Sistem Kredit Sosial Cina Telah Mencekal 13 Juta Orang; Venezuela Menggunakannya untuk Mengendalikan Akses Kepada Makanan dan Obat

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China: Social Credit System,” Breitbart, 4 Mei 2019: “Koran Global Times yang dikendalikan oleh pemerintah Cina, menyingkapkan pada hari Senin dalam sebuah kolum yang mempertahankan “sistem kredit sosial” negara otoritarian tersebut, bahwa rezim komunis telah memasukkan 13,49 juta rakyat Cina ke dalam daftar hitam sebagai ‘tidak dapat dipercaya.’ Artikel tersebut tidak menspesifikasikan apa yang dilakukan oleh individu-individu ini sehingga mereka masuk dalam daftar hitam tersebut, walaupun rezim telah menyingkapkan bahwa sistem memberikan skor angka kepada setiap rakyat Cina berdasarkan pada seberapa Partai Komunis menyetujui tindakan-tindakannya. Tindakan apapun seperti menyeberang jalan bukan pada tempatnya, membawa anjing jalan tanpa tali kekang, hingga mengkritik pemerintah di internet, sampai tindakan-tiondakan kriminal yang lebih serius, penuh kekerasan, dan korup, dapat menurunkan skor angka seseorang. Konsekuensi dari angka kredit yang rendah adalah bervariasi, tetapi paling umum pada saat ini bermanifestasi pada restriksi terhadap kemampuan berperjalanan. Cina dijadwalkan akan menyelesaikan implementasi sistem tersebut di seluruh negeri pada tahun 2020. Sambil tanggal tersebut mendekat, cabang propaganda pemerintah semakin meningkatkan promosi terhadap sistem ini sebagai sesuatu yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang berbudaya. … ‘Sampai dengan Maret, 13,49 juta inidividu telah diklasifikasikan sebagai tidak dapat dipercayai dan telah menolak akses kepada 20,47 juta tiket pesawat dan 5,71 juta tiket kereta api cepat karena tidak jujur,’ lapor Global Times, mengutip Komisi Pembangungan dan Reformasi Nasional (NDRC) pemerintah. Di antara contoh-contoh baru yang diangkat oleh koran tersebut sebagai tindakan tidak jujur adalah gagal membayar biaya parkir, ‘makan di kereta,’ dan mengganti pekerjaan dengan ‘tujuan buruk.’ …Selain pembatasan akses untuk berperjalanan, hukuman lain yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina pada bulan Maret adalah menggunakan suatu ringtone yang memalukan untuk memperingati orang-orang bahwa seseorang dengan nilai kredit rendah ada di tengah mereka. Dalam sistem tersebut, semua perilaku publik, demikian keterangan dari Global Times pada hari Senin, akan dibagi menjadi ‘urusan administratif, aktivitas komersial, perilaku sosial, dan sistem yudisial’ ketika sistem ini sudah komplit. Tidak ada tindakan yang akan terlalu kecil untuk mempengaruhi skor angka. … Menggunakan perusahaan yang secara nominal adalah perusahaan pribadi, ZTE, Cina menjual suatu versi sistem kredit mereka ini kepada diktator sosialis Nicolas Maduro di Venezuela. Sistem tersebut dilaporkan akan bekerja melalui “Kartu Fatherland, sebuah kartu pembagian yang dipakai untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan kepada para pendukung Maduro. Siapapun yang mengindikasikan perlawanan terhadap rezim akan membahayakan suplai makanan mereka. Dengan tekonologi ZTE, ‘Kartu Fatherland’ dapat melacak pembelian dan lokasi real-time dari orang Venezuela manapun.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Parade Gay di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Parade gay tahunan di Yerusalem diadakan pada tanggal 6 Juni, dengan kira-kira 10.000-15.000 peserta. Untuk melawan protes yang dilangsungkan oleh kaum ultra-ortodoks, polisi turun secara masal, dengan seorang petugas setiap 10 sampai 20 meter di samping rute parade dan dengan helikopter dan drone di angkasa. Amir Ohana, Menteri Kehakiman Israel pertama yang homoseksual, dan baru saja diangkat beberapa jam yang lalu oleh Benjamin Netanyahu, ikut serta dalam parade tersebut. Pemerintah kota tersebut menolak permintaan Rabbi Aryeh Stern untuk menghilangkan bendera-bendera pelangi, dan sebaliknya memerintahkan penyitaan terhadap poster-poster protes yang berbunyi, “Ayah dan Ibu = Keluarga. Berani untuk menjadi normal.” Tidak heran bahwa Alkitab menyebut Yerusalem “Sodom” dalam Wahuu 11:8. Sementara itu, di kota kedua terbesar di Israel, parade gay tahunan ke-21 Tel Aviv dijadwalkan untuk berlangsung tanggal 14 Juni, di tengah-tengah sebulan penuh festival homoseksual yang terbesar di dunia. Sekitar 200.000an ribu orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam parade tersebut. Hilton Beach di Tel Aviv baru-baru ini dipilih sebagai “salah satu pantai gay terbaik di dunia” (“Pride Comes to Tel Aviv for the 21st Time,” Jerusalem Post, 5 Juni 2019). Pusat komunitas LGBT kota tersebut dibiayai oleh pemerintah, dengan para pekerjanya menerima gaji dari kota. Sangat jelas bahwa kembalinya Israel ke tanahnya pada saat ini, bukanlah penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Baru. “Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji” (Yeh. 36:24-31). Kembalinya mereka pada saat ini adalah untuk tujuan mempersiapkan penggenapan minggu ke-70 Daniel (Daniel 9:27), ketika Israel akan membangun kembali Bait dan membuat perjanjian dengan Antikristus yang akan memimpin kepada kembalinya Kristus sejati Israel, yaitu Yesus, dan pendirian kerajaanNya.

Posted in LGBT | Leave a comment

Mengapa Orang-Orang Tertipu oleh Kesalahan Kharismatik?

Oleh Dr. David Cloud, terjemahan oleh Dr. Steven Liauw

Mengapakah begitu banyak orang tertipu oleh kesalahan kharismatik? Seharusnya sangat jelas bahwa berjatuhan ke lantai dan menjadi “mabuk dalam Roh” bukanlah praktek-praktek yang alkitabiah, bahwa bahasa lidah yang ada dalam Alkitab bukanlah bunyi-bunyi sembarangan yang dapat ditiru-tiru, bahwa musik rock (yang namanya saja mengacu kepada tindakan kecabulan) tidak dapat memuliakan Allah yang mahakudus, dan bahwa wanita tidak boleh mengajar atau memerintah atas laki-laki [dalam konteks jemaat]. Namun, semua kesalahan ini dan banyak lagi yang lain, dengan segera dipegang oleh begitu banyak orang.

Saya percaya bahwa berikut ini adalah alasan-alasan utama di balik kekacauan ini:

Tidak Menguji Segala Sesuatu Dengan Alkitab Saja; Kurangnya Kemampuan Memilah-milah

Alasan utama mengapa orang-orang menjadi tertipu adalah karena mereka menolak untuk menjalankan pemilahan rohani yang tajam; mereka menolak untuk menguji segala sesuatu dengan hati-hati berdasarkan Alkitab SAJA. Amsal 14:15 mengatakan, “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.” 1 Tesalonika 5:21 berkata, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang benar.” Rasul Paulus mengajarkan bahwa Kitab Suci mampu membuat manusia kepunyaan Allah “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:17).

Ini berarti bahwa Alkitab sajalah satu-satunya otoritas untuk iman dan perbuatan kita. Mereka yang menolak untuk menggunakan Firman Allah dan mengukur semua pengajaran dan pengalaman religius dengan patokan tersebut, sedang berada dalam jalan menuju kebinasaan.

Orang-orang kharismatik dengan mulut mengatakan bahwa mereka menjunjung Alkitab sebagai satu-satunya otoritas, tetapi dalam prakteknya mereka menyangkali hal ini.

Perhatikan nasihat berbahaya berikut ini yang diberikan oleh Charles dan Frances Hunters:

“Sekali anda mulai berjalan dalam yang supranatural, anda harus siap untuk apapun dan semuanya, dan JANGAN PERNAH mempertanyakan cara Tuhan! … Kita harus selalu terbuka penuh untuk gerakan Roh Kudus dan tidak pernah sedemikian tertutup sehingga kita tidak melihat bahwa Allah bisa jadi melakukan sesuatu yang segar dan baru hari ini. … Saya TIDAK PERNAH MENGRITIKI PELAYANAN ATAU PEKERJAAN Allah manapun!” (Charles dan Frances Hunter, Holy Laughter, hal. 65, 103).

Ini adalah nasihat yang tidak bijak. Memang bisa jadi terdengar rohani untuk “terbuka penuh untuk gerakan Roh Kudus,” tetapi pasangan Hunter ini mengabaikan peringatan Kitab Suci bahwa akhir zaman akan penuh dengan penyesatan rohani.

Continue reading

Posted in Kharismatik/Pantekosta | 4 Comments

Kelompok Pantekosta Berharap Menyalakan Kembali Api Liar Tahun 1990an

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Kaum Pantekosta berharap untuk menyalakan kembali api liar tersebut dengan program “Nyalakan Api Itu Lagi Pensacola,” yang dijadwalkan untuk tanggal 4-7 September. Seperempat abad yang lalu, “mabuk dalam roh,” “tertawa kudus” dan berbagai fenomena tidak alkitabiah lainnya terjadi di berbagai tempat, yang paling menonjol di Gereja Carpenter’s Home di Lakeland, Florida (mulai pada Mei 1993, dipimpin oleh Rodney Howard-Browne), Gereja Airport Toronto, Kanada (mulai pada Januari 1994, dipimpin oleh John Arnott), dan Sidang Jemaat Allah Brownsville di Pensacola, Florida (mulai pada Juni 1995, dipimpin oleh Steve Hill dan John Kilpatrick). “Api” tersebut juga terasosiasi dengan Claudio Friedzon di Argentina, yang pada November 1993 mengajar John Arnott untuk “tidak terlalu banyak menganalisis” supaya dia dapat “menerima roh api” (Guy Chevreau, Catch the Fire, hal. 24). Ini adalah doktrin Pantekosta yang tidak alkitabiah yang menyuruh manusia untuk “membuka diri; jangan menghakimi; cukup terima saja Roh tersebut,” yang adalah ketidaktaatan yang jelas terhadap perintah Allah untuk “sadar dan berjaga-jaga” (1 Petrus 5:8), dan oleh karena itu adalah jalur menuju penyesatan rohani.

Pada awal dari “pencurahan” yang terjadi Brownsville, Gembala John Kilpatrick jatuh ke lantai dan terbaring di sana selama hampir empat jam. Dia berkata, “Ketika saya menumbuk lantai, seolah saya seberat 5000 kg. Saya tahu ada sesuatu yang supranatural yang terjadi” (Charisma, Juni 1996). Anggota-anggota gereja harus mengangkat gembala mereka keluar dari gereja itu di atas sebuah kursi roda, karena dia terlalu mabuk untuk berjalan. Juga terjadi “kejang-kejang rohani.” Seorang mahasiswi 19 tahun, kejang-kejang tanpa dapat dikendalikan sambil dia “bernubuat”, sehingga seolah-olah sedang terkena kejang ayan. Seorang anggota paduan suara wanita mengalami kejang-kejang kepala yang liar dan tak terkendalikan setiap kali ia mendekat ke gereja. Di Gereja Airport Toronto, ada membunuh dalam roh, kejang-kejang bagian-bagian tubuh yang tak terkendali, teriakan sakit melahirkan, kemabukan, tertawa histeris, mengaum, melolong, meringkik, dan mengotek. Di Lakeland, fokus ada pada kemabukan dan tertawa. Rodney Howard-Browne menyebut dirinya sendiri “bartender Roh Kudus.” Putra Oral Roberts, Richard, yang terbang ke Florida untuk menangkap api tersebut, mengatakan bahwa dia dan keluarganya selalu berakhir di lantai, tertawa, setiap kali mereka kebaktian. Dalam penerbangan pulang ke Tulsa, Richard tertawa tanpa dapat dikendalikan sehingga petugas kabin pesawat mengira ada masalah kesehatan pada dirinya. Selalu dalam kesulitan ekonomi, Oral dan Richard Roberts mengklaim bahwa Allah membantu mereka untuk tertawa keluar dari hutang. Marilyn Hickey (penulis buku God’s Seven Keys to Make You Rich) juga menghabiskan waktu di Lakeland di lantai, tertawa. Ketika Howard-Browne memanggil pengkhotbah Pantekosta wanita yang pandai bicara ini ke microphone, dia tertawa dan jatuh ke lantai, dan tidak bisa berbicara, yang dalam kasus ini jelas adalah sungguh mengherankan.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Injil Palsu Hillsong

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Hillsong adalah salah satu nama yang paling berpengaruh di bidang musik kontemporer Kristen. Hillsong bermula di sebuah mega-church di Sydney, Australia, dengan musik yang diproduksi di bawah pengawasaan pemimpin pujian Darlene Zschech. Sejak saat itu, Hillsong telah berlipat ganda menjadi sekumpulan gereja di 21 negara. Hillsong bersifat Pantekosta (Hillsong yang orisinal adalah sebuah gereja Sidang Jemaat Allah), dan ekumenis secara radikal, dengan ikatan erat kepada Gereja Roma Katolik. Hillsong memberitakan kesesatan Word-Faith dan juga sebuah injil palsu yang tidak mengandung pertobatan dan menyerukan “kamu tidak perlu mengubah apa-apa dari dirimu.” Joel Houston, pemimpin nyanyi dari Hillsong United, yang saat ini sedang tur di Amerika Serikat, mengataka, “Allah mengasihimu lebih dari yang dapat kau bayangkan, persis sebagaimana adamu, kamu tidak perlu mengubah apapun, sekedar kamu saja, Dia mengenalmu” (“Hillsong’s Joel Houston declares God is doing something new in America,” Christian Post, 10 Mei 2019).

Allah memang mengasihi orang berdosa, dan Dia mengasihi mereka sebagaimana adanya mereka, dalam dosa-dosa mereka, dan itulah sebabnya Kristus menumpahkan darahNya bagi orang berdosa; tetapi konsep “kamu tidak perlu mengubah apa-apa” adalah kebohongan yang terkutuk. Perhatikan Firman Allah yang jelas: “Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:3, 5). “Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kis. 26:19-20). Keselamatan adalah hadiah Allah yang cuma-cuma tanpa pekerjaan, tetapi diterima melalui pertobatan dan iman, dan selalu menghasilkan perubahan gaya hidup yang dramatis. “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yoh. 2:4). Hillsong sedang berbohong kepada generasi ini, menawarkan suatu “kasih karunia murahan” tanpa pertobatan, yang bukanlah kasih karunia sama sekali. Tidak lama yang lalu, lagu-lagu Hillsong terlalu kharismatik, terlalu radikal, terlalu nge-rock, untuk dapat didengar di sebuah gereja Baptis Independen, tetapi situasi sudah berubah sekarang. Edisi-edisi musik Hillsong yang “diperlembut” mulai terdengar di gereja-gereja dan sekolah-sekolah Baptis Independen hari ini. Kami mengusulkan bahwa jika sebuah gereja mau memakai musik Kristen kontemporer, seharusnya dilakukan dengan sepenuhnya, yang memerlukan rock & roll yang penuh yang menangkap jiwa-jiwa orang yang menggiring mereka ke mistikisme kharismatik yang duniawi. Yang terjadi adalah menyerahkan diri sendiri 100% kepada kuasa musik itu. Itulah inti dari CCM dan ke sanalah musik itu selalu memimpin. Jadi jika kamu mau masuk ke arah sana, masuklah dengan sepenuhnya dan tidak usah berkutat di posisi tengah “adaptasi musik tersebut” yang konyol. Jika kamu mencintai CCM, jangan berpura-pura anda tidak mencintainya!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Steven Anderson Dilarang Masuk Negara Lainnya Lagi

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Steven Anderson telah dilarang untuk memasuki satu negara lain lagi. Kali ini negara tersebut adalah Irlandia. Anderson terjadwal untuk berkhotbah di Dublin pada tanggal 26 Mei, tetapi Kementerian Peradilan menandatangani sebuah perintah penolakan terhadap dia. Ini adalah kali pertama seseorang dilarang masuk dengan menggunakan undang-undang imigrasi tahun 1999, yang mengizinkan penolakan terhadap seseorang “sesuai dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan publik.” Keputusan ini mengikuti munculnya petisi dari seorang aktivis homoseksual yang mendapatkan lebih dari 14.000 tanda tangan. Anderson ditarget karena pernyataannya bahwa kaum homoseksual harus dibunuh. Setelah penembakan massal yang terjadi di nightclub yang ramai homoseksual di Orlando, Florida, tahun 2016, Anderson berkata, “Kabar baiknya adalah, sekarang telah berkurang 50 orang pedofil di dunia ini, karena orang-orang homo hanyalah sekumpulan pedofil dan orang-orang najis” (“Gay Hating Preacher,” Sunday Express, 16 Sept. 2016). Anderson mengatakan bahwa sangat disayangkan ada orang homo yang hidup melewati penembakan itu. Mengenai selebriti transgender, Bruce (Caitlyn) Jenner, Anderson berkata dalam sebuah khotbah, “Perhatikan saya – saya membenci dia dengan benci yang sempurna. Saya tidak memiliki kasih untuk si Bruce aneh ini. … Orang ini adalah penginjil bagi sodomi dan kenajisan dunia, dan orang-orang berkata, ‘Oh, kita perlu berdoa untuk dia supaya dia menemukan Yesus.’ Saya akan berdoa agar dia mati dan masuk neraka” (Adam Salandra, “Pastor Prays Caitlyn Jenner’s Heart Explodes,” NewNowNex, n.d.). Anderson juga pernah berkhotbah “Mengapa Saya Membenci Barack Obama” dan mengatakan bahwa dia berdoa agar mantan presiden itu mati. Anderson menyebut dirinya seorang Baptis Independen, tetapi dia adalah seorang individu yang sangat kacau pemikirannya dan tidak seharusnya dalam pelayanan. Ketika Yakobus dan Yohanes mau menurunkan api ke atas orang-orang yang menolak Tuhan, Kristus menegor mereka dan mengatakan bahwa mereka memiliki roh yang salah (Luk. 9:54-56). Anderson menyangkal adanya Holocaust, mempercayai bahwa keselamatan tidak menghasilkan bukti, dan menolak iminensi Pengangkatan. Anderson juga telah dilarang atau ditolak untuk memasuki Belanda (2019), Jamaika (2018), Kanada (2017), Afrika Selatan (2016), Botswana (2016), Malawi (2016) dan Inggris (2016).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kebaktian dengan Musik Rock yang Pertama Kali Disiarkan, Memiliki Semua Ciri-Ciri CCM

(Berita Mingguan GITS 11 Mei 2019, sumber: www.pulpitandpen.org)
Kebaktian dengan musik rock yang pertama kali disiarkan lewat televisi, setengah abad yang lalu, memiliki semua ciri-ciri Musik Kristen Kontemporer (CCM) hari ini, dan semua tanda-tanda bahaya bagi semua orang Kristen dan gereja-gereja yang bijak dan percaya Alkitab. Tanggalnya adalah 27 April 1969, pada tahun yang sama saya masuk Angkatan Darat AS. Band musik yang bermain adalah The Mind Garage; stasiun yang menyiarkan adalah ABC (American Broadcasting Corporation); forumnya adalah Gereja Episcopal St. Mark di Bowery, Manhattan. Acaranya disebut “Misa Elektrik ke-14.” Acara itu disaksikan oleh ribuan orang di Amerika Serikat dan ditayangkan ulang hingga tahun 1980an (classicchristianrockzine.com). Perhatikan ciri-ciri dari proto-kebaktian rock ini:

Pertama, sejak dari permulaannya, kebaktian musik rock memiliki bunyi yang kafir. Musik dari band kebaktian rock pertama ini diimpor langsung dari dunia sekuler. Tidak ada yang kudus atau terpisah tentang musik ini. Musik ini digambarkan sebagai musik yang “psychedelic,” yang adalah musik obat-obatan terlarang tahun 1960an. Jurnalis Joyce Tracewell digambarkan sebagai “musik yang sengaja terasa alien, yang membuat seseorang merinding.” Dia berkata, “mereka menyanyi dengan suara yang seperti mirip orang Druid atau Inca atau Gypsy” (“Mind Garage Deliberate Alien Music,” Mindgarage.com, 19 Apr. 1970). Saya kenal dengan musik ini. Saya menghidupi musik seperti ini ketika saya seorang “hippie” pemakai obat sebelum saya diselamatkan. Tidak ada yang saleh mengenai musik ini. Musik ini “rohani” hanya dalam pengertian mengandung roh dunia ini. Sejak saat itu hingga hari ini, Musik Kristen Kontemporer telah mengimpor seenaknya dari kubangan musik pesta dunia ini, dengan alasan bahwa mereka memiliki kebebasan, tetapi ini bukanlah kebebasan yang dibenarkan oleh Firman Allah. Ini adalah kekacauan; ini adalah meninggalkan iman; adalah pemberontakan untuk memasukkan gaya-gaya musik yang terseksualisasi dan dipengaruhi roh-roh jahat dari dunia yang jahat ini, ke dalam acara berjemaat atau kebaktian untuk menyenangkan Allah yang maha kudus, Allah yang memerintahkan umatNya untuk tidak “menjadi serupa dengan dunia ini” (Rom. 12:2).

Continue reading

Posted in musik | Leave a comment

Paus Fransiskus Menyerukan Satu Pemerintahan Dunia, Menyerang Konsep Tembok Perbatasan dan Kedaulatan Negara

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.pulpitandpen.org)

“Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya” (Daniel 7:23)

Paus Fransiskus, sama seperti paus-paus lain sebelum dia, menginginkan suatu pemerintahan global. Ini terlihat jelas dalam seruannya demi globalisme pada hari Kamis, dalam sebuah pidato di hadapan anggota-anggota Pontifical Academy of Social Sciences, di dalam Istana Kepausan. Fransiskus menuntut agar dibentuk suatu “badan supra-nasional yang legal” yang baru, yang akan memastikan diterapkannya Target-Target Pertumbuhan yang Dapat Dipertahankan yang dibuat oleh PBB (yaitu intinya kendali populasi) dan kebijakan-kebijakan climate change mereka.

Dengan kata lain, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations) belumlah cukup berkuasa, dan suatu badan global lainnya perlu dibentuk untuk mengatur negara-negara.

Sesi pleno tersebut diberi judul “Nation, State, Nation-State,” dan mengikutsertakan pembicara-pembicara dari dalam Roma Katolik yang menuntut agar semua Negara-Negara dikendalikan oleh suatu pemerintahan global yang mendunia. Para pembicara antara lain adalah Hans Joachim Schellnhuber, seorang Marxis dan climatologis (ahil cuaca) Jerman yang mengklaim bahwa tanpa suatu pemerintahan glocal, iklim dunia akan rusak tanpa dapat diperbaiki, dan juga Kardinal Walter Kasper yang berbicara mengenai Keadilan Sosial.

Tidak menyerukan dibubarkannya Negara-Negara yang sudah ada, Paus sebaliknya menekankan agar negara-negara tunduk kepada otoritas-otoritas global yang eksternal yang mengendalikan dunia.

Paus berkata, “Negara-negara satu per satunya, harus diberikan kuasa untuk beroperasi sejauh mereka dapat beroperasi …[tetapi] sekelompok negara yang bertetanggaan – seperti yang sudah terjadi sekarang ini – dapat memperkuat kerja sama mereka dengan memberikan pelaksanaan fungsi-fungsi dan pelayanan tertentu kepada institusi-institusi antar-negara yang mengelola kepentingan bersama.”

Fransiskus mengklaim bahwa pemerintah global ini diperlukan untuk memastikan kesejahteraan orang-orang yang bermigrasi dan “kebaikan umum yang universal.” Fransiskus berlanjut dengan menyerang negara-negara yang memiliki tembok di perbatasan mereka.

Sang Paus berkomentar, “…Gereja telah memperingatkan pribadi-pribadi, orang-orang dan negara-negara tentang penyimpangan dari ketertarikan ini, yaitu tentang mengucilkan dan membenci orang lain, ketika adalah nasionalisme yang berkonflik yang membangun tembok, atau bahkan rasisme atau anti-Semitisme.”

Dia berlanjut, “Gereja memperhatikan dengan kekhawatiran munculnya kembali, hampir di seluruh dunia, sikap-sikap yang agresif terhadap orang asing, terutama immigran, dan juga bangkitnya nasionalisme yang mengabaikan kebaikan umum.”

Posted in Ekumenisme, Katolik | 4 Comments

Apakah Paru-Paru Burung Berevolusi?

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.creationmoments.com)

Berikut ini dari Creation Moments, 5 April 2019: “Saya ingat membeli pompa kaki yang dapat dipakai untuk menambah angin kepada ban mobil pertama saya. Pilihan saya adalah antara dua model pompa. Pada model yang lebih murah, kaki akan menginjak pompa, menggerakkan sebuah piston memasuki sebuah silinder, dengan demikian mengkompresi udara di sana, dan memaksa udara itu untuk masuk melalui sebuah selang ke dalam ban. Ketika kaki diangkat, ada katup-katup yang menghalangi udara untuk masuk kembali ke silinder dari ban tersebut, dan sebaliknya memasukkan udara dari luar pompa ke dalam. Setiap kali kaki menginjak pompa, operasi ini terulang. Dalam pengertian tertentu, paru-paru binatang mamalia dan reptil adalah mirip dengan dua pompa semacam ini yang ditaruh berbarengan dalam dada.

Model yang kedua melibatkan dua piston dan dua silinder yang diletakkan pada sudut berlawanan arah. Ketika kaki menginjak pompa, tahap pertama melakukan kompresi udara seperti di pompa yang satu lagi, tetapi ketika kaki diangkat, silinder kedua mendorong udara ke dalam ban, sementara silinder pertama diisi ulang dengan udara dari luar. Pada injakan kaki berikutnya, silinder kedua diisi ulang sementara silinder pertama memasukkan udara ke dalam ban. Jadi, ada udara yang dipompa ke dalam ban baik ketika pompa diinjak maupun ketika kaki diangkat. Kedua silinder bekerja secara tandem, pada arah yang berbeda. Pompa yang terus menerus jenis kedua ini adalah seperti kedua paru-paru dalam burung. Bahkan ada ilmuwan-ilmuwan evolusionis terkenal yang telah menunjukkan bahwa adalah tidak mungkin bagi satu mekanisme ini untuk berevolusi menjadi mekanisme yang satunya lagi, karena bentuk transisinya tidak akan dapat memproses udara untuk bernafas sama sekali, dan ia akan mati kekurangan udara. Jadi, paru-paru burung tidak dapat berevolusi dari dinosaurus, tetapi sebaliknya, telah didesain oleh Tuhan tepat untuk kegunaannya. Ref: Quick, D.E and Ruben, J.A., ‘Cardio-Pulmonary Anatomy in Theropod Dinosaurs: Implications from Extant Archosaurs,’ Journal of Morphology, 270:1232–1246 (2009), hal. 1232-1246.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Presiden Baptis Selatan Menyerukan Agar Orang-Orang Kristen Memperjuangkan Hak-Hak LGBT

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari ““SBC Prez,” ReformationCharlotte.org, 31 Jan. 2019: “Presiden dari Baptis Selatan saat ini, J.D. Greear, membuktikan dirinya tidak layak untuk posisi yang dia jabat ini pada denominasi Protestan terbesar di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, Baptis Selatan telah melakukan belokan-belokan tajam menuju posisi yang liberal baik dalam politik maupun theologi, sambil mengejar agenda-agenda “keadilan sosial.” Reformation Charlotte melaporkan hari ini bahwa Greear, ketika melakukan suatu eisegesis atas perikop Roma 1, membandingkan homoseksualitas dengan ‘ketamakan’ dan ‘kesombongan,’ bahkan menyatakan bahwa kebanyakan dari dosa-dosa ini ‘lebih berat di mata Allah’ daripada homoseksualitas. Tentu saja ini adalah pernyataan yang bodoh, karena homoseksualitas adalah dosa yang menyebabkan Allah menghancurkan dari muka bumi . . . kota-kota tertentu. Dosa ini adalah, menurut perikop yang dia bahas dengan canggung tersebut, dosa ke dalam mana Allah menyerahkan manusia-manusia jahat karena dosa-dosa lainnya. Sesungguhnya adalah murka dan penghakiman Allah yang tercurah atas seseorang jika ia diserahkan kepada pikiran-pikiran yang jahat dan hawa nafsu yang rusak. Kini telah jelas bahwa Greear bukan hanya salah merepresentasikan Kitab Suci mengenai dosa homoseksualitas, dia juga telah menyerukan agar orang-orang Kristen memperjuangkan hak-hak orang LGBT. … ‘Hak-hak’ yang diperjuangkan oleh orang-orang KGBT, sebagai contoh, adalah hak untuk menggunakan WC publik jenis kelamin manapun yang mereka kehendaki, yang kebetulan adalah identitas gender mereka hari itu. Hak untuk menikah sesama jenis dan melakukan sodomi di apartemen sebelah anda. Hak untuk menikah sesama jenis di sebuah gereja konservatif. Hak untuk diterima sepenuhnya sebagai anggota jemaat yang aktif dan diakui. Dan hak untuk menjalankan propaganda mereka atas kamu dan anak-anakmu, dengan hawa nafsu mereka yang jahat kepada mana Allah telah menyerahkan mereka…”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment