Orang-Orang Muslim Mengamuk di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 30Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Islamic Mob Destroys Christian Area of Lahore,” Christian Post, 11 Maret 2013: “Gerombolan-gerombolan Muslim yang marah karena adanya isu tentang komentar mengejek terhadap nabi Islam, telah membakar lebih dari 180 rumah dan toko orang Kristen, dan minimal dua bangunan gereja di sini pada hari Sabtu (9 Maret), setelah otoritas kota memberitahu polisi untuk ‘membiarkan mereka melepaskan amarah dan kesedihan mereka,’ demikian kata para pejabat.

Koloni Joseph yang miskin di Lahore, terlihat seperti suatu kota yang mengalami perang pada hari Sabtu (9 Maret). Tidak ada laporan kematian jiwa, tetapi tempat ini menyerupai kehancuran di Gojra pada tahun 2009, ketika delapan orang Kristen dibakar hidup-hidup, 100 rumah dirampok dan 50 di antaranya dibakar setelah suatu tuduhan penghujatan. ‘Polisi membiarkan rumah kami dibakar dan dihancurkan … sebuah harga yang mahal yang harus dibayar jika engkau seorang Kristen di Pakistan,’ seorang penghuni daerah itu yang teridentifikasi hanya sebagai Shaukat memberitahu Morning Star News pada Sabtu malam sambil dia menjalani jalan-jalan raya yang penuh dengan perabot-perabot yang terbakar, sambil asap mengepul dari rumah-rumah kecil dan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkannya.

‘Seluruh daerah ini dibiarkan kepada gerombolan-gerombolan hanya karena seorang Kristen terlibat dalam sebuah percekcokan dengan seorang Muslim.’ Shahid Imran, seorang tukang cukur Muslim di Koloni Joseph di daerah Badami Bagh, pada hari Jumat (8 Maret) menuduh tetangga Kristennya, Sawan Masih, 26 tahun, menghujat Muhammad. Imran mengatakan bahwa Masih, yang menjalankan sebuah usaha billiard kecil, telah ‘mengolok-olok’ nabi Islam dengan mengatakan bahwa Yesus adalah nabi terbesar sepanjang masa.’

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Apakah Ayub Memiliki Satelit Cuaca?

(Berita Mingguan GITS 30Maret2013, sumber: www.creationmoments.org)

Salah satu hal yang paling aneh di zaman modern kita ini adalah ilmuwan yang berpikir ia bisa menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghakimi Alkitab. Bagaimanapun juga, banyak hal yang diterima umum sebagai ilmu pengetahuan hari ini, pertama kali diajarkan dalam Alkitab. Ayub 36:27-28 menjelaskan tentang siklus air, yaitu bahwa melalui proses penguapan, air untuk hujan besok dikumpulkan ke dalam awan. Pengkhotbah 1:7 menjelaskan mengapa sungai-sungai tidak membuat laut menjadi penuh meluap (lihat KJV). Teks itu memberitahu kita bahwa ada suatu siklus air dari sungai ke laut dan kembali lagi untuk mengisi sungai. Barulah pada tahun 350 SM, lama setelah Ayub selesai ditulis, dan lebih dari 600 tahun setelah Pengkhotbah ditulis, Aristoteles mulai mengerti siklus air.

Dan akhirnya, pada tahun 1841, seorang ilmuwan, dengan menggunakan termometer yang diciptakan Galileo pada tahun 1593 dan sebuah barometer yang diciptakan oleh Torricelli pada tahun 1643, menunjukkan bahwa awan sebenarnya berasal dari uap air yang naik ke atas. Ayub 37:9 dan Pengkhotbah 1:6 berbicara mengenai angin dan pola cuaca, yang akhirnya dikonfirmasi pada tahun 1940. Bacalah ayat-ayat ini sebelum melihat gambar dari satelit cuaca. Satelit dengan jelas memperlihatkan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci di ayat-ayat ini. Banyak fakta-fakta sains yang hari ini diterima luas pertama-tama disebut oleh Allah dalam Alkitab. Ilmu pengetahuan tidak bisa menghakimi Alkitab. Bagaimanapun juga, perlu beribu-ribu tahun bagi sains untuk menyamai Alkitab dalam pemahaman tentang hal kecil seperti cuaca.

Posted in Science and Bible | 2 Comments

Paus Baru Berdoa kepada Maria

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Salah satu tindakan pertamanya sebagai “pontiff,” Paus Franciscus mengunjungi basilika Santa Maria Major dan “berdoa kepada sang Perawan, untuk keamanan seluruh Roma” (“New Pope Francis Visits St. Mary Major,” Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Di basilika tersebut, sang paus “meninggalkan bagi sang Perawan sebuah buket bunga” dan berdoa kepadanya selama 10 menit. Santa Maria adalah salah satu dari empat “basilika patriarkhal,” yang berarti bahwa basilika-basilika ini berhubungan langsung dengan sang paus dan memiliki altar-altar kepausan, dan di sinilah terlihat salah satu kesesatan Katolik yang paling mendalam

Dibangun sekitar tahun 350 M, basilika ini direstorasi oleh Paus Sixtus III untuk mengingat deklarasi Keibuan Ilahi Maria oleh Konsili Efesus pada tahun 432. Gambar mosaik di basilika itu mengandung Maria yang sedang duduk di sebelah kanan Yesus di takhtaNya, dan sedang dimahkotai sebagai Ratu Surga oleh Yesus. Ada juga sebuah patung Maria yang prominen yang diberi nama “Maria Ratu Damai.” Di luar basilika itu, bahkan ada patung MARIA SEDANG TERSALIB BERSAMA YESUS!

Ada juga sebuah salib besar di sana, di satu sisinya Yesus sedang tergantung, di sisi lainnya ada Maria sedang menggendong bayi. Semua patung atau gambar ini mencerminkan dogma Roma bahwa Maria adalah sesama-penyelamat dengan Kristus dan bahwa Maria berdoa bagi manusia dan membantu keselamatan mereka. Perhatikan kutipan berikut dari Konsili Vatikan Kedua: “Diangkat ke Surga, dia [Maria] tidak meninggalkan tugas penyelamatannya, tetapi MELALUI DOA-DOANYA YANG BANYAK IA TERUS MEMBAWAKAN BAGI KITA KARUNIA-KARUNIA KESELAMATAN KEKAL….Jadi Perawan Mulia disebut dalam Gereja dengan gelar PENOLONG, PENGHIBUR, PEMBERKAT, dan MEDIATRIX” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 8, II, 62. hal. 382-83). Untuk foto-foto Maria di atas takhta Allah, Maria Ratu Surga, dan Maria tergantung di salib dalam karya-karya Katolik, lihat halaman berikut: http://www.wayoflife.org/maryolatry/index.html

Posted in Katolik | Leave a comment

Azusa: Roh Gereja Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada hal lain yang membangun “gereja” esa-sedunia lebih cepat daripada gerakan Pantekosta-Kharismatik. Musik penyembahan kontemporer, yang juga berada pada inti dan jiwa gereja esa-sedunia, pada dasarnya adalah musik penyembahan kharismatik. Kesesatan-kesesatan doktrinal, fenomena-fenomena tidak alkitabiah, dan musik kedagingan yang terjadi mewakili roh yang sama. Sejak tahun 1960an, denominasi-denominasi Pantekosta yang lama, yang lahir dari Jalan Azusa pada pergantian abad 20, telah bergabung dengan gerakan kharismatik dan ekumenisme radikalnya.

Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements edisi 2002 mengatakan, “Pembaharuan kharismatik membawa tekanan bagi kelompok-kelompok Pantekosta untuk memperlebar identifikasi mereka di dalam gereja universal kepada grup-grup yang sebelumnya dianggap sesat.” “Gereja universal” yang disebut ini bahkan lebih sesat lagi hari ini dibandingkan dengan pada tahun 1950an, yaitu sebelum meledaknya gerakan kharismatik, tetapi suatu “pengalaman” “bahasa lidah” dan “tanda-tanda rasuli” yang dirasakan bersama, telah mempersatukan Protestan dan Baptis dengan Roma Katolik. Perhatikan pernyataan berikut oleh “rasul” Fred Berry, kepala dari AZUSAFest, sebuah festival musik kontemporer kharismatik yang dijadwalkan akan berlangsung di Brazil pada bulan April: “Dengan terpilihnya Paus Franciscus, jumlah orang-orang Katolik Amerika Selatan yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan berbahasa lidah menembus rekor, dan jumlah orang percaya Brazil yang dipenuhi Roh Kudus meningkat, kita sedang berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat” (“AZUSAFEST Returns to Sao Paulo,” Christian Newswire, 14 Maret 2013).

Gereja-gereja Baptis yang percaya Alkitab yang sedang bermain-main dengan musik penyembahan kontemporer, karena gembala-gembalanya tidak mengerti akan hal ini, atau terlalu sombong untuk mempelajari isu ini, sedang bermain api. Dan, generasi berikutlah yang akan terpanggang dalam nyala api kesesatan akhir zaman.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta | 3 Comments

Paus Baru Dicintai Para Injili

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya Paus yang baru akan bersikap informal, mirip dengan Yohanes Paulus II. Setelah pemilihannya, ia menerima penghormatan dari teman-teman uskupnya sambil berdiri, bukan sambil duduk di takhta kepausan. Ia juga berkendaraan di minibus yang sama yang ia pakai untuk datang, bersama dengan para kardinal lainnya, bukan dengan mobil kepausan yang telah disediakan baginya. Ia berhenti di hotel tempat ia menginap dan membayar bonnya dan membawa kopernya sendiri (“New Pope Francis Visits St. Mary Major,” Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Sepertinya ia juga memiliki rasa humor, karena ia menyapa para kardinal pada saat makan malam dengan kata-kata “Kiranya Allah mengampuni kalian [atas apa yang telah kalian lakukan].”

Paus Franciscus berkomitmen terhadap aktivisme keadilan sosial, dan mengritik “tidak adilnya distribusi barang-barang,” dan berbicara mengenai dosa sosial lebih daripada dosa pribadi. Semua hal ini akan sangat membantu gerakan ekumene, terutama di kalangan Protestan, Injili, dan emergent yang sedang membangun kerajaan masing-masing. Rick Warren telah menerima sang Paus dengan hangat, sebagaimana dilaporkan oleh Christian News Network, 13 Maret 2013: “Setelah Bergoglio ditunjuk sebagai penerus hari ini, Warren menulis di Twitter kepada lebih dari 900.000 pengikutnya, ‘Selamat datang Paus Franciscus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio. Anda kami doakan.’ Ia memasukkan juga hashtag ‘habemus papum,’ yang berarti ‘kita memiliki seorang paus!’”Luis Palau memuji paus baru tersebut, dengan mengatakan bahwa “ia mengenal Yesus Kristus” dan “sangat rohani” dan “berpusat pada Alkitab” dan “berpusat pada Injil” (“Why It Matters that Pope Francis Drinks Mate with Evangelicals,” Christianity Today, 14 maret 2013). Tentu saja ini semua sangatlah konyol. Leith Anderson, presiden dari National Association of Evangelicals, mengatakan bahwa paus baru “dapat membawa kita kembali kepada perhatian yang alkitabiah dan Kristiani terhadap orang-orang miskin” (“Why Pope Francis Excites (Most) Evangelical Leaders,” Christianity Today, 14 Maret 2013).

Fakta bahwa seorang pemimpin Injili besar mengatakan bahwa paus Roma Katolik dapat membawa dia kembali kepada Alkitab dalam pengertian apapun, memperlihatkan betapa sesatnya kondisi kekristenan, dan betapa jauhnya kita telah bergerak menuju suatu “gereja” esa-sedunia. Ben Stiller, dari World Evangelical Alliance, mengatakan bahwa “dalam 500 tahun, belum pernah dua sisi ini [Injili dan Katolik] lebih dekat satu sama lain seperti sekarang” (“A Pope for All Christians,” Christian Today, 13 Maret 2013). Gary Bauer, presiden dari American Values, mendorong para Injili untuk bersukacita akan pemilihan Paus baru, dan percaya bahwa paus baru ini akan melanjutkan program yang dimulai oleh Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI mengenai “suatu era Injili bagi Gereja Katolik” (“Why Evangelicals Should Care about the New Pope” USA Todayi, 17 Maret 2013). Orang-orang yang populer dan berpengaruh ini adalah orang-orang buta yang menuntut orang-orang buta lainnya.

Posted in Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Injil Palsu Presiden Obama

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC, Presiden AS Barak Obama menyatakan pandangannya tentang “pesan inti dari Injil” sebagai berikut: “bahwa kita menganggap semua orang sebagai anak-anak Allah, bahwa kita mengasihi mereka sebagaimana Yesus Kristus mengajarkan agar kita mengasihi mereka” (“Obama Speaks to the Central Message of the Gospel,” blog.godreports.com, 13 Maret 2013). Obama mengatakan bahwa suatu kunjungan bersama Billy Graham pada tahun 2010 telah memimpinnya kepada kehidupan renungan pribadi yang lebih berapi-api, terutama berkaitan dengan doa, dan dia juga mengatakan bahwa dia sering bertelponan dengan dua gembala sidang megachurch, Joel Hunter dan T. D. Jakes. Tetapi seorang yang memegang Injil yang palsu tidak mungkin adalah Kristen sejati.

Rasul Paulus menerima Injil langsung dari Yesus Kristus sebagai berikut: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor. 15:3-4). Injil menyatakan bahwa semua manusia adalah orang berdosa yang terhilang, dan bahwa keselamatan hanyalah melalui iman pribadi dalam karya salib Kristus dan kebangkitan badaniNya. Obama memegang suatu injil universalis di mana semua orang adalah anak-anak Allah dan banyak agama adalah masing-masing jalan menuju suatu Allah yang sulit didefinisikan. Karena nama-nama mereka disebut dalam wawancara Obama tersebut, kita menyerukan kepada Billy Graham, Joel Hunter, T. D. Jakes untuk mengutuk injil palsu Obama, agar mengklarifikasikan kebenaran dalam pikiran dan hati banyak orang yang sedang beresiko dibingungkan mengenai sifat kekristenan sejati dan jalan keselamatan. Tentu saja kita tidak terlalu yakin hal itu akan terjadi.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tikus Tanah Bisa Mencium Secara Stereo

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Moles Can Smell,” Brian Thomas, Institute for Creation Research, 27 Februar 2013: “Melihat dan mendengar secara stereo dapat membantu makhluk-makhluk yang tinggal di atas tanah, tetapi tikus tanah memerlukan perlengkapan yang berbeda. Biologis Kenneth Catania dari Universitas Vanderbilt melakukan tiga eksperimen pintar untuk melihat apakah tikus tanah Amerika timur yang buta dapat “mencium secara stereo.” Pertama ia membangun ruangan dengan banyak jalur keluar. Di tengah ruangan ini ia menaruh tikus tanah.

Ia menaruh sedikit cacing tanah, makanan favorit tikus tanah, di ujung salah satu jalur itu dan memperhatikan. Dalam setiap kali percobaan, tikus tanah itu pertama-tama mencium-cium udara, menggerak-gerakkan kepalanya, lalu bergerak persis ke makanan. Nature Communications mempublikasikan hasil eksperimen ini. Untuk eksperimen kedua, Catania memblokir lubang hidung kiri sang tikus tanah. Ini mengganggu akurasi dari penciuman binatang ini secara konsisten ke sebelah kiri. Hasil yang serupa terjadi ketika Catania memblokir hanya lubang hidung kanan. Akhirnya, Catania memasukkan dua selang kepada kedua sisi hidung, tetapi selang-selang itu disilangkan, sehingga setiap lubang hidung mengakses udara yang biasanya diakses oleh lubang hidung yang satunya lagi…Makhluk yang kasihan ini benar-benar bingung total. …Penciuman stereo hanya bisa bekerja jika sistem saraf dapat mendeteksi perbedaan kekuatan bau yang memasuki masing-masing lubang hidung. Mengingat betapa kecilnya jarak antara lubang hidung yang satu dengan yang lainnya, ketepatan dan miniaturisasi alat biologis pendeteksi zat kimiawi yang dimiliki oleh tikus tanah sungguhlah di luar imajinasi. Diperhatikan ataupun diabaikan, seseorang dapat selalu mendeteksi jejak-jejak seorang Desainer ulung di balik desain ulung manapun. Dan, tikus-tikus tanah ini sungguh memberikan aroma desain yang indah.”

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Berpakaian Kain Ungu dan Kirmizi

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.‘” (Wah. 17:4-5).

Foto-foto para kardinal yang berkumpul di Vatikan untuk acara pemilihan paus baru terlihat seperti suatu lautan ungu dan kirmizi (merah). Satu foto memperlihatkan para kardinal memakai topi merah, dan para uskup agung memakai yang warna ungu. Warna pakaian-pakaian gerejawi Roma berubah-ubah sedikit tergantung situasi, tetapi para kardinal biasanya memakai suatu cassock atau jubah panjang dari wol kirmizi atau wol hitam yang dihiasi tepian kirmizi, sebuah cappa magna (semacam jubah dengan buntut yang panjang dan mantel bahu yang berkerudung) kirmizi, kaus kaki kirmizi, dan sebuah ikat pinggang sutra berwarna kirmizi. Sebelum konsili Vatikan II, mereka juga memakai sebuah jubah merah, topi merah, dan sepatu merah. Uskup berpakaian serupa, tetapi mereka memakai cassock berwarna ungu dan sebuah mantelleta ungu, yang adalah semacam pakaian mirip rompi yang tidak berlengan. Imam-imam biasa dalam Katolik juga memakai pakaian ungu dan kirmizi dalam berbagai acara, seperti Jumat Agung dan Advent.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | Leave a comment

Pemilihan Paus dan 1 Tesalonika 5:21

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tes. 5:21). Kitab Suci dapat menjadikan manusia “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17), yang berarti bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas untuk iman dan praktek orang Kristen. Segala sesuatu haruslah diuji oleh Otoritas yang sempurna ini, dan ketika tes ini dilakukan terhadap pemilihan paus dan situasi di Roma, tidak ada yang didapatkan baik menurut standar Alkitab.

Semuanya terbukti sebagai kesesatan. Dalam Kitab Suci kita tidak menemukan adanya paus, tidak ada kardinal, tidak ada uskup agung, tidak ada kota Vatikan, tidak ada kursi kepausan, tidak ada keimamatan spesial (hanya ada keimamatan orang percaya), tidak ada misa, tidak ada lilin-lilin, tidak ada lonceng-lonceng, tidak ada kemenyan, tidak ada santo santa (hanya status orang kudus bagi semua orang percaya melalui pengudusan pada kayu salib), tidak ada pemujaan Maria, tidak ada Ratu Surga, tidak ada doa bagi orang mati, tidak ada pemujaan relik-relik kuno, tidak ada baju-baju gerejawi, tidak ada suster-suster, tidak ada “selibet” yang diharuskan, tidak ada baptisan bayi, tidak ada pengakuan dosa kepada imam manusia, tidak ada bangunan kudus, tidak ada katedral, tidak ada pahatan salib yang dibawa ke mana-mana, tidak ada rosario, tidak ada scapular, tidak ada sumpah rahasia.

Kepausan katanya dibangun di atas Petrus, tetapi seperti yang telah diobservasi oleh umat Allah, Petrus sama sekali tidak memiliki mahkota, emas, negara, ataupun duta-duta besar. Petrus tidak mencoba untuk memerintah atas gereja-gereja, dan dia adalah seorang yang menikah. “Orang-orang Injili” yang berbicara tentang Gereja Roma Katolik seolah-olah sebagai gereja sejati dalam pengertian apapun, sedang memberontak terhadap Firman Allah dan adalah bagian dari kesesatan akhir zaman.

Posted in Katolik | Leave a comment

Profesor Fuller Seminary Memuji Paus Karena Mempromosikan Ekumenisme

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Profesor Cecil Robeck, Jr., dari Fuller Seminary, memuij Paus Benediktus karena “komitmennya kepada ekumenisme” (“Protestant Scholar Lauds Benedict’s Ecumenical Stride,” Catholic News Agency, 24 Feb. 2013). Robeck, yang juga adalah seorang pelayan gereja Sidang Jemaat Allah, telah berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan ekumenis di Vatikan dan di Assisi. Dia memuji hubungan Paus yang hangat dengan kaum Pantekosta, Injili, Protestan, dan Orthodoks, dan program New Evangelization-nya Paus, yang “membantu semua gereja-gereja kita untuk memikirkan ulang masalah penginjilan.” Ini adalah bukti lain lagi tentang kebutaan rohani para “injili” hari ini dan fakta bahwa pembentukan gereja esa-sedunia sedang berlangsung dengan cepat di balik layar.

Konsili Vatikan Kedua pada tahun1960an adalah suatu langkah penting dalam program ini, dan Sidang Jemaat Allah khususnya, juga gerakan Pantekosta-Kharismatik pada umumnya, telah berada di garis depan perjuangan agenda-agenda ekumenis, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movements: History and Error. Perhatikan David DuPlessis, yang dikenal sebagai “Mr. Pantekosta.” Pengkhotbah Sidang Jemaat Allah ini diundang untuk menghadiri Vatican II dan bertindak sebagai ketua bersama dalam sepuluh sidang dialog formal Pantekosta-Roma Katolik antara tahun 1972 dan 1982. Dia tertipu oleh dorongan-dorongan Pantekosta-nya yang sesat untuk mempercayai perasaannya lebih daripada Kitab Suci.

Sebagai hasilnya, dia menerima “nubuat-nubuat” dan “kata-kata” yang mendorong dia untuk menerima Gereja Roma Katolik. Sewaktu suatu Misa Kepausan, dia mendapatkan suatu pengalaman emosional yang kuat dan merasa bahwa dia dibersihkan dari kecurigaan tentang doktrin Katolik dan bahwa dia dapat dengan siap menerima imam-imam Katolik sebagai saudara-saudara dalam Kristus tanpa penghakiman apapun (A Man Called Mr. Pentecost, hal. 215-216). DuPlessis mencari kehendak Allah melalui “berdoa dalam bahasa lidah,” yang sudah jelas adalah jalan menuju penipuan rohani. Gerakan kharismatik adalah salah satu dari banyak kekuatan besar yang sedang menciptakan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Musik penyembahan kontemporer dan doa kontemplatif adalah dua faktor utama lainnya. Paus Benediktus baru-baru ini mengundurkan diri dari kepausan dan Paus Francis telah terpilih sebagai pemimpin Katolik berikutnya. Kita bisa merasa yakin bahwa dia pasti akan melanjutkan program ekumenis.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta, New Evangelical (Injili) | Leave a comment