Azusa: Roh Gereja Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada hal lain yang membangun “gereja” esa-sedunia lebih cepat daripada gerakan Pantekosta-Kharismatik. Musik penyembahan kontemporer, yang juga berada pada inti dan jiwa gereja esa-sedunia, pada dasarnya adalah musik penyembahan kharismatik. Kesesatan-kesesatan doktrinal, fenomena-fenomena tidak alkitabiah, dan musik kedagingan yang terjadi mewakili roh yang sama. Sejak tahun 1960an, denominasi-denominasi Pantekosta yang lama, yang lahir dari Jalan Azusa pada pergantian abad 20, telah bergabung dengan gerakan kharismatik dan ekumenisme radikalnya.

Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements edisi 2002 mengatakan, “Pembaharuan kharismatik membawa tekanan bagi kelompok-kelompok Pantekosta untuk memperlebar identifikasi mereka di dalam gereja universal kepada grup-grup yang sebelumnya dianggap sesat.” “Gereja universal” yang disebut ini bahkan lebih sesat lagi hari ini dibandingkan dengan pada tahun 1950an, yaitu sebelum meledaknya gerakan kharismatik, tetapi suatu “pengalaman” “bahasa lidah” dan “tanda-tanda rasuli” yang dirasakan bersama, telah mempersatukan Protestan dan Baptis dengan Roma Katolik. Perhatikan pernyataan berikut oleh “rasul” Fred Berry, kepala dari AZUSAFest, sebuah festival musik kontemporer kharismatik yang dijadwalkan akan berlangsung di Brazil pada bulan April: “Dengan terpilihnya Paus Franciscus, jumlah orang-orang Katolik Amerika Selatan yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan berbahasa lidah menembus rekor, dan jumlah orang percaya Brazil yang dipenuhi Roh Kudus meningkat, kita sedang berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat” (“AZUSAFEST Returns to Sao Paulo,” Christian Newswire, 14 Maret 2013).

Gereja-gereja Baptis yang percaya Alkitab yang sedang bermain-main dengan musik penyembahan kontemporer, karena gembala-gembalanya tidak mengerti akan hal ini, atau terlalu sombong untuk mempelajari isu ini, sedang bermain api. Dan, generasi berikutlah yang akan terpanggang dalam nyala api kesesatan akhir zaman.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta | 3 Comments

Paus Baru Dicintai Para Injili

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya Paus yang baru akan bersikap informal, mirip dengan Yohanes Paulus II. Setelah pemilihannya, ia menerima penghormatan dari teman-teman uskupnya sambil berdiri, bukan sambil duduk di takhta kepausan. Ia juga berkendaraan di minibus yang sama yang ia pakai untuk datang, bersama dengan para kardinal lainnya, bukan dengan mobil kepausan yang telah disediakan baginya. Ia berhenti di hotel tempat ia menginap dan membayar bonnya dan membawa kopernya sendiri (“New Pope Francis Visits St. Mary Major,” Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Sepertinya ia juga memiliki rasa humor, karena ia menyapa para kardinal pada saat makan malam dengan kata-kata “Kiranya Allah mengampuni kalian [atas apa yang telah kalian lakukan].”

Paus Franciscus berkomitmen terhadap aktivisme keadilan sosial, dan mengritik “tidak adilnya distribusi barang-barang,” dan berbicara mengenai dosa sosial lebih daripada dosa pribadi. Semua hal ini akan sangat membantu gerakan ekumene, terutama di kalangan Protestan, Injili, dan emergent yang sedang membangun kerajaan masing-masing. Rick Warren telah menerima sang Paus dengan hangat, sebagaimana dilaporkan oleh Christian News Network, 13 Maret 2013: “Setelah Bergoglio ditunjuk sebagai penerus hari ini, Warren menulis di Twitter kepada lebih dari 900.000 pengikutnya, ‘Selamat datang Paus Franciscus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio. Anda kami doakan.’ Ia memasukkan juga hashtag ‘habemus papum,’ yang berarti ‘kita memiliki seorang paus!’”Luis Palau memuji paus baru tersebut, dengan mengatakan bahwa “ia mengenal Yesus Kristus” dan “sangat rohani” dan “berpusat pada Alkitab” dan “berpusat pada Injil” (“Why It Matters that Pope Francis Drinks Mate with Evangelicals,” Christianity Today, 14 maret 2013). Tentu saja ini semua sangatlah konyol. Leith Anderson, presiden dari National Association of Evangelicals, mengatakan bahwa paus baru “dapat membawa kita kembali kepada perhatian yang alkitabiah dan Kristiani terhadap orang-orang miskin” (“Why Pope Francis Excites (Most) Evangelical Leaders,” Christianity Today, 14 Maret 2013).

Fakta bahwa seorang pemimpin Injili besar mengatakan bahwa paus Roma Katolik dapat membawa dia kembali kepada Alkitab dalam pengertian apapun, memperlihatkan betapa sesatnya kondisi kekristenan, dan betapa jauhnya kita telah bergerak menuju suatu “gereja” esa-sedunia. Ben Stiller, dari World Evangelical Alliance, mengatakan bahwa “dalam 500 tahun, belum pernah dua sisi ini [Injili dan Katolik] lebih dekat satu sama lain seperti sekarang” (“A Pope for All Christians,” Christian Today, 13 Maret 2013). Gary Bauer, presiden dari American Values, mendorong para Injili untuk bersukacita akan pemilihan Paus baru, dan percaya bahwa paus baru ini akan melanjutkan program yang dimulai oleh Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI mengenai “suatu era Injili bagi Gereja Katolik” (“Why Evangelicals Should Care about the New Pope” USA Todayi, 17 Maret 2013). Orang-orang yang populer dan berpengaruh ini adalah orang-orang buta yang menuntut orang-orang buta lainnya.

Posted in Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Injil Palsu Presiden Obama

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC, Presiden AS Barak Obama menyatakan pandangannya tentang “pesan inti dari Injil” sebagai berikut: “bahwa kita menganggap semua orang sebagai anak-anak Allah, bahwa kita mengasihi mereka sebagaimana Yesus Kristus mengajarkan agar kita mengasihi mereka” (“Obama Speaks to the Central Message of the Gospel,” blog.godreports.com, 13 Maret 2013). Obama mengatakan bahwa suatu kunjungan bersama Billy Graham pada tahun 2010 telah memimpinnya kepada kehidupan renungan pribadi yang lebih berapi-api, terutama berkaitan dengan doa, dan dia juga mengatakan bahwa dia sering bertelponan dengan dua gembala sidang megachurch, Joel Hunter dan T. D. Jakes. Tetapi seorang yang memegang Injil yang palsu tidak mungkin adalah Kristen sejati.

Rasul Paulus menerima Injil langsung dari Yesus Kristus sebagai berikut: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Kor. 15:3-4). Injil menyatakan bahwa semua manusia adalah orang berdosa yang terhilang, dan bahwa keselamatan hanyalah melalui iman pribadi dalam karya salib Kristus dan kebangkitan badaniNya. Obama memegang suatu injil universalis di mana semua orang adalah anak-anak Allah dan banyak agama adalah masing-masing jalan menuju suatu Allah yang sulit didefinisikan. Karena nama-nama mereka disebut dalam wawancara Obama tersebut, kita menyerukan kepada Billy Graham, Joel Hunter, T. D. Jakes untuk mengutuk injil palsu Obama, agar mengklarifikasikan kebenaran dalam pikiran dan hati banyak orang yang sedang beresiko dibingungkan mengenai sifat kekristenan sejati dan jalan keselamatan. Tentu saja kita tidak terlalu yakin hal itu akan terjadi.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tikus Tanah Bisa Mencium Secara Stereo

(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Moles Can Smell,” Brian Thomas, Institute for Creation Research, 27 Februar 2013: “Melihat dan mendengar secara stereo dapat membantu makhluk-makhluk yang tinggal di atas tanah, tetapi tikus tanah memerlukan perlengkapan yang berbeda. Biologis Kenneth Catania dari Universitas Vanderbilt melakukan tiga eksperimen pintar untuk melihat apakah tikus tanah Amerika timur yang buta dapat “mencium secara stereo.” Pertama ia membangun ruangan dengan banyak jalur keluar. Di tengah ruangan ini ia menaruh tikus tanah.

Ia menaruh sedikit cacing tanah, makanan favorit tikus tanah, di ujung salah satu jalur itu dan memperhatikan. Dalam setiap kali percobaan, tikus tanah itu pertama-tama mencium-cium udara, menggerak-gerakkan kepalanya, lalu bergerak persis ke makanan. Nature Communications mempublikasikan hasil eksperimen ini. Untuk eksperimen kedua, Catania memblokir lubang hidung kiri sang tikus tanah. Ini mengganggu akurasi dari penciuman binatang ini secara konsisten ke sebelah kiri. Hasil yang serupa terjadi ketika Catania memblokir hanya lubang hidung kanan. Akhirnya, Catania memasukkan dua selang kepada kedua sisi hidung, tetapi selang-selang itu disilangkan, sehingga setiap lubang hidung mengakses udara yang biasanya diakses oleh lubang hidung yang satunya lagi…Makhluk yang kasihan ini benar-benar bingung total. …Penciuman stereo hanya bisa bekerja jika sistem saraf dapat mendeteksi perbedaan kekuatan bau yang memasuki masing-masing lubang hidung. Mengingat betapa kecilnya jarak antara lubang hidung yang satu dengan yang lainnya, ketepatan dan miniaturisasi alat biologis pendeteksi zat kimiawi yang dimiliki oleh tikus tanah sungguhlah di luar imajinasi. Diperhatikan ataupun diabaikan, seseorang dapat selalu mendeteksi jejak-jejak seorang Desainer ulung di balik desain ulung manapun. Dan, tikus-tikus tanah ini sungguh memberikan aroma desain yang indah.”

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Berpakaian Kain Ungu dan Kirmizi

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.‘” (Wah. 17:4-5).

Foto-foto para kardinal yang berkumpul di Vatikan untuk acara pemilihan paus baru terlihat seperti suatu lautan ungu dan kirmizi (merah). Satu foto memperlihatkan para kardinal memakai topi merah, dan para uskup agung memakai yang warna ungu. Warna pakaian-pakaian gerejawi Roma berubah-ubah sedikit tergantung situasi, tetapi para kardinal biasanya memakai suatu cassock atau jubah panjang dari wol kirmizi atau wol hitam yang dihiasi tepian kirmizi, sebuah cappa magna (semacam jubah dengan buntut yang panjang dan mantel bahu yang berkerudung) kirmizi, kaus kaki kirmizi, dan sebuah ikat pinggang sutra berwarna kirmizi. Sebelum konsili Vatikan II, mereka juga memakai sebuah jubah merah, topi merah, dan sepatu merah. Uskup berpakaian serupa, tetapi mereka memakai cassock berwarna ungu dan sebuah mantelleta ungu, yang adalah semacam pakaian mirip rompi yang tidak berlengan. Imam-imam biasa dalam Katolik juga memakai pakaian ungu dan kirmizi dalam berbagai acara, seperti Jumat Agung dan Advent.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | Leave a comment

Pemilihan Paus dan 1 Tesalonika 5:21

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tes. 5:21). Kitab Suci dapat menjadikan manusia “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17), yang berarti bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas untuk iman dan praktek orang Kristen. Segala sesuatu haruslah diuji oleh Otoritas yang sempurna ini, dan ketika tes ini dilakukan terhadap pemilihan paus dan situasi di Roma, tidak ada yang didapatkan baik menurut standar Alkitab.

Semuanya terbukti sebagai kesesatan. Dalam Kitab Suci kita tidak menemukan adanya paus, tidak ada kardinal, tidak ada uskup agung, tidak ada kota Vatikan, tidak ada kursi kepausan, tidak ada keimamatan spesial (hanya ada keimamatan orang percaya), tidak ada misa, tidak ada lilin-lilin, tidak ada lonceng-lonceng, tidak ada kemenyan, tidak ada santo santa (hanya status orang kudus bagi semua orang percaya melalui pengudusan pada kayu salib), tidak ada pemujaan Maria, tidak ada Ratu Surga, tidak ada doa bagi orang mati, tidak ada pemujaan relik-relik kuno, tidak ada baju-baju gerejawi, tidak ada suster-suster, tidak ada “selibet” yang diharuskan, tidak ada baptisan bayi, tidak ada pengakuan dosa kepada imam manusia, tidak ada bangunan kudus, tidak ada katedral, tidak ada pahatan salib yang dibawa ke mana-mana, tidak ada rosario, tidak ada scapular, tidak ada sumpah rahasia.

Kepausan katanya dibangun di atas Petrus, tetapi seperti yang telah diobservasi oleh umat Allah, Petrus sama sekali tidak memiliki mahkota, emas, negara, ataupun duta-duta besar. Petrus tidak mencoba untuk memerintah atas gereja-gereja, dan dia adalah seorang yang menikah. “Orang-orang Injili” yang berbicara tentang Gereja Roma Katolik seolah-olah sebagai gereja sejati dalam pengertian apapun, sedang memberontak terhadap Firman Allah dan adalah bagian dari kesesatan akhir zaman.

Posted in Katolik | Leave a comment

Profesor Fuller Seminary Memuji Paus Karena Mempromosikan Ekumenisme

(Berita Mingguan GITS 16 Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Profesor Cecil Robeck, Jr., dari Fuller Seminary, memuij Paus Benediktus karena “komitmennya kepada ekumenisme” (“Protestant Scholar Lauds Benedict’s Ecumenical Stride,” Catholic News Agency, 24 Feb. 2013). Robeck, yang juga adalah seorang pelayan gereja Sidang Jemaat Allah, telah berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan ekumenis di Vatikan dan di Assisi. Dia memuji hubungan Paus yang hangat dengan kaum Pantekosta, Injili, Protestan, dan Orthodoks, dan program New Evangelization-nya Paus, yang “membantu semua gereja-gereja kita untuk memikirkan ulang masalah penginjilan.” Ini adalah bukti lain lagi tentang kebutaan rohani para “injili” hari ini dan fakta bahwa pembentukan gereja esa-sedunia sedang berlangsung dengan cepat di balik layar.

Konsili Vatikan Kedua pada tahun1960an adalah suatu langkah penting dalam program ini, dan Sidang Jemaat Allah khususnya, juga gerakan Pantekosta-Kharismatik pada umumnya, telah berada di garis depan perjuangan agenda-agenda ekumenis, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movements: History and Error. Perhatikan David DuPlessis, yang dikenal sebagai “Mr. Pantekosta.” Pengkhotbah Sidang Jemaat Allah ini diundang untuk menghadiri Vatican II dan bertindak sebagai ketua bersama dalam sepuluh sidang dialog formal Pantekosta-Roma Katolik antara tahun 1972 dan 1982. Dia tertipu oleh dorongan-dorongan Pantekosta-nya yang sesat untuk mempercayai perasaannya lebih daripada Kitab Suci.

Sebagai hasilnya, dia menerima “nubuat-nubuat” dan “kata-kata” yang mendorong dia untuk menerima Gereja Roma Katolik. Sewaktu suatu Misa Kepausan, dia mendapatkan suatu pengalaman emosional yang kuat dan merasa bahwa dia dibersihkan dari kecurigaan tentang doktrin Katolik dan bahwa dia dapat dengan siap menerima imam-imam Katolik sebagai saudara-saudara dalam Kristus tanpa penghakiman apapun (A Man Called Mr. Pentecost, hal. 215-216). DuPlessis mencari kehendak Allah melalui “berdoa dalam bahasa lidah,” yang sudah jelas adalah jalan menuju penipuan rohani. Gerakan kharismatik adalah salah satu dari banyak kekuatan besar yang sedang menciptakan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Musik penyembahan kontemporer dan doa kontemplatif adalah dua faktor utama lainnya. Paus Benediktus baru-baru ini mengundurkan diri dari kepausan dan Paus Francis telah terpilih sebagai pemimpin Katolik berikutnya. Kita bisa merasa yakin bahwa dia pasti akan melanjutkan program ekumenis.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Rick Warren & Oprah Winfrey

(Berita Mingguan GITS Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 24 Februari (2013), Rick Warren muncul untuk kedua kalinya dalam acara Lifeclass milik Oprah Winfrey untuk mendiskusikan tujuan kehidupan. Seperti yang dia lakukan dalam penampilannya di Ted Talks, Warren tidak menyinggung dosa, pertobatan, salib, ataupun kebangkitan Yesus Kristus. Sebaliknya, dia memberikan suatu dosis besar kuasa berpikir positif, yang tidaklah mengherankan karena itu adalah tema utama Oprah dan dia tidak mungkin mengundang Warren kalau dia berpikir Warren akan memberitakan pesan Injil yang tegas. Winfrey adalah salah satu promotor kesesatan New Age yang paling berpengaruh di dunia hari ini; namun demikian dia mengklaim diri seorang Kristen, bahkan seorang Baptis. Dia sering berbicara tentang bagaimana dia dibesarkan dan bagaimana gereja membentuk kehidupannya, tetapi dia mencampurkan iman Kristiani dengan spiritualitas kafir. Dia dibesarkan di sebuah gereja Baptis di Mississippi, putri seorang diaken. Setelah masa muda yang penuh pemberontakan, dia “bertobat” dan bergabung dengan sebuah gereja Baptis di Nashville dan sering berbicara dalam konteks gereja; tetapi dia menolak “hal-hal negatif” dari iman alkitabiah, seperti kejatuhan manusia dan keselamatan hanya melalui Kalvari. Dia menggunakan istilah-istilah alkitabiah tetapi mendefinisikan kata-kata itu dengan kamus New Age. Dalam sebuah acara dengan Shirley MacLaine, Oprah mengatakan bahwa lahir baru sama dengan “terhubung kepada Diri sendiri yang lebih tinggi” dan bahwa “mintalah maka akan diberikan kepadamu” adalah sama dengan mencari jawaban di dalam “Dirimu yang intuitif” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Buku Oprah dari tahun 2005, Live Your Best Life, mempromosikan filosofinya bahwa segala sesuatu adalah satu, manusia bersifat ilahi, dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. Injilnya adalah bahwa manusia tidaklah berdosa, Allah bukanlah hakim, semuanya baik-baik saja dalam alam semesta, dan saya hanya perlu mengikuti arus. Dia mendorong orang untuk bermeditasi dan berdoa, tetapi tidaklah penting kepada siapa atau apa engkau berdoa: “kepada Allah atau kepada Masa Depan Bahagia atau kepada Segala Sesuatu yang Ilahi atau kepada Segala Sesuatu yang Kasih,” atau apapun juga. Dia mengatakan bahwa guru-guru hebat bukan datang “untuk mengajarkan kita keilahian mereka tetapi mengajarkan kita keilahian kita sendiri” (Wendy Kaminer, “Why We Love Gurus,” Newsweek, 20 Okt. 1997). Dalam suatu acara Lifeclass pada bulan April 2012, Oprah mengatakan, “Saya percaya, ada suatu benang kekuatan energi kesadaran diri ilahi, yang menghubungkan kita semua, kepada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri” (“Oprah,” Christian Post, 16 Okt. 2012). Oprah telah memparadekan banyak guru-guru New Age ke hadapan para penontonnya yang muda tertipu, termasuk Della Reese, Shirley MacLaine, John Edward, Wayne Dyer, Shakti Gawain, Raymond Moody, Marilyn Ferguson, Betty Eadie, Sarah Breathnach, Debbie Ford, M. Scott Peck, Esther Hicks, Jack Canfield, John Gray, Eric Butterworth, Caroline Myss, Maya Angelou, Marianne Williamson, Eckhart Tolle, dan Deepak Chopra. Rick Warren, tentu saja, sama sekali tidak memiliki teguran terhadap kesesatan-kesesatan besar Oprah, dan itu sungguh tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

53 Orang Kristen Ditangkap oleh Polisi Agama Saudi

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Saudi Arabia,” AsiaNews.it, 20 Feb. 2013: “Saudi Arabia telah menangkap 53 orang Kristen Etiopia – 46 wanita dan 6 lelaki – karena mereka mengadakan pertemuan doa di sebuah rumah pribadi. Pejabat polisi telah menyegel rumah itu dan menciduk orang-orang percaya itu, sambil menuduh tiga pemimpin rohaninya mencoba menobatkan orang-orang Muslim kepada kekristenan. Insiden ini terjadi di Dammam, ibukota Propinsi Timur di Kerajaan itu, dan bertanggal 8 Februari, tetapi barulah dilaporkan akhir-akhir ini oleh sumber-sumber yang berkaitan dengan World Evangelical Alliances’ Religious Liberty Commission…Saudi Arabia tidak mengakui, atau melindungi, ekspresi religius selain Islam. Para polisi agama (muttawa) mengontrol ketat negara itu untuk menghilangkan semua Alkitab, Salib, dan pertemuan-pertemuan Kristen. Dan bahkan jika keluarga raja mengizinkan praktek agama selain Islam, jika dilakuan secara pribadi, agen-agen muttawa tidak mau tahu perbedaannya.

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Departemen Kehakiman Obama Berargumen Bahwa Anak-Anak Tidak Memerlukan Ayah dan Ibu

(Berita Mingguan GITS 9Maret2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CNSNews.com, 3 Maret 2013: “Departemen Kehakiman Obama sedang berargumen di Mahkamah Agung AS bahwa anak-anak tidak memerlukan ibu. Argumen Departemen Kehakiman mengenai tidak diperlukannya ibu, dipresentasikan dalam kasus Hollingsworth v. Perry, yang mempertanyakan kesahihan Proposisi 8, yaitu suatu Undang-Undang yang disetujui melalui pemungutan suara di Kalifornia yang mengamandemen UUD Kalifornia untuk mengatakan bahwa pernikahan melibatkan hanya satu laki-laki dan satu perempuan. Departemen Kehakiman AS mempresentasikan kesimpulan mereka tentang tanggung jawab orangtua sambil menolak argumen yang dibuat oleh para pendukung Proposisi 8 bahwa keluarga tradisional dengan dua orang tua, dipimpin oleh seorang ayah dan seorang ibu, adalah tempat yang ideal, didukung oleh alam sendiri, untuk membesarkan seorang anak. Pemerintah Obama berargumen bahwa ini tidak benar. Mereka berargumen bahwa anak-anak tidak memerlukan seorang ayah atau seorang ibu dan bahwa memiliki dua orang ayah atau dua orang ibu sama baiknya dengan memiliki masing-masing satu. …Untuk mendukung argumen ini, salah satu dokumen yang dikutip oleh pemerintah adalah suatu “pernyataan kebijaksanaan” dari American Psychological Association. Pernyataan itu mengklaim bahwa beberapa penelitian mengindikasikan orang tua sama jenis bisa jadi “superior” dibandingkan keluarga dengan ibu-dan-ayah, tetapi lalu mengakui bahwa sangat sedikit data aktual mengenai hasil membesarkan

anak dalam keluarga dengan dua ayah.” EDITOR: Semua ini menunjukkan bahwa nubuat Alkitab sangat benar. Menjelang kedatangan Yesus, suasana dunia akan serupa dengan Sodom dan Gomora yang terkenal dengan sikap homoseksual mereka. “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya” (Luk. 17:28-30).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment