Ratu Hawaii yang Melawan “Dewa Gunung Berapi”

(Berita Mingguan GITS 13 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Missionaries in Hawaii,” Bill Federer, TheMoralLiberal.com: “Hiram Bingham dan Asa Thurston dikirim ke Hawaii oleh American Board of Missions di kapal Thaddeus, mendarat di Kailua pada tanggal 31 Maret 1820. Para misionari tersebut bukan hanya menyebarkan kekristenan, tetapi juga melawan mabuk-mabukan dan berbagai keburukan lainnya yang telah diperkenalkan ke pulau itu oleh para pelaut, penangkap paus, dan narapidana dari Botany Bay. Para misionari itu menciptakan 12 huruf alfabet Hawaii, dan memperkenalkan sistem tulisan untuk bahasa Hawaii. Mereka menerjemahkan Alkitab, memulai koran, mendirikan sekolah-sekolah dan gereja-gereja, dan meyakinkan para wanita Hawaii untuk mengenakan pakaian. Penyembahan berhala dan pengorbanan manusia telah sebelumnya dihentikan oleh Raja Kamehameha II dan Ibu Surinya Ka’ahumanu. Ratu Ka’ahumanu dan enam pemimpin tinggi meminta diri dibaptis pada tahun 1823. Dia lalu melarang prostitusi dan kemabukan, sehingga para pelaut membenci pengaruh misionari-misionari tersebut. Ratu Ka’ahumanu membantu penyebaran Injil di pulau-pulau, memicu suatu “Kebangkitan Besar.” Dia dihadiahi sebuah Perjanjian Baru dalam bahasa Hawaii yang baru saja selesai, tidak lama sebelum dia meninggal. Kata-kata terakhirnya adalah, ‘Saya pergi ke tempat istana telah siap.’ Pemimpin wanita Kapiolani, sepupu dari Raja Kamehameha I, pada tahun 1824, melawan dewi gunung berapi Pele dengan cara mengucapkan doa Kristen, memanjat turun ke liang lava dan kembali lagi tanpa celaka, lalu memakan buah Ohelo yang terlarang. Pemimpin wanita Kapiolani memuji ‘satu-satunya Allah sejati,’ dan menyatakan, ‘Yehovah adalah Allahku. Dialah yang menyalakan api ini. Saya tidak takut Pele. Semua dewa dewi Hawaii adalah sia-sia.’ Keberanian ini menginspirasikan banyak orang Hawaii menjadi misionari ke pulau-pulau lain, seperti Samuel Kauwealoha, yang berlayar pada tahun 1853 ke Kepulauan Marquesas.” Kepada laporan ini kami menambahkan informasi berikut dari buku Our Fascinating Earth oleh Philip dan Nancy Seff: “Imam-imam, teman-teman, dan suaminya sendiri menubuatkan kematian dalam api bagi sang pemimpin wanita, Kapiolani. …Khalayak ramai yang berkumpul terkejut ketika dia melemparkan bebatuan dan sebuah sendal dan menuangkan baskom cucinya ke liang kudus itu. …Alfred, Tuan Tennyson, belakangan memuji ratu yang berani itu dan mengabadikan dia dalam sebuah puisi, berjudul ‘Kapiolani.’ Dia menulis, ‘Hebat dan lebih hebat, dan paling hebat di antara wanita, pahlawan wanita di pulau, Kapiolani, memanjat gunung, melemparkan buah-buah itu, dan menantang sang Dewi, dan membebaskan rakyat Hawaii!’”

Posted in Misi / Pekabaran Injil, Renungan | 1 Comment

Katakanlah kepada Kami Hal-Hal yang Manis

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

“Yang mengatakan kepada para tukang tilik: “Jangan menilik,” dan kepada para pelihat: “Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel” (Yesaya 30:10-11). Pada zaman Yesaya, Israel menolak Firman Allah dan mencoba untuk mengkorupkan para nabi. Umat itu mengaku mencintai Allah dan mereka ikut serta dalam berbagai ritual Bait Suci, tetapi mereka membenci hukum-hukum Allah yang kudus. Mereka ingin hidup semau mereka. Mereka ingin mendengar khotbah, tetapi bukan khotbah yang benar. Mereka tidak ingin mendengar teguran atas dosa ataupun doktrin yang benar. Mereka mau mendengar “hal-hal yang manis” yang menghibur mereka tidak peduli bagaimana cara mereka hidup, dan yang tidak akan mengganggu rencana-rencana mereka. Mereka menginginkan allah, tetapi bukan “Yang Mahakudus Allah Israel.” Mereka lebih suka mendengar hal-hal yang “semu” daripada kebenaran. Israel terus berada dalam kondisi seperti ini hingga hari ini. Mereka telah menolak Nabi dan Pengkhotbah terbesar, yaitu Yesus, Mesias mereka sendiri. Perikop Yesaya pasal 30 ini juga adalah gambaran yang sangat cocok akan kondisi kekristenan yang sesat yang dinubuatkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 4:3-4. Mereka mengaku mencintai Kristus dan Alkitab, tetapi pada kenyataannya mereka mencintai hawa nafsu mereka sendiri. Mereka berbondong-bondong untuk mendengar para guru yang mengecilkan pertobatan dan perubahan dan kehidupan yang kudus, yang mengkhotbahkan hal-hal yang manis dan menciptakan dongeng-dongeng seperti bahasa komat-kamit, membunuh dalam roh, kebangkitan rohani tertawa, filosofi tidak boleh menghakimi, gerakan self-esteem, gerakan pengakuan positif, penyembahan Maria, doa kontemplatif, penyembahan rock & roll, evolusi theistik, ekumenisme, paham bahwa sebagian doktrin tidak penting, dan universalisme. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Timotius 4:3-4).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | 2 Comments

Charlie Charlie Challenge

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Disebut sebagai papan Ouija yang baru, Charlie Charlie Challenge adalah trend muda mudi yang terbaru. Caranya adalah meletakkan dua pensil dalam posisi seperti salib pada secarik kertas, yang ditulisi kata-kata “Ya” dan “Tidak.” Lalu, disebutlah kata-kata, “Charlie, Charlie, apakah kau disana?” atau “Charlie, Charlie, maukah kau keluar bermain.” Hashtag #CharlieCharlieChallenge telah di-tweet 1,8 juta kali, dan Charlie Charlie Challenge adalah salah satu istilah yang paling banyak di-search di Internet pada waktu perayaan Memorial Day di Amerika. Sumber-sumber sekuler seperti NBC, BBC, dan Fox News, menyepelekan aktivitas ini sebagai main-main biasa yang tak berbahaya, tetapi Alkitab berkata bahwa roh-roh jahat itu benar ada, dan bermain-main dengan okultisme dilarang oleh Allah dan bisa membawa konsekuensi berat.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Okultisme | Leave a comment

Paus Mengatakan Iblis Adalah Bapa dari Perpecahan Kristen

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah pesan video kepada konferensi John 17 Movement yang baru-baru ini dilaksanakan di Phoenix, Paus Fransiskus mengatakan bahwa “perpecahan adalah karya dari ‘Bapa Kebohongan’” dan bahwa dia (Iblis) “melakukan segala yang bisa dilakukan untuk membuat kita tetap terpecah” (“The Devil Knows Christians Are One,” Catholic Herald, 25 Mei 2015). Paus mengatakan bahwa semua orang Kristen adalah satu, apakah itu “Injili, Ortodoks, Lutheran, Katolik, ataupun Apostolik.” John 17 Movement (Gerakan Yohanes 17) didasarkan pada penafsiran sesat terhadap Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Para pemimpin gerakan ini antara lain adalah Robert Briggs dari American Bible Society, Uskup Roma Katolik Eduardo Nevares, dan gembala sidang Pantekosta Giovanni Traettino. Dalam Yohanes 17, Tuhan menekankan bahwa persatuan Kristen yang sejati adalah persatuan yang didasarkan pada keselamatan supranatural dan ketaatan kepada kebenaran yang telah disingkapkan. Ini bukanlah suatu “kesatuan dalam keragaman” yang mengabaikan perbedaan-perbedaan doktrin demi memiliki tenda yang besar dan yang mengecilkan kebenaran menjadi bagian “essensial” dan “tidak essensial.” Kristus menekankan bahwa Dia berdoa bagi mereka yang mencintai dan menaati Firman Allah dan melakukan doktrinnya (Yohanes 17:6, 8, 14, 17, 19). Ini bukanlah doa yang membayangkan suatu khalayak ekumenis yang mengecilkan Firman Allah demi suatu “persatuan” mari-cari-kesamaan-yang-paling-mendasar yang seluas-luasnya. Ini bukanlah persatuan semua denominasi dengan banyaknya kesesatan yang berseliweran. Seperti biasa, Paus memahaminya secara terbalik. Iblis bukanlah bapa dari perpecahan doktrinal; dia adalah bapa dari ekumenisme yang sedang membangun suatu “gereja” esa-sedunia. Yesus berdoa, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Penguin dengan Kacamata

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 8 Mei 2015: “Pernahkan anda pergi ke luar rumah pada hari yang terik dan terang benderang, dan mata anda menjadi sangat silau karena cahaya? Maka bayangkanlah seperti apa hidupan penguin yang setiap hari berhadapan dengan terik sinar matahari kutub yang memantul dari salju ataupun permukaan air. Penguin, tentu saja, tidak bisa memakai kacamata hitam, tetapi mereka tidak memerlukannya. Burung-burung yang luar biasa ini memiliki cairan pada bilik mata eksternal mereka yang menyaring gelombang cahaya biru dan ultraviolet dari keseluruhan spektrum cahaya. Ini memberikan mereka penglihatan yang jernih sekaligus melindungi mata mereka dari bahaya. Bisa anda tebak, rajawali, elang, dan burung-burung pemangsa lainnya juga memiliki cairan ini dalam mata mereka. Terinspirasi oleh burung-burung ini, para ilmuwas telah dapat mengembangkan semacam pewarna dan filter jingga yang meniru fungsi dari cairan retina penguin. Pewarna jingga ini juga telah dipakai untuk membuat kacamata matahari yang berwarna jingga, yang bisa menolong daya pandang pada hari-hari yang terang maupun yang berkabut. Menurut buku Donald DeYoung, Discovery of Design, banyak tukang las sekarang menggunakan topeng dengan warna jingga yang lebih aman dan lebih transparan daripada topeng gelap zaman dulu yang mempersulit mereka melihat. Juga diharapkan bahwa kacamata berlensa jingga bisa suatu hari membantu pasien-pasien yang kehilangan penglihatan karena katarak atau degenerasi makular. Ketika para insinyur dan desainer mempelajari alam untuk mendesain produk dan perbaikan yang baru, mereka sedang menyaksikan desain yang intelijen dari Tuhan, bukan hasil dari milyaran tahun keacakan. ‘Kacamata’ yang dipakai oleh penguin didesain oleh sang Pencipta!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Presiden Obama Merayakan Hari Internasional Melawan Homofobia

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pada hari yang disebut-sebut sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia, 17 Mei, Presiden Obama mengeluarkan suatu pernyataan bahwa, “Kami memakai kesempatan ini untuk kembali mengukuhkan bahwa hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (orang ganti kelamin) adalah hak-hak asasi manusia, untuk merayakan kehormatan setiap individu, dan untuk menggarisbawahi bahwa semua orang berhak untuk hidup bebas dari rasa takut, kekerasan, dan diskriminasi, tidak peduli siapa mereka atau siapa yang mereka cintai.” Obama telah menjadi presiden74158 AS yang paling pro-

homoseksual dalam sejarah, dan telah membangun fondasi untuk penganiayaan besar-besaran terhadap siapapun yang tidak menerima “hak-hak homoseksual,” karena ketika kaum homoseksual mendapatkan hak untuk hidup semau mereka, maka orang-orang Kristen yang percaya Alkitab kehilangan hak untuk menentang homoseksualitas sebagai dosa. Ini adalah tanda zaman yang penting, karena nubuat Alkitab menyamakan akhir zaman dengan masa Lot (Luk. 17:28-30).

Hari Internasional Melawan Homofobia bermula pada tahun 2005, dan salah satu organisasi pendirinya adalah World Congress of LGBT [Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual] Jews. Pada tahun 2009, “transfobia” ditambahkan, dan pada tahun 2015 “bifobia” ditambahkan, sehingga saat ini namanya adalah Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Bifobia. Ini menggambarkan bahwa tidak akan berakhir kekejian moral yang akan ikut masuk bersamaan dijadikan satu dengan dengan hak homoseksual. Departemen AS mengeluarkan suatu pernyataan “mengukuhkan kembali komitmen kami akan kesamaan dan kehormatan semua orang, tidak peduli orientasi seksual mereka atau identitas gender mereka. Diskriminasi melawan orang-orang LGBTI harus berakhir – dan harus berakhir sekarang.” Kedutaan AS di Sarajevo diterangi dengan warna-warni pelangi untuk merayakan peristiwa ini. Hari ini juga secara resmin diakui oleh Parlemen Uni Eropa.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Terjadi Lagi “Pembunuhan Kehormatan” di Inggris

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, terjadi lagi “pembunuhan kehormatan” oleh seorang lelaki Muslim di London. Shighi Rethishkumar membunuh istrinya dan putri kembarnya yang berusia 13 tahun sebelum menggantung dirinya sendiri. Dia mengklaim bahwa dunia Barat telah mengkorupkan mereka (“Honour Killings,” Breitbart, May 15, 2015). Pembunuhan kehormatan didefinisikan oleh Human Rights Watch sebagai “tindakan kekerasan, biasanya pembunuhan, yang dilakukan oleh seorang anggota keluarga laki-laki terhadap anggota keluarga perempuan, yang dianggap telah menodai kehormatan keluarga.” Ini sering terjadi di Timur Tengah dan Turki. Menurut PBB, 5000 perempuan dibunuh setiap hari (“Murder in the Family,” Fox News, 26 Juli 2008). Organisasi Hak Asasi Manusia Iran dan Kurdish mengatakan, “Kita menyaksikan peningkatan di seluruh dunia, sebagian karena meningkatnya fundamentalisme Islam.” Pembunuhan kehormatan juga meningkat di Barat. Kasus pertama yang terdokumentasikan di Amerika adalah pada November 1989, ketika Zein Isa, seorang teroris Palestina yang tinggal di St. Louis, membunuh putrinya yang berusia 16 tahun, Tina, karena ia memiliki pacar, pergi ke acara dansa sekolah, dan melamar kerja di restoran Wendy’s. Ibunya memegangi dia sambil ayahnya menancapkan pisau 20cm ke dadanya sebanyak 13 kali. Ibunya berteriak “Diam!” ketika anak perempuan itu berseru-seru minta tolong (Ellen Harris, Guarding the Secrets: Palestinian Terrorism and a Father’s Murder of His Too-American Daughter, 1995).

Posted in Islam | Leave a comment

Bapa dari Theologi Pembebasan Disambut di Vatikan

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Gustavo Gutierrez, pendiri dari Theologi Pembebasan, disambut minggu ini di Vatikan oleh Paus Fransiskus. Ini adalah kunjungan kedua Gutierrez ke Roma selama kepausan Fransiskus, dan menandakan semakin mainstream-nya versi Katolik dari injil sosial. Theologi Pembebasan mencoba untuk menganalisis dan menyelesaikan sebab-sebab dasar dari kemiskinan, bukan memberitakan Injil kepada orang-orang miskin. Ini adalah pendekatan Marxist dalam penyelesaian masalah-masalah masyarakat. Ini pendekatan yang rabun, berfokus kepada kehidupan ini bukan kehidupan yang berikutnya. Ia mempersalahkan kapitalisme sebagai penyebab kemiskinan. Ia lebih berfokus kepada Amerika sebagai penyebab ketidakadilan sosial secara global, daripada Komunisme ataupun diktator-diktator jahat, walaupun Amerika lebih banyak membantu orang dari kemiskinan daripada pemerintah komunis manapun “Literatur theologi pembebasan terdiri dari uraian Marxist yang biasanya, dipercik dengan air kudus, dengan referensi yang usang tentang perang antar kelas, penindasan, imperialisme, ketergantungan, dan terutama bagaimana kemiskinan di Amerika Latin sepenuhnya adalah salah kapitalisme yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa Barat” (Steven Hayward, “How Is Liberation Theology Still a Thing?” Forbes, 10 Mei 2015). Injil sosial telah menjadi salah satu faktor pemersatu “gereja” esa-sedunia. Bahkan misionari-misionari “Injili” hari ini cenderung lebih berfokus pada penyembuhan “ketidakadilan sosial” daripada memberitakan Injil dan membangun gereja-gereja yang alkitabiah, tetapi tidak ada theologi pembebasan ataupun injil sosial dalam Kisah Para Rasul.

Posted in Katolik, Kesesatan Umum dan New Age | 1 Comment

Alter-Ego dan Persona-Online Para Remaja

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Not White in the Head: The Tumblr teens convinced they were born the wrong species, sex and even race,” Breitbart.com, 16 Jan. 2015: “Ketamakan,keegoisan, terlalu banyak waktu dan akses kepada internet dapat menghasilkan efek yang aneh pada sebagian orang. Dan kalau ditambah lagi dengan kecenderungan modern untuk merasa berhak atas segala-galanya dan keinginan untuk senantiasa mengabarkan kepada dunia setiap pikiran, perasaan, dan keinginan, maka hal yang benar-benar aneh muncul: orang-orang yang menuntut untuk dianggap dan diperlakukan sebagai hal-hal yang jelas bukanlah diri mereka, misalnya perempuan-perempuan kulit putih yang mengabarkan kepada dunia bahwa mereka “dalam pikiran berkulit hitam,” dan para musisi yang merasa tersiksa dan memberitahukan dunia tentang identitas Romany mereka yang sejati, walaupun mereka tidak memiliki darah gipsy sedikitpun. …Untuk memahami dunia orang-orang yang aneh bin ajaib ini, yang percaya diri mereka trans-spesies atau trans-etnik, atau trans-budaya, paling baik untuk mulai dengan yang sedikit lebih tidak aneh, yaitu dunia ‘furries.’ Furries adalah orang-orang yang menciptakan suatu ‘fursona,’ yaitu semacam karakter binatang yang mewakili mereka dan dalam banyak kasus mereka pakai untuk mengekspresikan identitas seksual mereka, biasanya untuk mengalahkan rasa kurang percaya diri. ..Namun para furries ini hanyalah suatu batu loncatan antara orang-orang normal dengan budaya online yang berisikan orang-orang yang menolak identitas riil mereka sama sekali, karena mereka mengatakan ada ketidakcocokkan antara identitas mental mereka dengan tubuh fisik mereka. Subkultur yang terbesar kedua (yang terbesar adalah trans-gender, Editor: orang-orang yang merasa jenis kelamin mereka berbeda dengan tubuh mereka), adalah yang disebut ‘otherkin.’ ….Seperti kelompok furries, otherkin sering menciptakan dan bersembunyi dibalik avatar online, tetapi bukannya mempertahankan diri mereka yang sebenarnya terpisah dari hasil khayalan psikologis dan seksual mereka, mereka malah percaya bahwa karakter yang telah mereka ciptakan itu adalah cerminan yang lebih riil akan siapa mereka ‘sebenarnya.’ Ada orang otherkin yang percaya bahwa mereka secara literal bukanlah manusia, sementara yang lainnya percaya bahwa hanya jiwa mereka yang bukan manusia, dan bahwa mereka terperangkap dalam tubuh yang salah. Terkadang ini semua bisa terlihat seperti suatu kekonyolan yang tidak disengaja. Tetapi entahkah anda berpikir anda adalah reinkarnasi dari manusia-binatang Cherokee, atau bahwa anda adalah keturunan generasi panjang tikus-tikus padang, atau bahwa jiwa anda terbang masuk dari alam semesta paralel (ini bukan lelucon), apa saja diperbolehkan dalam dunia otherkin yang berpusat pada ego diri sendiri. …Dan kelompok otherkin terkadang percaya bahwa mereka adalah hal-hal yang sangat aneh. Naga, werewolves, malaikat, setan, elves, tokoh kartun bahkan. Sangat luar biasa apa yang terjadi kepada imajinasi ketika seseorang terpisah dari masyarakat umum.”

Editor: Semua ini terjadi karena manusia yang menolak Tuhan dan hukumNya merasa hampa, dan mencari sesuatu di luar dirinya sendiri. Sebenarnya manusia hanya bisa dipuaskan oleh persekutuan dengan Penciptanya. Mereka yang telah menolak hal ini mencari pelarian ke berbagai hal, termasuk yang aneh seperti ini.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Anak-Anak Putri dari Pasangan Lesbian Memberitahu Mahkamah Agung AS Bahwa “Anak-Anak Tidak Baik-Baik Saja”

(Berita Mingguan GITS 9 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian Headlines, 30 April 2015: “Anak-anak dari orang tua gay saat ini sedang menceritakan kisah mereka sambil Mahkamah Agung AS mempertimbangkan legalitas dari pernikahan sesama jenis di negara bagian Tennessee, Michigan, Ohio, dan Kentucky. Charisma News melaporkan bahwa dua orang putri dari pasangan lesbian melayangkan kesaksian mereka bahwa suasana kehidupan masa kecil mereka telah melukai mereka. Heather Barwick dan Katy Faust menulis, ‘Walaupun kami mengasihi dan menyayangi kedua ibu kami, kami merasa sangat penting bahwa kami menyadarkan Mahkamah tentang dampak dari usaha mendefinisikan ulang pernikahan pada anak-anak seperti kami. Kami menolak pernikahan gay atas dasar bahwa hal itu melanggar hak anak-anak dan tidak dapat menyediakan bagi anak-anak hal yang paling mendasar yang diperlukan untuk perkembangan anak – seorang ibu dan seorang ayah yang tinggal dengan mereka dan mengasihi mereka.’ Brandi Walton, yang juga dibesarkan di rumah tangga homoseksual, menulis sebuah artikel yang diterbitkan di The Federalist, bahwa pernikahan gay merusak anak-anak. ‘Saya tahu dari sejak usia muda bahwa hidup bersama dua wanita tidaklah alami,’ tulis Walton dalam sebuah artikel berjudul ‘The Kids Are Not Alright’ (Anak-Anak Tidak Baik-Baik Saja). ‘Saya dapat melihatnya terutama di rumah-rumah teman-teman saya yang memiliki seorang ibu dan seorang ayah. Saya menghabiskan sebanyak mungkin waktu bersama teman-teman seperti itu. Saya merindukan kasih sayang yang teman-teman saya terima dari ayah-ayah mereka. Saya ingin tahu apa rasanya dipeluk dan disayang oleh seorang laki-laki, apa rasanya hidup bersama seorang lelaki setiap hari.’”

Posted in Keluarga, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment