Penutupan Gereja: Kesalahan Gereja atau Kelemahan Penegakan Hukum?

Minggu yang lalu, saya mendapatkan sebuah artikel (Mengapa Gereja Ditolak? Dalam http://www.yabina.org/layout2.htm) yang mengulas tentang mengapa banyak terjadi penutupan gereja di Indonesia belakangan ini. Artikel tersebut mulai dengan mengutip 1 Petrus 3:13-17, dan bertanya apakah gereja-gereja di Indonesia menderita karena kebenaran atau karena kesalahan gereja sendiri? Nada dari artikel itu sepertinya ingin menyimpulkan bahwa gereja-gereja di Indonesia ditolak karena kesalahan gereja itu sendiri. Lalu artikel itu memberikan enam hal yang dianggap sebagai “kesalahan” gereja dan yang patut dijadikan bahan introspeksi.

Membaca artikel tersebut, saya merasa bahwa fokus berada pada tempat yang salah. Tentu saja gereja-gereja di mana pun, termasuk Indonesia, selalu bisa melakukan yang lebih baik lagi dalam berbagai hal, karena tidak ada gereja yang sempurna. Namun, kasus-kasus penutupan gereja akhir-akhir ini, apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik, sama sekali tidak dapat disalahkan kepada pihak gerejanya. Kalau Indonesia adalah negara hukum, sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Dasar negara ini, maka tidak ada pembenaran bagi penutupan gereja atau pelarangan seorang individu maupun kelompok individu dalam melaksanakan hak asasi mereka beribadah kepada Tuhan sesuai kepercayaan masing-masing.

Lebih lanjut lagi, saya melihat bahwa artikel tersebut tidak disusun dari sudut pandang Alkitab atau rohani, melainkan pragmatisme, yaitu agar tidak “ditolak” orang-orang Islam di Indonesia. Bukan berarti tidak poin baik dalam artikel tersebut, tetapi bahkan dalam beberapa poin yang baik sekalipun, kesimpulan yang jelas justru tidak muncul. Berikut ini saya akan memberikan enam “kesalahan” atau “bahan introspeksi” yang dikemukakan oleh artikel tersebut, beserta tanggapan saya.

Beberapa faktor dapat menjadi bahan renungan bagi gereja agar menjadikan momentum penolakan terhadap gereja itu sebagai cermin untuk introspeksi diri.
1. Ungkapan kekesalan yang kalah.
Seorang tokoh Islam pernah berkomentar mengenai kaum radikal diagamanya yang membakar Mesjid (Ahmadyah) dan Gereja. Ia mengatakan bahwa tindakan itu didorong oleh rasa terdesak agama mayoritas atas migrasi agama minoritas di lingkungan mereka dan karena kesal dan merasa kalah maka timbullah reaksi yang acapkali radikal. Di negara-negara Barat yang mayoritas penduduknya beragama kristen, fanatisme yang sama juga bisa diidap oleh sekelompok kaum fundamentalis kristen, gerakan ‘anti Islam’ sekarang tumbuh di Barat;

Continue reading →

Posted in General (Umum), Gereja, Penganiayaan / Persecution | 10 Comments

Lebih Dari 400 Bank Internasional Besar Menyerukan Satu Mata Uang Dunia

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari WorldNetDaily, 10 Okt. 2010: “Institute of International Finance, sebuah grup yang mewakili 420 bank-bank terbesar dan perusahaan-perusahaan keuangan raksasa di dunia, telah mengeluarkan suatu seruan untuk satu mata uang dunia, demikian dilaporkan oleh Jerome Corsi di Red Alert. ‘Suatu kelompok inti pemimpin-pemimpin perekonomian dunia perlu duduk bersama dan menghasilkan saling pengertian,’ kata Charles Dallara, direktur manajemen dari Institute of International Finance, kepada Financial Times…..Demikian juga, sebuah laporan PBB pada bulan Juli menyerukan agar [negara-negara] menggantikan dollar sebagai standar cadangan devisa luar negeri dalam perdagangan internasional dengan sebuah mata uang dunia baru yang akan dikeluarkan oleh IMF (International Monetary Fund). Laporan 176 halaman tersebut, yang berjudul ‘United Nations World Economic and Social Survey 2010,’ dipublikasikan di sebuah pertemuan tingkat tinggi Konsili Ekonomi dan Sosial PBB dan ada dalam keseluruhannya di website PBB.”
EDITOR: Satu mata uang dunia memang akan terjadi. Alkitab sudah menubuatkan bahwa di akhir zaman akan ada persatuan ekonomi (sehingga Anti-kristus dapat menguasi jual beli di semua tempat), persatuan politik (sehingga Anti-kristus dapat memaksakan kehendaknya kepada siapapun), dan akhirnya persatuan agama (untuk menyesatkan semua orang dan membuat mereka menyembah Setan).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mengapa Statistik Orang-Orang Yang Diselamatkan Dalam Konser Rock Kristen Patut Dicurigai

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Festival Rock of Ages tahunan yang ke-12, diadakan tanggal 2 Oktober di Napa, California, melaporkan 250 pertobatan (“Rock of Ages Festival,” AssistNews.net, 6 Okt., 2010). Festival tersebut adalah sebuah konser rock yang hiruk pikuk yang diselingi oleh sedikit khotbah di sana sini. Kami bersyukur kepada Tuhan untuk setiap individu yang mungkin saja menjadi lahir baru dalam sebuah forum semacam itu, tetapi kami mempunyai alasan yang sangat baik untuk meragukan statistik tersebut. Dalam buku Contemporary Christian Music: Questions Answered and Warnings Given, kami mendokumentasikan empat alasan. Berikut adalah rangkuman yang singkat: PERTAMA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA ISI KHOTBAHNYA. Injil jarang sekali diberikan secara jelas dan benar dalam konteks sebuah konser CCM yang ekumenikal kharismatik. Tentunya ada pengecualian, itu memang benar. Graham Kendrick mengatakan, “Salah satu kritikan saya terhadap mereka yang menggunakan musik dalam penginjilan adalah sifat dan isi dari ‘injil’ yang diberikan. Terlalu sering, yang ditawarkan adalah suatu ajakan ‘percaya’ yang dangkal dan tanpa penjelasan cukup, diiringin dengan janji-janji kasih, sukacita dan damai” (Pop Goes the Gospel, hal. 142). Garth Hewitt mengatakan, “Analisis terhadap lirik kebanyakan lagu-lagu Injil mempelihatkan pandangan tentang keselamatan dan kekristenan yang sangat dangkal” (Ibid.). KEDUA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA ATMOSFIRNYA. Musik yang kuat dapat menimbulkan keputusan-keputusan yang emosional, tetapi keselamatan yang Alkitabiah bukanlah produk dari keputusan yang emosional. Keselamatan adalah produk dari pertobatan yang dikerjakan oleh kuasa Roh Kudus dan iman dalam Tuhan Yesus Kristus melalui pemberitaan Injil. Lowell Hart mengatakan, “Satu hari saya bicara dengan seorang gembala sidang yang pernah bertanggung jawab untuk follow-up setelah sebuah kampanye penginjilan yang melibatkan seluruh kota. Beberapa ratus orang muda telah merespons undangan pada akhir kebaktian. Ini yang dia laporkan: ‘Beberapa minggu setelah acara penginjilan tersebut saya kesulitan untuk menemukan orang-orang yang telah mengisi kartu keputusan tersebut. Mereka tidak ada di gereja-gereja, tidak ada yang ikut pendalaman Alkitab, tidak ada yang melanjutkan hubungan dengan Tuhan sama sekali.’ Ia menyimpulkan bahwa orang-orang muda tersebut merespons lebih kepada musiknya daripada kepada beritanya” (Lowell Hart, Satan’s Music Exposed, hal. 180). Ada pengecualian dalam hal ini, tentu saja, tetapi inilah yang biasanya terjadi. KETIGA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA MEDIUMNYA. Sebagian besar musik CCM sedemikian nyaring dan hiruk pikuk sehingga kata-katanya tidak jelas. Fakta ini membongkar kemunafikan para pendukung CCM. Mereka tahu bahwa pesan dalam lagu itu seringkali menjadi tidak jelas karena musik yang hingar bingar, tetapi mereka mengklaim bahwa pesannya-lah yang penting dan musiknya tidak penitng! Jika mereka mau jujur, saya percaya mereka akan terpaksa mengakui bahwa yang paling penting bagi mereka adalah kecintaan mereka terhadap musik yang sensual. Seseorang yang mengikuti sebuah konser Audio Adrenaline/dc Talk di Rapid City, South Dakota, menyaksikan, “Sepanjang waktu musiknya begitu keras sehingga jika ada orang yang dapat mendengar kata-katanya, tidaklah cukup untuk dapat memahami isinya; jadi reaksi yang terjadi adalah terhadap ritme ‘rock’nya, bukan kepada kata-katanya” (John Beardsley, “DC Talk Examined,” The Christian Conscience, Juni 1996). KEEMPAT, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA BUAHNYA. Jika Musik Kristen Kontemporer (Contemporary Christian Music/CCM) memang berasal dari Allah, buahnya akan nampak dalam keselamatan sejati, kekudusan, bertekun dalam iman, dan doktrin yang benar. Untuk ringkasnya, buahnya haruslah pemuridan dan ketaatan kepada Alkitab. John Blanchard meriset 13 agensi misi di Inggris untuk melihat berapa banyak dari kandidat misionari mereka yang bertobat di sebuah konser rock Kristen. Tidak ada satupun yang ditemukan. Berikut ini adalah jawaban yang biasa ditemukan: “Saya tidak dapat mengingat siapapun yang ditobatkan melalui penginjilan orang-orang muda cara demikian [CCM] yang lalu selanjutnya bertumbuh dan masuk ladang pelayanan misi” (Pop Goes the Gospel, hal. 110-112).
EDITOR: Kebanyakan “keputusan pertobatan “dalam sebuah konser rock Kristen patut dicurigai. Hal ini bukan berarti tidak ada pertobatan yang sejati. Adanya orang yang diselamatkan dalam sebuah konser rock tidaklah membenarkan konser rock tersebut. Tuhan bisa memakai berbagai medium untuk menyelamatkan manusia. Saya pernah membaca kisah nyata seseorang yang bertobat karena ia membaca secarik halaman Alkitab, yang rupanya telah dirobek-robek oleh orang-orang yang benci Firman Tuhan. Salah satu halaman robekan Alkitab itu dibawa angin dan sampai kepadanya, dan pada akhirnya membawa dia mengenal Kristus. Hal ini tidak membenarkan tindakan perobekan Alkitab.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Lebah Betina Bukan Benar-Benar Lebah

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari CreationMoments.net, 10 Juli 2010: “Blister beetles (sejenis kumbang beracun) yang hidup di Padang Gurun Mojave di California, hidup dari lebah sepanjang siklus hidup mereka. Namun demikian, kumbang-kumbang ini tidak memiliki apa-apa yang dapat menarik perhatian lebah-lebah tersebut. Larva kumbang “blister” sedemikian kecil sehingga lusinan larva dapat tertanam dalam tubuh seekor lebah. Menunggangi lebah betina tersebut, mereka akan mentransfer diri ke sarang lebah yang sendirian itu ketika lebah betina meletakkan telur-telurnya. Di sanalah larva kumbang memakan sari bunga yang telah dicadangkan oleh ibu lebah bagi anak-anaknya. Ketika larva kumbang itu masuk tahap pupa, mereka memerlukan seekor lebah jantan untuk membawa mereka ke seekor lebah betina untuk memulai siklus hidup lagi. Untuk menarik perhatian seekor lebah jantan, segerombolan kumbang akan menumpukkan diri sehingga terlihat seperti seekor lebah betina. Mereka akan mempertahankan posisi dan bentuk ini hingga dua minggu, menunggu seekor lebah jantan yang tertarik. Para peneliti telah menyimpulkan bahwa sementara dalam posisi ini para kumbang juga mengeluarkan bau seperti seekor lebah betina yang siap kawin! Jika seekor lebah jantan datang cukup dekat, kumbang-kumbang yang kecil itu akan melompat ke tubuhnya. Ketika si lebah jantan nanti kawin dengan lebah betina yang sebenarnya, para kumbang akan transfer ke lebah betina dan menunggu dia meletakkan telur. Para ilmuwan sangat takjub bahwa para kumbang itu, yang bukanlah serangga sosial, ternyata cukup pintar untuk bekerjasama untuk menipu lebah-lebah jantan. Jelas sekali bahwa kumbang-kumbang itu tidak merancang strategi ini dari diri mereka sendiri. Kerjasama yang mereka perlihatkan didesain dan diprogram ke dalam diri mereka oleh Pencipta yang maha berhikmat, mungkin untuk memperlihatkan kepada kita bahwa kerjasama sangat penting untuk bertahan hidup.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Penganiayaan di Maladewa

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Prospects of Religious Freedom Appear Grim,” Compass Direct News, 12 Agustus 2010: “Orang-orang yang berkunjung ke negara pulau Islam ini sudah dapat merasakan pengekangan agamawi bahkan sebelum mereka tiba. Kartu bea cukai yang diberikan kepada para penumpang pesawat mencantumkan sebuah daftar barang-barang yang dilarang oleh hukum Maladewa – termasuk ‘materi yang bertentangan dengan Islam.’ Selain Arab Saudi, Maladewa adalah satu-satunya negara yang mengklaim memiliki populasi Muslim 100%. Lebih dari 300.000 orang di Maladewa, sebuah archipelago di Samudra Hindia yang terdiri dari 1192 pulau kecil sekitar 435 mil barat daya dari Sri Lanka, semuanya adalah Sunni. Namun, negara Asia Selatan ini memiliki lebih dari 70.000 pekerja asing yang mewakili agama-agama non-Islam, termasuk kekristenan. Juga, ada sekitar 60.000 turis, kebanyakan dari Eropa, yang setiap tahun berkunjung untuk menikmati lautan biru dan pantai-pantai putih … Sementara orang-orang Maladewa tidak memiliki pilihan untuk keluar dari Islam atau menjadi atheis terbuka, orang-orang asing di negara tersebut boleh mempraktekkan agama mereka hanya secara pribadi. Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa pekerja asing Kristen telah ditangkap atau dicabut visanya selama bebarapa bulan atau tahun karena menghadiri kebaktian di rumah pribadi atau dicurigai berhubungan dengan agensi misi. ‘Seorang pemuda Maladewa yang belajar di Sri Lanka menjadi Kristen baru-baru ini, tetapi ketika orang tuanya mengetahui hal tersebut, mereka mengambil dia pergi. Kami tidak pernah mendengar dari dia lagi sejak saat itu.’ Sumber tersebut menambahkan bahwa kejadian-kejadian seperti itu bukanlah jarang di Maladewa.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , | Leave a comment

Barabbas atau Yesus

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider: “Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.” Tertusuk oleh khotbah-khotbah yang memperlihatkan dosa-dosa mereka, institusi agama pada zaman Yesus memilih salah satu orang yang paling jahat pada waktu itu daripada satu-satunya orang benar yang pernah hidup. Betapa pilihan yang mereka buat pada hari itu. Memberikan suara mereka bagi Barabbas, dan menyalibkan Yesus. Yesus sempurna. Ia tidak pernah berbuat salah. Ia tidak pernah mengucapkan dusta. Ia tidak pernah melukai siapapun. Ia selalu melakukan yang baik; Ia selalu mengatakan kebenaran tentang diriNya sendiri dan tentang kita. Barabbas yang jahat adalah kontras yang sempurna terhadap Yesus. Dan percayakah anda, Barabbas-lah yang lebih disenangi oleh para pemimpin agama dan dunia ini. Dunia ini lebih suka memiliki Barabbas daripada Yesus. ‘Barabbas tidak menghakimi kita. Barabbas tidak seburuk itu. Ia hanya perlu direformasi sedikit. Ia salah dibesarkan, anda tahu kan. Ia orang yang cukup keren sebenarnya. Tetapi apa yang bisa kau lakukan dengan Yesus? Ia terlalu dogmatis. Ia berpikir bahwa Ia selalu benar! Mari bunuh dia.’ Agama tidak tertarik dengan kebenaran. Ia tertarik melindungi kepentingan sendiri. Barabbas pastilah bertanya-tanya, ada keberuntungan besar apa yang telah menimpa dia hari itu, tetapi sebenarnya ia hanyalah beruntuhg karena di dunia ini ia jahat, sama seperti para imam, para tua-tua, dan khalayak ramai yang marah. Pada hari itu, jahat adalah sifat yang menyelamatkan dirinya. Kejahatan dia telah membuat dia lepas dari salib dan menyebabkan Yesus menggantikan dia – dengan lebih dari satu makna.”

Posted in Renungan | Tagged , , | Leave a comment

Ulat Bulu dan Semut

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari A Closer Look at the Evidence oleh Richard & Tina Kleiss. “Maculinea arion yang betina akan menaruh telur-telurnya satu per satu pada daun tanaman thyme liar. Pada musim gugur, ulat bulu itu akan menetas dan memakan thyme itu selama kira-kira tiga minggu. Lalu ia akan meninggalkan tanaman itu, dan tidak akan pernah lagi makan tumbuhan. Di atas tanah, sang ulat bulu menemukan seekor semut merah yang koloninya berada dekat dengan tanaman thyme itu. Semut itu membelai si ulat bulu dengan antenanya dan ulat bulu mengeluarkan susu yang manis dari segmen kesepuluh tubuhnya. Sang semut minum cairan ini selama sekitar satu jam hingga sang ulat bulu tiba-tiba menekuk diri. Semut-semut lalu akan mengangkat ulat bulu dengan rahang mereka, dan membawanya kembali ke sarang mereka. Ketika sudah berada dalam sarang, semut-semut menikmati minum susunya ulat bulu, sementara ulat bulu itu menikmati makan bayi-bayi semut! Pada bulan Juni setelah itu, sementara masih di sarang semut tersebut, sang ulat bulu keluar dari bentuk pupa-nya sebagai seekor kupu-kupu dewasa. Ia akan menyelinap melalui jalan-jalan yang amat kecil untuk keluar ke permukaan tanah, dan di sana ia akan terbang pergi untuk memulai lagi siklus hidup yang sama. Iman yang sangat besar diperlukan bagi mereka yang percaya bahwa evolusi-lah yang menghasilkan siklus hidup kupu-kupu yang sedemikian kompleks yang luar biasa ini, dengan segala interdependensi yang terjadi antar berbagai bentuk kehidupan.”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Billy vs. Paulus

(Berita Mingguan GITS 02 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Billy Graham Evangelistic Association, yang didirikan tahun 1950, merayakan ulang tahun yang ke-60 tahun ini. Setahun sebelum itu, Graham melaksanakan KKR kota dia yang pertama di Los Angeles. Websitenya menyatakan, “Enam puluh satu tahun yang lalu, seorang penginjil yang tinggi dan bersungguh-sungguh turun ke Los Angeles dengan penuh semangat. Kota itu, orang muda itu, dan perjalanan kekristenan Amerika tidak pernah sama lagi” (“Celebrating Christ’s Work in the Canvas Catheral,” BillyGraham.org, 24 Sept. 2010). Pernyataan ini benar. Filosofi Billy Graham yang tidak alkitabiah dan komprominya yang mendalam telah mengubah kekristenan secara dramatis di zaman kita ini. Saya dilahirkan pada tahun yang sama Graham melaksanakan KKR Los Angeles-nya. Besar di sebuah rumah tangga Southern Baptist, saya hanya mendengar pujian saja tentang sang penginjil. Barulah setelah saya diselamatkan pada umur 23 tahun, saya membentuk opini yang berbeda tentang Billy Graham. Sebagai seorang Kristen yang muda, saya belajar bahwa Yesus dan para Rasul memperingatkan tentang guru-guru palsu dan kompromi yang akan meningkat di antara gereja-gereja sepanjang zaman gereja, dan yang akan meledak di akhir zaman. Jadi, saya belajar bahwa saya harus sangat hati-hati dan menguji segala sesuatu dengan Firman Tuhan. Ketika pelayanan Graham diuji berdasarkan Firman Tuhan, dan bukan oleh prinsip-prinsip penginjilan populer, ia gagal total. Mari secara cepat kita bandingkan Billy Graham dengan rasul Paulus, penginjil nomor satu di abad pertama.

Pertama, Paulus tidak mempromosikan dirinya sendiri. Ia tidak membentuk suatu pelayanan yang diberi nama dirinya sendiri dan tidak meninggikan diri (atau membiarkan orang lain meninggikan dirinya) sebagai orang yang hebat.
Kedua, Paulus tidak memuji orang-orang sesat. Sebaliknya, ia memarahi mereka dan mengutuki mereka (mis. Gal. 1:6-7). Di lain sisi, Graham telah memuji tak terhitung banyaknya penyesat-penyesat, termasuk para theolog modernis dan pejabat Roma Katolik. Hal ini tidak dilakukan di tempat tersembunyi. Banyak sekali contoh dapat ditemukan dalam otobiografi Graham yang berjudul “Just As I Am.”
Ketiga, Paulus tidak bergabung dengan para penyesat dalam pelayanan. Sama sekali tidak ada contoh Paulus bekerja sama dengan para Farisi atau Saduki dalam usaha-usaha penginjilannya. Tetapi Billy telah membuat tindakan seperti itu cara kerjanya, dan filosofi ekumenis yang terkutuk ini telah menjalar ke seluruh kaum injili.
Keempat, Paulus tidak menyerahkan orang-orang yang mau bertobat kepada para penyesat. Ia dengan hati-hati membangun orang-orang percaya yang baru dalam gereja-gereja yang sehat. Billy, di lain pihak, menyerahkan tak terhitung banyaknya orang-orang yang tertarik dengan Injil kepada serigala-serigala berbulu domba. Bahkan sejak 21 Sept. 1957, Graham mengatakan dalam sebuah wawancara dengan San Francisco News, “Siapapun yang membuat keputusan dalam kebaktian KKR kami akan ditangani setelah itu dan akan direferensikan kepada seorang pendeta lokal yang Protestan, Katolik, atau Yahudi.”
Kelima, Paulus tidak mendukung orang-orang yang menyembah berhala, tetapi Billy melakukan persis hal ini. Dalam perjalanannya ke Polandia tahun 1979, Graham berdiri di depan kuil berhala Madonna Hitam dari Jasna Gora di Czestochowa, dan sambil tersenyum memberi salam kepada para penyembah Katolik yang datang ke sana untuk mengagungkan Maria palsu-nya Roma sebagai Ratu Surga. Sebuah foto akan insiden ini dipublikasikan dalam majalah Decision edisi bulan Februari 1979, dan saya mendapatkan satu salinan dari Graham Center di Wheaton College. Dengan berkhotbah di gereja-gereja Katolik di Polandia, dan dengan mengunjungi kuil-kuil Maria di negara itu tanpa dengan jelas memberitahu umat bahwa Injil Roma Katolik adalah palsu dan dengan berpura-pura bahwa para pejabat dan imam Katolik adalah sesama orang percaya, Graham membingungkan banyak sekali orang tentang sifat Injil itu sendiri.
Keenam, Paulus tidak mempersempit beritanya demi memperlebar audiensnya. Ia memberitahu para penatua di Efesus, “
Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu” (Kis. 20:27). Billy, di lain pihak, hanya mau bicara tentang Injil dan tidak mau menyinggung hal-hal lain (doktrin lain).

Ketujuh, Paulus tidak pernah berpikir ada jalan keselamatan yang lain, dan mengkhotbahkan bahwa semua orang yang tidak lahir kembali melalui iman dalam Kristus adalah “mati karena pelanggara-pelanggaran dan dosa-dosa,” “tanpa pengharapan…dan tanpa Allah” (Ef. 2:1, 12). Billy, sebaliknya, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah McCall pada bulan Januari 1978 bahwa ia tidak lagi percaya bahwa “orang-orang penyembah berhala di negara-negara yang jauh adalah terhilang dan akan masuk neraka jika mereka tidak mendengar Injil Yesus Kristus.” Ia mengulangi kesesatan ini pada tahun 1985, 1993, dan 1997.
Ini hanyalah beberapa hal yang memperlihatkan bagaimana Billy Graham gagal total jika diuji oleh terang Firman Allah. Pelayanan penginjilannya bukanlah pelayanan Perjanjian Baru, tetapi sepertinya tidak ada yang peduli, dan itu memperlihatkan betapa dalamnya kesesatan hari ini.

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , , , , , | 4 Comments

Asuransi Perceraian

(Berita Mingguan GITS 02 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
“Orang membeli asuransi untuk melindungi diri sendiri secara finansial terhadap hal-hal yang tidak diinginkan – misal kebakaran rumah, masalah kesehatan. Tetapi sekarang orang dapat “melindungi” diri sendiri terhadap pernikahan yang kacau. Hanya 50 persen pernikahan pertama yang tidak mengalami kehancuran di Amerika Serikat, jadi sebagian orang mulai tertarik dengan ide bahwa mereka memerlukan asuransi perceraian. Ide ini menjadi kenyataan pada bulan Agustus ketika John Logan, seorang lelaki yang menderita kerugian finansial yang sangat besar setelah suatu perceraian, meluncurkan sebuah perusahaan asuransi pernikahan. Dengan hanya $16 per bulan untuk setiap perlindungan seharga $1250, pemegang polis dapat mencairkan uang perlindungan ini setelah empat tahun, jika hal yang tidak diinginkan itu (tetapi sudah diantisipasi) terjadi. Pada website Wedlock (nama perusahaannya), diakui bahwa tidak ada yang mau memikirkan cerai pada saat akan menikah. Tetapi ia memperlihatkan kepada calon nasabah sebuah daftar panjang ‘statistik [yang] tidak berbohong’ bahwa perceraian sangatlah banyak terjadi di masyarakat Amerika. Menurut prediksi Badan Sensus AS, hanya 33 persen orang yang menikah hari ini yang akan merayakan ulang tahun pernikahan ke-25. Di situs itu juga ada sebuah konter yang besar yang memperlihatkan bahwa telah ada 686.025 perceraian di AS tahun ini sejauh ini (pada saat artikel ini ditulis), menurut National Center of Health Statistics. Tetapi tidak semua orang senang dengan asuransi perceraian dan gagasan yang ditanamkan oleh hal semacam itu ke dalam pernikahan. Jenny Tyree, analis pernikahan bagi CitizenLink, cabang politis dari organisasi Focus on the Family, mengatakan bahwa asuransi perceraian menanamkan ke dalam pernikahan itu suatu rencana dan jalan keluar dari pernikahan, bukannya membangun fondasi komitmen pernikahan yang kuat…’insentif finansial untuk melakukan perceraian adalah cara yang sangat buruk untuk memulai suatu pernikahan. Ketika menjalani waktu-waktu yang buruk, yang pasti akan terjadi dalam setiap pernikahan, uang yang ditawarkan akan terlihat sangat menggoda daripada usaha dan kerja keras yang harus dilakukan oleh suami dan istri untuk melalui masa-masa sulit bersama,’ demikian katanya. Statistik memperlihatkan bahwa tingkat komitmen akan menurun seiring dengan pernikahan yang kesekian. Tingkat perceraian adalah 67 persen untuk pernikahan kedua, dan melonjak menjadi 74 persen untuk pernikahan ketiga, menurut Jennifer Baker, direktur dari Center for Professional Solutions di Forest Institute of Professional Psychology di Springfield.”

Posted in Keluarga, Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , | 1 Comment

Ahmadinejad Berdoa Agar Imam Keduabelas Datang

(Berita Mingguan GITS 02 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berbicara di hadapan sidang umum PBB, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad berdoa agar Imam Keduabelas, atau yang dikenal juga sebagai Imam al-Mahdi, segera datang. Ia berkata, “O Allah, percepatlah kedatangan Imam alMahdi dan berikan dia kesehatan dan kemenangan yang baik dan buatlah kami menjadi pengikut-pengikutnya dan orang-orang yang menyaksikan kebenarannya” (“Ahmadinejad Asks Allah to Hasten,” Assistnews.net, 24 Sept. 2010). “Kemenangan” yang dimaksud oleh Ahmadinejad adalah pendirian kerajaan Allah di bumi. Imam Mahdi, yang dipercaya oleh kaum Sy’iah menghilang sebagai seorang anak kecil pada tahun 941 M, seharusnya akan kembali dan memerintah di bumi selama tujuh tahun sebelum mendatangkan penghakiman akhir dan kiamat dunia (“Jesus, Mahdi Both Coming, Says Iran’s Ahmadinejad,” WorldNetDaily, 19 Des. 2006). Imam Keduabelas dikatakan akan didampingi oleh Yesus, yang akan berposisi lebih rendah. Menurut Alkitab, peristiwa berikutnya dalam kalender Allah adalah Pengangkatan orang-orang kudus zaman gereja (1 Tes. 4:13-5:5), diikuti dengan munculnya Antikristus (yang akan datang sebagai seorang pembawa damai) dan seorang nabi yang akan mendampinginya (2 Tes. 2:3-12; Wah. 13). Tidak diragukan lagi, salah satu dari kedua orang ini akan diterima oleh orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen yang sesat, orang-orang Muslim, orang-orang Hindu dan Budha juga. Umat manusia akan bersukacita bahwa masalah Timur Tengah telah diselesaikan dan “Zaman Aquarius” yang telah lama dinantikan telah tiba, tetapi pesta damai itu akan sebentar saja dan Antikristus akan menunjukkan sifat aslinya, menyatakan diri sebagai Allah di bait Israel dan menuntut penyembahan dunia dengan ancaman maut. Saat ini, Komunitas Zaman Aquarius (Aquarian Age Community atau AAC) telah mendapatkan status NGO (Non Govermental Organization) di PBB dan melaksanakan pertemuan-pertemuan mereka di ruang konferensi di markas PBB. AAC didasarkan pada pesan-pesan Alice Bailey yang katanya dia dapatkan dari para Master yang sudah naik, dan organisasi ini memiliki objektif mendatangkan Kristus Kosmik ke dalam dunia untuk menciptakan suatu tatanan dunia baru yang mistik. Website AAC mengidentifikasi Kristus ini sebagai Budha, Maitreya, dan “Imam Mahdi” yang mengatakan bahwa ia “bekerja dengan cara meditasi yang berpusat dalam hati.” Komunitas Zaman Aquarius ikut serta dalam meditasi dan praktek-praktek mistik lainnya dalam ruang meditasi di gedung PBB.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Islam | Tagged , , , , | Leave a comment