Denominasi-Denominasi Protestan Liberal Terus Menurun

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Denominasi-denominasi “utama” Protestan liberal di Amerika Serikat meneruskan penurunan jumlah mereka. Menurut jajak pendapat Barna yang terakhir, enam denominasi demikian yang terbesar, telah kehilangan lebih dari seperempat keanggotaan mereka dalam 50 tahun terakhir. Denominasi yang dimaksud adalah American Baptist Church, Episcopal Church, Evangelical Lutheran Church di Amerika Presbyterian Church USA, United Church of Christ, dan United Methodist Church. Keanggotaan “gereja-gereja” ini juga semakin lama semakin abu-abu. Hanya 2% anggota berumur 25 tahun ke bawah, sementara sepertiga anggota berumur 60 tahun ke atas. Walaupun jumlahnya berkurang, denominasi-denominasi ini tetap kaya, menghasilkan lebih dari $15 milyar dolar dalam sumbangan, mirip sekali dengan gereja Laodikia yang di Wahyu pasal 3. “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat” (Wahyu 3:15-18).

Posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , | Leave a comment

Puji Tuhan untuk Ilmu Pengetahuan Sejati

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Ilmu pengetahuan modern adalah hal yang indah dalam banyak hal. Sejauh mana ia mencerminkan kebenaran dan realita, ilmu pengetahuan adalah suatu karunia Allah, karena “Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; 22 Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi” (Daniel 2:21-22). Penemuan-penemuan modern dalam bidang-bidang seperti kedokteran, transportasi, komunikasi, energi, pengawetan makanan, bahan-bahan sintetis, dan produksi masal, telah mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Pada saat yang sama, yang Paulus maksud dengan “apa yang disebut pengetahuan” (pengetahuan palsu, 1 Tim. 6:20), dengan kesombongan yang luar biasa dan keyakinan bahwa ia tahu hal-hal yang sebenarnya ia tidak tahu, adalah suatu kutukan. Sebagaimana Dr. Marvin Lubenow katakan, “Kegagalan komunitas ilmu pengetahuan untuk menyadari tingginya derajat subjektivitas dalam penafsiran-penafsirannya tentang kejadian-kejadian di masa lampau, adalah alasan utama adanya “perang” antara Alkitab dan bagian ilmu pengetahuan yang satu ini……Karena percaya bahwa kita memiliki catatan sejarah yang akurat akan dua kejadian di masa lampau, yaitu penciptaan dan air bah, kita sebagai orang Kristen menerima dengan syukur dan terima kasih segala sumbangsih ilmu pengetahuan dalam hidup kita sambil kita juga menantang otoritas ilmu pengetahuan untuk membuat pernyataan-pernyataan dogmatik mengenai masa lalu” (Bones of Contention: A Creationist Assessment of Human Fossils, 2004, hal. 259).

Posted in Science and Bible | Tagged , , | Leave a comment

Malaikat Tidak Bisa Terbang, Kata Ilmuwan

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Roger Wotton, seorang profesor di Universitas College London, mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang digambarkan di berbagai karya seni rohani, tidak dapat terbang. “Hanya dengan melihat sekilas saja bukti-bukti dalam karya-karya seni tersebut memperlihatkan bahwa malaikat-malaikat dan para kerubim tidak dapat tinggal landas dan tidak dapat terbang” (“Angels Can’t Fly,” London Telegraph, 22 Des. 2009). Pada kenyataannya, Wotton memang benar, tetapi hanyalah karena karya-karya seni “rohani” sudah terkenal sama sekali tidak cocok dengan Kitab Suci. Yesus yang dalam Alkitab sama sekali tidak seperti lelaki kebancian berambut panjang yang sering dipampang di berbagai “karya seni rohani,” sehingga sama sekali tidak mengejutkan jika berbagai lukisan malaikat juga salah. Minmal ada tiga jenis malaikat digambarkan dalam Alkitab, dan hanya dua yang memiliki sayap. Mereka adalah serafim (Yesaya 5:2) dan kerubim (Keluaran 25:20; Yehezkiel 10:5). Dalam penampilan, serafim dan kerubim sama sekali tidak seperti manusia. Di sisi lain, malaikat-malaikat yang menampakkan diri kepada manusia dan membawa pesan dari Allah digambarkan mirip manusia dalam penampilan mereka dan tidak pernah dikatakan memiliki sayap. Pada kenyataannya, mereka bahkan sering disalah kira sebagai manusia (mis. Hak. 6:22; 13:6). Walaupun Wotton benar mengenai kemampuan terbang malaikat-malaikat dalam lukisan, ia sama sekali salah dalam pemikirannya yang humanistik dan evolusionistik. Malaikat Gabriel dikatakan “terbang dengan cepat” (Daniel 9:21), namun ia tidak pernah dikatakan memiliki sayap apapun. Seorang agnostik evolusionis dibutakan oleh penolakannya yang disengaja untuk mengakui keberadaan Allah yang mahakuasa. (Dalam sebuah artikel yang berjudul “Sepuluh Tulah Mesir,” Wotton menyebut penghukuman-penghukuman yang ajaib dalam Keluaran sebagai “mitos”). Dia yang menciptakan hukum-hukum alam dapat menciptakan hukum apapun yang lain yang Dia kehendaki – atau mengatasi hukum-hukum yang telah Ia ciptakan sendiri. Wotton juga salah dengan berkata bahwa malaikat adalah mitos hasil imajinasi manusia. Ia mengatakan, “Melihat hal-hal ini mengajar kita sesuatu tentang apa yang kita percaya dan apa yang benar-benar ada. Malaikat adalah simbol-simbol agamawi yang kuat bagi umat beriman.” Pada kenyataannya, malaikat bukan hanya simbol; mereka adalah makhluk-makhluk yang berkuasa yang dibentuk oleh Allah sebelum manusia dan yang secara dekat berhubungan dengan kehidupan di bumi. Mereka adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (Ibr. 1:14). Orang-orang percaya dinasihatkan untuk jangan lupa “lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Kebudayaan Hollywood Menciptakan “Masalah-masalah Gambar Diri yang Gila”

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Brian Snider – “Menginvestasikan banyak uang, waktu, dan kekhawatiran, ke tubuh kita ini adalah jalan buntu yang tak berpengharapan. Namun sungguh menyedihkan, itulah yang dituntut oleh kebudayaan Hollywood dari mereka yang menyembah di altarnya. Aktris Brittany Murphy, yang secara misterius mati karena “sebab-sebab alamiah” dua minggu lalu, ternyata telah menghabiskan waktu yang banyak sekali mengkhawatirkan tentang tubuh yang toh hanya membawa dia hingga umur 32 tahun. “Dia memiliki masalah gambar diri yang gila,” kata salah seorang temannya. “Berat badannya, rambutnya, pakaiannya, kulitnya, giginya, semuanya. Dia selalu begitu sadar diri.” Orang lain lagi menambahkan: “Banyak dari masalah-masalahnya adalah karena gambar diri yang jelek. Dia memakai makeup dalam jumlah yang sangat banyak, berton-ton bulu mata palsu, menyelubungi giginya, mewarnai rambutnya pirang, menurunkan berat badan – dia mau menjadi seorang yang cantik. Dia tidak mau menjadi wanita gemuk dari film Clueless.” Hal-hal yang dia habiskan waktunya khawatirkan – tubuh, mata, gigi dan rambut, kini sedang terbaring di sebuah kubur, walaupun rohnya telah beralih kepada kekekalan. Dan dengan banyaknya waktu yang ia habiskan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang akan segera berlalu, kita bertanya-tanya berapa banyak waktu dia habiskan untuk mengkhawatirkan kondisi jiwanya. Aktris muda ini telah dibohongi oleh mesin Satanik industri perfilman, yang meyakinkan orang bahwa tampang, prestise dan glamor adalah hal-hal hebat yang patut dikejar. Ada keawetan dalam hal kematian yang membuatnya hal yang sangat serius. Lebih baik memiliki sudut pandang Kitab Suci saat ini daripada sudut pandang Hollywood, yang hanya dapat memimpin kepada penyesalan kekal. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17). “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria” (Pengkhotbah 7:2-4).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , | Leave a comment

Darah yang Tepat

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
“Walaupun kebanyakan orang akan setuju bahwa sistem peredaran darah kita sangatlah vital bagi kehidupan, banyak di antara kita yang tidak sepenuhnya menghargai cara kerja sistem tersebut yang hampir bisa dikategorikan sebagai suatu mujizat. Jantungmu memompa sebanyak seratus ribu kali dalam satu hari. Itu berarti jantungmu memompa sebanyak 10 ton darah setiap hari atau sekitar 80 juta gallon seumur hidup. Sistem peredaran darahmu membawa darah tersebut ke setiap sel dalam tubuhmu melalui jaringan kapiler yang sedemikian luasnya, sehingga jika sistem kapiler empat orang digabungkan, bisa merentangi jarak bumi ke bulan! Tetapi sistem peredaran darahmu juga memiliki kualitas bukan hanya kuantitas. Kondisi kimiawi darahmu dimonitor dan diatur agar tetap berada dalam rentang nilai yang sangat tepat agar keseimbangan terjaga detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun. Sebagai contoh, keasaman darahmu diatur secara konstan agar tepat hingga hitungan seper-seratusjuta. Sistem peredaran darah kita tidak boleh hanya sekedar “cukup baik”; ia haruslah bekerja secara sempurna. Jadi, jika evolusi tak berakal yang menciptakan kita, maka evolusi haruslah menciptakan keseluruhan sistem ini secara sempurna dalam percobaan yang pertama. Sama sekali tidak ada tempat bagi jutaan tahun percobaan yang menghasilkan sistem peredaran darah yang jelek yang lalu diperbaiki melalui mutasi. Dalam hal ini, fakta-faktanya dengan jelas mendukung Kitab Suci, dan dengan kuat mengindikasikan bahwa kita diciptakan dalam bentuk yang sempurna – bukan dikembangkan perlahan-lahan melalui proses trial and error (coba-coba).”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Teladan yang Saleh dari Eric Liddell

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di zaman ini saat olahraga telah menjadi suatu agama, kita baiknya memperhatikan teladan saleh dari Eric Liddell. Putra dari pasangan misionari Skotlandia ke Cina, Liddell menjadi pelari tercepat Skotlandia. Pada tahun 1923 ia memenangi lomba lari 100 meter di Kejuaraan AAA dengan waktu 9,7 detik, sebuah rekor yang bertahan 35 tahun. Seorang Kristen yang sangat berkomitmen, Liddell menjadi pembicara di berbagai kebaktian di Glasgow Students Evangelical Union selama tahun-tahun kuliahnya. Ia berhasil masuk tim atletik Inggris untuk Olimpiade 1924 di Paris, tetapi karena perlombaan lari 100 meter diadakan pada hari Minggu, ia menolak untuk ikut serta, walaupun nomor perlombaan itu adalah nomor andalannya. Ada perkataan bahwa “kebanyakan atlit datang ke pertandingan untuk menjadi hebat dan melakukan hal-hal yang hebat, Eric Liddell datang ke Olimpiade Paris untuk menjadi baik dan untuk melakukan hal-hal yang baik.” Walaupun dimintai oleh keluarga kerajaan sendiri dan dikritik oleh media Inggris karena mengecewakan negaranya, ia bertahan pada pilihannya dan menghabiskan hari Minggu itu berkhotbah di sebuah gereja Protestan di Paris. Ia masuk perlombaan 400 meter, dan sambil dia mengambil tempat di garis awal, seseorang memberikan dia secarik kertas dengan kutipan dari 1 Samuel 2:30: “….siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati.” Ia berlari dengan secarik kertas itu ditangannya dan menang, memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 47,6 detik. Pada tahun 1925, Liddell kembali ke Cina untuk memberitakan Injil. Pada tahun 1943, ia ditahan di kamp penjara Jepang di mana ia mati dua tahun kemudian. Liddell pernah berkata, “Kita semua misionari. Ke manapun kita pergi, kita entah sedang membawa orang lebih dekat kepada Kristus, atau kita sedang mendorong mereka menjauhi Kristus.”

Posted in General (Umum), Renungan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pemimpin Lutheran Mengatakan Alkitab Bukan Satu-Satunya Otoritas

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Mark Hanson, presiden penilik dari Evangelical Lutheran Church di Amerika, mengatakan pada tanggal 6 Desember bahwa Alkitab bukanlah otoritas terakhir mengenai homoseksualitas. Dalam sebuah pertemuan di Chicago, ia mengatakan, “Pengertian kita tentang homoseksualitas hari ini sepertinya tidak tercermin sama sekali dalam konteks para penulis Alkitab,” tetapi dia berpikir bahwa hal ini tidak menjadi masalah karena “Allah masih berbicara kepada kita” (Lighthouse Trails Research, 7 Des. 2009). Jadi, menurut pemimpin Lutheran ini, Alkitab jelaslah bukan satu-satunya otoritas bagi iman dan praktek kekristenan. Betapa sedih hasil dari sola scriptura-nya Martin Luther.

EDITOR: Pembaca kiranya dapat melihat betapa berbahayanya konsep bahwa Tuhan masih menurunkan wahyu khusus hari ini. Tuhan sudah berkata di akhir dari Kitab Wahyu, bahwa Ia tidak akan menambah lagi FirmanNya di zaman gereja lokal ini (Perjanjian Baru). Jika wahyu masih turun terus, tidak akan henti-hentinya orang mencoba untuk merevisi apa yang ada dalam Alkitab dengan suatu “wahyu baru.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , | Leave a comment

Cina Menutupi Gereja-Gereja Rumah yang Besar

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Fast-Growing Christian Churches Crushed,” Fox News, 10 Des. 2009): “Delapan lantai berhadapan dengan ladang-ladang gandum, Gereja Golden Lamp (di Linfen) dibangun untuk menampung 50000 orang di jantung wilayah Cina yang menghasilkan batu bara. Namun itu adalah sebelum September yang lalu ini, saat ratusan polisi dan preman-preman yang dibayar menyerbu gereja-mega tersebut, menghancurkan pintu-pintu dan jendela-jendela, menyita Alkitab-Alkitab dan mengakibatkan lusinan orang masuk rumah sakit dengan luka-luka serius, demikian kata anggota-anggota dan aktivis-aktivis gereja tersebut. Hari ini, kedua gembala sidang gereja tersebut ada dalam penjara. Gerbang menuju kompleks gereja tersebut, yang ada di propinsi Shanxi di utara, terkunci dan sebuah kendaraan lapis baja milik polisi berjaga di luarnya. Penutupan gereja-mega pertama di Cina adalah tanda yang paling jelas bahwa pemerintah komunis tersebut bertekad untuk menghalangi pertumbuhan cepat kekristenan, dengan berbagai tindakan kekerasan di bulan-bulan terakhir ini yang menurut para pemimpin gereja di sana paling kejam dalam banyak tahun belakangan…Gereja-gereja rumah telah ada puluhan tahun, tetapi pertumbuhan mereka semakin cepat dalam beberapa puluh tahun terakhir, menghasilkan jemaat-jemaat yang semakin besar dan semakin dapat terlihat dibandingkan dengan kelompok-kelompok kecil sahabat dan tetangga yang biasanya kebaktian di rumah-rumah pribadi, yang menjadi nama gerakan tersebut (gereja rumah). Perluasan dan pertumbuhan mereka telah membuat para pemimpin Cina tidak tenang, mereka yang selalu curiga dengan grup sosial manapun yang independen dari kontrol mereka yang dapat menantang otoritas komunis…..Minimal dua gereja besar lainnya telah baru-baru ini menghadapi kekerasan yang sama. Di Beijing di bulan Oktober, otoritas pemerintah melarang anggota-anggota gereja rumah Shouwang untuk berkumpul di sebuah lokasi yang mereka telah sewa sebelumnya. Di Shanghai, jemaat Wangbang menghadapi pelarangan yang serupa. Kedua jemaat tersebut telah bertumbuh menjadi lebih dari 1000 anggota.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , | Leave a comment

Yohanes Paulus II Semakin Dekat Menjadi Santo

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Paus Benediktus XVI telah menggerakkan pendahulunya, Yohanes Paulus II, semakin dekat menuju status santo (suatu proses yang disebut beatification), dengan menandatangani sebuah dekrit tentang “kebaikan-kebaikannya” (AP, 18 Des. 2009). Satu-satunya langkah yang tersisa adalah bagi Vatikan untuk mengesahkan sebuah mujizat yang terjadi karena dia (Yohanes Paulus). Yohanes Paulus II telah masuk jalur cepat menjadi seorang santo tidak lama setelah kematiannya, apalagi Benediktus menghilangkan periode 5 tahun penungguan yang biasanya berlaku sebelum penyelidikan kesantoan dimulai. Bahkan saat penguburannya pun, di tahun 2005, ada teriakan-teriakan “Santo Subito” (Santo segera)! Seorang biarawati Perancis mengklaim bahwa dia disembuhkan dari penyakit Parkinson setelah berdoa kepada paus yang sudah mati itu, dan telah dilaporkan bahwa Yohanes Paulus II bisa saja dijadikan santo bulan Oktober 2010 jika para Doktor, Uskup, dan Kardinal, semuanya menyetujui mujizat yang dilaporkan ini. Doktrin santo-santa Roma Katolik adalah salah satu dari banyak sekali bukti bahwa Roma adalah “gereja” yang palsu. Istilah “santo” (orang kudus) muncul 62 kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak pernah mengacu kepada seorang yang sudah mati yang lalu ditinggikan oleh Vatikan. Seorang kudus Perjanjian Baru adalah seorang yang percaya dalam Yesus Kristus. Istilah ini menggambarkan seseorang yang telah dikuduskan ke dalam keluarga Allah melalui darah Kristus. Orang-orang Kristen di Yerusalem, Roma, Korintus, Akhaia, Efesus, Filipi, dan Kolose, semuanya disebut orang-orang kudus (Rom. 15:25-26; 16:15; 1 Kor. 1:2; 2 Kor. 1:1; Ef 1:1; Fil. 1:1; Kol. 1:2). Saat nanti Yesus kembali dari Surga, Ia akan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya, dan itu jauh lebih banyak dari jumlah santo yang diciptakan oleh Roma (Yud. 1:14)!

Posted in Katolik | Tagged , , , , | 1 Comment

Bagaimanakah Sikap Anggota Jemaat Terhadap Gembalanya?

(Berita Mingguan GITS 19 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)

Kenallah dengan mereka (1 Tes. 5:12). [Editor] : Dalam teks bahasa Yunani, kata “hormatilah” di ayat 12 secara literal adalah “kenallah.” Anggota gereja seharusnya berusaha untuk mengenal dan mengerti pemimpinnya. Junjunglah mereka (1 Tes. 5:13). Kasihilah mereka (1 Tes. 5:13). Taatilah mereka (Ibr. 13:17). Hormatilah dan dukunglah mereka (1 Tim. 5:17-18). Jika ada tuduhan terhadap mereka haruslah dengan saksi-saksi yang cukup (1 Tim. 5:19). Berdoalah untuk mereka (Ef. 6:18-19).

Posted in Gereja | Tagged , , , | 3 Comments