Andy Stanley Mengecilkan Nilai Kelahiran Kristus dari Perawan

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Matt Costella, Fundamental Evangelistic Association, 23 Des. 2016: “Andy Stanley, gembala dari North Pointe Ministries di daerah Atlanta, tidaklah asing dengan kontroversi. Stanley telah membuat banyak pernyataan di tahun ini saja yang menimbulkan kontroversi dan berujung pada tekanan balik dari kaum injili konservatif. Tetapi, khotbah Stanley pada 3 Desember 2016, bisa jadi adalah yang paling kontroversial sampai saat ini. Dalam khotbahnya, Stanley mengecilkan pentingnya – atau bahkan realita – kelahiran Yesus Kristus dari perawan. ‘Banyak orang tidak mempercayainya, dan saya paham akan sikap demikian,’ kata Stanley. Dia menambahkan, ‘Mungkin pemikirannya adalah bahwa mereka harus memakai semacam mitos atau hal-hal seperti itu tentang kelahiran Yesus untuk memberikan dia poin tambahan belakangan. Mungkin dari sanalah asal semua ini’ (Baptist News Global, ‘Virgin Birth Debate Interrupts Regular ‘War on Christmas’ Program,’ 21 Des. 2016). Stanley lalu mencatat bahwa sangat menarik hanya 2 dari 4 Injil yang menyinggung kelahiran dari perawan, dan mengatakan ‘kekristenan tidak tergantung pada kebenaran atau bahkan kisah-kisah sekitar kelahiran Yesus … sesungguhnya bergantung pada kebangkitan Yesus.’

Di awal tahun, Stanley mengecilkan pentingnya peran Kitab Suci dalam hidup orang percaya, dan mengecilkan pentingnya kelahiran Kristus dari perawan hanyalah langkah berikut dalam perjalanan menurun ini. Kelahiran Kristus dari perawan sangatlah penting, karena tanpa kelahiran perawan, umat manusia tidak memiliki seorang Juruselamat (sang Allah-manusia) dan tidak mungkin akan ada kebangkitan! Terlepas dari apa yang Stanley katakan, kekristenan sungguh bergantung pada kebenaran seputar kelahiran Yesus Kristus. Pernyataan Stanley adalah berbahaya dan kesimpulan-kesimpulannya sama sekali tidak alkitabiah. Orang percaya berpengertian harus mewaspadai orang-orang yang mengecilkan doktrin-doktrin vital demi memahami orang-orang yang menolak kebenaran dari awalnya.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Kristologi | Leave a comment

Tarian Infrared Tupai

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 Desember 2016: “Makhluk yang sangat tidak ingin dijumpai oleh ular kerincing adalah tupai tanah California. Ketika seekor tupai tanah dewasa menemukan seekor ular kerincing, ia akan mulai memprovokasi ular itu. Sang tupai akan berlari ke jarak serang, memukul-mukulkan ekornya, menggigit ekor ulat itu dan menendangkan pasir kepadanya. Sementara seekor ular kerincing dapat menyerang dengan kecepatan tinggi, si tupai tanah kecil itu bahkan lebih cepat lagi dan sangat mampu untuk mengelak. Bahkan jika ia kena gigit, racun ular tidak akan membunuhnya karena tupai-tupai ini memiliki protein dalam darah mereka yang menawarkan racun. Ular-ular yang frustrasi seringkali mundur ketika mendapatkan perlakuan seperti demikian. Para peneliti telah belajar bahwa tupai-tupai ini memiliki bahkan lebih banyak lagi trik. Ular kerincing dapat melihat cahaya infrared. Ketika tupai tanah sedang memprovokasi ular kerincing, ia akan mengirimkan lebih banyak darah ke ekornya, yang membuat ekor itu hangat, dan ini memberikan jejak infrared yang dapat dilihat oleh ular kerincing, yang membuat dia tambah bingung. Yang menarik adalah, ketika tupai tanah memprovokasi ular gopher, yang tidak dapat mendeteksi infrared, maka tupai tidak akan menghangatkan ekornya. Bagaimanakah tupai bisa tahu bahwa ular kerincing dapat dibingungkan dengan pertunjukan infrared, sementara ular gopher tidak bisa? Satu-satunya penjelasan adalah sang Pencipta, yang membuat semua binatang ini dan memanggil kita kepada iman keselamatan dalam AnakNya, Yesus Kristus. Dialah yang mendesain pertunjukan spesial si tupai tanah.”

Posted in Science and Bible, Uncategorized | Leave a comment

Gedung Putih dan Obama Mengizinkan Resolusi PBB yang Penuh Kebohongan untuk Lolos

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam suatu tindakan tembakan terakhir Obama terhadap Israel, Gedung Putih mengizinkan sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB untuk diluluskan pada hari Jumat lalu, yang menyebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “daerah Palestina yang diduduki sejak 1967” dan menuntut penghentian konstruksi Israel di tempat-tempat itu. Bukit Bait Suci, termasuk Tembok Barat dan plaza Bukit Bait, semuanya terletak di Yerusalem Timur. “Dalam kenyataannya, tidak pernah ada negara Palestina baik di Tepi Barat ataupun di Yerusalem Timur, dan mereka juga tidak diakui sebagai kekuasaan yang tak diragukan di daerah-daerah itu. Yordania menduduki dan meng-aneksi Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 1948 sampai Israel memenangkan wilayah-wilayah itu dalam perang mempertahankan diri pada tahun 1967 ketika negara-negara Arab menggunakan wilayah-wilayah tersebut untuk melancarkan serangan terhadap negara Yahudi itu. Pada tahun 1988, Yordania secara resmi melepaskan klaim mereka terhadap Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Komite demi Ketepatan dalam Pemberitaan Timur Tengah di Amerika (CAMERA, Committee for Accuracy for Middle East Reporting in America) menunjukkan bahwa hukum internasional tidak membuat pemukiman Israel menjadi ilegal: ‘Artikel 49 dari Konvensi Jenewa Keempat, yang dipakai oleh orang-orang yang mengklaim bahwa pemukiman Israel itu ilegal, tidak beraplikasi dalam kasus Tepi Barat. Ini karena Tepi Barat tidak pernah otonom berdiri sendiri sebagai sebuah negara yang bisa menjadi bagian dari Konvensi, dan oleh karena itu tidak ada “pendudukan yang sebagian ataupun total atas wilayah suatu Pihak [istilah teknisnya High Contracting Party],” sebagaimana dispesifikasikan dalam Artikel 2 dari Konvensi. Lebih lanjut lagi, bahkan jika Konvensi tersebut berlaku, dari butir-butirnya yang jelas, ia hanya berlaku untuk transfer wilayah melalui kekerasan, bukan melalui gerakan sukarela. Jadi, Konvensi ini tidak dapat menghalangi orang Yahudi untuk memilih pindah ke tempat-tempat yang memiliki makna historis dan agamawi besar bagi mereka’”(Breitbart, 23 Des. 2016). “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya’” (Kej. 13:14). “Dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu” (Rom. 9:7).

Posted in Israel | 2 Comments

Ayo Cepat, Sel Darah!

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 November 2016: “Selama bertahun-tahun, Creation Moments telah menyajikan banyak fakta menarik tentang darah, tetapi sebuah studi baru dari University of Rochester Medical Center bisa jadi adalah yang paling menakjubkan. Sebagaimana dilaporkan dalam ScienceNews, para peneliti kini telah menemukan ketika otak kekurangan oksigen, ‘sel-sel darah merah dapat merasakan defisit yang terjadi dan menerjangkan diri mereka sendiri menerobos kapiler-kapiler untuk menyampaikan muatan kargo mereka’ (Laura Sanders, ‘Red blood cells sense low oxygen in the brain,’ ScienceNews, 4 Agus. 2016). Jurnal ilmiah tersebut juga memberi catatan bahwa riset terhadap tikus ini memberi kesan bahwa sel-sel ‘dapat mendeteksi dan menolong kondisi rendah oksigen.’ Jadi bagaimana persisnya sel darah merah menolong defisit oksigen di otak? Menurut Jiandi Wan dari Rochester Institute of Technology di New York, ketika level oksigen turun, ‘sel-sel darah mereka bertambah cepat dengan cara menjadi lebih fleksibel.’ Sifat ‘mudah dibengkokkan’ ini memungkinkan sel untuk “menyelip melalui kapiler-kapiler yang sempit secara lebih cepat.” Barulah ketika para peneliti menggunakan zat kimia untuk membuat sel darah merah itu menjadi kaku, sel darah itu melambat. Maiken Nedergaard, co-author dari penelitian tersebut, dari University of Rochester Medical Center, mengatakan bahwa penemuan ini pada akhirnya bisa jadi diaplikasikan untuk mengobati penyakit kerusakan hubungan aktivitas saraf dengan aliran darah, termasuk misalnya Alzheimer. Ini adalah berita yang menggembirakan, tetapi bukan berita baik untuk kaum evolusionis. Bagaimanakah mereka dapat menjelaskan sifat sel darah merah yang luar biasa ini? Mereka tidak bisa. Namun para kreasionis tidak ada kesulitan untuk menjelaskannya. Tetapi bahkan kita pun tidak habis pikir ketika kita mengingat bahwa Yesus rela mencurahkan darahNya untuk menyelamatkan yang terhilang.”

Posted in Kesehatan / Medical, Science and Bible | Leave a comment

Membiarkan Kerugian

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?” (1 Kor. 6:6-7). Berikut dari dari komentari John Phillips atas 1 Korintus: “Bertahun-tahun yang lalu, saya jatuh ke tangan pebisnis yang tidak jujur yang meyakinkan saya untuk menginvestasikan uang dalam suatu usaha yang dia tahu tidak ada nilainya. Dia memberikan kepada saya dokumen-dokumen yang juga tidak bernilai sebagai jaminan. Ketika cek giro bunga pertama dikembalikan oleh bank, saya tahu bahwa saya telah ditipu. Saya membawa cek giro itu kepadanya dan menuntut suatu penjelasan. Itu suatu kesalahan, kata dia, dan dia bermaksud untuk membayar giro itu. Saya disuruh untuk melakukan deposito ulang. Itu semua adalah permulaan dari rentetan kebohongan dan penghindaran yang panjang. Akhirnya saya mencari nasihat hukum. ‘Ini kasus penipuan yang jelas,’ kata pengacara saya. ‘Serahkan kasus ini kepada saya dan saya akan memastikan dia masuk penjara.’ Orang itu adalah seorang yang mengaku Kristen. Dia pergi ke gereja yang sama dengan saya. Saya kenal dengan istri dan anak-anaknya yang kecil. Setelah pergumulan hati yang berat, saya memutuskan untuk membiarkan masalah itu. Jumlah uang yang terlibat adalah besar (untuk standar saya itu besar), tetapi tidak pantas untuk menjadikannya tuntutan hukum. Saya memutuskan untuk membiarkan diri saya ‘menderita ketidakadilan.’ ‘Ah!’ orang-orang bijak dunia ini akan berkata, ‘jadi saudara ini bisa memakai 1 Korintus 6 untuk bebas melakukan penipuan!’ Hmm, ya dan tidak! Sebenarnya, kasus ini hanyalah dioper ke Pengadilan yang Lebih Tinggi. Orang itu tidak lolos dengan ketidakjujurannya, sebagaimana saya ketahui belakangan. Dia membayar dengan cara-cara lain. Dan saya juga tidak menjadi pecundang. Seorang teman pebisnis saya yang kaya mendengar apa yang terjadi. Dia mendekati saya satu hari dan berkata, ‘Saya seharusnya memperingatkan kamu tentang orang tersebut. Saya tidak tahu kamu adalah calon korbannya. Tuhan telah menggerakkan hati saya untuk membantu kamu. Juallah pada saya jaminan-jaminan itu. Jangan khawatir bahwa saya akan rugi, saya bisa menanggungnya dengan mudah. Lagipula, saya punya jauh lebih banyak pegangan dari kamu dan saya juga jauh lebih kenal dia. Biar saya yang berhadapan dengan dia.’ Orang tersebut berpegang pada perkataannya. Dalam beberapa minggu dia memberikan kepada saya giro dengan jumlah uang yang sepenuhnya. Tentu saja tidak semua kasus akan berakhir manis dengan cara seperti ini. Tetapi semuanya pasti akan berakhir manis – pada akhirnya.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Jaringan Lunak Triceratops

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Triceratops,” creation.com, 19 Nov. 2016: “Lapisan-lapisan jaringan yang lunak dan dapat dilenturkan telah ditemukan di bagian depan tanduk seekor Triceratops. Ketika diperiksa di bawah sebuah mikroskop elektron, sel-sel tulang yang disebut osteosit dapat terlihat bersamaan dengan terpeliharanya struktur sel tersebut secara luar biasa. Bahkan juga termasuk terpeliharanya protein tipis yang mencuat dari membran sel, yang disebut filipodia. Para filipodia ini berukuran diameter kurang dari 300 nm dan dapat terlihat bercabang-cabang ke dalam matriks tulang yang mendasarinya. Sebagian kaum skeptik di masa lalu telah mencoba untuk meremehkan klaim adanya jaringan lunak pada fosil sebagai hanyalah biofilm yang ditinggalkan oleh bakteri. Laporan spesial dari Proyek iDINO (yang dilakukan oleh Creation Research Society) membantah para skeptik ini dengan cara mempertunjukkan di bawah mikroskop elektron, bahwa yang terlihat bukanlah sekedar biofilm, tetapi jaringan lunak berstruktur kompleks di dalam tulang dinosaurus. Semua ini adalah bukti kuat melawan ide bahwa fosil-fosil ini berusia 65 juta tahun, sebagaimana diklaim oleh para evolusionis. Baru-baru ini, Brian Thomas dan Vance Nelson mengukur umur karbon sejumlah fosil dinosaurus, termasuk dua spesimen dari Triceratops horridus. Kedua spesimen itu menghasilkan usia 33.570 ± 20 tahun, dan 41,010 ± 220 tahun. …waktu paruh dari DNA mitokondria burung Moa, dilaporkan dalam literatur sebagai 521 tahun. Hal ini menambah masalah bagi evolusi, karena DNA, sel-sel darah merah, protein-protein tulang, dll., seharusnya tidak ada lagi dalam fosil-fosil kuno jika memang fosil-fosil itu sedemikian tua.

Dalam laporan spesial proyek iDINO itu, Brian Thomas menerbitkan sebuah paper tentang materi biologis yang asli dalam fosil, dan dia mendiskusikan penemuan protein (misal kolagen) dan DNA dalam fosil-fosil dari strata-strata yang berbeda-beda. Dia juga mendiskusikan mekanisme pemeliharaan yang dipakai oleh para skeptik ketika mencoba menjelaskan mengapa materi biologis dapat ditemukan dalam fosil-fosil yang dikatakan sangat kuno tersebut. Ide bahwa jaringan lunak dapat bertahan 65 juta tahun adalah masalah besar bagi evolusi karena kita mengantisipasi jaringan lunak untuk hancur dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek. Pemeliharaan jaringan lunak dalam dinosaurus cocok sekali dengan pemahaman Alkitab bahwa fosil dinosaurus adalah bukti adanya penguburan cepat oleh air bah yang bersifat global beberapa ribu tahun yang lalu.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Para Ilmuwan Telah Menemukan Air “Jauh Lebih Dalam” dari yang Diperkirakan Sebelumnya

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa mineral-mineral dekat dengan mantel bumi dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar sekali. “Para ilmuwan menjalankan simulasi kompleks pada mineral brucite, yang membentuk sebagian dari mantel Bumi, telah menyimpulkan bahwa MINERAL INI BISA MENYIMPAN AIR DI BAWAH TEKANAN TINGGI, HINGGA 595 KILOMETER DI BAWAH PERMUKAAN BUMI – jauh lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. …ahli geologi Mainak Mookherjee, dari Florida State University [mengatakan,] ‘Kami tidak mengira air bisa ditampung oleh mineral-mineral seperti brucite pada kedalaman seperti ini. Tetapi sekarang kita tahu bahwa ada hal seperti ini, kita perlu menghitung berapa banyak air yang dapat secara efektif tersimpan di dalamnya.’ Setiap tahun, milyaran ton air didorong ke dalam tanah melalui proses subduksi, ketika satu lempeng tektonik menaiki lempeng lainnya. Ini adalah bagian dari siklus air yang sama penting dengan turunnya hujan dan penguapan. …Dan brucite hanyalah sebagian dari cerita ini: mineral-mineral berafiliasi air lainnya, seperti mika, lawsonite, serpentine, juga bisa jadi terlibat. …air dapat ditemukan jauh di bawah tanah – sedalam 660 kilometer – melalui mineral ringwoodite” (“Water could be lurking much deeper in our planet than we thought,” Science Alert, 24 Nov. 2016). Ini mengingatkan kita tentang sebuah perikop di sebuah kitab yang kuno, Kejadian, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat [KJV: fountains of the great deep] dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kej. 7:11).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Berbohong tentang Fidel

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kematian diktator Kuba, Fidel Castro, minggu lalu, memicu tercurahnya kebohongan-kebohongan penuh simpati dari propaganda “media massa populer” berhaluan kiri. Sebuah laporan di Reuters menjadi contoh tipikal dari berbagai laporan yang muncul di berbagai situs berita internet dan di koran-koran di seluruh dunia, untuk mencuci otak orang-orang pada umumnya yang tidak memiliki informasi sebenarnya. Saya [Dr. Cloud] membacanya di koran The Himalayan Times di sebuah kedai kopi di Kathmandu, Nepal. Inti dari laporan itu adalah bahwa Fidel adalah seorang pahlawan yang menentang penindasan Amerika Serikat dan menciptakan suatu negara komunis yang menyenangkan yang katanya meningkatkan kehidupan rakyat. “Dia membuang kapitalisme dan memenangkan dukungan karena mendirikan sekolah dan rumah sakit bagi orang-orang miskin” (“Former Cuban Leader Dies at 90,” Reuters, 26 Nov. 2016).

Fakta kebenarannya, dia tidak memenangkan dukungan; dia memaksakan dukungan melalui terorisme dan penindasan yang brutal. Sementara laporan itu mengakui bahwa Fidel memiliki “banyak sekali musuh dan pengritik” yang “memandang dia sebagai seorang tiran yang tak berbelas kasihan,” para kritik ini tidak diberikan suara untuk menyampaikan keprihatinan mereka. Seorang pembaca yang tidak mengetahui faktanya bisa jadi dipimipin untuk berpikir bahwa kritikan mereka terhadap Fidel-sang-orang-baik adalah kritikan yang tidak adil. Laporan Reuters tentang Fidel ini tidak menginformasikan para pembaca tentang brutalitas Fidel, penghancuran kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan pers, dan pemilihan demokratis, dan penghancuran ekonomi melalui prinsip-prinsip Marxisme, atau sel-sel penjara yang kecil, gelap, bagaikan mimpi buruk, yang berisikan 500.000 “pengritik,” dan “rasio pemenjaraan politik per kapita tertinggi di dunia,” penyiksaan dan pemukulan, 15.000 eksekusi mati oleh regu tembak, dan kerja paksa. Reuters tidak menjelaskan mengapa ratusan ribu orang Kuba mempertaruhkan nyawa mereka untuk lari dari firdaus komunisnya Fidel, untuk lari ke penindasan Amerika (puluhan ribu orang tenggelam atau dimakan ikan hiu dalam usaha ini), sementara hampir tidak ada orang yang mau ber-imigrasi ke Kuba. Orang-orang itulah yang dapat memberitahu kepada anda kebenaran tentang Kuba, tetapi mereka tidak diberikan suara oleh Reuters, dll. (Mereka diberikan suara dalam buku-buku seperti The Black Book of Communism oleh Pascal Fontaine, Fidel: Hollywood’s Favorite Tyrant oleh Humberto Fontova, dan Against All Hope oleh Armando Valladares, yang menggambarkan 22 tahun mengerikan penyiksaan dan pemenjaraan yang dia alami secara pribadi karena “sekedar menyinggung masalah kebebasan”).

Walaupun sistem kesehatan Kuba yang sosialis sering dipuji sebagai salah satu yang terbaik di dunia, realitanya adalah ada dua sistem kesehatan di Kuba, satu yang kualitasnya sangat rendah untuk orang Kuba biasa, dan satu yang bagus untuk elit partai Komunis dan turis-turis kesehatan. “Kesaksian dan dokumentasi tentang subjek ini sangat luas tersedia. Rumah sakit dan klinik-klinik sudah dalam kondisi hampir rubuh. Kondisi di sana tidak higienis, dan pasien bisa jadi lebih baik di rumah saja, di mana pun rumah itu. Jika mereka pergi ke rumah sakit, mereka harus membawa seprei mereka sendiri, begitu juga sabun, handuk, makanan, dan bolam lampu – bahkan tisu WC. Dan pengobatan yang dasar sulit ditemukan . . . menemukan aspirin saja susah. Antibiotik bisa dijual mahal sekali di pasar gelap. Peralatan yang dipakai oleh para dokter sudah sangat kuno atau bahkan tidak ada. Para dokter diketahui harus memakai ulang sarung tangan latex – tidak ada pilihan lain. Ketika mereka berkunjung ke pulau Kuba, dalam misi kemanusiaan, dokter-dokter Amerika memastikan mereka membawa sebanyak mungkin peralatan dan sebanyak mungkin suplai yang dapat mereka bawa. Salah seorangnya memberitahu Associated Press, ‘Dokter-dokter [Kuba] cukup terlatih, tetapi mereka tidak memiliki alat untuk bekerja. Ini seperti melakukan operasi dengan pisau dan sendok’” (“Does Cuba Have the Best Healthcare System?” 22 Mei 2016, quora.com). Laporan Reuters ini juga gagal memberitahu para pembacanya bahwa orang-orang Kuba masih terus mengalir keluar dari firdaus komunisnya Fidel ke pantai Amerika yang katanya penuh penindasan (“Surge in Cuban Immigration to U.S. continues,” 5 Agus. 5, 2016, Pewresearch.org). Kita bertanya-tanya, mengapa para wartawan sayap kiri ini tidak pindah saja ke salah satu firdaus komunis itu daripada tetap tinggal di Amerika yang penuh penindasan?

Posted in General (Umum) | 1 Comment

Tato untuk Yesus?

Sebuah survei di Kanada menemukan bahwa “75% orang muda Kristen konservatif percaya bahwa tato adalah ekspresi rohani yang sah” (“For the Love of God,” The Vancouver Sun, Vancouver, British Columbia, Februari 1999).

Wartawan Douglas Todd dari The Vancouver Sun mengunjungi Vineyard Christian Fellowship di Langley, British Columbia, dan menemukan bahwa tato adalah barang baru yang “nge-trend” di kalangan orang Kristen Vineyard. Amy Bonde, yang adalah anggota staf di Vineyard di Langley, memiliki sebuah tato salib Celtic besar di bagian bawah punggungnya. Mengelilingi salib itu juga ada tato huruf-huruf Ibrani yang katanya berarti, “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia.” Bonde mengatakan bahwa tato itu menyatakan dia memandang pada Yesus Kristus sebagai “kekasihnya.”

The Vancouver Sun melaporkan bahwa TATO MELAMBANGKAN “TANDA PERGESERAN BESAR DALAM KEKRISTENAN INJILI, yang selama kebanyakan abad ini dihubungkan dengan aturan ketat mengenai mengendalikan tubuh sendiri: tidak boleh rambut panjang pada pria, tidak boleh celana panjang pada wanita, tidak minum-minum, tidak berdansa, tidak memakai perhiasan berlebihan dan jelas tidak bertato.”

Bismarck Tribune (North Dakota) memuat sebuah artikel di bulan November 1998 tentang Christian Tattoo Association, yang dipimpin oleh Randy Mastre dan dua anggota New Song Community Church lainnya di Bismarck. Tujuan mereka adalah untuk “membawa kekristenan kepada orang-orang bertato.”

 

Apa yang salah dengan tato “Kristen”?

Pertama, Perjanjian Lama dengan gamblang melarang aktivitas bertato.

Continue reading

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Illiad vs. Alkitab

Illiad dan Odyssey adalah dua tulisan yang paling terkenal dari sejarah kuno. Kedua karya ini kemungkinan ditulis oleh seorang tokoh Yunani kuno bernama Homer, walaupun tidak diketahui secara persis kapan dia hidup, dan hampir tidak ada yang diketahui mengenai kehidupannya. Para penulis Yunani klasik percaya bahwa Homer adalah tokoh historis dan memperkirakan dia hidup antara 1100-850 SM. Pada abad keempat SM, Plato menyebut Homer “protos didaskalos” (yang berarti “guru pertama) Yunani.

Potongan manuskrip Illiad dan Odyssey yang paling tua adalah dari abad ketiga SM, minimal 500 tahun setelah Homer. Dan manuskrip tertua yang mengandung tulisan Homer secara lengkap adalah dari abad 10 dan 11 Masehi, yaitu minimal 1.800 tahun setelah sang penulis tersebut. Ada berbagai edisi yang berbeda dari kedua kisah ini, dan tidaklah mungkin untuk mengetahui apa yang tertera di kisah aslinya.

Hal ini menjadi kontras yang mencolok dengan bukti-bukti dokumenter bagi Perjanjian Baru.

Kitab terakhir Perjanjian baru ditulis sekitar tahun 90an M. Sedangkan potongan-potongan manuskrip Perjanjian Baru yang paling awal berasal dari tahun 110-125 M, yaitu hanya beberapa tahun setelah selesainya PB.

Lebih lanjut lagi, kita memiliki ribuan kutipan dari buku-buku Perjanjian Baru dalam tulisan-tulisan para pengkhotbah kuno, yang bertanggal mulai dari 96 M hingga 400 M. John Burgon mengoleksi 4.383 kutipan dari periode waktu ini.

“Kutipan-kutipan ini sedemikian ekstensif, sehingga hampir-hampir seluruh Perjanjian Baru bisa dirangkai kembali dari kutipan saja, tanpa mempergunakan manuskrip Perjanjian Baru secara langsung” (J. Harold Greenlee, Introduction to New Testament Textual Criticism).

Mayoritas dari kutipan-kutipan ini mewakili “teks tradisional,” bukan teks Aleksandrian, tetapi itu topik lain lagi.

Perhatikan beberapa contoh:
Clement of Rome (sekitar 96 M) diajar langsung oleh sebagian Rasul. Dia adalah penatua jemaat di Roma mulai dari 88 M, hanya 30an tahun setelah Paulus menulis surat Roma. Dalam surat Clement ke Korintus, dia mengutip Perjanjian Baru minimal 150 kali, dari kitab Roma, 1 Korintus, Ibrani, dan lima kitab lainnya.

Polycarp (sekitar 115 M) mengenal rasul Yohanes dan juga orang-orang lain yang menjadi saksi mata kebangkitan Yesus secara pribadi. Dalam suratnya ke Filipi, Polycarp mengutip Perjanjian Baru sekitar 100 kali. Dia mengutip dari Matius, Lukas, Kisah Para Rasul, Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, 1 dan 2 Petrus, dan 1 Yohanes.

Irenaeus (130-202 M) mendengar Polycarp berkhotbah dan menceritakan berbagai peristiwa yang dia alami bersama rasul Yohanes dan orang Kristen abad pertama lainnya. Dalam tulisan Irenaeus yang masih ada pada kita, dia mengutip dari semua kitab Perjanjian Baru kecuali Filemon dan 3 Yohanes. Dia mengatakan bahwa para Rasul mengajarkan Allah adalah penulisa kedua Perjanjian.

Dalam suratnya kepada Florinus, Irenaeus menulis sebagai berikut: “Saya dapat memberitahu kepadamu tempat Polycarp yang terkasih duduk untuk mengkhotbahkan Firman Allah. Masih terbekas dalam benak saya bagaimana dia datang dan pergi dengan begitu berwibawa; bagaimana perilakunya sedemikian suci, dan penampilannya sedemikian agung; dan betapa kudus anjuran-anjuran yang dia berikan kepada umat. Saya seperti masih bisa mendengar dia, bagaimana dia menceritakan percakapannya dengan Yohanes dan banyak lagi yang lain yang pernah melihat Yesus Kristus, kata-kata yang dia dengar dari mulut mereka.”

Demikianlah kita memiliki tulisan orang-orang yang mengenal para Rasul dan orang-orang Kristen abad pertama secara pribadi dan yang mengutip dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Ini semua adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Perjanjian Baru sudah eksis pada waktu itu dan sama dengan Perjanjian Baru yang ada di tangan kita pada hari ini.

Posted in Alkitab | Leave a comment