Tikus Tanah Bisa Mencium Secara Stereo

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Moles Can Smell,” Brian Thomas, Institute for Creation Research, 27 Februar 2013: “Melihat dan mendengar secara stereo dapat membantu makhluk-makhluk yang tinggal di atas tanah, tetapi tikus tanah memerlukan perlengkapan yang berbeda. Biologis Kenneth Catania dari Universitas Vanderbilt melakukan tiga eksperimen pintar untuk melihat apakah tikus tanah Amerika timur yang buta dapat “mencium secara stereo.” Pertama ia membangun ruangan dengan banyak jalur keluar. Di tengah ruangan ini ia menaruh tikus tanah.

Ia menaruh sedikit cacing tanah, makanan favorit tikus tanah, di ujung salah satu jalur itu dan memperhatikan. Dalam setiap kali percobaan, tikus tanah itu pertama-tama mencium-cium udara, menggerak-gerakkan kepalanya, lalu bergerak persis ke makanan. Nature Communications mempublikasikan hasil eksperimen ini. Untuk eksperimen kedua, Catania memblokir lubang hidung kiri sang tikus tanah. Ini mengganggu akurasi dari penciuman binatang ini secara konsisten ke sebelah kiri. Hasil yang serupa terjadi ketika Catania memblokir hanya lubang hidung kanan. Akhirnya, Catania memasukkan dua selang kepada kedua sisi hidung, tetapi selang-selang itu disilangkan, sehingga setiap lubang hidung mengakses udara yang biasanya diakses oleh lubang hidung yang satunya lagi…Makhluk yang kasihan ini benar-benar bingung total. …Penciuman stereo hanya bisa bekerja jika sistem saraf dapat mendeteksi perbedaan kekuatan bau yang memasuki masing-masing lubang hidung. Mengingat betapa kecilnya jarak antara lubang hidung yang satu dengan yang lainnya, ketepatan dan miniaturisasi alat biologis pendeteksi zat kimiawi yang dimiliki oleh tikus tanah sungguhlah di luar imajinasi. Diperhatikan ataupun diabaikan, seseorang dapat selalu mendeteksi jejak-jejak seorang Desainer ulung di balik desain ulung manapun. Dan, tikus-tikus tanah ini sungguh memberikan aroma desain yang indah.”

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Berpakaian Kain Ungu dan Kirmizi

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: ‘Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.‘” (Wah. 17:4-5).

Foto-foto para kardinal yang berkumpul di Vatikan untuk acara pemilihan paus baru terlihat seperti suatu lautan ungu dan kirmizi (merah). Satu foto memperlihatkan para kardinal memakai topi merah, dan para uskup agung memakai yang warna ungu. Warna pakaian-pakaian gerejawi Roma berubah-ubah sedikit tergantung situasi, tetapi para kardinal biasanya memakai suatu cassock atau jubah panjang dari wol kirmizi atau wol hitam yang dihiasi tepian kirmizi, sebuah cappa magna (semacam jubah dengan buntut yang panjang dan mantel bahu yang berkerudung) kirmizi, kaus kaki kirmizi, dan sebuah ikat pinggang sutra berwarna kirmizi. Sebelum konsili Vatikan II, mereka juga memakai sebuah jubah merah, topi merah, dan sepatu merah. Uskup berpakaian serupa, tetapi mereka memakai cassock berwarna ungu dan sebuah mantelleta ungu, yang adalah semacam pakaian mirip rompi yang tidak berlengan. Imam-imam biasa dalam Katolik juga memakai pakaian ungu dan kirmizi dalam berbagai acara, seperti Jumat Agung dan Advent.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | Leave a comment

Pemilihan Paus dan 1 Tesalonika 5:21

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tes. 5:21). Kitab Suci dapat menjadikan manusia “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17), yang berarti bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas untuk iman dan praktek orang Kristen. Segala sesuatu haruslah diuji oleh Otoritas yang sempurna ini, dan ketika tes ini dilakukan terhadap pemilihan paus dan situasi di Roma, tidak ada yang didapatkan baik menurut standar Alkitab.

Semuanya terbukti sebagai kesesatan. Dalam Kitab Suci kita tidak menemukan adanya paus, tidak ada kardinal, tidak ada uskup agung, tidak ada kota Vatikan, tidak ada kursi kepausan, tidak ada keimamatan spesial (hanya ada keimamatan orang percaya), tidak ada misa, tidak ada lilin-lilin, tidak ada lonceng-lonceng, tidak ada kemenyan, tidak ada santo santa (hanya status orang kudus bagi semua orang percaya melalui pengudusan pada kayu salib), tidak ada pemujaan Maria, tidak ada Ratu Surga, tidak ada doa bagi orang mati, tidak ada pemujaan relik-relik kuno, tidak ada baju-baju gerejawi, tidak ada suster-suster, tidak ada “selibet” yang diharuskan, tidak ada baptisan bayi, tidak ada pengakuan dosa kepada imam manusia, tidak ada bangunan kudus, tidak ada katedral, tidak ada pahatan salib yang dibawa ke mana-mana, tidak ada rosario, tidak ada scapular, tidak ada sumpah rahasia.

Kepausan katanya dibangun di atas Petrus, tetapi seperti yang telah diobservasi oleh umat Allah, Petrus sama sekali tidak memiliki mahkota, emas, negara, ataupun duta-duta besar. Petrus tidak mencoba untuk memerintah atas gereja-gereja, dan dia adalah seorang yang menikah. “Orang-orang Injili” yang berbicara tentang Gereja Roma Katolik seolah-olah sebagai gereja sejati dalam pengertian apapun, sedang memberontak terhadap Firman Allah dan adalah bagian dari kesesatan akhir zaman.

Posted in Katolik | Leave a comment

Profesor Fuller Seminary Memuji Paus Karena Mempromosikan Ekumenisme

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Profesor Cecil Robeck, Jr., dari Fuller Seminary, memuij Paus Benediktus karena “komitmennya kepada ekumenisme” (“Protestant Scholar Lauds Benedict’s Ecumenical Stride,” Catholic News Agency, 24 Feb. 2013). Robeck, yang juga adalah seorang pelayan gereja Sidang Jemaat Allah, telah berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan ekumenis di Vatikan dan di Assisi. Dia memuji hubungan Paus yang hangat dengan kaum Pantekosta, Injili, Protestan, dan Orthodoks, dan program New Evangelization-nya Paus, yang “membantu semua gereja-gereja kita untuk memikirkan ulang masalah penginjilan.” Ini adalah bukti lain lagi tentang kebutaan rohani para “injili” hari ini dan fakta bahwa pembentukan gereja esa-sedunia sedang berlangsung dengan cepat di balik layar.

Konsili Vatikan Kedua pada tahun1960an adalah suatu langkah penting dalam program ini, dan Sidang Jemaat Allah khususnya, juga gerakan Pantekosta-Kharismatik pada umumnya, telah berada di garis depan perjuangan agenda-agenda ekumenis, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movements: History and Error. Perhatikan David DuPlessis, yang dikenal sebagai “Mr. Pantekosta.” Pengkhotbah Sidang Jemaat Allah ini diundang untuk menghadiri Vatican II dan bertindak sebagai ketua bersama dalam sepuluh sidang dialog formal Pantekosta-Roma Katolik antara tahun 1972 dan 1982. Dia tertipu oleh dorongan-dorongan Pantekosta-nya yang sesat untuk mempercayai perasaannya lebih daripada Kitab Suci.

Sebagai hasilnya, dia menerima “nubuat-nubuat” dan “kata-kata” yang mendorong dia untuk menerima Gereja Roma Katolik. Sewaktu suatu Misa Kepausan, dia mendapatkan suatu pengalaman emosional yang kuat dan merasa bahwa dia dibersihkan dari kecurigaan tentang doktrin Katolik dan bahwa dia dapat dengan siap menerima imam-imam Katolik sebagai saudara-saudara dalam Kristus tanpa penghakiman apapun (A Man Called Mr. Pentecost, hal. 215-216). DuPlessis mencari kehendak Allah melalui “berdoa dalam bahasa lidah,” yang sudah jelas adalah jalan menuju penipuan rohani. Gerakan kharismatik adalah salah satu dari banyak kekuatan besar yang sedang menciptakan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Musik penyembahan kontemporer dan doa kontemplatif adalah dua faktor utama lainnya. Paus Benediktus baru-baru ini mengundurkan diri dari kepausan dan Paus Francis telah terpilih sebagai pemimpin Katolik berikutnya. Kita bisa merasa yakin bahwa dia pasti akan melanjutkan program ekumenis.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Rick Warren & Oprah Winfrey

(Berita Mingguan GITS 9 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 24 Februari (2013), Rick Warren muncul untuk kedua kalinya dalam acara Lifeclass milik Oprah Winfrey untuk mendiskusikan tujuan kehidupan. Seperti yang dia lakukan dalam penampilannya di Ted Talks, Warren tidak menyinggung dosa, pertobatan, salib, ataupun kebangkitan Yesus Kristus. Sebaliknya, dia memberikan suatu dosis besar kuasa berpikir positif, yang tidaklah mengherankan karena itu adalah tema utama Oprah dan dia tidak mungkin mengundang Warren kalau dia berpikir Warren akan memberitakan pesan Injil yang tegas. Winfrey adalah salah satu promotor kesesatan New Age yang paling berpengaruh di dunia hari ini; namun demikian dia mengklaim diri seorang Kristen, bahkan seorang Baptis. Dia sering berbicara tentang bagaimana dia dibesarkan dan bagaimana gereja membentuk kehidupannya, tetapi dia mencampurkan iman Kristiani dengan spiritualitas kafir. Dia dibesarkan di sebuah gereja Baptis di Mississippi, putri seorang diaken. Setelah masa muda yang penuh pemberontakan, dia “bertobat” dan bergabung dengan sebuah gereja Baptis di Nashville dan sering berbicara dalam konteks gereja; tetapi dia menolak “hal-hal negatif” dari iman alkitabiah, seperti kejatuhan manusia dan keselamatan hanya melalui Kalvari. Dia menggunakan istilah-istilah alkitabiah tetapi mendefinisikan kata-kata itu dengan kamus New Age. Dalam sebuah acara dengan Shirley MacLaine, Oprah mengatakan bahwa lahir baru sama dengan “terhubung kepada Diri sendiri yang lebih tinggi” dan bahwa “mintalah maka akan diberikan kepadamu” adalah sama dengan mencari jawaban di dalam “Dirimu yang intuitif” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Buku Oprah dari tahun 2005, Live Your Best Life, mempromosikan filosofinya bahwa segala sesuatu adalah satu, manusia bersifat ilahi, dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. Injilnya adalah bahwa manusia tidaklah berdosa, Allah bukanlah hakim, semuanya baik-baik saja dalam alam semesta, dan saya hanya perlu mengikuti arus. Dia mendorong orang untuk bermeditasi dan berdoa, tetapi tidaklah penting kepada siapa atau apa engkau berdoa: “kepada Allah atau kepada Masa Depan Bahagia atau kepada Segala Sesuatu yang Ilahi atau kepada Segala Sesuatu yang Kasih,” atau apapun juga. Dia mengatakan bahwa guru-guru hebat bukan datang “untuk mengajarkan kita keilahian mereka tetapi mengajarkan kita keilahian kita sendiri” (Wendy Kaminer, “Why We Love Gurus,” Newsweek, 20 Okt. 1997). Dalam suatu acara Lifeclass pada bulan April 2012, Oprah mengatakan, “Saya percaya, ada suatu benang kekuatan energi kesadaran diri ilahi, yang menghubungkan kita semua, kepada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri” (“Oprah,” Christian Post, 16 Okt. 2012). Oprah telah memparadekan banyak guru-guru New Age ke hadapan para penontonnya yang muda tertipu, termasuk Della Reese, Shirley MacLaine, John Edward, Wayne Dyer, Shakti Gawain, Raymond Moody, Marilyn Ferguson, Betty Eadie, Sarah Breathnach, Debbie Ford, M. Scott Peck, Esther Hicks, Jack Canfield, John Gray, Eric Butterworth, Caroline Myss, Maya Angelou, Marianne Williamson, Eckhart Tolle, dan Deepak Chopra. Rick Warren, tentu saja, sama sekali tidak memiliki teguran terhadap kesesatan-kesesatan besar Oprah, dan itu sungguh tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

53 Orang Kristen Ditangkap oleh Polisi Agama Saudi

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Saudi Arabia,” AsiaNews.it, 20 Feb. 2013: “Saudi Arabia telah menangkap 53 orang Kristen Etiopia – 46 wanita dan 6 lelaki – karena mereka mengadakan pertemuan doa di sebuah rumah pribadi. Pejabat polisi telah menyegel rumah itu dan menciduk orang-orang percaya itu, sambil menuduh tiga pemimpin rohaninya mencoba menobatkan orang-orang Muslim kepada kekristenan. Insiden ini terjadi di Dammam, ibukota Propinsi Timur di Kerajaan itu, dan bertanggal 8 Februari, tetapi barulah dilaporkan akhir-akhir ini oleh sumber-sumber yang berkaitan dengan World Evangelical Alliances’ Religious Liberty Commission…Saudi Arabia tidak mengakui, atau melindungi, ekspresi religius selain Islam. Para polisi agama (muttawa) mengontrol ketat negara itu untuk menghilangkan semua Alkitab, Salib, dan pertemuan-pertemuan Kristen. Dan bahkan jika keluarga raja mengizinkan praktek agama selain Islam, jika dilakuan secara pribadi, agen-agen muttawa tidak mau tahu perbedaannya.

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Departemen Kehakiman Obama Berargumen Bahwa Anak-Anak Tidak Memerlukan Ayah dan Ibu

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CNSNews.com, 3 Maret 2013: “Departemen Kehakiman Obama sedang berargumen di Mahkamah Agung AS bahwa anak-anak tidak memerlukan ibu. Argumen Departemen Kehakiman mengenai tidak diperlukannya ibu, dipresentasikan dalam kasus Hollingsworth v. Perry, yang mempertanyakan kesahihan Proposisi 8, yaitu suatu Undang-Undang yang disetujui melalui pemungutan suara di Kalifornia yang mengamandemen UUD Kalifornia untuk mengatakan bahwa pernikahan melibatkan hanya satu laki-laki dan satu perempuan. Departemen Kehakiman AS mempresentasikan kesimpulan mereka tentang tanggung jawab orangtua sambil menolak argumen yang dibuat oleh para pendukung Proposisi 8 bahwa keluarga tradisional dengan dua orang tua, dipimpin oleh seorang ayah dan seorang ibu, adalah tempat yang ideal, didukung oleh alam sendiri, untuk membesarkan seorang anak. Pemerintah Obama berargumen bahwa ini tidak benar. Mereka berargumen bahwa anak-anak tidak memerlukan seorang ayah atau seorang ibu dan bahwa memiliki dua orang ayah atau dua orang ibu sama baiknya dengan memiliki masing-masing satu. …Untuk mendukung argumen ini, salah satu dokumen yang dikutip oleh pemerintah adalah suatu “pernyataan kebijaksanaan” dari American Psychological Association. Pernyataan itu mengklaim bahwa beberapa penelitian mengindikasikan orang tua sama jenis bisa jadi “superior” dibandingkan keluarga dengan ibu-dan-ayah, tetapi lalu mengakui bahwa sangat sedikit data aktual mengenai hasil membesarkan

anak dalam keluarga dengan dua ayah.” EDITOR: Semua ini menunjukkan bahwa nubuat Alkitab sangat benar. Menjelang kedatangan Yesus, suasana dunia akan serupa dengan Sodom dan Gomora yang terkenal dengan sikap homoseksual mereka. “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya” (Luk. 17:28-30).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Alpha Course Sedang Membangun Gereja Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Alpha Course, sebuah program penginjilan interdenominasi, telah berkembang secara fenomenal sejak permulaannya di awal 1990an. Lebih dari 18 juta orang telah berpartisipasi dalam program ini di 169 negara, dan materi-materinya telah diterjemahkan ke dalam 112 bahasa. Program ini dilahirkan oleh gereja Anglikan Holy Trinity Brompton yang kharismatik di London, Inggris, dan pengembangnya, Nicky Gumbel, mengatakan bahwa ia mengalami “aliran listrik yang besar melalui” tubuhnya pada tahun 1994 ketika fenomena “laughing revival” (kebangkitan rohani tertawa) terjadi di gerejanya. Satu orang terlempar ke seberang ruangan dan terbaring di lantai sambil berteriak-teriak dan tertawa, yang lain lagi terbaring di lantai dengan kakinya di udara, tertawa seperti hyena, sementara yang lainnya “mabuk.” Alpha Course memasukkan acara “Hari Roh Kudus” dengan tujuan menggiring para peserta kepada suatu pengalaman kharismatik, termasuk “bahasa lidah.” Gumble berkata bahwa bahasa lidah bermula dengan kosa kata yang terbatas dan akan “berkembang” (Questions of Life, hal. 147), tetapi tentu saja kita tidak menemukan hal seperti ini dalam Kitab Suci. Para Rasul tidak perlu mengikuti kelas berbahasa lidah untuk mempersiapkan diri menjelang hari Pentakosta! Alpha Course adalah suatu program yang ekumenis radikal yang sedang membantu membangun “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Gumble mengatakan: “Kita perlu bersatu … gerakan Roh selalu menyatukan gereja-gereja. Dia sedang melakukan itu antar denominasi dan tradisi-tradisi … Orang-orang tidak lagi “melabel” diri sendiri atau orang-orang lain” (Renewal, Mei 1995, hal. 16). Tahun lalu, Gumble membuat pernyataan berikut: “Alpha bergerak di setiap cabang Gereja. Kami bertumbuh paling cepat di gereja Katolik. …program ini berjalan persis sama tidak peduli denominasinya. …Apa yang menyatukan kita jauh lebih besar daripada yang memisahkan kita. Kami berfokus pada apa yang menyatukan kita. Kami menyampaikan suatu front yang bersatu kepada dunia. Dalam setiap bagian tubuh Kristus yang berbeda – Presbyterian, Baptis, Lutheran, non-denominasi, Katolik, Pantekosta, Ortodoks Bulgarian, Ortodoks Koptik – Alpha menjembatani semua perbedaan” (“The Alpha Course: An International Phenomenon,” WillowCreek.org, Maret 2012). Program Alpha telah mencapai penerimaan ekumenis yang sedemikian luas karena ia lemah secara doktrinal. Program ini menyinggung tentang keselamatan, salib, kematian Kristus, dll., tetapi dengan cara yang tidak jelas sehingga doktrin sesat tidak terbongkar. Misalnya, program ini mengatakan bahwa keselamatan adalah “melalui kasih karunia,” tetapi tidak mengatakan bahwa keselamatan adalah melalui HANYA kasih karunia oleh iman saja, melalui darah Kristus SAJA tanpa pekerjaan baik atau sakramen. Tentu saja juga, tidak ada sedikitpun deklarasi tentang kesesatan-kesesatan dan penghujatan-penghujatan Roma. Ketika Gumble ditanya mengeai apakah Alpha Course kadang-kadang “mencuri orang-orang Katolik,” ia menjawab, “Tidak! Ketika mereka datang ke Alpha saya mengatakan kepada mereka: jangan datang ke Holy Trinity Brompton, tetapi kembalilah ke gereja Katolikmu. Katolik adalah bagian dari Gereja dan saya mengasihi seluruh Gereja” (“Alpha Male,” The Spectator, 12 Des. 2012). Alpha juga adalah kekuatan besar dalam bidang Musik Penyembahan Kontemporer. EDITOR: Salah satu kesalahan yang bersumbangsih kepada kekacauan ini adalah doktrin gereja yang salah. Secara populer banyak yang berpegang kepada konsep gereja universal, bahwa “gereja” adalah seluruh orang percaya di dunia. Padahal arti kata ekklesia adalah suatu kumpulan orang, yang berarti haruslah lokal. Dalam skema gereja universal, denominasi-denominasi menjadi bagian-bagian “tubuh” yang berbeda. Mungkin Baptis adalah tangan, Presbyterian kaki, Anglikan mulut, dan lain sebagainya. Ini adalah konsep yang sangat salah. Paulus menjelaskan tentang jemaat yang adalah tubuh dalam 1 Korintus 12, dan mengacu kepada jemaat adalah. Adalah individu-individu dalam sebuah jemaat lokal yang diibaratkan bagian-bagian tubuh yang berbeda oleh Rasul Paulus.

Posted in Ekumenisme | 3 Comments

Bayi-Bayi Diaborsi di Inggris Karena Kelainan Minor

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “UK: Cleft Lip, Club Foot Abortions 10x More Than Reported,” LifeNews.com, 5 Feb. 2013: “Dalam sebuah laporan yang mengejutkan, koran London Telegraph mengindikasikan para peneliti Eropa menemukan bahwa aborsi yang dilakukan pada bayi-bayi dengan cacat ringan yang dapat dengan mudah dikoreksi oleh dokter, dilakukan 10 kali lebih sering daripada yang sebelumnya dinyatakan. Walaupun bayi-bayi dengan kelainan tapak kaki atau sumbing dapat menjalani operasi untuk membenarkan masalah-masalah fisik tersebut, ibu-ibu dan pasangan-pasangan banyak yang melakukan aborsi ketika kondisi-kondisi ini terdiagnosis saat bayi masih dalam kandungan. Dan Eurocat, sebuah agensi yang didirikan untuk memonitor kelainan bawaan di 23 negara, mengatakan bahwa 157 bayi yang belum lahir di Inggris dan Wales, diaborsi antara tahun 2006 hingga 2010, setelah diketahui memiliki kelainan bibir sumbing. Namun, koran itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris, melalui Departemen Kesehatan, hanya mencatat 14 aborsi semacam itu. 250 bayi lainnya dibunuh melalui aborsi karena mereka memiliki kelainan tapak kaki, dan sekali lagi angka resmi di pemerintah sangatlah berbeda – suatu angka yang jauh lebih rendah.”

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kamp-Kamp Penjara Korea Utara

(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “North Korean Prison Camps Are Like Hitler’s Auschwitz,” Business Insider, 20 Feb. 2013: “Kamp-kamp penjara di Korea Utara adalah dunia kematian, siksaan, dan kerja paksa yang tertutup, di mana bayi-bayi dilahirkan sebagai budak, menurut dua orang yang berhasil lolos yang menyamakan horor kamp-kamp ini dengan suatu Holocaust (mengacu kepada penganiayaan Hitler kepada orang Yahudi) yang sedang berlangsung. … ‘Orang-orang berpikir bahwa Holocaust terjadi di masa lampau, tetapi hal ini masih merupakan realita yang sangat jelas. Ini sedang terjadi di Korea Utara,” Shin Dong-hyuk memberitahu AFP melalui seorang penerjemah di sampingnya pada sebuah pertemuah hak asasi manusia di Jenewa. Shin sendiri menghabiskan 23 tahun pertamanya di sebuah kamp penjara di negara yang sangat menjaga rahasia tersebut. Di sana dia disiksa dan dikenakan kerja paksa sebelum dia meloloskan diri dengan spektakuler tujuh tahun lalu – dan memberikan kepada dunia jendela kisah asli tentang kehidupan di dalam kamp-kamp ini. Kamp 14 – sebuah kamp kerja budak raksasa terdiri dari sejumlah ‘desa,’ pabrik, pertanian dan tambang – adalah salah satu dari lima kamp penjara yang diketahui ada di Korea Utara, dan berisikan hingga 200.000 orang. …Chol-Hwan Kang, kini 43 tahun, dikirim ke Kamp 15 dengan seluruh keluarganya ketika dia berumur 9 tahun, untuk melakukan penyesalan atas kecurigaan ketidaksetiaan kakeknya. Dia menghabiskan 10 tahun di sana sebelum keluarganya dilepaskan dan belakangan dia berhasil lari ke Cina dan terus ke Korea Selatan – rute yang sama yang ditempuh Shin. …Pada usia 13 tahun, Shin dipaksa untuk menyaksikan eksekusi atas ibu dan saudaranya. …Shin, yang mengatakan bahwa ayah dan kakeknya dikirim ke kamp karena dua pamannya sepertinya membelot ke Selatan, mengatakan bahwa dia semestinya seumur hidup berada di kamp itu. Korea Utara memiliki sistem “bersalah karena ada hubungan” di mana hingga tiga generasi anggota keluarga dari seorang tertuduh bisa juga dihukum. … ‘Setiap hari saya melihat penyiksaan, dan setiap hari di kamp saya melihat orang-orang mati karena malnutrisi dan kelaparan. Saya menyaksikan banyak teman mati dan saya sendiri hampir mati karena kekurangan gizi,” demikian tutur Kang.”

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | 1 Comment