Penghujatan Para Rapper

(Berita Mingguan GITS 9 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Salah satu dari sekian banyak cara musik rap atau hip hop telah merusak sendi-sendi moral masyarakat adalah melalui penghujatan mereka. Kanye West, yang mengklaim diri seorang Kristen, muncul sebagai Yesus yang bermahkotakan duri di sampul majalah Rolling Stone pada tahun 2006. Albumnya pada tahun 2013 berjudul Yeezus, yang adalah pelesetan dari nama kecil West, Yeezy, sekaligus nama Yesus. Gambar di cover album itu memperlihatkan West sedang dimahkotai sebagai raja oleh malaikat-malaikat. Dalam lagu “I Am a God,” dia nge-rap: “Ku baru saja bicara sama Yesus, dan Dia berkata, ‘Ada apa, Yeezus?” Kitab Zeezus: Alkitab untuk Zaman Modern, adalah versi kitab Kejadian yang menggantikan setiap kata Allah dengan nama sang rapper. Jay-Z mengejek Allah Yehovah sebagai “Hova” dan memanggil dirinya sendiri “Jay-Hova.” Dalam lagu “Amen,” Meek Mills secara mengejek berterima kasih pada Allah untuk segala hal immoral dan dia menyamakan gereja dengan perselingkuhan. Lil B memiliki kepribadian ganda yang dia sebut “Based God.” Dalam lagu “I’m the Devil,” dia bernyanyi, “Aku Satan, aku bikin janji dan kematian / Aku benci Based God, dan mau mengundang dia ke sini.” Lil B digambarkan tersalib pada kayu salib di cover album Angels Exodus-nya. Dalam “Sandwiches,” Tyler the Creator (Tyler Okonma) mengutuki gereja dan bernyanyi, “Kau bilang Allah punya jawaban / Ketika saya tanya Dia — saya tidak dapat jawaban, jadi Allah adalah kanker.” Dalam lagu lain, dia mengatakan bahwa Iblis adalah bapanya. Dalam “Live at the Barbeque,” Main Source bernyanyi, “Ketika saya dua belas / Saya pergi ke neraka karena memukul Yesus.” Dalam “Deadly Combination (Remix),” Tupac Shakur (2Pac) dan Notorious B.I.G. mengutuki Yehovah dan bernyanyi tentang memperkosa dan membunuh Maria. Tupac juga tampil pada sebuah salib di cover dari album Makaveli-nya. (Tupac ditembak mati pada tahun 1996 pada usia 25 tahun, dan Notorious B.I.G. ditembak mati tahun 1997 pada usia 24 tahun.) Lagu rap yang menghujat, “Deadly Combination,” muncul pada album Big L, yaitu The Big Picture. Big L bernyanyi tentang memperkosa Kristus dalam “Danger Zone.” Satu lagi album Big L diberi judul Devil’s Son. (Big L ditembak mati tahun 1999 pada usia 23 tahun.) Dalam album “Pearly Gates,” 50 Cent bernyanyi tentang masuk ke gerbang mutiara dan bertengkar dengan “Bos Besar” dan memukuli “Anak TunggalNya.” Walaupun mereka begitu penuh dengan hujat, para rapper ini dipandang tinggi oleh dunia, dan lagu-lagu mereka terjual dalam jumlah jutaan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Gempa Bumi! Bayangan Kesusahan Besar

(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa hari yang lalu, suatu gempa bumi berskala 7,8 menghantam Nepal dengan efek yang sungguh dahsyat. Secara resmi angka kematian telah mencapai 5000, tetapi bisa jadi angka sebenarnya tiga kali lipat. Puluhan ribu rumah dihancurkan. Banyak dari kuil-kuil kuno Nepal hancur menjadi timbunan batu bata dan kayu api. Biaya untuk membangun ulang diperkirakan akan mencapai $5 milyar dollar, atau seperlima dari GDP total Nepal. Media massa Nepal menyebut ini sebagai Gempa Bumi Besar, tetapi walaupun sungguh mengerikan, sesungguhnya ini masih kecil jika dibandingkan dengan apa yang Alkitab nubuatkan untuk masa depan. Daniel menyebutnya “masa kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu” (Dan. 12:1), dan Yesus menyebutnya “siksaan yang dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi” (Mat. 24:21). Setiap nubuat dalam Alkitab telah tergenapi secara persis sebagaimana dinubuatkan, termasuk nubuat-nubuat luar biasa tentang setiap aspek kehidupan Yesus, termasuk nama tempat lahirNya, dan kata-kata yang akan Ia ucapkan di atas salib. Tidak ada yang lebih pasti lagi dalam hidup ini selain nubuat Alkitab.

Yesus mengatakan bahwa Kesusahan yang akan datang ini akan lebih besar dari setiap kesusahan yang pernah dialami dunia yang kacau ini. Lebih besar dari gempa bumi yang paling dahsyat. Lebih besar dari amukan diktator paling kejam. Lebih besar dari perang-perang modern atau pembunuhan oleh Stalin dan Mao. Lebih besar dari setiap musibah dan kelaparan. Gempa bumi di Nepal sebagai contoh, hanyalah bayangan dari Kesusahan yang akan datang.

Perhatikan manusia yang kehilangan nyawa. Yesus memperingatkan bahwa jumlah kematian di dalam Kesusahan akan begitu hebat sehingga “sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat” (Mat. 24:22).

Perhatikan harta benda yang rusak. Dalam Kesusahan, akan ada kehancuran karena perang-perang besar dan hal-hal lain yang digambarkan dalam kitab Wahyu, tetapi coba perhatikan kehancuran yang akan terjadi dari satu saja penghakiman pada waktu itu. “Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat” (Wah. 16:21).

Perhatikan goncangannya. Seburuk-buruknya, goncangan dalam gempa Nepal yang baru-baru ini adalah bagaikan goyangan pelan tempat tidur bayi jika dibandingkan dengan yang berikut: “Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu . . . Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung(Wah. 16:18, 20). Kira-kira gempa yang dinubuatkan ini akan mencapai berapa skala Richter?

Perhatikan kehancuran berhala-berhala. Media massa sedang menyayangkan kehancuran “warisan kuno Nepal,” mengacu kepada kuil-kuil Hindu yang sudah sangat tua. Tetapi Allah mengutuk penyembahan berhala dengan bahasa yang sekuat-kuatnya. Perintah pertama dan kedua dalam Sepuluh Hukum adalah, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Kel. 20:3-4). Dalam Masa Kesusahan yang akan datang, setiap kuil berhala dan sistem agama yang palsu yang bertentangan dengan Firman Allah akan dihancurkan. “Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. 18 Sedang berhala-berhala akan hilang sama sekali” (Yes. 2:17-18).

Perhatikan perendahan manusia. Ketika suatu gempa bumi terjadi, ia menjadi peristiwa yang merendahkan hati. Manusia sama sekali tidak berdaya di hadapan hal-hal seperti ini. Untuk waktu yang singkat, kesombongan dan rasa cukup-dirinya berhenti. Namun biasanya hal-hal ini hanya sesaat saja, dan segera orang-orang yang tersisa kembali ke normal, yaitu mengejar keinginan daging, keingingan mata, dan keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16). Dalam masa Kesusahan, orang-orang yang sombong, menolak Allah, akan direndahkan dan tidak akan ada lagi masa “kembali ke normal.” Masa Kesusahan disebut “hari Tuhan,” karena pada hari itu Pencipta yang mulia akan ditinggikan kepada posisiNya yang sejati sebagai Tuhan atas bumi. “Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yes. 2:10-12).

Alkitab mengatakan bahwa penghakiman Allah adalah “perbuatan ganjil,” karena yang paling Ia sukai adalah keselamatan. Ia telah melakukan semua yang dapat Ia lakukan untuk menyediakan keselamatan bagi manusia dengan mengutus AnakNya yang tunggal untuk menderita dan mati di atas kayu salib untuk mendamaikan dosa manusia. Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati setelah tiga hari, dan selama 2000 tahun Injil keselamatan telah dikabarkan di seluruh bumi. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam semua bahasa mayor (dan ke dalam kebanyakan bahasa minor) dan Injil tersedia dalam segala bentuk media yang dikenal manusia, mulai dari cetak hingga internet. Tidak ada alasan bahwa kebanyakan manusia di bumi ini telah mengabaikan tawaran Allah yang penuh kasih karunia akan keselamatan dan bahwa mereka terus dalam hidup mereka tanpa pertobatan dan iman. Sobat, waktunya sudah dekat. Semakin banyak gempa bumi berarti semakin dekat kita kepada masa Kesusahan yang dinubuatkan dalam Alkitab. Apakah engkau siap bertemu dengan Penciptamu?

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 2 Comments

Amy Grant Dan Teman-Temannya Membangun “Gereja” Esa Sedunia

(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Amy Grant, salah satu musisi Kristen kontemporer yang paling berpengaruh, telah berada dalam perjalanan rohani yang menurun sejak awal karirnya. Hari ini, dia senang-senang saja berpegangan tangan dengan semua orang, mulai dari Baptis sampai kaum New Age. Pada tanggal 19 April dia bergabung dengan Dominican Sisters of Mary, Matt Maher (Katolik), dan lainnya, untuk suatu konser gabungan di Ypsilanti, Michigan. Pada bulan Januari, dia adalah salah seorang yang membuat tajuk utama konser “We Are United” yang mempromosikan kesatuan ekumenis. “Ke-33 artis CCM terhebat dalam sejarah” yang ikut serta, mewakili semua nama-nama besar dalam Musik Kristen Kontemporer, dan mengilustrasikan bahwa tidak ada hal lain yang lebih efektif dalam membangun “gereja” esa sedunia selain dari musisi kontemporer. Orang-orang yang ikut serta dalam “We Are United” termasuk Steve Green, Michael W. Smith, Newsboys, Sandi Patti, Travis Cottrell (worship leader-nya Beth Moore), Dallas Holm, Russ Taff, The Imperials, Don Francisco, Jaci Velasquez, Petra, 4Him, Point of Grace, Carman, and Nicole Mullen. “We Are United” adalah buah pikir dari Stan Moser, salah seorang bapa CCM, dan dewan direksi dari Gospel Music Trust Fund, salah satu organisasi yang berada di balik konser itu, termasuk Bill Gaither dan Presiden National Quartet Convention, Les Beasley. Tenda persatuan CCM yang luas ini, bukan hanya mengikutsertakan Roma Katolik, tetapi juga orang-orang New Age. Roma Downey memainkan peran penting dalam “We Are United.” Dia bukan saja berdoa kepada Maria sebagai Ratu Sorga, tetapi dia juga memiliki titel dalam bidang Spiritual Psychology, yaitu praktek “mengenali dirimu sendiri sebagai Makhluk Ilahi.” Injil palsunya Roma Downey, kristus palsunya, dan roh palsunya, semuanya disambut baik dalam tenda besar CCM, dan gereja-gereja yang mengaku alkitabiah tetapi bermain-main dengan musik kristen kontemporer, sedang membangun jembatan dengan dunia yang berbahaya ini.

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Pembunuhan Jutaan Bayi Perempuan Menciptakan “Kesulitan Pernikahan” di Cina, India

(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Semakin berkembangnya “kesulitan pernikahan” di Cina dan India adalah karena kurangnya mempelai perempuan, dan alasannya adalah pembunuhan jutaan bayi perempuan, baik itu melalui aborsi ataupun infanticide (pembunuhan bayi). Kesulitan di Cina ini disebabkan oleh kebijakan “satu-anak” yang diterapkan oleh rezim komunis, sehingga memotivasi orang tua untuk mencari anak laki-laki sebagai anak tunggal mereka. Skrining pre-natal mengakibatkan aborsi untuk seleksi jenis kelamin (walaupun secara teknis ini ilegal). Ada 20 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan di Cina, dan 37 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan di India (“The ‘marriage squeeze,’” Business Insider, 23 Apr. 2015). “Jika angka kelahiran normal, di Cina seharusnya ada tambahan 66 juta bayi perempuan yang dilahirkan pada tahun 2010. Untuk India, seharusnya ada tambahan 43 juta.” Masalah ini meningkat secara dramatis. Diperkirakan bahwa sampai dengan 2050, India akan memiliki 130 laki-laki single untuk setiap 100 perempuan, dan Cina akan memiliki 186 laki-laki single untuk setiap 100 wanita.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Google Mengembangkan “Algoritma Penentu Kebenaran”

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “The ‘all-knowing’ Google now the discerner of truth?” OneNewsNow.com, 27 Mar. 2015: “Dengan milyaran orang bergantung kepada mesin pencari Google untuk mendapatkan hampir setiap informasi di bawah matahari , Google sedang berusaha untuk meningkatkan lagi layanannya satu langkah, dengan ‘algoritma penentu kebenaran’nya yang baru, yang akan memberi halaman-halaman web ranking sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Banyak orang khawatir dengan usaha terbaru dari perusahaan informasi Internet raksasa ini, terutama dengan kecenderungan liberal mereka yang mereka pertunjukkan selama banyak tahun. …Perubahan signifikan yang Google lakukan terhadap proyek ‘PageRank’nya dimaksudkan untuk membuatnya menjadi penentu kebenaran akhir di seluruh dunia. Ini dilaporkan berubah dari sistem saat ini yang me-rangking semua halaman web berdasarkan hasil pencarian, yang didapatkan dari jumlah website lain yang terhubung ke halaman tertentu. ‘Google telah mendapatkan suatu algoritma baru penentu-kebenaran yang didasarkan pada Knowledge Vault Google. …’Dengan mengecek halaman-halaman ini terhadap database tersebut, dan dengan referensi silang kepada fakta-fakta yang berhubungan, tim riset percaya algoritma ini bisa memberikan kepada setiap halaman suatu nilai kebenaran. Halaman-halaman dengan proporsi tinggi pernyataan yang salah akan diturunkan rangkingnya dalam hasil search.’ …’Ini berpotensi sangat berbahaya,’ kata wakil presiden dari Media Research Center Bisni dan Budaya, Dan Gainor, kepada LifeSiteNews. ‘Saya tahu saat ini bahwa Google baru mempelajari ide ini, tetapi kuasa Google untuk mempengaruhi hasil pencarian dan menentukan apa yang mereka anggap kebenaran absolut, ini mirip dengan di buku 1984.’ …’Dari awalnya, Google memiliki sejarah mendukung pendefinisian ulang pernikahan dan pelunturan keluarga yang tradisional,’ papar LifeSiteNews. ‘Raksasa teknologi ini juga menentang UU Defense of Marriage pada tahun 2011, dan tahun selanjutnya, meluncurkan kampanye internasional untuk menyebarkan agenda homoseksual di negara-negara yang mereka anggap ‘homofobik,’ termasuk Polandia dan Singapura.’ Kebenaran Google pastilah akan diarahkan ke filosofi politik mereka sendiri, sebagaimana telah diperlihatkan perusahaan raksasa tekonologi berbasis di California tersebut bukanlah pengamat netral dalam berbagai isu panas di generasi kita ini.

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Misonari Amerika Ditembak oleh Teroris

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Terrorists Shoot,” Charisma, 17 Apr. 2015: “Seorang misionari wanita Kristen sedang berjuang untuk bertahan hidup setelah ditembak di kepala di Karachi, Pakistan, dalam suatu serangan teroris. Debra Lobo, 55 tahun, tertembak dua kali ketika empat lelaki melepaskan tembakan dari motor mereka saat Debra sedang meninggalkan tempat bekerja. Lobo telah tinggal di Pakistan selama 30 tahun dan menikah dengan dua anak. Dia melayani sebagai wakil kepala dari Jinnah Medical and Dental College. Lobo kini dirawat karena dua luka tembak, satu di dagu, satu di tangan. Menurut polisi, “Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa ini adalah serangan teroris yang direncanakan, dan dilaksanakan atas wanita tersebut karena identitas kewarganegaraannya.’ Para penembak itu, yang melarikan diri, meninggalkan sebuah brosur di mobilnya dengan tertulis namanya di satu, dan mengatakan bahwa mereka menargetkan dia karena dia seorang Amerika. Menurut The Guardian, versi Inggris dari brosur itu berbunyi: ‘Oh para crusader, kami adalah singa-singa Dualat al Islamia, rajawali kalifat. Hari ini kami membunuh wanita Kansas ini, Lobo, kami akan menunggu dan menyerang kalian dan membunuh kalian di mana pun kalian berada dan mengurung dan mengepung kalian di Amerika dan kemudian, jika Allah berkenan . . . kami akan membakar Amerika.’ Para penembak mengklaim dalam brosur itu bahwa serangan itu adalah balasan atas matinya lima tersangka militan yang dibunuh hari sebelumnya.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Pembunuhan Orang-Orang Kristen oleh Muslim di Darat dan Laut

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu ini minimal 28 orang “Kristen” dibunuh oleh para jihadis Muslim. Pengungsi Muslim yang berperjalanan dari Libya ke Italia, melalui laut Mediterania, melemparkan 12 orang Kristen ke laut dan meninggalkan mereka untuk tenggelam (“Italian Police: Libyan Muslims Threw Christians Overboard,” Breitbart, 6 Apr. 2015). ISIS memenggal 15 orang Kristen di pantai dan menembak 15 lainnya di padang gurun (“You Will Not Have Safety Until You Accept Islam,” Christian News Network, 19 Apr. 2015). Di Pakistan, seorang anak lelaki Kristen, 14 tahun, dibakar hingga mati. Dia ditanya oleh dua orang bertopeng apakah dia seorang Kristen, dan ketika dia menjawab bahwa dia Kristen, mereka menyiramnya dengan minyak dan membakar dia (“Burned Christian Boy Dies,” Voice of the Persecuted, 18 Apr. 2015). Kita paham bahwa korban-korban yang malang ini kemungkinan hanya Kristen dalam nama saja, dan belum tentu semuanya sudah sungguh lahir baru, tetapi faktanya tetap bahwa mereka diserang sebagai orang Kristen oleh para Muslim yang memiliki kebencian mendalam terhadap Yesus Kristus dalam Alkitab, Anak Allah, yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang-orang dari dosa mereka. Dalam video mereka sedang membunuh 30 orang Kristen, ISIS berkata, “Kepada negara salib, kami kembali lagi. …Kalian tidak akan memiliki keamanan bahkan dalam mimpimu, sampai kalian menerima Islam. Pertempuran kami adalah pertempuran antara iman dan penghujatan, antara kebenaran dan kepalsuan.” Video ini kemudian diikuti oleh video lainnya pada bulan Februari yang menayangkan pemenggalan 21 orang Mesir Kristen Koptik.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Lebih dari Setengah Orang Amerika Tidak Percaya Bahwa Yesus Tidak Berdosa

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Most Americans Now Say Jesus Actually a Sinner,” WorldNetDaily, 2 Apr. 2015: “Walaupun sembilan dari antara sepuluh orang Amerika setuju bahwa Yesus adalah tokoh historis yang riil, apa yang mereka percayai tentang Dia sangat bervariasi, menurut sebuah survei yang baru saja dirilis dari Barna Research Group, sebuah organisasi nirlaba yang telah menganalisis trend budaya yang berkaitan dengan kepercayaan agama sejak tahun 1984. Survei terhadap lebih dari 4000 orang dewasa AS, secara online maupun melalui telpon, mengindikasikan bahwa orang Amerika merasa bingung tentang tokoh sentral Kristen ini dan telah gagal untuk meneruskan iman mereka kepada generasi yang selanjutnya. …Tetapi ketika keilahian Yesus dimunculkan, hanya 56 persen yang setuju. Di antara orang-orang tua – yang lahir sebelum 1946 – 62 persen mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, tetapi di antara generasi Millenial, angka itu jatuh ke 48 persen. .. Mereka yang menolak Yesus sebagai Allah mengatakan bahwa Dia hanyalah seorang tokoh rohani, mirip dengan Muhammad atau Buddha. Berkaitan dengan pertanyaan keilahianNya, tidaklah mengherankan bahwa mayoritas – yaitu 52 persen – orang Amerika mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa seperti orang-orang lain di bumi ini. ..Sekali lagi, generasi Millenial memperlihatkan pergeseran terbesar dari ortodoksi, dengan 56 persen yang mengatakan bahwa Yesus berdosa.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Komandan Milisia Iran Berkata Bahwa Menghapuskan Israel dari Peta Tidak Dapat Ditawar

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Iran Milita Chief,” The Times of Israel, 31 Maret 2015: “Komandan dari milisia Basij, dari Garda Revolusi Iran, mengatakan bahwa ‘menghapuskan Israel dari peta dunia’ adalah hal yang ‘tidak dapat ditawar-tawar,” menurut laporan Israel Radio hari Selasa. Ketua milisia, Mohammad Reza Naqdi, juga mengancam Arab Saudi, mengatakan bahwa serangan ofensif yang mereka lakukan di Yemen ‘akan berakhir seperti nasib Saddam Hussein.’ Komentar Naqdi dibuat secara publik sementara Iran dan enam kekuatan dunia bersiap-siap untuk pada hari Selasa menyampaikan pernyataan setuju untuk melanjutkan negosiasi nuklir ke fase yang baru yang diharapkan mencapai kesepakatan akhir pada bulan Juni.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Islam | Leave a comment

Seorang Pebisnis Kristen

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Di zaman sekarang ini, saat bisnis di Amerika (dan di mana-mana) seolah-olah semata-mata hanyalah berpusat pada uang, dan ada kecurangan di segala penjuru, sungguh menyegarkan untuk melihat kembali kepada pebisnis-pebisnis yang menempatkan Tuhan sebagai nomor satu. James Cash Penny (1875-1971), pendiri dari toko-toko J.C. Penny, adalah seorang yang demikian. Ayahnya, seorang gembala sidang Baptis, meninggal saat James masih remaja, tetapi sudah sempat menanamkan ke dalam dirinya prinsip-prinsip hidup yang alkitabiah. Ketika James muda bekerja di sebuah toko bahan makanan, suatu malam ia menyombong kepada ayah dan ibunya tentang betapa “pintar” majikannya, karena menjual kopi kualitas rendah sebagai kopi kualitas tinggi. Walaupun pekerjaan sulit didapatkan di kota kecil mereka, ayah James langsung menyuruh dia untuk berhenti dari pekerjaan itu. Walaupun dia sedang sekarat karena penyakit tuberculosis dan mereka memerlukan uang, pengkhotbah itu lebih baik anaknya tidak bekerja daripada berhubungan dengan seorang pebisnis yang curang. Awalnya toko-toko J.C. Penny bernama Golden Rule, karena ia “berdedikasi untuk mengikuti Golden Rule sebagai prinsip komersial dasar.” Golden Rule mengacu kepada prinsip yang disampaikan Kristus, yaitu “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Editor: yang tercermin dalam kata-kata “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” [Mat. 7:12]). Penny menawarkan produk-produk berkualitas pada harga yang wajar dan memperlakukan customer dengan hormat. Dia menjaga profit margin yang kecil. Dia menguji setiap kebijakan dengan bertanya, “apakah ini benar dan adil?” Dia membuat manajer-manajernya sebagai sesama pemilik toko-toko tersebut untuk membagikan kekayaan. Namun walaupun dia berstatus Kristen, dia tidak benar-benar diselamatkan hingga sudah tua. Dia menjadi pahit pada gereja-gereja pada masa mudanya, ketika ayahnya dipecat karena ingin memulai Sekolah Minggu (Kelompok Baptis Primitif secara resmi memegang doktrin Pemilihan yang ekstrim, sehingga tidak percaya pada usaha penginjilan). Setelah mengalami krisis ekonomi pada tahun-tahun Depresi Besar Amerika, kesehatan Penny merosot, baik secara fisik maupun emosional, dan dia harus masuk sanitarium (semacam tempat orang sakit jiwa). Di sana dia mengikuti sebuah kebaktian Kristen dan menyadari bahwa selama ini dia bersandar pada perbuatan baiknya, bukan kasih karunia Allah dalam Kristus. Melalui kata-kata himne “Tuhan Menjagamu,” dan undangan Kristus dalam Matius 11:28-30, J.C. Penny bertobat. Dia mengingat, “Saya tidak dapat menjelaskannya. Saya hanya bisa menyebutnya suatu mujizat. Saya merasa seolah saya telah dalam sekejap diangkat dari kegelapan penjara kepada terang matahari yang hangat dan brilian. Saya merasa seolah saya telah berpindah dari neraka ke firdaus. Saya merakan kuasa Allah seperti yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Sejak hari itu, hidup saya telah bebas dari khawatir. 20 menit yang paling mulia dan dramatis dalam hidup saya adalah yang di chapel itu pada pagi itu.” Penny memberikan jutaan dolar kepada berbagai badan amal Kristen. Dia mengatakan bahwa dia lebih ingin dikenal sebagai seorang Kristen daripada seorang pebisnis. Dalam sebuah iklan dia berkata: “Jadi, bisnis itu memiliki aspek religiusnya, sama seperti aspek sekulernya. Jika kita mengikuti nasihat untuk mengasihi Allah, dan sesama kita, seperti diri kita sendiri, maka itu akan memimpin kita untuk memahami bahwa, pertama-tama, sukses adalah masalah roh kita.” Inilah sikap yang akan berlaku di seluruh kerajaan Kristus yang akan datang, dan seharusnya sikap ini juga yang berkuasa dalam hidup orang-orang yang adalah milik Kristus di dunia sekarang ini.

Posted in General (Umum) | Leave a comment