Para Ilmuwan Telah Menemukan Air “Jauh Lebih Dalam” dari yang Diperkirakan Sebelumnya

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa mineral-mineral dekat dengan mantel bumi dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar sekali. “Para ilmuwan menjalankan simulasi kompleks pada mineral brucite, yang membentuk sebagian dari mantel Bumi, telah menyimpulkan bahwa MINERAL INI BISA MENYIMPAN AIR DI BAWAH TEKANAN TINGGI, HINGGA 595 KILOMETER DI BAWAH PERMUKAAN BUMI – jauh lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. …ahli geologi Mainak Mookherjee, dari Florida State University [mengatakan,] ‘Kami tidak mengira air bisa ditampung oleh mineral-mineral seperti brucite pada kedalaman seperti ini. Tetapi sekarang kita tahu bahwa ada hal seperti ini, kita perlu menghitung berapa banyak air yang dapat secara efektif tersimpan di dalamnya.’ Setiap tahun, milyaran ton air didorong ke dalam tanah melalui proses subduksi, ketika satu lempeng tektonik menaiki lempeng lainnya. Ini adalah bagian dari siklus air yang sama penting dengan turunnya hujan dan penguapan. …Dan brucite hanyalah sebagian dari cerita ini: mineral-mineral berafiliasi air lainnya, seperti mika, lawsonite, serpentine, juga bisa jadi terlibat. …air dapat ditemukan jauh di bawah tanah – sedalam 660 kilometer – melalui mineral ringwoodite” (“Water could be lurking much deeper in our planet than we thought,” Science Alert, 24 Nov. 2016). Ini mengingatkan kita tentang sebuah perikop di sebuah kitab yang kuno, Kejadian, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat [KJV: fountains of the great deep] dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kej. 7:11).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Berbohong tentang Fidel

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kematian diktator Kuba, Fidel Castro, minggu lalu, memicu tercurahnya kebohongan-kebohongan penuh simpati dari propaganda “media massa populer” berhaluan kiri. Sebuah laporan di Reuters menjadi contoh tipikal dari berbagai laporan yang muncul di berbagai situs berita internet dan di koran-koran di seluruh dunia, untuk mencuci otak orang-orang pada umumnya yang tidak memiliki informasi sebenarnya. Saya [Dr. Cloud] membacanya di koran The Himalayan Times di sebuah kedai kopi di Kathmandu, Nepal. Inti dari laporan itu adalah bahwa Fidel adalah seorang pahlawan yang menentang penindasan Amerika Serikat dan menciptakan suatu negara komunis yang menyenangkan yang katanya meningkatkan kehidupan rakyat. “Dia membuang kapitalisme dan memenangkan dukungan karena mendirikan sekolah dan rumah sakit bagi orang-orang miskin” (“Former Cuban Leader Dies at 90,” Reuters, 26 Nov. 2016).

Fakta kebenarannya, dia tidak memenangkan dukungan; dia memaksakan dukungan melalui terorisme dan penindasan yang brutal. Sementara laporan itu mengakui bahwa Fidel memiliki “banyak sekali musuh dan pengritik” yang “memandang dia sebagai seorang tiran yang tak berbelas kasihan,” para kritik ini tidak diberikan suara untuk menyampaikan keprihatinan mereka. Seorang pembaca yang tidak mengetahui faktanya bisa jadi dipimipin untuk berpikir bahwa kritikan mereka terhadap Fidel-sang-orang-baik adalah kritikan yang tidak adil. Laporan Reuters tentang Fidel ini tidak menginformasikan para pembaca tentang brutalitas Fidel, penghancuran kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan pers, dan pemilihan demokratis, dan penghancuran ekonomi melalui prinsip-prinsip Marxisme, atau sel-sel penjara yang kecil, gelap, bagaikan mimpi buruk, yang berisikan 500.000 “pengritik,” dan “rasio pemenjaraan politik per kapita tertinggi di dunia,” penyiksaan dan pemukulan, 15.000 eksekusi mati oleh regu tembak, dan kerja paksa. Reuters tidak menjelaskan mengapa ratusan ribu orang Kuba mempertaruhkan nyawa mereka untuk lari dari firdaus komunisnya Fidel, untuk lari ke penindasan Amerika (puluhan ribu orang tenggelam atau dimakan ikan hiu dalam usaha ini), sementara hampir tidak ada orang yang mau ber-imigrasi ke Kuba. Orang-orang itulah yang dapat memberitahu kepada anda kebenaran tentang Kuba, tetapi mereka tidak diberikan suara oleh Reuters, dll. (Mereka diberikan suara dalam buku-buku seperti The Black Book of Communism oleh Pascal Fontaine, Fidel: Hollywood’s Favorite Tyrant oleh Humberto Fontova, dan Against All Hope oleh Armando Valladares, yang menggambarkan 22 tahun mengerikan penyiksaan dan pemenjaraan yang dia alami secara pribadi karena “sekedar menyinggung masalah kebebasan”).

Walaupun sistem kesehatan Kuba yang sosialis sering dipuji sebagai salah satu yang terbaik di dunia, realitanya adalah ada dua sistem kesehatan di Kuba, satu yang kualitasnya sangat rendah untuk orang Kuba biasa, dan satu yang bagus untuk elit partai Komunis dan turis-turis kesehatan. “Kesaksian dan dokumentasi tentang subjek ini sangat luas tersedia. Rumah sakit dan klinik-klinik sudah dalam kondisi hampir rubuh. Kondisi di sana tidak higienis, dan pasien bisa jadi lebih baik di rumah saja, di mana pun rumah itu. Jika mereka pergi ke rumah sakit, mereka harus membawa seprei mereka sendiri, begitu juga sabun, handuk, makanan, dan bolam lampu – bahkan tisu WC. Dan pengobatan yang dasar sulit ditemukan . . . menemukan aspirin saja susah. Antibiotik bisa dijual mahal sekali di pasar gelap. Peralatan yang dipakai oleh para dokter sudah sangat kuno atau bahkan tidak ada. Para dokter diketahui harus memakai ulang sarung tangan latex – tidak ada pilihan lain. Ketika mereka berkunjung ke pulau Kuba, dalam misi kemanusiaan, dokter-dokter Amerika memastikan mereka membawa sebanyak mungkin peralatan dan sebanyak mungkin suplai yang dapat mereka bawa. Salah seorangnya memberitahu Associated Press, ‘Dokter-dokter [Kuba] cukup terlatih, tetapi mereka tidak memiliki alat untuk bekerja. Ini seperti melakukan operasi dengan pisau dan sendok’” (“Does Cuba Have the Best Healthcare System?” 22 Mei 2016, quora.com). Laporan Reuters ini juga gagal memberitahu para pembacanya bahwa orang-orang Kuba masih terus mengalir keluar dari firdaus komunisnya Fidel ke pantai Amerika yang katanya penuh penindasan (“Surge in Cuban Immigration to U.S. continues,” 5 Agus. 5, 2016, Pewresearch.org). Kita bertanya-tanya, mengapa para wartawan sayap kiri ini tidak pindah saja ke salah satu firdaus komunis itu daripada tetap tinggal di Amerika yang penuh penindasan?

Posted in General (Umum) | 1 Comment

Tato untuk Yesus?

Sebuah survei di Kanada menemukan bahwa “75% orang muda Kristen konservatif percaya bahwa tato adalah ekspresi rohani yang sah” (“For the Love of God,” The Vancouver Sun, Vancouver, British Columbia, Februari 1999).

Wartawan Douglas Todd dari The Vancouver Sun mengunjungi Vineyard Christian Fellowship di Langley, British Columbia, dan menemukan bahwa tato adalah barang baru yang “nge-trend” di kalangan orang Kristen Vineyard. Amy Bonde, yang adalah anggota staf di Vineyard di Langley, memiliki sebuah tato salib Celtic besar di bagian bawah punggungnya. Mengelilingi salib itu juga ada tato huruf-huruf Ibrani yang katanya berarti, “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia.” Bonde mengatakan bahwa tato itu menyatakan dia memandang pada Yesus Kristus sebagai “kekasihnya.”

The Vancouver Sun melaporkan bahwa TATO MELAMBANGKAN “TANDA PERGESERAN BESAR DALAM KEKRISTENAN INJILI, yang selama kebanyakan abad ini dihubungkan dengan aturan ketat mengenai mengendalikan tubuh sendiri: tidak boleh rambut panjang pada pria, tidak boleh celana panjang pada wanita, tidak minum-minum, tidak berdansa, tidak memakai perhiasan berlebihan dan jelas tidak bertato.”

Bismarck Tribune (North Dakota) memuat sebuah artikel di bulan November 1998 tentang Christian Tattoo Association, yang dipimpin oleh Randy Mastre dan dua anggota New Song Community Church lainnya di Bismarck. Tujuan mereka adalah untuk “membawa kekristenan kepada orang-orang bertato.”

 

Apa yang salah dengan tato “Kristen”?

Pertama, Perjanjian Lama dengan gamblang melarang aktivitas bertato.

Continue reading

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Illiad vs. Alkitab

Illiad dan Odyssey adalah dua tulisan yang paling terkenal dari sejarah kuno. Kedua karya ini kemungkinan ditulis oleh seorang tokoh Yunani kuno bernama Homer, walaupun tidak diketahui secara persis kapan dia hidup, dan hampir tidak ada yang diketahui mengenai kehidupannya. Para penulis Yunani klasik percaya bahwa Homer adalah tokoh historis dan memperkirakan dia hidup antara 1100-850 SM. Pada abad keempat SM, Plato menyebut Homer “protos didaskalos” (yang berarti “guru pertama) Yunani.

Potongan manuskrip Illiad dan Odyssey yang paling tua adalah dari abad ketiga SM, minimal 500 tahun setelah Homer. Dan manuskrip tertua yang mengandung tulisan Homer secara lengkap adalah dari abad 10 dan 11 Masehi, yaitu minimal 1.800 tahun setelah sang penulis tersebut. Ada berbagai edisi yang berbeda dari kedua kisah ini, dan tidaklah mungkin untuk mengetahui apa yang tertera di kisah aslinya.

Hal ini menjadi kontras yang mencolok dengan bukti-bukti dokumenter bagi Perjanjian Baru.

Kitab terakhir Perjanjian baru ditulis sekitar tahun 90an M. Sedangkan potongan-potongan manuskrip Perjanjian Baru yang paling awal berasal dari tahun 110-125 M, yaitu hanya beberapa tahun setelah selesainya PB.

Lebih lanjut lagi, kita memiliki ribuan kutipan dari buku-buku Perjanjian Baru dalam tulisan-tulisan para pengkhotbah kuno, yang bertanggal mulai dari 96 M hingga 400 M. John Burgon mengoleksi 4.383 kutipan dari periode waktu ini.

“Kutipan-kutipan ini sedemikian ekstensif, sehingga hampir-hampir seluruh Perjanjian Baru bisa dirangkai kembali dari kutipan saja, tanpa mempergunakan manuskrip Perjanjian Baru secara langsung” (J. Harold Greenlee, Introduction to New Testament Textual Criticism).

Mayoritas dari kutipan-kutipan ini mewakili “teks tradisional,” bukan teks Aleksandrian, tetapi itu topik lain lagi.

Perhatikan beberapa contoh:
Clement of Rome (sekitar 96 M) diajar langsung oleh sebagian Rasul. Dia adalah penatua jemaat di Roma mulai dari 88 M, hanya 30an tahun setelah Paulus menulis surat Roma. Dalam surat Clement ke Korintus, dia mengutip Perjanjian Baru minimal 150 kali, dari kitab Roma, 1 Korintus, Ibrani, dan lima kitab lainnya.

Polycarp (sekitar 115 M) mengenal rasul Yohanes dan juga orang-orang lain yang menjadi saksi mata kebangkitan Yesus secara pribadi. Dalam suratnya ke Filipi, Polycarp mengutip Perjanjian Baru sekitar 100 kali. Dia mengutip dari Matius, Lukas, Kisah Para Rasul, Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, 1 dan 2 Petrus, dan 1 Yohanes.

Irenaeus (130-202 M) mendengar Polycarp berkhotbah dan menceritakan berbagai peristiwa yang dia alami bersama rasul Yohanes dan orang Kristen abad pertama lainnya. Dalam tulisan Irenaeus yang masih ada pada kita, dia mengutip dari semua kitab Perjanjian Baru kecuali Filemon dan 3 Yohanes. Dia mengatakan bahwa para Rasul mengajarkan Allah adalah penulisa kedua Perjanjian.

Dalam suratnya kepada Florinus, Irenaeus menulis sebagai berikut: “Saya dapat memberitahu kepadamu tempat Polycarp yang terkasih duduk untuk mengkhotbahkan Firman Allah. Masih terbekas dalam benak saya bagaimana dia datang dan pergi dengan begitu berwibawa; bagaimana perilakunya sedemikian suci, dan penampilannya sedemikian agung; dan betapa kudus anjuran-anjuran yang dia berikan kepada umat. Saya seperti masih bisa mendengar dia, bagaimana dia menceritakan percakapannya dengan Yohanes dan banyak lagi yang lain yang pernah melihat Yesus Kristus, kata-kata yang dia dengar dari mulut mereka.”

Demikianlah kita memiliki tulisan orang-orang yang mengenal para Rasul dan orang-orang Kristen abad pertama secara pribadi dan yang mengutip dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Ini semua adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Perjanjian Baru sudah eksis pada waktu itu dan sama dengan Perjanjian Baru yang ada di tangan kita pada hari ini.

Posted in Alkitab | Leave a comment

DNA Berusia 65 Juta Tahun?

(Berita Mingguan GITS 19 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2016: “Kebanyakan pembaca mungkin pernah mengunjungi museum dan melihat dinosaurus. Tentu saja, yang tersisa adalah fosil dari tulang-tulang, dan jika anda diperbolehkan menyentuhnya, maka akan terasa keras seperti batu. Terkadang tulang dinosaurus yang ditampilkan terbuat dari semen atau plaster, karena itu bukan tulang sebenarnya, hanyalah salinan/kopi. Tetapi, kita diberitahu bahwa melalui jutaan tahun, tulang aslinya telah digantikan oleh mineral. Bagian tentang jutaan tahunnya salah, tetapi pernyataan tentang mineral yang menggantikan sel-sel tulang adalah benar, tetapi tidak secara absolut. Sebagai contoh, ada tiang-tiang pagar yang telah ditemukan, ujung satunya telah termineralisasi, sedangkan ujung satunya lagi masih kayu biasa. Pada tahun 1993, Science Research News melaporkan reaksi Mary Schweitzer, seorang mahasiswa paska-sarjana, ketika dia meneliti sepotong tulang fosil T. rex dari Montana, yang ditenggarai berusia 65 juta tahun, dengan menggunakan mikroskop elektron: “Saya bergidik … ini sama persis dengan melihat potongan tulang modern … Bagaimana mungkin sel-sel darah bertahan sedemikian lama?” (Science Research News, 7 Sept. 1993, Vol. 261). Masalah semakin runyam, karena bagian-bagian DNA belakangan dapat dikenali di dalam darah itu. Apa arti semua ini? Pertama, kita tahu seberapa cepat struktur DNA mengurai karena adanya aktivitas radioaktif alami, dan dari situ kita tahu bahwa sel-sel ini jelas kurang dari 10.000 tahun usianya. Kedua, ini bukan kasus yang terisolir, dan saat ini suatu argumen besar sedang berkembang di balik tembok-tembok akademia. Ini adalah bukti lainnya dari banyak bukti yang menumpuk yang bertentangan dengan doktrin evolusi yang fasik.”

Posted in Liberalisme, Science and Bible | Leave a comment

Gereja Lutheran Jerman Tidak Akan Mencoba Menobatkan Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 19 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 9 November, Gereja Injili di Jerman menyetujui suatu pernyataan menolak usaha apapun untuk menobatkan orang Yahudi. Presiden Sinode, Irmgard Schwaetzer, mengatakan bahwa ini adalah “satu langkah lebih lanjut dalam perjalanan perenungan dan reorientasi dalam hubungan kami dengan orang Yahudi” (“German Lutheran Church,” Associated Press, 9 Nov. 2016). Pada kenyataannya, sudah lama sekali sejak “gereja” liberal ini telah berusaha menobatkan siapa pun melalui Injil Yesus Kristus. Gereja Lutheran Jerman adalah ibu dari theologi liberal yang menyerang mati-matian otoritas absolut Firman Allah, yang pada akhirnya memimpin kepada relativisme moral. Pada tahun 2010, Gereja Injili Lutheran di negara bagian Bavaria, Jerman, mengadopsi suatu keputusan bahwa “para pelayan yang gay dan lesbian boleh hidup dengan partner mereka di rumah penggembalaan jika mereka masuk dalam hubungan sipil [pernikahan] yang diakui oleh negara” (“German Church Allows Gay Pastors to Live with Partners,” Huffington Post, 17 Nov. 2010). Sangatlah jelas bahwa Gereja Injili di Jerman tidak percaya kata-kata Yesus Kristus ketika Dia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Mereka juga tidak menerima otoritas rasul Paulus yang berkata, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16).

Posted in Liberalisme | Leave a comment

Bukti Arkeologi Baru Ditemukan di Lakhis

(Berita Mingguan GITS 12 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kota Lakhis adalah salah satu kota kuno Israel yang paling besar dan paling dibentengi, dan riset arkeologi sejak tahun 1930an telah menemukan banyak sekali materi yang mendukung kisah-kisah dalam Alkitab tentang sejarah masa kuno dulu. Ada bukti tentang kehancuran kota ini oleh raja Asyur, Sanherib, di abad delapan SM, pada masa Hizkia (2 Taw. 32:9): gundukan pengepungan, ratusan mata panah besi, mata tombak, batu-batu umban, dan balista-balista batu. Pengepungan dan penghancuran Lakhis digambarkan dari perspektif Asyur dalam suatu seri relief-bas yang luar biasa di istana Sanherib, yang ditemukan oleh Henry Layard di pertengahan 1800an. Hari ini, seri gambar-gambar relief sepanjang 30 meter itu diletakkan di Ruangan Lakhis di British Museum, menjadi saksi bisu di hadapan dunia tentang akurasi sejarah dalam Alkitab bagi barangsiapa yang memiliki mata untuk melihat. Relief itu menunjukkan tentara Asyur menyerang kota tersebut, membangun gundukan tanah pengepungan, menggunakan pendobrak untuk menghancurkan tembok-tembok, dan memperlakukan tawanan Yahudi dengan kejam.

Bukti baru yang mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang sejarah Lakhis dan Israel kuno ditemukan di awal tahun ini (2016) dalam penggalian gerbang utama Lakhis. Gerbang itu sekarang sudah sepenuhnya kelihatan, dengan tinggi 13 kaki (4 meter lebih), lebar 80 kaki (25an meter), dan tebal 80 kaki (25an meter). Ini adalah gerbang kota terbesar yang pernah ditemukan yang berasal dari zaman Bait Pertama, dan salah satu yang masih tersimpan dalam kondisi paling baik. Gerbang ini gerbang tiga bilik (ada tiga bilik besar di masing-masing sisi gerbang), dan bangku-bangku dengan pegangan tangan, tempat para hakim dan tua-tua kota duduk, masih ada. Di sisi gerbang ini adalah sebuah bilik dengan tangga yang turun menuju bilik lain, tempat persembahan diberika kepada Baal di dua mezbah yang masing-masing bertanduk empat. Ini mengkonfirmasi catatan Alkitab tentang bagaimana Yehuda jatuh kepada penyembahan berhala pada zaman Ahas (2 Raj. 15:3-4). Lebi lanjut lagi, mezbah-mezbah ini ditemukan dlam kondisi dinajiskan, tanduk-tanduknya dipatahkan, dan ini mengkonfirmasi catatan bahwa anak Ahas, Hizkia, dengan semangat melawan penyembahan berhala (2 Raj. 18:4). Di atas semua itu lagi, para arkeolog telah menemukan sebuah jamban di bilik-bilik Baal. Jamban ini adalah “sebuah batu yang dibuat berbentuk bangku, dengan sebuah lobang di bagian tengah.” Kita membaca di 2 Raj. 10:27 bagaimana Yehu membuat kuil Baal di Samaria menjadi jamban, dan di Lakhis kita menemukan bukti adanya praktek ini.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Max Lucado Mengatakan Persatuan Menciptakan Kepercayaan dan Adalah Kunci Penginjilan

(Berita Mingguan GITS 12 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Gembala sidang Church of Christ dan juga penulis best-seller, Max Lucado, menyerukan persatuan Kristiani sebagai kunci kesuksesan penginjilan. Dia mengatakan, “Pada malam terakhir hidupNya, Yesus mengatakan suatu doa yang menjadi benteng bagi semua orang Kristen [Yoh. 17:20-21] … Persatuan menciptakan kepercayaan. Bagaimana dunia bisa percaya bahwa Yesus diutus Allah? Bukan dengan melihat kita saling setuju satu sama lain. Bukan dengan kita menyelesaikan semua kontroversi. Bukan jika kita semua satu suara dalam semua hal. BUKAN JIKA KITA TIDAK PERNAH MEMBUAT KESALAHAN DOKTRINAL. Tetapi jika kita mengasihi satu sama lain. … Dunia akan dimenangkan bagi Kristus ketika gereja satu di dalam Kristus” (“Max Lucado: Jesus Prayed for Unity,” Christian Post, 2 Nov. 2016). Dalam bukunya, In the Grip of Grace, Lucado mengucap syukur pada Allah untuk kaum Pantekosta, Anglikan, Southern Baptist, Presbyterian, dan Roma Katolik.

Kata-kata yang terdengar manis ini sangatlah salah. Lucado adalah serigala berbulu domba. Dia mau agar umat Allah mengabaikan pengajaran yang salah demi mencapai persatuan. Dia mau agar kita mengasihi guru-guru palsu lebih dari mengasihi Allah dan kebenaran. Kita diperintahkan untuk menandai dan menjauhi para guru palsu (Rom. 16:17) dan menghindari orang-orang yang “secara lahiriah” .. “menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” (2 Tim. 3:5). Kita diperintahkan untuk berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yud. 3), dan tidaklah mungkin untuk berjuang mempertahankan doktrin yang benar sambil berjuang untuk persatuan ekumenis pada saat yang sama. Paulus tidak mencari persatuan dengan para penyesat; dia menegor mereka dengan tajam (mis. 1 Kor. 35-36; Gal. 5:7-10; Kol. 2:8). Lucado tidak pernah menegor kesesatan dalam Church of Christ dan terus mempertahankan hubungan dekat dengan Pepperdine University dan Abeline Christian University, yang keduanya adalah institusi kuat Church of Christ.

Pada Juni 1997, saya berbicara dengan Lucado di telepon, dan juga dengan Penatua Doyle Jennings dari Oak Hills Church. Keduanya menyatakan bahwa mereka percaya baptisan diperlukan untuk keselamatan, tetapi mereka tidak percaya “baptismal regeneration” (kelahiran kembali terjadi saat baptisan). Mereka menambahkan ritual baptisan kepada kasih karunia Kristus untuk keselamatan. Ini adalah kesalahan standar dalam Church of Christ, dan adalah masalah serius karena berarti ini adalah Injil yang palsu. Lucado penuh dengan kesesatan, termasuk mistikisme kontemplatif dan keselamatan di luar dari iman pribadi kepada Yesus Kristus. Dalam buku Max of Life, pertanyaan berikut diajukan: “Bagaimana dengan orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Allah? Apakah Allah akan menghukum mereka?” Lucado menjawab: “Tidak, Dia tidak akan. Populasi sorga termasuk banyak sekali orang yang baru akan mengenal nama Juruselamat mereka setelah mereka bangun di rumah kekal mereka” (hal. 222). Tidak heran bahwa Lucado menyerukan “persatuan.” Para penyesat sangat senang dengan persatuan ekumenis dan mereka membenci doktrin separatisme Alkitabiah.

Posted in Ekumenisme, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Laporan Penganiayaan Agama di Cina

(Berita Mingguan GITS 5 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Report,” China Aid, 5 Okt. 2016: “Berikut ini adalah rangkuman eksekutif tentang penganiayaan terhadap orang Kristen di Cina tahun 2015-2016 yang disampaikan kepada Parlemen Uni Eropa. Sambil Cina semakin merosot masuk menjadi rezim yang semakin menganut Maoisme, Partai Komunis terus mengekang kebebasan beragama dan menjalankan kendali atas segala bentuk ketidaksetujuan dengan cara menangkap atau mempersulit orang-orang yang menentang perketatan ini. Menurut presiden saat ini, Xi Jinping, agama harus menyesuaikan diri dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat sosialis. Dalam sebuah konferensi nasional tentang agama yang dilaksanakan bulan April tahun ini, dia mendorong administrasi pemerintah yang dia pimpin untuk memastikan bahwa agama-agama ‘menggabungkan doktrin agamawi dengan budaya Cina, tunduk pada hukum dan aturan Cina, dan membaktikan diri untuk reformasi Cina dan mendorong modernisasi sosialis untuk bersumbangsih pada realisasi impian nasional Cina untuk mencapai rejuvenasi,’ dan berargumen bahwa peran Partai adalah untuk ‘membimbing dan mengedukasi kelompok agamawi dan para pengikut mereka tentang nilai-nilai inti sosialis….’ Kata-katanya mengukuhkan penekanan yang sudah dilakukan di seluruh negara itu terhadap institusi-institusi agama, termasuk sebuah kampanye untuk menghancurkan tanda-tanda salib, penangkapan semena-mena atas gembala-gembala sidang dan pengacara-pengacara mereka, dan penekanan terhadap kaum Budha Tibet dan Muslim Uyghur. Karena China Aid menerima laporan tentang penganiayaan terhadap Kristen, rangkuman ini akan menggarisbawahi kasus-kasus mereka sebagai sampel penekanan yang luas terhadap keberimanan.

Berbagai kampanye penganiayaan membuat 2016 menjadi salah satu tahun yang paling penuh tirani setelah Revolusi Budaya. Sementara para pengacara hak asasi manusia terus berjuang untuk hak membela klien-klien mereka tanpa mendapatkan serangan hukum, para pejabat di propinsi Zhejiang meluncurkan tahun ketiga berturut-turut program pembersihan yang menargetkan penghancuran simbol-simbol salib. Propinsi Henan meluncurkan suatu gerakan yang berfokus untuk memaksa gereja-gereja Katolik dan Protestan yang “ilegal” untuk tunduk pada nilai-nilai sosialis, dan para pejabat menangkap dan memenjarakan anggota-anggota gereja. … Seorang pengacara Kristen lainnya, Li Heping, menghilang dalam tahanan polisi pada 10 Juli 2015, diikuti oleh saudaranya, pengacara Li Chunfu, pada 1 Agustus tahun yang sama. Li Heping secara resmi ditahan tanggal 8 Jan. 2016, dengan tuduhan “merongrong kekuasaan negara.” Sejak mereka menghilang, anggota keluarga tidak dapat menghubungi kedua orang tersebut. … Gerakan ini mencerminkan trend politik baru yang diimplementasikan oleh pemerintah Cina, yang memperketat kendali atas aktivitas agama yang damai, misalnya dengan menghukum pertemuan gereja rumah dengan memenjarakan oran Kristen atau mendenda berat para pemimpin gereja, melarang para pengikut agama untuk mengikuti konferensi atau pelatihan di luar negeri, dan melarang anak-anak menerima pengajaran agama.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Para Ilmuwan Menemukan Aspek Baru dari Sistem Imun Tubuh

(Berita Mingguan GITS 5 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ahli biologi di Imperial College London telah menemukan sebuah aspek baru dari sistem imun manusia yang berhubungan dengan epitop, yaitu molekul-molekul pada permukaan sel yang mengidentifikasi toksin atau patogen asing dalam tubuh (misalnya bakteri atau virus). Epitop mengenali patogen melalui suatu antigen, yaitu molekul unik milik patogen tersebut. Epitop lalu membuat semacam tag atau tanda pengenal pada antigen tersebut, yang akan mengisyaratkan antibodi untuk menyerangnya. Sebagian aspek dari proses sinyal yang luar biasa ini sudah diketahui sebelumnya, tetapi sekarang dipahami bahwa ternyata sistem ini jauh lebih luas dan kompleks dari yang dikira semula. Penemuan ini baru ini begitu penting, sehingga dianalogikan dengan menemukan suatu benua baru. Biologis Michael Stumpf mengatakan, “Ini dapat memimpin bukan hanya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana sistem imun bekerja, tetapi juga dapat memberi petunjuk cara-cara baru pemgembangan terapi dan obat dan vaksin” (“Scientists have discovered,” Science Alert, 21 Okt. 21, 2016).

Apa yang ilmuwan telah temukan selama setengah abad terakhir adalah bahwa sel makhluk hidup adalah suatu dunia yang penuh dengan kompleksitas. Sungguh kompleksitas di dalam kompleksitas di dalam kompleksitas, dan ini sudah nyata walaupun para ilmuwan baru mulai memahami dunia molekuler dan atom. Berbagai sistem di dalam sel makhluk hidup membuat mesin-mesin kompleks buatan manusia, seperti mikroskop elektron, terasa seperti mainan, dan bukan hanya sederhana tetapi juga tidak hidup dan tidak dapat berkembang biak. Dari hal ini saya mendapat pelajarn bahwa sel makhluk hidup memiliki seorang pencipta, sama seperti mikroskop memiliki pencipta, tetapi Pencipta sel makhluk hidup jauh lebih intelijen dan berkuasa. Saya tidak pernah bermasalah percaya ada Allah, bahkan ketika saya masih memberontak dan belum selamat. Setiap aspek dari dunia ciptaan bersaksi tentang Dia. Tetapi percaya ada Allah tidak sama dengan keselamatan. Keselamatan memerlukan iman pada Injil Yesus Kristus: bahwa Allah menjadi manusia melalui kelahiran perawan, menjalani hidup tanpa dosa, dan menjadi penebusan bagi dosa manusia dengan menderita dan berdarah di atas salib Kalvari, mati, dan bangkit dari kematian setelah tiga hari. Saya menjadi 100% percaya pada injil Yesus Kristus 43 tahun yang lalu dan tidak pernah meragukan atau menyesalinya. Ada yang mengejek iman saya tidak masuk akal bahwa Allah menjadi manusia, tetapi saya mengejek iman mereka bahwa cacing dapat menjadi manusia.

Posted in Science and Bible | Leave a comment