Allah Perempuan Dalam Gerakan Emerging Church

(Berita Mingguan GITS 06 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Phyllis Tickle, seorang “pelayan Ekaristi dan lector” Episcopalian biasa dan seorang Senior Fellow di Cathedral College di Washington National Cathedral yang liberal, adalah suara yang sangat berpengaruh dalam gerakan emerging church dan doa meditasi. Tickle mempromosikan doa meditasi yang tanpa suara. Dia mengatakan, “Urusan memasuki doa TANPA ALAT KATA-KATA sangatlah penting, karena hal ini mengizinkan roh untuk mengalir secara bebas bersama dengan Roh Allah, dan tidak perlu menyuarakan apa yang sedang terjadi hingga setelah seseorang keluar dari doa” (‘Praying in Color: A Conversation with friends and authors Sybil MacBeth dan Phyllis Tickle,” http://www.explorefaith.org/books/macbeth.html). Meditasi tanpa suara bukanlah doa yang alkitabiah, melainkan praktek kafir yang merupakan resep untuk mendapatkan penipuan dari Iblis. Semua mereka yang mempraktekkannya dipimpin kepada kesesatan. Karena itu tidaklah mengherankan, bahwa Tickle percaya akan Allah yang perempuan dan memanggil Roh Kudus “he (dia laki-laki) atau she (dia perempuan) atau it (dia benda).” Dia mengajarkan bahwa dengan mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, orang percaya sedang memberi Allah makan dan menyegarkan kembali Roh Kudus, apapun juga maksud kalimat itu. Berbicara di Gereja Alkitab Mars Hill yang digembalakan Rob Bell di Grand Rapids, Michigan, Tickle mengatakan: “Allah itu laki-laki sekaligus perempuan. Allah itu bapa dan juga ibu. ….Ada lebih dari satu hal di bawah nama Allah, dan itu laki-laki sekaligus perempuan. ….Karena kita sebentar lagi akan ambil bagian [dalam perjamuan Tuhan], marilah kita ingat apa yang sedang kita lakukan. Kita bukan saja merayakan kematian itu dan janji kembalinya, tetapi kita sedang memberi makan dengan cara makan Allah – ya itulah yang sedang kita lakukan di sini – dengan cara makan tubuh dan darah Allah kita, kita sedang memberi makan Allahyang di dalam kita. Karena sambil kita mengambil elemen-elemen itu, Roh juga makan di dalam diri kita dan disegarkan kembali sebagaimana dia [he or she or it] lakukan melalui iman kita” (Tickle, “A Treasure We Don’t Understand,” 3 Mei 2009). Phyllis Tickle, Rob Bell, Brian McLaren, dan kelompok mereka sedang menyembah berhala. The Shack, sebuah buku populer di kalangan emerging church, juga menggambarkan Allah sebagai wanita.

Posted in Emerging Church | Tagged , , , , , | Leave a comment

Hati-Hati Terhadap Guru Palsu Henry Wright Dengan Program Kesehatan Totalnya

(Berita Mingguan GITS 06 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Henry Wright, gembala sidang dari Pleasent Valley Church, Thomaston, Georgia, dan juga pemimpin dari sebuah pelayanan yang bernama Be in Health, mengklaim bahwa semua sakit penyakit memiliki akar rohani. Jadi, hal-hal seperti aneurisma (penggelembungan pembuluh darah), stroke, wasir, dan pembengkakan pembuluh darah, misalnya, menurut dia disebabkan oleh ketakukan dan kekhawatiran. Ia menyalahgunakan baik Kitab Suci maupun ilmu kedokteran untuk “membuktikan” hal-hal yang dia katakan. Website dia berkata, “Kami berdedikasi untuk menghilangkan dan mencegah semua penyakit rohani, psikologis, dan biologis,” dan “kehendak Allah yang sempurna adalah bahwa kamu tidak sakit.” Sebaliknya, Rasul Paulus sendiri menderita suatu penyakit yang Allah tidak mau hilangkan (2 Kor. 12:7-10). Rasul yang bijak itu menyimpulkan, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor. 12:10). Kata “kelemahan” dalam bahasa Yunaninya adalah “astheneia,” yang di bagian lain diterjemahkan “sakit” (Kis. 28:9) dan “penyakit” (Yoh. 11:4). Pengkhotbah yang setia itu, Timotius, secara fisik lemah dan sering sakit, dan Paulus tidak menawarkan padanya suatu program kesehatan yang sempurna (1 Tim. 5:23). Paulus juga terpaksa meninggalkan teman sekerjanya Trofimus di Miletus karena dia sakit dan Allah tidak menyembuhkannya (2 Tim. 4:20). Seorang istri yang terganggu menulis kepada Rick Miesel dari Biblical Discernment Ministries pada bulan November 2002, dan menjelaskan bahwa suaminya telah menghadiri seminar Wright, dan pulang ke rumah “sambil berkata bahwa dosa adalah setan, kanker adalah kepahitan, kebanyakan penyakit memiliki akar rohani, dan bahwa segala sesuatu di planet ini yang kurang dari 70 tahun umurnya adalah kutuk, dll.” Wright mengatakan di seminar tersebut, “Hati-hati ketika kamu pulang ke rumah, karena Setan akan mencoba dan menggunakan orang yang terdekat denganmu untuk membuatmu meragukan apa yang telah kami ajarkan padamu.” Sama sekali tidak ada peringatan dalam seminar tersebut untuk menguji segala sesuatu dengan Firman Allah (1 Tes. 5:21) dan memegang yang baik (Kis. 17:21). Sebaliknya, orang tersebut diajarkan untuk menerima pengajaran tanpa kritik. Ketika istrinya memanggil dia dan bertanya apakah dia menggunakan pengujian yang alkitabiah, ia memberikan jawaban yang bodoh dan berbahaya, “Saya tidak akan memfitnah orang-orang ini dengan cara tidak setuju dengan mereka.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Pengajaran Advent tentang Sabat

Oleh Dr. Steven E. Liauw

bahan dasar berasal dari buku Avoiding the Snare of Seventh Day Adventism, David Cloud

Salah satu hal yang membedakan gerakan Advent dari kekristenan lainnya adalah pengajaran mereka bahwa orang Kristen harus memelihara hari Sabtu sebagai hari Sabat, sama seperti di zaman Perjanjian Lama. Hal ini perlu dinilai secara Alkitabiah, oleh karena itu, marilah kita menyelidiki apa yang diajarkan oleh gereja Advent tentang hari Sabat, lalu kita bandingkan dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Berikut ini adalah poin demi poin pengajaran mereka yang diambil dari publikasi mereka sendiri.

Continue reading →

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 10 Comments

Bakteri Yang Meluluhkan Baja

(Berita Mingguan GITS 30 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari CreationMoments.net, 30 September 2010: “Mereka bekerja tanpa suara dan dalam kegelapan. Sementara kebanyakan penghuni bumi memerlukan oksigen, mereka sekedar menolerir oksigen. Mereka lebih suka membuat lingkungan mereka sendiri yang tanpa oksigen. Lalu mereka akan mulai bekerja. Dan mereka sangat suka logam. Menggunakan proses kimia yang kompleks, mereka mulai meluluhkan logam. Mereka bisa membuat lobang sebesar seperenambelas inci pada sebuah pipa yang setebal satu inci dalam enam bulan. Baja anti karat tidak begitu kuat – sama sekali tidak menyulitkan mereka. Bahkan logam-logam dari zaman luar angkasa seperti titanium tidak dapat menahan mereka. Bukan, kita bukan sedang membicarakan mahkluk aneh dari luar angkasa. Makhluk-makhluk yang kedengaran aneh ini adaah bakteri-pereduksi-sulfat. Setiap tahun, korosi logam menyebabkan kerugian sekitar $167 milyar. Dan sebagian besar dari kerusakan itu adalah karena bakteri yang menghancurkan pipa-pipa logam. Bakteri-pereduksi-sulfat mulai dengan mengisolasi koloni mereka dari cairan dalam sebuah pipa atau tanki. Begitu mereka sudah terisolasi, bakteri itu mulai membentuk gas hidrogen. Terkurung di dalam biosfer koloni bakteri tersebut, hidrogen mulai menumpuk dan diserap oleh logam itu. Hidrogen yang diserap mulai mengkorosikan logam dan membuatnya rapuh. Para peneliti mencoba menggunakan pipa yang dilapisi epoxy, tetapi tidak tidak menghentikan bakteri-bakteri ini. Bakteri sepertinya malah berpikir bahwa pigmen dalam epoxy itu adalah variasi diet mereka. Walaupun kecanggihan ilmu pengetahuan modern sedemikian rupa, ngengat dan karat tetap menyertai usaha kita. Ini adalah cara Allah untuk mengingatkan kita bahwa manusia, beserta alam ciptaan lain, sedang menderita dosa dan memerlukan pengampunan dosa yang ada dalam Yesus Kristus.”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kasih Yang Tidak Bersyarat?

(Berita Mingguan GITS 30 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Gerakan emerging church mengklaim bahwa kasih Allah tidak bersyarat, tetapi ini adalah kesalahan yang serius. Kasih Allah tidak dapat selami, tetapi bukan tidak bersyarat. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut yang dibuat oleh Tuhan Yesus Kristus: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya” (Yoh. 14:21). “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar” (Yoh. 15:5-6). “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat. 7:21-23). “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36). “Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:3)

Posted in General (Umum), Renungan | Tagged , , | 2 Comments

Sidang Jemaat Allah Berkompromi Dalam Hal Penciptaan

(Berita Mingguan GITS 30 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Denominasi Sidang Jemaat Allah [Editor: Di Amerika] telah memperlemah pernyataan mereka dalam topik “Doktrin Penciptaan” dalam sebuah publikasi posisi iman yang baru-baru ini diadopsi. Pernyataan tahun 2010 mengklaim bahwa “kisah-kisah penciptaan tidak memberikan detil-detil yang tepat mengenai bagaimana Allah melakukan aktivitas penciptaanNya,” dan juga bahwa tidak benar “kisah-kisah ini memberikan kepada kita kronologi yang lengkap yang memungkinkan kita memperhitungkan waktu dari berbagai tahap penciptaan.” Pernyataan tersebut berlanjut lagi mengatakan bahwa “orang-orang Kristen yang sama-sama sangat saleh telah menghasilkan pendapat yang berbeda mengenai umur bumi, umur umat manusia, dan cara-cara Allah melakukan proses penciptaan.” Ini adalah tindakan menyerah total kepada kesesatan “theistic evolution.” Alkitab dengan jelas memberikan detil-detil yang tepat mengenai bagaimana Allah melaksanakan proses penciptaan. Lebih lanjut lagi, Alkitab memberikan kronologi yang tepat dalam silsilah-silsilah yang memungkinkan kita untuk mengetahui kapan penciptaan terjadi, dalam radius 1000 tahun. Tidak ada kemungkinan bahwa evolusi selama jutaan dan milyaran tahun terjadi dalam kerangka penciptaan sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Seseorang yang tidak percaya Alkitab bisa saja secara tulus memang tidak mengerti Alkitab, tetapi jelas ia tidak “saleh.”
EDITOR: Banyak orang tidak tahu bahwa ilmu pengetahuan sama sekali tidak membuktikan bahwa bumi berumur jutaan tahun. Justru ada banyak indikator ilmiah bahwa bumi tidak mungkin berumur jutaan tahun. Bagi orang Kristen, isu ini meruncing menjadi satu pertanyaan: dapatkah Alkitab dipercaya? Alkitab tegas mengatakan bahwa Allah menciptakan bumi, langit, dan segala isinya dalam enam hari. Kalau Alkitab salah dalam hal ini, mengapakah anda percaya bahwa Alkitab benar mengenai Yesus Kristus? Sayang sekali, banyak orang Kristen dan gereja tidak sadar, bahwa ketika mereka menolak kisah Penciptaan dalam Alkitab, mereka telah meruntuhkan fondasi mereka sendiri.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , | 7 Comments

Riset Membuktikan Otak Lebah Lebih Hebat dari Komputer

Saya baru saja membaca sebuah artikel yang ditulis oleh guardian.co.uk pada tanggal 24 Oktober 2010. Artikel ini berbicara mengenai kemampuan komputasi lebah.

“Lebah dapat menyelesaikan soal-soal matematika yang kompleks yang menyibukkan komputer selama berhari-hari, demikian ditemukan oleh riset. Serangga ini belajar untuk mencari jalur terbang yang paling pendek antara bunga-bunga yang mereka temukan secara acak, secara efektif menyelesaikan ‘masalah travelling salesman,’ ujar para ilmuwan di Royal Holloway, University of London. Teka-teki yang dimaksud adalah mencari rute yang paling pendek supaya seorang salesman dapat mengunjungi semua lokasi yang harus dia kunjungi. Komputer menyelesaikan masalah ini dengan cara membandingkan total panjang semua rute yang mungkin, lalu memilih yang paling pendek. Lebah mampu mendapatkan jawaban yang sama dengan menggunakan otak yang ukurannya sebesar biji rumput.

Dr. Nigel Raine, dari fakultas biologi Royal Holloway, mengatakan: ‘Lebah-lebah yang mencari makan menyelesaikan ‘masalah travelling salesman’ setiap hari. Mereka mengunjungi bunga-bunga di banyak lokasi, dan karena lebah menggunakan energi yang besar untuk terbang, mereka perlu menemukan rute memungkinkan mereka terbang seminimal mungkin.’

Menggunakan bunga-bunga palsu yang dikendalikan komputer, Dr. Nigel ingin tahu apakah lebah akan mengikuti rute sederhana berdasarkan urutan mereka menemukan bunga, atau mencari rute yang paling pendek. Setelah menjelajahi lokasi bunga-bunga tersebut, lebah-lebah dengan cepat belajar untuk terband melalui rute yang paling pendek untuk menghemat energi dan waktu.

Riset ini, yang akan muncul minggu ini dalam jurnal The American Naturalist, memiliki implikasi untuk dunia manusia. Kehidupan modern bergantung pada berbagai jaringan seperti aliran kendaraan di jalan, aliran infomasi internet dan rantai suplai untuk bisnis. ‘Walaupun ukuran otak mereka kecil, lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa,’ kara Raine. ‘Kita perlu tahu bagaimana mereka menyelesaikan masalah travelling salesman tanpa bantuan komputer.’”

Memang benar, riset ini memiliki dampak kepada dunia manusia. Tetapi dampak yang sebenarnya justru tidak dibahas dalam artikel tersebut, yaitu: dari manakah asal kemampuan otak lebah tersebut? Kalau komputer saja, yang dirancang dan didesain dengan hati-hati dan penuh intelijensi, tidak mampu mengalahkan otak lebah yang kecil, mungkinkah otak itu muncul dengan sendirinya? Sungguh, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:19-20).

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengajaran Resmi Katolik

Ada kalanya, agar kebenaran nyata, kesalahan harus disingkapkan dan ditelanjangi. Hal ini dilakukan bukan karena rasa benci kepada mereka yang salah, tetapi justru karena kasih yang besar kepada mereka. Kita tidak tega melihat orang-orang dibutakan oleh kesesatan, dan dengan resiko dibenci, akan memberitakan kebenaran kepadanya, walaupun itu melukai egonya.

Gereja Roma Katolik adalah salah satu institusi yang mengatasnamakan Yesus Kristus, tetapi sebenarnya sangatlah jauh menyimpang dari Yesus yang sejati, Firman Tuhan, dan kebenaran. Banyak praktek Katolik yang sama sekali tidak ada dalam Alkitab, misalnya: doktrin mereka tentang Maria, tentang santo-santa, tentang api penyucian, tentang pastor yang tidak menikah, tentang misa, dan masih banyak lagi.

Walaupun demikian, banyak orang yang tidak mau percaya bahwa Katolik itu memang salah. Bahkan orang Katolik sendiri, ketika diperhadapkan dengan doktrin-doktrin Katolik yang tidak alkitabiah, misalnya bahwa roti ekaristi yang dia makan dipercaya adalah benar-benar daging Yesus (ia makan daging manusia), kadang menyangkal bahwa Katolik memiliki doktrin seperti itu. Orang-orang Injili juga, kini semakin mendekat kepada Katolik, dan tidak merasa bahwa “Katolik separah itu.”

Untuk melihat sebenarnya apa pengajaran Katolik, coba kita lihat deklarasi resmi mereka sendiri. Berikut ini adalah dokumentasi tentang Konsili Trent dan Konsili Vatican Kedua, yang merumuskan doktrin resmi Katolik.

Berikut ini disadur dari tulisan David Cloud, “Rome and The Council of Trent”

Ada pihak-pihak yang mau membuat semua orang berpikir bahwa Gereja Roma Katolik telah berubah dan bukan lagi institusi sesat seperti dulu. Ted Haggard, mantan gembala sidang senior New Life Church di Colorado Springs dan juga mantan presiden dari National Association of Evangelicals (NAE) yang beranggotakan 30 juta orang, mengatakan pada bulan Oktober 2005: “New Life tidak mencoba untuk menobatkan “orang-orang Katolik” dan bahwa gereja tersebut tidak akan pernah menghalang-halangi anggota-anggotanya untuk “menjadi Katolik atau menghadiri Misa Katolik” (BereanCall, Januari 2006).

Pernyataan ini mencerminkan perubahan yang sangat radikal dalam gerakan Injili, tetapi mengenai Roma sendiri, tidak banyak yang berubah.

Continue reading →

Posted in Katolik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Our Daily Bread, Roma, Dan Ekumenisme

(Berita Mingguan GITS 23 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Our Daily Bread, sebuah renungan harian yang populer, kini mempromosikan Roma Katolik dan Ekumenisme. Edisi September-Oktober 2010 dari renungan ini mengandung referensi-referensi positif tentang imam Katolik Henri Nouwen (27 September) dan seorang Fransiscan, Michael St. Jacques lengkap dengan pakaian Katoliknya (13 Oktober). Nouwen disebut sebagai seorang “penulis” oleh Our Daily Bread, tetapi tidak disebutkan bahwa ia adalah seorang imam Katolik yang percaya bahwa manusia dapat diselamatkan di luar dari iman kepada Kristus atau bahwa Nouwen adalah pendukung bentuk-bentuk meditasi Katolik yang paling berbahaya. Nouwen mengagumi Thomas Merton, seseorang yang beragama Katolik sekaligus Budha. Mengomentari buku Merton, Nouwen mengatakan: “Sang penulis memperlihatkan keterbukaan yang luar biasa terhadap karunia-karunia dalam agama Budhisme, Hinduisme, dan Islam.” …Ini bukan pertama kalinya Our Daily Bread mempromosikan Nouwen. Pada tanggal 6 Juni 2006, ada ulasan mengenai buku Nouwen, The Return of the Prodigal Son. Edisi terakhir dari Our Daily Bread juga menyinggung secara positif acara World Communion Sunday pada tanggal 3 Oktober. World Communion Sunday berasal dari gereja Presbyterian pada tahun 1936 dan dikembangkan oleh Federal Council of Churches yang sangat liberal pada tahun 1940an….Hari ini, penekanan World Communion Sunday adalah persatuan ekumenikal yang melintasi garis-garis denominasi, yang hari ini adalah topik yang populer dan membuat semua orang senang. Tetapi, persatuan antar-denominasi yang mengabaikan doktrin adalah ketidaktaatan langsung terhadap perintah Alkitab untuk berjuang demi kebenaran melawan kesalahan (Yudas 3) dan perintah untuk memisahkan diri dari orang-orang sesat (Roma 16:17, dll.)
Editor: Hati-hatilah memilih renungan harian, dan kritislah menjadi orang Kristen. Selalu bandingkan segala sesuatu dengan Alkitab.

Posted in Ekumenisme, Katolik, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , | 2 Comments

Keith Richards Mengatakan Bahwa Ia Belum Siap Bertemu Teman Lamanya Lucifer

(Berita Mingguan GITS 23 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Keith Richards, salah satu pendiri The Rolling Stones, dibayar 7,7 juta dolar dimuka untuk memoir-nya, yang akan muncul minggu depan. Buku tersebut diberi judul “Life” tetapi lebih pantas berjudul “Death,” karena gaya hidup Richards adalah resep yang sempurna untuk menuju kematian fisik maupun kematian kekal. Dari segala sisi, seharusnya dia sudah mati puluhan tahun yang lalu karena penyalahgunaan obat, tetapi karena kasih karunia Allah dia masih hidup sampai 66 tahun. Bukannya bertobat dari dosa-dosanya dan menyerahkan diri kepada kemurahan Allah dalam Kristus, ia malah mengatakan bahwa ia tidak memiliki penyesalan. Mengenai kematian, dia berpura-pura memegang kendali. “Saya tidak menaruh kematian ke dalam jadwal agenda saya. Saya belum mau bertemu dengan teman lama saya Lucifer” (“Richards: Mick Jagger Was “Unbearable,” Reuters, 15 Okt. 2010). Tidak diragukan lagi dia memang melayani Iblis, tetapi Iblis tidak berteman dengan siapapun, dan kematian bukanlah pertemuan dengan Lucifer; melainkan pertemuan dengan Allah Mahakuasa. Mick Jagger dan Keith Richards telah mengolok-olok Allah dan menista hukum-hukumNya yang kudus sebagai anggota-anggota Stones selama lebih dari 45 tahun dan hal itu telah menjadikan mereka kaya dan terkenal. Pengaruh mereka dalam merusak moralitas generasi ini tak dapat dihitung. Melalui musik mereka dan kehidupan mereka, mereka meludahi wajah Allah. Pada tahun 1965 mereka bernyanyi, “I’m free to do what I want any old time” (Aku bebas untuk melakukan apa yang ku mau kapan saja). Lagu mereka “Sympathy for the Devil” sangatlah populer. The Stones adalah pengaruh yang sangat besar dalam hidup saya pada tahun 1960an, dan saya terus mengucap syukur kepada Tuhan bahwa Ia mencelikkan mata saya yang buta dan menyelamatkan saya oleh kasih karuniaNya dan bahwa Lucifer bukan lagi tuan saya. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment