Tahun Kelinci

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)Di seluruh Asia minggu lalu, Tahun Baru kalender lunar (Cina) menghantarkan Tahun Kelinci. Didasarkan pada astrologi, kelinci menempati posisi keempat dalam zodiak Tionghoa. Kelinci “dihubungkan dengan bulan dan menyimbolkan kesenangan dan keberuntungan” (“Asia Prays for Luck in Year of Rabbit,” Bangkok Post, 4 Feb. 2011). Akar dari sistem zodiak ini adalah Babel kuno. Menara Babel, yang dibangun atas petunjuk Nimrod, didedikasikan untuk menyembah matahari, bulan, dan planet-planet, dan di situlah astrologi diciptakan. Bagian puncak dari menara tersebut adalah untuk “sampai ke langit” (Kejadian 11:4), bukan berarti orang Babilonia kuno percaya mereka dapat benar-benar membuat suatu menara yang sampai ke langit; itu berarti mereka memakai menara itu sebagai suatu jalur agama untuk sampai kepada allah (langit). Itu semua adalah mistikisme kafir. Dewa bulan Sin dan dewa matahari Shamash disembah sejak zaman Nimrod hingga jatuhnya Babilonia Baru pada tahun 539 SM pada pemerintahan Belsyazar, dan terus disembah di Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Penyembahan Baal juga mulai dari Babilonia, dan ia berhubungan bukan hanya dengan penyembahan bintang, tetapi juga dengan pencarian keberuntungan. Korban akan dipersembahkan kepada Baal dengan harapan ia akan memberikan para penyembah itu cuaca yang baik, panen yang baik, pekerjaan yang baik, kebahagiaan, keberuntungan, sukses. Melihat semua ini, Baal masih sangat banyak disembah di dunia modern ini. Penyembahan berhala sejak dulu adalah mengenai mencari keberuntungan dalam hidup ini, dan hal ini sangat menarik bagi manusia berdosa yang tamak dan hanya hidup untuk hari ini. Penyembahan berhala bukanlah tentang Allah, tetapi tentang “saya.” Bukan tentang berserah kepada Allah; tetapi tentang bagaimana memanipulasi para ilah.
EDITOR: Orang-orang Tionghoa Kristen yang lahir baru boleh saja mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas penyertaan selama satu tahun (memperingati satu tahun telah berlalu dalam acara tahun baru), tetapi janganlah terperangkap ke dalam sistem zodiak tionghoa. Masih banyak yang mencari shio yang bagus untuk anaknya, mempertimbangkan jenis tahun untuk keputusan bisnis, dll. Ini semua adalah perangkap Iblis.

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , | Leave a comment

Kekristenan Demas

(Berita Mingguan GITS 12 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org) Keduniawian bukanlah barang baru. Dua ribu tahun yang lalu, teman sekerja Paulus, Demas, mencintai dunia ini (2 Tim. 4:10). Tetapi keduniawian hari ini telah menjadi suatu filosofi yang dipertahankan sementara pemisahan (separasi) telah menjadi sesuatu yang dianggap legalistik dan bersifat Farisi. Sebelumnya, mereka yang duniawi harus bertahan, tetapi sekarang mereka menyerang. Jalan Demas telah menjadi jalan yang benar, dan ini adalah penggenapan nubuat Alkitab. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Sobat sekalian, bertentangan dengan pendapat umum, separasi dari dunia bukanlah hal yang minor. Justru sebaliknya, separasi adalah salah satu doktrin utama Firman Allah. Lihat saja Yohanes 15:19; 17:14; Roma 12:2; Galatia 6:14; Efesus 5:11; 2 Timotius 2:22; Titus 2:11-12; Yakobus 1:27; 4:4; 1 Petrus 2:11-12; 4:1-4; 1 Yohanes 2:15-17; 5:19; Amsal 4:14-15. Bagi seorang percaya yang sudah dibasuh oleh darah Yesus, jika ia menerima perikop-perikop yang berharga ini, yang didasarkan pada kekudusan absolut Allah dan diberikan untuk perlindungan orang-orang percaya, dan ia menerapkannya ke dalam setiap aspek kehidupan, itu bukanlah hidup di bawah hukum Taurat atau bersikap seperti seorang Farisi. Itu adalah suatu tindakan ketaatan; suatu tindakan kasih terhadap Allah dan kebenaran. Itu adalah jalan hikmat dan perlindungan rohani. Di lain pihak, Farisi-isme yang sejati adalah membuat “standar-standar” eksternal tanpa hubungan internal yang sejati dengan Kristus. Saya tahu dari pengalaman pribadi bahwa di banyak lingkungan Baptis Independan jika seseorang tampil baik secara eksternal – jika ia menggunting rambutnya pendek dan memakai dasi dan memakai versi Alkitab yang benar dan ikut acara penginjilan – ia diterima sebagai seorang Kristen yang saleh tidak peduli apakah ia jahat terhadap istrinya atau main mata dengan sekretarisnya atau kejahatan-kejahatan lain yang dia lakukan. Ini adalah kemunafikan dan ini hal yang sangat menghancurkan. Tetapi separasi yang ketat dari dunia sebenarnya adalah hal yang saleh dan benar untuk dilakukan. Bisa saja seorang munafik separasi hanya secara tampak luar dan tidak sungguh-sungguh saleh, tetapi orang yang benar-benar saleh, yang serupa Kristus akan separasi dari dunia, luar dan dalam.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , | 2 Comments

Kebutaan Rohani Pemimpin Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Berean Call, Desember 2010: “Pada tanggal 17 Oktober [1989], Paul dan Jan Crouch menyambut tiga orang Katolik ke dalam program “Praise the Lord” mereka: dua imam dan seorang wanita yang adalah pemimpin awam. Paul memperlihatkan keluguan dan kebodohan theologi yang luar biasa dengan cara mengecilkan perbedaan-perbedaan antara Protestan dan Katolik dan menyatakan bahwa itu semuanya ‘hanyalah masalah perbedaan istilah saja.’ Dengan gembira dia menyambut doktrin Transubstansiasi [doktrin bahwa hosti misa Katolik benar-benar berubah menjadi daging Yesus], suatu kesesatan yang sedemikian besar sehingga ribuan orang telah mati dibakar daripada menerima doktrin tersebut, dan dia mendeklarasikan: ‘Well, kami [Protestan] percaya hal yang sama. Jadi lihat, salah satu hal yang telah memisahkan kita bertahun-tahun ini [Transubstansiasi] tidak seharusnya memisahkan sejak awalnya karena yang kita maksudkan adalah hal yang sama tetapi dengan bahasa yang berbeda….Saya menghapus kata Protestan dari kosa kata saya….saya tidak memprotes apa-apa lagi saat ini….ini waktunya Katolik dan non-Katolik datang bersama sebagai satu dalam Roh dan satu dalam Tuhan.’ Tetapi Katolik memiliki Injil usaha dan ritual melalui meditasi Gereja tersebut.” KESIMPULAN SDR. CLOUD: Ini berita yang sudah lama, tetapi tetap relevan. Gerakan kharismatik dan ekumenisme-nya yang berdasarkan pengalaman dan perasaan adalah salah satu pelekat dalam kesesatan akhir zaman. Hal lain lagi yang sering menyatukan berbagai kesesatan adalah Contemporary Christian Music (CCM). Ia adalah faktor penyatu yang bukan berdasarkan doktrin yang benar. Salah satu dosa dan kesalahan besar Injili adalah mereka diam dan bungkam mengenai masalah-masalah ini. Berapa banyak orang Injili berpengaruh yang telah menegur Paul Crouch dan TBN secara publik? Charles Swindoll mencirikan kebanyakan Injili. Ia mengatakan bahwa walaupun dia tidak setuju dengan theologi kharismatik, ia tidak “menembakkan peluru-peluru artileri theologi” kepada mereka (Grace Awakening, hal. 188). Ini adalah pernyataan yang tidak akurat dan konyol. Menegur dosa dan kesesatan bukanlah “menembak” orang. Itu adalah tindakan kasih terhadap Allah dan kebenaranNya dan adalah tindakan belas kasihan kepada mereka yang sedang tersesatkan. Kita diperintahkan untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3). Pasifisme rohani dan hanya menegur dosa dan kesalahan secara garis besar [bukan secara spesifik] bisa saja memperluas pelayananmu dan dukungan terhadapmu, tetapi tidak akan cukup untuk mengumandangkan seluruh kebenaran di dunia yang gelap ini.

EDITOR: Banyak orang melihat kekristenan hanya terdiri dari dua: Katolik dan Protestan. Ini adalah pandangan yang tidak alkitabiah sekaligus juga tidak historis. Katolik sering mengklaim bahwa semua gereja berasal dari mereka [Katolik], dan mereka menunjuk kepada fakta bahwa gereja Protestan keluar dari Katolik. Tetapi sebenarnya, gereja-gereja Baptis bukanlah Protestan. Gereja-gereja Baptis sudah ada jauh sebelum Reformasi yang dilancarkan Martin Luther (1517). Gereja-gereja Baptis berasal dari orang Baptis pertama: John the Baptist (Yohanes Pembaptis).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penelitian Menguatkan Fakta Bahwa Musik Adalah Suatu Bahasa Universal

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Contemporary Christian Music dibangun di atas dasar bahwa musik itu netral dan hanya kata-katanya saja yang mengandung arti moral. Bahkan musisi sekuler sekalipun tahu bahwa posisi ini sungguh tidak masuk akal. Konduktor orkestra manapun dapat memberitahu anda bahwa musik dengan sendirinya (tanpa kata-kata) adalah suatu bahasa. Sebuah penelitian yang dilaporkan tahun 2009 memperkuat fakta ini. Petani-petani Mafa [nama suatu suku/kelompok]di Kamerun, yang secara kebudayaan terisolasi dari musik Barat, diuji reaksi emosionalnya terhadap musik Barat tersebut. Sebuah tim yang dipimpin oleh Thomas Fritz dari Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences di Jerman, mengatakan: “Saya sungguh terkejut bahwa orang-orang Mafa tersebut secara akurat dapat mengkategorikan emosi-emosi dasar dalam cuplikan-cuplikan musik Barat yang mereka baru dengar pertama kali” (“Two Cultures Grasp Music’s Universal Feeling,” Science News, 11 April 2009). Para pendengar musik tersebut, baik suku Mafa maupun orang Barat, sama-sama dapat mengklasifikasikan musik sebagai sesuatu yang senang, sedih, atau menakutkan. Kedua kelompok sama-sama tidak suka musik yang dissonant [musik yang tidak mengikuti harmoni melainkan tabrakan not-notnya, seperti musik Rock]. Josh McDermott dari Universitas New York mengatakan bahwa hasil penelitian ini cocok dengan indikasi-indikasi yang sudah dimiliki dari awal bahwa manusia menafsirkan petunjuk-petunjuk akustik tertentu dengan cara yang sama. Ketika rock & roll lahir pada tahun 1950an, melalui penggabungan berbagai aliran musik dansa seperti blues dan jazz, back beat yang kuat adalah karakteristik utamanya, karena ritme tersebut mempengaruhi tubuh dengan cara yang dapat diperkirakan dan memenuhi tujuan musik tersebut, yaitu menciptakan perasaan dan gerakan tubuh yang sensual. Ritme yang berat back beat cocok dengan filosofi musik tersebut, yaitu kebebasan moral. “Ini hidupmu dan kamu dapat melakukan apa yang kamu mau.” Ritme musik pop yang berat back beat juga menyampaikan suatu pesan, dan pesan itu bukanlah kesalehan dan penyerahan diri dengan rendah hati kepada otoritas. Ia menyampaikan sebuah pesan yang berlawanan dengan pesan Alkitab, dan siapapun yang mencoba mengadaptasi musik seperti ini dengan memasukkan kata-kata/lirik Kristen sedang menaburkan kekacauan dan anarki moral. Musik rock Kristen, demikian namanya, adalah musik kekristenan yang penuh hawa nafsu yang digambarkan dalam 2 Timotius4:3-4.

Posted in musik | Tagged , , , , , | Leave a comment

Seperti Kristus Dalam Memberi

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Benjamin B. Warfield, “The Person and Works of Christ,” 1950: “Sekarang, hai orang-orang Kristen terkasih, mungkin ada di antara kalian yang siang malam berdoa untuk menjadi cabang-cabang dari pokok anggur yang sejati; kalian berdoa untuk menjadi seperti Kristus. Jika demikian, kalian harus memberi seperti Dia memberi….’ bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya’….Keberatan 1. ‘Uang saya adalah milik saya sendiri.’ Jawaban: Kristus bisa saja berkata, ‘Darah saya adalah milik saya sendiri, hidup saya adalah milik saya sendiri’….dan kalau begitu, di mana kita hari ini? Keberatan 2. ‘Orang-orang miskin itu tidak pantas mendapatkannya.’ Jawaban: Kristus bisa saja mengatakan, ‘Mereka pemberontak jahat…apakah saya akan memberikan hidup saya bagi mereka ini? Saya akan memberikannya bagi para malaikat yang baik.’ Tetapi tidak, Dia meninggalkan yang 99, dan datang mencari yang tersesat. Ia memberikan darahNya bagi yang tidak pantas. Keberatan 3. ‘Orang-orang miskin itu akan salah mempergunakannya.’ Jawaban: Kristus tahu bahwa jutaan orang akan menginjak-injak darahNya dengan kaki mereka, bahwa kebanyakan orang akan membencinya; bahwa banyak yang akan memakainya sebagai alasan untuk berdosa lebih banyak lagi; namun Ia memberikan darahNya sendiri. Oh, orang-orang Kristen! Jika kalian mau seperti Kristus, banyaklah memberi, seringlah memberi, berilah dengan cuma-cuma, kepada yang miskin dan yang jahanam, kepada yang tidak berterima kasih dan yang tidak berhak mendapatkan. Kristus saat ini penuh kemuliaan dan kebahagiaan, dan kalian juga akan demikian. Bukanlah uangmu yang ku cari, tetapi kebahagiaanmu. Ingat kata-katanya, “Lebih berbahagia memberi daripada menerima.”

Posted in General (Umum) | Tagged , , | Leave a comment

Bunglon Berubah Dengan Cara Yang Tak Disangka

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 31 Januari 2011: “Naturalis yang percaya evolusi telah memprediksikan bahwa suatu makhluk hidup seharusnya memiliki strategi yang hampir sama untuk menghadapi predator apapun yang ingin memangsanya. Ketika pengetahuan kita tentang dunia binatang berkembang, mereka mulai menyadari bahwa mereka harus mengkaji ulang prediksi mereka tersebut. Para peneliti kini telah memastikan bahwa seekor bunglon kurcaci yang hidup di Afrika menggunakan strategi yang berbeda-beda tergantung predator mana yang dia hadapi. Dua pemangsa utama yang dihadapi oleh bunglon tersebut adalah ular dan burung. Setelah pengamatan di alam liar, para naturalis tesebut memutuskan untuk menguji reaksi bunglon-bunglon tersebut terhadap predator dalam lingkungan yang terkendali. Mereka menangkap beberapa bunglon lalu menguji respons mereka terhadap ular palsu atau burung mainan. Ketika ular tersebut diletakkan di tempat yang dapat dilihat oleh si bunglon, bunglon tersebut berubah warna menjadi pucat dan menggenggam erat-erat dahan di tempat mereka berada. Ketika burung dimasukkan, bunglon mengubah warna mereka menjadi mirip warna dahan mereka sambil menggenggam bagian bawah dari dahan tersebut. Penelitian lebih lanjut membuat para ilmuwan menyadari hikmat dari strategi ini. Ular memandang ke atas dari tanah dan melihat bunglon dengan latar angkasa yang terang. Burung melihat ke bawah dan melihat dahan-dahan yang gelap. Jelas sekali bahwa para bunglon tidak belajar hal ini dari diri mereka sendiri. Allah memberikan mereka strategi ini untuk perlindungan mereka.”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Bagaimana Adoniram Judson Melamar Ann

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini adalah permintaan yang diajukan oleh Adoniram Judson kepada ayah dari Ann Hasseltine, ketika melamar dia, dengan penuh kesadaran bahwa hidup misionari di India pada zaman itu mirip dengan suatu hukuman mati. “Saya sekarang harus meminta, apakah kamu dapat setuju untuk berpisah dengan putrimu awal musim semi nanti, untuk tidak melihat dia lagi di dunia ini; apakah kamu dapat setuju akan keberangkatan dia, dan kesusahan serta penderitaan hidup misionari yang akan menimpa dia; apakah kamu dapat setuju dia terpapar kepada bahaya perjalanan laut, pengaruh fatal iklim India selatan; kepada segala macam kekurangan dan kesulitan; kepada penghinaan, cemooh, penganiayaan, dan mungkin kematian karena kekerasan. Dapatkah kamu setuju akan semua ini, demi Dia yang telah meninggalkan rumah SurgawiNya, dan mati bagi dia dan bagi kamu; demi jiwa-jiwa kekal yang sedang binasa; demi Sion, dan kemuliaan Allah? Dapatkah kamu setuju akan semua ini, dengan pengharapan akan segera bertemu dengan putrimu di dunia kemuliaan, dengan mahkota kebenaran, terang oleh karena pujian yang akan disampaikan kepadanya oleh sang Juruselamat dari orang-orang kafir yang telah diselamatkan, melalui usaha dia, dari kebinasaan kekal? (Courtney Anderson, To the Golden Shore). Ayah Ann membiarkan Ann untuk membuat keputusannya sendiri, dan dia mengatakan iya, bersedia. Dan dia memang tidak pernah lagi melihat orang tuanya di dunia ini dan dia memang menderita kesusahan besar dan dia memang mati muda, tetapi dia melakukannya demi sang Juruselamat dan jiwa-jiwa yang terhilang. Betapa suatu teladan dan tantangan yang indah.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Tagged , , , , | Leave a comment

Burung Cendrawasih Bukti Kreativitas Dan Seni Sang Pencipta

(Berita Mingguan GITS 29 Januari 2011, sumber: www.creationmoments.org)

Burung Cendrawasih termasuk burung yang paling unik dan paling indah di seluruh dunia. Mereka sedemikian lain dari yang lain sehingga sulit bagi ilmuwan yang percaya evolusi untuk menjelaskan bagaimana makhluk seperti ini berevolusi.

Tahun 1824 adalah pertama kalinya seorang Eropa melihat burung Cendrawasih. Sebelum itu, burung ini dikenal di Eropa hanya melalui bulu dan kulitnya yang dijual oleh penduduk asli kepada para pedagang bulu Eropa. Karena bulu-bulu yang dijual tidak mengikutsertakan kaki, awalnya orang Eropa menyangka bahwa burung Cendrawasih terbang seumur hidup mereka. Bahkan nama Latin burung ini berarti “dari firdaus, tanpa kaki.”

Burung Cendrawasih jantan mungkin adalah salah satu burung yang paling indah di dunia. Ada 42 spesies yang berbeda dengan berbagai campuran umbul-umbul, bulu, dan dekorasi lain yang berwarna-warni. Pada musim kawin, kadang yang dapat terlihat dari burung jantan ini hanyalah gumpalan kuning yang melompat dari dahan ke dahan, zigzag di udara dan berdiri terbalik di pohon-pohon. Ilmu pengetahuan selama ini berpikir bahwa kelakuan ini, bersama dengan dekorasi warna-warni mereka, adalah untuk menarik perhatian betinanya. Itulah yang dipakai oleh para evolusionis sebagai penjelasan, yaitu bahwa hal-hal ini berevolusi agar si jantan dapat menarik perhatian betina dan mendapatkan pasangan hidup. Tetapi, penelitian yang terbaru memperlihatkan bahwa bukanlah burung betina yang memilih jantan – burung Cendrawasih jantan yang memilih wanitanya. Para evolusionis tidak lagi memiliki penjelasan mengenai dekorasi dan perilaku burung Cendrawasih.

Namun demikian, keindahan dan perilaku burung Cendrawasih yang aneh tidaklah membingungkan bagi kita yang tahu bahwa Pencipta kita memiliki kreativitas dan seni yang tak terbatas.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Orang-Orang Injili Sedemikian Duniawi, Mereka Senang Ketika Dicap Antinomian

(Berita Mingguan GITS 29 Januari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Menurut sebuah laporan di Christianity Today online, semakin banyak pelayanan Injili yang menyambut baik tuduhan antinomianisme, yaitu doktrin bahwa orang percaya tidak perlu tunduk kepada aturan atau hukum eksternal. Laporan CT tersebut mengatakan: “Di belahan tertentu dunia Injili, dituduh mengajarkan antinomianisme semakin hari semakin dianggap sebagai gejala pelayanan yang sehat….Ada berbagai variasi dalam tema ini di berbagai tempat, terutama di antara pengkhotbah-pengkhotbah muda yang mengidentifikasi diri sebagai Reformed….Kata-kata persis-nya mungkin berbeda, tetapi hal yang sama adalah bahwa tuduhan antinomianisme menjadi barometer yang penting untuk menentukan apakah atmosfir pelayanan seseorang sudah cukup menekankan kasih karunia atau tidak” (“Heresy Is Heresy, Not the Litmus Test of Gospel Preaching, CT, 24 Jan. 2011). Yang dimaksud oleh laporan ini adalah gerakan emerging church dan “liberalisme kultural”nya yang bangga akan kebebasan untuk menyelam masuk kebudayaan pop yang kotor. Posisi ini matang dalam diri Mark Driscoll di Seattle, tetapi ini bukan hal yang baru. Pemimpin-pemimpin Injili seperti Charles Swindoll telah mengajarkan doktrin “kasih karunia” ini selama puluhan tahun, dan sebelum itu pengajaran ini adalah karakteristik utama gerakan Jesus People. Dalam buku The Grace Awakening, Swindoll mengklaim bahwa sangatlah legalistik (Editor: suatu istilah yang mereka pakai dengan konotasi negatif dengan arti kira-kira “tunduk kepada hukum Taurat” atau “ingin masuk surga dengan cara melakukan hukum”) untuk melarang musik rock, film-film dengan rating-R, berdansa, dll. Ia mengatakan bahwa penekanan aturan Alkitab yang terlalu dogmatis adalah “pembunuh kasih karunia.” Karena kita diselamatkan oleh kasih karunia, menurut dia kita bebas untuk mengikuti tuntunan Roh Kudus yang diam dalam hati tanpa mengikuti daftar aturan atau hukum eksternal. Tetapi kalau hal itu benar, maka tidak mungkin Perjanjian Baru penuh dengan aturan dan hukum! Sebagai contoh, surat Efesus, yang mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah tanpa perbuatan, diakhiri dengan tiga pasal yang berisikan banyak aturan yang ketat. Sebagai contoh: “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Perintah ini, yang ditujukan kepada orang-orang kudus yang sudah dibasuh darah dan diselamatkan oleh kasih karunia, memiliki penerapan yang luas dalam dunia yang jahat ini. Ini dapat diterapkan ke area musik, pakaian, entertainment, hobi dan kebiasaan, kepada segala aspek kehidupan bahkan. Anak-anak Allah diinstruksikan di sini untuk mengidentifikasi apapun juga yang memiliki hubungan dengan perbuatan kegelapan supaya ia dapat menjauhinya. Dan bukan hanya itu saja, ia harus mengambil peran aktif untuk menegur segala perbuatan itu. Itulah yang menyebabkan Yohanes Pembaptis mendapatkan masalah besar (dengan Herodes), dan hal-hal seperti inilah yang akan menyebabkan seseorang difitnah sebagai seorang Farisi, tetapi ini adalah pelayanan yang diharuskan oleh Allah pada setiap orang Kristen. Allah telah mengharuskan kita untuk memperhatikan apa yang orang lain lakukan! Perhatikan Titus 2:11-12, bahwa kasih karunia yang Alkitabiah mengajarkan kita untuk “meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi” dan memanggil kita untuk “hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Titus 2:11-12). Untuk dapat hidup demikian orang percaya harus terus menerus menghakimi dan menilai segala sesuatu, berjuang untuk kekudusan dalam setiap detil kehidupannya. Ayat-ayat Firman Tuhan seperti ini memotivasi saya waktu saya masih seorang Kristen muda untuk meninggalkan rock & roll yang semula saya cintai dan gaya hidup yang berkaitan dengan itu. Tidak dapat diragukan rock & roll adalah perbuatan kegelapan. Ia diciptakan oleh manusia-manusia kegelapan, diberi kuasa oleh bapa kegelapan dengan tujuan mempromosikan kegelapan dalam dunia milik Allah, dan ia sangat sukses.

Posted in Emerging Church, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pasukan Swiss Milik Paus Merayakan 505 Tahun Keberadaan

(Berita Mingguan GITS 29 Januari 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Tanggal 22 Januari yang lalu, Pasukan Swiss Vatikan merayakan 505 tahun pelayanan bagi sang Paus, dan itu berarti mereka adalah pasukan tertua di dunia yang masih eksis (EWTN News, 23 Januari 2011). Pada tahun 1506, 150 tentara Swiss pertama masuk Vatikan atas permintaan Paus Julius II untuk membentuk Pasukan Swiss Penjaga Paus. Julius, yang menjadi Paus melalui sogokan, dijuluki “Paus Menakutkan” karena memulai perang melawan Venisia dan Perancis dan memimpin tentaranya dalam peperangan. Ia memerintahkan ordo Dominican di Jerman untuk menjual surat pengampunan dosa untuk mendanai petualangan-petualangan militernya dan pembangunan Basilika Santo Petrus. Istilah “paus” berarti bapa, dan Julius benar-benar menghayati gelar tersebut karena dia menjadi ayah dari tiga anak perempuan di luar nikah. Saat ini ada 110 tentara penjaga yang bertugas mengamankan keselamatan pribadi Paus. Petrus, yang mereka sebut paus pertama, tidak pernah memiliki pasukan, istana, takhta, mahkota, sebuah basilika yang dilukis oleh Michelangelo, atau sebuah bank, tetapi Petrus memiliki seorang istri. EDITOR: Betapa jauh sistem Katolik telah menyimpang dari Alkitab, dan betapa buta mereka yang terus berpegang pada sistem itu.

Posted in Katolik | Tagged , , , , , | Leave a comment