Pemberitaan Yang Seimbang

(Berita Mingguan GITS 15 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org) Oleh David Cloud: Selama bertahun-tahun, banyak orang yang telah menulis kepada saya untuk menyatakan keprihatinan mereka bahwa saya tidak “seimbang” dalam pemberitaan saya, tetapi keseimbangan banyak hubungannya dengan situasi khusus yang ditemui oleh seorang pengkhotbah. Apakah Nuh seimbang ketika ia “memberitakan kebenaran” selama 120 tahun sambil membangun bahtera? Apakah Yeremia seimbang dalam pesan-pesannya yang konsisten negatif terhadap Israel? Bagaimana dengan Yohanes Pembaptis? Ia tinggal di padang belantara dan memberitakan pertobatan, pertobatan, pertobatan. Apakah ia seimbang? Anda akan lihat hal yang sama dalam surat-surat Perjanjian Baru. Pesan bagi suatu jemaat atau kelompok tertentu tergantung kepada kondisi mereka pada saat itu. Apa yang Yesus sampaikan kepada jemaat di Filadelfia sama sekali berbeda dengan apa yang Ia sampaikan kepada jemaat di Laodikia. Jika sebuah jemaat atau suatu daerah atau suatu bangsa sedang menjadi semakin duniawi dan karnal dan sedang dalam penurunan moral, maka apakah seorang pengkhotbah harus mengabaikan hal ini dan mencoba untuk “seimbang”? Pada tahun 1962, Oliver B. Greene, seorang pengkhotbah Baptis Independen menyampaikan sebuah seri 25 khotbah di radio tentang murka Allah. Dua puluh lima! Murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka, murka. Apakah itu khotbah yang seimbang? Tidak peduli! Faktanya adalah bahwa itulah yang diperlukan oleh Amerika pada tahun 1962, dan itulah yang diperlukan Amerika hari ini. Yang kita perlukan adalah pengkhotbah-pengkhotbah yang tidak terlalu peduli tentang “keseimbangan” melainkan pada semangat demi kebenaran dan kebajikan! Kita tidak perlu lebih banyak keseimbangan, kita perlu semangat yang menyala-nyala bagi kebenaran!!!! Satu saja generasi khotbah-khotbah yang “seimbang” secara intelektual telah menghasilkan satu generasi orang Kristen yang lemah. Oh ya, saya juga tidak sama sekali bersimpati dengan pengkhotbah hobi atau yang tidak mempelajari Firman Tuhan sehingga pengkhotbah itu menyampaikan hal yang sama setiap kali ia berkhotbah. Saya bukan sedang bicara tentang ketidaktahuan atau kemalasan. Kita juga tidak perlu hal-hal itu sama seperti kita tidak perlu “keseimbangan” Injili!

Posted in Berita Mingguan, Fundamentalisme | Tagged , , , , | 14 Comments

Orang-orang Samaria Masih Mengikuti Agama Campuran

(Berita Mingguan GITS 08 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Agama Samaria adalah campuran yang kacau antara agama kafir dengan Yahudi yang bermula sejak dipindahkannya orang-orang kafir ke daerah tersebut oleh raja Asyur (2 Raja-raja 17:24-41). Secara luar biasa, agama ini masih hidup hari ini. Orang-orang Samaria menjaga Sabat dan memiliki perayaan korban tahunan yang disebut Pessah, yang sebagiannya didasarkan pada perayaan Paskah, tetapi gunung kudus mereka adalah Gn. Gerizim (disebut Grizim hari ini), dan bukan Gn. Moria. Gerizim adalah gunung yang dimaksud oleh Wanita di Sumur dalam percakapannya dengan Yesus (Yoh. 4:20). Pada perayaan Pessah, setiap keluarga mengorbankan dan makan seekor domba tanpa mematahkan sebuah tulangpun dan mereka memakannya dengan tergesa-gesa dengan tongkat di tangan seolah-olah sedang meninggalkan Mesir, persis seperti Paskah. Tetapi roti yang dimakan, yang disebut maza, bukanlah roti tidak beragi; ia lembek dan bulat seperti roti pita. Dan ada perbedaan-perbedaan lain. Tahun ini, festival Samaria tersebut jatuh pada tanggal 28 April dan 7000 orang ikut serta, yang kebanyakannya adalah penonton yang tidak ikut serta. Orang-orang Yahudi bangga dalam hal mengikuti Kitab mereka dan memandang rendah orang-orang Samaria, tetapi pada kenyataannya mereka berdua sama sama tidak mengikuti Kitab itu hari ini. Bahkan, dalam satu aspek, perayaan Samaria lebih mirip Paskah dalam Alkitab dari yang dilakukan orang Yahudi hari ini, karena minimal mereka mencurahkan darah domba seperti yang diperintahkan Alkitab, walaupun mereka sama sekali tidak tahu apa makna dari domba tersebut. Paskah Yahudi hari ini berfokus bukan pada dombanya tetapi pada roti tidak beragi, yang disebut matzo. Fokus dalam Paskah bagi orang Yahudi yang saleh ada pada Seder, yaitu makan malam ritual yang sudah sangat tidak mirip dengan Paskah yang sejati. Makan malam ini didahului oleh pembersihan yang sangat teliti akan segala ragi (chametz), tetapi definisi ragi telah dibesar-besarkan oleh tradisi Yahudi yang sia-sia. Bagi orang-orang Yahudi Ortodoks, ragi termasuk semua barang yang berasal dari gandum/padi-padian yang tidak dimasak seluruhnya dalam waktu 18 menit setelah kena pada air, termasuk semua beras, jagung, dan kacang-kacangan. Bahkan, barang-barang demikian tidak boleh diberikan kepada binatang atau ternak sekalipun, tetapi harus dihancurkan atau dijual kepada orang non-Yahudi. Hal terutama yang dimakan pada Seder Yahudi adalah roti tidak beragi dan sayuran pahit, tetapi juga hal-hal seperti ikan, ayam atau kalkun bakar, dan juga daging sapi. Tetapi tidak ada domba! Sisa dari perayaan termasuk penyucian tangan, minum anggur (empat cangkir), berbagai berkat, dan pembacaan Kitab Suci dan tradisi Yahudi. Kitab Suci berkata “ karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa” (Im. 17:11). Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Domba Paskah menggambarkan Yesus sang Mesias (Yoh. 1:29). “Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk” (Roma 11:25).

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Seorang Pengkhotbah Ditangkap di Inggris Karena Mengatakan Bahwa Homoseksualitas Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 08 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari artikel “Christian Preacher on Hooligan Charge,” Daily Mail, 1 Mei 2010: “Seorang pengkhotbah jalanan Kristen telah ditangkap dan dituduh mengganggu ketertiban umum setelah ia mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Dale Mcalpine sedang menyebarkan brosur kepada orang-orang yang sedang belanja ketika ia memberitahu seorang yang sedang lewat dan seorang petugas pembantu polisi bahwa sebagai seorang Kristen, ia percaya homoseksualitas adalah salah satu dosa yang melanggar Firman Allah. Mr. Mcalpine mengatakan bahwa ia tidak mengulangi pernyataan tentang homoseksualitas itu ketika ia berkhotbah dari atas sebuah tangga setelah selesai membagikan brosur. Tetapi ia diberitahu bahwa ada petugas polisi yang mengaku mendengar dia membuat pernyataan itu kepada seseorang di publik dengan suara yang keras yang dapat didengar oleh orang lain. Mr. Mcalpine, 42 tahun, yang bekerja di industri energi dengan gaji 40000 pound per tahun, ditangkap dan dibawa di belakang sebuah mobil van polisi ke stasiun polisi lokal setelah berkhotbah di kota Cumbrian di Workington pada tanggal 20 April. Setelah tujuh jam dikurung di sebuah sel, ia dituduh mempergunakan kata-kata yang menghina atau melecehkan atau tindakan yang berlawanan dengan Hukum Public Order tahun 1986. Mr. Mcalpine – yang telah berkhotbah di alam terbuka dan membagikan brosur di Workington selama bertahun-tahun, dan tidak pernah bermasalah dengan polisi – mengatakan bahwa insiden itu adalah salah satu yang terburuk dalam hidupnya. ‘Saya merasa sangat terpukul dan dipermalukan karena saya telah ditangkap di kota saya sendiri dan diperlakukan seperti seorang penjahat umum di hadapan orang-orang yang saya kenal,’ dia berkata. ‘Kebebasan saya diambil hanya karena pengakuan seseorang yang tidak suka apa yang saya katakan, dan saya dikenakan hukum yang tidak berlaku.’….Mr. Adams [petugas yang membuat Mcalpine ditangkap] telah menjadi anggota staf asosiasi LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) polisi di Cumbria dan tahun lalu mewakili kepolisian di festival Gay Pride di Manchester….Di situs Myspace-nya, ia menggambarkan orientasinya gay dan agamanya atheis….Para pembelanja di Workington cukup heran dengan apa yang terjadi pada Mr. Mcalpine. Rob Logan, asisten manajer dari toko handphone O2 dekat tempat Mcalpine berkhotbah, mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan. ‘Ia membagikan brosur, ia menyampaikan beritanya lalu ia pergi,’ kata Mr. Logan. ‘Ia tidak agresif atau mengancam. Ia lembut.’ Rev. Arthur Bentley-Taylor, 68 tahun, gembala dari Emmanuel Evangelical Church tempat Mr. Mcalpine kebaktian, mengatakan: ‘Menurut saya ini masalah kebebasan berbicara. Jika kita mau menangkap semua orang yang mengatakan sesuatu yang kita tidak suka, semua orang akan masuk penjara.’ Hukum Public Order tahun 1986 telah dipakai oleh polisi dalam beberapa kasus yang serupa.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kesombongan Manusia

(Berita Mingguan GITS 01 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider – “Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu” (Yesaya 2:17). Tahun ini sungguh tahun yang sulit bagi kesombongan manusia. Manusia suka untuk berpikir bahwa ia telah sepenuhnya mengalahkan angakasa, namun satu gunung berapi yang kecil saja, di lokasi yang jauh dari keramaian, dapat menimbulkan kerugian jutaan milyar dolar di bisnis penerbangan internasional yang baru belakangan ini mulai beroperasi lagi. Manusia suka untuk berpikir bahwa ia telah menaklukkan samudera, namun sebuah pangkalan minyak lepas pantai yang bernilai jutaan dolar meledak, terbakar dan tenggelam ke dalam lautan ketika sedang beraktivitas rutin, meninggalkan sumur yang memuntahkan minyak ke lautan dan banyak orang pusing bagaimana cara menghentikannya. Tahun ini saja, jutaan orang harus pindah dan puluhan ribu yang mati karena gempa bumi dan kehancuran yang terjadi karena gempa itu. Walaupun demikian, walaupun diperhadapkan kepada segala ketidakpastian dalam hidup ini, tidak adanya kerendahan hati pada manusia terus berlanjut. Tidak ada gerakan melembut terhadap Allah. Tidak ada gerakan rela mendengar FirmanNya. Tidak ada yang mencari pertolongan di luar dari kekuatan manusia yang lemah.Salah satu dosa manusia yang besar adalah kegagalannya mengakui seorang Pencipta yang Kudus. Dan karena itu, akan datang harinya Allah merendahkan semua manusia di bumi ini. Jika manusia tidak merendahkan dirinya, Allah yang akan merendahkan dia. Betapa hari itu akan mengerikan bagi manusia. Namun betapa hari yang mulia bagi Alalh kita. Dan TUHAN akan ditinggikan pada hari itu.

Posted in Renungan | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Skeptikisme Dalam Arkeologi

(Berita Mingguan GITS 01 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Arkeolog Dr. Bryant Wood: “Para ahli biasanya memiliki pandangan bahwa hal apapun mengenai sejarah awal Israel sebelum masa Kerajaan [yang ditulis dalam Alkitab] tidak dapat dipercayai begitu saja kecuali jika peristiwa-peristiwa yang digambarkan itu didukung oleh kesaksian independen lainnya. Pendekatan ini sangatlah bias dan juga tidak ilmiah. Dokumen-dokumen kuno lainnya diasumsikan akurat kecuali jika ada bukti yang dapat dipercaya yang menggambarkan sebaliknya. Dokumen-dokumen ini, sama seperti Alkitab, bersifat religius, sebagaimana para penulis teks-teks kuno secara rutin menyebut ilah-ilah kafir mereka dan apa yang para dewa lakukan untuk mereka” (“Extra-Biblical Evidence for the Conquest,”Bible and Spade, edisi Fall 2005). Skeptikisme yang “bias dan tidak ilmiah” dari kebanyakan arkeolog adalah hasil dari kebutaan yang disengaja yang disinggung oleh Petrus: “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah” (2 Pet. 3:3-6). Alkitab menyebut para skeptik akhir zaman ini “sengaja tidak mau tahu.” Ini adalah kata-kata yang sangat menarik mengingat betapa bangganya orang-orang ini akan pengetahuan mereka. Allah tidak hanya berkata bahwa mereka tertipu; Ia menyebut mereka tidak tahu apa-apa. Sobat-sobat yang percaya Alkitab, janganlah takut akan para skeptik yang sombong. Ada lebih banyak hikmat dalam satu ayat Alkitab daripada seisi dunia tulisan para skeptik.

Posted in Arkeologi | Tagged , , , | Leave a comment

Seorang Wanita Kecewa Setelah Mengikuti Injil Oprah

(Berita Mingguan GITS 01 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah buku yang berjudul “Living Oprah” menggambarkan usaha seorang wanita berusia 35 tahun untuk hidup sesuai dengan injil Oprah Winfrey. Robyn Okrant berketetapan hati untuk mengikuti setiap anjuran yang berasal dari acara televisi Oprah, maupun website dan majalahnya. Dia membaca buku-buku yang direkomendasikan, menonton film-film yang direkomendasikan, mengikuti resep-resep yang dianjurkan, menyelesaikan kuis-kuis yang bertujuan membantu diri sendiri, dan membeli kosmetik, peralatan, pakaian-pakaian, dan perabotan [yang berhubungan dengan Oprah] hingga 5000 dolar. Oprah mengaku membantu para wanita “menghidupi hidup yang terbaik” dan walaupun Okrant mengejar mimpi ini dengan semangat, ia menemukan bahwa realitanya mengecewakan. Dalam sebuah wawancara dengan Sydney Morning Herald, ia mengatakan bahwa ia merasa sedang berada dalam sebuah “roda tikus yang berukuran wanita,” dan dengan gila berusaha untuk menyelesaikan semua tugas. Ia menyimpulkan, “Kita tidak bisa berpaling kepada Oprah untuk mendapatkan jawaban-jawaban kita. Tidak ada yang sebegitu gampangnya seperti yang dipromosikan dalam iklan ‘hidup yang terbaik’ itu (“O, what a healing,” Sydney Morning Herald, 25 April 2010). Okrant juga bersaksi tentang fanatisme para pengikut Oprah. Dia menggambarkan suatu peristiwa syuting acara televisi Oprah. Ketika pembawa acara talk-show tersebut muncul ke panggung, para wanita segera berdiri dan menyoraki dan berseru-seru semakin keras. Okrant berkata, “Seorang wanita dekat saya berseru, ‘Terima kasih, Yesus! Terima kasih, Yesus!’ Saya bahkan bukan orang Kristen, tetapi itu terdengar seperti hujatan.” Ya, memang itu menghujat. Oprah menentang pengajaran Alkitab dan merendahkan Yesus Kristus, dan sangatlah tidak cocok dengan hati nurani bagi seorang wanita yang semestinya Kristen (seperti wanita yang berseru ‘terima kasih, Yesus’ itu) untuk mengagungkan dia [Oprah] dan menghabiskan waktu dan uang bagi dia. Dalam sebuah acara televisi tahun 1998 yang menghadirkan para pendukung New Age, yaitu Betty Eadie, Sophy Burnham, dan Dannion Brinkley, Oprah berkata, “….salah satu kesalahan terbesar yang manusia lakukan adalah percaya hanya ada satu jalan. Sebenarnya, ada banyak jalan yang berbeda yang memimpin kepada apa yang disebut Allah.” Ketika seorang hadirin tidak setuju, dan bersaksi bahwa dia percaya Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kepada Allah, Winfrey menjadi marah dan mengatakan bahwa dia tidak percaya seseorang akan masuk neraka hanya karena ia tidak percaya Yesus. Ia dengan tegas menyatakan, “TIDAK MUNGKIN HANYA ADA SATU JALAN.” Dalam program yang sama, Oprah mengatakan: “Saya dibesarkan seorang Baptis dan kami terlalu ketat masalah hal-hal tradisional. Saya duduk di gereja dan mendengar bahwa Allah adalah Allah yang cemburu. Saya bertanya ‘Kenapa? Ayolah – kita tinggalkan ini!’….Saya percaya pada KUASA – saya menyebutnya Allah” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, July 1998).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Keadilan Sosial Menggantikan Pemberitaan Injil Dalam Kampanye United Methodist

(Berita Mingguan GITS 01 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Gereja United Methodist melaksanakan kampanye Change the World akhir pekan yang lalu, dengan tujuan mengubah masyarakat, bukan memberitakan Injil. Ini adalah bagian dari program “Memikirkan Ulang Gereja,” yang katanya bertujuan “untuk mengembalikan pesan dan misi Yesus,” tetapi yang sebenarnya justru menutupi MisiNya (misal Mar. 16:15; Luk. 24:46-48; Kis. 1:8) dengan suatu kampanye keadilan sosial yang humanistik dan berpandangan pendek. Salah satu objektif dari program Memikirkan Ulang Gereja adalah agar orang-orang Kristen “bersatu secara global untuk menghilangkan” malaria. Tanpa melihat ekumenisme yang terkandung di dalamnya, objektif ini cukup baik sampai titik tertentu, tetapi jauh lebih penting untuk memberitakan Injil. Bahkan jika malaria dan kanker dan penyakit jantung semuanya dihilangkan, setiap individu tetap akan mengalami kematian fisik dan mereka yang tanpa Kristus akan menderita kematian yang kedua di lautan api. Jadi, pemberitaan Injil jauh melebihi pekerjaan keadilan sosial dalam hal kepentingan dan konsekuensi, dan karena pekerjaan pemberitaan Injil selalu lebih banyak daripada jumlah pekerja dan sumber daya, pekerjaan ini haruslah menjadi yang paling utama dalam hati dan tujuan gereja-gereja. Kerajaan Allah tidak akan tiba di dunia yang mabuk dosa ini hingga Raja Damai kembali dan mendirikan kerajaan itu dengan kuasaNya dan hikmatNya yang tak terbatas.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Atheis yang Terkenal Mengatakan Bahwa Dunia Bisa Saja Didesain oleh Alien

(Berita Mingguan GITS 24 April 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein dalam film dokumenter “Expelled: No Intelligence Allowed,” Richard Dawkins, yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang atheis, secara menyedihkan menyerang Sang Mahakuasa. Ia menyebut Allah yang dalam Alkitab sebagai “karakter yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi” dan “seorang bully yang jahat dan sewenang-wenang.” Ben Stein bertanya kepada Dawkins, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Bagaimanakah semuanya mulai?” Dawkins menjawab, “Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana ini semua mulai. Kita tahu kejadian-kejadian seperti apa yang harus ada bagi permulaan kehidupan. Yaitu mulai adanya molekul pertama yang memperbanyak diri sendiri.” Stein bertanya, “Menurutmu berapa besar kemungkinan bahwa intelligent design ternyata adalah jawaban bagi berbagai isu dalam bidang genetika?” Terhadap pertanyaan ini, Dawkins memberikan jawaban yang mengagetkan ini: “Bisa saja di suatu waktu yang lampau, di suatu tempat di alam semesta ini, suatu kebudayaan berevolusi, mungkin dengan cara-cara Darwinian tertentu, ke suatu tingkat teknologi yang sangat-sangat tinggi, lalu mendesain bentuk kehidupan yang mereka taburkan sebagai benih di planet ini. Ini adalah satu kemungkinan, dan kemungkinan yang sangat menarik, dan saya rasa bisa saja anda menemukan bukti akan hal ini jika anda memperhatikan detil-detil biokimia dan biologi molekuler, anda bisa menemukan jejak-jejak semacam desainer. Dan desainer tersebut bisa saja suatu intelijen yang lebih tinggi dari tempat lain di alam semesta ini. Intelijen yang lebih tinggi itu sendiri tentunya harus muncul dari suatu proses yang tidak dapat diterangkan. Ia tidak mungkin tiba-tiba saja menjadi eksis.” Jadi, Richard Dawkins mengakui bhawa kehidupan tidak mungkin tiba-tiba saja muncul, bahwa ada bukti akan seorang desainer yang intelijen, tetapi karena ia telah menolak Allah sebagaimana dalam Alkitab, ia akhirnya memilih konsep remang-remang tentang “alien.” Dan ini adalah orang yang sama yang mengolok-olok mereka yang percaya adanya Allah. Tidak ada seorang pun yang lebih buta daripada orang yang menolak untuk melihat. “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya” (2 Pet. 3:3).

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Apakah Bahtera Nuh Perlu Ditemukan?

(Berita Mingguan GITS 24 April 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The World That Perished oleh John C. Whitcomb: “John Warwick Montgomery yakin bahwa penginjilan dunia akan jauh lebih mudah jika saja kita menemukan bahtera Nuh. ….Tetapi bukankah Alkitab sudah sepenuhnya dapat dipercaya saat ini, dalam hal kesaksiannya yang jelas tentang universalitas dari Air Bah dan realitas sejarah Bahtera Nuh? Tidakkah Tuhan kita menjelaskan bahwa, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk. 16:31)? Apakah mereka yang sekarang menolak otoritas Firman Allah akan sungguh-sungguh mengakuinya dari dalam hati mereka jika peninggalan Bahtera Nuh ditemukan? Apakah penemuan benda-benda lainnya dari tanah Alkitab pernah menghasilkan iman yang menyelamatkan?” Jawabannya tentu saja adalah tidak, dengan alasan yang sederhana, yaitu bahwa “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17).

Posted in Arkeologi | Tagged , , , , | 3 Comments

Nyamanlah Jiwaku

(Berita Mingguan GITS 24 April 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider – “Kebanyakan orang sudah pernah mendengar cerita dibalik himne yang sangat disukai, “Nyamanlah Jiwaku” (It Is Well With My Soul). Sebagaimana telah dikisahkan berulang kali, Horatio Spafford, seorang pengacara Chicago yang sukses, sedang membawa istri dan keempat putrinya ke luar negeri untuk mendapatkan istirahat dan relaksasi. Pada menit-menit terakhir, ada bisnis yang menyebabkan ia tidak dapat pergi bersama mereka, jadi ia mengutus istri dan anak-anaknya itu terlebih dulu, dengan janji bahwa ia akan menyusul sesegera mungkin. Spafford adalah sahabat D.L. Moody dan mendukung pelayanannya dan mereka sekeluarga ingin pergi ke Eropa karena mereka tahu Moody akan ada di sana pada musim gugur. Di tengah lautan, kapal mereka, Ville Du Havre, ditabrak oleh kapal lain, dan segera tenggelam. Keempat putrinya meninggal semua dan istrinya ditemukan tidak sadar diri terapung-apung pada puing-puing kapal. Ia tertolong, dan ketika sampai ke seberang, ia mengirim pesan kepada suaminya, “Diselamatkan Sendirian.” Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa itu hanyalah permulaan dari banyak kesusahan dan kesedihan yang menimpa keluarga Spafford, dan bahwa iman mereka dalam Kristus terus tanpa goyah. Alasan mereka mengadakan perjalanan pada tahun 1873 itu adalah karena bencana api yang menimpa Chicago tahun 1871. Mereka kehilangan cukup banyak harta dalam bentuk rumah karena api tersebut, dan mereka menuangkan hidup mereka untuk membantu orang-orang lain melewati waktu-waktu yang sulit tersebut. Habis secara fisik maupun emosi, mereka berencana untuk berlayar mendapatkan istirahat ketika mereka kehilangan anak-anak mereka. Mereka baru saja mulai membangun kembali hidup mereka ketika mereka kehilangan seorang putra (yang lahir setelah kejadian karam kapal tesebut) karena pneumonia. Ketika itu terjadi, gereja yang telah mereka bantu bangun mengeluarkan mereka dari keanggotaan jemaat, karena percaya bahwa pasti ada dosa rahasia pada keluarga mereka sehingga tangan Tuhan sedemikian keras menghajar mereka. Setelah kehilangan lima anak, harta benda, dan kini juga kehilangan persekutuan jemaat dan teman-teman mereka, mereka memutuskan untuk pindah ke Yerusalem untuk memulai kehidupan baru. Di Yerusalem mereka mendirikan apa yang kini dikenal sebagai “American Colony.” Ini adalah suatu tempat peristirahatan bagi orang-orang Kristen, di mana mereka bisa datang dan menghidupi suatu kehidupan Kristiani yang sederhana, berbagi segala sesuatu, dan melayani orang-orang sekeliling mereka. Pengaruh mereka akhirnya membuahkan banyak orang Islam dan orang-orang agama lain yang berbalik kepada Kristus di kota Yerusalem yang pada zaman itu tandus. Spafford menulis banyak himne dan karya tulis lainnya, termasuk sebuah buku kecil yang berjudul ‘Dua Puluh Alasan Untuk Percaya Kedatangan Tuhan Sudah Dekat.’ Besandar pada Kristus telah memampukan keluarga Spafford melewati saat-saat tersulit dalam kehidupan yang dapat dibayangkan manusia. Melalui penderitaan mereka, mereka telah bergabung dengan khalayak ramai saksi-saksi yang menyaksikan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. “Meski oleh Iblis aku diserang / Hatiku tenang dan teguh / Sebab Kristus t’lah menyelamatkanku / DarahNya menebus jiwaku.”

EDITOR: Yang sungguh menyedihkan dari kisah ini adalah sikap jemaat yang mengeluarkan Spafford sekeluarga karena menduga adanya “dosa rahasia,” hanya karena keluarga Spafford mengalami rentetan bencana. Sikap seperti ini terpelihara dalam banyak jemaat hari ini melalui theologi kemakmuran yang sadar atau tidak sadar dipromosikan di banyak gereja. “Orang Kristen pasti akan kaya. Orang Kristen pasti akan sehat. Orang Kristen pasti akan sukses materi.” Seruan-seruan seperti ini, yang sama sekali tidak memiliki dasar Alkitab, menjadi tuduhan yang tajam bagi mereka yang tidak kaya, mengalami sakit penyakit, atau tidak “sukses” secara duniawi. Tidak jarang mereka yang tidak berhasil disembuhkan dari penyakit dicap “tidak beriman,” atau “menyembunyikan dosa” oleh pendeta-pendeta gadungan yang mengaku mempunyai “kuasa penyembuhan.” Padahal justru iman dan doktrin para penyembuh gadungan inilah yang korup. Theologi kemakmuran bukan hanya menciptakan kekristenan yang menjadi hamba uang, melainkan juga seringkali menyerang orang-orang Kristen yang justru paling tabah dalam penderitaan.

Posted in General (Umum), Renungan | Tagged , , , , , , | Leave a comment