Tidak Penting?

(Berita Mingguan GITS 28 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari komentari almarhum H.A. Ironside tentang Daniel: “Saya telah mendengar ada orang-orang Kristen yang menyebut perintah-perintah tertentu dalam Kitab Suci sebagai sesuatu yang tidak penting (tidak essensial). Tetapi kita bisa yakin bahwa tidak ada yang tidak penting dalam Alkitab kita. “
Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” Ketika orang mulai berbicara mengenai hal-hal yang tidak penting berkaitan dengan apapun yang telah Allah singkapkan dari pikiranNya, maka baik untuk bertanya, ‘Penting atau tidak penting dalam hal apa?’ Jika yang menjadi pertanyaan adalah keselamatan jiwa, maka tidak diragukan bahwa satu hal yang sangat essensial adalah iman dalam AnakNya yang Kudus, yang karyaNya adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan dosa dan mendapatkan damai dengan Allah. Tetapi jika pertanyaannya adalah apa yang penting untuk bisa menikmati persekutuan dengan Allah – penting untuk mendapatkan pujian Tuhan saat takhta pengadilan Kristus – maka baiklah kita ingat bahwa dalam segala hal orang percaya dikuduskan untuk menaati Kristus.”

Posted in Fundamentalisme | Tagged , , | Leave a comment

Inti dari Separasi (Pemisahan)

(Berita Mingguan GITS 28 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Kita melihat di 2 Timotius 2:22 bahwa separasi bukanlah isu yang hanya “negatif,” jangan ini dan jangan itu. Separasi adalah masalah perlindungan rohani dan moral. Timotius disuruh untuk menjauhi “nafsu orang muda.” Gambarannya adalah orang yang melarikan diri dari suatu bahaya yang besar. Allah tidak ingin melarang hal-hal yang menyenangkan dari umatNya. Dia adalah pencipta dari segala pemberian yang baik (Yak. 1:17). Ketika Ia menciptakan Adam dan Hawa, Ia menaruh mereka di Taman yang paling indah yang dapat dibayangkan. Ia mendesain-nya bagi mereka untuk menyediakan segala sesuatu yang indah dan menyenangkan. Allah bukanlah pribadi yang kejam yang mau menyiksa orang dengan hukum-hukum yang tidak berarti. Allah adalah Pribadi yang paling pemberi dan pengasih yang eksis. PerintahNya agar kita memisahkan diri dari hal-hal yang jahat dalam dunia didesain untuk melindungi kita dari kehancuran rohani dan moral. Perintah itu didesain untuk meloloskan kita dari genggaman Iblis. Dalam 2 Timotius 2:22 kita juga diingatkan bahwa separasi adalah masalah hati. Timotius disuruh untuk mengejar keadilan (kekudusan) bersama “dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Jika hati benar, maka orang percaya itu akan merespons secara positif terhadap perintah Tuhan untuk memisahkan diri dari kejahatan. Sebelum saya diselamatkan, saya membiarkan rambut saya panjang sebagai simbol pemberontakan dan kesombongan. Saya menolak untuk memotong rambut saya itu, demi uang maupun demi cinta, tetapi setelah saya diselamatkan saya memotongnya setelah saya ditantang oleh seorang wanita tua bahwa rambut panjang tidak pantas bagi seorang muda yang mengklaim diri pengikut Kristus. Saya memotongnya karena hati saya benar dengan Allah dan saya mau melakukan kehendakNya bukan kehendak saya sendiri, dan saya tidak mau menjadi batu sandungan bagi orang lain. Kita juga melihat dalam 2 Timotius 2:22 bahwa separasi adalah masalah menggantikan sesuatu dengan hal lain. Timotius bukan hanya diinstruksikan untuk menjauhi hal-hal yang dosa, tetapi juga untuk “mengejar” hal-hal yang saleh. Tidak cukup untuk melepaskan musik yang sensual dan duniawi dan fashion duniawi dan teman-teman yang akan menghalangi pertumbuhan rohani; anak Allah harus menambah teman-teman yang saleh dan musik yang rohani dan literatur yang membangun dan aktivitas yang baik dan menjadi sibuk dalam pelayanan bagi Kristus.

Posted in Fundamentalisme, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , | Leave a comment

Film Avatar Mengkhotbahkan Shamanisme

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “The Avatar Gospel,” TheBereanCall.org: “Shamanisme adalah agama yang menyembah alam dan roh dan adalah agama yang paling tersebar di seluruh dunia….Film Avatar adalah platform yang sangat spektakuler untuk mengkhotbahkan shamanisme. Alur ceritanya tidaklah unik dan juga tidak terlalu kompleks. Sebuah planet bulan jauh bernama Pandora sedang dikolonisasi oleh sebuah perusahaan yang ingin menggali suatu logam yang bernilai tinggi bagi Bumi, yang telah hancur oleh karena eksploitasi sumber-sumber alamnya sendiri. Namun perusahaan tersebut terhalang oleh suatu suku penduduk asli yang berbentuk mirip manusia, yang disebut Na’vi, yang memiliki desa-desa dan tanah di daerah utama penambangan logam yang sangat berharga tersebut. Usaha-usaha diplomatik untuk meyakinkan para Na’vi agar pindah ke lokasi lain berakhir dengan kegagalan, terutama karena agama shamanisme-nya para Na’vi. Mereka menyembah Eywa, seorang dewi yang mirip dengan Gaia dalam mitologi Yunani, atau “Mother Earth.” Eywa sepertinya adalah suatu kekuatan mirip ilahi yang impersonal yang bertanggung jawab untuk mempertahankan keseimbangan semua kehidupan. Segala sesuatu di Pandora terhubung dengan Eywa secara mistis atau biologis. Penekanan biologis memperbesar betapa pentingnya mempertahankan sistem ekologi fisik planet tersebut agar bisa bertahan hidup di masa depan. Untuk memperlihatkan bahwa semua jenis kehidupan saling berhubungan, para Na’vi berterima kasih atau meminta maaf kepada roh-roh binatang yang mati dibunuh untuk makanan atau dalam aksi mempertahankan diri…..Sutradara dan penulis film ini, James Cameron, membuat kecenderungan theologisnya (dan ekologis) cukup jelas dalam hampir setiap cuplikan film tersebut. Judul film dan gambaran makhluk Na’vi ini diambil dari dewa Hindu Krishna, avatar berkulit biru yang adalah inkarnasi dari dewa Vishnu. Hinduisme mengajarkan bahwa sepanjang sejarah avatar-avatar memperlihatkan diri dalam bentuk manusia atau binatang untuk mengembalikan keseimbangan antara kebaikan dengan kejahatan. Penekanan pada pohon-pohon dalam film ini konsisten dengan semua bentuk shamanisme. Hometree yang sangat besar yang menjadi rumah bagi klan Na’vi dan dihancurkan dalam serangan manusia adalah perwakilan Eywa yang menyediakan bagi Na’vi melalui alam (mother nature). Pohon Jiwa (Tree of Soul) yang bersinar, yang menyediakan komunikasi langsung dengan Eywa, juga adalah suatu pusat kuasa yang dapat mentransfer jiwa-jiwa ke tubuh-tubuh lain. Dalam shamanisme tradisional, pohon adalah medium komunikasi universal bagi budaya-budaya seperti itu untuk berhubungan dengan shaman-shaman dan nenek moyang yang telah meninggal, dan para roh itu sendiri…..Setelah membaca berlusin-lusin komentar oleh orang-orang muda yang terpukau oleh theologi dalam film Avatar, jelas bahwa ini adalah injil palsu yang menemukan tanah subur di seluruh dunia sambil ia memperkenalkan dan menarik berjuta-juta penonton film menuju shamanisme. James Cameron telah mempresentasikan apa yang Alkitab sebut “ajaran setan-setan” yang didukung oleh Iblis, bapa segala kebohongan, dan diajarkan secara langsung oleh setan-setan. Kepercayaan Cameron yang pagan sama sekali bertentangan dengan apa yang Alkitab ajarkan. Lebih lanjut lagi, pandangan-pandangan idealistiknya tentang kemurnian alami suatu suku pribumi seperti Na’vi hanyalah propaganda….”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , | 5 Comments

Pengusaha Musik Pop Mengritik Budaya Pornografi Ringan dalam Pop

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Pop Moguls Mike Stock,” Christian Today, 11 Agustus 2010: “Dia adalah penulis lagu jenius yang ada di belakang kebanyakan lagu hit dalam karir Kylie Minogue, tetapi Mike Stock kini mengatakan bahwa budaya pop hari ini telah bertindak “terlalu jauh.” Sang produser musik tersebut – yang tergabung dengan perusahaan penulis lagu Stock, Aitken dan Waterman – memberitahu Daily Mail bahwa dia merasa tidak dapat duduk dan menonton bintang-bintang pop seperti Britney Spears atau Lady Gaga bersama dengan ibunya atau anak-anaknya. Ia memperingatkan bahwa anak-anak sedang di “seksualisasi”kan oleh budaya pop modern. ‘Industri musik telah bergerak terlalu jauh. Ini bukan mengenai saya yang kuno. Ini mengenai mempertahankan nilai-nilai yang penting di dunia modern ini.’”

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , | Leave a comment

Atheis Mengatakan Bahwa Ia Tidak Akan Berpaling Kepada Allah Selama Ia Masih Sadar

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Christopher Hitchens, penulis buku God is Not Great, mengatakan bahwa ia tidak akan berpaling kepada Allah selama ia masih sadar. Dalam sebuah wawancara dengan Anderson Cooper dari CNN dua bulan setelah ia didiagnosa menderita kanker esofagus (Editor: keronkongan), Hitchens menyebut berpaling kepada Allah “sesuatu yang menyedihkan,” dan doa itu “tidak berarti” (“Hitchens Certain He Won’t Turn to God,” Christian Post, 7 Agustus 2010). Ia menyatakan diri tidak mempercayai apapun yang “berlawanan dengan ilmu pengetahuan atau akal sehat,” tetapi sebenarnya tidak ada yang tidak ilmiah atau tidak logis mengenai iman kepada Allah. Bukti-bukti Allah ada di mana-mana, dan jika Hitchens tidak dapat melihatnya, itu hanyalah karena ia dengan sengaja membutakan diri. Hitchens mengolok-olok iman Alkitabiah, tetapi iman atheis-nya adalah lompatan besar ke dalam kegelapan yang kelam. Ia beriman bahwa tidak ada Allah, walaupun ia tidak mungkin tahu pasti bahwa itu kebenaran. Ia percaya bahwa segala sesuatu menciptakan diri sendiri dari kehampaan. Ia percaya bahwa kehidupan dan kesadaran diri muncul dari materi mati dan bahwa intelijensi muncul dari non-intelijensi. Ia percaya bahwa desain-desain kehidupan yang ada di mana-mana dan sangat luar biasa adalah suatu kecelakaan. ITU adalah iman yang sungguh buta! Alkitab menggambarkan sang atheis dan masalahnya. Ia begitu mencintai dosa dan sedemikian pemberontak sehingga ia menolak untuk
mengakui pemerintahan Allah atas hidupnya. “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik” (Maz. 14:1). Kristus mati bagi dosa-dosa Hitchens dan ia bisa diselamatkan, tetapi Allah menuntut agar manusia bertobat dan mengakui dosanya melawan Dia dan secara pribadi menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Dapatkah Jihad yang Penuh Kekerasan Direformasi agar Hilang dari Islam?

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Sebuah Kisah yang Dibuat?” majalah Frontpage, 27 Juli 2010: “Sesekali anda akan mendengar seruan dari para pengritik Islam agar Islam mereformasi diri – agar mesjid-mesjid dan madrasah-madrasah mengajarkan untuk melawan doktrin-doktrin Islam yang mengilhami para teroris. Sebuah contoh yang dramatis akan tuntutan ini ada dalam film Fitna ketika Geert Wilders mengundang orang-orang Muslim untuk merobek halaman-halaman yang penuh kebencian dari Quran….Satu-satunya masalah dengan rekomendasi seperti ini adalah pendekatan ini mengasumsikan ada cukup banyak materi positif dalam Quran dan dokumen-dokumen fondasi lainnya untuk menjadi dasar suatu reformasi. Tetapi apakah benar ada? Menurut Moorthy Muthuswamy, seorang ahli politik Islam, ’61 persen Quran berbicara buruk mengenai orang-orang yang tidak percaya atau menyerukan untuk mengalahkan dan menundukkan mereka dengan kekerasan, tetapi hanya 2,6% yang berbicara mengenai kebaikan umat manusia secara keseluruhan.’…..Kisah yang sama berulang ketika melihat sira, yaitu dokumen-dokumen biografi Muhammad. Ambil saja yang paling awal, yaitu yang ditulis oleh Ibn Ishaq….Menurut analisis konten yang dilakukan oleh Bill Warner dari Center for the Study of Political Islam, sedikitnya 75% sira adalah mengenai jihad. Ini adalah fakta-fakta yang tidak mengenakkan bagi mereka yang berharap Islam dapat direformasi. Tidak peduli seberapa jauh reformasi di pikiranmu, sulit untuk menghasilkan suatu penafsiran yang simbolik tentang seruan-seruan yang begitu banyak dalam Quran untuk berperang melawan orang-orang tidak percaya, karena itulah yang secara literal dilakukan oleh Muhammad. Jadi, daripada mencoba meyakinkan orang-orang Muslim untuk menghilangkan bagian-bagian yang penuh kekerasan dan kebencian dalam Quran, adalah lebih masuk akal untuk mengajak mereka untuk melihat apakah Quran secara keseluruhan memang adalah kebenaran yang dapat dihidupi dengan konsisten.”

EDITOR: Setiap manusia perlu dengan kerendahan hati menyelidiki, yang manakah Firman Allah. Setiap agama megajukan kitab yang dinyatakan sebagai Firman Allah. Tentu tidak semuanya benar, dan setiap manusia perlu mencari tahu sebaik-baiknya, yang mana yang benar.

Posted in Islam | Tagged , , , , , | Leave a comment

Lereng Licin Contemporary Christian Music

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari presentasi Graham West yang sangat bagus “The Rhythm of Rock,” yang tersedia untuk di download di Way of Life Literature. “Dan Lucarini, seorang mantan pemimpin contemporary worship, memperingatkan bahwa ritme rock mempengaruhi kita seperti obat yang bermusik. ‘Walaupun diperkenalkan secara tersembunyi, si pendengar dengan cepat menjadi ketagihan. Daging menuntut lebih banyak dan lebih banyak lagi, sama seperi seorang yang kecanduan, dan kemudian tidak ada jalan mundur lagi’ (Why I Left the Contemporary Christian Music Movement). Hal ini menciptakan trend yang tidak dapat terelakkan untuk menjauh dari musik gereja tradisional. Dalam pasal 17 bukunya, Dan menulis, ‘Dalam kenyataan, yang terjadi seiring dengan waktu adalah peluncuran yang terus menerus di lereng yang licin dari musik tradisional sepenuh menjadi gaya-gaya kontemporer yang paling baru dan paling liar.’ Saya suka dengan ilustrasi Dan tentang suatu lereng yang licin. Saya ingat ketika kami masih anak-anak. Ada suatu lapangan tertentu yang kami suka kunjungi, dan di lapangan itu ada suatu lereng berumput yang cukup terjal. Semua kami akan mengambil potongan kardus, dan dengan kardus itu kami akan meluncur turun sambil menanggung resiko sendiri. Saya mungkin yang paling kecil dari semua anak-anak waktu itu, dan bagi saya hal itu cukup mengerikan. Saya ingat ketika pertama mulai bergerak, kalau mau berhenti masih bisa. Tetapi jika kamu tidak menghentikan diri sendiri saat itu juga, tidak lama kemudian kamu akan mencapai titik tidak dapat berpaling lagi, dan suka tidak suka kamu akan berakhir di kaki bukit itu. Itu persis sama dengan sebuah gereja konservatif yang mulai mencoba-coba CCM. Suka atau tidak suka, mereka akan berakhir di kaki bukit, dan mereka akan sampai di sana dengan kecepatan yang membahayakan. Entah kamu mengerti atau tidak, sekali kamu mulai mendengarkan soft rock, kamu segera mulai meluncur di lereng yang licin itu menuju bentuk-bentuk rock yang semakin agresif. Ini karena balada rock tersebut akan mulai mengorientasikan keseluruhan cara untuk menilai musik: yaitu berpusat pada ritme dan menjauh dari melodi. Kesukaan musikmu akan berubah. Himne-himne dan lagu-lagu yang di masa lalu terdengar sebagai alat penyembahan yang begitu bagus kini akan terdengar membosankan jika dibandingkan dengan citra rasa baru yang kamu miliki sekarang. Progresi ini sudah saya saksikan berulang kali dalam kehidupan berbagai individu; terjadi di kehidupan keluarga-keluarga; terjadi di kehidupan gereja-gereja. Trend ini sebenarnya seharusnya tidak mengagetkan, karena orang-orang ini hanya sekedar mengikuti idola CCM mereka, yang mengikuti dunia dan trend degradasi musik yang progresif. Dalam 50 tahun terakhir di Barat, sementara kebudayaan kita telah menjadi semakin kedagingan, fokus musik masyarakat telah semakin didominasi oleh ritme-ritme yang kompleks dan seksual. Jadi kita di abad 21 memiliki rap, format musik yang nomor 2 paling banyak terjual di dunia, suatu jenis musik yang hampir tidak ada melodi sama sekali. Dengan perkembangan waktu, telinga-telinga telah menjadi terdisorientasi. Pernah, telinga-telinga orang sensitif terhadap melodi, tetapi ritme rock & roll yang sensual dan membuat ketagihan telah membawa kita meluncur ke bawah di lereng yang licin menuju tempat telinga kita kini sensitif terhadap ritme. Gereja, sungguh disayangkan, telah mengikuti trend yang korup ini.”

Posted in musik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Facebook Bagaikan Minyak bagi Api Perceraian

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider – “Apakah memang salah Facebook, atau Facebook hanyalah bagian dari permasalahannya, yang jelas sebuah perusahaan hukum Inggris baru-baru ini meneliti kasus-kasus permohonan cerai yang mereka tangani dan menemukan bahwa setiap satu dari lima menyinggung Facebook dalam konteks tertentu. Salah satu alasan meledaknya popularitas Facebook adalah mudahnya seseorang dapat mencari teman sekolah lama atau seorang kenalan di masa lampau. Apakah yang sedang dilakukan oleh mantan pacar SMA-mu hari ini? Hanya dengan beberapa klik, anda dapat mengetahuinya. Tidak diragukan lagi, banyak pernikahan yang hancur karena salah satu pihak menjadi kenal atau menemukan kembali seseorang yang semestinya tidak mereka jumpai sama sekali. Mark Keenan, Direktur Manajemen dari Divorce-Online mengatakan: ‘Saya telah mendengar dari staf saya bahwa ada banyak orang yang mengatakan mereka menemukan hal-hal mengenai partner mereka di Facebook dan saya memutuskan untuk melihat seberapa parah hal ini; saya benar-benar kaget melihat 20 persen permohonan cerai mengandung referensi tentang Facebook. Alasan yang paling sering muncul adalah adanya chat-chat seksual yang tidak pantas dengan orang-orang yang tidak pantas.’ Email-email dan pesan-pesan genit yang ditemukan di halaman-halaman Facebook semakin sering dijadikan bukti melawan pasangan hidup yang mau diceraikan. Seorang wanita berumur 35 tahun bahkan mengetahui bahwa suaminya sedang menceraikan dia lewat Facebook. Emma Brady sangat terpukul membaca bahwa pernikahannya sudah usai ketika suaminya meng-update statusnya dengan kata-kata, ‘Neil Brady telah mengakhiri pernikahannya dengan Emma Brady.’ Tahun lalu, seorang wanita 28 tahun mengakhiri pernikahannya setelah menemukan bahwa suaminya sedang selingkuh virtual dengan seseorang di dunia maya yang belum pernah ia temui secara fisik. WHAS News di Louisville, KY, baru-baru ini melaporkan seseorang yang mengatakan bahwa Facebook telah memimpin dia menuju perceraiannya. Ia mengatakan bahwa mantan istrinya pergi ke reuni SMA-nya dan melihat seorang mantan kekasih, tetapi pertemuan itu tidak berhenti sampai di sana. Istrinya dan mantan kekasih itu mulai mengirim pesan satu sama lain melalui Facebook. Orang yang bercerai itu mengatakan dia masuk ke akun istrinya, melihat pesan-pesan yang tidak pantas, dan pernikahan mereka mulai kacau sejak saat itu. ‘Facebook menciptakan banyak pencobaan,’ ia katakan. Seorang pengacara perceraian mengatakan bahwa di masa lampau, ‘Jika ada perselingkuhan dalam suatu kasus cerai, biasanya yang terlibat adalah teman kerja. Sekarang, bisa siapa saja dari kota yang sama sekali berbeda, dan ini ada hubungannya dengan Facebook dan betapa mudahnya untuk berhubungan kembali dengan mantan kekasih.’”

EDITOR: Orang Kristen bukan tidak boleh memakai teknologi. Tetapi, orang Kristen harus menyadari bahwa teknologi, selain membawa kemudahan dan kenyamanan hidup, juga membawa tantangan baru bagi iman. Hal ini harus diwaspadai.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Megachurch Mengritik Gereja-Gereja “Normal”

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah khotbah baru-baru ini, Perry Noble, gembala sidang dari Gereja NewSpring yang besar di South Carolina, mengritik habis-habisan gereja-gereja tradisional. Menanggapi kritikan bahwa gerejanya terlalu berisik dan menyerupai sebuah konser, Noble mengatakan, “Saya tidak mau menjadi normal dalam hal gereja di Amerika, karena normal itu kurang cairan, normal itu mati, normal itu mudah ditebak, normal itu membosankan, normal itu tanpa kehidupan, dan ketika kubur itu kosong dan Yesus hidup dan saya telah berpindah dari maut kepada hidup, puji Tuhan, saya tidak mau menjadi normal!” (“S.C. Pastor,” Christian Post, 4 Agustus 2010). Menurut pemikiran Noble yang aneh, sebelum rock & roll dimasukkan ke dalam rumah Tuhan beberapa tahun yang lalu, semua gereja kurang cairan, mudah ditebak, membosankan, dan tanpa kehidupan. Belum 40 tahun yang lalu, TIDAK ADA gereja yang seperti NewSpring, dan tidak ada yang seperti itu selama hampir 2000 tahun ini. Tidak ada pesta-pesta rock & roll di Minggu pagi. Tidak ada. Di mana pun. Semua gereja waktu itu adalah “normal” dan “tradisional” dalam hal ini. Noble kesulitan untuk membedakan antara pesta rock & roll yang duniawi dengan semangat rohani yang saleh, tetapi jelas dua hal ini berbeda. Rock & roll memang memiliki sifat rohani, yaitu roh dunia, roh kedagingan, dan roh setan. Siapa pun yang bingung membedakan antara rock & roll dengan semangat rohani yang saleh sudah terlalu buta untuk dapat memimpin umat Allah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Digital

(Berita Mingguan GITS 07 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Menurut sebuah laporan baru, ribuan gereja di Amerika saat ini sedang menggunakan gembala sidang digital. Sebagai contoh, empat gereja satelit yang berasosiasi dengan Fellowship Church di Grapevine, Texas, menerima khotbah Minggu pagi mereka melalui video high-definition Gembala Sidang Ed Young, yang disiarkan live dari “gereja induk.” Fellowship Church adalah sebuah gereja emerging yang sangat cool (duniawi) yang berafiliasi dengan Southern Baptist Convention (Grup penyanyi kontemporer Hillsong, yang sangat ekumenis, Pantekosta, bergaya rock, dan berasosiasi dengan Gereja Katolik, dijadwalkan tampil di sana tanggal 30 Juli). Geoff Surratt, penulis dari buku The Multi-site Church Revolution, mengklaim bahwa sedikitknya 3000 gereja mendengarkan khotbah dari seorang gembala sidang digital. Ada yang bahkan menggunakan hologram sehingga gembala sidangnya seolah terbang di udara seperti hantu! “Gereja-gereja” ini kebanyakan sebenarnya adalah pusat entertainment, dan jauh lebih mengasyikkan untuk melihat seorang “pengkhotbah super” disiarkan secara digital daripada seorang “pengkhotbah biasa” di hadapan anda.
EDITOR: Di Indonesia juga ada trend “pengkhotbah-pengkhotbah super” yang muncul di televisi, dan sebagian oang “Kristen” menjadi tidak ke gereja yang benar untuk digembalakan dengan benar, karena mereka merasa bahwa duduk di sofa mereka dan mendengarkan “khotbah TV” sudah cukup bagi kerohanian mereka. Konsep seperti ini sangat salah. Alkitab dengan tegas menasihatkan kita untuk tidak “meninggalkan pertemuan-pertemuan jemaat. Berjemaat bukan hanya “mendengarkan khotbah,” walaupun itu memang adalah komponen yang sangat penting. Dalam berjemaat juga ada persekutuan dengan sesama orang beriman, melayani, turut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, saling menasihati, saling menguatkan, saling mendoakan, disiplin, peneguran, bersahabat dengan orang-orang yang benar, dan banyak lagi. Semua ini tidak di dapatkan dari televisi atau suatu “siaran” saja.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment