Saya Percaya Doktrin Separasi

Saya Percaya Doktrin Separasi

oleh Dr. David Cloud

Saya, adalah seseorang yang percaya pada doktrin separasi (pemisahan). Saya teryakinkan bahwa “penolakan akan separasi” adalah penolakan kekristenan yang Alkitabiah. Separasi dari dunia adalah sesuatu yang Alkitabiah, bahkan merupakan suatu doktrin yang “esensial” dan “fundamental.” Separasi bukanlah Injil, tetapi doktrin ini adalah suatu tembok perlindungan rohani yang diberikan Tuhan terhadap penyesatan dan keduniawian. Menolak “separatisme” sama dengan membongkar tembok yang penting ini, sehingga umat Allah tidak lagi dilindungi dari “kata-kata manis” yang dipakai para penyesat untuk menipu hati orang-orang yang sederhana (Roma 16:17-18), dan tidak lagi dilindungi dari tarikan dunia.

Saya tidak dibesarkan sebagai seorang separatis. Saya tidak berpegang pada doktrin separasi sebagai suatu bentuk tradisi dari leluhur saya. Saya dibesarkan dalam gereja Baptis Selatan dan tidak belajar apapun tentang separasi dalam masa muda saya. Saya menjadi seorang separatis oleh karena diyakinkan sejak saya lahir baru sebagai seorang muda yang mulai mempelajari Alkitab untuk diri saya sendiri.

Sebagai seorang Kristen yang baru, saya tidak tertarik kepada separatisme karena latar belakang dan kecenderungan pribadi saya. Saya adalah seorang hippy yang bertobat. Setelah saya keluar dari Angkatan Darat AS, sebagai seorang veteran Vietnam, saya memanjangkan rambut saya, menjual obat-obatan terlarang, berperjalanan menumpang mobil orang keliling Amerika, masuk penjara, dan melakukan hal-hal lain menghidupi kehidupan rock & roll sepenuh-penuhnya. Semua kecenderungan alamiah saya sebagai seorang Kristen baru adalah untuk mempertahankan rambut panjang saya, mempertahankan musik rock, dan untuk tetap bersahabat dengan gerakan Pentakosta. Firman Tuhan tidak mengizinkan hal-hal tersebut, dan belajar memisahkan diri (separasi) dari dunia dan dari pengajaran-pengajaran sesat telah menjaga saya pada jalur yang benar dalam kehendak Tuhan.

Separasi dibutuhkan untuk pemuridan yang sejati

Memahami pentingnya separasi, saya sangat khawatir tentang generasi berikutnya, jika Tuhan Yesus “menunda” kedatanganNya. Saya khawatir akan anak-anak saya dan cucu-cucu saya dan cicit-cicit yang masih belum lahir. Semakin hari semakin sedikit gereja yang mengajarkan separasi dengan sungguh-sungguh. Akankah gereja seperti ini masih eksis dalam 20-30 tahun, sehingga umat Allah dapat menemukan perlindungan rohani yang akan mereka perlukan lebih lagi dari kita hari ini ?

Dengan kasih karunia Allah, akan ada gereja-gereja seperti itu. Saya akan berusaha sekuat tenaga ke arah sana, dan saya berdoa agar banyak pengkhotbah yang akan memiliki tekad yang sama dengan saya.

Ketika saya menemukan seorang pengkhotbah yang bermain-main dengan separasi alkitabiah, dan yang menunjukkan ciri-ciri menolaknya, saya tidak mau berhubungan sama sekali dengan dia dalam hal pelayanan. Saya tidak akan bergabung dengan gerejanya. Saya tidak akan berkhotbah di gerejanya. Saya tidak akan berkhotbah bersama dengan dia dalam platform yang sama dalam acara-acara. Saya tidak akan mengundang dia berkhotbah di gereja saya. Dan saya tidak akan berkhotbah di gereja-gereja yang mau mengundang dia!

Ya, ini posisi yang sempit dan keras, tetapi saya percaya ini dibutuhkan untuk memangkas efek dari kompromi. Kompromi adalah penyakit menular!

Nabi tua yang kacau rohani di 1 Raja-Raja 13, mengajari si nabi muda untuk melawan perintah Tuhan, dengan cara memandang enteng perintah-perintah itu. Allah memberitahu si nabi muda untuk berkhotbah melawan mezbah berhala di Betel, dan lalu untuk segera pergi dan bahkan tidak makan di tempat itu. Nabi itu taat untuk sementara waktu. Dia berlari dengan baik untuk sesaat. Dia memproklamirkan pesan Allah melawan mezbah itu dengan berai, menolak tawaran sang raja akan hadiah, lalu keluar dari Betel. Tetapi, bukannya meneruskan perjalanan untuk keluar dari sana secepat mungkin dengan keledainya, dia memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon ek. Di sana, seorang nabi tua yang telah berkompromi, yang telah menjadi nyaman di Betel, bertemu dengannya dan mendorong dia bahwa dia tidak perlu begitu serius dengan perintah Allah, dan dia bisa pergi ke rumahnya dan menikmati makanan sebelum meninggalkan kota yang berdosa itu. Ini semua terdengar sangat masuk akal, bukankah demikian? Tentunya Allah akan memahami. Kompromi yang “sedikit” ini, ternyata tidak berujung baik baginya. Sebagai hasil pertemanannya dengan seorang nabi tua yang berkompromi, nabi muda yang bodoh itu terbunuh. Tambahan lagi, kita melihat dalam cerita ini bahwa pengkhotbah-pengkhotbah yang berkompromi ternyata berbohong!

Ada banyak pengkhotbah-pengkhotbah yang berkompromi, bahkan dalam lingkungan Baptis Independen, yang mengatakan bahwa adalah OK untuk tidak terlalu serius dalam hal separasi. Mereka mengatakan bahwa musik lebih ke arah preferensi pribadi, bahwa mengajarkan prinsip-prinsip Alkitab tentang pakaian yang sopan adalah legalisme, bahwa adalah OK untuk membawa kelompok pemuda di gereja ke bioskop dan memperkenalkan mereka kepada Hollywood. Lagu tema mereka adalah “santai saja, jangan terlalu ketat dan sempit. Kita separatis, tetapi jangan terlalu berlebihan. Jangan menjadi fanatik. Tentunya tidak terlalu buruk unutk membaca dari para Injili “konservatif” dan memakai materi dan blog-blog mereka. Kalau kita tidak melunak, kita akan kehilangan orang-orang muda.”

Roh kompromi dalam hal separasi yang menjamur di kalangan Baptis Independen (Editor: jangankan gereja-gereja lain), digambarkan kepada saya dalam komunikasi berikut yang terjadi baru-baru ini dengan seorang pengkhotbah muda:

“Saya telah SANGAT dikuatkan oleh tulisan-tulisan anda karena saya telah bersusah payah mencoba untuk mempertahankan dan mengkhotbahkan standar-standar kristiani, ketika begitu banyak gereja-gereja dan pengkhotbah-pengkhotbah Baptis independen yang ‘baik’ sudah tidak lagi melakukannya. Saya sudah tiba pada posisi merasa sendirian dalam kerinduan untuk mengkhotbahkan dan mengajarkan kekudusan dari atas mimbar, karena saya telah bertanya kepada banyak (minimal 10) pengkhotbah mengenai apakah memakai CCM (Contemporary Christian Music) adalah ok dan apakah kita harus keras mengkhotbahkan pakaian yang sopan dan musik, dan mereka SEMUA memberitahu baya bahwa jika kita mengasihi umat dan menunjukkan kepada mereka kasih Tuhan, mereka akhirnya akan membuat standar mereka sendiri. Saya sangat patah hati karena saya telah sangat tertusuk masalah musik/pakaian yang saya dengarkan dan yang saya izinkan dalam hidup saya dan keluarga saya, dan saya ingin menemukan seseorang yang akan berkata, ‘YA! AMBIL SIKAP!’ Jadi, terima kasih karena melakukan hal yang benar tanpa peduli harganya. Saya telah menjadi gembala bagian pemuda di sebuah gereja Baptis independen, tetapi saya telah diminta untuk mundur oleh gembala sidang, karena dia merasa saya ‘terlalu konservatif/fundamental’ untuk pelayanan dia (gereja kami mulai mengadaptasi musik penyembahan CCM dan melepaskan standar-standara kesopanan pakaian demi ‘mempertahankan orang-orang yang belum selamat di dalam gereja’).”

Perhatikan bahwa semua pengkhotbah yang ditanyai oleh orang muda ini, menasihati dia untuk tidak mengkhotbahkan dan mengajarkan kekudusan dan separasi dari atas mimbar, tetapi untuk membiarkan umat untuk membuat keputusan mereka sendiri. Perhatikan bahwa dia diberhentikan dari sebuah gereja Baptis Independen karena terlalu konservatif. Ini sedang terjadi di mana-mana.

Saya tidak mau berurusan dengan kelompok yang demikian! Saya percaya bahwa jika anda “melunak” dalam hal separasi alkitabiah, kamu sudah pasti akan kehilangan orang-orang muda. Kamu akan kehilangan mereka kepada dunia, dan kamu akan kehilangan mereka kepada filosofi gereja zaman now. Saya yakin bahwa cara berpikir seperti ini adalah salah, dan ini adalah kompromi, dan saya tidak mau terpengaruh olehnya.

Bahkan jika saya dapat berasosiasi dengan orang-orang seperti ini tanpa terpengaruh secara pribadi, yang kemungkinan tidak bisa terjadi, bagaimana dengan orang-orang yang mengamati teladan saya? Saya tidak mau mengambil resiko anggota gereja saya dan murid-murid sekolah theologi saya, terpengaruh oleh asosiasi dengan pengkhotbah dan gereja yang berkompromi.

Separasi alkitabiah tidak dapat dipertahankan tanpa suatu usaha yang berkepanjangan. Suatu sikap separatis hanya dapat dijaga dengan tujuan yang jelas, dan dengan membayar harga, tetapi sungguh layak dibayar.

Separasi bukanlah Injil, tetapi doktrin ini adalah suatu tembok perlindungan rohani yang diberikan Tuhan terhadap penyesatan dan keduniawian. Menolak “separatisme” sama dengan membongkar tembok yang penting ini, sehingga umat Allah tidak lagi dilindungi dari “kata-kata manis” yang dipakai para penyesat untuk menipu hati orang-orang yang sederhana (Roma 16:17-18), dan tidak lagi dilindungi dari tarikan dunia (2 Tim. 2:22).

“Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami” (2 Tes. 3:6).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Sedikitnya 290 Kematian Karena Selfie

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “More than 250,” The Washington Post, 2 Okt. 2018: “Lebih dari 250 orang di seluruh dunia telah mati ketika mengambil foto selfie dalam enam tahun terakhir, menurut sebuah penelitian baru dari para peneliti yang berasosiasi dengan All India Institute of Medical Sciences, sebuah kelompok sekolah kedokteran publik yang berbasis di New Delhi. Penemuan-penemuan ini, yang menganalisis laporan-laporan berita tentang 259 kematian yang berhubungan dengan selfie, sejak Oktober 2011 hingga November 2017, diterbitkan pada edisi Juli-Agustus dari Journal of Family Medicine and Primary Care. Dari 259 kematian itu, para peneliti menemukan bahwa penyebab utama adalah tenggelam, diikuti oleh insiden-insiden yang melibatkan alat transportasi – misalnya, mengambil selfie di depan kereta api yang sedang meluncur – dan jatuh dari ketinggian. Penyebab-penyebab kematian lainnya yang berhubungan dengan selfie termasuk binatang, senjata api, dan sengatan listrik. “Kematian-kematian selfie ini telah menjadi masalah kesehatan publik yang besar,” kata Agam Bansal, peneliti utama, kepada The Washington Post. … ‘Menjadi bagian dari angka kematian ini hanya karena kamu ingin mendapatkan selfie yang sempurna karena kamu ingin mendapatkan banyak likes dan shares di Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya, saya rasa tidaklah sebanding untuk mempertaruhkan nyawa demi hal semacam itu.’” (Minimal 31 kematian karena selfie telah terjadi sejak November 2017 – Wikipedia).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Sistem Pengenal Wajah Cina Sudah Merupakan Mimpi Buruk Orwellian

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Jika Kamu Menyeberang Jalan Sembarangan di Cina,” futurism.com, 30 Maret 2018: “Para warga Shenzhen tidak berani menyeberang jalan selain di tempat penyeberangan. Sejak April 2017, kota ini yang terletak di propinsi Guangdong, Cina, telah menerapkan suatu teknik yang cukup intens untuk menghalangi orang menyeberang jalan sembarangan. Siapapun yang menyeberang jalan tanpa mempedulikan lampu tanda berjalan, akan menemukan wajah, nama, dan sebagian nomor KTP mereka terpampang di layar LED besar di atas perempatan jalan tersebut. Hal ini bisa terjadi karena alat-alat pengenal wajah yang dipasang di seluruh kota tersebut. Jika hal ini terdengar sangat invasif bagi anda, maka ketahuilah bahwa ini belum separuhnya.

Sekarang, Motherboard melaporkan bahwa sebuah perusahaan artificial intelligence di Cina, sedang berpartner dengan para perusahaan telpon, sehingga para pelanggar akan menerima sebuah pesan singkat dengan denda, segera setelah mereka tertangkap. Sistem ini hanyalah salah satu bagian dari mesin surveilans besar-besaran yang sedang dibangun oleh pemerintah Cina dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya sebagian adalah untuk keamanan dan sekuritas publik, tetapi informasi tentang keberadaan dan aktivitas para warga ini juga akan dimasukkan ke dalam sistem kredit sosial Cina. Sistem kredit sosial, yang akan berjalan mulai tahun 2020, dimaksudkan untuk memberi nilai kepada individu sesuai dengan sistem penilaian nasional mengenai seberapa seseorang itu adalah warga negara yang baik.”

Posted in General (Umum) | 4 Comments

Pasir-Pasir Pluto

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 26 Feb. 2019: “’Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?’ (Maz. 8:4-5). Apa rasanya, jika berdiri di permukaan Pluto? Sebagai seorang anak kecil, yang terpukau oleh astronomi, saya menyantap dengan semangat semua buku-buku yang dapat saya temukan tentang planet-planet. Salah satu favorit saya adalah buku Challenge of the Stars, diterbitkan pada tahun 1972, dengan teks yang ditulis oleh astronomer Patrick Moore and artis luar angkasa David A. Hardy. Salinan yang saya miliki diberikan kepada saya dan ditandatangani oleh Mr. Moore sendiri. Dalam bagian tentang Pluto, Hardy telah menggambar sebuah skenario seolah-olah seseorang sedang memandang keluar dari mulut sebuah gua es. Bekuan-bekuan es bergantung di atas mulut gua. Langit gelap dan penuh bintang, tetapi satu bintang terlihat jauh lebih terang dari yang lainnya. Teks memberitahu saya bahwa ini adalah Matahari, yang terlihat begitu jauh, sama seperti bintang-bintang lainnya, hanya saja lebih terang. Teks juga memberitahu saya bahwa es yang nampak sebenarnya adalah nitrogen padat – demikian juga bekuan-bekuan esnya. 45 tahun telah berlalu. Misi luar angkasa New Horizon kini telah mengunjungi Pluto dan mengambil banyak foto, dan juga banyak pengukuran. Data yang diambil dari lewatnya New Horizon dekat Pluto pada tahun 2015 ini, masih terus dianalisis hari ini. Riset yang baru saja terbit mengindikasikan bahwa nitrogen yang membeku di pinggiran dataran es Pluto, memecahkan bebatuan menjadi partikel-partikel kecil, yang terlihat seperti pasir. Angin methane menggerakkan pasir-pasir itu menjadi gundukan-gundukan. Dengan temperatur -230o C, ini pastinya pantai terdingin di tata surya kita. Sungguhlah luar biasa ketika kita mengingat bahwa Alkitab menyebut alam semesta sebagai karya Allah. Ref: ‘Methane ice and winds on Pluto,’ www.newscientist.com.”

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Satu Lagi Temuan Arkeologi Spektakuler di Israel

(Berita Mingguan GITS 13 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Sejak Israel kembali ke tanah mereka pada pergantian abad 20, sejumlah artefak telah ditemukan yang mendukung catatan Alkitab. Yang terakhir, baru saja diumumkan minggu ini, adalah sebuah impresi meterai (bulla) dengan tulisan berikut, “Milik Natan-Melekh, hamba sang raja” (“2,600 Year Old Seal Discovered in City of David,” Jerusalem Post, 1 Apr. 2019). Nama ini disebut dalam 2 Raja-Raja 23:11, berhubungan dengan kebangunan rohani yang dipelopori raja Yosia. “Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api.” Kita tidak diberitahu secara spesifik bahwa Natanmelekh ikut terlibat dalam penyembahan matahari, tetapi sepertinya mengarah demikian karena ia rupanya mengizinkan penyembahan berhala ini terjadi dalam biliknya sendiri. Orang-orang Yunani dan Romawi menyembah dewa matahari Helios, yang keretanya dikatakan ditarik oleh empat kuda. Gambaran ini telah ditemukan dalam lantai mosaik dari dua sinagog kuno di Israel (Tiberias dan Zippori). “Jarchi mengatakan, bahwa orang-orang yang mengagumi matahari memiliki kuda-kuda, yang mereka naiki setiap pagi, untuk pergi menyambutnya pada saat terbitnya. Raja-raja Yehuda meniru kebiasaan penyembahan berhala ini, dan menyimpan kuda-kuda untuk matahari bahkan di tempat masuk bait Tuhan! (Treasury of Scripture Knowledge). Nabi Yeremia, yang memulai pelayanannya di zaman Yosia, pastinya menjadi saksi akan hal-hal ini (Yer. 1:3). Impresi meterai Natanmelekh ini, yang berasal dari abad ketujuh SM, ditemukan di tebing barat dari Kota Daud, selatan dari Bukit Bait, dalam sebuah bangunan yang memperlihatkan tanda-tanda dihancurkan oleh Babilonia pada abad keenam. Jadi, ia ditemukan pada waktu dan tempat yang tepat yang memungkinan hubungan langsung dengan individu yang disebut namanya itu di Alkitab. Meterai ini menambahkan daftar penemuan benda-benda lain di sekitar wilayah istana Daud, yang mencantumkan nama-nama orang yang disebut dalam kitab Yeremia, Raja-Raja, dan Tawarikh, yang hidup atau bekerja di istana, tidak lama sebelum istana itu dibakar oleh Nebukadnezar. Nama-nama lain yang telah ditemukan oleh Arkeologi termasuk Selemya (Yer. 37:3), Gedalya, anak Pasyur (Yer. 38:1), Gemarya, anak Safan (Yer. 36:10), dan Azarya, anak Hilkia (1 Taw. 9:11). Beberapa di antara penemuan-penemuan ini ada di Museum Israel.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Siswi-Siswi SMA Protes Bahwa Lelaki Biologis Diizinkan Ganti Baju di Tempat Ganti Baju Wanita

(Berita Mingguan GITS 13 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “High School Girls,” The Stream, 21 Maret 2019: “Ada minimal 787 murid di Honesdale High School (SMA Honesdale), Pennsylvania, tetapi hanya satu dari semua murid itu yang sepertinya tahu akan perubahan besar dalam aturan sekolah tersebut. Semua murid yang lain menjadi tahu dengan cara yang paling traumatis – yaitu ketika mereka masuk ke ruang ganti wanita, dan menemukan seorang remaja laki-laki dengan pakaian dalam wanita. … Ternyata, para murid itu bukanlah satu-satunya yang tidak pernah diberitahu tentang kebijakan baru tersebut. Masih dalam syok, para orang tua menelpon kepala sekolah dan pengawas Wayne County. Keduanya tidak terlihat menyesal akan pengalaman yang menimpa para siswi tersebut. Dan untuk membuktikannya, mereka sama sekali menolak untuk membantu. Satu-satunya pilihan bagi para murid perempuan adalah untuk menunggu di luar ruang ganti – suatu tempat yang mestinya adalah untuk mereka – sampai laki-laki yang di dalam selesai. … Tidak jauh di sebelah selatan dari tempat itu, di Boyertown, Alexis Lightcap menemukan situasi yang serupa. ‘Tidak ada seorang pun yang mempersiapkan kami, memperingatkan kami, atau menasihati kami’ tentang para lelaki yang akan mereka temukan di WC dan kamar ganti mereka. Dan mereka sama sekali tidak bersimpati ketika para siswi melayangkan komplain. Alexis berpikir bahwa adalah tugas orang-orang dewasa di sekolah itu untuk melindungi para murid. Ternyata, dia hanya dicuekin oleh administrator sekolah, yang sepertinya lebih mementingkan tidak terlihat salah secara politis daripada menjaga privasi dari para siswi mereka. Oleh karena itu, para murid perempuan ini ditaruh dalam posisi yang serba salah, demikian argumen pengacara Andrea Shaw dalam komplain resmi dia kepada Departemen Pendidikan AS. ‘Karena perlakuan budaya terhadap isu LGBT, [si perempuan] harus memilih antara privasinya atau pengucilan.’ Karena Wayne County berpihak kepada si lelaki itu, para perempuan ‘sangat tidak nyaman’ — dan bukan hanya klien yang dia perjuangkan. Murid-murid lain telah muncul dari tim cross-country, dan mengatakan bahwa mereka keberatan jika harus ganti baju di hadapan si lelaki itu. Para orang tua khawatir tentang ‘perjalanan menginap, dan apakah si lelaki akan diberikan kamar hotel yang sama.’ Para siswi tidak lagi memakai WC selama di sekolah, karena mereka khawatir akan bertemu teman sekolah lelaki di dalam WC. Dan yang lainnya khawatir bahwa ‘para guru akan membalas’ jika mereka mengungkit betapa tidak nyamannya mereka. … para anggota Kongres Demokrat . . . mau membuka semua kamar ganti, tempat mandi, dan WC, kepada lelaki, dalam rancangan undang-undang yang diebut Equality Act.” “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri . . . tidak tahu mengasihi . . . tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik . . . berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah” (2 Tim. 3:1-4).

Posted in LGBT | Leave a comment

Penelitian Besar Mengkonfirmasi Bahwa Vaksin Tidak Menyebabkan Autisme

(Berita Mingguan GITS 13 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Massive Study” Futurism.com, 5 Maret 2019: “Lebih dari dua dekade yang lalu, seorang dokter mempublikasikan sebuah penelitian yang mengklaim bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme. Walaupun penelitian ini belakangan telah secara total dibuktikan salah – dan dokter yang melakukannya dicopot dari prakteknya – kepercayaan ini bertahan dalam masyarakat. Kini, sebuah penelitian besar-besaran, terhadap lebih dari setengah juta anak-anak, telah mengkonfirmasi apa yang telah dikatakan oleh komunitas medis selama dua dekade: vaksin tidak menyebabkan autisme. Tetapi di era sekarang ini, ketika teori-teori aneh bisa terus menyebar secara online walaupun ada banyak bukti yang membuktikannya salah, banyak orang yang khawatir bahwa penelitian saja tidak dapat secara efektif menyelesaikan krisis vaksin di dunia. Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan hari Selasa, dalam Jurnal Annals of Internal Medicine, para periset dari Statens Serum Institut di Denmark, menggambarkan bagaimana mereka menganalisis data dari sekitar 657.461 anak yang lahir di Denmark antara tahun 1999 dan 2010, dengan cek-up rutin atas kesehatan anak-anak tersebut. Dari semua anak-anak ini, 6.517 didiagnosis dengan autisme. Para periset lalu membandingkan anak-anak yang telah divaksinasi dengan vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) dalam kelompok itu, dengan anak-anak yang tidak divaksin MMR. Kesimpulan mereka: penelitian secara kuat mendukung bahwa vaksinasi MMR tidak meningkatkan resiko untuk autisme, tidak memicu autisme pada anak-anak yang rentan, dan tidak terhubungkan dengan meningkatkan kasus autisme setelah vaksinasi.’ Tentu saja, ini bukanlah penelitian pertama yang menyimpulkan bahwa vaksin hampir pasti tidak menyebabkan autisme. Namun, ini adalah penelitian yang terbesar dan terpanjang tentang topik ini, dan muncul pas pada waktu ketakutan masyarakat akan vaksin menghasilkan munculnya lagi cacar di seluruh dunia.”

Posted in Kesehatan / Medical | 2 Comments

Gembala Sidang Pantekosta di Afrika Selatan Memalsukan Kebangkitan

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang Pantekosta di Afrika Selatan telah tertangkap memalsukan suatu kebangkitan (“South Africa funeral firm to sue pastor, for ‘resurrection stunt,’” BBC News, 26 Feb. 2019). Sebuah video tentang Gembala Alph Lukau sedaang membangkitkan seorang lelaki dari kematian, “menjadi viral,” tetapi ternyata, itu adalah suatu hoax. Dalam video tersebut, sang gembala, yang gereja ada di deekat Johannesburg, sedang berdiri di samping seorang lelaki yang terbaring dalam sebuah peti mati, berpura-pura mati. Untuk menambahkan kesan otentik, Lukau memperkenalkan keluarga dan teman-teman dari “orang mati” tersebut. Dia lalu menggerakkan tangannya di atas tubuh orangg mati itu, berhenti secara dramatis, lalu berseru, “Baangkitlah!” Orang tersebut langsung naik duduk, tetapi dengan tatapan mata yang terbelalak, seolah-olah dia kebingungan. Sekelompok direktur rumah duka yang dimanipulasi oleh rekayasa ini menuntut sang gembala. Ini hanyalah peristiwa terbaru dari 100 tahun lebih penipuan, kesesatan, skandal, dan kekacauan yang muncul dari gerakan Pantekosta-Kharismatik. Bermula dari murid-murid sekolah Alkitabnya Charles Parham di Kansas, yang mengklaim berbicara dan menulisa dalam “bahasa lidah” yang mereka klaim adalah bahasa Mandarin, tetapi ternyata bukanlah bahasa apa-apa, dan “paduan suara kudus” Azusa Street yang sebenarnya adalah kekacauan masal. Lihat “Azusa Street and the Birth of Pentecostalism,” www.wayoflife.org/azusa/.

Tuhan Yesus membangkitkan orang mati sebagai tanda bahwa Dia adalah Mesias. Dan Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian (Kis. 9:36-42) sebagai “tanda kerasulan” (2 Korintus 12:12). Tidak ada Rasul hari ini; hanya penipu-penipu yang berpura-pura menjadi Rasul. Para Rasul meletakkan dasar dari jemaat-jemaat Perjanjian Baru (Ef. 2:20), menyelesaikan kanon Alkitab, dan pulang kepada Tuhan. Pada saat kedatangan kembali Kristus, mereka akan duduk di atas 12 takhta (hanya 12) menghakimi 12 suku Israel (Luk. 22:30). Kedua belas nama mereka (hanya 12) tertulis di Yerusalem Baru (Wah. 21:14). Kami percaya akan Allah yang melakukan mujizat dan kami telah merasakan mujizat-mujizat selama hampir setengah abad berjalan bersama dengan Dia, tetapi kami tidak percaya akan karunia melakukan tanda dan mujizat untuk hari ini. Dan kami percaya pada kesembuhan sesuai dengan Yakobus 5, tetapi kami tidak percaya dalam karunia penyembuhan hari ini, karena itu berkaitan dengan para Rasul. Walaupun kami telah menghadiri berbagai “KKR kesembuhan” yang dilakukaan oleh berbagai penyembuh Pantekosta yang paling terkenal di zaman ini, kami hanya menyaksikan tidak lain dari kesesatan, kekacauan, dan kepalsuan. Mereka mengklaim hidup dalam kuasa Pentakosta dan memiliki baptisan khusus Roh Kudus dan kuasa rasuli, tetapi mereka tidak bisa menyembuhkan seperti para rasul, mereka tidak bisa membangkitkan orang mati seperti para Rasul, mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa-bahasa seperti para Rasul, mereka tidak bisa bernubuat seperti para Rasul, dan mereka tidak memiliki hikmat rohani para Rasul.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Pengadilan Israel Membebaskan Kain dan Mempersalahkan Elia

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah persidangan yang dilangsungkan di Israel, November lalu, Elia ditemukan bersalah atas pembunuhan, sedangkan Kain dibebaskan. Persidangan itu dilakukan di Museum Bible Lands di Yerusalem, di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, dengan tujuan untuk mengaplikasikan standar dan preseden hukum Israel modern kepada perikop-perikop Alkitab. Elia dan Kain dibela oleh pengacara-pengacara top: Elia oleh Avigdor Feldman, dan Kain oleh Zion Amir. Feldman berargumen bahwa Elia harus dibebaskan karena dia bertindak atas nama Allah dan Yudaisme, tetapi Hakim Aylon Infeld memutuskan bahwa “sang tertuduh ditemukan bersalah akan pembunuhan berencana sesuai dengan paragraf 300 dari kode pidana Israel” (“Jerusalem 2018: Biblical Figures on Trial,” Israel Today, Feb. 2019, hal. 4-5). Sementara Kain, pengacaranya berargumen bahwa “teks tidak memberikan indikasi akan suatu rencana sebelumnya untuk melakukan pembunuhan.” Salah satu murid Amir menyatakan bahwa Kain tidak bisa tahu apa efek pembunuhan atas masyrakarat, dan hal ini “cukup untuk suatu pembebasan.” Murid-murid lain berargumen bahwa mungkin Habel juga sama bersalahnya, bahwa dia mengejek Kain karena Allah tidak menerima persembahannya. Ini adalah contoh bagaimana Israel modern menghakimi Firman Allah, bukannya menempatkan diri di bawah otoritas Firman Allah, bagaimana hukum-hukumnya tidak didasarkan pada kebenaran Alkitab, dan bagaimana dia mengikuti pemikiran manusia, bukan Kitab Suci.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mahkamah Agung AS Berpihak pada Pengadilan Negeri untuk Melawan Kebebasan Beragama

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian B&B Owner Forced to Serve Gay Couples,” CBNNews.com, 19 Mar. 2019: “Mahkamah Agung AS menolak untuk mendengarkan ajuan kasasi dari seorang pemilik motel Kristen yang diperintahkan oleh pengadilan negeri untuk melayani sepasang wanita lesbian, walaupun hal itu melanggar kepercayaan agamanya. Mahkamah Agung menolak ajuan banding tersebut pada hari Senin, jadi mempertahankan keputusan pengadilan negeri yang memenangkan pasangan lesbbian tersebut. Kini, kasus penuntutan itu akan berlanjut untuk menentukan hukuman yang harus dihadapi oleh pemilik bisnis Kristen tersebut. Phyllis Young, pemilik dari Aloha Bed & Breakfast di Honolulu, Hawaii, menolak untuk menyewakan sebuah kamar di rumahnya kepada Diane Cervili dan Taeko Bufford pada tahun 2007, karena kepercayaan imannya tentang pernikahan. Cervili dan Bufford menuntut Young atas tindakannya dan menuduhnya telah mendiskriminasikan mereka seksualitas mereka. Alliance Defending Freedom mewakili Young dan berargumen bahwa karena dia ‘hanya menyewakaan 1-3 kamar di rumah pribadinya, dia tidak masuk di bawah hukum akomodasi publik Hawaii yang membuat diskriminasi orientasi seksual sesuatu yang melanggar hukum.’ Advokat hukum konservatif tersebut juga menunjukkan bahwa Konstitusi (UUD) AS melindungi hak Young untuk tidak mempromosikan perilaku yang bertentangan dengan imannya atau berasosiasi dengan orang-orang yang tidak mau menghargai imannya. Namun, sebuah pengadilan negeri memutuskan bahwa Young melanggar hukum akomodasi publik yang dibuat oleh Komisi Hak Asasi Hawaii. Hukum tersebut beraplikasi kepada pelayanan penyambutan, entertainment, dan transportasi. Hukum mengatakan bahwa adalah ‘ilegal untuk tidak memberikan seseorang akses atau memperlakukan mereka secara tidak sama di suatu tempat akomodasi publik’ karena ‘agama,’ ‘orientasi seksual,’ dan ‘identitas atau ekspresi gender’ seseorang.

Posted in LGBT, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment