Peta Menyerukan Agar Penerjemah NIV Menghormati Binatang

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) menyerukan kepada para penerjemah NIV yang baru untuk menghilangkan apa yang mereka sebut bahasa yang “speciesis” (condong terhadap spesies tertentu, seperti rasis adalah condong terhadap ras tertentu) dan agar mereka mengacu kepada binatang dengan menggunakan kata ganti “he” atau “she” dan bukan “it” (“PETA: Don’t Call Animals It,” CNN Belief Blog, 23 Maret 2011). Bruce Friedrich, wakil presiden PETA untuk urusan kebijaksanaan, mengatakan bahwa “menyebut binatang dengan kata ‘it’ menghilangkan sesuatu dari mereka; mereka dikasihi Allah.” Jadi sepertinya anjing dan babi juga perlu self-esteem (harga diri). Mungkin kita juga perlu mengharuskan para peternak untuk menyewa psikolog bagi binatang-binatang mereka. Jelas sekali bahwa orang ini tidak tahu Alkitab sama sekali. Alkitab mengatakan bahwa binatang diciptakan demi manusia. Hanya manusia yang diciptakan dengan rupa Allah (Kej. 1:25-27). Di seluruh Alkitab kita melihat contoh manusia mempergunakan binatang untuk pekerjaan, mengendarai mereka untuk transportasi dan perang (Neh. 2:12; Maz. 32:9; Ams. 21:31; Mat. 21:1-7), membajak dengan mereka (Ul. 25:4), dll. Tidak ada dalam Kitab Suci hal seperti ini dipersalahkan. Ini tidak berarti manusia boleh kejam terhadap binatang; ini berarti manusia punya hak dari Tuhan untuk berkuasa atas ciptaan dan untuk mempergunakannya bagi keperluan-keperluan manusia. Alkitab mengedepankan kebaikan bahkan terhadap binatang-binatang di dunia ini (Ams. 12:10). Mengenai vegetarianisme, sejak zaman Nuh hingga hari ini Allah telah menetapkan bahwa manusia boleh makan daging binatang (Kej. 9:3). Bangsa Israel makan daging. Tuhan Yesus Kristus makan daging. Santapan Paskah adalah seekor domba (Kel. 12:5-10), dan Kristus makan malam Paskah (Mat. 26:17-19). Dia juga makan ikan (Luk. 24:42, 43). Ada orang yang mau membuat kita percaya bahwa larangan untuk makan daging babi dan daging-daging lain adalah untuk alasan kesehatan, tetapi tidaklah demikian. Larangan makanan tertentu di Perjanjian Lama adalah untuk memisahkan Israel dari bangsa-bangsa lain dan untuk mengajar kepadanya perbedaan antara sesuatu yang kudus dan yang najis. Dalam gereja-gereja Perjanjian Baru, Allah telah menghilangkan larangan makanan tersebut. Bahkan, dalam 1 Timotius 4:1-5 kita membaca bahwa mereka yang “melarang orang makan makanan” sedang mengajarkan ajaran setan-setan. Tidaklah kejam ketika seseorang membunuh binatang dalam proses berburu atau memancing atau memakannya. Tidaklah kejam untuk membantai binatang untuk makanan. Itu salah satu alasan Allah menciptakan binatang. Orang Kristen bebas untuk makan daging dan bebas untuk tidak makan daging. Itulah pengajaran dalam Roma 14:2-3, 6. Petrus berbicara mengenai “hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan” (2 Pet. 2:12). Ini mengacu kepada binatang seperti babi dan ayam yang memang diciptakan untuk makanan manusia (setelah kejatuhan dalam dosa dan air bah).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Misionari Penerjemah Alkitab Terbunuh Oleh Pengeboman Di Israel

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang misionari dari Inggris terbunuh dalam pengeboman baru-baru ini di Yerusalem. Mary Jane Gardner, yang tergabung dalam Wycliffe Bible Translators, telah bekerja menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Perancis-Ife bagi suku Togo selama 20 tahun. Dia terbunuh pada tanggal 23 Maret ketika sebuah bom meledak dekat sebuah perhentian bis di Yerusalem. Lima orang Amerika juga terluka dalam serangan tersebut. Gardner berada di Israel untuk belajar Ibrani untuk tujuan penerjemahan Perjanjian Lama. Dilaporkan bahwa orang-orang Palestina saling mengirimi kue di jalan-jalan kota-kota mereka untuk merayakan pengeboman yang sukses tersebut (“Terror Attack’s Victim Was Bible Translator,” WorldNetDaily, 31 Maret 2011). William Murray, pemimpin dari Religious Freedom Coalition, mengatakan bahwa sudah biasa bagi media massa untuk tidak melaporkan ketika ada orang Kristen Amerika atau Eropa yang mati karena serangan teroris di Israel. “Sepertinya media ingin membuat gambaran bahwa orang-orang Palestina hanya membunuh orang Israel, dan kalau begitu maka tidak ada masalah,” demikian dia katakan.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Alarm Kelelawar Yang Tak Pernah Gagal

(Berita Mingguan GITS 09 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dari Creation Moments, 22 Maret 2011: “Kelelawar yang bergerak cepat membelah angkasa dalam kegelapan, senyap tak bersuara bagi makhluk yang tidak dapat mendengar radar ultrasonic mereka. Bagaimana mungkin jangkrik malam – kudapan bagi kelelawar – dapat mempertahankan diri? Coba kita menyelesaikan masalah ini dari sudut pandang Pencipta, yang ingin memberikan jangkrik malam kesempatan untuk melarikan diri dari kelelawar. Tentunya bisa saja kamu mendesain jangkrik tersebut agar tetap bersembunyi pada malam hari, namun kalau demikian bukan jangkrik malam lagi namanya. Kamu juga bisa saja memberikan si jangkrik kemampuan untuk mendengar radar kelelawar, tetapi itu saja tidak dapat menolong si jangkrik jika dia tidak dapat melarikan diri. Solusi yang diciptakan oleh sang Pencipta yang sejati untuk membantu si jangkrik malam mempertahankan hidupnya adalah suatu contoh lain desain yang luar biasa. Ia telah membuat dalam tubuh di jangkrik sebuah detektor kelelawar yang berukuran satu sel saja, terpatri ke dalam sistem saraf si jangkrik. Detektor ini akan terpicu oleh frekuensi suara yang dipakai oleh kelelawar untuk bernavigasi. Ketika terpicu, sel ini akan menembakkan hingga 500 impuls per detik. Impuls-impuls saraf ini secara otomatis akan membuat jangkrik menjauhi sumber suara ultrasonik tersebut. Fakta teknis yang paling menakjubkan tentang detektor kelelawar ini adalah ia hanya bekerja jika si jangkrik sedang terbang dan rawan diserang kelelawar. Ketika jangkrik aman dari kelelawar – misalnya sedang beristirahat, atau bersembunyi, makan, atau membersihkan diri – sel detektor kelelawar tidak akan menembakkan peringatan sama sekali! Keindahan yang sangat jitu yang didesain oleh sang Pencipta ke dalam si jangkrik demi perlindungannya adalah saksi akan hikmatNya dalam mengurus semua yang telah Ia ciptakan. Belajarlah lebih banyak lagi akan hikmat ini dalam Alkitab.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

CCM Dipenuhi Kristus Palsu dan Allah Palsu

(Berita Mingguan GITS 02 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang gembala sidang menulisi saya untuk mengritik saya karena peringatan-peringatan saya tentang bagaimana West Coast (sebuah sekolah Alkitab di California) mengadaptasi CCM (Contemporary Christian Music). Dia mengatakan bahwa kalau posisi saya benar, dan jika kita berhenti memakai CCM karena kesesatan para penulis lagu-lagu tersebut, maka saya juga harus berhenti memakai himne-himne Protestan kuno, dan saya harus berhenti memakai Alkitab King James karena diterjemahkan oleh Anglican. Dalam balasan saya, saya menjawab bahwa apapun perbedaan doktrin antara seorang Baptis dengan seorang Protestan kuno, minimal kita masih memiliki Allah yang sama, tetapi seringkali itu tidak benar berkaitan dengan Contemporary Christian Worship. Faktanya, secara doktrinal seorang Baptis yang kuno jauh lebih dekat dengan Protestan kuno dibandingkan dengan khalayak CCM hari ini. Banyak artis-artis CCM yang berpengaruh hari ini yang menyembah allah yang bukan Tritunggal. Sebagai contoh adalah Geron Davis, Joel Hemphill, Mark Carouthers, Lanny Wolfe, dan Phillips, Craig dan Dean. Artis-artis CCM lainnya menyembah allah yang bukan pembalas. Stuart Townsend, misalnya, menyangkal bahwa Allah memiliki sifat pembalas, yang adalah suatu penolakan terang-terangan terhadap Allah yang dalam Alkitab. (Stuart Townsend, “Mission: Worship, The Story Behind the Song,” http://www.youtube.com/watch?v=BdVQNyQmdM4). Banyak artis CCM yang menyembah allah yang tidak menghakimi. Lihat saja betapa populernya buku The Shack di kalangan artis CCM. Buku ini sudah didukung oleh Michael W. Smith dan telah diterima baik di lingkaran CCM yang terkemuka misalnya Calvary Chapels, gereja-gereja Vineyard, dan Hillsong. “allah” dalam The Shack adalah allah gereja emerging, allah orang-orang seperti Brian McLaren dan Rob Bell. “allah” ini cool, suka rock & roll, tidak menghakimi, tidak murka terhadap dosa, tidak mengirim orang-orang yang tidak percaya ke neraka yang berapi-api kekal, tidak mengharuskan pertobatan dan kelahiran kembali, tidak menaruh tuntutan terhadap manusia. Banyak artis CCM yang menyembah kristus pemberontak. Mark Stuart dari Audio Adrenaline mengatakan, “Yesus Kristus adalah pemberontak terbesar yang pernah ada di muka bumi” (Pensacola News Journal, Pensacola, Florida, 1 Maret 1998, hal. 1, 6E). Sonny dari P.O.D mengatakan, “Kami percaya Yesus adalah pemberontak pertama; punk rocker pertama” (http://www.shoutweb.com/interviews/pod0700.phtml). Ini adalah penghujatan yang nyata. Alkitab mengatakan bahwa pemberontakan itu seperti dosa bertenung (1 Samuel 15:23, dalam bahasa asli “pendurhakaan” adalah “pemberontakan”). Seorang pemberontak adalah seorang yang melanggar hukum, tetapi Kristus adalah pemberi hukum yang datang ke bumi untuk memenuhi tuntutan hukumNya sendiri (Mat. 5:17-19). Banyak artis CCM yang menyembah kristus yang suka pesta rock & roll. Carman, dalam video-nya Live…Radically Saved, mengatakan “Yesus selalu cool; Dia selalu hebat.” Petra mengatakan bahwa “Allah memberikan rock and roll kepada kamu/Taruhlah dalam jiwa semua orang.” Dalam lagu “Party in Heaven,” Band Daniel menyanyikan “Sang Domba dan Saya sedang minum anggur [yang memabukkan].” Phil Driscoll mengatakan, “Allah adalah Raja Jiwa; Dia adalah Raja semua Ritme” (dikutip oleh Tim Fisher, Battle for Christian Music, hal. 82). Band Messiah Prophet mengatakan, ‘Yesus adalah Master Metal,” dan Barren Cross mengatakan, “Lebih hebat dari obat, Yesus nge-rock.” John Fischer menggambarkan Allah sedang menghisap cerutu sambil bergoyang dengan musik rock (CCM Magazine, Juli 1984, hal. 20), sementara J. Lee Grady mengatakan bahwa Yesus menikmati dansa bersama para malaikat dan “meliuk-liuk terhadap suara R & B Kristen yang keluar dari boom box” (Charisma, Juli 2000). Bahwa khalayak ramai CCM menyembah allah yang berbeda dengan seorang “kuno” yang percaya Alkitab adalah alasan mengapa mereka begitu nyaman memakai musik yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu yang mengedepankan seks oleh dunia sekuler. Sebagaimana Gene Simmons dari KISS mengatakan, “itulah inti dari rock – seks dengan bom 100 megaton, beat-nya itu” (Entertainment Tonight, ABC, 10 Des. 1987). Tetapi kalau allah kamu tipe yang tidak menghakimi, pemberontak, pecinta pesta rock & roll, itu tentu tidak penting!

Posted in musik | Leave a comment

ATP: Bensin untuk Sel Hidup

(Berita Mingguan GITS 02 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)Sel makhluk hidup mendapatkan energi dari ATP (Adenosine TriPhosphat), yang dibentuk dalam mitokondria sel oleh sebuah motor generik yang luar biasa yang disebut APT-synthase. Tanpa ATP, tidak akan ada kehidupan biologis dan tanpa motor ATP tidak akan ada ATP. Satu triliun triliun motor yang kompleks ini hanya akan mengambil tempat sebesar kepala jarum pentul. Mereka biasanya berputar dengan kecepatan 10.000 rpm dan itu membuat gaya torsi yang sangat besar, setiap putaran akan menghasilkan tiga molekul ATP. “Tubuh manusia menghasilkan ATP seberat tubuhnya sendiri setiap hari, dihasilkan oleh triliunan motor-motor ini. Dan ATP ini dengan cepat sekali akan dikonsumsi sebagai energi yang vital bagi reaksi biokimia, termasuk sintesis DNA dan protein, kontraksi otot, transportasi nutrien dan impuls saraf. Organisme tanpa ATP adalah ibarat mobil tanpa bensin. Sianida sedemikian beracun karena zat tersebut menghentikan produksi ATP…..karena energi sedemikian vital bagi kehidupan, kehidupan tidak dapat berevolusi tanpa motor penghasil ATP ini berfungsi secara penuh. Ini adalah masalah yang jauh lebih mendasar lagi: seleksi alam per definisi adalah proses yang memerlukan reproduksi, jadi memerlukan hal-hal yang bisa mereproduksi diri sendiri sejak awalnya. Namun demikian reproduksi diri sendiri memerlukan ATP sebagai energi! Demikian juga untuk mengekspresikan informasi yang terseleksi. Jadi, kalaupun suatu rangkaian langkah perlahan dapat dibayangkan hingga mencapai “puncak mustahil” ini, tidak akan ada cara bagi seleksi alam untuk memanjatnya. Ini karena semua bentuk-bentuk menengah hipotetis tidak memiliki energi dan oleh karena itu mati” (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 135, 136). Suatu gambaran grafis akan motor ATP-synthase dapat dilihat di http://4simpsons.wordpress.com/2010/11/22/an-86-second-example-of-intelligent-design/

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Serangan Baru Rob Bell Terhadap Neraka

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Buku baru Rob Bell yang berjudul Love Wins telah menimbulkan kontroversi besar, yang cukup membingungkan. Orang tersebut telah menyangkal adanya suatu neraka yang berapi-api kekal dan mengajarkan iman universalism (bahwa semua orang pada akhirnya akan masuk Surga) sejak lama. Dalam suatu wawancara tahun 2005 dengan Beliefnet, Bell mengatakan “gereja harus berhenti melihat semua orang dalam kategori masuk atau keluar, selamat atau tidak selamat, orang percaya atau orang bukan percaya.” Dalam bukunya yang berpengaruh, Velvet Elvis, yang populer di kalangan Southern Baptist, dia menggambarkan suatu pernikahan yang dia laksanakan bagi dua orang yang tidak percaya yang memberitahu dia bahwa “mereka tidak mau Yesus atau Allah atau Alkitab atau agama dibicarakan” tetapi mereka mau dia membuat pernikahan itu “serohani mungkin” (hal. 76). Bell setuju dengan permintaan yang sangat konyol ini dan mengatakan bahwa teman-teman kafirnya itu “bergema dengan Yesus, entah mereka mau mengakuinya atau tidak” (hal 92). Buku Bell yang paling baru, Love Wins, meneruskan hal-hal yang sama. Bukan hanya dia mengajarkan hampir-universalisme (dia menyangkal mengajarkan universalisme, tetapi pada kenyataannya memang demikian), ia memberitakan allah palsu, kristus palsu, injil palsu, surga palsu, dan neraka yang palsu. Ia sangat ahli dalam hal mengutip Alkitab di luar konteks dan memasukkan kesesatan-kesesatannya ke dalam teks. Walaupun Bell menyangkal dia percaya universalisme, dengan jelas dia mendukung hal itu dalam buku ini, walaupun dia bisa saja menyisakan ruang bagi orang-orang tertentu untuk masuk ke semacam neraka untuk sementara waktu. Perhatikan dua dari sekian banyak kutipan sebagai bukti: “Penekanan bahwa Allah akan bersatu dan berdamai dengan semua manusia adalah suatu tema yang para penulis dan para nabi ulangi terus menerus . . . Allah yang Yesus ajarkan tidak pernah menyerah hingga segala sesuatu yang terhilang telah ditemukan. Allah ini tidak pernah menyerah. Tidak pernah” (Love Wins, Kindle location 1259-1287). “Kasih Allah akan melumerkan semua hati yang keras, dan bahkan ‘orang berdosa yang paling parah’ sekalipun pada akhinrya akan menyerah dalam perlawanan mereka dan kembali kepada Allah. Dan demikianlah, mulai dari gereja awal, ada tradisi Kristen yang sejak kuno bahwa Allah pada akhirnya akan merestorasi segala sesuatu dan semua orang” (Love Wins, location 1339-1365) Bell bahkan mengklaim bahwa Sodom dan Gomora akan direstorasi (location 1057-1071, 1071-1082). Bell hanya punya olok-olok bagi berita Injil bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa manusia dan bahwa mereka yang bertobat dan percaya (dan hanya mereka yang bertobat dan percaya) akan diselamatkan. Sebagaimana gaya kebanyakan penyesat, Bell meredefinisi ulang istilah-istilah Alkitab. Ia mendefinisikan baik surga maupun neraka sebagai realita di bumi ini. Ia mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan dalam Alkitab mengenai neraka sebagai tempat api dan penyiksaan hanyalah puisi.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments

Allah Baru Rob Bell

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam buku barunya, Love Wins, Rob Bell bukan hanya menolak doktrin Alkitab mengenai neraka; dia menolak Allah dalam Alkitab dan dalam aksinya itu ia menolak Allah yang disembah oleh kakek neneknya. Allah-nya Bell bukanlah Pemberi Hukum yang kudus, kudus, kudus, yang membenci dosa. Dalam buku Love Wins, ada foto akan sebuah lukisan yang tergantung di rumah nenek Bell. Lukisan itu menggambarkan surga sebagai suatu kota yang bersinar-sinar di ujung jauh dari sebuah jurang yang gelap dan membara. Membentangi jurang itu adalah sebuah salib di atas mana orang-orang dapat berjalan menuju selamat. Bell mengklaim bahwa Allah yang digambarkan oleh lukisan ini tidaklah agung atau berkuasa (Love Wins, location 1189-1229). Ia menyebut tindakan pemberitaan neraka yang kekal sebagai sesuatu yang “salah dan beracun,” suatu “pandangan murahan tentang Allah,” dan “mematikan” (location 47-60, 2154-2180). Ia mengimplikasikan bahwa Allah seperti ini bukanlah teman sejati dan pelindung; ia mengatakan bahwa ada yang salah dengan Allah semacam ini dan menyebutNya “menakutkan dan membuat trauma dan menyebalkan” (location 1273-1287, 2098-2113). Dia bahkan mengatakan bahwa jika seorang ayah di bumi berlaku seperti Allah yang mengirim orang ke neraka, “kita akan menelpon petugas sosial sesegera mungkin” (location 2085-2098). Jelas sekali bahwa Bell sama sekali tidak mau berurusan dengan Allah yang disembah oleh nenek moyangnya. Allahnya Bell lebih mirip allah New Age yang panentheistik daripada Allah Alkitab. Ia menggambarkan Allah sebagai “suatu kuasa, suatu energi, suatu pribadi yang memanggil kita dalam berbagai bahasa, menggunakan berbagai cara dan tindakan” (Love Wins, location 1710-1724). Bell juga menyembah suatu kristus yang palsu. Yesus dia adalah “di atas budaya … hadir dalam semua budaya … menolak untuk dimiliki oleh budaya manapun … Dia bahkan tidak pernah menyatakan bahwa mereka yang datang kepada Bapa melalui Dia akan tahu bahwa mereka hanya bisa datang melalui Dia … hanya ada satu gunung, tetapi banyak jalan. …Orang datang kepada Yesus melalui berbagai jalan … Kadang-kadang orang memakai namaNya; di saat lain mereka tidak memakai namaNya” (Love Wins, location 1827-1840, 1865-1878, 1918-1933).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Bagaimana Dengan Mereka Yang Tidak Percaya Yesus Secara Pribadi?

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Apakah semua orang yang tidak beriman kepada Kristus akan masuk neraka, apa itu neraka, dan apakah penghakiman itu kekal sifatnya, adalah topik-topik yang penting dalam pemberitaan Injil. Apakah Allah “menyelamatkan sebagian orang yang tidak pernah beriman kepada Yesus Kristus?” Alkitab mengatakan sama sekali tidak! Efesus pasal dua memberitahu kita tentang kondisi setiap individu di luar iman yang menyelamatkan dalam Kristus Yesus. Dia mati dalam pelanggaran dan dosa (ay. 1), dikuasai dan hidup menurut kuasa Setan (ay. 2), orang durhaka (ay. 2), menuruti hawa nafsu daging (ay. 3), pada dasarnya orang yang harus dimurkai (ay. 3), tanpa Kristus (ay. 12), tidak mendapat bagian dalam janji Allah (ay. 12), TANPA PENGHARAPAN (ay. 12), TANPA ALLAH DI DALAM DUNIA (ay. 12), jauh dari Allah (ay. 13). Alkitab sama sekali tidak memberikan pengharapan bagi mereka yang mati tanpa iman pribadi kepada Kristus. Tuhan Yesus Kristus telah menuntaskan masalah ini sebelum kitab Efesus ditulis. Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Kristus mengatakan dengan tegas, “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3). Nikodemus adalah seorang Yahudi yang sangat beragama dan tulus, dan jikalau ada tipe orang yang bisa ke Surga tanpa lahir kembali, mestinya itu adalah orang seperti dia. Yesus Kristus mengatakan bahwa itu tidak akan terjadi. Dalam percakapan yang sama Yesus mengatakan, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia TELAH BERADA DI BAWAH HUKUMAN, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh. 3:18), dan “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36). Puji Tuhan untuk keselamatan penuh yang dibeli oleh darah Yesus Kristus bagi semua yang mau berseru kepadaNya dalam pertobatan dan iman. Allah ADALAH BAIK; Dia membayar harga penuh keselamatan dengan diriNya sendiri. Kita berdosa, tetapi Allah menderita menggantikan kita. Tidak ada tuduhan ketidakbenaran yang dapat dilontarkan kepada Allah. Marilah kita yang mengenal Tuhan tidak bersalah dalam hal malas memberitakan Injil ke segala penjuru bumi.

Posted in General (Umum), Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Presiden Fuller Seminary Memuji Buku Rob Bell

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Richard Mouw, Presiden dari Fuller Theological Seminary, memberitahu USA Today bahwa “buku baru Rob Bell, Love Wins, adalah buku yang bagus dan bahwa saya pada dasarnya setuju dengan theologinya” (“The Orthodoxy of Rob Bell,” Christian Post, 20 Maret 2011). Ini memberitahu kita betapa jauhnya Fuller Seminary telah meninggalkan akarnya yaitu pelayanan penginjilan “hanya melalui darah” yang dilakukan oleh Charles Fuller. Mouw setuju dengan Bell bahwa adalah salah untuk mengatakan, “Terima Yesus sekarang juga, karena jika sepuluh menit dari sekarang kamu mati tanpa menerima tawaran ini Allah akan menghukummu selamanya dalam api neraka.” Mouw berkomentar, “Allah seperti apa yang kita presentasikan kepada orang tersebut?” Jawabannya adalah Allah Alkitab dan Allah yang dikhotbahkan oleh pendiri Fuller Theological Seminary. Adalah Bell dan Mouw yang memiliki allah baru. Mouw mengatakan bahwa setelah seorang teman dia, seorang rabbi, meninggal, dia “berharap bahwa ketika dia melihat Yesus dia akan mengakui bahwa selama ini Dialah yang benar, dan bahwa Yesus akan menyambut dia ke lingkup surgawi.” Saya tidak pernah membaca hal seperti itu dalam Alkitab, tetapi C.S. Lewis mengajarkan hal ini. Mouw mengatakan bahwa mereka yang mempertanyakan keselamatan Bunda Teresa hanya karena dia percaya Injil palsu seharusnya malu akan diri mereka sendiri. Mouw mengimplikasikan bahwa para pengritik Bell hanya mau membuat orang tidak masuk Surga, yang jelas adalah tuduhan yang konyol dan fitnah. Mouw ingin kita percaya bahwa dia lebih kasih daripada Yesus, yang dengan tajam berkata, “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Lukas 13:3, 5). Baik Bell maupun Mouw komplain tentang “pengritik” mereka, tetapi mereka tidak segan-segan untuk menyerang dengan hebat para “fundamentalis.” Bell menyebut khotbah tentang api neraka sesuatu yang “mematikan,” “beracun,” “tidak mengasihi,” “menakutkan,” suatu “pandangan murahan tentang Allah.” Hey, tidak ada yang menghakimi siapapun kan! Semuanya hanyalah dialog yang penuh kasih dan toleran!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pengaruh C.S. Lewis Dalam Membuat Kaum Injili Lemah Mengenai Neraka

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
C.S. Lewis (1898-1963) disebut “Superstar” oleh majalah Christianity Today. Dalam sebuah jajak pendapat tahun 1998, C.S. Lewis mendapat suara sebagai penulis Injili yang paling berpengaruh, dan mengingat betapa kacaunya kondisi rohani-doktrinal-moral kaum Injili hari ini, hasil jajak pendapat ini sungguh mencelikkan. Salah satu cara Lewis telah mempengaruhi Injili adalah dalam hal yang sangat fondasional yaitu neraka dan eksklusivitas keselamatan melalui nama Kristus. Lewis mengatakan bahwa tidaklah terlalu salah untuk berdoa kepada Apollo, karena melakukan itu adalah “berbicara kepada Kristus sub specie Apollonius” (C.S. Lewis kepada Chad Walsh, 23 Mei 1960, dikutip dari George Sayer, Jack: A Life of C.S. Lewis, 1994, hal. 378). Lewis di tempat lain mengklaim bahwa para pengikut agama-agama kafir dapat diselamatkan tanpa iman pribadi dalam Kristus Yesus (C.S. Lewis, Mere Christianity, HarperSanFrancisco edition, 2001, hal. 64, 208, 209). Dalam seri Narnia yang populer, yang telah mempengaruhi banyak sekali anak-anak, Lewis mengajarkan bahwa mereka yang melayani Setan dengan tulus (yang disebut Tash) sebenarnya melayani Kristus (Aslan) dan pada akhirnya akan diterima oleh Allah. “Tetapi saya kata, ‘Ah, sayang sekali, Tuhan, saya bukan anakmu melainkan hamba Tash.’ Dia menjawab, ‘Anak, semua yang kau lakukan bagi Tash, saya hitung sebagai pelayanan terhadap ku.’ ….Jadi, jika seseorang bersumpah demi Tash dan menepati sumpahnya demi sumpah itu, sebenarnya dia bersumpah demiku, walaupun dia tidak mengetahuinya, dan adalah Aku yang memberinya pahala” (The Last Battle, pasal 15, “Further Up and Further In”). Jadi, tidaklah mengherankan bahwa Lewis dikutip sebagai pengaruh yang besar oleh para Injili yang lunak perihal neraka. Clark Pinnock mengatakan, “Ketika saya seorang percaya yang muda pada tahun 1950an, C.S. Lewis membantu saya mengerti hubungan antara kekristenan dan agama-agama lain dengan cara yang inklusif” (“More Than One Way? Zondervan, 1996, hal. 107). Richard Mouw mengatakan, “Jika saya diberi tugas untuk menulis suatu esai theologis tentang “Eskatologinya Rob Bell,” saya akan mulai tugas itu dengan membeberkan dasar-dasar perspektif C.S. Lewis mengenai surga dan neraka” (“The Orthodoxy of Rob Bell,” Christian Post, 20 Maret 2011). Dalam bagian Ucapan Terima Kasih dalam buku Love Wins, Rob Bell menulis, “….kepada orang tua saya, Rob dan Helen, karena menyarankan ketika saya SMA untuk membaca C.S. Lewis.” Hati-hati terhadap C.S. Lewis. Bahwa dia dicintai sama rata oleh “Injili yang konservatif,” para emergent yang menolak neraka, rocker Kristen, Katolik, Mormon, dan bahkan sebagian Atheis, sudah cukup sebagai peringatan bagi mereka yang memiliki telinga untuk mendengar.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment