamu yang datang dan melihat bahwa anggota jemaat secara antusias terlibat dalam kebaktian, mereka memahami bahwa orang percaya sungguh-sungguh mempercayai apa yang mereka katakan dan bahwa mereka yakin akan kebenaran Injil Yesus Kristus. Keenam, mereka menyanyikan Firman Allah (1 Taw. 25:5). Bandingkan dengan Kolose 3:16. Penyembahan yang sejati tidak mungkin terlibat dengan kesesatan atau hal-hal yang konyol, tetapi sepenuhnya didasarkan pada Kitab Suci. Ketujuh, mereka menyanyikan syukur pada Allah. Ini adalah bagian yang penting dalam tujuan kehidupan dan jemaat Kristiani. Jemaat-jemaat perlu memastikan bahwa mereka menaikkan lagu-lagu dan himne-himne penyembahan dan ucapan syukur dan bukan hanya lagu-lagu yang menguatkan sesama orang kudus.

Posted in musik | Leave a comment

Lidah Tercepat

(Berita Mingguan GITS 14 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 6 Januari 2016: “Perhatikan betapa pelannya seekor bunglon berjalan, dan dari situ tidak dapat kita bayangkan bahwa ia memiliki lidah yang paling cepat dibandingkan semua makhluk lainnya. Jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya sangat masuk akal bagi seorang Desainer yang bijak untuk memperlengkapi bunglon dengan lidah yang lebih panjang daripada tubuhnya sendiri . . . dan yang sedemikian cepat sehingga ia dapat menangkap serangga yang bergerak cepat. Dengan menggunakan video kecepatan tinggi dan film x-ray, dua orang biologis Belanda telah mengkalkulasikan bahwa bunglon melontarkan lidah keluar dari mulutnya dengan kecepatan lebih dari 26 panjang badan per detik. Mereka menemukan bahwa lidah bunglon berakselerasi dari 0 hingga 20 kaki (sekitar 6,6 meter) per detik hanya dalam 20 milidetik! Jadi apakah rahasia si bunglon? Dengan membelah lidah bunglon, para biologis itu menemukan selapis jaringan kolagen yang berfungsi sebagai suatu katapult biologis yang mendorong lidah dengan cara yang mirip dengan sebuah panah melontarkan anak panah. Dapatkah evolusi menjelaskan bagaimana mekanisme katapult ini bisa ada di sana? Bruce Malone, seorang kreasionis dan penulis, menyatakan dalam bukunya Censored Science, ‘Secara teoritis bisa saja kita mengarang cerita tentang bagaimana mata, lidah, dan struktur katapult yang terspesialisasi pada bunglon, semuanya berkembang secara independen sehingga dapat bekerja sama dengan sempurna. Tetapi karena tidak ada bukti fosil makhluk lain manapun yang memiliki struktur seperti ini, jauh lebih logis untuk menyimpulkan bahwa fitur-fitur ini diciptakan pada saat yang sama, bukan dikembangkan melalui banyak langkah perubahan kecil selama periode waktu yang panjang.’”

 

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Ribuan Orang Protes tentang Diambilnya Anak-Anak dari Keluarga Kristen

(Berita Mingguan GITS 7 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Thousands Gather to Protest,” ChristianHeadlines.com, 21 Apr. 2016: “Ribuan orang Kristen Norwegia sedang memprotes tindakan pemerintah mengambil paksa lima orang anak dari sebuah keluarga Kristen. Christian Today melaporkan bahwa keluarga Bodnariu, termasuk bapak Marius, seorang Rumania, dan ibu Ruth, seorang Norwegia, memiliki lima anak yang diambil paksa dari mereka setelah departemen kesejahteraan anak, yang disebut Barnevernet, menilai mereka tidak layak untuk membesarkan anak-anak itu. Intervensi pemerintah dimulai ketika para pejabat menanyakan anak-anak itu di sekolah, apakah orang tua mereka ada mendisiplin mereka dengan disiplin fisik (rotan atau pukulan ke pantat). Disiplin badan dilarang oleh hukum di Norwegia. Anak-anak itu menjawab bahwa ada, dan mereka lalu diambil dari orang tua mereka, yang lalu dituduh melakukan child-abuse dan indoktrinasi agamawi. Namun perjuangan keluarga Bodnariu untuk mendapatkan kembali anak-anak mereka ternyata bukan tidak diketahui. Puluhan ribu orang melakukan protes, bergabung bersama dan mempetisi pemerintah untuk mengembalikan anak-anak itu ke keluarga mereka. Cristian Ionescu, seorang jurubicara keluarga itu, mengatakan bahwa kasus mereka ini telah menjadi ‘katalis yang mempersatukan’ orang-orang Kristen konservatif ‘dalam suatu perjuangan bersama yang menginspirasikan kita untuk menyaksikan nilai-nilai yang mewakili kita.’ … Sejauh ini, seorang hakim telah memutuskan bahwa keluarga Bodnariu dapat kembali mendapatkan anak mereka yang paling kecil, Ezekiel, dan bahwa dua putra lainnya dapat melihat orang tua mereka dua kali seminggu.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Ekor Persegi Kuda Laut

(Berita Mingguan GITS 7 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 19 Januari 2015: “Penganut evolusi dan penganut penciptaan (kreasionis), sama-sama dapat menikmati pemandangan kuda laut yang anggun berenang dengan malasnya di sekeliling akuarium. Tetapi, hanya kaum kreasionis yang dapat melihat bahwa kuda laut memperlihatkan tanda-tanda desain yang tidak terbantahkan – mulai dari bagian atas kepalanya yang berbentuk mirip kuda, hingga ujung dari ekornya yang unik berbentuk kotak. Ya benar, ekor yang berbentuk kotak/persegi. Desain yang menyolok ini membuat kuda laut jauh lebih baik dalam hal menggenggam dan memegang daripada jika ekornya terdiri dari bagian-bagian yang melengkung. Jika diperhatikan dengan seksama, dapat terlihat bahwa ekor ini terbuat dari sekitar 36 segmen yang mirip kotak yang secara gradual makin kecil sambil mendekati ujung dari ekor. Dengan menggunakan printer 3D untuk membuat ekor tiruan, dan melakukan uji tekanan pada ekor tersebut, sebuat tim peneliti internasional telah menemukan bahwa segmen-segmen yang kotak itu memberikan kuda laut perlindungan yang lebih baik dibandingkan ekor yang silindris. ‘Hampir semua ekor binatang memiliki penampang iris yang bundar atau oval – tetapi tidak demikian kuda laut,’ kata Michael Porter, pemimpin tim penyelidik dan juga asisten profesor dalam bidang teknik mekanik di Clemson University. Tim peneliti Porter kini menggunakan printer 3D untuk membantu mereka membuat struktur-struktur baru dan sistem-sistem robotik. Walaupun penganut evolusi akan berkata bahwa ekor kuda laut yang unik hanya nampaknya saja didesain, mereka bertindak seolah-olah ekor itu memang didesain! Sebab, mereka mengejar teknologi baru berdasarkan ekor kuda laut, jadi betapa bodohnya untuk berkata bahwa tidak ada intelijensi dibalik kuda ekor laut!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Perbedaan Penafsiran dan Aplikasi

(Berita Mingguan GITS 7 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para pelajar Alkitab dan pengkhotbah harus sangat berhati-hati dalam memperlakukan Firman Tuhan dengan tepat. Ada banyak jurang kesalahan di pinggir penafsiran yang tepat, dan setiap pengajar harus memahami perbedaan antara penafsiran dan aplikasi/penerapan. Penafsiran mengacu kepada arti dasar dari suatu perikop Alkitab yang didapatkan melalui aturan-aturan penafsiran yang baik, yaitu yang terutama konteks dan membandingkan Alkitab dengan bagian Alkitab lainnya. Aplikasi mengacu kepada penerapan suatu perikop pada kehidupan sehari-hari. Terkadang dikatakan bahwa “hanya ada satu penafsiran, tetapi ada banyak aplikasi.” Pernyataan ini benar, kecuali dalam kasus-kasus ketika arti suatu perikop cukup ambigu sehingga bisa jadi ada lebih dari satu penafsiran. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah berfokus pada aplikasi suatu perikop tanpa terlebih dahulu memahami dan menekankan penafsiran atau arti dasarnya. Barulah setelah penafsiran dasar suatu perikop jelas, maka dari sana dapat dijelaskan aplikasinya. Sebagai contoh, saya pernah mendengar suatu khotbah dari Kidung Agung 1:1-2. Tetapi pengkhotbah tersebut, bukan memulai dari awal untuk menjelaskan bahwa penafsiran dari Kidung ini adalah mengenai kasih antara seorang laki-laki dengan seorang wanita, yang sangat jelas dari kata-kata literal perikop, tetapi ia langsung menerapkan Kidung Agung kepada kasih antara Allah dan orang percaya. Sebenarnya, itu adalah penerapan. Untuk mendukung pengajarannya bahwa orang percaya harus “mencium” Kristus, si pengkhotbah memakai Mazmur 2:11. Tetapi sekali lagi ia menarik ayat ini keluar dari konteks, dan membuat aplikasi menjadi penafsiran. Mazmur 2:11 mengacu kepada ketundukan pada Kristus sebagai Tuhan dan Raja. Ini adalah penafsiran yang cocok dengan konteks yang jelas. Hanyalah secara sekunder, kalaupun ada, ayat ini bisa diaplikasikan pada hubungan intim orang percaya dengan Kristus.

Posted in Alkitab | Leave a comment

Injil Adalah Benih Keselamatan

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada keselamatan tanpa mendengarkan Injil, dan itulah sebabnya Yesus memerintahkan agar Injil diberitakan kepada semua makhluk (Mar. 16:15). Perumpamaan tentang penabur mengajarkan kita bahwa benih Injil harus ditanamkan sebelum karya keselamatan dapat terjadi dalam kehidupan orang berdosa (Luk. 8:11). Injil, yang adalah kuasa Allah yang menyelamatkan (Rom. 1:16), adalah instrumen yang dipakai Roh Kudus untuk membangunkan orang berdosa yang tertidur sehingga ia dapat percaya. Kita melihat ini terjadi pada hari Pentakosta. Setelah Petrus memberitakan Injil, Roh Allah menusuk hati orang-orang dengan panggilan, dan mereka bertobat dan percaya (Kis. 2:36-37). Kita melihat ini dalam Yohanes 16:7-8. Karya pemanggilan Roh Kudus berkaitan dengan karyaNya dalam orang percaya. Ayat 7 mengatakan bahwa Roh Kudus akan datang kepada orang percaya, dan ayat 8 mengatakan bahwa Roh Kudus akan menginsafkan dunia. Proses ini terjadi sambil orang percaya memberitakan Injil. Karya penginsafan Roh Kudus berbarengan dengan pemberitaan Injil oleh orang percaya. Roh mendiami orang percaya, Ia menegor dunia melalui Injil yang mereka beritakan. Penginsafan akan dosa, kebenaran, dan penghakiman hanya datang melalui Injil, bukan melalui wahyu alami. Wahyu umum (yaitu terang melalui dunia ciptaan dan hati nurani) memberikan cukup terang untuk menghukum manusia dan untuk membuat dia mencari Allah (Rom. 1:20; 2:14-15), tetapi tidak memberikan cukup terang untuk keselamatan. Hanya ketika Injil datang barulah ada penginsafan akan dosa dan iman dalam Kristus. Kita melihat hal yang sama dalam Kisah Rasul 1:8. Kita melihatnya juga di 2 Korintus 5:18-21. Kristus menyatakan keselamatan melalui duta-dutaNya. Negara Nepal [Editor: David Cloud menjadi misionari ke Nepal] mengilustrasikan hal ini. Nepal berada dalam kegelapan rohani selama dua millenium setelah Kristus. Tidak ada orang percaya, karena negara itu tertutup bagi pemberitaan Injil. Para pemimpinnya melindungi Hinduisme sebagai agama resmi, karena sistem tersebut memberikan mereka posisi makmur dan penuh kuasa di atas piramida sistem kasta Hindu. Tanpa adanya pemberitaan Injil tidak ada keselamatan. Orang Nepal yang percaya Kristus pada masa ini adalah yang pergi ke India dan mendengar Injil. Pada tahun 1950an, Raja Tribhuvan membuka pintu bagi bantuan dana luar dan pengaruh dari luar negeri dan dengan itu membuka pintu bagi masuknya Injil, dan barulah sejak saat itu kuasa penyelamatan Kristus masuk ke Nepal. Perhatikan pernyataan Yesus yang luar biasa dalam Yohanes 20:21-23. Konteksnya adalah penginjilan. Ini adalah perikop padanan dengan Matius 28:18-20; Mar. 16:5; Luk. 24:44-48; dan Kis. 1. Konteksnya adalah Kristus mengajar orang-orang percaya pada waktu antara kebangkitanNya dengan kenaikanNya, dan Dia menekankan pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Pengampunan dosa yang disebut di Yohanes 20:23 adalah melalui penerimaan Injil. Jika orang percaya tidak memberitakan Injil, maka tidak ada pengampunan dosa.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Ledakan Sinar Menandai Mulainya Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Bright Flash of Light,” London Telegraph, 26 Apr. 2016: “Kehidupan manusia dimulai dengan suatu ledakan cahaya yang terang ketika sperma bertemu dengan telur, demikian dipertunjukkan oleh para ilmuwan untuk pertama kalinya, setelah berhasil merekam ‘pertunjukan kembang api’ yang luar biasa ini dalam film. Sebuah ledakan berupa percikan-percikan kecil meletup dari telur persis pada saat pembuahan. Para ilmuwan telah menyaksikan fenomena ini terjadi di binatang tetapi ini adalah pertama kalinya terlihat terjadi pada manusia. Bukan saja hal ini adalah pemandangan yang menakjubkan, dan menandai momen awal mulainya kehidupan, tetapi ukuran dari ledakan itu juga bisa dipakai untuk menentukan kualitas dari telur yang telah dibuahi itu. Para peneliti dari Northwestern University, di Chicago, memperhatikan bahwa ada telur yang meletup lebih terang daripada yang lainnya, menunjukkan bahwa mereka lebih berpeluang untuk menghasilkan bayi yang sehat.” “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya” (Maz. 139:16).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang yang Atheis di Kanada

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Atheist Pastor Sparks Debate,” MSN.com, 24 Apr. 2016: “Tidak satu kalipun Allah disebut dalam sebuah kebaktian berdurasi 70 menit di West Hill United Church di Toronto, Kanada. Alkitab juga tidak terlihat di mana pun. Salib yang besar terbuat dari baja – salah satu dari sedikit saja simbol agama yang masih ada di gereja ini – tersembunyi di balik dekorasi pelangi. Tetapi semua ini wajar saja bagi sebuah gereja yang dipimpin oleh seorang atheis. “Saya tidak percaya ada suatu pribadi supranatural yang theistik yang disebut Allah,” kata Gretta Vosper, pelayan dalam denominasi United Church of Canada yang telah memimpin West Hill sejak 1997. “Saya tidak percaya pada apa yang dimaksud oleh 99.9% dunia ketika memakai kata itu [Allah].” Bagi dia, Allah hanyalah suatu metafora tentang kebaikan dan hidup yang dijalani dengan belas kasihan dan keadilan. Komitmen Vosper terhadap serangkaian kepercayaan yang sepertinya sangat bertentang ini telah menimbulkan gejolak dalam denominasi United Church of Canada yang berpikiran terbuka itu. Mereka adalah denominasi Kristen progresif yang telah mulai menahbiskan wanita sejak 80 tahun yang lalu dan telah sejak puluhan tahun mengizinkan lelaki dan perempuan yang terang-terangan gay untuk memimpin. Kini gereja itu mulai mempertanyakan sampai sejauh mana batas-batas mereka. … Vosper ditahbiskan tahun 1993, dan waktu itu dia ditanyakan apakah dia percaya pada Allah, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dia mengatakan iya, secara metaforis. Sekitar delapan tahun setelah itu, terganggu oleh bahasa, gambaran, dan cerita-cerita dalam Alkitab yang dianggap kuno, dia menyampaikan sebuah khotbah impromptu yang mendekonstruksi ide Allah. … Banyak antara kependetaan di sana yang secara pribadi setuju dengan pandangannya tentang Allah, kata Vosper, dan itu membuat dia menjadi semacam pemegang panji bagi suatu diskusi yang terjadi di seluruh dunia.”

Posted in Atheisme/Agnostikisme, Gereja | Leave a comment

Pertokoan Target Tidak Peduli dengan Pelanggan Wanita Mereka dengan Cara Membiarkan Laki-Laki Menggunakan WC Wanita

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Target, Department Store yang cukup terkenal, telah mengumumkan sebuah kebijakan baru yang aneh, yang mengizinkan laki-laki yang “mengidentifikasi” diri sebagai wanita untuk menggunakan WC wanita, tanpa ditanyai apapun juga. Perusahaan itu mengatakan, “Inklusivitas adalah salah satu inti kepercayaan di Target. Ini adalah sesuatu yang kami rayakan. … Kami menyambut anggota tim dam tamu yang transgender untuk menggunakan WC atau fasilitas mencoba baju yang sesuai dengan identitas gender mereka.” Tidak diperlukan operasi ganti kelamin atau bahkan suatu pernyataan dari psikologis. Cukuplah bagi seorang lelaki untuk mengklaim bahwa dia merasa dirinya perempuan, atau sebaliknya. Ini semua lebih dari sekedar gila, ini adalah sesuatu yang menjijikkan dan menyimpang. Melalui kebijakan ini, Target mau menyatakan tenggang rasa terhadap kaum “transgender” tetapi justru menyatakan sama sekali tidak memiliki tenggang rasa dengan para ibu, pada putri, dan cucu-cucu perempuan yang bisa jadi terpapar pada tatapan mata orang-orang berperilaku menyimpang, atau bahkan hal-hal yang lebih buruk lagi. Sodom sekalipun tidak sebodoh ini. “Jawab Yesus: Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Mat. 19:4).

Posted in LGBT | Leave a comment

Kekacauan Terus Berlanjut di Azusa

(Berita Mingguan GITS 23 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kekacauan dan kekonyolan yang tidak alkitabiah telah terjadi di Azusa sejak lahirnya “kebangkitan” Pantekosta di sana 110 tahun yang lalu. Letupan yang paling baru terjadi di konferensi Azusa Now pada tanggal 9 April 2016 yang lalu, yang diorganisir oleh Lou Engle. Sifat tidak alkitabiah dari konferensi ini terlihat jelas dalam ratusan cara, antara lain dari seruan untuk persatuan ekumenis lintas semua garis denominasi. Seorang imam Katolik meminta ampun atas “dosa” perpecahan dan mencium sepatu Engle, dan Engle melakukan hal yang sama kembali kepadanya. Ini ada dalam video Azusa Now yang tersedia online, pada tanda waktu 6:56. Namun ekumenisme dalam Azusa Now bahkan lebih dalam lagi dari ini, sampai mencapuk semua “kerohanian” agamawi. Dalam konferensi itu, sebuah kelompok bernama Broken Walls melakukan tarian penyembahan alam gaya suku asli Indian Amerika, dan pemimpin kelompok itu berkata bahwa ketika Allah memanggil orang-orang dari agama lain, “Dia tidak meminta mereka untuk berhenti menjadi diri mereka sendiri; Dia hanya berkata datang dan ikuti Aku” (“Azusa Now Pantheist Dance Earth Worship,” 11 Apr. 2016).

Azusa Now menampilkan serangkaian penuh guru-guru palsu, termasuk Paul Cain, si tukang ramal yang sudah terbukti salah, yang dulu sejak lama mendasarkan mistik nubuat-nubuatnya pada dusta bahwa dia tidak pernah merasakan keinginan seksual sejak Tuhan menyentuh dia saat muda (David Pytches, Some Said It Thundered, hal. 41). Ternyata pada tahun 2004, ketahuan dia adalah pecandu alkohol dan seorang homoseksual. Mike Bickle juga ada di konferensi ini, yaitu yang mengatakan bahwa nubuat tidak perlu tanpa salah (Growing in the Prophetic, hal. 41). Jack Hayford juga ada di sana, yang mengklaim bahwa Allah berbicara kepada dia dan memberitahu dia untuk tidak menghakimi Gereja Roma Katolik (“The Pentecostal Gold Standard,” Christianity Today, Juli 2005). Lou Engle sungguh sulit untuk ditonton, karena kepalanya berayun-ayun maju mundur seolah-olah dia sedang kesakitan secara fisik. Mantan Pantekosta, Hughie Seaborn mengobservasi, “Saya tidak pernah melihat yang seperti itu selama tahun-tahun saya dalam gerakan Pantekosta. Saya sudah melihat hampir semuanya, dan ada hal-hal yang mirip, tetapi belum pernah melihat ‘Anggukan Kepala Lou Engle,’ yang sepertinya mulai menyebar. Allah selalu melakukan hal yang baru, demikian mereka berkilah, jadi kita harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang belum pernah terlihat atau terdengar.” Kaum Pantekosta dan Kharismatik di mulut mengatakan bahwa mereka menjunjung Alkitab sebagai otoritas tunggal, tetapi dalam prakteknya mereka meninggikan pengalaman pribadi lebih dari Kitab Suci, dan ini pastinya akan memimpin kepada bencana rohani.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | 2 Comments