Rick Warren & Oprah Winfrey

(Berita Mingguan GITS Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 24 Februari (2013), Rick Warren muncul untuk kedua kalinya dalam acara Lifeclass milik Oprah Winfrey untuk mendiskusikan tujuan kehidupan. Seperti yang dia lakukan dalam penampilannya di Ted Talks, Warren tidak menyinggung dosa, pertobatan, salib, ataupun kebangkitan Yesus Kristus. Sebaliknya, dia memberikan suatu dosis besar kuasa berpikir positif, yang tidaklah mengherankan karena itu adalah tema utama Oprah dan dia tidak mungkin mengundang Warren kalau dia berpikir Warren akan memberitakan pesan Injil yang tegas. Winfrey adalah salah satu promotor kesesatan New Age yang paling berpengaruh di dunia hari ini; namun demikian dia mengklaim diri seorang Kristen, bahkan seorang Baptis. Dia sering berbicara tentang bagaimana dia dibesarkan dan bagaimana gereja membentuk kehidupannya, tetapi dia mencampurkan iman Kristiani dengan spiritualitas kafir. Dia dibesarkan di sebuah gereja Baptis di Mississippi, putri seorang diaken. Setelah masa muda yang penuh pemberontakan, dia “bertobat” dan bergabung dengan sebuah gereja Baptis di Nashville dan sering berbicara dalam konteks gereja; tetapi dia menolak “hal-hal negatif” dari iman alkitabiah, seperti kejatuhan manusia dan keselamatan hanya melalui Kalvari. Dia menggunakan istilah-istilah alkitabiah tetapi mendefinisikan kata-kata itu dengan kamus New Age. Dalam sebuah acara dengan Shirley MacLaine, Oprah mengatakan bahwa lahir baru sama dengan “terhubung kepada Diri sendiri yang lebih tinggi” dan bahwa “mintalah maka akan diberikan kepadamu” adalah sama dengan mencari jawaban di dalam “Dirimu yang intuitif” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Buku Oprah dari tahun 2005, Live Your Best Life, mempromosikan filosofinya bahwa segala sesuatu adalah satu, manusia bersifat ilahi, dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. Injilnya adalah bahwa manusia tidaklah berdosa, Allah bukanlah hakim, semuanya baik-baik saja dalam alam semesta, dan saya hanya perlu mengikuti arus. Dia mendorong orang untuk bermeditasi dan berdoa, tetapi tidaklah penting kepada siapa atau apa engkau berdoa: “kepada Allah atau kepada Masa Depan Bahagia atau kepada Segala Sesuatu yang Ilahi atau kepada Segala Sesuatu yang Kasih,” atau apapun juga. Dia mengatakan bahwa guru-guru hebat bukan datang “untuk mengajarkan kita keilahian mereka tetapi mengajarkan kita keilahian kita sendiri” (Wendy Kaminer, “Why We Love Gurus,” Newsweek, 20 Okt. 1997). Dalam suatu acara Lifeclass pada bulan April 2012, Oprah mengatakan, “Saya percaya, ada suatu benang kekuatan energi kesadaran diri ilahi, yang menghubungkan kita semua, kepada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri” (“Oprah,” Christian Post, 16 Okt. 2012). Oprah telah memparadekan banyak guru-guru New Age ke hadapan para penontonnya yang muda tertipu, termasuk Della Reese, Shirley MacLaine, John Edward, Wayne Dyer, Shakti Gawain, Raymond Moody, Marilyn Ferguson, Betty Eadie, Sarah Breathnach, Debbie Ford, M. Scott Peck, Esther Hicks, Jack Canfield, John Gray, Eric Butterworth, Caroline Myss, Maya Angelou, Marianne Williamson, Eckhart Tolle, dan Deepak Chopra. Rick Warren, tentu saja, sama sekali tidak memiliki teguran terhadap kesesatan-kesesatan besar Oprah, dan itu sungguh tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

53 Orang Kristen Ditangkap oleh Polisi Agama Saudi

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Saudi Arabia,” AsiaNews.it, 20 Feb. 2013: “Saudi Arabia telah menangkap 53 orang Kristen Etiopia – 46 wanita dan 6 lelaki – karena mereka mengadakan pertemuan doa di sebuah rumah pribadi. Pejabat polisi telah menyegel rumah itu dan menciduk orang-orang percaya itu, sambil menuduh tiga pemimpin rohaninya mencoba menobatkan orang-orang Muslim kepada kekristenan. Insiden ini terjadi di Dammam, ibukota Propinsi Timur di Kerajaan itu, dan bertanggal 8 Februari, tetapi barulah dilaporkan akhir-akhir ini oleh sumber-sumber yang berkaitan dengan World Evangelical Alliances’ Religious Liberty Commission…Saudi Arabia tidak mengakui, atau melindungi, ekspresi religius selain Islam. Para polisi agama (muttawa) mengontrol ketat negara itu untuk menghilangkan semua Alkitab, Salib, dan pertemuan-pertemuan Kristen. Dan bahkan jika keluarga raja mengizinkan praktek agama selain Islam, jika dilakuan secara pribadi, agen-agen muttawa tidak mau tahu perbedaannya.

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Departemen Kehakiman Obama Berargumen Bahwa Anak-Anak Tidak Memerlukan Ayah dan Ibu

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CNSNews.com, 3 Maret 2013: “Departemen Kehakiman Obama sedang berargumen di Mahkamah Agung AS bahwa anak-anak tidak memerlukan ibu. Argumen Departemen Kehakiman mengenai tidak diperlukannya ibu, dipresentasikan dalam kasus Hollingsworth v. Perry, yang mempertanyakan kesahihan Proposisi 8, yaitu suatu Undang-Undang yang disetujui melalui pemungutan suara di Kalifornia yang mengamandemen UUD Kalifornia untuk mengatakan bahwa pernikahan melibatkan hanya satu laki-laki dan satu perempuan. Departemen Kehakiman AS mempresentasikan kesimpulan mereka tentang tanggung jawab orangtua sambil menolak argumen yang dibuat oleh para pendukung Proposisi 8 bahwa keluarga tradisional dengan dua orang tua, dipimpin oleh seorang ayah dan seorang ibu, adalah tempat yang ideal, didukung oleh alam sendiri, untuk membesarkan seorang anak. Pemerintah Obama berargumen bahwa ini tidak benar. Mereka berargumen bahwa anak-anak tidak memerlukan seorang ayah atau seorang ibu dan bahwa memiliki dua orang ayah atau dua orang ibu sama baiknya dengan memiliki masing-masing satu. …Untuk mendukung argumen ini, salah satu dokumen yang dikutip oleh pemerintah adalah suatu “pernyataan kebijaksanaan” dari American Psychological Association. Pernyataan itu mengklaim bahwa beberapa penelitian mengindikasikan orang tua sama jenis bisa jadi “superior” dibandingkan keluarga dengan ibu-dan-ayah, tetapi lalu mengakui bahwa sangat sedikit data aktual mengenai hasil membesarkan

anak dalam keluarga dengan dua ayah.” EDITOR: Semua ini menunjukkan bahwa nubuat Alkitab sangat benar. Menjelang kedatangan Yesus, suasana dunia akan serupa dengan Sodom dan Gomora yang terkenal dengan sikap homoseksual mereka. “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya” (Luk. 17:28-30).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Alpha Course Sedang Membangun Gereja Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Alpha Course, sebuah program penginjilan interdenominasi, telah berkembang secara fenomenal sejak permulaannya di awal 1990an. Lebih dari 18 juta orang telah berpartisipasi dalam program ini di 169 negara, dan materi-materinya telah diterjemahkan ke dalam 112 bahasa. Program ini dilahirkan oleh gereja Anglikan Holy Trinity Brompton yang kharismatik di London, Inggris, dan pengembangnya, Nicky Gumbel, mengatakan bahwa ia mengalami “aliran listrik yang besar melalui” tubuhnya pada tahun 1994 ketika fenomena “laughing revival” (kebangkitan rohani tertawa) terjadi di gerejanya. Satu orang terlempar ke seberang ruangan dan terbaring di lantai sambil berteriak-teriak dan tertawa, yang lain lagi terbaring di lantai dengan kakinya di udara, tertawa seperti hyena, sementara yang lainnya “mabuk.” Alpha Course memasukkan acara “Hari Roh Kudus” dengan tujuan menggiring para peserta kepada suatu pengalaman kharismatik, termasuk “bahasa lidah.” Gumble berkata bahwa bahasa lidah bermula dengan kosa kata yang terbatas dan akan “berkembang” (Questions of Life, hal. 147), tetapi tentu saja kita tidak menemukan hal seperti ini dalam Kitab Suci. Para Rasul tidak perlu mengikuti kelas berbahasa lidah untuk mempersiapkan diri menjelang hari Pentakosta! Alpha Course adalah suatu program yang ekumenis radikal yang sedang membantu membangun “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Gumble mengatakan: “Kita perlu bersatu … gerakan Roh selalu menyatukan gereja-gereja. Dia sedang melakukan itu antar denominasi dan tradisi-tradisi … Orang-orang tidak lagi “melabel” diri sendiri atau orang-orang lain” (Renewal, Mei 1995, hal. 16). Tahun lalu, Gumble membuat pernyataan berikut: “Alpha bergerak di setiap cabang Gereja. Kami bertumbuh paling cepat di gereja Katolik. …program ini berjalan persis sama tidak peduli denominasinya. …Apa yang menyatukan kita jauh lebih besar daripada yang memisahkan kita. Kami berfokus pada apa yang menyatukan kita. Kami menyampaikan suatu front yang bersatu kepada dunia. Dalam setiap bagian tubuh Kristus yang berbeda – Presbyterian, Baptis, Lutheran, non-denominasi, Katolik, Pantekosta, Ortodoks Bulgarian, Ortodoks Koptik – Alpha menjembatani semua perbedaan” (“The Alpha Course: An International Phenomenon,” WillowCreek.org, Maret 2012). Program Alpha telah mencapai penerimaan ekumenis yang sedemikian luas karena ia lemah secara doktrinal. Program ini menyinggung tentang keselamatan, salib, kematian Kristus, dll., tetapi dengan cara yang tidak jelas sehingga doktrin sesat tidak terbongkar. Misalnya, program ini mengatakan bahwa keselamatan adalah “melalui kasih karunia,” tetapi tidak mengatakan bahwa keselamatan adalah melalui HANYA kasih karunia oleh iman saja, melalui darah Kristus SAJA tanpa pekerjaan baik atau sakramen. Tentu saja juga, tidak ada sedikitpun deklarasi tentang kesesatan-kesesatan dan penghujatan-penghujatan Roma. Ketika Gumble ditanya mengeai apakah Alpha Course kadang-kadang “mencuri orang-orang Katolik,” ia menjawab, “Tidak! Ketika mereka datang ke Alpha saya mengatakan kepada mereka: jangan datang ke Holy Trinity Brompton, tetapi kembalilah ke gereja Katolikmu. Katolik adalah bagian dari Gereja dan saya mengasihi seluruh Gereja” (“Alpha Male,” The Spectator, 12 Des. 2012). Alpha juga adalah kekuatan besar dalam bidang Musik Penyembahan Kontemporer. EDITOR: Salah satu kesalahan yang bersumbangsih kepada kekacauan ini adalah doktrin gereja yang salah. Secara populer banyak yang berpegang kepada konsep gereja universal, bahwa “gereja” adalah seluruh orang percaya di dunia. Padahal arti kata ekklesia adalah suatu kumpulan orang, yang berarti haruslah lokal. Dalam skema gereja universal, denominasi-denominasi menjadi bagian-bagian “tubuh” yang berbeda. Mungkin Baptis adalah tangan, Presbyterian kaki, Anglikan mulut, dan lain sebagainya. Ini adalah konsep yang sangat salah. Paulus menjelaskan tentang jemaat yang adalah tubuh dalam 1 Korintus 12, dan mengacu kepada jemaat adalah. Adalah individu-individu dalam sebuah jemaat lokal yang diibaratkan bagian-bagian tubuh yang berbeda oleh Rasul Paulus.

Posted in Ekumenisme | 3 Comments

Bayi-Bayi Diaborsi di Inggris Karena Kelainan Minor

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “UK: Cleft Lip, Club Foot Abortions 10x More Than Reported,” LifeNews.com, 5 Feb. 2013: “Dalam sebuah laporan yang mengejutkan, koran London Telegraph mengindikasikan para peneliti Eropa menemukan bahwa aborsi yang dilakukan pada bayi-bayi dengan cacat ringan yang dapat dengan mudah dikoreksi oleh dokter, dilakukan 10 kali lebih sering daripada yang sebelumnya dinyatakan. Walaupun bayi-bayi dengan kelainan tapak kaki atau sumbing dapat menjalani operasi untuk membenarkan masalah-masalah fisik tersebut, ibu-ibu dan pasangan-pasangan banyak yang melakukan aborsi ketika kondisi-kondisi ini terdiagnosis saat bayi masih dalam kandungan. Dan Eurocat, sebuah agensi yang didirikan untuk memonitor kelainan bawaan di 23 negara, mengatakan bahwa 157 bayi yang belum lahir di Inggris dan Wales, diaborsi antara tahun 2006 hingga 2010, setelah diketahui memiliki kelainan bibir sumbing. Namun, koran itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris, melalui Departemen Kesehatan, hanya mencatat 14 aborsi semacam itu. 250 bayi lainnya dibunuh melalui aborsi karena mereka memiliki kelainan tapak kaki, dan sekali lagi angka resmi di pemerintah sangatlah berbeda – suatu angka yang jauh lebih rendah.”

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kamp-Kamp Penjara Korea Utara

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “North Korean Prison Camps Are Like Hitler’s Auschwitz,” Business Insider, 20 Feb. 2013: “Kamp-kamp penjara di Korea Utara adalah dunia kematian, siksaan, dan kerja paksa yang tertutup, di mana bayi-bayi dilahirkan sebagai budak, menurut dua orang yang berhasil lolos yang menyamakan horor kamp-kamp ini dengan suatu Holocaust (mengacu kepada penganiayaan Hitler kepada orang Yahudi) yang sedang berlangsung. … ‘Orang-orang berpikir bahwa Holocaust terjadi di masa lampau, tetapi hal ini masih merupakan realita yang sangat jelas. Ini sedang terjadi di Korea Utara,” Shin Dong-hyuk memberitahu AFP melalui seorang penerjemah di sampingnya pada sebuah pertemuah hak asasi manusia di Jenewa. Shin sendiri menghabiskan 23 tahun pertamanya di sebuah kamp penjara di negara yang sangat menjaga rahasia tersebut. Di sana dia disiksa dan dikenakan kerja paksa sebelum dia meloloskan diri dengan spektakuler tujuh tahun lalu – dan memberikan kepada dunia jendela kisah asli tentang kehidupan di dalam kamp-kamp ini. Kamp 14 – sebuah kamp kerja budak raksasa terdiri dari sejumlah ‘desa,’ pabrik, pertanian dan tambang – adalah salah satu dari lima kamp penjara yang diketahui ada di Korea Utara, dan berisikan hingga 200.000 orang. …Chol-Hwan Kang, kini 43 tahun, dikirim ke Kamp 15 dengan seluruh keluarganya ketika dia berumur 9 tahun, untuk melakukan penyesalan atas kecurigaan ketidaksetiaan kakeknya. Dia menghabiskan 10 tahun di sana sebelum keluarganya dilepaskan dan belakangan dia berhasil lari ke Cina dan terus ke Korea Selatan – rute yang sama yang ditempuh Shin. …Pada usia 13 tahun, Shin dipaksa untuk menyaksikan eksekusi atas ibu dan saudaranya. …Shin, yang mengatakan bahwa ayah dan kakeknya dikirim ke kamp karena dua pamannya sepertinya membelot ke Selatan, mengatakan bahwa dia semestinya seumur hidup berada di kamp itu. Korea Utara memiliki sistem “bersalah karena ada hubungan” di mana hingga tiga generasi anggota keluarga dari seorang tertuduh bisa juga dihukum. … ‘Setiap hari saya melihat penyiksaan, dan setiap hari di kamp saya melihat orang-orang mati karena malnutrisi dan kelaparan. Saya menyaksikan banyak teman mati dan saya sendiri hampir mati karena kekurangan gizi,” demikian tutur Kang.”

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | 1 Comment

Tema Lagu Rock: Muda, Liar, dan Bebas

(Berita Mingguan GITS 23Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah lagu pop yang sedang hit saat ini adalah pengingat bahwa rock & roll telah mempromosikan pemberontakan dan immoralitas sejak awalnya. Lagu yang berjudul “Young, Wild and Free” (Muda, Liar dan Bebas) oleh Snoop Dog dan Wiz Khalifa mempromosikan minum alkohol, menggunakan marijuana, dan “keliaran-keliaran” lainnya. Lirik lagu berbunyi, “So what we get drunk [Jadi kenapa kalau kami mabuk] / so what we don’t sleep (smoke weed) [jadi kenapa kalau kami tidak tidur (menghirup obat)] / We’re just having fun (kami hanya bersenang-senang)] / We don’t care who sees [kami tidak peduli siapa yang melihat] / So what we go out (jadi kenapa kalau kami pergi keluar] / That’s how it’s supposed to be [memang beginilah seharusnya] / Living young and wild and free [hidup muda dan liar dan bebas].” Saya mendengar lagu yang bodoh ini dimainkan di berbagai tempat bisnis dan tempat-tempat umum mulai dari Kathmandu, Berlin, Bangkok, dan New York City, dan ini adalah tema yang sama yang telah selalu dipromosikan oleh musik rock. Dalam bukunya tentang sejarah musik rock, Nick Tosches mengatakan, “Lagu Good Rockin’ Tonight oleh Elvis bukanlah sekedar suatu lagu pesta, tetapi suatu undangan untuk menuju kehancuran. …Musik rock adalah wajah dari Dionysus, penuh dengan seksualitas dan ketidakberartian; ia dapat membuat kulit istri-istri baru merona dan anak-anak remaja lelaki yang baru besar mengubah diri mereka menjadi makhluk-makhluk yang berapi-api” (Nick Tosches, Country: The Twisted Roots of Rock ‘n’ Roll). Seorang sejarahwan musik rock lainnya berkata, “Jika kamu berpikir bahwa musik rock hanyalah sekedar musik, kamu salah. Musik rock dari dulu adalah suatu sikap” (Billy Poore, RockABilly: A Forty-Year Journey). Sampai dengan tahun 1960an, sikap dari musik rock bahkan semakin “menantang” dengan seruan-seruan untuk memberontak. Grup Rolling Stones dan The Animals dan tak terhitung banyaknya rocker-rocker lainnya, mendorong generasi tersebut untuk bernyanyi, “saya bebas untuk melakukan apapun yang saya mau kapanpun juga,” dan “Ini hidupku dan aku akan melakukan yang ku mau.” Generasi itu dan setiap generasi sesudahnya perlahan-lahan belajar bahwa pesan rock ‘n’ roll adalah suatu kebohongan. Kamu tidak bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa konsekuensi-konsekuensi serius, baik dalam hidup ini maupun yang akan datang. Mereka yang hidup muda dan liar tidaklah bebas. Banyak sekali orang-orang muda yang mati muda atau melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mereka sesali seumur hidup karena hidup secara liar itu. Kebebasan hanya ditemukan dalam Yesus Kristus. “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:34-36).

Posted in musik | Leave a comment

Desain Ilahi dari Jagung

(Berita Mingguan GITS 23Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan ditempatkan di suatu dunia yang telah didesain untuk kebaikannya. Bukti akan hal ini dapat ditemukan di mana-mana. Perhatikan tanaman jagung yang “rendahan.” Satu biji jagung biasanya menghasilkan “pohon” yang berisi dua batang jagung, masing-masingnya memiliki 400 hingga 600 kernel atau biji. Jadi, satu biji ini menggandakan dirinya 1000 kali lipat atau lebih dalam satu generasi. Jika kamu menanam kembali biji-biji dari satu pohon jagung, dan setiap biji itu tumbuh dewasa – setiap pohon menghasilkan dua batang dengan rata-rata 500 biji per batang (2.000 x 500) – anda mendapat satu juga biji jagung. Dan itu barulah generasi kedua. Dan jika satu juta biji itu ditanam kembali dan setiap pohonnya menjadi dewasa, anda akan mendapatkan satu milyar biji jagung hanya dalam tiga generasi! Ini adalah contoh betapa berlimpahnya Allah telah memberkati dunia ini demi manusia. “Sedemikian hebatnya kemampuan reproduksi DNA, terutama pada tanaman-tanaman produksi primer yang harus menghasilkan biomassa jaringan makanan yang cukup agar semua konsumen – termasuk kita manusia – dapat bertahan hidup” (Kenneth Poppe, Exposing Darwinism’s Weakest Link, hal. 33). Jagung memiliki sifat dapat mem-polinasi diri sendiri, jadi dalam setiap pohonnya ada bunga jantan dan bunga betina. Yang betina adalah batang yang memiliki benang-benang halus keluar dari bagian atasnya (bunga ini sebenarnya terdiri dari kernel, yang adalah ovule, dan benang-benang itu, yang adalah stigma). Setiap biji jagung secara individu dibuahi oleh satu benang, yang tertutupi oleh rambut-rambut yang halus dan lengket yang menangkap sari (pollen). Bunga-bunga jantan melepaskan sari pollen mereka ke udara. Ketika disebarkan, pollen ini akan jatuh ke daerah sekitar 5-20 meter dari pohon jagung itu. Jadi, selalu dianjurkan untuk menanam jagung dalam bentuk blok, bukan strip-strip panjang. Munculnya benang-benang halus dan tersebarnya pollen memperlihatkan lagi kehebatan intelijensi sang Pencipta yang telah memprogram DNA tumbuh ini. Peristiwa ini harusnya dilakukan dengan timing yang sangat tepat. Pollen biasanya akan jatuh sekitar dua atau tiga hari sebelum munculnya benang halus, dan berlangsung terus selama lima sampai delapan hari. Penyebaran pollen berkaitan dengan cuaca. Jika iklim terlalu kering atau terlalu basah, penyebaran akan berhenti, dan lanjut lagi ketika suhu optimal. Dengan jalan itu, jarang sekali sari pollen akan terbawa pergi oleh hujan, karena memang tidak dilepaskan jika udara basah. Ini adalah proses-proses luar biasa yang memungkinkan jagung berkembang dengan baik demi kepentingan manusia. “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (Maz. 104:24).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Alligator Amerika

(Berita Mingguan GITS 16Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Alligator Amerika adalah reptil air tawar yang besar, semi-aquatik, yang bersifat karnivor, yang hidup di bagian-bagian Tenggara Amerika Serikat yang hangat, dengan populasi terbesar di Florida dan Louisiana. Nama binatang ini berasal dari bahasa Spanyol, el larato, yang berarti kadal besar, yang adalah sebutan para penjelajah Spanyol bagi makhluk ini. Kira-kita ada dua juta alligator di Louisiana dan Florida saja. Alligator terbesar dalam catatan adalah spesimen di Louisiana, dengan panjang lebih dari 6 meter; dan yang paling berat ada di Florida, lebih dari 450 kg.

Alligator didesain secara luar biasa untuk tujuan dan habitatnya. Sebagai contoh, binatang ini memiliki katup di bagian belakang tenggorokannya yang menutup saat ia menyelam, sehingga air tidak masuk ke paru-paru. Binatang ini berdarah dingin, dan harus berjemur untuk mempertahankan suhu tubuh yang tepat, tetapi ia berhasil melakukan ini tanpa salah selama berabad-abad. Ekornya sepanjang setengah tubuhnya dan memainkan banyak peran, mendorongnya di dalam air, menjadi senjata, dan menyimpan lemak yang dapat dipakai oleh alligator sebagai nutri sari selama waktu-waktu ia tidak bisa makan. Seekor alligator jantan yang besar dapat menggigit dengan tenaga besar lebih dari 1300 kg. Ini adalah gigitan paling kuat yang pernah diukur, lebih dari kekuatan suatu mobil ukuran sedang jatuh ke atas seseorang.

Sebagai kontras, gigitan hyena memiliki kekuatan 450 kg; seekor singa 425 kg; seekor ikan hiu 150 kg; seekor anjing Labrador 56 kg; dan manusia 77 kg. Alligator bisa menutup rahangnya dalam waktu 50 milidetik. Alligator menghabiskan kebanyakan waktu mereka mengapung setengah badan, dengan hanya moncong dan mata mereka yang muncul di atas permukaan, menunggu makanan. Yang betina membangun sarang dari tumbuh-tumbuhan yang besar, yang akan memberikan kehangatan bagi telur-telur saat tumbuh-tumbuhan itu membusuk. Jenis kelamin anak-anak akan ditentukan oleh letak telur di sarang tersebut dan suhu waktu mereka diinkubasi. Jika suhunya 30 derajat Celsius atau lebih rendah, telur akan menghasilkan betina, dan jika 34 derajat Celsius atau lebih tinggi akan menghasilkan jantan.

Ibu alligator akan mengeluarkan 20 hingga 50 telur dan mempertahankan sarang dari predator selama 60an hari pengeraman. Pada waktu-waktu tersebut, sang ibu bisa menjadi bahaya besar bagi mereka yang mendekat ke sarang, karena alligator bisa berlari 27 km per jam untuk jarak pendek, dan itu lebih cepat dari rata-rata manusia. Dia akan memperingatkan penyusup dengan berdesis, dan membanting-banting ekornya, mengatup-ngatupkan rahangnya. Sekelompok alligator disebut sebuah “congregation” (jemaat), dan banyak gembala sidang yang dapat bersaksi bahwa sebuah gereja bisa lebih mirip suatu “jemaat” alligator yang berdesis dan mengatup-ngatupkan rahang daripada orang-orang kudus!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Dietrich Bonhoeffer

(Berita Mingguan GITS 16Februari2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dietrich Bonhoeffer adalah salah satu pahlawan gerakan Injili kontemporer. Dia dikutip secara antusias oleh hampir semua orang, mulai dari Rick Warren hingga Warren Wiersbe. Tetapi Bonhoeffer adalah seorang penyesat kelas kakap, dan fakta bahwa dia pernah membela orang Yahudi dan akhirnya dihukum mati karena ambil bagian dalam rencana pembunuhan Hitler, tidaklah menghilangkan dosanya melawan Firman Allah. David Becker membuat pengamatan berikut: “Saya tidak bermaksud untuk mengritik orang lain, tetapi saya mau menyatakan kebenaran dalam kasih, dan salah satu hal yang paling mengganggu saya adalah ketika saya melihat orang-orang, terutama mereka yang menganggap diri mereka atau mempresentasikan diri sebagai konservatif dalam theologi, memuji-muji Dietrich Bonhoeffer.

Bonhoeffer berpegang kepada suatu Kekristenan yang tidak beragama, dan menyatakan keraguan tentang Allah sebagai suatu hipotesis yang benar. Dia adalah bapa dari apa yang disebut trend ‘kematian Allah’ beberapa tahun lalu. Dia banyak menulis dan juga menulis hal-hal yang kedengaran ortodoks, tetapi dia secara konsisten memiliki pandangan yang rendah terhadap Alkitab, menganggapnya sebagai mitos. …Dalam bukunya, Christ the Center (1960, penerbit Harper & Row), Bonhoeffer menulis: ‘Jadi jika kita berbicara tentang Yesus Kristus sebagai Allah, kita tidak boleh berbicara tentang dia sebagai perwakilan dari ide Allah yang memiliki sifat-sifat mahatahu dan mahakuasa (tidak ada hal seperti sifat abstrak ilahi!)’ (hal. 108). Jadi Bonhoeffer tidak sungguh-sungguh percaya Yesus adalah Allah. …Bonhoeffer juga tidak berpikir bahwa Yesus tidak memiliki dosa. ‘Pernyataan tentang ketiadaberdosaan Yesus menjadi gagal jika yang dimaksud adalah tindakan-tindakan Yesus yang dapat dilihat. Tindakan-tindakannya dilakukan dalam keserupaan daging. Mereka tidaklah tanpa dosa, tetapi ambigu. Seseorang bisa dan seharusnya melihat hal yang baik maupun buruk dalam tindakan-tindakan Yesus’ (hal. 113). …Jadi Bonhoeffer menolak Kristologi klasik, memandang rendah Alkitab, menyangkal keilahian Kristus, meragukan kelahiran perawan Kristus, menolak ketiadaberdosaan Kristus, dan menolak kebangkitan fisik Kristus” (Becker, “Dietrich Bonhoeffer Rejected Classic Christology,” The Christian News, 5 Juni 2000). 

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment