Orang Kristen Cina Dihukum Tiga Tahun Penjara Karena Melakukan Pendalaman Alkitab

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Chinese Christian Woman,” The Christian Post, 2 Jan. 2017: “Seorang wanita Cina dari daerah Xinjiang barat telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena mengadakan kegiatan pendalaman Alkitab, ditenggarai karena dia terbukti ‘mengumpulkan orang banyak untuk mengacaukan ketenangan umum.’ China Aid, yang melaporkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan di negara berpenduduk paling tinggi itu, mengatakan pada hari Minggu bahwa Ma Huichao diambil oleh polisi bersama dengan empat orang Kristen lainnya ketika mereka dituduh oleh otoritas Partai Komunis melakukan pertemuan pembelajaran Alkitab tanpa persetujuan pemerintah. Pengacara Ma Huichao rupanya tidak diperbolehkan untuk menyatakan kliennya tidak bersalah, dan masa hukuman tiga tahun penjara bagi Ma telah mulai pada hari Jumat. Cina dalam tahun-tahun belakangan ini telah mensupresi gereja-gereja bawah tanah dan pertemuan-pertemuan Kristen yang tidak disetujui pemerintah, dan telah menangkap ratusan gembala dan orang Kristen, dengan tuduhan yang sama, yaitu ‘mengacaukan ketenangan publik.’ Revisi Rancangan Aturan tentang Urusan Agama, yang berlaku mulai Oktober 2016, lebih lanjut lagi menetapkan larangan atas ‘mengorganisasi warga negara untuk mengikuti pelatihan agama, konferensi, dan aktivitas di luar negeri,’ ‘berkhotbah, mengorganisir aktivitas agama, dan mendirikan institusi agama atau situs agamawi di sekolah-sekolah,’ dan ‘menyediakan pelayanan agama melalui internet.’ … ‘Pemerintah mau mengontrol semuanya, bahkan aspek paling kecil. Salah satu karakteristik rancangan aturan ini adalah pemberian kuasa kepada badan negara hingga ke tingkat komunitas-komunitas,’ demikian kata seorang gembala, yang beridentitas Zhou, kepada China Aid pada bulan September.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Dapatkah Tumbuhan Berbicara?

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In Switzerland, Plants Have Dignity,” swissbiofarmer.com, 25 Okt. 2014: “Ketika setangkai tanaman kacang lima diserang oleh serangga predator, ia akan mulai menghasilkan nektar harum. Nektar harum ini menarik semut-semut yang akan menyerang semua serangga, tetapi tidak menyerang sang tanaman. Pada saat yang sama, tanaman ini akan mengekskresikan semacam wangi yang memperingatkan kacang-kacang lima lainnya tentang bahaya yang mengancam. Mereka dapat mengidentifikasi wewangian tersebut dan segera mulai memproduksi nektar itu juga untuk menarik semut sebelum serangan tiba. Tambahan lagi, kacang lima mengirimkan wewangian SOS untuk menarik serangga-serangga yang berguna baginya. Yang menarik adalah bahwa kacang lima bukan saja tahu bahwa ia sedang diserang, tetapi juga diserang oleh siapa. Jika ia diserang oleh tungau laba-laba (spider mites), ia akan mengeluarkan wewangian yang menarik tungau penyerang yang akan menghabisi tungau laba-laba. Tetapi jika ulat bulu yang sedang memakan tanaman kacang lima itu, ia akan mengeluarkan campuran wewangian untuk menarik tawon parasit untuk menghabisi ulat bulu. Tanaman kacang lima dapat mengenali siapa yang sedang menyerangnya melalui air liur sang predator, dan itu memampukannya untuk selalu memanggil ‘bodyguard’ yang tepat untuk melindungi dirinya. Para ilmuwan kita telah berhasil mengidentifikasi ‘kosa kata’ lebih dari 2000 jenis wewangian yang dikeluarkan oleh tanaman untuk berkomunikasi dengan tanaman maupun binatang lain di sekitar mereka. Dan kita baru mulai mempelajari hal ini. (Ini adalah kutipan dari Jenseits der Blattränder – Eine Annäherung an Pflanzen oleh Florianne Koechlin).”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Sangkar Cahaya

(Berita Mingguan GITS 7 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 Desember 2016: “Tanya saja evolusionis manapun, dan dia akan memberitahu anda bahwa Venus Flower Basket adalah salah satu binatang yang paling rendah tingkat evolusinya. Binatang ini sebenarnya adalah suatu spons yang terbuat dari koloni makhluk hidup, dan ia dapat melakukan hal-hal yang luar biaasa. Venus Flower Basket membuat kerangka mirip keranjang yang terbuat dari bahan silika yang mirip gelas, dengan ditutupi hanya oleh selapis sel yang tipis. Struktur internal yang halus dari kerangka ini diperkuat supaya dapat memberikan kekuatan terbesar dengan menggunakan material sesedikit mungkin. Kerangka yang dihasilkan ternyata adalah suatu jaringan fiber-optic yang kecanggihannya dapat dibandingkan dengan fiber-optic modern yang dipakai untuk jaringan telekomunikasi. Mikroorganisme yang bercahaya tinggal di bagian dasar dari binatang spons ini secara simbiotik, menyalurkan cahaya mereka di sepanjang kerangka fiber-optic si Flower Basket. Flower Basket memerangkap udang di dalam kerangka ini, dan di sana mereka menghabiskan seluruh kehidupan mereka. Makanan yang mereka lepaskan memberi nutrisi bagi mikroorganisme bercahaya yang ada di dasar keranjang. Tujuan dari detakan cahaya adalah untuk menarik mangsa untuk memberi makan para udang, yang pada gilirannya memberi maka sumber detakan cahaya! Semua ini bahkan lebih luar biasa lagi jika mengingat bahwa Flower Basket tidak memiliki sistem saraf apapun. Makhluk hidup indah yang tidak memiliki sistem saraf ini didesain dan bekerja dengan cara yang sedemikian rapi, dan adalah kesaksian untuk Pencipta kita, Satu-Satunya yang dapat mendesain hal seperti ini.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Film “The Shack”

(Berita Mingguan GITS 7 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Film yang dibuat dari buku The Shack, karangan William Paul Young, dijadwalkan untuk rilis pada bulan Maret 2017. Media visual yang kuat tentunya akan mengindoktrinasi banyak penonton film dengan berbagai kesesatan dalam novel ini. The Shack, yang ditulis oleh William Paul Young, adalah sebuah cerita fiksi tentang seseorang yang pahit terhadap Allah karena mengizinkan putri paling kecilnya dibunuh dan yang kembali ke tempat peristiwa pembunuhan itu, sebuah gubuk (dalam Inggris shack) tua di hutan, dan di sana dia bertemu dengan Tuhan dan pertemuan itu merubah hidupnya. Tetapi, “Allah” yang dia temui bukanlah Allah di dalam Alkitab. Diterbitkan pada tahun 2007, The Shack adalah buku pada urutan nomor satu dalam daftar bestseller New York Times selama 50 minggu berturut-turut. Sampai dengan tahun 2012, sudah terjual 18 juta salinan secara internasional. William Young bukanlah anggota sebuah gereja dan bahkan agak enggan menyebut dirinya Kristen, dia lebih suka menggambarkan diri sebagai orang yang “rohani tetapi tidak agamawi” (“After The Shack, a Crossroads: William Paul Young,” Publishers Weekly, 21 Sept. 2012). Namun demikian, novel ini telah direkomendasikan oleh Club 700 Pat Robertson, artis CCM Michael W. Smith, Gayle Erwin dari Calvary Chapel, James Ryle dari gereja-gereja Vineyard, Andy Crouch, editor senior dari Christianity Today, Gloria Gaither, Mark Lowry (mantan penyanyi dengan keluarga Gaithers), Eugene Peterson, penulis dari The Message, banyak tokoh Southern Baptist, dan lain-lain. Secara mendasar, The Shack mencoba untuk mendefinisikan ulang Allah. Dalam sebuah wawancara tahun 2007, Young memberitahu seorang wanita yang menulis kepadanya dan berkata bahwa putrinya yang berumur 22 tahun datang setelah membaca buku itu dan bertanya, “APAKAH BOLEH SAYA MENCERAIKAN ALLAH YANG LAMA DAN MENIKAH DENGAN ALLAH YANG BARU?” Young kemudian mengakui bahwa Allah dalam The Shack berbeda dari Allah tradisional kekristenan yang sesuai Alkitab. Dia mengatakan bahwa Allah yang “memandang dari jauh dan menghakimi dosa” adalah “Zeus yang telah dikristenkan.” Dalam The Shack, Young menggambarkan Allah tritunggal sebagai seorang wanita Asia muda dengan nama “Sarayu” * (dimaksudkan di sini adalah Roh Kudus), seorang tukang kayu oriental yang suka bersenang-senang (dimaksudkan di sini adalah Allah Anak), dan seorang wanita kulit hitam yang tua (dimaksudkan di sini adalah Allah Bapa). (* Nama “Sarayu” berasal dari kitab suci Hindu dan merepresentasikan sebuah sungai mistis di India, yang di tepinya terlahir ilah Hindu, Rama.) Allahnya Young adalah allah gerakan emerging church. Dia cool, suka rock & roll, tidak menghakimi, dan tidak menunjukkan amarah terhadap dosa, tidak mengirim orang yang tidak percaya ke api neraka, tidak mengharuskan pertobatan dan kelahiran kembali, tidak menuntut apa-apa dari manusia, tidak suka dengan gereja-gereja alkitabiah tradisional, dan tidak menerima Alkitab sebagai Firman Tuhan yang tiada salah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Andy Stanley Mengecilkan Nilai Kelahiran Kristus dari Perawan

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Matt Costella, Fundamental Evangelistic Association, 23 Des. 2016: “Andy Stanley, gembala dari North Pointe Ministries di daerah Atlanta, tidaklah asing dengan kontroversi. Stanley telah membuat banyak pernyataan di tahun ini saja yang menimbulkan kontroversi dan berujung pada tekanan balik dari kaum injili konservatif. Tetapi, khotbah Stanley pada 3 Desember 2016, bisa jadi adalah yang paling kontroversial sampai saat ini. Dalam khotbahnya, Stanley mengecilkan pentingnya – atau bahkan realita – kelahiran Yesus Kristus dari perawan. ‘Banyak orang tidak mempercayainya, dan saya paham akan sikap demikian,’ kata Stanley. Dia menambahkan, ‘Mungkin pemikirannya adalah bahwa mereka harus memakai semacam mitos atau hal-hal seperti itu tentang kelahiran Yesus untuk memberikan dia poin tambahan belakangan. Mungkin dari sanalah asal semua ini’ (Baptist News Global, ‘Virgin Birth Debate Interrupts Regular ‘War on Christmas’ Program,’ 21 Des. 2016). Stanley lalu mencatat bahwa sangat menarik hanya 2 dari 4 Injil yang menyinggung kelahiran dari perawan, dan mengatakan ‘kekristenan tidak tergantung pada kebenaran atau bahkan kisah-kisah sekitar kelahiran Yesus … sesungguhnya bergantung pada kebangkitan Yesus.’

Di awal tahun, Stanley mengecilkan pentingnya peran Kitab Suci dalam hidup orang percaya, dan mengecilkan pentingnya kelahiran Kristus dari perawan hanyalah langkah berikut dalam perjalanan menurun ini. Kelahiran Kristus dari perawan sangatlah penting, karena tanpa kelahiran perawan, umat manusia tidak memiliki seorang Juruselamat (sang Allah-manusia) dan tidak mungkin akan ada kebangkitan! Terlepas dari apa yang Stanley katakan, kekristenan sungguh bergantung pada kebenaran seputar kelahiran Yesus Kristus. Pernyataan Stanley adalah berbahaya dan kesimpulan-kesimpulannya sama sekali tidak alkitabiah. Orang percaya berpengertian harus mewaspadai orang-orang yang mengecilkan doktrin-doktrin vital demi memahami orang-orang yang menolak kebenaran dari awalnya.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Kristologi | Leave a comment

Tarian Infrared Tupai

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 Desember 2016: “Makhluk yang sangat tidak ingin dijumpai oleh ular kerincing adalah tupai tanah California. Ketika seekor tupai tanah dewasa menemukan seekor ular kerincing, ia akan mulai memprovokasi ular itu. Sang tupai akan berlari ke jarak serang, memukul-mukulkan ekornya, menggigit ekor ulat itu dan menendangkan pasir kepadanya. Sementara seekor ular kerincing dapat menyerang dengan kecepatan tinggi, si tupai tanah kecil itu bahkan lebih cepat lagi dan sangat mampu untuk mengelak. Bahkan jika ia kena gigit, racun ular tidak akan membunuhnya karena tupai-tupai ini memiliki protein dalam darah mereka yang menawarkan racun. Ular-ular yang frustrasi seringkali mundur ketika mendapatkan perlakuan seperti demikian. Para peneliti telah belajar bahwa tupai-tupai ini memiliki bahkan lebih banyak lagi trik. Ular kerincing dapat melihat cahaya infrared. Ketika tupai tanah sedang memprovokasi ular kerincing, ia akan mengirimkan lebih banyak darah ke ekornya, yang membuat ekor itu hangat, dan ini memberikan jejak infrared yang dapat dilihat oleh ular kerincing, yang membuat dia tambah bingung. Yang menarik adalah, ketika tupai tanah memprovokasi ular gopher, yang tidak dapat mendeteksi infrared, maka tupai tidak akan menghangatkan ekornya. Bagaimanakah tupai bisa tahu bahwa ular kerincing dapat dibingungkan dengan pertunjukan infrared, sementara ular gopher tidak bisa? Satu-satunya penjelasan adalah sang Pencipta, yang membuat semua binatang ini dan memanggil kita kepada iman keselamatan dalam AnakNya, Yesus Kristus. Dialah yang mendesain pertunjukan spesial si tupai tanah.”

Posted in Science and Bible, Uncategorized | Leave a comment

Gedung Putih dan Obama Mengizinkan Resolusi PBB yang Penuh Kebohongan untuk Lolos

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam suatu tindakan tembakan terakhir Obama terhadap Israel, Gedung Putih mengizinkan sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB untuk diluluskan pada hari Jumat lalu, yang menyebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “daerah Palestina yang diduduki sejak 1967” dan menuntut penghentian konstruksi Israel di tempat-tempat itu. Bukit Bait Suci, termasuk Tembok Barat dan plaza Bukit Bait, semuanya terletak di Yerusalem Timur. “Dalam kenyataannya, tidak pernah ada negara Palestina baik di Tepi Barat ataupun di Yerusalem Timur, dan mereka juga tidak diakui sebagai kekuasaan yang tak diragukan di daerah-daerah itu. Yordania menduduki dan meng-aneksi Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 1948 sampai Israel memenangkan wilayah-wilayah itu dalam perang mempertahankan diri pada tahun 1967 ketika negara-negara Arab menggunakan wilayah-wilayah tersebut untuk melancarkan serangan terhadap negara Yahudi itu. Pada tahun 1988, Yordania secara resmi melepaskan klaim mereka terhadap Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Komite demi Ketepatan dalam Pemberitaan Timur Tengah di Amerika (CAMERA, Committee for Accuracy for Middle East Reporting in America) menunjukkan bahwa hukum internasional tidak membuat pemukiman Israel menjadi ilegal: ‘Artikel 49 dari Konvensi Jenewa Keempat, yang dipakai oleh orang-orang yang mengklaim bahwa pemukiman Israel itu ilegal, tidak beraplikasi dalam kasus Tepi Barat. Ini karena Tepi Barat tidak pernah otonom berdiri sendiri sebagai sebuah negara yang bisa menjadi bagian dari Konvensi, dan oleh karena itu tidak ada “pendudukan yang sebagian ataupun total atas wilayah suatu Pihak [istilah teknisnya High Contracting Party],” sebagaimana dispesifikasikan dalam Artikel 2 dari Konvensi. Lebih lanjut lagi, bahkan jika Konvensi tersebut berlaku, dari butir-butirnya yang jelas, ia hanya berlaku untuk transfer wilayah melalui kekerasan, bukan melalui gerakan sukarela. Jadi, Konvensi ini tidak dapat menghalangi orang Yahudi untuk memilih pindah ke tempat-tempat yang memiliki makna historis dan agamawi besar bagi mereka’”(Breitbart, 23 Des. 2016). “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya’” (Kej. 13:14). “Dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu” (Rom. 9:7).

Posted in Israel | 2 Comments

Ayo Cepat, Sel Darah!

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 November 2016: “Selama bertahun-tahun, Creation Moments telah menyajikan banyak fakta menarik tentang darah, tetapi sebuah studi baru dari University of Rochester Medical Center bisa jadi adalah yang paling menakjubkan. Sebagaimana dilaporkan dalam ScienceNews, para peneliti kini telah menemukan ketika otak kekurangan oksigen, ‘sel-sel darah merah dapat merasakan defisit yang terjadi dan menerjangkan diri mereka sendiri menerobos kapiler-kapiler untuk menyampaikan muatan kargo mereka’ (Laura Sanders, ‘Red blood cells sense low oxygen in the brain,’ ScienceNews, 4 Agus. 2016). Jurnal ilmiah tersebut juga memberi catatan bahwa riset terhadap tikus ini memberi kesan bahwa sel-sel ‘dapat mendeteksi dan menolong kondisi rendah oksigen.’ Jadi bagaimana persisnya sel darah merah menolong defisit oksigen di otak? Menurut Jiandi Wan dari Rochester Institute of Technology di New York, ketika level oksigen turun, ‘sel-sel darah mereka bertambah cepat dengan cara menjadi lebih fleksibel.’ Sifat ‘mudah dibengkokkan’ ini memungkinkan sel untuk “menyelip melalui kapiler-kapiler yang sempit secara lebih cepat.” Barulah ketika para peneliti menggunakan zat kimia untuk membuat sel darah merah itu menjadi kaku, sel darah itu melambat. Maiken Nedergaard, co-author dari penelitian tersebut, dari University of Rochester Medical Center, mengatakan bahwa penemuan ini pada akhirnya bisa jadi diaplikasikan untuk mengobati penyakit kerusakan hubungan aktivitas saraf dengan aliran darah, termasuk misalnya Alzheimer. Ini adalah berita yang menggembirakan, tetapi bukan berita baik untuk kaum evolusionis. Bagaimanakah mereka dapat menjelaskan sifat sel darah merah yang luar biasa ini? Mereka tidak bisa. Namun para kreasionis tidak ada kesulitan untuk menjelaskannya. Tetapi bahkan kita pun tidak habis pikir ketika kita mengingat bahwa Yesus rela mencurahkan darahNya untuk menyelamatkan yang terhilang.”

Posted in Kesehatan / Medical, Science and Bible | Leave a comment

Membiarkan Kerugian

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?” (1 Kor. 6:6-7). Berikut dari dari komentari John Phillips atas 1 Korintus: “Bertahun-tahun yang lalu, saya jatuh ke tangan pebisnis yang tidak jujur yang meyakinkan saya untuk menginvestasikan uang dalam suatu usaha yang dia tahu tidak ada nilainya. Dia memberikan kepada saya dokumen-dokumen yang juga tidak bernilai sebagai jaminan. Ketika cek giro bunga pertama dikembalikan oleh bank, saya tahu bahwa saya telah ditipu. Saya membawa cek giro itu kepadanya dan menuntut suatu penjelasan. Itu suatu kesalahan, kata dia, dan dia bermaksud untuk membayar giro itu. Saya disuruh untuk melakukan deposito ulang. Itu semua adalah permulaan dari rentetan kebohongan dan penghindaran yang panjang. Akhirnya saya mencari nasihat hukum. ‘Ini kasus penipuan yang jelas,’ kata pengacara saya. ‘Serahkan kasus ini kepada saya dan saya akan memastikan dia masuk penjara.’ Orang itu adalah seorang yang mengaku Kristen. Dia pergi ke gereja yang sama dengan saya. Saya kenal dengan istri dan anak-anaknya yang kecil. Setelah pergumulan hati yang berat, saya memutuskan untuk membiarkan masalah itu. Jumlah uang yang terlibat adalah besar (untuk standar saya itu besar), tetapi tidak pantas untuk menjadikannya tuntutan hukum. Saya memutuskan untuk membiarkan diri saya ‘menderita ketidakadilan.’ ‘Ah!’ orang-orang bijak dunia ini akan berkata, ‘jadi saudara ini bisa memakai 1 Korintus 6 untuk bebas melakukan penipuan!’ Hmm, ya dan tidak! Sebenarnya, kasus ini hanyalah dioper ke Pengadilan yang Lebih Tinggi. Orang itu tidak lolos dengan ketidakjujurannya, sebagaimana saya ketahui belakangan. Dia membayar dengan cara-cara lain. Dan saya juga tidak menjadi pecundang. Seorang teman pebisnis saya yang kaya mendengar apa yang terjadi. Dia mendekati saya satu hari dan berkata, ‘Saya seharusnya memperingatkan kamu tentang orang tersebut. Saya tidak tahu kamu adalah calon korbannya. Tuhan telah menggerakkan hati saya untuk membantu kamu. Juallah pada saya jaminan-jaminan itu. Jangan khawatir bahwa saya akan rugi, saya bisa menanggungnya dengan mudah. Lagipula, saya punya jauh lebih banyak pegangan dari kamu dan saya juga jauh lebih kenal dia. Biar saya yang berhadapan dengan dia.’ Orang tersebut berpegang pada perkataannya. Dalam beberapa minggu dia memberikan kepada saya giro dengan jumlah uang yang sepenuhnya. Tentu saja tidak semua kasus akan berakhir manis dengan cara seperti ini. Tetapi semuanya pasti akan berakhir manis – pada akhirnya.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Jaringan Lunak Triceratops

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Triceratops,” creation.com, 19 Nov. 2016: “Lapisan-lapisan jaringan yang lunak dan dapat dilenturkan telah ditemukan di bagian depan tanduk seekor Triceratops. Ketika diperiksa di bawah sebuah mikroskop elektron, sel-sel tulang yang disebut osteosit dapat terlihat bersamaan dengan terpeliharanya struktur sel tersebut secara luar biasa. Bahkan juga termasuk terpeliharanya protein tipis yang mencuat dari membran sel, yang disebut filipodia. Para filipodia ini berukuran diameter kurang dari 300 nm dan dapat terlihat bercabang-cabang ke dalam matriks tulang yang mendasarinya. Sebagian kaum skeptik di masa lalu telah mencoba untuk meremehkan klaim adanya jaringan lunak pada fosil sebagai hanyalah biofilm yang ditinggalkan oleh bakteri. Laporan spesial dari Proyek iDINO (yang dilakukan oleh Creation Research Society) membantah para skeptik ini dengan cara mempertunjukkan di bawah mikroskop elektron, bahwa yang terlihat bukanlah sekedar biofilm, tetapi jaringan lunak berstruktur kompleks di dalam tulang dinosaurus. Semua ini adalah bukti kuat melawan ide bahwa fosil-fosil ini berusia 65 juta tahun, sebagaimana diklaim oleh para evolusionis. Baru-baru ini, Brian Thomas dan Vance Nelson mengukur umur karbon sejumlah fosil dinosaurus, termasuk dua spesimen dari Triceratops horridus. Kedua spesimen itu menghasilkan usia 33.570 ± 20 tahun, dan 41,010 ± 220 tahun. …waktu paruh dari DNA mitokondria burung Moa, dilaporkan dalam literatur sebagai 521 tahun. Hal ini menambah masalah bagi evolusi, karena DNA, sel-sel darah merah, protein-protein tulang, dll., seharusnya tidak ada lagi dalam fosil-fosil kuno jika memang fosil-fosil itu sedemikian tua.

Dalam laporan spesial proyek iDINO itu, Brian Thomas menerbitkan sebuah paper tentang materi biologis yang asli dalam fosil, dan dia mendiskusikan penemuan protein (misal kolagen) dan DNA dalam fosil-fosil dari strata-strata yang berbeda-beda. Dia juga mendiskusikan mekanisme pemeliharaan yang dipakai oleh para skeptik ketika mencoba menjelaskan mengapa materi biologis dapat ditemukan dalam fosil-fosil yang dikatakan sangat kuno tersebut. Ide bahwa jaringan lunak dapat bertahan 65 juta tahun adalah masalah besar bagi evolusi karena kita mengantisipasi jaringan lunak untuk hancur dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek. Pemeliharaan jaringan lunak dalam dinosaurus cocok sekali dengan pemahaman Alkitab bahwa fosil dinosaurus adalah bukti adanya penguburan cepat oleh air bah yang bersifat global beberapa ribu tahun yang lalu.

Posted in Science and Bible | Leave a comment