Evolusi Di Sekolah Tinggi Calvin Yang “INJILI”

(Berita Mingguan GITS 26 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “False Teaching Rife at Calvin College,” Around the World with Ken Ham, 17 Feb. 2011: “Semakin banyak orang yang mulai mengetahui sebenarnya apa yang diajarkan di Calvin College di Michigan. Sebagai contoh, Dan Harlow adalah Profesor bidang Biblika and pembelajaran awal Yahudi di Departemen Agama di Calvin College. Dalam sebuah paper yang baru-baru ini dia publikasikan, ia mengatakan yang berikut ini: ‘Penelitian terbaru dalam bidang biologi molekuler, primatologi, sosiobiologi, dan poligenetik mengindikasikan bahwa spesies Homo sapiens tidak dapat dilacak kembali kepada satu pasang individu, dan bahwa manusia-manusia yang paling awal tidak muncul dalam situasi yang mirip firdaus fisik ataupun moral. Karena itu adalah sulit untuk membaca Kejadian 1-3 sebagai suatu kisah yang faktual akan asal muasal manusia. Dalam pemikiran mutakhir tentang Adam dan Hawa, ada beberapa skenario yang mungkin. Yang paling meyakinkan melihat Adam dan Hawa hanya sebagai tokoh-tokoh literatur – karakter-karakter dalam sebuah cerita yang diilhami Allah tentang suatu masa lampau imajiner yang dimaksudkan untuk mengajarkan kebenaran theologi, bukan sejarah, kebenaran mengenai Allah, penciptaan, dan manusia…’ (Perspectives on Science and Christian Faith, Vol. 62, No. 3, Sept. 2010). Dalam respons terhadap umpan balik yang diterima oleh sekolah tinggi tersebut tentang apa yang dipercayai dan diajarkan oleh profesor ini (dan dia hanyalah satu dari sekian banyak yang memiliki iman “kompromi” dalam sekolah tinggi ‘Kristen’ ini), kantor Presiden dari Calvin College membuat pernyataan berikut: “Apakah yang Calvin College ajarkan tentang evolusi biologi? Calvin menegaskan bahwa satu Allah yang benar adalah Pencipta dan Desainer alam semesta ini. ….departemen ini juga menerima teori evolusi biologi (keturunan dengan modifikasi dalam jangka waktu yang panjang) sebagai penjelasan yang paling baik untuk mengerti persamaan dan perbedaan yang terlihat antara semua makhluk hidup di bumi….’ Jika tidak ada Adam dan Hawa yang literal, tidak ada kejatuhan dalam dosa yang literal, tidak ada dosa awal dan tidak ada keperluan akan Juruselamat. Pengajaran palsu Calvin College sangatlah merusak bagi otoritas Alkitab dan Injil.”

Posted in New Evangelical (Injili), Science and Bible | Leave a comment

Sebuah Sekolah Tinggi Injili Mengangkat Seorang Katolik Menjadi Presiden

(Berita Mingguan GITS 26 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Proclaiming the Gospel, Februari 2011: “Dunia Injili terkejut ketika Dewan Pengurus King College, di New York City, mengumumkan bahwa mereka telah sepakat satu suara menunjuk Dr. Dinesh D’Souza untuk melayani sebagai Presiden kelima dari sekolah itu. ‘D’Souza adalah model ideal seorang lulusan King College,’ demikian pernyataan website sekolah tinggi tersebut. Website pribadi D’Souza menyatakan bahwa dia adalah ‘seorang Katolik yang percaya doktrinnya tetapi jelek dalam prakteknya.” Pada tanggal 2 Desember 2010, sebuah acara pelantikan khusus dilaksanakan bagi Presiden D’Souza di Fifth Avenue Presbyterian Church di New York. Ini adalah gereja yang sangat liberal yang digembalakan bertahun-tahun oleh almarhum Dr. John Sutherland Bonnell, seorang sesat yang terkenal karena karyanya meruntuhkan tembok antara Katolik dan Protestan. Pada tahun 1966, dia [Bonnell] mendapatkan medali perak dari Paus Paul VI dalam sebuah pertemuan pribadi untuk segala pencapaian ekumenikalnya. Billy Graham dikritik oleh almarhum Dr. Martyn Lloyd-Jones karena mengikutsertakan Bonnell dalam pelayanan mimbarnya dalam salah satu acara penginjilan yang dia lakukan di Inggris Raya.”

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Membela Pembunuh atas Dasar Evolusi

(Berita Mingguan GITS 19 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pada tahun 1925, Clarence Darrow adalah pengacara utama yang membela John Scopes terhadap tuduhan bahwa dia melanggar hukum negara bagian Tennessee karena mengajar evolusi di sekolah umum. Pengadilan tersebut, yang dinamai “Scopes Monkey Trial” telah diatur sebagai suatu pertunjukan oleh American Civil Liberties Union (ACLU) dalam agenda mereka untuk menggeser Alkitab dari posisinya sebagai otoritas dalam masyarakat Amerika. Pengadilan itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam proses “kerusuhan” manusia melawan Allah yang Mahakuasa dan hukumNya yang kudus (Mazmur 2:1-3). “Ide mengenai Scopes Monkey Trial pada tahun 1925 di Dayton, Tennesse, sepertinya sudah dibuahi di New York oleh para pejabat American Civil Liberties Union (ACLU). Kubu pembela menyewa pengacara kriminal terkenal Clarence Seward Darrow…Clarence Darrow adalah seorang yang kotor yang rela menggunakan taktik keji dan murahan apapun untuk membela yang bersalah (dia dua kali diadili atas tuduhan penyogokan dan pelanggaran hukum pengacara di Kalifornia). Tetapi Darrow bukan hanya dipilih karena dia seorang pengacara yang pintar dan manipulatif. Dia adalah seorang Darwinis sejati. Pertemuan mingguan Klub Evolusi adalah di rumahnya di Chicago. Di antara toto-foto pahlawan dia yang tergantung di dinding-dinding kantornya adalah Karl Marx (Hal Higdon, The Crime of the Century). Satu tahun sebelum Pengadilan Scopes, Darrow membela dua orang remaja kaya pembunuh, Nathan Leopold dan Richard Loeb. Keduanya telah mengaku membunuh Bobby Franks yang berusia 14 tahun dengan alasan “untuk mendapatkan semacam kesenangan murni.” Dengan alasan mau melakukan kejahatan yang sempurna, kedua orang muda tersebut (berusia 19 dan 18 tahun waktu itu) mengatakan, “Itu hanyalah semacam eksperimen. Mudah bagi kami untuk membenarkan tindakan tersebut, sama seperti seorang entomologis (ahli serangga) menusukkan jarum pada seekor kumbang” (Higdon). Leopold dan Loeb adalah Darwinis yang atheistik, dipengaruhi kuat oleh filsuf Frederick Nietzsche yang terkenal dengan filosofi “Allah sudah mati” dan oleh murid Jerman Darwin yang paling terkenal, Ernst Haeckel. Leopold mengatakan, “Tidak ada perbedaan antara kematian manusia dan kematian seekor anjing” (Higdon). Walaupun kedua orang muda tersebut tersenyum dan tertawa-tawa sepanjang pengadilan dan sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas kejahatan mereka yang kejam, Darrow menyelamatkan mereka dari hukuman mati dengan filosofi takdir Darwin dan seleksi alam. Dalam orasinya yang terakhir sesaat sebelum pembacaan hukuman, Darrow menyerang “teori kuno” bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya, yang dia sebut sebagai suatu pandangan yang “barbar dan kejam.” Ia menyerukan untuk menggantinya dengan pandangan yang baru dan ilmiah bahwa “manusia adalah mesin yang telah ditentukan sepenuhnya oleh hereditas dan lingkungannya” (John West, Darwin Day in America, hal. 46). Darrow bahkan menggambarkan Leopold dan Loeb sebagai korban dalam tragedi tersebut, karena mereka membunuh Bobby hanya karena “mereka telah dijadikan seperti itu.” Darrow bahkan membuat pernyataan bahwa kesalahan tidak pernah bisa dilekatkan kepada tindakan manusia, karena “setiap pengaruh, sadar atau tidak sadar, beraksi dan bereaksi dalam setiap organisme hidup.” Jika evolusi sesuai Darwin adalah benar, mana Darrow benar dalam kesimpulannya mengenai filosofi takdir ini, dan Loepold dan Loeb benar ketika mereka membandingkan pembunuhan seorang manusia dengan penusukan seekor kumbang dengan jarum. Jika manusia tidak lebih dari bakteria yang berevolusi, tidak mungkin ada arti yang lebih untuk hidup ini atau suatu dasar absolut bagi moralitas atau untuk menyatakan kesalahan dan memberi hukuman. Apakah seekor harimau bersalah karena membunuh seekor rusa? Apakah rayap harus bertanggung jawab secara moral jika mereka melemahkan fondasi sebuah rumah, lalu rumah itu roboh dan orang-orang di dalamnya mati?
EDITOR: Takdir versi Darwin adalah bahwa tindakan manusia ditentukan oleh gen-nya dan pengaruh-pengaruh dalam lingkungannya. Argumen Darrow adalah bahwa Leopold dan Loeb, karena gen mereka dan cara mereka dibesarkan, mereka sudah “ditakdirkan” untuk membunuh Bobby, dan tidak dapat dipersalahkan. Semua orang Kristen akan menolak takdir jenis ini. Tetapi banyak orang tidak sadar bahwa ada doktrin takdir lain yang sama berbahaya di lingkungan Kristiani. Takdir versi Kalvinis mengatakan bahwa semua tindakan manusia sudah ditentukan oleh Allah sebelumnya. Adam jatuh dalam dosa-pun sudah ditentukan oleh Allah. Doktrin ini sebenarnya sama berbahaya-nya dengan konsep Darrow, bahkan lebih berbahaya lagi karena menyerang karakter Allah. Secara tidak logis, banyak Kalvinis percaya Allah menentukan segala sesuatu, tetapi manusia tetap bertanggung jawab atas apa yang telah ditentukan Allah itu. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak pernah menentukan seseorang untuk melakukan dosa, bahwa Allah memberi manusia kehendak bebas, dan bahwa manusia harus bertanggung jawab atas tindakannya.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Mengapa Gereja-Gereja Alkitabiah Tidak Seharusnya Memakai Musik Darlene Zschech

(Berita Mingguan GITS 19 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Darlene Zschech (dibaca: check) adalah salah satu suara yang paling prominen dalam gerakan musik Kristen kontemporer. [EDITOR: Salah satu lagu Darlene Zschech yang populer di Indonesia adalah Shout to the Lord] Dia adalah seorang Pantekosta-Kharismatik yang radikal. Selama 25 tahun dia menjabat sebagai “gembala sidang bagian penyembahan” di Hills Christian Life Centre di Sydney dan saat ini dia adalah gembala sidang senior (bersama suaminya) di Church Unlimited. Salah satu tema besar Zschech adalah pentingnya persatuan ekumenikal. Dia mengatakan bahwa CCM (Contemporary Christian Music) adalah “suara gereja yang bersatu, yang berpadu bersama” (dari sampul album “You Shine”). Dia benar mengenai CCM sebagai jantung dari persatuan ekumenikal hari ini, tetapi orang-orang yang percaya Alkitab menyadari bahwa “gereja yang bersatu” ini adalah Pelacur yang dinubuatkan di Kitab Suci seperti dalam 2 Timotius 3-4 dan Wahyu 17. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2004 dengan majalah Christianity Today, Zschech mengindikasikan bahwa dia merasa nyaman berada di “gereja Katolik, di United Church, di gereja Anglikan, dan di banyak gereja-gereja lain” (“Zschech , Please,” 4 Juni 2004). Zschech dan Hillsong menggelar pertunjukan di Roman Catholic Youth Day di Sydney pada tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir waktu itu dan melakukan misa kepausan pada hari terakhir extravaganza tersebut. Zschech berpartisipasi dalam acara Harvest ’03 di Newcastle, NSW, sebuah konser rock ekumenikal yang menyatukan berbagai jenis gereja, termasuk Presbyterian, Sidang Jemaat Allah, Anglikan, Advent, Church of Christ, dan Roma Katolik (“Hunter Harvest — Rock Evangelism,” http://members.ozemail.com.au/~rseaborn/rock_evangelism.html). Seorang gembala sidang dari Gereja Sidang Jemaat Allah yang ikut hadir menyatakan, “Proses pembangunan jembatan antar gereja luar biasa.” Pada kenyataannya, yang terjadi adalah kekacauan rohani dan ketidaktaatan yang jelas terhadap Kitab Suci (misal Matius 7:15; Roma 16:17; 2 Korintus 6:14-18; 1 Timotius 4:1-6; 2 Timotius 2:16-17; 3:5; 4:3-4; dll.) Firman Allah memerintahkan kita untuk berjuang mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3), namun denominasi-denominasi yang disebutkan di atas memegang lusinan doktrin-doktrin sesat yang bertentangan dengan iman tersebut. Musik Zschech juga memproklamasikan theologi hujan akhir musim yang salah itu. Sebagai contoh adalah “I Believe the Present” dari album Shout to the Lord dan “Holy Spirit Rain Down.” Lagu yang terakhir disebut ini mulai dengan: “Holy Spirit, rain down, rain down/ Oh, Comforter and Friend/ How we need Your touch again/ Holy Spirit, rain down, rain down.” (Roh Kudus, turunlah dalam hujan, turunlah dalam hujan/ Oh, Penghibur dan Sahabat/ Betapi kami memerlukan sentuhanMu lagi/ Roh Kudus, turunlah dalam hujan, turunlah dalam hujan). Di manakah dalam Kitab Suci kita diinstruksikan untuk berdoa kepada Roh Kudus? Sebaliknya, Tuhan Yesus Kristus mengajar kita untuk berdoa kepada Bapa (Mat. 6:9). Gerakan kharismatik tidak dalam ketaatan kepada Firman Allah dan sama sekali tidak peduli bahwa tidak ada dukungan Alkitab bagi doa seperti ini. Sobat, musik Kristen kontemporer bukan berasal dari suatu vakum rohani. Ini adalah hari-hari penipuan rohani dan kesesatan; dan berada di tengah-tengah kesesatan itu adalah gerakan Kharismatik. Penglihatan-penglihatan mereka adalah palsu; doktrin mereka rusak; prakteknya adalah kekacauan dan kebingungan. Namun ia adalah salah satu elemen gerakan ekumene yang paling kuat. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestant, Baptis, Pantekosta, dan Gerekan Emerging dalam suatu persatuan tidak kudus antara kebenaran dan kesesastan. Gereja-gereja Baptis Fundamental dan alkitabiah yang memakai musik pujian kontemporer kharismatik akan mendapatkan bahwa musik ini akan segera mengubah karakter gereja fundamental manapun. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran, tetapi kita tidak perlu gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah sebagai pandu. Saya tidak menyangsikan bahwa Darlene Zschech sangat tulus dalam apa yang dia kerjakan, tetapi dia dan teman-teman kharismatiknya tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan.

Posted in musik | Tagged , , , | Leave a comment

Tambahan Lagi Keajaiban Tangan Manusia

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari Craig Beidler, “Proof of God in the Palm of Your Hand,” The Real Truth, 20 Des. 2009: “Sir Isaac Newton pernah berkata, ‘Jika tidak ada bukti lain, jempol saja sudah dapat meyakinkan saya bahwa ada Allah.’ …Dalam bukunya Fearfully and Wonderfully Made, Dr. Paul Brand, yang adalah salah satu ahli bedah tangan terkemuka di dunia, memberi kesaksian tentang keajaiban – mujizat – tubuh manusia. Dr. Brand menjelaskan bahwa walaupun banyak orang berpikir lemak tidak memiliki tujuan yang penting, pada tangan memang ada fungsi yang penting. ‘Di bawah kulit telapak tangan ada globulus-globulus (butiran-butiran kecil) lemak yang mirip dalam hal bentuk dan kekenyalan dengan puding tapioka. Globulus lemak, begitu lembut sehingga hampir cair, tidak dapat mempertahankan suatu bentuk tertentu, jadi mereka dikelilingi oleh jaringan ikat kolagen, mirip balon yang terperangkap di suatu jaringan tali pendukung….di manapun terjadi tekanan, misalnya di telapak tangan, lemak tersebut akan menjadi ketat dan terkelilingi jaringan fibrosa, mirip renda Belgia.’ Jika kamu menggenggam sebuah palu di telapan tanganmu, ‘setiap kelompok sel lemak akan berubah bentuk sebagai respons terhadap tekanan tersebut. Mereka akan mengalah tetapi tidak dapat terdorong keluar dari tempat mereka karena jaringan kolagen yang ketat sekeliling mereka. Hasilnya adalah jaringan yang selalu bergerak dan berubah, yang elastik, yang membentuk diri secara persis menyerupai gagang sebuah palu. Para ahli teknik bersorak ketika mereka menganalisa sifat yang luar biasa ini, karena mereka tidak dapat mendesain suatu materi yang seimbang dalam hal elastisitas sekaligus kepadatan secara sempurna.’ Kulit tangan juga sangat cocok untuk pekerjaan menggenggam dan memanipulasi berbagai jenis objek. Dr. Brand menulis, “Jika jaringan kulit saya lebih keras, saya mungkin dengan sangat tidak sensitif akan menghancurkan kristal yang saya pegang di tangan saya; jika lebih lembut, saya tidak dapat menggenggam dengan kuat.” ….Satu lagi fitur yang hebat dari tangan adalah sensitivitasnya. Dr. Brand menyatakan, ‘Tangan yang normal dapat membedakan antara kaca yang mulus dan kaca yang digores sedalam 1/2500 inci.’ Ujung jari memiliki kemampuan mendeteksi perbedaan 3 miligram. Betapa luar biasa bahwa tangan begitu cocok untuk melakukan tugasnya karena memiliki fitur-fitur dan kemampuan-kemampuan ini. Apakah ini hasil dari keberuntungan ataukah tindakan penciptaan Allah?

Posted in Science and Bible | Tagged , , | Leave a comment

Tangan Manusia yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.icr.org) Berikut ini disadur dari “Made in His Image: The Connecting Power of Hands,” R. Guliuzza, M.D., Institute for Creation Research: “Pergerakan jari-jari manusia sangatlah hebat dalam hal ketepatan dan kecepatannya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membuat keputusan antara dua pilihan adalah setengah detik. Tetapi gerakan jari bisa jauh lebih cepat daripada itu – bahkan lebih cepat dari yang dapat dilakukan jika hanya bergantung pada jalur sensorik-motorik tubuh. Untuk mendapatkan kecepatan jari yang paling tinggi, sensor-sensor dan pikiran-pikiran yang sadar diperkuat dalam otak oleh suatu fungsi antisipasi bagi setiap gerakan jari, dan ini disebut “rencana ke depan,” yang adalah sangat kompleks dan terjadi bawah sadar. Bukti menunjukkan bahwa sistem saraf pusat memprediksikan hasil yang terbaik untuk setiap gerakan jari beberapa gerakan ke depan dari apa yang sedang terjadi. Jadi, pengetik yang terampil biasa akan secara visual memproses hingga delapan karakter di muka – lalu dalam antisipasi – “rencana ke depan” akan menyuruh otot-otot jari untuk melakukan aksi kira-kira 3 karakter ke depan dari tombol yang sedang ditekan. Waktu antara setiap penekanan tombol biasanya serendah 60 milidetik. Sangat menarik, kecepatan paling tinggi didapatkan jika penekanan satu tombol ke tombol lain dilakukan oleh jari dari tangan yang berbeda. Jadi bayangkan berapa banyak data mental yang harus diproses oleh seorang pianis yang terlatih, yang dapat memainkan 20-30 not secara beruntun pada setiap tangan – dengan selang waktu 40 milidetik – karena sistem saraf menerapkan sistem “rencana ke depan” (memerintahkan kecepatan, arah, penekanan, durasi, dll.) bagi setiap jari secara bersamaan dan memperbaharui semua rencana tersebut setiap kali penekanan jari dilakukan. Rencana ini dikompilasi di serebellum (otak kecil), yang jika diperlukan, otak kecil dapat menyimpan memori akan rencana tersebut. Ini menjadi bagian yang penting dari pembelajaran suatu teknik/keterampilan. Sejauh ini, belum ditemukan adanya batas berapa banyak rencana yang dapat disimpan dalam memori.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Tahun Kelinci

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)Di seluruh Asia minggu lalu, Tahun Baru kalender lunar (Cina) menghantarkan Tahun Kelinci. Didasarkan pada astrologi, kelinci menempati posisi keempat dalam zodiak Tionghoa. Kelinci “dihubungkan dengan bulan dan menyimbolkan kesenangan dan keberuntungan” (“Asia Prays for Luck in Year of Rabbit,” Bangkok Post, 4 Feb. 2011). Akar dari sistem zodiak ini adalah Babel kuno. Menara Babel, yang dibangun atas petunjuk Nimrod, didedikasikan untuk menyembah matahari, bulan, dan planet-planet, dan di situlah astrologi diciptakan. Bagian puncak dari menara tersebut adalah untuk “sampai ke langit” (Kejadian 11:4), bukan berarti orang Babilonia kuno percaya mereka dapat benar-benar membuat suatu menara yang sampai ke langit; itu berarti mereka memakai menara itu sebagai suatu jalur agama untuk sampai kepada allah (langit). Itu semua adalah mistikisme kafir. Dewa bulan Sin dan dewa matahari Shamash disembah sejak zaman Nimrod hingga jatuhnya Babilonia Baru pada tahun 539 SM pada pemerintahan Belsyazar, dan terus disembah di Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Penyembahan Baal juga mulai dari Babilonia, dan ia berhubungan bukan hanya dengan penyembahan bintang, tetapi juga dengan pencarian keberuntungan. Korban akan dipersembahkan kepada Baal dengan harapan ia akan memberikan para penyembah itu cuaca yang baik, panen yang baik, pekerjaan yang baik, kebahagiaan, keberuntungan, sukses. Melihat semua ini, Baal masih sangat banyak disembah di dunia modern ini. Penyembahan berhala sejak dulu adalah mengenai mencari keberuntungan dalam hidup ini, dan hal ini sangat menarik bagi manusia berdosa yang tamak dan hanya hidup untuk hari ini. Penyembahan berhala bukanlah tentang Allah, tetapi tentang “saya.” Bukan tentang berserah kepada Allah; tetapi tentang bagaimana memanipulasi para ilah.
EDITOR: Orang-orang Tionghoa Kristen yang lahir baru boleh saja mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas penyertaan selama satu tahun (memperingati satu tahun telah berlalu dalam acara tahun baru), tetapi janganlah terperangkap ke dalam sistem zodiak tionghoa. Masih banyak yang mencari shio yang bagus untuk anaknya, mempertimbangkan jenis tahun untuk keputusan bisnis, dll. Ini semua adalah perangkap Iblis.

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , | Leave a comment

Kekristenan Demas

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org) Keduniawian bukanlah barang baru. Dua ribu tahun yang lalu, teman sekerja Paulus, Demas, mencintai dunia ini (2 Tim. 4:10). Tetapi keduniawian hari ini telah menjadi suatu filosofi yang dipertahankan sementara pemisahan (separasi) telah menjadi sesuatu yang dianggap legalistik dan bersifat Farisi. Sebelumnya, mereka yang duniawi harus bertahan, tetapi sekarang mereka menyerang. Jalan Demas telah menjadi jalan yang benar, dan ini adalah penggenapan nubuat Alkitab. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Sobat sekalian, bertentangan dengan pendapat umum, separasi dari dunia bukanlah hal yang minor. Justru sebaliknya, separasi adalah salah satu doktrin utama Firman Allah. Lihat saja Yohanes 15:19; 17:14; Roma 12:2; Galatia 6:14; Efesus 5:11; 2 Timotius 2:22; Titus 2:11-12; Yakobus 1:27; 4:4; 1 Petrus 2:11-12; 4:1-4; 1 Yohanes 2:15-17; 5:19; Amsal 4:14-15. Bagi seorang percaya yang sudah dibasuh oleh darah Yesus, jika ia menerima perikop-perikop yang berharga ini, yang didasarkan pada kekudusan absolut Allah dan diberikan untuk perlindungan orang-orang percaya, dan ia menerapkannya ke dalam setiap aspek kehidupan, itu bukanlah hidup di bawah hukum Taurat atau bersikap seperti seorang Farisi. Itu adalah suatu tindakan ketaatan; suatu tindakan kasih terhadap Allah dan kebenaran. Itu adalah jalan hikmat dan perlindungan rohani. Di lain pihak, Farisi-isme yang sejati adalah membuat “standar-standar” eksternal tanpa hubungan internal yang sejati dengan Kristus. Saya tahu dari pengalaman pribadi bahwa di banyak lingkungan Baptis Independan jika seseorang tampil baik secara eksternal – jika ia menggunting rambutnya pendek dan memakai dasi dan memakai versi Alkitab yang benar dan ikut acara penginjilan – ia diterima sebagai seorang Kristen yang saleh tidak peduli apakah ia jahat terhadap istrinya atau main mata dengan sekretarisnya atau kejahatan-kejahatan lain yang dia lakukan. Ini adalah kemunafikan dan ini hal yang sangat menghancurkan. Tetapi separasi yang ketat dari dunia sebenarnya adalah hal yang saleh dan benar untuk dilakukan. Bisa saja seorang munafik separasi hanya secara tampak luar dan tidak sungguh-sungguh saleh, tetapi orang yang benar-benar saleh, yang serupa Kristus akan separasi dari dunia, luar dan dalam.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , | 2 Comments

Kebutaan Rohani Pemimpin Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Berean Call, Desember 2010: “Pada tanggal 17 Oktober [1989], Paul dan Jan Crouch menyambut tiga orang Katolik ke dalam program “Praise the Lord” mereka: dua imam dan seorang wanita yang adalah pemimpin awam. Paul memperlihatkan keluguan dan kebodohan theologi yang luar biasa dengan cara mengecilkan perbedaan-perbedaan antara Protestan dan Katolik dan menyatakan bahwa itu semuanya ‘hanyalah masalah perbedaan istilah saja.’ Dengan gembira dia menyambut doktrin Transubstansiasi [doktrin bahwa hosti misa Katolik benar-benar berubah menjadi daging Yesus], suatu kesesatan yang sedemikian besar sehingga ribuan orang telah mati dibakar daripada menerima doktrin tersebut, dan dia mendeklarasikan: ‘Well, kami [Protestan] percaya hal yang sama. Jadi lihat, salah satu hal yang telah memisahkan kita bertahun-tahun ini [Transubstansiasi] tidak seharusnya memisahkan sejak awalnya karena yang kita maksudkan adalah hal yang sama tetapi dengan bahasa yang berbeda….Saya menghapus kata Protestan dari kosa kata saya….saya tidak memprotes apa-apa lagi saat ini….ini waktunya Katolik dan non-Katolik datang bersama sebagai satu dalam Roh dan satu dalam Tuhan.’ Tetapi Katolik memiliki Injil usaha dan ritual melalui meditasi Gereja tersebut.” KESIMPULAN SDR. CLOUD: Ini berita yang sudah lama, tetapi tetap relevan. Gerakan kharismatik dan ekumenisme-nya yang berdasarkan pengalaman dan perasaan adalah salah satu pelekat dalam kesesatan akhir zaman. Hal lain lagi yang sering menyatukan berbagai kesesatan adalah Contemporary Christian Music (CCM). Ia adalah faktor penyatu yang bukan berdasarkan doktrin yang benar. Salah satu dosa dan kesalahan besar Injili adalah mereka diam dan bungkam mengenai masalah-masalah ini. Berapa banyak orang Injili berpengaruh yang telah menegur Paul Crouch dan TBN secara publik? Charles Swindoll mencirikan kebanyakan Injili. Ia mengatakan bahwa walaupun dia tidak setuju dengan theologi kharismatik, ia tidak “menembakkan peluru-peluru artileri theologi” kepada mereka (Grace Awakening, hal. 188). Ini adalah pernyataan yang tidak akurat dan konyol. Menegur dosa dan kesesatan bukanlah “menembak” orang. Itu adalah tindakan kasih terhadap Allah dan kebenaranNya dan adalah tindakan belas kasihan kepada mereka yang sedang tersesatkan. Kita diperintahkan untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3). Pasifisme rohani dan hanya menegur dosa dan kesalahan secara garis besar [bukan secara spesifik] bisa saja memperluas pelayananmu dan dukungan terhadapmu, tetapi tidak akan cukup untuk mengumandangkan seluruh kebenaran di dunia yang gelap ini.

EDITOR: Banyak orang melihat kekristenan hanya terdiri dari dua: Katolik dan Protestan. Ini adalah pandangan yang tidak alkitabiah sekaligus juga tidak historis. Katolik sering mengklaim bahwa semua gereja berasal dari mereka [Katolik], dan mereka menunjuk kepada fakta bahwa gereja Protestan keluar dari Katolik. Tetapi sebenarnya, gereja-gereja Baptis bukanlah Protestan. Gereja-gereja Baptis sudah ada jauh sebelum Reformasi yang dilancarkan Martin Luther (1517). Gereja-gereja Baptis berasal dari orang Baptis pertama: John the Baptist (Yohanes Pembaptis).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penelitian Menguatkan Fakta Bahwa Musik Adalah Suatu Bahasa Universal

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Contemporary Christian Music dibangun di atas dasar bahwa musik itu netral dan hanya kata-katanya saja yang mengandung arti moral. Bahkan musisi sekuler sekalipun tahu bahwa posisi ini sungguh tidak masuk akal. Konduktor orkestra manapun dapat memberitahu anda bahwa musik dengan sendirinya (tanpa kata-kata) adalah suatu bahasa. Sebuah penelitian yang dilaporkan tahun 2009 memperkuat fakta ini. Petani-petani Mafa [nama suatu suku/kelompok]di Kamerun, yang secara kebudayaan terisolasi dari musik Barat, diuji reaksi emosionalnya terhadap musik Barat tersebut. Sebuah tim yang dipimpin oleh Thomas Fritz dari Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences di Jerman, mengatakan: “Saya sungguh terkejut bahwa orang-orang Mafa tersebut secara akurat dapat mengkategorikan emosi-emosi dasar dalam cuplikan-cuplikan musik Barat yang mereka baru dengar pertama kali” (“Two Cultures Grasp Music’s Universal Feeling,” Science News, 11 April 2009). Para pendengar musik tersebut, baik suku Mafa maupun orang Barat, sama-sama dapat mengklasifikasikan musik sebagai sesuatu yang senang, sedih, atau menakutkan. Kedua kelompok sama-sama tidak suka musik yang dissonant [musik yang tidak mengikuti harmoni melainkan tabrakan not-notnya, seperti musik Rock]. Josh McDermott dari Universitas New York mengatakan bahwa hasil penelitian ini cocok dengan indikasi-indikasi yang sudah dimiliki dari awal bahwa manusia menafsirkan petunjuk-petunjuk akustik tertentu dengan cara yang sama. Ketika rock & roll lahir pada tahun 1950an, melalui penggabungan berbagai aliran musik dansa seperti blues dan jazz, back beat yang kuat adalah karakteristik utamanya, karena ritme tersebut mempengaruhi tubuh dengan cara yang dapat diperkirakan dan memenuhi tujuan musik tersebut, yaitu menciptakan perasaan dan gerakan tubuh yang sensual. Ritme yang berat back beat cocok dengan filosofi musik tersebut, yaitu kebebasan moral. “Ini hidupmu dan kamu dapat melakukan apa yang kamu mau.” Ritme musik pop yang berat back beat juga menyampaikan suatu pesan, dan pesan itu bukanlah kesalehan dan penyerahan diri dengan rendah hati kepada otoritas. Ia menyampaikan sebuah pesan yang berlawanan dengan pesan Alkitab, dan siapapun yang mencoba mengadaptasi musik seperti ini dengan memasukkan kata-kata/lirik Kristen sedang menaburkan kekacauan dan anarki moral. Musik rock Kristen, demikian namanya, adalah musik kekristenan yang penuh hawa nafsu yang digambarkan dalam 2 Timotius4:3-4.

Posted in musik | Tagged , , , , , | Leave a comment