Misonari Amerika Ditembak oleh Teroris

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Terrorists Shoot,” Charisma, 17 Apr. 2015: “Seorang misionari wanita Kristen sedang berjuang untuk bertahan hidup setelah ditembak di kepala di Karachi, Pakistan, dalam suatu serangan teroris. Debra Lobo, 55 tahun, tertembak dua kali ketika empat lelaki melepaskan tembakan dari motor mereka saat Debra sedang meninggalkan tempat bekerja. Lobo telah tinggal di Pakistan selama 30 tahun dan menikah dengan dua anak. Dia melayani sebagai wakil kepala dari Jinnah Medical and Dental College. Lobo kini dirawat karena dua luka tembak, satu di dagu, satu di tangan. Menurut polisi, “Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa ini adalah serangan teroris yang direncanakan, dan dilaksanakan atas wanita tersebut karena identitas kewarganegaraannya.’ Para penembak itu, yang melarikan diri, meninggalkan sebuah brosur di mobilnya dengan tertulis namanya di satu, dan mengatakan bahwa mereka menargetkan dia karena dia seorang Amerika. Menurut The Guardian, versi Inggris dari brosur itu berbunyi: ‘Oh para crusader, kami adalah singa-singa Dualat al Islamia, rajawali kalifat. Hari ini kami membunuh wanita Kansas ini, Lobo, kami akan menunggu dan menyerang kalian dan membunuh kalian di mana pun kalian berada dan mengurung dan mengepung kalian di Amerika dan kemudian, jika Allah berkenan . . . kami akan membakar Amerika.’ Para penembak mengklaim dalam brosur itu bahwa serangan itu adalah balasan atas matinya lima tersangka militan yang dibunuh hari sebelumnya.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Pembunuhan Orang-Orang Kristen oleh Muslim di Darat dan Laut

(Berita Mingguan GITS 25 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu ini minimal 28 orang “Kristen” dibunuh oleh para jihadis Muslim. Pengungsi Muslim yang berperjalanan dari Libya ke Italia, melalui laut Mediterania, melemparkan 12 orang Kristen ke laut dan meninggalkan mereka untuk tenggelam (“Italian Police: Libyan Muslims Threw Christians Overboard,” Breitbart, 6 Apr. 2015). ISIS memenggal 15 orang Kristen di pantai dan menembak 15 lainnya di padang gurun (“You Will Not Have Safety Until You Accept Islam,” Christian News Network, 19 Apr. 2015). Di Pakistan, seorang anak lelaki Kristen, 14 tahun, dibakar hingga mati. Dia ditanya oleh dua orang bertopeng apakah dia seorang Kristen, dan ketika dia menjawab bahwa dia Kristen, mereka menyiramnya dengan minyak dan membakar dia (“Burned Christian Boy Dies,” Voice of the Persecuted, 18 Apr. 2015). Kita paham bahwa korban-korban yang malang ini kemungkinan hanya Kristen dalam nama saja, dan belum tentu semuanya sudah sungguh lahir baru, tetapi faktanya tetap bahwa mereka diserang sebagai orang Kristen oleh para Muslim yang memiliki kebencian mendalam terhadap Yesus Kristus dalam Alkitab, Anak Allah, yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang-orang dari dosa mereka. Dalam video mereka sedang membunuh 30 orang Kristen, ISIS berkata, “Kepada negara salib, kami kembali lagi. …Kalian tidak akan memiliki keamanan bahkan dalam mimpimu, sampai kalian menerima Islam. Pertempuran kami adalah pertempuran antara iman dan penghujatan, antara kebenaran dan kepalsuan.” Video ini kemudian diikuti oleh video lainnya pada bulan Februari yang menayangkan pemenggalan 21 orang Mesir Kristen Koptik.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Lebih dari Setengah Orang Amerika Tidak Percaya Bahwa Yesus Tidak Berdosa

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Most Americans Now Say Jesus Actually a Sinner,” WorldNetDaily, 2 Apr. 2015: “Walaupun sembilan dari antara sepuluh orang Amerika setuju bahwa Yesus adalah tokoh historis yang riil, apa yang mereka percayai tentang Dia sangat bervariasi, menurut sebuah survei yang baru saja dirilis dari Barna Research Group, sebuah organisasi nirlaba yang telah menganalisis trend budaya yang berkaitan dengan kepercayaan agama sejak tahun 1984. Survei terhadap lebih dari 4000 orang dewasa AS, secara online maupun melalui telpon, mengindikasikan bahwa orang Amerika merasa bingung tentang tokoh sentral Kristen ini dan telah gagal untuk meneruskan iman mereka kepada generasi yang selanjutnya. …Tetapi ketika keilahian Yesus dimunculkan, hanya 56 persen yang setuju. Di antara orang-orang tua – yang lahir sebelum 1946 – 62 persen mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, tetapi di antara generasi Millenial, angka itu jatuh ke 48 persen. .. Mereka yang menolak Yesus sebagai Allah mengatakan bahwa Dia hanyalah seorang tokoh rohani, mirip dengan Muhammad atau Buddha. Berkaitan dengan pertanyaan keilahianNya, tidaklah mengherankan bahwa mayoritas – yaitu 52 persen – orang Amerika mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa seperti orang-orang lain di bumi ini. ..Sekali lagi, generasi Millenial memperlihatkan pergeseran terbesar dari ortodoksi, dengan 56 persen yang mengatakan bahwa Yesus berdosa.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Komandan Milisia Iran Berkata Bahwa Menghapuskan Israel dari Peta Tidak Dapat Ditawar

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Iran Milita Chief,” The Times of Israel, 31 Maret 2015: “Komandan dari milisia Basij, dari Garda Revolusi Iran, mengatakan bahwa ‘menghapuskan Israel dari peta dunia’ adalah hal yang ‘tidak dapat ditawar-tawar,” menurut laporan Israel Radio hari Selasa. Ketua milisia, Mohammad Reza Naqdi, juga mengancam Arab Saudi, mengatakan bahwa serangan ofensif yang mereka lakukan di Yemen ‘akan berakhir seperti nasib Saddam Hussein.’ Komentar Naqdi dibuat secara publik sementara Iran dan enam kekuatan dunia bersiap-siap untuk pada hari Selasa menyampaikan pernyataan setuju untuk melanjutkan negosiasi nuklir ke fase yang baru yang diharapkan mencapai kesepakatan akhir pada bulan Juni.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Islam | Leave a comment

Seorang Pebisnis Kristen

(Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Di zaman sekarang ini, saat bisnis di Amerika (dan di mana-mana) seolah-olah semata-mata hanyalah berpusat pada uang, dan ada kecurangan di segala penjuru, sungguh menyegarkan untuk melihat kembali kepada pebisnis-pebisnis yang menempatkan Tuhan sebagai nomor satu. James Cash Penny (1875-1971), pendiri dari toko-toko J.C. Penny, adalah seorang yang demikian. Ayahnya, seorang gembala sidang Baptis, meninggal saat James masih remaja, tetapi sudah sempat menanamkan ke dalam dirinya prinsip-prinsip hidup yang alkitabiah. Ketika James muda bekerja di sebuah toko bahan makanan, suatu malam ia menyombong kepada ayah dan ibunya tentang betapa “pintar” majikannya, karena menjual kopi kualitas rendah sebagai kopi kualitas tinggi. Walaupun pekerjaan sulit didapatkan di kota kecil mereka, ayah James langsung menyuruh dia untuk berhenti dari pekerjaan itu. Walaupun dia sedang sekarat karena penyakit tuberculosis dan mereka memerlukan uang, pengkhotbah itu lebih baik anaknya tidak bekerja daripada berhubungan dengan seorang pebisnis yang curang. Awalnya toko-toko J.C. Penny bernama Golden Rule, karena ia “berdedikasi untuk mengikuti Golden Rule sebagai prinsip komersial dasar.” Golden Rule mengacu kepada prinsip yang disampaikan Kristus, yaitu “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Editor: yang tercermin dalam kata-kata “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” [Mat. 7:12]). Penny menawarkan produk-produk berkualitas pada harga yang wajar dan memperlakukan customer dengan hormat. Dia menjaga profit margin yang kecil. Dia menguji setiap kebijakan dengan bertanya, “apakah ini benar dan adil?” Dia membuat manajer-manajernya sebagai sesama pemilik toko-toko tersebut untuk membagikan kekayaan. Namun walaupun dia berstatus Kristen, dia tidak benar-benar diselamatkan hingga sudah tua. Dia menjadi pahit pada gereja-gereja pada masa mudanya, ketika ayahnya dipecat karena ingin memulai Sekolah Minggu (Kelompok Baptis Primitif secara resmi memegang doktrin Pemilihan yang ekstrim, sehingga tidak percaya pada usaha penginjilan). Setelah mengalami krisis ekonomi pada tahun-tahun Depresi Besar Amerika, kesehatan Penny merosot, baik secara fisik maupun emosional, dan dia harus masuk sanitarium (semacam tempat orang sakit jiwa). Di sana dia mengikuti sebuah kebaktian Kristen dan menyadari bahwa selama ini dia bersandar pada perbuatan baiknya, bukan kasih karunia Allah dalam Kristus. Melalui kata-kata himne “Tuhan Menjagamu,” dan undangan Kristus dalam Matius 11:28-30, J.C. Penny bertobat. Dia mengingat, “Saya tidak dapat menjelaskannya. Saya hanya bisa menyebutnya suatu mujizat. Saya merasa seolah saya telah dalam sekejap diangkat dari kegelapan penjara kepada terang matahari yang hangat dan brilian. Saya merasa seolah saya telah berpindah dari neraka ke firdaus. Saya merakan kuasa Allah seperti yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Sejak hari itu, hidup saya telah bebas dari khawatir. 20 menit yang paling mulia dan dramatis dalam hidup saya adalah yang di chapel itu pada pagi itu.” Penny memberikan jutaan dolar kepada berbagai badan amal Kristen. Dia mengatakan bahwa dia lebih ingin dikenal sebagai seorang Kristen daripada seorang pebisnis. Dalam sebuah iklan dia berkata: “Jadi, bisnis itu memiliki aspek religiusnya, sama seperti aspek sekulernya. Jika kita mengikuti nasihat untuk mengasihi Allah, dan sesama kita, seperti diri kita sendiri, maka itu akan memimpin kita untuk memahami bahwa, pertama-tama, sukses adalah masalah roh kita.” Inilah sikap yang akan berlaku di seluruh kerajaan Kristus yang akan datang, dan seharusnya sikap ini juga yang berkuasa dalam hidup orang-orang yang adalah milik Kristus di dunia sekarang ini.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Mezbah Bait Suci Dibuat Kembali, Siap Dipakai

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Temple Institute telah mengumumkan selesai dibuatnya mezbah korban bakaran yang ditujukan untuk Bait Ketiga (Breaking Israel News, 9 Mar. 2015). Didirikan pada tahun 1986, tujuan dari organisasi Temple Institute adalah “merealisasikan Israel membangun kembali Bait Suci di Bukit Moria di Yerusalem.” Pendiri dari Institute tersebut, Rabbi Yisrael Ariel, adalah anggota unit paratrooper yang membebaskan Bukit Bait pada tahun 1967 pada akhir Perang Enam Hari. Dengan biaya yang tinggi (puluhan juta dolar telah disumbangkan), dan berdasarkan riset yang mendalam, mereka telah membuat pakaian-pakaian imam, mahkota emas imam besar seharga $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga dengan nama suku-suku Israel terukir, bejana tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar-shofar yang berlapis emas dan perak, kecapi-kecapi, dan banyak benda lainnya. Yang sangat menarik adalah menorah besar yang dibuat dari 95 pon emas murni, dengan nilai taksiran $2,5 juta. Mezbah korban bakaran, yang selesai dibuat Desember lalu, terbuat dari batu bata yang dipanaskan hingga kira-kira 1000 derajat Celsius. Mezbah ini bisa dibongkar dan dipasang kembali dengan cepat. Pada bulan Juli 2012, Temple Institute mengeluarkan sebuah video berjudul “Anak-Anak Sudah Siap,” menggambarkan anak-anak yang sedang membuat model Bait Ketiga di pantai-pantai Israel. Dalam tradisi Yahudi, pembangunan kembali Bait Suci dikaitkan dengan kedatangan Mesias. Menurut Maimonides (juga disebut Rambam), otoritas Rabbi yang tertinggi, orang Yahudi mana pun yang memulai pembangunan kembali Bait, adalah potensi Mesias. Shimon ben Kosiba dianggap Mesias pada abad kedua ketika dia memimpin pemberontakan untuk merebut kembali Yerusalem dan membangun kembali Bait. Dia dinamakan Bar Kokhba (“Anak Bintang”) berdasarkan nubuatan Mesianik di Bilangan 24:17, dan sebuah koin dibuat dengan gambar Bait beserta Tabut Perjanjian di dalamnya, dan bintang Mesias di atas atapnya. Berdasarkan tradisi ini, mudah untuk membayangkan bagaimana Antikristus akan dianggap Mesias.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Bakteria Menombak Sel-Sel Lain dengan Duri Penuh Racun

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Para peneliti di Swiss Federal Institute of Technology di Switzerland telah menemukan bahwa bakteria yang menyebabkan sakit kolera, ternyata menombak/menusuk sel-sel tetangganya dengan semacam duri yang ujungnya beracun (“Cholera bacteria spear their prey,” Live Science, 1 Jan. 2015). Setelah menusuk korbannya, sel Vibrio cholerae melepaskan protein-protein yang akan menguraikan membran seluler, sehingga sel korban itu akan pecah, melepaskan DNA yang lalu diserap oleh bakteri tersebut. Peperangan yang terjadi di seluruh alam ciptaan adalah hasil dari dosa manusia melawan Allah. Ciptaan yang baik terjatuh kepada kekacauan. “…Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin” (Rom. 8:22). Penebusan dan restorasi adalah isi topik dari gulungan yang berada di tangan Pribadi yang duduk di atas takhta di Wahyu 4-5. “Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai” (Wahyu 5:1). Dalam pasal-pasal kitab Wahyu, kita melihat Tuhan Yesus Kristus, sang Domba Allah, memenangkan hak untuk duduk di atas takhta Daud, menang dan mengambil gulungan kitab yang berisikan program-program Allah untuk pendirian kerajaan Allah di atas bumi, siap untuk membukanya dan melaksanakan hal-hal di dalamnya. Gulungan itu tertutup oleh tujuh meterai yang berisikan peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Wahyu 6-20. Ia berisikan program Allah menghakimi dunia dan menggulingkan Iblis dan menaikkan Kristus ke atas takhta dunia selama-lamanya. Ini adalah penggenapan dari semua nubuat tentang Mesias.

Posted in General (Umum) | 2 Comments

Kristus Versi CCM yang Suka Pesta Rock & Roll

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kebanyakan artis-artis CCM (Contemporary Christian Music) menyembah Kristus versi pesta rock & roll. Eternal Jam Machine, yang bekerja sama dengan Crystal Nicole dalam album “I’m All Yours” yang baru saja dirilis, dibangun atas dasar konsep bahwa sorga nanti akan menjadi suatu pesta rock yang tak habis-habisnya. Lagu pertama mereka, “Dancing in Heaven,” diiklankan sebagai beriut: “Allah dengan ini mengundang anda ke pesta penyambutan tersebut yang pernah ada di dunia, dengan Yesus sebagai DJ di sorga. …Belum pernah ada mata yang melihat atau telinga yang mendengar pesta seperti ini sebelumnya.” Yesus versi tukang pesta ini tidak sama dengan Yesus yang kita jumpai dalam Kitab Suci. Yesus memang adalah teman orang-orang berdosa. Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi Yesus tidaklah cool duniawi dalam pengertian apapun. Murid-murid Yesus bukanlah orang-orang pesta rock. Tidak ada bukti bahwa teman-teman dekat Yesus, Maria, Marta,dan Lazarus, adalah orang-orang pesta rock. Ketika mereka bersama dengan Yesus, bukanlah saatnya berpesta, tetapi saatnya pemuridan (Luk. 10:39). Yesus yang kita lihat dalam Kitab Suci memperingatkan semua orang untuk bertobat dan “tidak berdosa lagi” dan menghabiskan banyak waktu menggambarkan kengerian neraka dan memperingatkan manusia dengan bahasa yang setajam mungkin agar tidak masuk ke sana, dan tentu peringatan seperti ini akan mengacaukan suasana pesta duniawi manapun (Luk. 13:5; Mar. 9:43-48)! Rob William dari Eternal Jam Machine menggambarkan filosofi mereka sebagai berikut: “Hanya karena engkau seorang Kristen bukan berarti hidupnya harus membosankan seolah-olah segala sesuatu yang cool mengenai dirimu harus dikekang atau disangkali. Sebenarnya, hidupnya seharusnya kebalikan dari membosankan. Allah memiliki keinginan agar anak-anakNya tahu bahwa mereka diciptakan menurut gambarNYA, yang berarti kamu itu COOL. Allah menciptakan cool, dan Dia memberikan masing-masing kita karunia untuk dipakai dan bukan untuk disimpan bagi kita sendiri. Cool-nya Allah tidak terbatas, dan kita sebagai anak-anakNya dapat mewarisi karakter Allah. Dia ingin kita bersenang-senang dan merayakan hidup dalam hubungan dengan DIA, Pencipta kita (“Vision behind Eternal Jam Machine,” eternaljammachine.com). Kita tidak melihat hal ini dalam Perjanjian Baru, tidak dalam hidup Kristus dalam Injil, tidak dalam Kisah Para Rasul, tidak dalam Surat-Surat. Memang, hidup dalam Kristus sama sekali tidak membosankan, tetapi juga bukan berarti “cool,” yang sebenarnya adalah konsep dari budaya pop dunia. Yesus tidak pernah mengadakan pesta dansa untuk para murid. Para murid tidak merayakan kebangkitan Yesus dengan pesta dansa. Mereka tidak berpesta dansa di ruang atas sambil menunggu datangnya Roh Kudus. Mereka tidak merayakan Pentakosta dengan pesta dansa. Yang kita lihat dalam Kitab Suci adalah panggilan untuk hidup sebagai musafir di dunia yang jatuh, yang penuh dengan marabahaya rohani dan moal, untuk memisahkan diri dari hal-hal jahat dunia ini (1 Yoh. 2:15-17), untuk tidak menjadi sahabat dunia yang disebut sebagai perzinahan rohani (Yak. 4:4), untuk menjaga diri dari semua kejahatan (1 Tes. 5:22), untuk tidak bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak menghasilkan apa-apa (Ef. 5:11), untuk hidup dengan penuh penyangkalan diri (Mat. 16:24), dll. Pada inti pertarungan mengenai musik dalam gereja-gereja adalah sifat karakter Allah sendiri.

Posted in musik | 2 Comments

Parlemen Eropa Mendeklarasikan “Pernikahan” Sama Jenis dan Aborsi Sebagai Hak Asasi Manusia

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Breitbart.com, 13 Maret 2015: “Pada hari Kamis, Parlemen Eropa melakukan voting untuk menyetujui ‘Laporan Tahunan tentang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Dunia 2013 dan Kebijakan Uni Eropa mengenai hal itu.” Laporan ini mendeklarasikan baik pernikahan sama jenis maupun aborsi sebagai hak asasi manusia yang hakiki. Parlemen tersebut, yang sama sekali tidak harus bertanggung jawab kepada rakyat, melanjutkan aktivisme legislatif mereka, mendorong negara-negara anggota kepada posisi yang semakin liberal mengenai hampir semua isu sosial, dan memakai bahasa-bahasa yang longgar, seperti ‘homofobia.’ Laporan itu mengatakan bahwa ‘sungguh disayangkan’ bahwa tubuh wanita dan perempuan ‘masih menjadi ladang tempur ideologis,’ dan menyerukan bagi UniEropa dan negara-negara anggotanya untuk mengakui hak asasi perempuan yang hakiki, termasuk ‘hak kepada akses sukarela perencanaan keluarga dan aborsi yang aman dan legal.’ … Dalam masalah orientasi seksual, laporan itu mendorong Komisi untuk ‘mengangkat masalah hak LGBTI dalam dialog politik dan hak asasi manusia dengan negara-negara ketiga dan forum-forum multilateral’ dan memberi mandat kepada grup pembuat kebijaknnya, yaitu European Instrument for Democracy and Human Rights (EIDHR) untuk ‘mendukung organisasi-organisasi yang membela hak LGBTI dengan memungkinkan mereka untuk menantang hukum-hukum yang homofobik dan transfobik dan diskriminasi terhadap orang-orang LGBTI.’ Laporan itu memuji legalisasi pernikahan sama jenis di semakin banyak negara (17 sampai saat ini) dan mendorong institusi-institusi UniEropa dan negara-negara anggota untuk membungkus masalah ‘pengakuan pernikahan sama jenis sebagai suatu masalah politik, sosial, dan hak asasi manusia dan sipil.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

American Baptist College Membela Undangan kepada Lesbian

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian News, 12 Maret 2015: “American Baptist College membela tindakan mereka mengundang seorang pelayan United Church of Christ yang secara terbuka mengaku lesbian, dengan menegaskan bahwa orang-orang Kristen membuat Alkitab menjadi ‘berhala.’ ‘Sungguh sedih bahwa orang-orang memakai agama dan pemberhalaan Alkitab untuk meruntuhkan moral orang-orang yang mengasihi-sesama-jenis,’ demikian kata Presiden dari American Baptist College, Forrest Harris kepada The Tennessean pada hari Rabu. Koran itu lalu meminta dia untuk mengklarifikasi penggunaan frase ‘pemberhalaan Alkitab.’ ‘Ketika orang mengatakan bahwa [Alkitab] sama dengan Allah dan kebenaran,’ jawab Harris. ‘Kita tidak bisa dibimbing atau didikte oleh cara pandang abad pertama.’ Sekolah tinggi itu telah mengundang Yvette Flunder, seorang uskup di City of Refuge United Church of Christ di Oakland, California, untuk menjadi pembicara di seri khotbah Garnett-Nabrit yang merek laksanakan minggu depan, yang berfokus pada kepemimpina Kristen. Temanya adalah ‘Ministry in Motion: Living Faith, Doing Justice.’

Tetapi setelah berita tentang diundangnya Yvette itu beredar ke telinga gembala-gembala lain di Nashville, beberapa mempersalahkan administrator sekolah tinggi itu karena tindakan mereka. Randy G. Vaughn, dari Mt. Sinai Baptist Church memberitahu stasiun televisi lokal, KMBT, bahwa dia dan gembala-gembala Baptis lainnya dari daerah itu akan hadir untuk memprotes Flunder minggu depan. …’Kami merasa bahwa anda tidak memiliki hak untuk hidup semau kamu dan lalu dihormati di jemaat beriman kami. Tidak ada yang kudus tentang lesbianisme, sama seperti tidak ada yang kudus tentang perzinahan heteroseksual.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment