Janda Gaming

(Berita Mingguan GITS 15 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Ribuan suami dan istri telah secara virtual ditinggalkan demi game-game imajiner yang dimainkan di cyberspace. Sebuah artikel di MSNBC.com diberi judul “Game Widows Grieve Lost Spouses.” Perhatikan satu cuplikan: “Walaupun pasangan atau partner mereka belum meninggalkan dunia ini, para janda dan duda ini mengatakan bahwa pasangan mereka telah pergi ke suatu tempat yang hampir sama jauh dan tidak dapat dijangkau. Ada yang meninggalkan dunia ini untuk pergi ke World of Warcraft, yang lain lagi meninggalkan kehidupan ini demi Second Life, dan masih yang lain lagi disedot oleh EverQuest, Final Fantasy XI, dan Dark Age of Camelot. …Sambil jumlah orang yang bermain video games secara umum – dan massively multiplayer online (MMO) secara khusus – bertambah, demikian juga bertambah orang-orang yang menyebut dirinya sebagai ‘janda game.’ Mereka adalah para suami, istri, atau pacar dari para gamer yang kebiasaan bermain game-nya telah mengkonsumsi habis hidup mereka. Janda dan duda yang berduka mengatakan bahwa pasangan mereka telah mengalami semacam kematian digital yang hanya meninggalkan cangkang orang yang mereka kasihi. Dan sama seperti kematian yang sebenarnya, ini membuat orang-orang yang ditinggalkan patah hati, takut, dan marah.” Artikel tersebut mendaftarkan lima game yang paling membuat kecanduan, yaitu World of Warcraft, EverQuest, Peggle, Doom, dan Tetris. Tiga di antaranya adalah multiplayer online role-playing game. World of Warcraft, yang memiliki jutaan pelanggan, mengizinkan para pemain untuk menjadi “karakter-karakter mistis dengan kekuatan luar biasa,” dan para pemain bergabung bersama untuk ikut raid (penyerangan) dalam pertempuran skala besar. Karena kuasa EverQuest untuk membuat orang kecanduan, para fans-nya menyebutnya “EverCrack” dan “NeverRest.” Saya tidak akan heran jika ada orang yang menjadi dikendalikan oleh roh jahat melalui game-game ini. “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Mata Bawah Air yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 15 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 2 Juli 2015: Kami sangat senang ketika seorang pemirsa kami membawa sesuatu yang menarik perhatian kami yang bisa kami teruskan kepada para pemirsa lainnya. Seorang pemirsa mengirimkan kami sebuah link ke artikel di website National Geographic tentang berbagai fakta yang jarang diketahui tentang mata binatang. Walaupun National Geographic berasumsi bahwa evolusi itu benar, dan tidak ada menyebut bahwa Allah yang menciptakan mata binatang-binatang ini, kami yakin bahwa para pemirsa kami akan memberikan kemuliaan kepada Tuhan! Ketika ditanya binatang apa yang memiliki paling banyak mata, majalah tersebut menjawab bahwa pemegang rekor dunia adalah sejenis moluska yang disebut chiton. Makhluk yang tinggal di laut ini memiliki ribuan mata yang tertanam di cangkang di punggung mereka. Kebanyakan spesies scallop juga memiliki hingga ratusan mata, sebagaimana juga beberapa kerang raksasa. Lebih lagi, jenis cacing tuba tertentu, yang disebut sabellid dan serpulid, memiliki ratusan mata majemuk yang kecil di alat perasa mereka. Ketika ditanya binatang apa yang memiliki sistem penglihatan paling canggih, artikel itu mengajukan binatang bawah laut lainnya – udang mantis. Mata mereka yang seolah terletak di ujung tongkat memiliki tiga area, dan mereka bahwa bisa melihat spektrum ultraviolet dan cahaya yang terpolarisasi bundar. Dibandingkan dengan tiga fotoreseptor yang dimiliki manusia, udang mantis memiliki enam belas! Golongan crustacean bisa menggunakan fotoreseptor mereka untuk memahami warna langsung di dalam mata, tanpa perlu memproses informasi di otak, sebagaimana manusia. EDITOR: Sungguh Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mark Driscoll Bertobat dari Dosa Menghakimi

(Berita Mingguan GITS 8 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Ada dosa besar di antara kaum injili, yaitu dosa “menghakimi.” Boleh saja anda berpegang pada serangkaian doktrin yang sesat dan mencintai dunia ini, atau seorang homoseksual, dan anda akan terus diterima, tetapi kalau anda “menghakimi” maka ceritanya menjadi berbeda. Mark Driscoll, mantan gembala sidang dari mega-gereja Mars Hill di Seattle, bersalah akan dosa ini. Dia membanggakan “liberalisme kultural” yang dia jalankan, dengan forum-forum rock sekuler, pesta dansa tahun baru yang lengkap dengan champaign, dan itu semua bukanlah masalah bagi dia. Dia mengejek doktrin Alkitab tentang Pengangkatan yang bisa terjadi kapan saja, dan itu bukan masalah bagi dia. Yang menjadi masalah adalah ketika dia menghakimi kaum homoseksual dan feminis, dan bahkan sampai menghakimi beberapa sejawat pengkhotbah dan menyebut nama mereka. Dia bahkan pernah secara publik mengritik Joel Osteen, gembala sidang berwajah senyum yang melayani gereja terbesar di Amerika. Tetapi sekarang semuanya sudah menjadi baik, karena Mark telah bertobat dari dosa menghakimi. Sama seperti Jack Van Impe pada tahun 1980an, Mark telah bertobat dari dosa menghakimi. Dia melakukan pertobatan ini ketika dia diwawancarai oleh Brian Houston, yang disiarkan pada Hillsong Sydney Conference baru-baru ini (dihadiri oleh kaum pemuda dari minimal satu gereja Baptis independen). Houston memberitahu Driscoll bahwa dia “memiliki masalah pribadi yang besar sekali berkaitan dengan hubungan sesama … mengritik gembala lain walalupun berbeda dalam beberapa topik.” Driscoll menjawab bahwa pendapatnya mengenai mengritik sesama gembala secara publik “telah berevolusi” dan dia telah berusaha untuk berekonsiliasi dengan sejumlah gembala yang telah ia “singgung” dalam pelayanannya dulu, termasul Osteen (“Driscoll Says the Lord Convicted Him of ‘Sing against’ Joel Osteen,” The Christian Post, 29 Juli 2015). Driscoll berlanjut mengatakan, “Saya menghargai kesempatan ini untuk secara umum meminta maaf kepada [Osteen]. Ketika seseorang mati dia akan berdiri dan memberikan pertanggungan jawab. Tetapi pertanggungan jawab itu bukan kepada Mark Driscoll.”

Kini setelah masalah “menghakimi” sudah diselesaikan, saya menebak bahwa Driscoll akan mulai banyak diundang untuk berbicara di mana-mana lagi. Pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Brian Houston dan Mark Driscoll memperlihatkan kesalahpahaman besar mengenai penghakiman yang alkitabiah. Ketika seorang pengkhotbah memperingatkan tentang seorang penyesat dan seorang pengkompromi, ini bukanlah penghakiman pribadi; ini adalah penghakiman Firman Allah. Ini bukanlah seorang pengkhotbah mengambil posisi Allah; melainkan ini adalah seorang pengkhotbah menaati Allah dengan cara menegor dan membongkar kesalahan supaya domba-dombanya tidak tersesatkan dan dimakan oleh serigala. Penghakiman alkitabiah adalah sesuatu yang dilakukan misalnya ketika Paulus memperingatkan tentang Figelus dan Hermogenes, Himeneus, Filetus, Demas, dan Aleksander (2 Tim. 1:15; 2:16-18; 4:10, 14). Ini dilakukannya dalam surat kepada Timotius yang adalah surat yang juga dibaca di semua gereja-gereja sebagai bagian dari kanon Perjanjian Baru. Ini adalah “menghakimi” yang benar. Ini adalah “menghakimi” yang saleh yang lebih mementingkan menaati Allah daripada menyenangkan manusia. Ini adalah “menghakimi” yang berbelaskasihan karena lebih mementingkan kebaikan dari domba-domba daripada perasaan serigala-serigala. Dan ini adalah “menghakimi” yang setiap gembala sidang harus lakukan dan jika ia tidak melakukannya, suatu hari nanti ia akan sangat menyesalinya.

Posted in Fundamentalisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Paduan Suara Hillsong New York City Dipimpin oleh Seorang Homoseksual yang Telah “Bertunangan”

(Berita Mingguan GITS 8 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut New York Times, 17 Oktober 2014, pasangan homoseksual Josh Canfield dan Reed Kelly, menyanyi dalam paduan suara di Hillsong New York City, dan Canfield adalah seorang pemimpin paduan suara sukarela. Canfield dan Kelly disebut-sebut sebagai “Broadway Boyfriends” dalam tayangan realita Survivor: San Juan del Sur.” Dalam sebuah wawancara dengan Playbill, 16 Desember 2014, Canfield menggambarkan bagaimana dia “keluar dari kloset” (Editor: suatu istilah yang digunakan kaum homoseksual untuk mengacu kepada tindakan mereka mengakui atau mengumumkan mereka adalah homo) di Hillsong. Dia juga berbicara mengenai “pertunangannya” dengan Kelly. Dia mengatakan, “Saya terus terang kepada gereja saya. Saya adalah bagian dari Hillsong NYC. Saya salah satu pemimpin paduan suara mereka. Saya juga bernyanyi di worship team. Mereka semua luar biasa. Tidak ada yang berubah setelah saya membuat pengakuan umum, juga dengan Reed. Dia juga menyanyi di paduan suara.” Setelah hal ini dilaporkan oleh sebuah blog yang ditangani oleh Geoffrey Grider, Brian Houston dari Hillsong Sydney membuat pernyataan bahwa pernikahan hanyalah untuk “pasangan heteroseksual.” Tetapi pada kenyataannya, Hillsong berusaha untuk menyenangkan kedua sisi dalam isu ini, sama seperti yang dilakukan oleh begitu banyak gereja lain. Tahun lalu, gembala sidang senior Hillsong NYC, yaitu gembalanya Canfield dan Kelly, memberitahu CNN, “Kami memiliki banyak gay dan lesbian di gereja kami dan berdoa kami akan selalu seperti itu” (“Hillsong New York Pastor Carl Lentz,” Christian Today, 6 Juni 2014). Dalam wawancara yang sama, Laura Lentz, istri Carl dan juga sesama gembala sidang Hillsong NYC, mengatakan, “Bukanlah tempat kami untuk memberitahu seseorang bagaimana mereka harus hidup, itu – itu adalah perjalanan mereka.” Nah, seperti itulah posisi Hillsong yang sebenarnya dalam isu-isu moral, dan Laura cukup berani untuk menyerukannya secara jelas. Carl Lentz mengatakan, “Saya masih menunggu seseorang menunjukkan kepada saya di mana Yesus menyinggung hal ini di hadapan orang banyak.”

Barangkali saya bisa membantu dia dalam hal ini. Apa yang Yesus katakan mengenai homoseksualitas ada tiga hal. Pertama, Yesus meninggikan hukum Musa sebagai Hukum Allah yang kudus. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 5:17-19). Hukum Musa yang Yesus tinggikan sebagai Hukum Allah yang kudus mengatakan, “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian” (Im. 18:22). Kedua, Yesus membatasi pernikahan kepada satu laki-laki dengan satu perempuan sama seperti pada permulaan penciptaan (Mat. 19:3-9). Ini secara komplit menghancurkan legitimasi “pernikahan sesama jenis” dari sudut pandang Alkitab. Ketiga, Yesus mengatakan bahwa Roh KudusNya akan memimpin para Rasul kepada segala kebenaran (Yoh. 16:13). Kita menemukan kanon dari kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus tersebut dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, dan di sana kita menemukan pernyataan terkuat melawan homoseksualitas dalam seluruh Alkitab, yaitu dalam Roma 1:24-28. Untuk memisah-misahkan antara otoritas Injil dengan otoritas surat-surat para Rasul adalah kesesatan, karena kita diberitahu bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17). Jelas sekali bahwa Yesus tidak menyisakan celah untuk kekristenan yang homo dan “pernikahan sesama jenis,” dan bahwa pengajaranNya mengenai hal ini sangatlah publik, Mr. Lentz. Gereja-gereja Hillsong sedemikian “relevan dalam budaya” sehingga mereka berkhianat terhadap kebenaran Firman Alllah. Namun demikian, begitu banyak gereja, bahkan di kalangan Baptis, yang memakai atau terpengaruh oleh musik mereka. Ketika ditanya mengapa Hillsong begitu sukses, Brian Houston dari Hillsong Sydney mengatakan, “Kami menggaruk orang di tempat mereka gatal” (“The Lord’s Profits,” Sydney Morning Herald, 30 Januari 2003). Ya, benar, dan itu persis sama dengan yang disebut dalam 2 Timotius 4:3, yang adalah peringatan akan kesesatan. Ini menggambarkan orang-orang yang gatal akan suatu kekristenan yang baru, dan digambarkan banyak pengkhotbah yang akan menggaruk rasa gatal yang tidak benar ini. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” Ini persis menggambarkan Hillsong.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Satu Dosis Kitab Suci, Dimakan dengan Iman

(Berita Mingguan GITS 8 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Mazmur 119:25). “Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur sedang dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia tertelungkup di dalam debu. Dia sudah tiba pada jalan buntu dan kehabisan sumber dayanya sendiri. Pada titik ini, masyarakat kita akan mengusulkan dia mengunjungi psikiatris, mencari pertolongan profesional. …Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Dia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan mengutarakan masalah-masalahnya, tetapi dia akan membawanya kepada Tuhan. Dia akan mencari seorang penasihat – nasihat dari Firman Allah. Ada sangat sedikit masalah dalam hidup ini yang tidak bisa diselesaikan dengan memaparkan hidup kita kepada Firman Tuhan secara mendetil dan terus terang. Melakukan hal ini adalah terapi terbaik di dunia. Pemazmur meminta Allah untuk “menghidupkan dia,” yaitu, memberikan dia hidup yang baru. Yang kita perlukan adalah satu dosis keras Kitab Suci, dimakan dengan iman setiap hari. Cobalah. Baca Alkitabmu dengan konsisten. Katakan bersama dengan Samuel, ‘Berbicaralah Tuhan, sebab hambaMu ini mendengar.’ Alkitab adalah buku tentang orang-orang dan prinsip-prinsip. Lambat laun, Allah akan mempertemukan kita, dalam halaman-halaman BukuNya, dengan sebab dasar dari masalah kita beserta dengan solusiNya yang terinspirasi dan tak dapat gagal. Pemazmur telah menemukan cara terbaik untuk mengatasi depresi. Tetapi kita harus bersiap sedia. Alkitab sama sekali tidak akan berbicara halus tentang dosa, atau mendefinisikan ulang dosa. Alkitab akan menunjuk dengan tegas masalah dosa, dan seringkali itulah akar dari berbagai masalah dalam hidup ini” (John Phillips).

Posted in Renungan | Leave a comment

Astronomer Menemukan ‘Planet Serupa Bumi’

(Berita Mingguan GITS 1 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

NASA telah mengumumkan bahwa misi Kepler-nya telah menemukan sebuah “planet dengan ukuran mirip bumi dalam ‘zona memungkinkan kehidupan’ yang mengelilingi sebuah bintang mirip matahari” (“Astronomer Thrilled,” BreakingChristianNews.com, 24 Juli 2015). Penemuan ini membuat jumlah total planet “seperti-bumi” yang sudah ditemukan sejauh ini mencapai 4.696 planet. Yang terbaru ini, dinamai Kepler-452, berjarak 1.400 tahun cahaya dari kita dalam konstelasi Cygnus, dan disebut-sebut “membawa sains satu langkah lebih dekat untuk menemukan Bumi 2.0.” Karena pemberontakan mereka kepada Pencipta Mahakuasa, para ilmuwan yang brilian ini berkutat pada hal-hal non-sense yang didasarkan pada asumsi dan dongeng. Pencarian mereka akan “Bumi 2.0” berasumsi bahwa alam semesta ini dan kehidupan biologis adalah produk evolusi. Tetapi tidak ada bukti ilmiah sama sekali bahwa alam semesta yang kompleks ini muncul dari kehampaan atau bahwa kehidupan bisa muncul dari zat-zat mati atau bahwa begitu banyaknya bentuk kehidupan yang kompleks berevolusi dari satu yang “sederhana.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Dua College Mennonite Mengizinkan Mempekerjakan Homoseksual Yang Sudah “Menikah”

(Berita Mingguan GITS 1 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dua College Mennonite,” Christian News Network, 22 Juli 2015: “Dua college (sekolah tinggi) Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai institusi Mennonite, telah mengumumkan perubahan dalam kebijakan perekrutan mereka, dan sekarang mengijinkan mempekerjakan homoseksual yang telah ‘menikahi’ pasangannya. Eastern Mennonite University (EMU) di Harrisonburg, Virginia, dan Goshen College di Goshen, Indiana, mengumumkan perubahan itu pada hari Senin. Pada saat yang sama mereka mengklaim tetap memegang prinsip-prinsip Alkitab sebagai sekolah Kristen. Keputusan EMU tersebut adalah setelah ‘proses menyimak’ selama dua tahun untuk ‘me-review kebijakan dan praktek perekrutan saat ini berhubungan dengan individu yang ada dalam hubungan sesama jenis.’ …Pada hari Senin, Ketua Dewan Kay Brenneman Nussbaum dan Presiden Lauren Swartzendruber menyatakan bahwa mereka percaya kompromi ini memuaskan. ‘[EMU] didasarkan pada nilai-nilai Mennonite/Anabaptis, dan kami percaya orang-orang dalam hubungan sama jenis yang sudah diteguhkan, adalah anggota-anggota komunitas belajar kita yang kita hargai dengan hak-hak yang sama,’ demikian komentar Nussbaum. …Goshen College membuat pernyataan yang serupa, bahwa ada ‘keragaman’ pendapat mengenai apakah Alkitab melarang seksualitas antara dua orang sama jenis. ‘Sebagai sebuah institusi yang berakar pada tradisi Anabaptis, kami menegaskan ulang hubungan kuat kemi dengan Mennonite Church USA, dan mengakui keragaman penafsiran Kitab Suci tentang isu ini dalam denominasi kami dan dalam gereja Kristen yang lebih luas, suatu keragaman yang terpancar juga dalam dewan direktur dan kampus kami,’ kata Presiden James Brenneman.” [Editor: Ini membuktikan bahwa walaupun kaum Mennonite berasal dari tradisi Anabaptis, Mennonite hari ini telah jauh meninggalkan keteguhan iman leluhur mereka. Penerus sejati Anabaptis hari ini adalah kelompok Independen Baptis.]

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hilang dalam Kehidupan Orang-Orang Muda

(Berita Mingguan GITS 1 Agustus 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Jika seorang muda tidak memiliki kasih kepada Kristus dan suatu kerinduan mendalam untuk menyenangkan Tuhan, tidak ada daftar aturan yang dapat melindungi dia. Dia akan menemukan cara untuk melakukan apa yang sesungguhnya dia ingin lakukan, dan jika dia tidak bisa melakukannya sekarang, dia akan melakukannya segera setelah ia hidup sendiri. Ada dua hal yang terhilang dalam kehidupan begitu banyak orang muda yang tumbuh besar di gereja yang Alkitabiah sekalipun. Hal pertama yang hilang adalah keselamatan. Saya mengalami ini dalam hidup saya sendiri. Saya besar di sebuah gereja Baptis dan menjalani segala proses “keselamatan” pada usia 10 atau 11, hanya saja saya waktu itu tidak sungguh-sungguh diselamatkan. Saya tidak memiliki motivasi internal untuk melakukan halyang benar. Saya tidak memiliki kecintaan pribadi akan Alkitab. Oleh karena itu, saya melanggar aturan-aturan orang tua saya dan main kucing-kucingan dan mendapatkan cara untuk melakukan apa yang saya inginkan. Sesegera mungkin saya meninggalkan rumah dan “mengikuti hati sendiri.” Hal yang hilang dalam hidup saya adalah pertobatan kepada Allah (Kis. 20:21), dan inilah yang hilang dalam kehidupan dan hati begitu banyak orang muda. Saya “percaya Yesus” tetapi saya tidak menundukkan diri pada otoritas Allah. Padahal itulah esensi dari pertobatan. Orang berdosa telah memberontak melawan Allah dan melanggar hukumNya, dan dia harus bertobat akan hal ini. Pertobatan adalah perubahan arah dalam hati. Dua contoh Alkitab yang baik adalah Anak yang Hilang (Luk. 15:17-19) dan para penyembah berhala di Tesalonika (1 Tes. 1:9). Para orang tua dan pemimpin gereja perlu mencari bukti konkrit keselamatan. Buktinya antara lain adalah suatu pengalaman pertobatan yang mengubah hidup (Yoh. 3:3; Mat. 18:3), kasih akan Firman Tuhan (Yoh. 8:47), kasih akan kebenaran (1 Yoh. 2:3-4), dan pendisiplinan ilahi (Ibr. 12:6-8). Keselamatan tidaklah sulit. Keselamatan adalah berpaling kepada Yesus, tetapi ketika anda berpaling kepada Yesus, itu juga berarti berpaling dari kehidupan lamamu. Hal kedua yang sering hilang adalah ketundukan kepada kehendak Allah yang sempurna (Rom. 12:1-2). Ini adalah pilihan yang harus dibuat oleh setiap orang percaya, dan ini adalah pilihan yang dibuat karena kemurahan Allah. Karena semua yang telah Ia lakukan untuk kita, kita seharusnya termotivasi untuk menyerahkan hidup kita untuk melayani Dia. Tujuan dari orang tua dan pemimpin gereja seharusnya adalah memimpin orang-orang muda kepada keselamatan yang sejati dan penyerahan diri untuk memuridkan mereka.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Satu Lagi Fosil yang Dikira Burung-Dinosaurus

(Berita Mingguan GITS 25 Juli 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Universitas Edinburgh dan Chinese Academy of Geological Sciences telah mengumumkan penemuan terbaru kandidat mata rantai yang hilang dalam evolusi burung. Zhenyuanlong (naga zhenyuan) adalah nama dari seekor “dinosaurus bersayap” yang telah menjadi fosil. Makhluk berukuran 2 meter ini katanya terlihat “persis seperti burung turkey atau burung pemakan bangkai.” Ia memiliki “sayap-sayap sejati” dengan bulu khusus di lengan pendeknya dan ekornya, tetapi ia tidak terbang. Penafsiran atas artefak ini tentunya dibumbui dengan konsep evolusionis, bukan karena ada bukti-bukti, tetapi karena itulah asumsi dasar dalam pikiran para ilmuwan tersebut. Ketua peneliti, Dr. Steve Brusatte, mengatakan, “Jadi mungkin [sayap] tidak berevolusi untuk terbang – barangkali sayap berevolusi sebagai suatu struktur dekorasi, atau untuk melindungi telur di sarang. Atau mungkin binatang ini mulai bergerak di antara pepohonan dan mampu untuk meluncur” (“Dinosaur find: nenek moyang Velociraptor adalah ‘naga bersayap,’” BBC News, 17 Juli 2015).

Ini adalah asumsi belaka, semata-mata menebak-nebak. Sama sekali tidak ada bukti bahwa sayap dan kemampuan untuk terbang adalah hasil evolusi. Agar seekor “dinosaurus” dapat berevolusi menjadi burung, perlu penambahan besar-besaran informasi yang tersusun sempurna di dalam DNA, untuk menciptakan struktur-struktur baru yang begitu kompleks, dan evolusi tidak pernah bisa mengajukan mekanisme kreatif apa yang dapat menyebabkan perubahan demikian. “Seleksi alam,” dalam kondisi terbaik, hanya mampu untuk menyeleksi dalam lingkup informasi genetik yang sudah ada. Sedangkan mutasi, itu adalah kesalahan genetika. Mutasi yang paling baik pun hanyalah bersifat netral, dan seringkali mutasi sangat merusak bagi individu yang bersangkutan. Mutasi tidak dapat membangun lapisan demi lapisan kode genetik yang kompleks dan tersusun rapi. Apapun juga binatang “Zhenyuanlong” ini, jelas ia tidak berevolusi. Ada begitu banyak jenis binatang yang terbang (burung, mamalia, reptil, dan serangga) dan juga ada banyak binatang bersayap yang tidak terbang (misal emu, burung unta), dan Zhenyuanlong masuk ke salah satu kategori ini.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Rick Warren Akan Bergandengan Tangan dengan Paus

(Berita Mingguan GITS 25 Juli 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Gembala sidang Rick Warren dari Saddleback Church (Southern Baptist), dan penulis buku The Purpose Driven Life, dijadwalkan akan berbicara dalam Festival of Families yang diadakan oleh Paus di Philadelphia pada bulan September ini. Pembicara lain melingkupi tiga kardinal Katolik dan seorang rabbi Yahudi (“Papal Mass in Philadelphia,” Catholic Herald, 26 Juni 2015). Saya akan mengajukan kepada Gembala Warren pertanyaan berikut: “Jika seseorang berdoa kepada Maria, mempercayai keperantaraannya dan pertolongannya, dan menganggap baptisan sebagai kelahiran kembali, dan percaya bahwa sepotong roti adalah benar-benar tubuh dan darah Yesus (sebagaimana dipercayai oleh Paus), apakah dia seseorang yang diselamatkan, ataukah dia mengikuti “injil lain” dan “roh yang lain”? Rick Warren adalah salah satu pengkhotbah yang paling berpengaruh di dunia, dan dia adalah seorang buta yang menuntun orang buta. Bahwa Southern Baptist Convention tidak secara terbuka menegor kesalahan dan kompromi yang dia lakukan, dan mengeluarkan gereja dia dari Southern Baptist, adalah bukti bahwa Southern Baptist Convention sedang memberontak terhadap Firman Allah.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment