Mezbah Bait Suci Dibuat Kembali, Siap Dipakai

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Temple Institute telah mengumumkan selesai dibuatnya mezbah korban bakaran yang ditujukan untuk Bait Ketiga (Breaking Israel News, 9 Mar. 2015). Didirikan pada tahun 1986, tujuan dari organisasi Temple Institute adalah “merealisasikan Israel membangun kembali Bait Suci di Bukit Moria di Yerusalem.” Pendiri dari Institute tersebut, Rabbi Yisrael Ariel, adalah anggota unit paratrooper yang membebaskan Bukit Bait pada tahun 1967 pada akhir Perang Enam Hari. Dengan biaya yang tinggi (puluhan juta dolar telah disumbangkan), dan berdasarkan riset yang mendalam, mereka telah membuat pakaian-pakaian imam, mahkota emas imam besar seharga $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga dengan nama suku-suku Israel terukir, bejana tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar-shofar yang berlapis emas dan perak, kecapi-kecapi, dan banyak benda lainnya. Yang sangat menarik adalah menorah besar yang dibuat dari 95 pon emas murni, dengan nilai taksiran $2,5 juta. Mezbah korban bakaran, yang selesai dibuat Desember lalu, terbuat dari batu bata yang dipanaskan hingga kira-kira 1000 derajat Celsius. Mezbah ini bisa dibongkar dan dipasang kembali dengan cepat. Pada bulan Juli 2012, Temple Institute mengeluarkan sebuah video berjudul “Anak-Anak Sudah Siap,” menggambarkan anak-anak yang sedang membuat model Bait Ketiga di pantai-pantai Israel. Dalam tradisi Yahudi, pembangunan kembali Bait Suci dikaitkan dengan kedatangan Mesias. Menurut Maimonides (juga disebut Rambam), otoritas Rabbi yang tertinggi, orang Yahudi mana pun yang memulai pembangunan kembali Bait, adalah potensi Mesias. Shimon ben Kosiba dianggap Mesias pada abad kedua ketika dia memimpin pemberontakan untuk merebut kembali Yerusalem dan membangun kembali Bait. Dia dinamakan Bar Kokhba (“Anak Bintang”) berdasarkan nubuatan Mesianik di Bilangan 24:17, dan sebuah koin dibuat dengan gambar Bait beserta Tabut Perjanjian di dalamnya, dan bintang Mesias di atas atapnya. Berdasarkan tradisi ini, mudah untuk membayangkan bagaimana Antikristus akan dianggap Mesias.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Bakteria Menombak Sel-Sel Lain dengan Duri Penuh Racun

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Para peneliti di Swiss Federal Institute of Technology di Switzerland telah menemukan bahwa bakteria yang menyebabkan sakit kolera, ternyata menombak/menusuk sel-sel tetangganya dengan semacam duri yang ujungnya beracun (“Cholera bacteria spear their prey,” Live Science, 1 Jan. 2015). Setelah menusuk korbannya, sel Vibrio cholerae melepaskan protein-protein yang akan menguraikan membran seluler, sehingga sel korban itu akan pecah, melepaskan DNA yang lalu diserap oleh bakteri tersebut. Peperangan yang terjadi di seluruh alam ciptaan adalah hasil dari dosa manusia melawan Allah. Ciptaan yang baik terjatuh kepada kekacauan. “…Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin” (Rom. 8:22). Penebusan dan restorasi adalah isi topik dari gulungan yang berada di tangan Pribadi yang duduk di atas takhta di Wahyu 4-5. “Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai” (Wahyu 5:1). Dalam pasal-pasal kitab Wahyu, kita melihat Tuhan Yesus Kristus, sang Domba Allah, memenangkan hak untuk duduk di atas takhta Daud, menang dan mengambil gulungan kitab yang berisikan program-program Allah untuk pendirian kerajaan Allah di atas bumi, siap untuk membukanya dan melaksanakan hal-hal di dalamnya. Gulungan itu tertutup oleh tujuh meterai yang berisikan peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Wahyu 6-20. Ia berisikan program Allah menghakimi dunia dan menggulingkan Iblis dan menaikkan Kristus ke atas takhta dunia selama-lamanya. Ini adalah penggenapan dari semua nubuat tentang Mesias.

Posted in General (Umum) | 2 Comments

Kristus Versi CCM yang Suka Pesta Rock & Roll

(Berita Mingguan GITS 4 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kebanyakan artis-artis CCM (Contemporary Christian Music) menyembah Kristus versi pesta rock & roll. Eternal Jam Machine, yang bekerja sama dengan Crystal Nicole dalam album “I’m All Yours” yang baru saja dirilis, dibangun atas dasar konsep bahwa sorga nanti akan menjadi suatu pesta rock yang tak habis-habisnya. Lagu pertama mereka, “Dancing in Heaven,” diiklankan sebagai beriut: “Allah dengan ini mengundang anda ke pesta penyambutan tersebut yang pernah ada di dunia, dengan Yesus sebagai DJ di sorga. …Belum pernah ada mata yang melihat atau telinga yang mendengar pesta seperti ini sebelumnya.” Yesus versi tukang pesta ini tidak sama dengan Yesus yang kita jumpai dalam Kitab Suci. Yesus memang adalah teman orang-orang berdosa. Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi Yesus tidaklah cool duniawi dalam pengertian apapun. Murid-murid Yesus bukanlah orang-orang pesta rock. Tidak ada bukti bahwa teman-teman dekat Yesus, Maria, Marta,dan Lazarus, adalah orang-orang pesta rock. Ketika mereka bersama dengan Yesus, bukanlah saatnya berpesta, tetapi saatnya pemuridan (Luk. 10:39). Yesus yang kita lihat dalam Kitab Suci memperingatkan semua orang untuk bertobat dan “tidak berdosa lagi” dan menghabiskan banyak waktu menggambarkan kengerian neraka dan memperingatkan manusia dengan bahasa yang setajam mungkin agar tidak masuk ke sana, dan tentu peringatan seperti ini akan mengacaukan suasana pesta duniawi manapun (Luk. 13:5; Mar. 9:43-48)! Rob William dari Eternal Jam Machine menggambarkan filosofi mereka sebagai berikut: “Hanya karena engkau seorang Kristen bukan berarti hidupnya harus membosankan seolah-olah segala sesuatu yang cool mengenai dirimu harus dikekang atau disangkali. Sebenarnya, hidupnya seharusnya kebalikan dari membosankan. Allah memiliki keinginan agar anak-anakNya tahu bahwa mereka diciptakan menurut gambarNYA, yang berarti kamu itu COOL. Allah menciptakan cool, dan Dia memberikan masing-masing kita karunia untuk dipakai dan bukan untuk disimpan bagi kita sendiri. Cool-nya Allah tidak terbatas, dan kita sebagai anak-anakNya dapat mewarisi karakter Allah. Dia ingin kita bersenang-senang dan merayakan hidup dalam hubungan dengan DIA, Pencipta kita (“Vision behind Eternal Jam Machine,” eternaljammachine.com). Kita tidak melihat hal ini dalam Perjanjian Baru, tidak dalam hidup Kristus dalam Injil, tidak dalam Kisah Para Rasul, tidak dalam Surat-Surat. Memang, hidup dalam Kristus sama sekali tidak membosankan, tetapi juga bukan berarti “cool,” yang sebenarnya adalah konsep dari budaya pop dunia. Yesus tidak pernah mengadakan pesta dansa untuk para murid. Para murid tidak merayakan kebangkitan Yesus dengan pesta dansa. Mereka tidak berpesta dansa di ruang atas sambil menunggu datangnya Roh Kudus. Mereka tidak merayakan Pentakosta dengan pesta dansa. Yang kita lihat dalam Kitab Suci adalah panggilan untuk hidup sebagai musafir di dunia yang jatuh, yang penuh dengan marabahaya rohani dan moal, untuk memisahkan diri dari hal-hal jahat dunia ini (1 Yoh. 2:15-17), untuk tidak menjadi sahabat dunia yang disebut sebagai perzinahan rohani (Yak. 4:4), untuk menjaga diri dari semua kejahatan (1 Tes. 5:22), untuk tidak bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak menghasilkan apa-apa (Ef. 5:11), untuk hidup dengan penuh penyangkalan diri (Mat. 16:24), dll. Pada inti pertarungan mengenai musik dalam gereja-gereja adalah sifat karakter Allah sendiri.

Posted in musik | 2 Comments

Parlemen Eropa Mendeklarasikan “Pernikahan” Sama Jenis dan Aborsi Sebagai Hak Asasi Manusia

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Breitbart.com, 13 Maret 2015: “Pada hari Kamis, Parlemen Eropa melakukan voting untuk menyetujui ‘Laporan Tahunan tentang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Dunia 2013 dan Kebijakan Uni Eropa mengenai hal itu.” Laporan ini mendeklarasikan baik pernikahan sama jenis maupun aborsi sebagai hak asasi manusia yang hakiki. Parlemen tersebut, yang sama sekali tidak harus bertanggung jawab kepada rakyat, melanjutkan aktivisme legislatif mereka, mendorong negara-negara anggota kepada posisi yang semakin liberal mengenai hampir semua isu sosial, dan memakai bahasa-bahasa yang longgar, seperti ‘homofobia.’ Laporan itu mengatakan bahwa ‘sungguh disayangkan’ bahwa tubuh wanita dan perempuan ‘masih menjadi ladang tempur ideologis,’ dan menyerukan bagi UniEropa dan negara-negara anggotanya untuk mengakui hak asasi perempuan yang hakiki, termasuk ‘hak kepada akses sukarela perencanaan keluarga dan aborsi yang aman dan legal.’ … Dalam masalah orientasi seksual, laporan itu mendorong Komisi untuk ‘mengangkat masalah hak LGBTI dalam dialog politik dan hak asasi manusia dengan negara-negara ketiga dan forum-forum multilateral’ dan memberi mandat kepada grup pembuat kebijaknnya, yaitu European Instrument for Democracy and Human Rights (EIDHR) untuk ‘mendukung organisasi-organisasi yang membela hak LGBTI dengan memungkinkan mereka untuk menantang hukum-hukum yang homofobik dan transfobik dan diskriminasi terhadap orang-orang LGBTI.’ Laporan itu memuji legalisasi pernikahan sama jenis di semakin banyak negara (17 sampai saat ini) dan mendorong institusi-institusi UniEropa dan negara-negara anggota untuk membungkus masalah ‘pengakuan pernikahan sama jenis sebagai suatu masalah politik, sosial, dan hak asasi manusia dan sipil.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

American Baptist College Membela Undangan kepada Lesbian

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian News, 12 Maret 2015: “American Baptist College membela tindakan mereka mengundang seorang pelayan United Church of Christ yang secara terbuka mengaku lesbian, dengan menegaskan bahwa orang-orang Kristen membuat Alkitab menjadi ‘berhala.’ ‘Sungguh sedih bahwa orang-orang memakai agama dan pemberhalaan Alkitab untuk meruntuhkan moral orang-orang yang mengasihi-sesama-jenis,’ demikian kata Presiden dari American Baptist College, Forrest Harris kepada The Tennessean pada hari Rabu. Koran itu lalu meminta dia untuk mengklarifikasi penggunaan frase ‘pemberhalaan Alkitab.’ ‘Ketika orang mengatakan bahwa [Alkitab] sama dengan Allah dan kebenaran,’ jawab Harris. ‘Kita tidak bisa dibimbing atau didikte oleh cara pandang abad pertama.’ Sekolah tinggi itu telah mengundang Yvette Flunder, seorang uskup di City of Refuge United Church of Christ di Oakland, California, untuk menjadi pembicara di seri khotbah Garnett-Nabrit yang merek laksanakan minggu depan, yang berfokus pada kepemimpina Kristen. Temanya adalah ‘Ministry in Motion: Living Faith, Doing Justice.’

Tetapi setelah berita tentang diundangnya Yvette itu beredar ke telinga gembala-gembala lain di Nashville, beberapa mempersalahkan administrator sekolah tinggi itu karena tindakan mereka. Randy G. Vaughn, dari Mt. Sinai Baptist Church memberitahu stasiun televisi lokal, KMBT, bahwa dia dan gembala-gembala Baptis lainnya dari daerah itu akan hadir untuk memprotes Flunder minggu depan. …’Kami merasa bahwa anda tidak memiliki hak untuk hidup semau kamu dan lalu dihormati di jemaat beriman kami. Tidak ada yang kudus tentang lesbianisme, sama seperti tidak ada yang kudus tentang perzinahan heteroseksual.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Evolusi Itu Lentur

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Evolusi sangatlah lentur dan bagi para pendukungnya, tidak bisa salah. Mereka menciptakan jawaban untuk segala sanggahan. Jika ditunjukkan bahwa evolusi tidak sedang terjadi hari ini, para Darwinis berlindung pada jutaan-milyaran tahun di masa lalu. Jika didemonstrasikan bahwa proses-proses buta tidak dapat menciptakan, para Darwinis memprotes bahwa proses-proses itu tidaklah benar-benar buta. Jika didemonstrasikan bahwa seleksi alam tidak dapat menjelaskan formasi organ dan makhluk baru, mereka berpaling kepada mutasi genetika. Jika ditunjukkan bahwa mutasi bukanlah mekanisme kreatif, para Darwinis bersembunyi dibalik misteri proses genetika yang belum diketahui. Jika didemonstrasikan bahwa catatan fosil tidak menunjukkan perubahan yang terus menerus, para Darwinis melarikan diri kepada berbagai makhluk hidup imajinasi dan equilibrium yang putus-putus (punctuated equilibrium). Jika ditunjukkan bahwa tidak ada proses alami yang dapat menjelaskan asal usul kehidupan, para Darwinis berpaling kepada makhluk luar angkasa dan konsep multi-verse. Karena semua ini, mencoba untuk membantah evolusi bisa seperti proses memaku agar-agar ke dinding. Bahkan ada evolusionis yang komplain bahw Darwinisme tidak dapat “disalahkan.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tennessee Temple Tutup

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Tennessee Temple University di Chattanooga, Tennessee, telah mengumumkan bahwa mereka akan tutup setelah hampir 70 tahun beroperasi, dan mereka akan bergabung dengan Piedmont International University di Winston-Salem, NC, dan dengan demikian mencapai akhir dari spiral kematian yang telah dimulai sejak tahun 1990an. Saya dan istri saya (David Cloud) lulus dari Temple pada tahun 1970an. Pada waktu itu, ada lebih dari 3000 mahasiswa di Sekolah Alkitab, STT dan seminary (2200 di dalam asrama), dan rata-rata jumlah yang ikut Sekolah Minggu di Highland Park Baptist Church (gereja yang mengepalai universitas tersebut) adalah sekitar 4500 orang. Visi awal pendiriannya, yaitu menjangkau dunia bagi Kristus, terasa di segala aspek. Setengah dari pemasukan gereja diberikan untuk mendirikan gereja dan misi dunia. Konferensi misi yang dilakukan tahunan mendatangkan 80-100 misionari setiap kalinya. Ratusan lulusan Temple mendedikasikan hidup mereka bagi misi dunia dan memberitakan Injil di berbagai pelosok dunia.

Perubahan besar terjadi di tahun 1990an ketika musik rock dan filosofi “injili” diperkenalkan. Sampai dengan April 2005, Highland Park dan Tennessee Temple sudah sepenuhnya menyambut rock ‘n roll, tidak lagi malu-malu, termasuk mengadakan konser yang diisi oleh Bebo Norman, Fernando Ortega, dan Sara Groves, di ruang auditorium utama gereja Highland Park. Pada tahun 2006, pemimpin gerakan emerging church, Dallas Willard, mengajar di Seri Kuliah Musim Semi di Temple. Willard percaya “bisa saja seseorang yang tidak kenal Yesus diselamatkan” (“Apologetics in Action,” Cutting Edge magazine, Musim Dingin 2001). Dia menolak ketiadasalahan Alkitab, dan berkata, “Yesus dan kata-kataNya tidak pernah masuk dalam kategori dogma atau hukum, dan membacanya sebagai hal-hal itu berarti meleset dari maksud utamanya” (The Divine Conspiracy, hal. Xiii). Sampai dengan tahun 2008, Highland Park telah bergabung dengan Southern Baptist Convention. Pada tahun 2012, Highland Park Baptist Church mengubah nama menjadi Church of the Highlands, untuk menunjukkan adanya perubahan lokasi sekaligus adanya filosofi kontemporer generik yang baru. Jeremy Roberts, gembala sidang Highland Park yang berusia 28 tahun, mengatakan “Ini akan menjadi gereja yang paling fun” (“Chattanooga’s Iconic Highland Park,” Chattanooga Times Free Press, 10 Sept. 2012). Dalam buku The Old Highland Park Baptist Church, kami telah mendokumentasikan beberapa alasan kejatuhan institusi ini sebagai peringatan bagi orang-orang lain. Ini dapat didownload secara gratis dari www.wayoflife.org.

Gembala Terry Coomer, yang kuliah di Temple pada tahun 1970an, berkomentar kepada saya: “Sungguh hari-hari yang menyedihkan bagi semua yang pernah kuliah di sana dan menerima gelar. Filosofi Injili menuntut kepada kehancuran sedikit demi sedikit dan mereka bahkan tidak sadar apa yang terjadi. Ketika seseorang mengikuti jalan ini, dia biasanya bersikap menantang. Mereka tidak mau mendengarkan nasihat perbaikan. Berapa banyak peringatan yang sudah mereka terima? Mereka mendatangkan kehancuran mereka sendiri!”

Posted in Emerging Church, musik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Larry King Tidak Percaya Ada Allah Tetapi Mau “Menggenggam” Kehidupan Setelah Kematian

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pembawa acara bincang-bincang TV, Larry King, mengatakan bahwa dia tidak percaya Allah atau kehidupan setelah kematian, tetapi bagaimanapun dia mau “menggenggam” kehidupan melalui cyronics, suatu ilmu pengetahuan bohongan. Dalam sebuah wawancara di program radio Breakfast Club di New York City, 19 Feb., pria 81 tahun itu mengatakan, “Saya tidak beragama, jadi saya percaya ketika seseorang mati, ia mati, itu akhirnya. [Tetapi] saya begitu penasaran, dan saya suka untuk hidup dan jadi saya mau satu kesempatan kecil. Jika saya dibekukan dan lalu mereka menemukan obat mujarab untuk apapun yang membuat saya mati, dan mereka bisa menyembuhkan saya … Ini adalah satu-satunya cara untuk menggenggam kekekalan untuk hidup. Saya tidak mau tidak eksis. Syaa rasa inilah rasa takut terbesar yang dimiliki manusia. …Saya mungkin seorang atheis. Ah, saya menghargai agama. …[Tetapi] saya tidak percaya akan hal itu. Saya rasa satu-satunya alasan untuk agama adalah adanya kematian.” King mengatakan bahwa alasan utama dia tidak percaya Allah adalah “mungkin karena tidak mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan. Jawaban sederhana yang anda dapatkan setiap kali adalah ketika anda bertanya mengapa seorang bayi meninggal? Mengapa ada holocaust?”

Berlawanan dengan apa yang Larry King katakan, bukti adanya Allah secara literal ada di mana-mana. Di mana-mana! Mengenai masalah adanya kejahatan, kondisi dunia ini adalah gara-gara manusia sendiri, bukan Allah. Manusia-lah yang memberontak melawan Allah, bukan Allah yang memberontak terhadap manusia. Alkitab menyingkapkan rahasia hati manusia, menyatakan bahwa seorang atheis membutakan diri sendiri karena dia tidak mau tunduk kepada otoritas Allah. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:20-21)

Posted in Atheisme/Agnostikisme | Leave a comment

Lompatan Kangguru

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.creationmoments.com)

“Orang-orang yang percaya bahwa semua makhluk hidup adalah produk jutaan tahun proses evolusi, memberitahu kita bahwa makhluk-makhluk hidup mengembangkan berbagai fitur yang membantu kemampuan mereka bertahan hidup. Mereka dengan cepat menunjuk bahwa beberapa fitur yang tidak lazim pada tumbuhan atau binatang membantunya untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk dicatat bahwa para evolusionis tidak dapat menjelaskan mengapa kangguru melompat. Kangguru memiliki beberapa desain spesial yang di dalam dirinya yang membuat gerakan melompat sebagai metode transportasi yang paling efisien. Sebagai contoh, setiap kali kangguru mendarat di tanah, 70 persen dari energi menurun sang kangguru akan tersimpan di tendon-tendonnya, dan akan dilepaskan untuk lompatan berikutnya. Sebagai kontras, seorang manusia yang berlari hanya menyimpan 20 persen energi ini. Juga, kangguru didesain sedemikian rupa sehingga lebih mudah bagi mereka untuk bernafas ketika mereka sedang melompat daripada ketika sedang diam. Dengan setiap lompatan, organ-organ kangguru bergerak di dalam tubuhnya, mendorong udara keluar dari paru-parunya. Ia memakai otot-ototnya hanya untuk menarik nafas. Menggabungkan semua fitur ini menjadi satu, maka semakin cepat seekor kangguru melompat, semakin sedikit energi yang ia keluarkan untuk jarak yang sama! Jika kangguru tidak memiliki desain-desain spesial ini, melompat tidak akan memberikan keuntungan. Pada saat yang sama, jika kangguru awalnya tidak melompat, maka fitur-fitur desain spesial ini tidak akan ada gunanya. Dengan kata lain, kangguru adalah satu paket lengkap penuh desain spesial yang harus muncul secara bersamaan … yaitu ketika dibentuk oleh tangan Pencipta yang berhikmat.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kesalahan-Kesalahan Darwin

oleh David Cloud, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw

Pada akhir abad 19, doktrin evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dianggap sudah membuktikan Alkitab salah. Ini adalah suatu titik balik yang besar dalam sejarah, dan setiap seperempat abad setelah itu, telah dapat disaksikan bertambahnya sikap skeptis dan kebencian terbuka terhadap Allah dan FirmanNya. Hari ini, banyak orang berasumsi bahwa Alkitab penuh dengan mitos dan kesalahan-kesalahan sains, sementara Darwin dibenarkan.

Kenyataannya justru sebaliknya! Riset ilmiah sejak masa Darwin telah membenarkan Alkitab dan mendiskreditkan Darwin. Realitanya, tulisan Darwin-lah yang penuh dengan mitos dan blunder ilmiah.

Dapat diargumentasikan bahwa Darwin tidak mungkin bisa mengetahui fakta-fakta ilmiah yang belum ditemukan pada zamannya, dan bahwa dia tidak bisa dipersalahkan atas kesalahan-kesalahan yang muncul dalam tulisannya, tetapi bukan itu poin utamanya. Poinnya adalah bahwa tulisan Darwin penuh dengan kesalahan ilmiah, sementara Alkitab, yang ditulis ribuan tahun lebih dahulu, tidak memiliki kesalahan seperti itu. Ini adalah bukti yang jelas akan pengilhaman ilahi atas Alkitab.

Perhatikan beberapa dari kesalahan Darwin berikut:

ABIOGENESIS

Charles Darwin dan Thomas Huxley percaya pada abiogenesis atau spontaneous generation, yaitu ide bahwa kehidupan bisa muncul dengan sendirinya dari zat-zat tidak hidup.

Continue reading

Posted in Science and Bible | Leave a comment