Orang-Orang Injili Sedemikian Duniawi, Mereka Senang Ketika Dicap Antinomian

(Berita Mingguan GITS 29 Januari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Menurut sebuah laporan di Christianity Today online, semakin banyak pelayanan Injili yang menyambut baik tuduhan antinomianisme, yaitu doktrin bahwa orang percaya tidak perlu tunduk kepada aturan atau hukum eksternal. Laporan CT tersebut mengatakan: “Di belahan tertentu dunia Injili, dituduh mengajarkan antinomianisme semakin hari semakin dianggap sebagai gejala pelayanan yang sehat….Ada berbagai variasi dalam tema ini di berbagai tempat, terutama di antara pengkhotbah-pengkhotbah muda yang mengidentifikasi diri sebagai Reformed….Kata-kata persis-nya mungkin berbeda, tetapi hal yang sama adalah bahwa tuduhan antinomianisme menjadi barometer yang penting untuk menentukan apakah atmosfir pelayanan seseorang sudah cukup menekankan kasih karunia atau tidak” (“Heresy Is Heresy, Not the Litmus Test of Gospel Preaching, CT, 24 Jan. 2011). Yang dimaksud oleh laporan ini adalah gerakan emerging church dan “liberalisme kultural”nya yang bangga akan kebebasan untuk menyelam masuk kebudayaan pop yang kotor. Posisi ini matang dalam diri Mark Driscoll di Seattle, tetapi ini bukan hal yang baru. Pemimpin-pemimpin Injili seperti Charles Swindoll telah mengajarkan doktrin “kasih karunia” ini selama puluhan tahun, dan sebelum itu pengajaran ini adalah karakteristik utama gerakan Jesus People. Dalam buku The Grace Awakening, Swindoll mengklaim bahwa sangatlah legalistik (Editor: suatu istilah yang mereka pakai dengan konotasi negatif dengan arti kira-kira “tunduk kepada hukum Taurat” atau “ingin masuk surga dengan cara melakukan hukum”) untuk melarang musik rock, film-film dengan rating-R, berdansa, dll. Ia mengatakan bahwa penekanan aturan Alkitab yang terlalu dogmatis adalah “pembunuh kasih karunia.” Karena kita diselamatkan oleh kasih karunia, menurut dia kita bebas untuk mengikuti tuntunan Roh Kudus yang diam dalam hati tanpa mengikuti daftar aturan atau hukum eksternal. Tetapi kalau hal itu benar, maka tidak mungkin Perjanjian Baru penuh dengan aturan dan hukum! Sebagai contoh, surat Efesus, yang mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah tanpa perbuatan, diakhiri dengan tiga pasal yang berisikan banyak aturan yang ketat. Sebagai contoh: “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Perintah ini, yang ditujukan kepada orang-orang kudus yang sudah dibasuh darah dan diselamatkan oleh kasih karunia, memiliki penerapan yang luas dalam dunia yang jahat ini. Ini dapat diterapkan ke area musik, pakaian, entertainment, hobi dan kebiasaan, kepada segala aspek kehidupan bahkan. Anak-anak Allah diinstruksikan di sini untuk mengidentifikasi apapun juga yang memiliki hubungan dengan perbuatan kegelapan supaya ia dapat menjauhinya. Dan bukan hanya itu saja, ia harus mengambil peran aktif untuk menegur segala perbuatan itu. Itulah yang menyebabkan Yohanes Pembaptis mendapatkan masalah besar (dengan Herodes), dan hal-hal seperti inilah yang akan menyebabkan seseorang difitnah sebagai seorang Farisi, tetapi ini adalah pelayanan yang diharuskan oleh Allah pada setiap orang Kristen. Allah telah mengharuskan kita untuk memperhatikan apa yang orang lain lakukan! Perhatikan Titus 2:11-12, bahwa kasih karunia yang Alkitabiah mengajarkan kita untuk “meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi” dan memanggil kita untuk “hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Titus 2:11-12). Untuk dapat hidup demikian orang percaya harus terus menerus menghakimi dan menilai segala sesuatu, berjuang untuk kekudusan dalam setiap detil kehidupannya. Ayat-ayat Firman Tuhan seperti ini memotivasi saya waktu saya masih seorang Kristen muda untuk meninggalkan rock & roll yang semula saya cintai dan gaya hidup yang berkaitan dengan itu. Tidak dapat diragukan rock & roll adalah perbuatan kegelapan. Ia diciptakan oleh manusia-manusia kegelapan, diberi kuasa oleh bapa kegelapan dengan tujuan mempromosikan kegelapan dalam dunia milik Allah, dan ia sangat sukses.

Posted in Emerging Church, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pasukan Swiss Milik Paus Merayakan 505 Tahun Keberadaan

(Berita Mingguan GITS 29 Januari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Tanggal 22 Januari yang lalu, Pasukan Swiss Vatikan merayakan 505 tahun pelayanan bagi sang Paus, dan itu berarti mereka adalah pasukan tertua di dunia yang masih eksis (EWTN News, 23 Januari 2011). Pada tahun 1506, 150 tentara Swiss pertama masuk Vatikan atas permintaan Paus Julius II untuk membentuk Pasukan Swiss Penjaga Paus. Julius, yang menjadi Paus melalui sogokan, dijuluki “Paus Menakutkan” karena memulai perang melawan Venisia dan Perancis dan memimpin tentaranya dalam peperangan. Ia memerintahkan ordo Dominican di Jerman untuk menjual surat pengampunan dosa untuk mendanai petualangan-petualangan militernya dan pembangunan Basilika Santo Petrus. Istilah “paus” berarti bapa, dan Julius benar-benar menghayati gelar tersebut karena dia menjadi ayah dari tiga anak perempuan di luar nikah. Saat ini ada 110 tentara penjaga yang bertugas mengamankan keselamatan pribadi Paus. Petrus, yang mereka sebut paus pertama, tidak pernah memiliki pasukan, istana, takhta, mahkota, sebuah basilika yang dilukis oleh Michelangelo, atau sebuah bank, tetapi Petrus memiliki seorang istri. EDITOR: Betapa jauh sistem Katolik telah menyimpang dari Alkitab, dan betapa buta mereka yang terus berpegang pada sistem itu.

Posted in Katolik | Tagged , , , , , | Leave a comment

Iran Menangkap Lusinan Orang-Orang Kristen

Berikut ini disadur dari International Christian Concern, 7 Januari 2011: “Iran dilaporkan telah menangkap lusinan orang-orang Kristen, banyak di antara mereka bertobat dari Islam, dalam suatu operasi yang dimulai bulan Desember lalu. Seorang pejabat Iran menuduh kelompok-kelompok Injili Protestan melakukan serangan budaya. Kelompok-kelompok Kristen di dalam Iran mengatakan bahwa Kementerian Bimbingan Islam di negara tersebut juga telah menyerang lusinan orang Kristen yang mereka tuduh melakukan aktivitas kristenisasi. ‘Petugas-petugas keamanan yang bersenjata masuk ke rumah-rumah Kristen secara paksa, menyerang mereka secara fisik dan dengan kata-kata, lalu memborgol dan membawa mereka untuk interogasi,” demikian dilaporkan oleh kelompok Middle East Concern yang berbasis di Siprus….Mencoba untuk menobatkan seorang Muslim menjadi Kristen atau agama lain adalah ilegal di Iran dan banyak negara Islam lainnya. Misionari Kristen secara rutin diusir dan kadang-kadang dipenjarakan karena membagikan Alkitab dan bahan-bahan rohani lainnya.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Tagged , , | Leave a comment

Almarhum Paus Akan Di”Beatifikasi” Pada Bulan Mei

Vatikan telah mengumumkan bahwa almarhum Paus John Paul II akan di”beatifikasi” tanggal 1 Mei sebagai suatu langkah penting untuk menuju status santo Katolik. Komisi “santo-santa” telah menetapkan bahwa paus yang telah mati itu melakukan suatu mujizat doa ketika ia merespons doa-doa Marie Simon-Pierre, seorang biarawati Perancis yang disembuhkan dari penyakit Parkinson. Normalnya, diperlukan waktu penungguan selama 5 tahun setelah seseorang meninggal barulah proses menjadi santo dapat dimulai, tetapi untuk John Paul II proses tersebut telah dipercepat sejak kematiannya tahun 2005. Proses agar bunda Teresa menjadi santu juga sedang dipercepat dan ia sudah di-beatifikasi pada tahun 2003, enam tahun setelah kematiannya. Doktrin santo-santa Katolik adalah kesesatan. Tidak ada dalam Alkitab kita temukan orang-orang Kristen di gereja-gereja rasuli berdoa kepada santo-santa. Alkitab menginstruksikan kita untuk berdoa kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus, satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5). Berdoa kepada manusia biasa, lelaki atau perempuan, adalah penghujatan. Dalam Perjanjian Baru, istilah “orang kudus” (santo) diterapkan kepada semua orang Kristen yang sudah sungguh lahir baru, bukan kepada suatu kelompok spesial (Kis. 9:13, 32, 41; 26:10, dll.). Bahkan orang-orang Kristen yang kedagingan di Korintus pun disebut orang-orang kudus (2 Kor. 1:1). Orang-orang Kristen lahir baru bukanlah santo karena mereka tidak berdosa atau hidup sangat saleh; mereka santo (orang kudus) karena mereka memiliki Juruselamat yang tidak berdosa yang Ia telah menghilangkan semua dosa mereka di hadapan Allah melalui pengorbananNya yang menggantikan kita sekali untuk selamanya (Wah. 1:5, 6; 1 Pet. 2:9, 10). Di hadapan Allah, melalui Yesus Kristus, orang percaya adalah “kudus dan tak bercela dan tak bercacat” (Kol. 1:22). Inilah alasannya kita dapat disebut santo atau orang kudus. Puji nama Tuhan yang kudus!

Posted in Katolik | Tagged , , , , | Leave a comment

Darah Dinosaurus

Berikut ini disadur dari Creation Moments, 5 Januari 2010: “Beberapa waktu lalu, Creation Moments melaporkan suatu kasus ditemukannya sel-sel darah dalam sebuah tulang T. rex yang sudah memfosil. Hari ini, kami melaporkan sebuah kasus lain. Kebanyakan tulang fosil telah membatu, suatu proses yang disebut litifikasi, tetapi kadang-kadang ada tulang-tulang yang hanya sebagian membatu. Ilmuwan telah mempelajari tulang kaki sebelah atas dari seekor T. rex, yang mereka perkirakan berusia 68 juta tahun [‘Old Softy,’ Science News, 25 Maret 2005, hal. 195]. Studi tersebut melibatkan pelumeran mineral-mineral dari tulang yang membatu tersebut dengan menggunakan cairan yang agak basa. Para ilmuwan tersebut sungguh terkejut, karena yang tersisa setelah itu adalah bahan yang lembut dan lunak yang ternyata tinggi kandungan karbon. Penyelidikan yang lebih teliti memperlihatkan bahwa bahan lunak tersebut sepertinya adalah jaringan pembuluh darah. Para ilmuwan lalu kaget bahwa jaringan ini sangat mirip dengan jaringan yang ditemukan di tulang-tulang burung unta modern. Lebih lanjut lagi, mereka menemukan juga sel-sel tulang beserta sel-sel darah merah dalam bahan ini. Penemuan seperti ini sama sekali tidak diharapkan dalam bahan biologi yang berusia 68 juta tahun, tetapi para ilmuwan tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi. Mereka kini berharap penemuan ini dapat memberikan pengetahuan tentang fisiologi dan metabolisme dinosaurus. Para peneliti masih bingung bagaimana bahan biologi berusia 68 juta tahun dapat terpelihara sedemikian lama. Tentu saja, jawaban yang paling sederhana adalah bahwa bahan tersebut sama sekali tidak berusia setua itu, dan bahwa dinosaurus bahkan pernah menjadi bagian dari sejarah manusia.”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , | 2 Comments

Sahabat Orang-Orang Berdosa Vs. Sahabat Dunia

Umat Allah harus menjadi sahabat orang-orang berdosa tetapi bukan sahabat dunia (Yak. 4:4). Menjadi sahabat orang berdosa berarti mengasihi mereka dan ingin mereka diselamatkan. Menjadi sahabat dunia adalah mengasihi dosa dan sistem dunia yang jahat ini yang ilahnya adalah Setan (2 Kor. 4:4). Karakteristik dari dunia ini adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:15-16). Gerakan emerging church tidak dapat membedakan kedua hal ini. Dengan mengasihi kultur pop yang sensual – dengan film-film, musik, dan video game-nya yang tidak baik, gaya pakaiannya yang tidak sopan dan unisex, sikapnya yang angkuh, cara bicaranya yang kasar, dll. – mereka mengklaim sedang mengasihi orang-orang berdosa dan mengikuti jejak Yesus. Tetapi Yesus adalah kudus dan terpisah dari orang-orang berdosa (Ibrani 7:26). Yesus difitnah sebagai seorang pelahap dan peminum oleh musuh-musuhNya (Luk. 7:34), tetapi Dia bukanlah tukang pesta atau seorang yang sehari-harinya mencari kesenangan semata seperti yang digambarkan dalam buku The Shack. Itu adalah kristus yang palsu. Yesus mengasihi orang-orang berdosa tetapi Ia membenci dan menegur dosa. Ia menyuruh wanita yang berdosa itu untuk “jangan berbuat dosa lagi” (Yoh. 8:11). Ia sering memperingatkan akan api neraka yang kekal dan mengkhotbahkan “jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa,” yang tentunya akan membubarkan pesta manapun! Sobat, jangan ditipu oleh kesesatan akhir zaman. Kekristenan rock & roll digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4 dan itu adalah kesesatan.

Posted in Emerging Church, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , | Leave a comment

Paus Berkata Bahwa Allah Ada Dibalik Big Bang

(Berita Mingguan GITS 15 Januari 2011, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Gereja Roma Katolik, yang pernah menaruh bukunya Erasmus Darwin, Zoonomia, dalam daftar buku-buku terlarang, telah sejak lama menyerah kepada doktrin yang serupa. Paus Benedict XVI baru-baru ini mengatakan bahwa walaupun evolusi itu benar, Allah adalah penyebabnya. Ia mengatakan bahwa teori-teori ilmiah tentang asal-usul alam semesta tidak perlu konflik dengan “iman” tetapi mereka tidak dapat menjelaskan “keindahan dunia ini, misteri-misterinya, dan keagungannya dan rasionalitasnya” (“God was behind Big Bang,” Reuters, 6 Janu. 2011). Paus “tidak melihat mengapa Allah tidak dapat memakai suatu proses evolusionis yang alami untuk membentuk spesies manusia.” Hal ini adalah karena Paus tidak percaya Alkitab. Bukan saja Kejadian 1-11 ditulis dengan jelas sebagai sejarah, bukan puisi atau alegori, tetapi Yesus dan para Rasul pun membenarkannya sebagai sejarah. Dalam Lukas 17:26-32, sebagai contoh, Yesus menyinggung Nuh, bahtera, Air Bah, Lot, kehancuran Sodom oleh api, dan istri Lot. Di tempat lain Yesus menyinggung Penciptaan (Mar. 13:19), Adam dan Hawa (Mat. 19:4-6; Mar. 10:6-7), Kain dan Habel (Mat. 23:35; Luk. 11:50-51), dan Abraham (Yoh. 8:39-40). Kristus selalu memperlakukan kitab Kejadian sebagai sejarah, dan tidak mungkin menghargai Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat sambil mengabaikan pengajaranNya. Kakeknya Charles Darwin, Erasmus, mengkhotbahkan evolusi dalam bukunya Zoonomia yang dua jilid; atau buku The Laws of Organic Life (1794-96). Ia percaya bahwa suatu intelijensi menciptakan “filamen hidup” yang pertama, yang lalu menghasilkan semua kehidupan lain melalui evolusi.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Maria Katolik Berada di atas Salib dan di Atas Takhta Allah

(Berita Mingguan GITS 15 Januari 2011, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Tidak ada yang memperlihatkan kesesatan Roma Katolik lebih jelas daripada doktrin mereka tentang Maria. Menurut Roma, Maria dikandung tanpa dosa (immaculate), ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, diangkat naik secara jasmani ke Surga, dimahkotai sebagai Ratu alam semesta, dan saat ini sedang berdoa bagi orang-orang berdosa. Dalam sebuah khotbah radio yang menutup acara Jubilee of Redemption, tanggal 28 April 1935, Paus Pius XI memberikan Maria gelar Co-redemptrix (sesama penyelamat). Setidaknya lima kali Paus Paul II menyebut Maria dengan gelar ini dalam pernyataan-pernyataan kepausannya. Dalam pidato publiknya tanggal 9 April 1997, ia mengatakan bahwa Maria “berkolaborasi dalam mendapatkan kasih karunia keselamatan bagi seluruh umat manusia” (Vatican Information Service). Paus ini mendedikasikan dirinya sendiri dan seluruh dunia kepada Maria. Buku The Glories of Mary yang cukup berpengaruh oleh Alphonsus Mary de Liguori, seorang “santa” Katolik, menyebut Maria sebagai Hidup kita, Pertolongan kita, Pembela kita, Penjaga kita, Pengantara kita, Keselamatan kita, dan Harapan orang-orang berdosa. Pasal 5 mengatakan, “doa-doa Maria diperlukan untuk keselamatan kita.” Buku ini diuji 20 kali berdasarkan perintah Paus Urban VIII dan Paus Benedict XIV dan dikatakan tidak mengandung “satu pun kata yang patut dicela.” Buku tersebut dinyatakan tanpa salah oleh Paus Puis VII dan Paus Leo XII. Paus John Paul II mengakui pengaruh dari Liguori dalam perasaan dia, yang sama dengan penyembahan berhala, terhadap Maria. Buku Liguori masih terus dipublikasikan hingga hari ini dengan rekomendasi dan dukungan dari berbagai otoritas Katolik. Di dalam basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Maria duduk di sebelah kanan Yesus di takhtaNya dan dimahkotai oleh Yesus sebagai Ratu surga. Di luar basilika tersebut, Maria tergantung di atas salib bersama dengan Yesus. Maria juga tergantung di atas salib di Gereja Bunda Allah para Martir Polandia di Warsaw. Dalam gereja Santo Stanislaus Kostka di Chicago, Maria duduk di tempat Allah di atas Tabut Perjanjian.

Posted in Katolik | Tagged , , , | Leave a comment

Evolusionis Terpaksa Percaya Alien dan Pesawat Luar Angkasa

(Berita Mingguan GITS 15 Januari 2011, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di zaman Charles Darwin, suatu sel hidup dianggap sebagai suatu onggokan protoplasma yang sederhana. Beranjak dari ketidaktahuan ini, evolusionis seperti Alexander Oparin dan J.B.S. Haldane bisa saja percaya bahwa proses-proses alami dapat menghasilkan kehidupan. Namun demikian, di abad ke-20, ada ledakan pengetahuan tentang genetika dan mikro-biologi, dan kini diketahui bahwa sel hidup yang paling sederhana, dan bahkan protein-protein dan organel-organel sel tertentu, sangatlah luar biasa kompleks. Fakta ini telah memaksa sebagian evolusionis untuk mempercayai alien dan pesawat luar angkasa. Sebagai contoh adalah FRANCIS CRICK, salah satu dari dua penemu struktur pilin ganda DNA. Ia adalah seseorang yang percaya evolusi dan musuh kekristenan, tetapi ia menyadari bahwa kehidupan tidak mungkin secara spontan muncul dalam suatu “kolam hangat.” Dalam bukunya Life: Its Origin and Nature, tahun 1981, Crick berteori bahwa kehidupan diciptakan di suatu tempat di alam semesta ini oleh suatu intelijensi yang tidak dikenal dan dikirim ke tata surya ini oleh alien-alien yang menggunakan teknologi pesawat luar angakasa. Ilmuwan Inggris, FRED HOYLE, dan astronomer CHANDRA WICKRAMASINGHE sampai kepada kesimpulan yang sama. Hoyle mengatakan, “Ide bahwa bukan hanya biopolimer dari suatu sel hidup, tetapi juga program operasinya, dapat muncul secara kebetulan dalam suatu sup primordial di sini di Bumi adalah omong kosong tingkat tinggi” (“The Big Bang in Astronomy, New Scientist, 19 November 1981, hal. 527). Bukannya membiarkan fakta ini membawa dia kepada Allah Pencipta, Hoyle malah percaya bahwa bumi telah berulang kali ditaburi benih kehidupan alien, dan bahwa penaburan benih tersebut adalah hasil suatu desain intelijen oleh suatu kuasa yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki suatu “rencana penyerangan planet yang jelas” (Evolution from Space, hal. 126). RICHARD SHAPIRO, Ph. D. dalam kimia organik dari Harvard, juga berargumen bahwa kehidupan terlalu kompleks untuk muncul dari berbagai proses evolusi yang diajukan dan dalam buku Origins: A Skeptic’s Guid to the Creation of Life on Earth, ia berspekulasi bahwa kehidupan mulai di luar angkasa. RICHARD DAWKINS, yang menyebut Allah dalam Alkitab sebagai “tokoh yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi,” mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein bahwa ia juga mencurigai bhawa kehidupan ditaburkan ke atas bumi oleh alien. Ini dipublikasikan dalam documentary “Expelled: No Intelligence Allowed.”
EDITOR: Tentu saja mereka yang percaya bahwa kehidupan di bumi dibawa oleh alien dari luar angkasa harus bertanya: dari manakah alien itu datang? Sungguh menyedihkan melihat banyak orang, yang karena dosa, lebih mempercayai manusia diciptakan alien daripada diciptakan Allah.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , | Leave a comment

Rick Warren Menyajikan Seorang Pengagum Maria-Katolik di Konferensi “Apologetika”nya

(Berita Mingguan GITS 08 Januari 2011, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Akhir Pekan Apologetika 2010 yang diadakan Gembala sidang Southern Baptist, Rick Warren, menyajikan Peter Kreeft, seorang Roma Katolik. Ia memang seorang apologet, yaitu seorang apologet yang membela Roma. Dalam bukunya Ecumenical Jihad: Ecumenism and the Culture War, Kreeft mengatakan bahwa “sangat mungkin” ada “Kristus yang tersembunyi” dalam agama-agama penyembah berhala, sehingga orang-orang Muslim, Hindu, Buddha, dll., akan diselamatkan “melalui Kristus dan kasih karuniaNya” walaupun mereka tidak secara sadar kenal Dia atau menyembah Dia (hal. 156, 157). Kreeft mendorong para pembacanya untuk mendedikasikan diri mereka kepada “Hati Maria yang Tidak Berdosa,” karena Maria “adalah yang akan memenangkan perang [kebudayaan] ini” dan adalah “yang akan menang atas Setan” (hal. 169). Kreeft mengatakan, “Allah [Muslim] bukanlah allah lain….kita menyembah allah yang sama” (hal. 160). Kreeft menyembah roti wafer yang dalam Misa Katolik “karena itu adalah Kristus” (hal. 162). Ia berpikir bahwa Allah lebih senang bekerja melalui doa-doa Maria dan para santo-santa (hal. 154). Kreeft mengatakan bahwa ia akan mengikuti Paus “ke mana pun ia memimpin” (“Hauled Aboard the Ark by Peter,” http://www.peterkreeft.com/topics/hauled-aboard.htm). Kreeft adalah seorang pendukung berat teknik-teknik meditasi Katolik, yang saat ini sedang mewabah di dunia Injili. Ia mengatakan bahwa pertobatannya ke dalam Katolik sebagian adalah karena tulisan-tulisan mistik John of the Cross.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Tagged , , , , , | 1 Comment