Imam Anglikan Mendedikasikan Tempat Pembuatan Bir

(Berita Mingguan GITS 29 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Seorang imam Anglikan baru-baru ini “memberkati” sebuah tempat pembuatan bir baru di Edmonton, Alberta, Canada. “Reverend” Neil Gordon, Dekan dari Katedral All Saints, memberkati baik itu bangunannya maupun peralatan-peralatannya (“Edmonton’s Newest Brewery Opens with a Blessing,” Edmonton Journal, 20 Mei 2010). Juru pembuat bir, Scott Harris, mengatakan bahwa tradisi pemberkatan bagi tempat-tempat pembuatan bir adalah tradisi yang sudah sangat kuno. Bahkan, ini berasal dari Gereja Roma Katolik, dan para Protestan mempertahankan kecintaan mereka minum-minum ketika mereka “meninggalkan” Roma. Gereja Roma Katolik begitu cinta akan minuman keras, ia harus mendirikan pusat-pusat rehabilitasi untuk “mengeringkan” imam-imam yang kecanduan alkohol. Saya ingat sebuah misa Katolik yang saya saksikan pada tahun 1987 di New Orleans sementara menghadiri sebuah konferensi ekumene sebagai insan pers. Para imam minum anggur berkendi-kendi. Sangatlah mengajar bagi kita bahwa gambaran Gereja Pelacur di Wahyu 17:1-6 menyinggung masalah minum-minum sampai empat kali. Setelah melakukan riset yang mendalam tentang Emerging Church pada tahun 2008, saya terkesan dengan fakta bahwa mereka juga cinta minuman keras. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya” (Amsal 20:1).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Para Ilmuwan (Tanpa Sadar) Membuktikan Bahwa Kehidupan Didesain Secara Intelijen

(Berita Mingguan GITS 29 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Minggu lalu, Time.com memuat sebuah artikel berjudul “Scientist Creates Life,” yang menggambarkan terobosan baru dalam bidang genetika. Sebuah tim yang dipimpin oleh J. Craig Venter “merangkaikan keseluruhan genome suatu bakteria, lalu memasukkan instruksi genetik tersebut ke dalam bekteria lainnya” dan “sel itu hidup.” Artikel itu lalu berlanjut dan membuat klaim yang sangat konyol bahwa “kehidupan telah diciptakan,” padahal faktanya tidak ada apa-apa yang diciptakan. Bukannya ingin mengecilkan tingkat kesulitan dari apa yang telah dilakukan oleh tim ilmuwan ini, tetapi faktanya adalah mereka hanyalah memanipulasi kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Mereka tidak menciptakan satu protein atau organel pun, jangankan suatu sel yang hidup. Sebagai seorang yang mata pencahariannya adalah pengajar biologi, Kenneth Poppe mengobservasi, “Bahkan mengkonstruksi sebuah organel vital dalam sebuah sel sekalipun, misalnya sebuah mitokondria, tidak dapat dibayangkan karena kompleksitasnya sangat luar biasa” (Reclaiming Science from Darwinism, 2006, hal. 35). Sebenarnya, terobosan Venter yang mengagumkan justru membuktikan sekali lagi dan secara pasti bahwa kehidupan didesain secara intelijen. Diperlukan sebuah tim yang terdiri dari ilmuwan-ilmuwan yang brilian puluhan tahun, dengan memakai pengetahuan yang sudah ditemukan oleh ribuan ilmuwan lain sebelum mereka, untuk berhasil memanipulasi DNA bakteri ini. Jika intelijen yang sebesar ini diperlukan untuk melakukan sesuatu yang relatif sederhana ini, betapa lebih lagi diperlukan untuk mendesain dan membangun sebuah sel yang hidup dan dapat berkembang biak! Lebih lanjut lagi, Venter dan timnya menduplikasikan programming dalam DNA sel yang sangat kompleks tersebut dengan menggunakan komputer-komputer yang sangat canggih. Ini juga menunjuk kepada Intelligent Design. DNA manusia jauh lebih kompleks daripada Windows 7 atau OS X-nya Apple, dan siapa yang berani berkata bahwa kedua sistem operasi yang brilian itu berevolusi melalui suatu proses evolusi yang buta dan acak? Seperti yang dikatakan oleh mantan atheis, Anthony Flew, “Bagi saya, sepertinya penemuan-penemuan dalam bidang riset DNA selama lebih dari 50 tahun telah memberikan materi baru yang sangat kuat bagi argumen bahwa semua ini didesain.”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Menyembah Sepakbola

(Berita Mingguan GITS 29 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Salah satu ilah masyarakat modern adalah olahraga profesional, dan ini diperlihatkan dengan sangat nyata baru-baru ini oleh sebuah klub sepakbola Jerman. Sebuah ruangan eksekutif di Stadium Millerntor di Hamburg memiliki fitur jendela kaca yang berwarna, lilin-lilin, dan sebuah mezbah bagi sepakbola, juga gambaran akan para pemain sebagai santo-santo (“Worshipping the Beautiful Game,” orange.co.uk, 18 Mei 2010). Ruangan ini adalah milik perusahaan marketing Jung von Matt. Mereka patut diacungin jempol karena mau mengakui bahwa mereka sedang menyembah berhala. Ada banyak fans sepakbola (dan olahraga lain) yang andai saja lebih jujur, juga harus menggelar lilin-lilin di hadapan klub/tokoh/olahraga favorit mereka.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Paus Mengatakan Maria “Ada di Semua Tempat di Setiap Waktu”

(Berita Mingguan GITS 29 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berbicara dari jendela apartemen kepausan yang menghadap Lapangan St. Peter pada tanggal 23 Mei, Paus Benediktus XVI meninggikan Maria dengan sifat-sifat ilahi. Ia mengatakan bahwa “tidak ada Pentakosta tanpa Maria” dan mengklaim bahwa “dia [Maria] ada di semua tempat di setiap waktu” (“No Church without Pentecost, no Pentecost without Mary,” EWTN News, 23 Mei 2010). Pernyataan hujat ini memberikan sifat kemahahadiran kepada makhluk ciptaan. Paus juga berdoa kepada Regina Coeli (Ratu Surga), meminta Allah untuk mengizinkan “bahwa melalui syafaat Perawan Maria kita bisa mendapatkan sukacita hidup yang kekal.” Tidak jauh dari Vatikan ada Basilica of Saint Mary Major, salah satu dari empat basilika kepausan, dan di sana ada salib setinggi 4 meter dengan Maria tergantung pada salib itu bersama Yesus. Fakta bahwa orang-orang Injili hari ini tidak mempersalahkan Gereja Roma Katolik dengan nada yang jelas untuk penghujatan-penghujatan dan kesesatan-kesesatannya, dan juga banyaknya orang kudus yang telah ia siksa dan bunuh, adalah bukti yang tidak terbantahkan akan kebutaan dan kesesatan rohani kaum Injili. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini, antara lain, adalah buah dari filosofi penginjilian ekumene Billy Graham, dan jika Denominasi Southern Baptist memiliki kehidupan rohani dan keyakinan rohani yang sejati, mereka seharusnya sudah mempersalahkan Graham puluhan tahun yang lalu, bukannya meninggikan dia sebagai seorang hamba Tuhan yang besar. Southern Baptist hari ini adalah Sardis. Ia seolah hidup, tetapi mati. Dan banyak sekali gereja-gereja Baptis Independen yang juga mengikut dengan cepat langkah-langkah kompromi ini dengan cara mengurangi peneguran akan kesalahan, melemahkan doktrin pemisahan, dan lebih membenci orang-orang yang menegur daripada orang-orang yang berkompromi.

Posted in Katolik | Tagged , , , , , , , | 4 Comments

Christianity Today Bersukacita Atas Ragi Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah artikel baru-baru ini, David Neff, wakil presiden dari Christianity Today, menulis secara positif tentang gerakan Kharismatik dan menyamakannya dengan ragi. “Ada analis yang mengatakan bahwa kebangkitan rohani kharismatik telah padam. Lebih akurat untuk menggambarkannya seperti Yesus menggambarkan kerajaan Allah: seperti ragi yang mengkhamiri seluruh adonan roti. Anda tidak dapat lagi melihatnya sebagai suatu gerakan, tetapi ia telah mengubah cara ibadah kebanyakan gereja. Lagu yang diulang-ulang dan tangan yang diangkat kini sudah biasa. Kecuali di kantung-kantung perlawanan garis keras, jika ada seorang sesama Kristen yang memuji Allah dalam suatu bahasa doa yang pribadi tidak lagi mengherankan” (“Ardor and Order,” Christianity Today, 12 Mei 2010). Hughie Seaborne dari Australia, seorang mantan Pantekosta dan Kharismatik, membuat komentar-komentar penting berikut ini: “Di tahun-tahun saya masih terindoktrinasi oleh pengajaran-pengajaran Pantekosta dan Kharismatik, selalu ada suatu keraguan yang tidak dapat saya jelaskan hingga tahun 1994 ketika Toronto Blessing muncul di dunia dan memaksa saya untuk melakukan pembelajaran yang serius, terutama mengenai kebangkitan rohani akhir zaman. Sekali saya sampai kepada kesimpulan bahwa Toronto tidak mungkin berasal dari Allah, dan jika Toronto semestinya berlanjut dengan kebangkitan rohani yang akan mengantar kepada Kerajaan, sebagaimana diklaim oleh semua orang, maka jelaslah bahwa pengharapan akan kebangkitan rohani yang semacam itu didasarkan pada penipuan. Ketika saya akhirnya tiba pada kesimpulan ini, seolah-olah ada yang menyalakan lampu…..Mengenai Matius 13:33, ragi itu, yang melambangkan doktrin yang palsu, diambil oleh seorang perempuan dan diadukkan (disembunyikan) ke dalam tepung terigu tiga sukat. Tepung terigu mewakili doktrin yang murni dan tidak tercemari. Alkitab mengatakan bahwa perempuan itu mengadukkannya [menyembunyikan dalam KJV]! Ia tidak melakukannya secara terbuka tetapi secara tersembunyi. Ia tidak keluar dan mengumumkan kepada semua orang bahwa ia akan mengkhamirkan tepung itu. Jadi seharusnya saya sudah bisa langsung melihat, berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh guru-guru Pantekosta/Kharismatik saya, bahwa ia melakukan sesuatu yang jahat terhadap doktrin itu. Perumpamaan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan penginjilan dunia dan tuaian akhir zaman yang hebat, sebagaimana dimaksudkan oleh David Neff tentunya. Perumpamaan ini adalah tentang penyebaran doktrin yang salah dalam pengajaran gereja-gereja. Dan doktrin yang salah telah menyebar dan mengkhamiri pengajaran sedemikian rupa sehingga, seperti ragi dalam roti, ia tidak dapat lagi dibedakan. Namun ragi itu telah berhasil mencapai tujuannya, sebagaimana David Neff tanpa sadar menulis dengan berbunga-bunga dalam artikelnya. ‘Ia telah mengubah cara ibadah kebanyakan gereja. ….Kecuali di kantung-kantung perlawanan garis keras…’ Siapakah yang ia maksud dengan kantung-kantung perlawanan garis keras? Yaitu para fundamentalis yang masih berpegang pada Kitab Suci seperti 2 Timotius 4:1-5 dan 2 Petrus 2:1-2. Saya merenungkan, siapa kira-kira perempuan yang ada dalam Matius 13:33? Saya tidak dapat tidak memikirkan Wahyu 17:3-6. Hal yang sangat menakjubkan mengenai Gerakan Kharismatik adalah bahwa telah ada “seorang perempuan memakai kain ungu dan kain kirmizi’ di latar belakang sejak kelahiran gerakan ini, bersembunyi di balik bayang-bayang, berpura-pura tidak ikut serta dalam apa yan terjadi. Tetapi sedikit penyelidikan membeberkan sebaliknya. Ketika saya diselamatkan di sebuah Gereja Anglikan/Uniting Co-operating pada tahun 1982, kami memiliki dua kebaktian setiap hari Minggu. Satu di pagi hari, yaitu yang Anglikan Kharismatik, dan satu lagi di sore hari yang dihadiri oleh tipe Katolik progresif yang senang dengan pengalaman Kharismatik. Itulah perkenalan saya yang pertama kepada ekumenisme, yang, sebagaimana saya pertama diajar, saya pikir waktu itu adalah hal yang hebat. Ia benar-benar sangat cocok dengan orang-orang Katolik itu sampai saya mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan doktrin yang sederhana. Hari ini, pengalaman Kharismatik, dan segala sesuatu yang satu paket dengan itu, adalah lem yang merekatkan Gerakan Ekumene menjadi satu. Orang Roma Katolik yang mengaku telah berbahasa lidah, misalnya, langsung dianggap sebagai seorang saudara atau saudari dalam Kristus. Itulah ragi yang telah dicampurkan ke dalam tepung oleh seorang perempuan.”

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Netanyahu Mengatakan Bahwa Yerusalem Milik Israel

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengutip Alkitab baru-baru ini untuk membuktikan bahwa Yerusalem adalah milik Israel. Dalam sebuah sesi parlemen yang memperingati Israel merebut Yerusalem Timur pada tahun 1967, Netanyahu menyatakan bahwa Yerusalem dan Sion muncul 850 tahun di Perjanjian Lama. Ia lalu mengatakan, “Mengenai berapa kali Yerusalem disinggung dalam kitab suci agama lain, saya rekomendasikan anda untuk mengeceknya” (“Netanyahu Turns to Bible,” Reuters, 12 Mei 2010). Jawabannya adalah tidak ada. Yerusalem tidak pernah disebut dalam Quran, misalnya. Sangat menarik melihat orang-orang Yahudi sekuler, seperti Netanyahu yang sudah menikah tiga kali, mengutip Alkitab, walaupun mereka tidak mempercayainya atau menaatinya. Mereka sudah kembali ke tanah mereka, tetapi mereka tidak tahu bagaimana atau mengapa. Mereka memiliki musuh-musuh yang ganas, tetapi mereka pikir itu hanyalah kesialan mereka, tanpa mau mengakui bahwa alasannya sama seperti di zaman dahulu, yaitu pemberontakan Israel yang keras kepada terhadap Allah Yehovah dan penolakannya yang keras terhadap sang Mesias 2000 tahun yang lalu. Israel kembali ke tanahnya adalah penggenapan nubuat yang sangat indah, tetapi ia mati rohani sesuai dengan Yehezkiel 37:8. Kita sekarang sedang menantikan nubuat lainnya untuk digenapi, yaitu ketika orang-orang kudus zaman gereja diangkat, yang diikuti oleh munculnya Antikristus untuk memerintah, pertobatan Israel setelah masa “kesusahan Yakub,” dan kembalinya Yesus Kristus dalam kemuliaan. Ya, datanglah segera Tuhan Yesus!

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Tagged , , , , | Leave a comment

Robot Menikahkan Pasangan di Jepang

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah serangan lain lagi terhadap kekudusan Pernikahan, sepasang kekasih baru saja dinikahkan oleh sebuah robot bernama I-Fairy. Robot setinggi empat kaki itu mengumumkan bahwa pasangan tersebut adalah “suami dan istri” dengan suara kaleng robotnya. Suami baru tersebut berkomentar “Akan bagus jika robot itu sedikit lebih pintar” (“I-Fairy Robot Weds Tokyo Couple,” AP, 16 Mei 2010). Robot tersebut, yang dijual $68.000, bagus untuk banyak hal, tetapi jelas tidak untuk melangsungkan pernikahan. Pernikahan disebut “holy matrimony” karena ia adalah institusi yang diciptakan oleh Allah pada awal sejarah manusia, dan alkitabiahnya ia adalah waktu bagi seorang wanita dan seorang lelaki untuk membuat janji yang serius berlaku seumur hidup di hadapan Allah dan manusia. Di akhir zaman yang penuh pemberontakan ini, pernikahan sedang diserang dengan hebat oleh perceraian, revolusi seksual, dan pernikahan sesama jenis. Orang lain lagi mengolok-olokkan pernikahan melalui hal-hal konyol seperti ini.

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , | Leave a comment

Bapa Contemporary Christian Music Membenarkan Penggunaan Musik Rock

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org) Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Ralph Carmichael, yang telah disebut sebagai “Bapa Contemporary Music,” ditanya mengenai bagaimana ia membenarkan pemakaian musik rock dan bentuk-bentuk musik pop lainnya. Ia menjawab, “Pada tahun 1700an dan 1800an, para pujangga menuliskan himne-himne tradisional kita, menggabungkan pesan yang tidak berubah dengan melodi-melodi sekuler yang populer. Dan mereka dikritik dengan hebat. Gaya musik “pop” tahun 1800an adalah apa yang kita sebut tradisional hari ini, walaupun asalnya bukanlah dari dalam gereja” (“He Started the Revolution in Christian Music,” AssistNews.net, 8 Mei 2010). Adalah salah untuk membandingkan penggunaan melodi sekuler yang tidak berbahaya dalam musik Kristen dengan penggunaan musik pesta dunia yang jahat. Hanya karena suatu melodi itu “sekuler” tidak serta merta berarti salah. Hal yang salah mengenai pemakaian musik Rock dalam kebaktian Tuhan adalah bahwa musik itu telah didesain sejak awalnya untuk melawan hukum-hukum Allah. Musik rock tidak dapat tidak bersifat sensual. Buku Rock Facts, yang diterbitkan oleh Rock and Roll Hall of Fame and Museum di Cleveland, Ohio, mengakui bahwa rock bukan hanya suatu tipe musik, IA ADALAH SUATU GAYA HIDUP. “….rock and roll telah benar-benar menjadi suatu bahasa universal….rock and roll juga mengacu kepada suatu sikap, suatu perasaan, suatu gaya, suatu cara hidup….” (Rock Facts, 1996, hal. 7). Dalam wawancaranya dengan Playboy, John Lennon mengatakan, “Keseluruhan ide Beatles adalah melakukan apa yang kau inginkan.” Filosofi rock & roll tercakup dalam lagu-lagu hit tahun 1960an oleh grup-grup seperti Rolling Stones (“I’m free to do what I want any old time”), Animals (“It’s my life and I’ll do what I want”), The Mamas and The Papas (“You got to go where you want to go/do what you want to do”), dan Isley Brothers (“It’s your thing/ do what you want to do”). Untuk mengambil musik-musik seperti itu, yang dengan iramanya saja sudah memberitakan kecabulan dan pemberontakan, dan memakainya dalam kebaktian Kristus, adalah kesesatan dan kebingungan. Musik Carmichael populer melintasi batas-batas denominasi di zaman paling sesat dalam sejarah gereja, dan jika hal ini tidak meyakinkan anda bahwa rock bukanlah musik rohani, maka anda tidak dapat diyakinkan lagi! CCM adalah musik yang diinginkan oleh mereka yang hidup sesuai hawa nafsu mereka. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in musik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penelitian Menemukan Bahwa Bayi Tahu Perbedaan Antara Baik dan Jahat

(Berita Mingguan GITS 15 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah penelitian yang ekstensif yang dipimpin oleh profesor Universitas Yale, Paul Bloom, telah menemukan bahwa bahkan bayi-bayi dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat. Dalam satu eksperimen, para peneliti membuat bayi-bayi yang berumur maksimal satu tahun menonton sebuah drama tentang seekor anjing mainan yang berusaha untuk membuka sebuah kotak, sementara ada sebuah boneka beruang mencoba menolong dia dan ada satu lagi yang dengan keras kepala menduduki kotak tersebut. Para bayi semuanya lebih senang kepada boneka beruang yang mencoba untuk menolong. Bloom mengatakan, “Semakin banyak bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa manusia memiliki moralitas yng sederhana bahkan sejak permulaan kehidupan. Dengan pertolongan eksperimen-eksperimen yang dirancang dengan baik, anda dapat melihat percikan-percikan pikiran moral, penilaian-penilaian moral, dan perasaan-perasaan moral bahkan di tahun pertama kehidupan. Sepertinya suatu perasaan antara yang baik dan yang jahat sudah ada dalam tulang” (“Babies Know the Difference,” Daily Mail, 10 Mei 2010). Sebenarnya, moralitas bukanlah ada di tulang; ia ada di hati. Manusia diciptakan dalam gambar Allah, dan walaupun ia telah jatuh dan terpisah dari Allah, gambaran moral itu tetap ada, walaupun sudah terkorupsikan. Alkitab mengatakan bahwa manusia “menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Roma 2:15). Hati nurani yang memiliki moralitas ini tidaklah sempurna dan dapat menjadi keras, tetapi sudah cukup untuk membuktikan bahwa ada Allah dan bahwa manusia bertanggung jawab kepada Dia. Fakta bahwa bayi-bayi tahu yang baik dari yang jahat juga mengingatkan kita bahwa pendidikan anak harus mulai dari sangat dini. Fakta inilah membuat J. B. Buffington mengkhotbahkan sebuah khotbah berjudul “Bagaimana Caranya Kehilangan Anakmu Sebelum Ia Lima Tahun.”

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Lutheran Mengangkat Kembali “Pendeta-Pendeta” Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 15 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
E
vangelical Lutheran Church di Amerika (ELCA) telah mengangkat kembali seorang homoseksual yang “dipecat” tiga tahun yang lalu. Keputusan yang diambil oleh Sinode Tenggara ELCA ini adalah karena berbagai revisi kebijaksanaan yang akhirnya mengizinkan mereka yang “berada dalam hubungan sesama jenis yang dapat dipertanggungjawabkan secara publik, bersifat seumur hidup dan monogami” untuk melayani sebagai “pendeta” (“ELCA reinstates Partnered Gay Ministers,” Christian Post, 4 Mei 2010). Bradley Schmeling, sang homoseksual yang diangkat kembali mengatakan, “Roh Kudus hidup di gereja dalam cara yang baru dan mendalam.” Schmeling menggembalakan Gereja Lutheran St. John di Atlanta. Partner homoseksualnya, Darin Easler, juga dipecat dulu, tetapi ia lalu pindah ke United Church of Christ yang lebih liberal. Schmeling sedang mengikuti “roh yang lain” (2 Korintus 11:1-4). Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13; 1 Yoh. 4:6) adalah Penulis Alkitab, dan Alkitab mengecam homoseksualitas dengan kata-kata yang jelas dari kitab pertama hingga terakhir. Tidak ada jenis pernikahan yang diakui di halaman-halaman Kitab Suci, selain antara seorang lelaki dengan seorang perempuan. Ini sudah ditetapkan sejak fajar sejarah manusia di Taman Eden. Alkitab mengatakan bahwa hubungan seksual di luar dari pernikahan adalah dosa dan Allah akan menghakiminya (Ibr. 13:4). Karena tidak ada kemungkinan pernikahan sesama jenis yang alkitabiah, maka tidak mungkin ada hubungan sesama jenis yang direstui Allah. Dalam Perjanjian Baru, homoseksualitas disebut sebagai “hawa nafsu yang memalukan,” “tak wajar,” “kemesuman,” “kesesatan,” dan “pikiran-pikiran yang terkutuk” (Roma 1:26-28). Dosa apapun dapat diampuni, tetapi harus diakui dulu, yang berarti saya harus setuju dengan Allah bahwa tindakan itu adalah dosa. Saya harus setuju dengan Firman Allah melawan tindakan-tindakan saya. Itulah yang saya lakukan dulu, 37 tahun yang lalu untuk diselamatkan, dan itulah yang saya lakukan hari lepsa hari untuk persekutuan dengan Sang Juruselamat (1 Yoh. 1:9)

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , | Leave a comment