MTV: 34 Tahun Memuntahkan Kotoran Moral kepada Masyarakat

(Berita Mingguan GITS 5 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

MTV, yang dimulai pada Agustus 1981, adalah jendela untuk melihat kebudayaan pop Barat yang kotor yang telah menyebar ke seluruh dunia melalui media elektronik sehingga menjadi budaya global. Saya telah mengunjungi 36 negara, dan orang-orang muda di mana-mana, dari New York City atau London ke desa-desa di Nepal atau Afrika Selatan, mencintai musik, film-film, sikap, fashion, video game, dll., yang sama. Di semua tempat ada “jenjang generasi” yang sama, suatu hal yang bodoh dan fasik yang diciptakan oleh rock & roll pada tahun 1950an. Remaja pemuda di gereja-gereja yang alkitabiah menghadapi godaan yang serupa. Ketika diukur berdasarkan nilai-nilai kekal dalam Alkitab, dunia MTV adalah dunia yang kosong dan sangat bodoh, tetapi ketika diukur dengan nafsu kedagingan, ia amat menggoda. MTV telah mempromosikan dan memuji setiap hal yang kotor dan anti-Kristus yang pernah muncul dalam dunia musik, termasuk Madonna dan lagu “Like a Prayer”-nya yang penuh hujat, Marilyn Manson (seorang bencong yang mencabik-cabik Alkitab, membakar Alkitab, dan meludahi gambar Yesus), dan Kurt Cobain (yang mengecat rumah-rumah di lingkungannya dengan kata-kata “Aborsikan Kristus” dan “Allah itu Gay” dan belakangan bunuh diri dengan cara menembak otaknya sendiri dengan shotgun). Cobain dihargai dengan MTV tribute pada tahun 1994. MTV telah memperjuangkan hak homoseksual. Mereka bahkan menciptakan suatu acara tahunan untuk melakukan berbagai kemesuman yang mereka sebut “Spring Break.” MTV telah mengejek segala hal yang kudus, sambil membenarkan dan mempermuliakan semua jenis dosa melawan hukum Allah yang kudus, terutama perzinahan, kemesuman, percabulan, homoseksualitas, perceraian, sumpah serapan, dusta, dan penghujatan. “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit” (Yes. 5:20).

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Filosofi Hollywood yang Menggoda

(Berita Mingguan GITS 5 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Ada bahaya moral dan rohani dalam film-film dan program televisi yang bahkan diberikan rating G atau PG yang tidak memiliki adegan seks atau bahasa yang kotor, karena hal-hal berikut ini, yang adalah hal-hal yang palsu dan fasik, terus menerus ditekankan dengan cara yang halus dan menggoda: Orang-orang Kristen digambarkan sebagai congkak, munafik, tidak bersahabat, egois, tidak berhikmat, aneh, bodoh, dan penakut. Orang-orang immoral, agnostik, dan para atheis digambarkan sebagai orang yang simpatik, baik, berpengertian, masuk akal, dan bijaksana. Kekristenan digambarkan sebagai suatu agama yang mengajarkan keselamatan melalui perbuatan baik dan kebenaran diri. (Sedihnya, mayoritas kekristenan hari ini memang bisa digambarkan seperti itu, karena kebanyakan kekristenan hari ini sesat, tetapi perbedaan antara kekristenan yang palsu dengan yang sejati tidak pernah dijelaskan oleh Hollywood). Menurut Hollywood, tujuan hidup adalah pemenuhan diri / aktualisasi diri, dan bersenang-senang (fun) (“makan, minum, dan bersuka ria”). Pengejaran pemenuhan diri membenarkan segala sesuatu. Kematian digambarkan sebagai akhir segalanya. Jika kematian bukan akhir segalanya, maka Sorga digambarkan sebagai tempat untuk semua orang. Neraka, jika pun ada, hanyalah untuk yang paling jahat saja. Keselamatan, jika memang hal seperti ini diperlukan, adalah melalui perbuatan baik, “ketulusan,” dan “hati yang baik.” Tidak ada yang bisa tahu pasti tentang Allah, makna hidup yang sejati, atau apa yang tersedia setelah kematian, jadi kita tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal itu (agnostikisme). Hidup dalam masa kini dan jangan pedulikan hari esok. Allah yang menghakimi bukanlah Allah yang baik. Alkitab tidak selalu benar, dan orang-orang paling bijak tidak mempercayai Alkitab. Moralitas bersifat relatif dan situasional. Manusia pada dasarnya baik. Menginginkan sesuatu memiliki kuasa yang besar. Pembalasan dendam adalah hal yang baik. Ada yang disebut sihir baik. Evolusi itu benar. “Kasih” memurnikan dan membenarkan hubungan seksual apapun. Salah satu bagian penting dalam pemuridan orang-orang muda dalam keluarga-keluarga Kristen adalah untuk berhenti menonton Hollywood. “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kol. 2:8).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Tabungan Hidup Seorang Wanita Hancur Berantakan

(Berita Mingguan GITS 5 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Ketika seorang wanita tua di Cina timur baru-baru ini menggali 100.000 yuan (sekitar $15.600) tabungan hidupnya, dia menemukan bahwa kertas-kertas uang yang dia simpan dalam tanah itu telah lumat menjadi pecahan-pecahan ketika dipegang (South China Morning Post, 31 Agus. 31, 2015). Empat tahun lalu, dia menaruh uang tersebut di kantong plastik, lalu di masukkan ke sebuah kotak logam, dan menguburkannya di bawah lantai dapurnya. Tetapi ketika ia menggalinya lagi untuk membantu pembayaran pernikahan anaknya, ternyata sudah menjadi gumpalan yang rusak. Seorang ahli uang di People’s Bank of China mengatakan bahwa kecil sekali kemungkinan dia bisa menyelamatkan uang yang rusak itu. Ini mengingatkan kita akan kata-kata Yesus: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:19-21).

Posted in Renungan | Leave a comment

Penemuan Baru di Kota Gat Kuno

(Berita Mingguan GITS 22 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Para Arkeologis di situs kota Filistin kuno, Gat (Tel-Tzafit), telah berhasil mendapatkan penemuan baru yang mendebarkan lainnya. Tahun ini, sebuah ekspedisi dari Bar Ilan University menemukan gerbang kuno yang disebut dalam Alkitab (1 Sam. 21:13). Profesor Meir Ettinger mengatakan bahwa gerbang itu adalah termasuk yang ukurannya paling besar yang pernah ditemukan di Israel (“Goliath’s Humongous Gate Found,” Israel Today, 6 Agus. 2015). Gat, salah satu dari lima kota besar Filistin di masa Perjanjian Lama, disebut lebih dari 30 kali dalam Kitab Suci, dan penelitian arkeologi sejak tahun 1996 telah mengkonfirmasi catatan Alkitab dalam banyak cara yang menarik. Pertama, ditemukan bukti adanya kuil Dagon dengan dua tiang tengah. Hakim-hakim 16:23-30 mengatakan bahwa kuil Dagon di Gaza memiliki dua tiang tengah. Walaupun kuil di Gaza belum ditemukan, kuil-kuil Filistin yang ditemukan di Gat dan Qasile memiliki tiang-tiang tengah yang cukup dekat satu sama lain sehingga seseorang bertubuh besar yang diberikan kekuatan supranatural dapat merobohkannya. Kedua, ditemukan bukti terjadinya gempa bumi pada pertengahan abad kedelapan SM, seperti yang disebut oleh Amos 1:1. Ketiga, ditemukan bukti akan pengepungan dan penghancuran kota tersebut pada abad kesembilan SM, yang cocok catatan Alkitab tentang pengepungan oleh Hazael (2 Raj. 12:17) dan Uzia (2 Taw. 26:6). Keempat, dua nama yang “secara etimologis mirip” dengan “Goliat” ditemukan tertulis di pecahan-pecahan tembikar dalam surat-surat “Proto-Kanaanit.” Walaupun tulisan-tulisan tersebut bisa jadi tidak mengacu kepada Goliat yang disebut dalam Alkitab, mereka tetap membuktikan bahwa nama tersebut adalah nama yang lazim pada waktu itu.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Orang Terkaya Cina Mengatakan Dia Lebih Bahagia Sebelum Kaya

(Berita Mingguan GITS 22 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Jack Ma, orang terkaya di Cina, mengatakan dalam sebuah ceramah tahun ini bahwa dia lebih bahagia waktu bekerja sebagai seorang guru dengan gaji $12 per bulan, daripada saat ini ketika dia sudah menjadi bilyuner. Perusahaan Ma, Alibaba, ditaksir bernilai $25 milyar ketika dimasukkan daftar sahan pada New York Stock Exchange pada bulan September lalu. Dalam sebuah pidato di hadapan Economics Club di New York City, dia berbicara tentang beban menjadi seorang yang ultra-kaya. Dia mengatakan bahwa ketika mencapai kekayaan $10 juta, “anda mulai mendapat masalah” (“Jack Ma, China’s richest man, was happier earning $12 a month,” Business Insider, 9 Juni 2015). Ma memberitahu CNBS bahwa ada begitu banyak tekanan yang muncul seiring dengan tanggung jawab kekayaan yang besar. Alkitab mengatakan: “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Tim. 6:6-10). Alkitab juga mengatakan “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali” (Ams. 23:4-5).

Posted in General (Umum), Renungan | 1 Comment

Evolusionis Berbicara Mengenai Evolusi

(Berita Mingguan GITS 22 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 25 Mar. 2015: “Perkenalkan Wolf-Ekkehard Lonnig, seorang ilmuwan brilian yang bekerja di Max-Planck Institute sampai dengan masa pensiunnya. Walaupun dia sudah menulis empat buku tentang subjek evolusi, dia sekarang menjadi sasaran amarah evolusionis di mana-mana karena berani menantang Neo-Darwinisme dari segi ilmiah. Dia memberitahu Diplomacy Post pada bulan Maret 2014: ‘Suatu hipotesis ilmiah harus berpotensi untuk dibuktikan salah….Tetapi,’ dia menambahkan, ‘ide bahwa evolusi perlahan melalui “variasi yang sangat kecil yang diturunkan,” dll. telah dibuktikan salah oleh penemuan-penemuan paleontologi … dan juga genetika. Namun para pendukungnya secara prinsip menolak bukti ilmiah apapun melawan Neo-Darwinisme,’ dia mengatakan, ‘sehingga, pada faktanya, teori mereka telah menjadi suatu filosofi dasar yang tidak dapat dibuktikan salah, yang dipegang tidak peduli berapa banyakpun bukti-bukti yang melawannya.’ Para ilmuwan terus mendukung evolusi walaupun ada banyak bukti-bukti yang membuktikan evolusi salah, karena ‘tanpa Darwinisme, filosofi materialisme telah kalah melawan paham bahwa dunia berasal dari suatu intelijensi.’ Tetapi Wolf masih berbicara lagi. ‘Menurut Neo-Darwinisme, semua masalah penting tentang asal usul spesies, secara prinsip telah diselesaikan. Pertanyaan lebih lanjut lagi mengenai validitas teori evolusi dianggap berlebihan dan tidak penting. Namun, sikap dogmatis seperti ini menghentikan penyelidikan lebih lanjut dan menghalangi riset yang berguna dalam ilmu pengetahuan.’ Walaupun Wolf-Ekkehard Lonnig tidak terang-terangan memberikan kemuliaan kepada Allah sebagai Desainer Intelijen, kita tetap menghargai usahanya yang menunjukkan bahwa evolusi tidak pantas untuk disebut ilmiah.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang yang Atheis Berusaha untuk Tidak Dipecat

(Berita Mingguan GITS 15 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang atheis dari United Church of Canada, sedang melawan usaha denominasi tersebut untuk memecat dia. Gretta Vosper, dari West Hill United Church di Toronto, ditahbiskan pada tahun 1993, dan telah melayani di West Hill sejak 1997, dan dia mengatakan, “Saya tidak percaya … pada allah yang disebut Allah. Memakai kata ini justru mengacaukan cara saya membagikan apa yang ingin saya bagikan” (“Atheist Minister,” The Globe and Mail, 5 Agus. 2015). Kita sama sekali tidak tahu apa yang ingin dia “bagikan,” tetapi dia mengklaim bahwa Alkitab dan Yesus adalah “mitologi,” jadi otoritas tertinggi bagi dia adalah pendapat dia sendiri. The Globe dan Mail mengatakan Vosper telah mengajarkan atheisme dan mitologi di West Hill sejak 2001, tetapi ketika dia menghilangkan Doa Bapa Kami pada tahun 2008, 100 dari 150 anggotanya pergi. Denominasi tersebut tidak melakukan apa-apa hingga Vosper pada tahun ini menulis surat kepada sekretaris eksekutif Toronto Conference, menyatakan bahwa percaya pada Allah dapat memotivasi hal-hal seperti pembantaian Charlie Hebdo, tanpa melakukan pembedaan iman kepada Allah Alkitab dengan Allah Islam. Sebagai hasilnya, denominasi itu kini mau mereview ulang apakah Vosper “setia pada janji penahbisannya” yang mencakup percaya pada “Allah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Sebuah pengadilan gerejawi akan mendengarkan kasus dia pada musim gugur. Ini adalah denominasi yang mengizinkan para “gembalanya” menolak historisitas dari Taurat, sifat mujizat dari nubuatan Alkitab, kelahiran dari perawan, keilahian, penebusan, dan kebangkitan tubuh Yesus Kristus, dan berbagai doktrin inti lainnya. Tetapi sepertinya Vosper sudah melewati batas, bahkan untuk denominasi liberal seperti United Church of Canada. Kita lihat saja benar tidak.

Posted in Atheisme/Agnostikisme, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Janda Gaming

(Berita Mingguan GITS 15 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Ribuan suami dan istri telah secara virtual ditinggalkan demi game-game imajiner yang dimainkan di cyberspace. Sebuah artikel di MSNBC.com diberi judul “Game Widows Grieve Lost Spouses.” Perhatikan satu cuplikan: “Walaupun pasangan atau partner mereka belum meninggalkan dunia ini, para janda dan duda ini mengatakan bahwa pasangan mereka telah pergi ke suatu tempat yang hampir sama jauh dan tidak dapat dijangkau. Ada yang meninggalkan dunia ini untuk pergi ke World of Warcraft, yang lain lagi meninggalkan kehidupan ini demi Second Life, dan masih yang lain lagi disedot oleh EverQuest, Final Fantasy XI, dan Dark Age of Camelot. …Sambil jumlah orang yang bermain video games secara umum – dan massively multiplayer online (MMO) secara khusus – bertambah, demikian juga bertambah orang-orang yang menyebut dirinya sebagai ‘janda game.’ Mereka adalah para suami, istri, atau pacar dari para gamer yang kebiasaan bermain game-nya telah mengkonsumsi habis hidup mereka. Janda dan duda yang berduka mengatakan bahwa pasangan mereka telah mengalami semacam kematian digital yang hanya meninggalkan cangkang orang yang mereka kasihi. Dan sama seperti kematian yang sebenarnya, ini membuat orang-orang yang ditinggalkan patah hati, takut, dan marah.” Artikel tersebut mendaftarkan lima game yang paling membuat kecanduan, yaitu World of Warcraft, EverQuest, Peggle, Doom, dan Tetris. Tiga di antaranya adalah multiplayer online role-playing game. World of Warcraft, yang memiliki jutaan pelanggan, mengizinkan para pemain untuk menjadi “karakter-karakter mistis dengan kekuatan luar biasa,” dan para pemain bergabung bersama untuk ikut raid (penyerangan) dalam pertempuran skala besar. Karena kuasa EverQuest untuk membuat orang kecanduan, para fans-nya menyebutnya “EverCrack” dan “NeverRest.” Saya tidak akan heran jika ada orang yang menjadi dikendalikan oleh roh jahat melalui game-game ini. “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Mata Bawah Air yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 15 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 2 Juli 2015: Kami sangat senang ketika seorang pemirsa kami membawa sesuatu yang menarik perhatian kami yang bisa kami teruskan kepada para pemirsa lainnya. Seorang pemirsa mengirimkan kami sebuah link ke artikel di website National Geographic tentang berbagai fakta yang jarang diketahui tentang mata binatang. Walaupun National Geographic berasumsi bahwa evolusi itu benar, dan tidak ada menyebut bahwa Allah yang menciptakan mata binatang-binatang ini, kami yakin bahwa para pemirsa kami akan memberikan kemuliaan kepada Tuhan! Ketika ditanya binatang apa yang memiliki paling banyak mata, majalah tersebut menjawab bahwa pemegang rekor dunia adalah sejenis moluska yang disebut chiton. Makhluk yang tinggal di laut ini memiliki ribuan mata yang tertanam di cangkang di punggung mereka. Kebanyakan spesies scallop juga memiliki hingga ratusan mata, sebagaimana juga beberapa kerang raksasa. Lebih lagi, jenis cacing tuba tertentu, yang disebut sabellid dan serpulid, memiliki ratusan mata majemuk yang kecil di alat perasa mereka. Ketika ditanya binatang apa yang memiliki sistem penglihatan paling canggih, artikel itu mengajukan binatang bawah laut lainnya – udang mantis. Mata mereka yang seolah terletak di ujung tongkat memiliki tiga area, dan mereka bahwa bisa melihat spektrum ultraviolet dan cahaya yang terpolarisasi bundar. Dibandingkan dengan tiga fotoreseptor yang dimiliki manusia, udang mantis memiliki enam belas! Golongan crustacean bisa menggunakan fotoreseptor mereka untuk memahami warna langsung di dalam mata, tanpa perlu memproses informasi di otak, sebagaimana manusia. EDITOR: Sungguh Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mark Driscoll Bertobat dari Dosa Menghakimi

(Berita Mingguan GITS 8 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Ada dosa besar di antara kaum injili, yaitu dosa “menghakimi.” Boleh saja anda berpegang pada serangkaian doktrin yang sesat dan mencintai dunia ini, atau seorang homoseksual, dan anda akan terus diterima, tetapi kalau anda “menghakimi” maka ceritanya menjadi berbeda. Mark Driscoll, mantan gembala sidang dari mega-gereja Mars Hill di Seattle, bersalah akan dosa ini. Dia membanggakan “liberalisme kultural” yang dia jalankan, dengan forum-forum rock sekuler, pesta dansa tahun baru yang lengkap dengan champaign, dan itu semua bukanlah masalah bagi dia. Dia mengejek doktrin Alkitab tentang Pengangkatan yang bisa terjadi kapan saja, dan itu bukan masalah bagi dia. Yang menjadi masalah adalah ketika dia menghakimi kaum homoseksual dan feminis, dan bahkan sampai menghakimi beberapa sejawat pengkhotbah dan menyebut nama mereka. Dia bahkan pernah secara publik mengritik Joel Osteen, gembala sidang berwajah senyum yang melayani gereja terbesar di Amerika. Tetapi sekarang semuanya sudah menjadi baik, karena Mark telah bertobat dari dosa menghakimi. Sama seperti Jack Van Impe pada tahun 1980an, Mark telah bertobat dari dosa menghakimi. Dia melakukan pertobatan ini ketika dia diwawancarai oleh Brian Houston, yang disiarkan pada Hillsong Sydney Conference baru-baru ini (dihadiri oleh kaum pemuda dari minimal satu gereja Baptis independen). Houston memberitahu Driscoll bahwa dia “memiliki masalah pribadi yang besar sekali berkaitan dengan hubungan sesama … mengritik gembala lain walalupun berbeda dalam beberapa topik.” Driscoll menjawab bahwa pendapatnya mengenai mengritik sesama gembala secara publik “telah berevolusi” dan dia telah berusaha untuk berekonsiliasi dengan sejumlah gembala yang telah ia “singgung” dalam pelayanannya dulu, termasul Osteen (“Driscoll Says the Lord Convicted Him of ‘Sing against’ Joel Osteen,” The Christian Post, 29 Juli 2015). Driscoll berlanjut mengatakan, “Saya menghargai kesempatan ini untuk secara umum meminta maaf kepada [Osteen]. Ketika seseorang mati dia akan berdiri dan memberikan pertanggungan jawab. Tetapi pertanggungan jawab itu bukan kepada Mark Driscoll.”

Kini setelah masalah “menghakimi” sudah diselesaikan, saya menebak bahwa Driscoll akan mulai banyak diundang untuk berbicara di mana-mana lagi. Pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Brian Houston dan Mark Driscoll memperlihatkan kesalahpahaman besar mengenai penghakiman yang alkitabiah. Ketika seorang pengkhotbah memperingatkan tentang seorang penyesat dan seorang pengkompromi, ini bukanlah penghakiman pribadi; ini adalah penghakiman Firman Allah. Ini bukanlah seorang pengkhotbah mengambil posisi Allah; melainkan ini adalah seorang pengkhotbah menaati Allah dengan cara menegor dan membongkar kesalahan supaya domba-dombanya tidak tersesatkan dan dimakan oleh serigala. Penghakiman alkitabiah adalah sesuatu yang dilakukan misalnya ketika Paulus memperingatkan tentang Figelus dan Hermogenes, Himeneus, Filetus, Demas, dan Aleksander (2 Tim. 1:15; 2:16-18; 4:10, 14). Ini dilakukannya dalam surat kepada Timotius yang adalah surat yang juga dibaca di semua gereja-gereja sebagai bagian dari kanon Perjanjian Baru. Ini adalah “menghakimi” yang benar. Ini adalah “menghakimi” yang saleh yang lebih mementingkan menaati Allah daripada menyenangkan manusia. Ini adalah “menghakimi” yang berbelaskasihan karena lebih mementingkan kebaikan dari domba-domba daripada perasaan serigala-serigala. Dan ini adalah “menghakimi” yang setiap gembala sidang harus lakukan dan jika ia tidak melakukannya, suatu hari nanti ia akan sangat menyesalinya.

Posted in Fundamentalisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment