Organisasi Islam Ingin Agar PBB Mengkriminalisasikan “Pelanggaran Terhadap Agama”

(Berita Mingguan GITS 18 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa “untuk mengeluarkan hukum internasional yang mengkriminalisasikan segala bentuk pelanggaran terhadap agama-agama dalam situasi apapun” (Editor: Dalam konteks adanya ancaman kelompok ekstrimis tertentu untuk membakar Quran) (“Citing Quran-Burning Threat,” CNSNews.com, 10 Sept. 2010). ISESCO, yang adalah perpanjangan tangan dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang terdiri dari 56 negara, mengatakan lebih lanjut lagi: “Adalah suatu noda bagi kemanusiaan bahwa penyerangan yang sedemikian diskriminatif terhadap Islam dan tempat-tempat suci Islam berlangsung terus tanpa ada tindakan-tindakan pencegahan yang legal, baik lokal maupun internasional.” Orang-orang Islam yang menyerukan untuk mengkriminalisasikan “pelanggaran terhadap agama” pada umumnya sangatlah munafik. Semua negara Muslim melakukan pelanggaran terhadap agama-agama non-Islam. Sebagai contoh, coba saja memeluk agama Yahudi atau Kristen di Saudi Arabia. Mereka tidak mengizinkan hal tersebut dan dengan kejam menganiaya orang-orang yang berusaha melakukannya, yang jelas sekali adalah pelanggaran besar terhadap agama-agama tersebut. Orang-orang Yahudi bahkan tidak diperbolehkan di negara tersebut! Orang-orang Muslim melakukan tak terhitung banyaknya pelanggaran terhadap agama lain setiap hari di seluruh dunia. Kita mau mendengar ISESCO dan OKI dan badan-badan Islam lainnya – dan PBB – bersuara menentang intoleransi dan penganiayaan dan kekerasan yang pelanggaran-pelanggaran lainnya yang dilakukan orang Islam terhadap agama-agama lain.

Editor: Apakah ISESCO dan PBB akan bersuara mengkriminalisasikan penusukan terhadap orang Kristen di Indonesia?

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Hawking Mengatakan Bahwa Alam Semesta Menciptakan Diri Sendiri dari Kehampaan

(Berita Mingguan GITS 11 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Stephen Hawking, yang baru-baru ini pensiun dari posisi terhormat di Cambridge yang dulu pernah dipegang oleh Isaac Newton, mengatakan bahwa alam semesta yang sangat kompleks ini menciptakan dirinya sendiri dari kehampaan. Buku baru Hawking, The Grand Design, yang dia tulis bersama dengan fisikawan Amerika, Leonard Mlodinow, mengatakan, “Karena ada hukum seperti hukum gravitasi, alam semesta ini dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri dari kehampaan. …. Penciptaan spontan adalah alasan mengapa ada sesuatu saat ini, mengapa alam semesta ini ada, mengapa kita eksis…..Sama sekali tidak diperlukan Allah untuk menyalakan api dan memulai alam semesta ini.” Faktanya, hukum gravitasi sama sekali tidak menciptakan apapun, dan ilmu pengetahuan belum pernah menemukan sebuah hukum yang dapat menjelaskan bagaimana kehidupan muncul dari benda mati dan informasi muncul dari sesuatu yang non-intelijen, walaupun para evolusionis telah mencari hukum semacam itu dengan sangat tekun selama satu setengah abad. Para evolusionis mengolok-olok iman orang-orang yang percaya kepada Alkitab dan Allah, tetapi “iman” yang paling buta dan paling konyol adalah iman bahwa alam semesta ini menciptakan dirinya sendiri. Hawking dan Mlodinow juga mengumbarkan teori adanya banyak alam semesta yang paralel, yang sama sekali tidak didukung oleh bukti ilmiah setitik-pun. Hawking, penulis dari A Brief History of Time, menderita kecacatan yang berat akibat penyakit Lou Gehrig dan hanya dapat berbicara melalui pengsintesis suara yang hasilkan oleh komputer.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Standar Pakaian yang Diterapkan oleh Hakim

(Berita Mingguan GITS 11 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di seluruh Amerika, para hakim pengadilan kini mulai menerapkan standar pakaian yang harus dipakai di ruang pengadilan untuk mempertahankan keteraturan dan kesopanan di dalam persidangan. Pengadilan lalu lintas di Bakersfield, California, melarang sendal atau alas kaki yang tidak penuh. Pengadilan tinggi di Inkster, Michigan, melarang jeans. Sebuah pengadilan di Dover, Delaware, melarang celana pendek dan rok yang lebih pendek dari empat inci di atas lutut. “Para hakim di wilayah-wilayah tersebut dan tempat-tempat lain di Amerika tegas melarang pakaian yang terlalu sedikit, yang tidak rapi, atau yang mereka anggap tidak sesuai, dalam usaha untuk mempertahankan keteraturan dan meningkatkan keamanan” (“Judges Crack Down on Inappropriate Clothes,” USA Today, 17 Agustus 2010). Hakim di Pengadilan Superior Delaware, William Witham Jr., mengatakan bahwa “ pengadilan adalah tempat dilaksanakannya urusan yang serius, dan itu mengharuskan pakaian yang sesuai.” Budaya pop menyuruh orang-orang untuk berpakaian semau mereka kapan pun dan di mana pun mereka sukai, tetapi para hakim ini menyadari bahwa pakaian adalah suatu bentuk bahasa. Fashion seseorang menyatakan sesuatu tentang orang itu. Dan jika cara berpakaian di hadapan hakim dunia ini penting, betapa lebih pentingnya lagi berpakaian dengan benar jika kita tampil di hadapan Hakim seluruh bumi!
EDITOR: Banyak gereja yang sudah termakan oleh filosofi dan budaya pop. Mereka tidak mengajar jemaat untuk “dress up” atau berpakaian yang sebaik mungkin saat datang ke gereja. Malah, di sebagian gereja, sengaja ditampilkan budaya “casual,” dan pengkhotbah atau gembala sidangnya sendiri memberi contoh dengan memakai baju casual (jeans dengan kaos misalnya). Mereka tidak sadar, bahwa bagaimana seseorang mempersiapkan dirinya berpakaian saat menuju suatu tempat, memperlihatkan bagaimana pikirannya tentang maksud dan tujuan tempat itu. Tidak heran bahwa di banyak gereja, orang Kristen menganggap gereja sebagai tempat rekreasi, tempat hiburan, atau bahkan tempat ia stop sebentar sebelum ia pergi ke mal setelah kebaktian. Mereka tidak tahu bahwa ada urusan yang penting yang akan dilakukan di gereja.

Posted in General (Umum), Gereja | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Iman New Age Glenn Beck

(Berita Mingguan GITS 11 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
EDITOR: Glenn Beck adalah seorang sosok terkenal pembawa editorial di stasiun TV berita terbesar di Amerika saat ini, Fox News. Dia konservatif dalam politik, dan baru-baru ini mengadakan suatu kampanye untuk menyatukan orang-orang konservatif di Amerika untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara tersebut. Banyak orang Kristen Amerika yang merasa bahwa mereka patut bergabung dengan gerakan Beck ini, walaupun Beck adalah seorang Mormon. Sdr. David Cloud telah membuat serangkaian ulasan bahwa orang Kristen yang patuh Alkitab tidak ada urusannya bergabung dengan gerakan yang dibuat oleh Beck. Jawaban untuk kemerosotan Amerka bukanlah pada Beck atau partai politik, tetapi pada pertobatan yang sungguh-sungguh, dan jelas Beck tidak bisa menawarkan pertobatan yang sungguh.
Berikut ini disadur dari Brannon Howse, “Glenn Beck: Another View of His Crusade,” Resistnet.com, 31 Agustus 2010: “Saya percaya bahwa Beck bukan hanya menyambut kerohanian kafir milik Mormonisme, tetapi juga Humanisme Kosmik. Humanisme Kosmik dikenal oleh kebanyakan orang dengan nama New Age Movement. Humanisme Kosmik mengatakan bahwa manusia adalah allah. Mormonisme mengatakan bahwa manusia bisa menjadi allah. Lihat persamaannya? Sebelum kamu bereaksi, coba dengar apa yang Glenn Beck katakan di acara Fox News Sunday bersama dengan Chris Wallace di stasiun TV Fox News. Glenn Beck mengatakan bahwa kampanye yang dia lakukan bukan politis dan bahwa alasan kampanye-nya adalah ‘tidak ada yang dapat kita lakukan yang akan menyelesaikan masalah-masalah kita dan mempertahankan damai kecuali jika kita selesaikan melalui Allah, kecuali kita selesaikan melalui diri kita yang tertinggi. Jadilah dirimu yang tertinggi.’ Beck menggunakan frase ‘diri tertinggi’ tiga kali dalam wawancara dengan Chris Wallace. Tidak ada yang akan berbicara seperti itu kecuali ia tahu persis apa yang ia bicarakan. Salah satu website New Age berkata: ‘Ada banyak kata-kata yang menggambarkan Siapa atau Apa identitas tertinggimu atau dirimu yang tertinggi itu sebenarnya. Di bawah ini hanyalah beberapa contoh: Diri yang Lebih Tinggi, Kehadiran Aku Adalah, Aku Adalah Aku…..Kesadaran Diri Kosmik, Allah, Kristus, Roh Kudus, dan masih banyak lagi…’ Perhatikan bahwa ‘AKU ADALAH AKU’ adalah kata lain untuk ‘diri sendiri yang lebih tinggi.’ Minggu lalu di program radionya, Beck mengatakan, ‘AKU ADALAH AKU adalah frase yang paling berkuasa dalam bahasa manapun karena itu sama dengan nama ilah, jangan pernah pakai itu sembarangan; pakai itu untuk menciptakan diri yang anda kehendaki. AKU ADALAH ______ (anda isi sendiri yang kosongnya).’ AKU ADALAH adalah gelar yang disimpan untuk Allah sendiri. Dalam Keluaran 3:13 Allah memberitahu Musa bahwa ketika orang Israel meminta namaKu, beritahu mereka, ‘AKU ADALAH AKU.’ … ‘AKU ADALAH’ harus disimpan sebagai gelar Allah namun pada saat yang sama dipakai dalam penghujatan dalam praktek-praktek kafir yang disebut “law of attraction.” Dalam buku The Secret, yang dipromosikan oleh tidak kurang dari Oprah Winfrey, Rhonda Byrne menulis, “Hukum ketertarikan (law of attraction) adalah hukum penciptaan….Anda menciptakan hidupmu melalui pikiran-pikiranmu’ (hal. 15)….Fakta bahwa orang-orang seperti Beck di sisi kanan dan Oprah di sisi kiri sama-sama memproklamirkan pesan ‘AKU ADALAH’ adalah tanda bahwa kita hidup di akhir zaman menurut Tuhan Yesus sendiri di Lukas 21:7-8.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , | Leave a comment

Skeptic Society Mengatakan Bahwa Doa Tidak Bermanfaat

(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah artikel tahun 2006, Michael Shermer dari eSkeptic mengklaim bahwa sebuah penelitian baru membuktikan doa tidak berefek bagi pasien-pasien yang menjalani operasi by-pass jantung. Shermer berkomentar tentang sebuah penelitian yang berlangsung satu dekade yang dibiayai oleh Templeton Foundation. Dalam penelitian ini, orang-orang berdoa bagi 1802 pasien jantung yang tidak mereka kenal. Doa dimulai pada malam sebelum operasi dan diteruskan setiap hari selama dua minggu setelah itu. Tidak ada efek yang terlihat. Bahkan, mereka yang didoakan sepertinya berujung lebih buruk daripada yang tidak didoakan. Skeptic Society merasa bahwa ini adalah bukti bahwa doa tidak bermanfaat, tetapi ini hanyalah karena ketidaktahuan mereka yang parah tentang pengajaran Alkitab dan kesengajaan mereka untuk tidak percaya. Pertama, doa yang mau mendapat jawaban memerlukan keselamatan. Yesus menekankan bahwa seseorang harus dilahirkan kembali sebelum ia memiliki hubungan yang benar dengan Allah (Yohanes 3). Mereka yang tidak lahir kembali terasing dari Allah karena dosa, dan doa-doa mereka tidak memiliki kuasa, karena tidak dinaikkan melalui satu-satunya Juruselamat Yesus Kristus. Perhatikan para “pendoa” yang dipakai dalam penelitian Templeton ini. Kebanyakannya adalah anggota-anggota dari dua komunitas Roma Katolik: Biara St. Paul di kota St. Paul, Minnesota, dan Komunitas Teresian Carmelites di Worcester, Massachusetts. Gereja Roma Katolik tidak percaya kelahiran kembali yang alkitabiah, menggantikan pertobatan dan iman pribadi pada Kristus dengan keselamatan berdasarkan pekerjaan-sakramen yang dimulai dari baptisan. Ordo Carmelites lebih memiliki devosi terhadap Maria daripada Kristus. Website komunitas tersebut mengatakan, “Para Carmelites selalu memandang Maria sebagai Pelindung ordo ini, Ibu dan Kemuliaan mereka; dia selalu ada di mata dan hati mereka sebagai ‘Perawan Paling Murni.’ Dengan melihat dia, dan hidup dalam keintiman rohani dengannya, kita belajar berdiri di hadapan Allah, dan dengan satu sama lain, sebagai saudara-saudara Tuhan. Maria hidup di antara kita, sebagai ibu dan saudari, memperhatikan keperluan-keperluan kita; bersama kita dia menanti dan berharap, menderita dan bersukacita.” Ini adalah kesesatan, kemurtadan, dan penghujatan. Bahkan Ibu Teresa, seorang pengikut setia Maria versi mitologi Roma, menyebut dirinya “santa kegelapan” karena kehidupan doanya yang mati kering. Kebenaran Alkitab kedua yang tidak diperhatikan oleh para Skeptics itu adalah bahwa Allah selalu berdaulat dalam hal menjawab doa, bahkan atas doa-doa para hambaNya yang lahir baru dan yang paling setia. Rasul Paulus berdoa tiga kali agar disembuhkan, tetapi Allah menjawab dengan “tidak,” karena itu bukan kehendakNya (2 Korintus 12:7-10).

Posted in General (Umum) | Tagged , , , | Leave a comment

Menorah Dua Juta Dolar Untuk Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Persiapan yang bergairah sedang dilakukan bagi pembangunan Bait Ketiga oleh beberapa grup Yahudi ortodoks di Israel. Salah satunya adalah organisasi Temple Institute, yang didirikan tahun 1986 dengan tujuan “melihat Israel membangun kembali Bait Suci di bukit Moria di Yerusalem.” Melalui pengeluaran yang sangat besar (sedikitnya $20 juta telah disumbangkan sejauh ini) dan berdasarkan penelitian mendalam, mereka telah membuat pakaian-pakaian imam, mahkota emas imam besar seharga $30.000, lempeng dada imam besar dengan 12 batu permata yang bertatahkan nama suku-suku Israel, baskom pencucian tembaga, mezbah ukupan, terompet-terompet perak, sangkakala yang berlapis emas dan perak, kecapi-kecapi, dan banyak benda lain. Yang sangat menarik adalah menorah (kandil) yang telah dibuat dari 95 pon emas, bernilai $2 juta. Pada bulan Desember 2007 menorah tersebut dipindahkan ke suatu lokasi di luar Plaza Tembok Barat di seberang Bukit Bait. Sebelum itu menorah tersebut berdiri di daerah Roman Cardo lama. Rencananya adalah untuk menaruhnya di Bait Ketiga pada akhirnya. Organisasi Temple Institute membandingkan dedikasi menorah tersebut pada tahun 2007 yang lalu dengan dedikasi Arch of Titus di Roma 1900 tahun yang lalu. Pada waktu itu menorah diambil dari Bait, sementara hari ini ia sedang kembali ke Bait. Bait Ketiga selalu disinggung dalam nubuatan Alkitab dalam konteks Antikristus. Ia kemungkinan akan mempersiapkan jalan bagi pembangunannya melalui program damainya yang menipu, dan ia akan melanggar kekudusannya dengan kehadirannya yang menuntut penyembahan (lihat Daniel 9:27; Matius 25:15; 2 Tes. 2:3-4; Wah. 11:1-7)

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Maria Versi Roma Menggantikan Allah

(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka di Chicago memiliki patung Maria di atas tabut perjanjian. Dia sedang duduk di atas Tabut itu, yaitu tempat kehadiran Allah dalam kemah suci, dan dia dikelilingi oleh kerubim. Gambaran yang menghujat ini diletakkan di tengah altar di mana misa dilakukan. Literatur resmi gereja mengatakan patung itu menggambarkan doktrin Katolik bahwa Maria dikandung tanpa dosa dan tanpa cacat, bahwa dia ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, dan bahwa dia secara badani diangkat ke dalam kemuliaan dan dimahkotai sebagai Ratu Surga. Patung yang dipakai untuk menggambarkan Maria sebagai Tabut Kemurahan ditahbiskan pada bulan Mei 2008. Sejak saat itu, gereja tersebut buka 24 jam sehari sebagai undangan bagi “para musafir di seluruh dunia untuk menenggelamkan diri mereka dalam mata air kasih karunia, kemurahan, dan kuasa” yang ditenggarai mengalir dari patung tersebut. Gereja-gereja Roma Katolik penuh dengan berbagai patung. Maria dihormati dengan ketekunan yang lebih daripada Yesus. Setiap orang “Injili” atau “Protestan” atau “Baptis” yang menyanjung Roma dan yang ikut serta dalam hubungan oikumene dengan Roma, atau bahkan yang gagal untuk bersuara menentang kesesatan-kesesatan Roma yang parah, akan bertanggung jawab di hadapan Allah karena menolak untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3) dan karena berdiam diri di hadapan kejahatan.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments

Korea Utara Menghukum Mati Tiga Pemimpin Gereja Rumah

(Berita Mingguan GITS 28 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The Christian Post, 19 Agustus 2010: “Korea Utara menghukum mati tiga orang pemimpin gereja bawah tanah dan memenjarakan 20 orang Kristen lainnya, demikian dilaporkan oleh sebuah agensi berita yang berfokus di Asia. Walaupun eksekusi dan pemenjaraan terjadi di pertengahan Mei, berita baru tersebut muncul bulan ini. Menurut AsiaNews, polisi Korea Utara menyerbu sebuah rumah di Kuwal-dong di wilayah Pyungsung, propinsi Pyongan, dan menangkap keseluruhan dari 23 orang percaya yang berkumpul di sana untuk aktivitas religius. Pemimpin-pemimpin dihukum mati dan segara dieksekusi. 20 orang lainnya dilaporkan dikirim ke penjara kerja paksa No. 15 yang sudah terkenal di daerah Yodok. 23 orang Kristen tersebut menjadi beriman setelah beberapa dari mereka berpergian ke Cina dalam urusan bisnis dan bertemu dengan anggota-anggota gereja di sana…..Ada kira-kira 400000 orang Kristen di Korea Utara yang senantiasa hidup di bawah ancaman penjara, penyiksaan atau eksekusi mati di hadapan umum jika otoritas berhasil membongkar identitas Kristen mereka. Menjadi seorang Kristen di Korea Utara dianggap sebagai salah satu kejahatan yang paling parah oleh pemerintah yang sangat opresif di sana. Semua warga negara diharuskan ikut bidat kepribadian yang berkisar pada penyembahan diktator yang ada saat ini dan ayahnya yang telah meninggal.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , | Leave a comment

Southern Baptis Mengatakan Bahwa Kita Tidak Bisa Menjangkau Dunia Hari Ini Tanpa Musik Rock

(Berita Mingguan GITS 28 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berbicara di pertemuan tahunan Southern Baptist Convention 2007 di San Antonio, Texas, Rob Zinn mengatakan bahwa denominasi itu harus rela mengubah metodologinya untuk menjangkau generasi ini, dan salah satu perubahan itu mencakup musik. Ia bertanya kepada para kakek nenek yang hadir, “Berapa banyak dari kalian yang cukup mengasihi cucu-cucu kalian sehingga kalian rela mengubah musikmu demi mereka?” Ia lalu mengatakan, “Jika kita mau memenangkan [orang-orang muda] bagi Yesus di dalam kebudayaan ini, kita harus rela mengubah cara berpikir kita…..Saudara-saudara, apa yang kamu lakukan di tahun 40an dan apa yang kamu lakukan di tahun 50an tidak akan memenangkan kebudayaan ini bagi Yesus” (“Wrap-up,” Baptist Press, 15 Juni 2007). Zinn, yang adalah gembala sidang dari Immanuel Baptis Church, Highland, California, telah dicuci otak dan disesatkan oleh filosofi pertumbuhan gereja kontemporer dan barangkali juga disesatkan oleh sesama gembala sidang Southern Baptist di Kalifornia, Rick Warren. Zinn telah melakukan tiga kesalahan dalam satu pernyataan yang singkat. Pertama, tidak ada di mana pun dalam Alkitab ada perintah bagi kita untuk memenangkan kebudayaan kita sekarang ini bagi Yesus. Sebaliknya, kita harus memenangkan orang-orang berdosa bagi Yesus, dan mereka dimenangkan hari ini dengan cara yang sama yang dipakai 2000 tahun yang lalu. Mereka harus dimenangkan dengan pemberitaan Injil Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus yang menghidupkan. Injil itulah kekuatan Allah yang memimpin kepada keselamatan (Roma 1:16). Kedua, dalam Perjanjian Baru musik sama sekali tidak dipakai dalam penginjilan, jadi subjek musik tidak relevan dalam topik memenangkan jiwa. Ketiga, musik rock yang dimaksud oleh Zinn berasal dari dunia, daging, dan Iblis, dan tidak dapat dipakai dalam pelayanan kepada Allah yang kudus, kudus, kudus. Saya memiliki cucu, dan saya cukup mengasihi mereka untuk memperingatkan mereka agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini dan juga untuk memperingatkan mereka tentang gembala-gembala sidang Baptis yang kebingungan yang mencoba untuk menyesatkan mereka dari Alkitab menuju filosofi dan program manusia.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Presiden Southern Baptist Mengatakan Bahwa Doktrin-doktrin “Tersier” Seharusnya Dikesampingkan demi Penginjilan dan Persatuan

(Berita Mingguan GITS 28 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Banyak pembicara di pertemuan tahunan Southern Baptist Convention 2007 mengatakan bahwa denominasi tersebut perlu mengesampingkan doktrin-doktrin “tersier” demi penginjilan dan persatuan. Tema tersebut ditentukan oleh presiden SBC, Frank Page, yang terpilih kembali tahun itu untuk menjabat periode keduanya. Dia menyerukan semangat unutk menjangkau yang terhilang daripada berperang internal dan menemukan kesalahan dengan orang-orang lain (“Southern Baptists Hear a Call for Unity,” AP, 12 Juni 2007). Ia mengatakan bahwa “demi Yesus, dan demi kerajaanNya di bumi, kita tidak boleh membuat semua isu doktrinal menjadi perang salib” dan “kita tidak memiliki hak untuk menghakimi orang lain yang tidak sama dengan kita dalam doktrin-doktrin sekunder dan tersier” (“Southern Baptists Urged to Overcome Factionalism to Win the Lost,” Christian Post, 13 Juni 2007). Doktrin-doktrin “sekunder” yang dimaksud ini antara lain adalah Kalvinisme dan non-Kalvinisme, bahwa karunia-karunia kerasulan sudah berhenti atau belum berhenti, pandangan tentang nubuat-nubuat Alkitab, dan pandangan-pandangan tentang wanita dalam pelayanan. Doktrin Perjanjian Baru tentang persatuan jauh lebih sempit daripada pendekatan Page yang Injili. Timotius disuruh untuk tidak “mengajarkan ajaran lain” (1 Timotius 1:3) dan diinstruksikan untuk “t
urutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Tim. 6:14). Perintah yang harus dituruti oleh Timotius tanpa cacat adalah yang Paulus telah berikan dalam surat tersebut, yang bertemakan kebenaran-kebenaran jemaat (1 Tim. 3:15). Paulus telah memerintahkan Timotius hal-hal seperti peran wanita dalam pelayanan (1 Timotius 2), dan hal-hal yang dianggap “tersier” oleh Injili hari ini. Tetapi Timotius diinstruksikan untuk menaati semuanya tanpa cacat, dan untuk melakukan itu kita harus sangat mempersempit persekutuan kita di zaman yang sesat dan penuh kompromi ini. Tidak ada kontradiksi sama sekali jika seseorang memegang teguh posisi Alkitab dalam hal doktrin sekaligus memiliki semangat yang berkobar untuk penginjilan. Kegagalan denominasi Southern Baptist untuk memenangkan orang bagi Kristus, yang telah sering disayangkan, bukanlah karena perpecahan akibat doktrin-doktrin “sekunder.” Itu hanyalah alasan. Sebenarnya, kegagalan disebabkan karena keduniawian dan kondisi rohani yang suam-suam kuku yang merajalela di jemaat-jemaat Southern Baptist. Saya besar di gereja-gereja denominasi tersebut, dan situasinya kini sudah jauh lebih buruk dibandingkan dengan saat saya masih muda, padahal waktu itu saja sudah buruk.

Posted in Ekumenisme, Fundamentalisme | Tagged , , , , , , , | Leave a comment