Remaja Putri Somali Ditembak Mati Karena Menerima Kristus

(Berita Mingguan GITS 11 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The Christian Post, 4 Des. 2010: “Seorang putri berusia 17 tahun di Somalia yang bertobat menjadi Kristen dari Islam ditembak mati minggu lalu dalam apa yang nampaknya adalah ‘pembunuhan demi kehormatan,’ demikian kata sumber di daerah tersebut. Nurta Mohamed Farah, yang melarikan diri dari kampungnya di Bardher, Daerah Gedo ke Daerah Galgadud untuk tinggal bersama dengan keluarga lain setelah orang tuanya menyiksa dia karena meninggalkan Islam, mati tanggal 25 November. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa mereka mencurigai kuat bahwa dua orang tak dikenal di Daerah Galgadud yang menembak dia di dada dan kepala dengan sebuah pistol adalah keluarga atau bertindak atas permintaan keluarganya. ‘Laporan sampai kepada sanak di Galgadud bahwa Nurta Farah telah bertobat masuk Kristen,’ kata satu sumber. ‘Kecurigaan bahwa keluarganya bertanggung jawab adalah cukup kuat. Saudari kita ini dibunuh di Abudwaq, sebuah distrik di Daerah Galgadud, dan tempat terjadinya insiden sekitar 200 meter dari tempat saudari tersebut tinggal dengan keluarganya.’ Orang tuanya telah memukuli dia dengan hebat karena meninggalkan Islam dan secara reguler merantai dia ke sebuah pohon di rumah mereka, kata sumber-sumber Kristen. Orang tuanya juga membawa dia ke seorang dokter yang memberikan obat-obat untuk ‘penyakit mental,’ …..Orang-orang Kristen lokal melaporkan bahwa Farah dirantai di sebuah pohon pada siang hari dan ditaruh di sebuah ruangan yang kecil dan gelap pada malam hari.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , , , , , , | 2 Comments

Cina Mendeklarasikan Bahwa Gereja Rumah Adalah Bidat

(Berita Mingguan GITS 11 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari CNSNews, 8 Des. 2010: “Cina dilaporkan telah meluncurkan serangan baru terhadap ‘gereja-gereja rumah,” yaitu jemaat-jemaat Prostestan yang tidak menjadi bagian dari organisasi gereja ‘patriotik’ yang disetujui oleh negara. Dalam perkembangan yang sangat mengancam sebagaimana dilaporkan oleh China Aid Association (CAA), otoritas Cina telah memberikan label “bidat” kepada gerakan rumah gereja. Beijing pernah menggunakan istilah yang sama ketika mereka mengkriminalkan meditasi Falun Gong pada tahun 1999, suatu tindakan yang menyebabkan penutupan besar-besaran dan yang masih terus terjadi terhadap Falun Gong, yang menuaikan kecaman terhadap Cina dari seluruh dunia. Mengutip sumber-sumber rahasia “dari lebih dari satu sumber terpercaya” di dalam Cina, CAA pada hari Selasa mengatakan bahwa kampanye melawan gereja-gereja rumah yang diperintahkan oleh Politburo Partai Komunis dimulai tanggal 1 Desember. Para pejabat keamanan Cina ‘telah diberitahu untuk mengumpulkan informasi mengenai gereja-gereja rumah di seluruh negara tersebut dan menyerahkan laporan ini kepada atasan mereka,’ demikian dikatakan. ‘Daftar panjang pemimpin-pemimpin gereja rumah dan orang-orang percaya berpengaruh yang diblacklist telah dibuat.’ ….Memberi label bidat terhadap gereja-gereja rumah di Cina dapat mendatangkan konsekuensi yang serius dan adalah suatu langkah mundur dalam menghangatnya hubungan belakagan ini antar rezim Beijing dengan jaringan gereja rumah yang luas,” demikian kata CAA. Mereka ingat bagaimana pemerintah membelokkan opini publik di Cina terhadap Falun Gong dengan cara menggambarkan suatu gerakan non-politik yang tanpa kekerasan sebagai suatu “bidat” yang berbahaya. Sumber-sumber Falun Gong yang dikutip memperkirakan bahwa paling kurang 6000 orang pengikut telah dipenjarakan sejak 1999 sementara lebih dari 100000 pengikut telah dimasukkan ke kamp-kamp ‘reformasi melalui kerja paksa.’”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Anglikan Menuju Roma

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Kira-kira 500-600 orang Anglikan (Gereja Inggris), dipimpin oleh lima uskup dan 50 imam, akan bergabung dengan Gereja Roma Katolik di bawah suatu sistem baru yang diciptakan oleh Paus Benedict (“Churches Lose Their Vicars as Anglicans ‘Jump Ship,’” The Telegraph, 21 Nov. 2010). Program Vatican tersebut mempermudah para Anglikan untuk beralih kepada Gereja Katolik. Tujuannya adalah untuk menggoda “tradisionalis yang melawan imam perempuan, keimamatan yang gay dan pemberkatan persatuan sesama seks” (“Vatican Seeks toLure Disaffected,” Denver Post, 20 Okt. 2009). Program tersebut mengizinkan para Anglikan untuk bergabung dengan Gereja Katolik sambil masih mempertahankan beberapa praktek mereka sendiri, termasuk keimamatan yang menikah. Mereka juga dapat beralih secara grup daripada sendiri-sendiri. Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury (kepala dari Gereja Anglikan di bawah ratu/raja Inggris), diberitahukan mengenai program ini hanya beberapa jam sebelum diumumkan tahun lalu (Inilah praktek saling menghormati ekumenikal!). The Daily Telegraph baru-baru ini mengumumkan bahwa lima uskup Anglikan memimpin peralihan itu. Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury, memperingatkan bahwa kepergian itu akan membuat sebagian paroki Anglikan tanpa pemimpin.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Tagged , , , , | 1 Comment

Gembala Sidang Reformed Memperingatkan Agar Tidak Menggunakan Pendekatan Dispensasional Dalam Hal Israel

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Henry Mikhail, seorang gembala sidang Reformed, memperingatkan bahwa theologi Dispensasional merusak hubungan Amerika-Palestina. Berbicara di Forum Global Faith di Gereja Northwood di Keller, Texas, Mikhail berkata, “Karena kelompok Injili Amerika menerima kondisi yang sekarang terjadi ini sebagai nubuat tentang Israel, mereka telah mendukung kebijaksanaan yang keras dan menekan – bahkan terhadap sesama Kristen, yang adalah sangat ironis” (“Arab Christians: Bad Eschatology Harms,” Associated Baptist Press, 19 Nov. 2010). Mikhail, yang melayani dalam grup damai-dan-keadilan di Konsili Sinode Umum Gereja Reformed Amerika, mengatakan bahwa janji-janji Allah kepada Israel adalah milik gereja. Ini adalah “Theologi Penggantian” (Replacement Theology) yang sesat yang telah menjadi bagian dasar theologi Reformed sejak awalnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa janji-janji Allah kepada Israel akan digenapi ketika bangsa itu bertobat setelah zaman gereja. “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka.”” (Roma 11:25-27). Kondisi Israel saat ini bukanlah penggenapan nubuat ini, tetapi hanyalah contoh akan apa yang akan datang. Yehezkiel bernubuat bahwa Israel akan kembali ke tanah mereka dalam dua tahap. Pertama, ia akan kembali dalam kondisi yang buta rohani; kedua ia akan bertobat (Yeh. 37:7-9). Sepanjang abad ke-20 Israel kembali ke tanah mereka dan menegakkan diri mereka sendiri lagi sebagai suatu bangsa, tetapi ia memang masih mati rohani. Negara Israel modern bukanlah kerajaan yang dinubuatkan dalam Alkitab dan bukanlah suatu negara kebenaran, tetapi ketika Kristus datang kembali, Israel yang bertobat akan menjadi pusat kerajaan duniaNya yang penuh kebenaran. Kita tidak mendukung semua yang dilakukan Israel, tetapi kita tahu bahwa janji-janji Allah kepadanya tidaklah diberikan kepada gereja dan seharusnya nyata kepada semua bahwa berkat-berkat Allah menyertai kembalinya mereka ke tanah walaupun dalam kondisi rohani yang seperti ini. Kehadiran Israel di sana merupakan mujizat yang terus berlangsung. Theologi Reformed sedang populer di kalangan fundamental Baptis, dan mereka bukan hanya salah dalam hal pemilihan, tetapi juga tentang gerjea dan Israel dan penafsiran nubuat Alkitab.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Mengajar Anak-Anak Untuk Memiliki Waktu Membaca Alkitab Setiap Hari

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan orang tua bagi anak-anak mereka adalah membantu mereka mengembangkan kebiasaan membaca Alkitab setiap hari. Adalah Firman Allah yang dapat dipakai oleh orang muda untuk membersihkan jalannya dari dunia yang jahat ini (Maz. 119:9). Firman Tuhan haruslah masuk ke dalam hati dan jiwa dan mengisi keseluruhan hidup individu tersebut, dan ini tidak akan terjadi tanpa membaca, mempelajari, menghafal, dan merenungkan Firman Tuhan menjadi praktek sehari-hari. Gembala sidang David Sorenson memberikan beberapa nasihat mengenai hal ini sebagai berikut: 1. Mulailah secepatnya. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami mulai menyuruh mereka membaca Alkitab sesegera mereka bisa membaca. Memang pendek saja tetapi mereka mulai sejak di tahun-tahun TK mereka. 2. Rencanakan pembacaan mereka itu. Alkitab adalah buku yang kompleks, bahkan untuk orang dewasa. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami menyuruh mereka membaca 1 Yohanes karena kosa kata dan sintaksnya yang sederhana. Pertama-tama kami menyuruh mereka membaca satu atau dua ayat sehari. Sambil mereka naik kelas dalam sekolah, tugas membaca itu berkembang menjadi satu pasal sehari dan ketika mereka SMP, kami menyuruh putri-putri kami membaca empat pasal sehari. Ini adalah jumlah yang diperlukan untuk membaca Alkitab dalam satu tahun. Tetapi poin besarnya adalah kami merencanakan pembacaan itu bagi mereka. 3. Sediakanlah insentif positif. Ketika putri-putri kami masih kecil, kami membuat suatu tempelan di kulkas, dan ketika mereka melakukan pembacaan Alkitab wajib mereka, mereka menerima satu bintang setiap hari. Ketika mereka dengan setia mengisi bintang mereka selama beberapa minggu atau satu bulan, kami merencanakan hadiah bagi mereka. 4. Pertahankan kebijakan ini. Kami memastikan bahwa putri-putri kami melakukan tugas membaca Alkitab mereka sebagaimana diinstruksikan. Suatu pertanyaan yang sering terdengar di meja makan adalah ‘Apakah kamu membaca Alkitabmu pagi ini?’ Walaupun pada akhirnya mereka tidak memakai tempelan kulkas dan bintang lagi, kami tetap mengecek mereka selama masa-masa remaja. 5. Lakukanlah karena ini hal yang benar. Ketika putri-putri kami bertumbuh besar dan tidak lagi memerlukan insentif-insentif kecil, kami beralih mengajarkan mereka filosofi bahwa membaca Alkitab adalah hal yang memang patut dilakukan. Sambil kami mengembangkan prinsip melakukan kebenaran, mudah untuk memasukkan praktek pembacaan Alkitab ke dalam prinsip kebenaran. Sungguh, adalah tepat bagi seorang percaya untuk berada dalam Firman Allah setiap hari (Training Your Children to Turn out Right).”

Posted in Keluarga | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Pemerintah Pakistan Dilarang Untuk Mengampuni Seorang Kristen Yang Dihukum Mati

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The Christian Post, 29 Nov. 2010: “Pemerintah Pakistan dilarang pada hari Senin oleh pengadilan tinggi negara itu untuk memberikan grasi kepada seorang wanita Kristen yang dijatuhi hukuman mati karena tuduhan penghujatan. Asia Bibi dijatuhi hukuman mati tiang gantung pada awal bulan November karena katanya mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Nabi Muhammad. Ibu Kristen beranak lima ini adalah wanita pertama yang menerima hukuman mati atas penghujatan di Pakistan. Pengacara Bibi mengajukan banding dan petisi untuk meminta grasi dari presiden. Pemimpin-pemimpin agama, termasuk Paus Benedict XVI, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyerukan pembebasannya, tetapi orang-orang Islam konservatif mengancam akan terjadi anarki jika Presiden Asif Ali Zadari mengampuni wanita tersebut. Menteri Minoritas Federal, Shahbaz Bhatti mengatakan bahwa dia berharap Bibi akan dilepaskan. Dia ditugaskan untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan terhadap Bibi dan mengatakan bahwa temuan awal memperlihatkan bahwa dia tidak bersalah. Bibi ditangkap tahun 2009 setelah adu mulut kecil dengan teman-teman pekerja ladang. Dia sedang memunguti buah di ladang bersama teman-teman kerja Muslim dan pergi untuk mengambil air bagi kelompok mereka. Ketika kembali, para wanita Muslim di ladang itu menolak untuk minum air tersebut karena kontainernya telah disentuh oleh seorang Kristen. Bibi tersinggung dan berargumen dengan wanita-wanita itu, tetapi kemudian tidak terlalu memikirkan insiden itu lagi. Namun, beberapa hari kemudian, lusinan orang Islam menyeret dia pergi. Dia dituduh menghujat Nabi Islam, Muhammad, tuduhan yang dia sangkal.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Emerging Church Mengatakan Bahwa Orang Muda Memerlukan Panggilan, Bukan Peraturan

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Steven Furtick dari Gereja Elevation di Charlotte, North Carolina, mengatakan bahwa yang diperlukan generasi ini bukanlah lebih banyak lagi aturan mengenai bagaimana menjalani hidup, tetapi suatu panggilan yang menjadi tujuan hidup (“Charlotte Pastor,” The Christian Post, 26 Nov. 2010). Ini adalah filosofi yang khas emerging church. Pada kenyataannya, yang diperlukan orang muda adalah peraturan SEKALIGUS suatu panggilan kepada pemuridan yang sejati. Dalam Firman Tuhan, pemuridan berarti juga melaksanakan peraturan-peraturan ilahi. Yesus menginstruksikan gereja-gereja untuk mengajarkan petobat-petobat melakukan “segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20), dan “segala sesuatu” yang dimaksud ada dalam Alkitab. Perhatikan misalnya surat Efesus. Surat ini memberitahu kita bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia Allah tanpa usaha, tetapi surat ini juga mengandung tiga pasal yang penuh dengan aturan-aturan yang harus ditaati oleh orang percaya, peraturan yang meliputi segala aspek kehidupan, pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Karena sudah kecanduan dengan kebudayaan pop, generasi ini telah menolak peraturan demi suatu gaya hidup dan filosofi “aku duluan,” dan emerging church sedang mengkhotbahkan apa yang diinginkan oleh kekristenan sesat yang penuh hawa nafsu (2 Tim. 4:3-4). Mengambil sikap semangat emerging, Furtick mengklaim bahwa ini adalah “generasi yang paling terdorong, paling berkesempatan, paling mungkin dalam sejarah untuk membawa Injil Yesus Kristus ke seluruh dunia.” Faktanya, ini adalah generasi yang biasanya kekurangan rasa pengorbanan diri, disiplin, dan komitmen jangka panjang untuk melakukan tugas seperti itu, tetapi ketika seorang muda menolak “generasinya,” bertobat dari cintanya akan kebudayaan fasik dan sia-sia, dan menjadi murid sejati Kristus, menyerahkan diri sendiri kepada aturan Kristus sebagaimana dituang dalam Firman Tuhan, ia memang dapat membantu membawa Injil Kristus kepada dunia yang membutuhkan ini. Inilah tujuan yang harus didengungkan oleh setiap gereja-gereja Alkitabiah kepada orang-orang mudanya. Yang kita setujui adalah bahwa orang muda di gereja-gereja Alkitabiah bukan HANYA memerlukan aturan, dan secara khusus mereka tidak memerlukan suatu fokus kepada daftar aturan-aturan eksternal yang dangkal tanpa pendidikan yang sejati tentang pemuridan di tingkat hati mereka.

Posted in Emerging Church | Tagged , , , | Leave a comment

Pengkhotbah Southern Baptist Yang Agnostik

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah laporan di ABC World News menggambarkan dua orang pelayan Southern Baptist yang agnostik (posisi tidak tahu apakah Allah ada atau tidak ada). Para pengkhotbah itu, yang hanya disebutkan nama depannya saja, Adam dan Jack, dikutip mengatakan kehilangan iman mereka ketika dikonfrontasikan dengan tulisan-tulisan atheis seperti Richard Dawkins. Orang yang diidentifikasi sebagai Adam mengatakan, “Saya menjadi sadar bahwa semua yang telah diajarkan kepada saya untuk saya percayai itu ternyata sangat selektif, dan tidak pernah melihat dengan sungguh-sungguh pengajaran sekuler atau filosofi lain….Saya berpikir, ‘Ya Tuhan. Apakah saya percaya hal-hal yang salah? Apakah saya sudah menghabiskan seumur hidup dan seluruh karir saya mempromosikan sesuatu yang tidak benar?’” (“Atheist Ministers Struggle with Leading the Faithful,” ABC World News, 9 Nov. 2010). Saya sama sekali tidak tahu siapa “pelayan-pelayan” ini atau bagaimana ABC News menemukan mereka, tetapi saya sama sekali tidak kaget bahwa orang-orang semacam ini memang ada. Rata-rata gereja Baptis, apakah itu Southern atau Independen, tidak mempersiapkan orang-orang muda untuk menghadapi skeptikisme zaman ini. Orang-orang muda diberikan entertainment, bukan dimuridkan. Mereka diajar untuk semangat masalah olahraga dan kebudayaan pop dan bukan tentang Tuhan dan FirmanNya. Iman yang Alkitabiah bukanlah lompatan ke dalam kegelapan. Iman yang benar didasarkan kepada bukti historis yang kuat. Lukas menggambarkannya sebagai “banyak tanda” (many infallible proofs di Kis. 1:3). Tidaklah sulit untuk mempertahankan Alkitab dan Injil terhadap tuduhan-tuduhan para “atheis baru” yang tidak berhikmat, tetapi kebanyakan gereja bahkan tidak berusaha.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , | Leave a comment

Setelah Fatwa, Gembala Sidang di Pakistan Dipukuli dengan Batu Bata

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Compass Direct News, 5 Nov. 2010: “Ekstrimis Islam di Islamabad pada hari Senin (1 November) memukuli dengan batu bata dan tongkat hockey seorang pelayan Kristen yang menerima fatwa mati. Rev. Dr. Suleman Nasri Khan, seorang mantan pejuang di Afghanistan sebelum pertobatannya kepada kekristenan pada tahun 2000, menderita cedera kepala serius, retak tulang lengan, dan patah tulang di pergelangan kaki kiri di dalam penyerangan oleh 10 ekstrimis Muslim; ia mampu mengenali dua orang dari antara mereka sebagai Atta-Ullah Attari dan Allama Masaud Hussain. Penyerangan di Chashma tersebut, dekat kota Iqbal di Islamabad, terjadi setelah fatwa oleh cendekiawan Islam Allama Nawazish Ali tanggal 25 Oktober untuk membunuh Khan, gembala sidang dari Gereja Kuasa Penyembuhan Allah di daerah Kalupura di kota Gujrat. Seorang mufti (cendekiawan Islam) dan anggota dari Dawat-e-Islami, yang mengorganisir pembelajaran Quran dan Sunnah, Ali memiliki otoritas untuk mengeluarkan fatwa. Khan, 34 tahun, telah pindah ke sebuah apartemen yang disewa di Islamabad setelah melarikan diri dari rumahnya di Gujrat karena ancaman-ancaman maut terhadap dia dan keluarganya, demikian dia tuturkan. Fatwa tersebut, yaitu suatu perintah agamawi yang harus ditaati oleh semua Muslim, dikeluarkan setelah Khan memprotes kekerasan anti-Kristen di Kalupura bulan lalu. Ekstrimis-ekstrimis Muslim yang tahu akan pertobatannya pertama kali menyerang Khan pada tahun 2008 – membunuh anak pertamanya, Sana Nasri Khan yang berumur 3 bulan. Ia dan istrinya Aster Nasri Khan berhasil lolos.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Apakah Roma 14 Mengajarkan Untuk Tidak Separasi Atas Doktrin-Doktrin Yang “Tidak Fundamental”?

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah artikel yang berjudul “Ecclesiastical Separation,” Clayton Reed, gembala sidang dari Gereja Baptis Southlake, di Southlake, Texas, mengklaim bahwa separasi seharusnya hanya berlaku untuk doktrin-doktrin penting seperti Injil dan bahwa adalah salah untuk memisahkan diri atas hal-hal yang “tidak fundamental” seperti cara pembaptisan, bahasa lidah, post-milenialisme, Arminianisme dan Kalvinisme, dan afiliasi dengan Southern Baptist Convention. Ia menyimpulkan, “…kita harus bergabung dengan semua orang Kristen yang rela dan bersemangat untuk memajukan kerajaan Allah sementara masih ada waktu untuk bekerja.” Untuk mendukung posisi ini, Reed mengutip Roma 14:4, mencabik ayat tersebut dari konteksnya. Sebenarnya, Roma 14 sama sekali tidak mengajarkan bahwa ada hal-hal di Firman Allah yang sekunder dalam hal bagaimana kita harus menaatinya atau bagaimana kita harus memisahkan diri berdasarkan hal-hal tersebut. Roma 14 bukan berbicara mengenai doktrin yang “tidak essensial.” Contoh-contoh yang diberikan sang Rasul adalah masalah makan daging dan merayakan hari-hari tertentu. Mengenai hal-hal ini Alkitab tidak berbicara [Editor: Alkitab mengatakan bahwa boleh makan daging (1 Kor. 6:12), tetapi tidak mengharuskan makan daging. Jadi kalau ada yang tidak mau makan daging, terserah dia. Alkitab mengajarkan agar orang Kristen tidak menganggap hari tertentu kudus (Kolose 2:15; Galatia 4:10-11), tetapi tidak melarang orang Kristen merayakan hari kemerdekaan, hari ucap syukur (thanksgiving), natal, dll.] Tidak ada keharusan bagi orang Kristen untuk melakukan hal-hal ini. Jadi, Roma 14 membahas bagaimana kita menyikapi topik-topik yang TIDAK DIAJARKAN SECARA JELAS DALAM ALKITAB. Dalam hal-hal yang Allah tidak perintahkan dengan jelas, ada kebebasan. Di sisi lain, dalam hal-hal yang Allah telah perintahkan dengan jelas, satu-satunya kebebasan adalah untuk taat. Memang tidak semua pengajaran Alkitab memiliki bobot yang sama, tetapi sama sekali tidak ada petunjuk bahwa ada doktrin yang harus dianggap “tidak fundamental” dalam arti kita boleh memeliharanya dan boleh juga tidak. Satu-satunya doktirn yang “tidak fundamental” adalah yang didasarkan pada pendapat manusia. Mereka yang menekankan adanya doktrin-doktrin yang “tidak penting” tidak memberitahu kita apa tandanya doktrin yang seperti itu, dan sekali seseorang percaya filosofi tersebut, maka daftar doktrin “tidak fundamental” akan bertambah seiring waktu sambil ia memperluas asosiasi dengan mereka yang berlainan doktrin. Kami yakin bahwa filosofi “dalam hal-hal penting persatuan, dalam hal-hal tidak penting kebebasan” adalah jalan dari fundamentalisme menuju gerakan emerging church.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , | Leave a comment