“Partikel Allah”

(Berita Mingguan GITS 06April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Physicists Claim to Have Found ‘God Particle,’” Christian News Network, 14 Maret 2013: “Hampir setahun setelah pengumuman bahwa ilmuwan-ilmuwan di Jenewa kemungkinan telah menemukan eksistensi sebuah partikel yang dipercayai sebagai kunci memahami alam semesta, para ahli fisika kini mengklaim telah mengkonfirmasikan kecurigaan mereka. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, para ilmuwan melaporkan Juli lalu bahwa mereka telah menemukan apa yang sepertinya adalah boson Higgs, yang juga dikenal dengan julukan ‘partikel Allah.’ Partikel ini adalah bagian dari sebuah teori dari 50 tahun lalu yang diajukan oleh fisikawan dan atheis, Peter Higgs, yang percaya bahwa sebuah partikel subatomik eksis, dan partikel ini menopang segala sesuatu dan memberikan massa kepada materi. Para fisikawan yang bekerja di proyek Higgs tersebut menggunakan mesin Large Hadron Collider (LHC) di Jenewa untuk menubrukkan partikel-partikel satu kepada yang lain dan mengamati hasilnya. …[Ilmuwan-ilmuwan lain] percaya bahwa partikel ini justru memberikan dukungan dan bukti lebih lanjut tentang bagaimana Allah menciptakan dunia ini untuk berfungsi dan menopang segala sesuatu sejak awalnya. ‘Saya rasa setiap kali ada penemuan baru dalam ilmu pengetahuan, itu adalah hal yang mengasyikkan, dan tidak terkecuali hal ini,’ demikian kata astrofisikawan Dr. Jason Lisle dari Institute for Creation Research kepada Christian News Network. ‘Saya rasa ada bukti yang cukup baik bahwa partikel ini memang eksis. …Ini mengkonfirmasi otoritas Kitab Suci karena hanyalah dalam pandangan dunia Kristen bisa ada alam semesta yang berlaku secara konsisten dan dapat ditebak, yang dapat dimengerti oleh pikiran manusia.’ Dia menyatakan bahwa pemikiran orang tertentu bahwa penemuan boson Higgs membuktikan teori Big Bang adalah pemikiran yang keliru. ‘Pemikiran seperti itu mencampuradukkan dua isu yang berbeda,’ kata Lisle. “’Teori Big Bang adalah suatu tebakan mengenai masa lalu, tentang bagaimana alam semesta ini bisa muncul dari kehampaan. Sedangkan partikel boson Higgs sama sekali tidak ada hubungan dengan hal itu. Boson Higgs adalah mengenai apa yang terjadi di alam semesta hari ini,’ demikian dia menjelaskan. ‘Sepertinya partikel ini adalah mekanisma yang Allah pakai untuk memberikan partikel-partikel yang berbeda massa yang berbeda pula.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Anglikan Bergabung dengan Gereja Katolik

(Berita Mingguan GITS 30Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Meresponi undangan dari paus Benediktus di tahun 2009, gereja-gereja Anglikan dan Episkopal semakin condong kepada Roma. Benediktus mengizinkan suatu jemaat Anglikan untuk secara keseluruhan bergabung dengan Gereja Katolik sambil mempertahankan banyak aspek tradisi Anglikan mereka, termasuk keimamatan yang menikah. Di AS dan Kanada, 36 gereja dan 30 imam telah mengambil langkah ini, dan hal yang sama sedang terjadi di Inggris Raya dan Australia. Di AS, yang terakhir adalah Gereja Episkopal St. Timothy di Catonsville, Maryland, yang melakukan voting untuk menyetujui langkah tersebut pada tanggal 10 Februari. Gereja St. Timothy mengikuti dua gereja Episkopal lainnya di daerah Baltimore yang telah bergabung dengan gereja Katolik.

Paus Benediktus mendirikan suatu sistem “ordinariate” “untuk menyediakan suatu struktur yang dapat dipakai oleh orang-orang Anglikan guna memasuki persekutuan penuh dengan Gereja Katolik” (“Ordinariate ia a permanent feature,” Catholic Herald, 20 Feb. 2013. Suatu ordinariate adalah mirip dengan suatu diocese Katolik (yaitu suatu distrik kegerejaan di bawah pengawasan seorang uskup, juga disebut bishopric see atau episcopal see), tetapi terdiri dari mantan Anglikan. Benediktus telah dipuji oleh baik Protestan maupun Baptis karena visi ekumenisnya, tetapi dengan jelas dia menyatakan bahwa tujuan akhir dari semua aktivitas ekumenis Gereja Katolik adalah untuk “restorasi penuh komuni gerejawi,” yang berarti restorasi Protestan ke dalam lingkup Katolik (Catholic Herald, 20 Feb. 2013).

Gereja Katolik telah sangat jelas dan terbuka mengenai tujuan ini sejak Konsili Vatikan Kedua di tahun 1960an. Katolik tidak pernah berpaling dari klaim mereka bahwa mereka adalah satu-satunya gereja sejati dan bahwa paus adalah kepala dari “seluruh gereja.” 

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Orang-Orang Muslim Mengamuk di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 30Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Islamic Mob Destroys Christian Area of Lahore,” Christian Post, 11 Maret 2013: “Gerombolan-gerombolan Muslim yang marah karena adanya isu tentang komentar mengejek terhadap nabi Islam, telah membakar lebih dari 180 rumah dan toko orang Kristen, dan minimal dua bangunan gereja di sini pada hari Sabtu (9 Maret), setelah otoritas kota memberitahu polisi untuk ‘membiarkan mereka melepaskan amarah dan kesedihan mereka,’ demikian kata para pejabat.

Koloni Joseph yang miskin di Lahore, terlihat seperti suatu kota yang mengalami perang pada hari Sabtu (9 Maret). Tidak ada laporan kematian jiwa, tetapi tempat ini menyerupai kehancuran di Gojra pada tahun 2009, ketika delapan orang Kristen dibakar hidup-hidup, 100 rumah dirampok dan 50 di antaranya dibakar setelah suatu tuduhan penghujatan. ‘Polisi membiarkan rumah kami dibakar dan dihancurkan … sebuah harga yang mahal yang harus dibayar jika engkau seorang Kristen di Pakistan,’ seorang penghuni daerah itu yang teridentifikasi hanya sebagai Shaukat memberitahu Morning Star News pada Sabtu malam sambil dia menjalani jalan-jalan raya yang penuh dengan perabot-perabot yang terbakar, sambil asap mengepul dari rumah-rumah kecil dan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkannya.

‘Seluruh daerah ini dibiarkan kepada gerombolan-gerombolan hanya karena seorang Kristen terlibat dalam sebuah percekcokan dengan seorang Muslim.’ Shahid Imran, seorang tukang cukur Muslim di Koloni Joseph di daerah Badami Bagh, pada hari Jumat (8 Maret) menuduh tetangga Kristennya, Sawan Masih, 26 tahun, menghujat Muhammad. Imran mengatakan bahwa Masih, yang menjalankan sebuah usaha billiard kecil, telah ‘mengolok-olok’ nabi Islam dengan mengatakan bahwa Yesus adalah nabi terbesar sepanjang masa.’

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Apakah Ayub Memiliki Satelit Cuaca?

(Berita Mingguan GITS 30Maret2013, sumber: www.creationmoments.org)

Salah satu hal yang paling aneh di zaman modern kita ini adalah ilmuwan yang berpikir ia bisa menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghakimi Alkitab. Bagaimanapun juga, banyak hal yang diterima umum sebagai ilmu pengetahuan hari ini, pertama kali diajarkan dalam Alkitab. Ayub 36:27-28 menjelaskan tentang siklus air, yaitu bahwa melalui proses penguapan, air untuk hujan besok dikumpulkan ke dalam awan. Pengkhotbah 1:7 menjelaskan mengapa sungai-sungai tidak membuat laut menjadi penuh meluap (lihat KJV). Teks itu memberitahu kita bahwa ada suatu siklus air dari sungai ke laut dan kembali lagi untuk mengisi sungai. Barulah pada tahun 350 SM, lama setelah Ayub selesai ditulis, dan lebih dari 600 tahun setelah Pengkhotbah ditulis, Aristoteles mulai mengerti siklus air.

Dan akhirnya, pada tahun 1841, seorang ilmuwan, dengan menggunakan termometer yang diciptakan Galileo pada tahun 1593 dan sebuah barometer yang diciptakan oleh Torricelli pada tahun 1643, menunjukkan bahwa awan sebenarnya berasal dari uap air yang naik ke atas. Ayub 37:9 dan Pengkhotbah 1:6 berbicara mengenai angin dan pola cuaca, yang akhirnya dikonfirmasi pada tahun 1940. Bacalah ayat-ayat ini sebelum melihat gambar dari satelit cuaca. Satelit dengan jelas memperlihatkan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci di ayat-ayat ini. Banyak fakta-fakta sains yang hari ini diterima luas pertama-tama disebut oleh Allah dalam Alkitab. Ilmu pengetahuan tidak bisa menghakimi Alkitab. Bagaimanapun juga, perlu beribu-ribu tahun bagi sains untuk menyamai Alkitab dalam pemahaman tentang hal kecil seperti cuaca.

Posted in Science and Bible | 2 Comments

Paus Baru Berdoa kepada Maria

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Salah satu tindakan pertamanya sebagai “pontiff,” Paus Franciscus mengunjungi basilika Santa Maria Major dan “berdoa kepada sang Perawan, untuk keamanan seluruh Roma” (“New Pope Francis Visits St. Mary Major,” Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Di basilika tersebut, sang paus “meninggalkan bagi sang Perawan sebuah buket bunga” dan berdoa kepadanya selama 10 menit. Santa Maria adalah salah satu dari empat “basilika patriarkhal,” yang berarti bahwa basilika-basilika ini berhubungan langsung dengan sang paus dan memiliki altar-altar kepausan, dan di sinilah terlihat salah satu kesesatan Katolik yang paling mendalam

Dibangun sekitar tahun 350 M, basilika ini direstorasi oleh Paus Sixtus III untuk mengingat deklarasi Keibuan Ilahi Maria oleh Konsili Efesus pada tahun 432. Gambar mosaik di basilika itu mengandung Maria yang sedang duduk di sebelah kanan Yesus di takhtaNya, dan sedang dimahkotai sebagai Ratu Surga oleh Yesus. Ada juga sebuah patung Maria yang prominen yang diberi nama “Maria Ratu Damai.” Di luar basilika itu, bahkan ada patung MARIA SEDANG TERSALIB BERSAMA YESUS!

Ada juga sebuah salib besar di sana, di satu sisinya Yesus sedang tergantung, di sisi lainnya ada Maria sedang menggendong bayi. Semua patung atau gambar ini mencerminkan dogma Roma bahwa Maria adalah sesama-penyelamat dengan Kristus dan bahwa Maria berdoa bagi manusia dan membantu keselamatan mereka. Perhatikan kutipan berikut dari Konsili Vatikan Kedua: “Diangkat ke Surga, dia [Maria] tidak meninggalkan tugas penyelamatannya, tetapi MELALUI DOA-DOANYA YANG BANYAK IA TERUS MEMBAWAKAN BAGI KITA KARUNIA-KARUNIA KESELAMATAN KEKAL….Jadi Perawan Mulia disebut dalam Gereja dengan gelar PENOLONG, PENGHIBUR, PEMBERKAT, dan MEDIATRIX” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 8, II, 62. hal. 382-83). Untuk foto-foto Maria di atas takhta Allah, Maria Ratu Surga, dan Maria tergantung di salib dalam karya-karya Katolik, lihat halaman berikut: http://www.wayoflife.org/maryolatry/index.html

Posted in Katolik | Leave a comment

Azusa: Roh Gereja Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada hal lain yang membangun “gereja” esa-sedunia lebih cepat daripada gerakan Pantekosta-Kharismatik. Musik penyembahan kontemporer, yang juga berada pada inti dan jiwa gereja esa-sedunia, pada dasarnya adalah musik penyembahan kharismatik. Kesesatan-kesesatan doktrinal, fenomena-fenomena tidak alkitabiah, dan musik kedagingan yang terjadi mewakili roh yang sama. Sejak tahun 1960an, denominasi-denominasi Pantekosta yang lama, yang lahir dari Jalan Azusa pada pergantian abad 20, telah bergabung dengan gerakan kharismatik dan ekumenisme radikalnya.

Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements edisi 2002 mengatakan, “Pembaharuan kharismatik membawa tekanan bagi kelompok-kelompok Pantekosta untuk memperlebar identifikasi mereka di dalam gereja universal kepada grup-grup yang sebelumnya dianggap sesat.” “Gereja universal” yang disebut ini bahkan lebih sesat lagi hari ini dibandingkan dengan pada tahun 1950an, yaitu sebelum meledaknya gerakan kharismatik, tetapi suatu “pengalaman” “bahasa lidah” dan “tanda-tanda rasuli” yang dirasakan bersama, telah mempersatukan Protestan dan Baptis dengan Roma Katolik. Perhatikan pernyataan berikut oleh “rasul” Fred Berry, kepala dari AZUSAFest, sebuah festival musik kontemporer kharismatik yang dijadwalkan akan berlangsung di Brazil pada bulan April: “Dengan terpilihnya Paus Franciscus, jumlah orang-orang Katolik Amerika Selatan yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan berbahasa lidah menembus rekor, dan jumlah orang percaya Brazil yang dipenuhi Roh Kudus meningkat, kita sedang berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat” (“AZUSAFEST Returns to Sao Paulo,” Christian Newswire, 14 Maret 2013).

Gereja-gereja Baptis yang percaya Alkitab yang sedang bermain-main dengan musik penyembahan kontemporer, karena gembala-gembalanya tidak mengerti akan hal ini, atau terlalu sombong untuk mempelajari isu ini, sedang bermain api. Dan, generasi berikutlah yang akan terpanggang dalam nyala api kesesatan akhir zaman.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta | 3 Comments

Paus Baru Dicintai Para Injili

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya Paus yang baru akan bersikap informal, mirip dengan Yohanes Paulus II. Setelah pemilihannya, ia menerima penghormatan dari teman-teman uskupnya sambil berdiri, bukan sambil duduk di takhta kepausan. Ia juga berkendaraan di minibus yang sama yang ia pakai untuk datang, bersama dengan para kardinal lainnya, bukan dengan mobil kepausan yang telah disediakan baginya. Ia berhenti di hotel tempat ia menginap dan membayar bonnya dan membawa kopernya sendiri (“New Pope Francis Visits St. Mary Major,” Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Sepertinya ia juga memiliki rasa humor, karena ia menyapa para kardinal pada saat makan malam dengan kata-kata “Kiranya Allah mengampuni kalian [atas apa yang telah kalian lakukan].”

Paus Franciscus berkomitmen terhadap aktivisme keadilan sosial, dan mengritik “tidak adilnya distribusi barang-barang,” dan berbicara mengenai dosa sosial lebih daripada dosa pribadi. Semua hal ini akan sangat membantu gerakan ekumene, terutama di kalangan Protestan, Injili, dan emergent yang sedang membangun kerajaan masing-masing. Rick Warren telah menerima sang Paus dengan hangat, sebagaimana dilaporkan oleh Christian News Network, 13 Maret 2013: “Setelah Bergoglio ditunjuk sebagai penerus hari ini, Warren menulis di Twitter kepada lebih dari 900.000 pengikutnya, ‘Selamat datang Paus Franciscus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio. Anda kami doakan.’ Ia memasukkan juga hashtag ‘habemus papum,’ yang berarti ‘kita memiliki seorang paus!’”Luis Palau memuji paus baru tersebut, dengan mengatakan bahwa “ia mengenal Yesus Kristus” dan “sangat rohani” dan “berpusat pada Alkitab” dan “berpusat pada Injil” (“Why It Matters that Pope Francis Drinks Mate with Evangelicals,” Christianity Today, 14 maret 2013). Tentu saja ini semua sangatlah konyol. Leith Anderson, presiden dari National Association of Evangelicals, mengatakan bahwa paus baru “dapat membawa kita kembali kepada perhatian yang alkitabiah dan Kristiani terhadap orang-orang miskin” (“Why Pope Francis Excites (Most) Evangelical Leaders,” Christianity Today, 14 Maret 2013).

Fakta bahwa seorang pemimpin Injili besar mengatakan bahwa paus Roma Katolik dapat membawa dia kembali kepada Alkitab dalam pengertian apapun, memperlihatkan betapa sesatnya kondisi kekristenan, dan betapa jauhnya kita telah bergerak menuju suatu “gereja” esa-sedunia. Ben Stiller, dari World Evangelical Alliance, mengatakan bahwa “dalam 500 tahun, belum pernah dua sisi ini [Injili dan Katolik] lebih dekat satu sama lain seperti sekarang” (“A Pope for All Christians,” Christian Today, 13 Maret 2013). Gary Bauer, presiden dari American Values, mendorong para Injili untuk bersukacita akan pemilihan Paus baru, dan percaya bahwa paus baru ini akan melanjutkan program yang dimulai oleh Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI mengenai “suatu era Injili bagi Gereja Katolik” (“Why Evangelicals Should Care about the New Pope” USA Todayi, 17 Maret 2013). Orang-orang yang populer dan berpengaruh ini adalah orang-orang buta yang menuntut orang-orang buta lainnya.

Posted in Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Injil Palsu Presiden Obama

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC, Presiden AS Barak Obama menyatakan pandangannya tentang “pesan inti dari Injil” sebagai berikut: “bahwa kita menganggap semua orang sebagai anak-anak Allah, bahwa kita mengasihi mereka sebagaimana Yesus Kristus mengajarkan agar kita mengasihi mereka” (“Obama Speaks to the Central Message of the Gospel,” blog.godreports.com, 13 Maret 2013). Obama mengatakan bahwa suatu kunjungan bersama Billy Graham pada tahun 2010 telah memimpinnya kepada kehidupan renungan pribadi yang lebih berapi-api, terutama berkaitan dengan doa, dan dia juga mengatakan bahwa dia sering bertelponan dengan dua gembala sidang megachurch, Joel Hunter dan T. D. Jakes. Tetapi seorang yang memegang Injil yang palsu tidak mungkin adalah Kristen sejati.

Rasul Paulus menerima Injil langsung dari Yesus Kristus sebagai berikut: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor. 15:3-4). Injil menyatakan bahwa semua manusia adalah orang berdosa yang terhilang, dan bahwa keselamatan hanyalah melalui iman pribadi dalam karya salib Kristus dan kebangkitan badaniNya. Obama memegang suatu injil universalis di mana semua orang adalah anak-anak Allah dan banyak agama adalah masing-masing jalan menuju suatu Allah yang sulit didefinisikan. Karena nama-nama mereka disebut dalam wawancara Obama tersebut, kita menyerukan kepada Billy Graham, Joel Hunter, T. D. Jakes untuk mengutuk injil palsu Obama, agar mengklarifikasikan kebenaran dalam pikiran dan hati banyak orang yang sedang beresiko dibingungkan mengenai sifat kekristenan sejati dan jalan keselamatan. Tentu saja kita tidak terlalu yakin hal itu akan terjadi.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tikus Tanah Bisa Mencium Secara Stereo

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Moles Can Smell,” Brian Thomas, Institute for Creation Research, 27 Februar 2013: “Melihat dan mendengar secara stereo dapat membantu makhluk-makhluk yang tinggal di atas tanah, tetapi tikus tanah memerlukan perlengkapan yang berbeda. Biologis Kenneth Catania dari Universitas Vanderbilt melakukan tiga eksperimen pintar untuk melihat apakah tikus tanah Amerika timur yang buta dapat “mencium secara stereo.” Pertama ia membangun ruangan dengan banyak jalur keluar. Di tengah ruangan ini ia menaruh tikus tanah.

Ia menaruh sedikit cacing tanah, makanan favorit tikus tanah, di ujung salah satu jalur itu dan memperhatikan. Dalam setiap kali percobaan, tikus tanah itu pertama-tama mencium-cium udara, menggerak-gerakkan kepalanya, lalu bergerak persis ke makanan. Nature Communications mempublikasikan hasil eksperimen ini. Untuk eksperimen kedua, Catania memblokir lubang hidung kiri sang tikus tanah. Ini mengganggu akurasi dari penciuman binatang ini secara konsisten ke sebelah kiri. Hasil yang serupa terjadi ketika Catania memblokir hanya lubang hidung kanan. Akhirnya, Catania memasukkan dua selang kepada kedua sisi hidung, tetapi selang-selang itu disilangkan, sehingga setiap lubang hidung mengakses udara yang biasanya diakses oleh lubang hidung yang satunya lagi…Makhluk yang kasihan ini benar-benar bingung total. …Penciuman stereo hanya bisa bekerja jika sistem saraf dapat mendeteksi perbedaan kekuatan bau yang memasuki masing-masing lubang hidung. Mengingat betapa kecilnya jarak antara lubang hidung yang satu dengan yang lainnya, ketepatan dan miniaturisasi alat biologis pendeteksi zat kimiawi yang dimiliki oleh tikus tanah sungguhlah di luar imajinasi. Diperhatikan ataupun diabaikan, seseorang dapat selalu mendeteksi jejak-jejak seorang Desainer ulung di balik desain ulung manapun. Dan, tikus-tikus tanah ini sungguh memberikan aroma desain yang indah.”

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Berpakaian Kain Ungu dan Kirmizi

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.‘” (Wah. 17:4-5).

Foto-foto para kardinal yang berkumpul di Vatikan untuk acara pemilihan paus baru terlihat seperti suatu lautan ungu dan kirmizi (merah). Satu foto memperlihatkan para kardinal memakai topi merah, dan para uskup agung memakai yang warna ungu. Warna pakaian-pakaian gerejawi Roma berubah-ubah sedikit tergantung situasi, tetapi para kardinal biasanya memakai suatu cassock atau jubah panjang dari wol kirmizi atau wol hitam yang dihiasi tepian kirmizi, sebuah cappa magna (semacam jubah dengan buntut yang panjang dan mantel bahu yang berkerudung) kirmizi, kaus kaki kirmizi, dan sebuah ikat pinggang sutra berwarna kirmizi. Sebelum konsili Vatikan II, mereka juga memakai sebuah jubah merah, topi merah, dan sepatu merah. Uskup berpakaian serupa, tetapi mereka memakai cassock berwarna ungu dan sebuah mantelleta ungu, yang adalah semacam pakaian mirip rompi yang tidak berlengan. Imam-imam biasa dalam Katolik juga memakai pakaian ungu dan kirmizi dalam berbagai acara, seperti Jumat Agung dan Advent.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | Leave a comment