Mengajar Anak-Anak Untuk Memiliki Waktu Membaca Alkitab Setiap Hari

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan orang tua bagi anak-anak mereka adalah membantu mereka mengembangkan kebiasaan membaca Alkitab setiap hari. Adalah Firman Allah yang dapat dipakai oleh orang muda untuk membersihkan jalannya dari dunia yang jahat ini (Maz. 119:9). Firman Tuhan haruslah masuk ke dalam hati dan jiwa dan mengisi keseluruhan hidup individu tersebut, dan ini tidak akan terjadi tanpa membaca, mempelajari, menghafal, dan merenungkan Firman Tuhan menjadi praktek sehari-hari. Gembala sidang David Sorenson memberikan beberapa nasihat mengenai hal ini sebagai berikut: 1. Mulailah secepatnya. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami mulai menyuruh mereka membaca Alkitab sesegera mereka bisa membaca. Memang pendek saja tetapi mereka mulai sejak di tahun-tahun TK mereka. 2. Rencanakan pembacaan mereka itu. Alkitab adalah buku yang kompleks, bahkan untuk orang dewasa. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami menyuruh mereka membaca 1 Yohanes karena kosa kata dan sintaksnya yang sederhana. Pertama-tama kami menyuruh mereka membaca satu atau dua ayat sehari. Sambil mereka naik kelas dalam sekolah, tugas membaca itu berkembang menjadi satu pasal sehari dan ketika mereka SMP, kami menyuruh putri-putri kami membaca empat pasal sehari. Ini adalah jumlah yang diperlukan untuk membaca Alkitab dalam satu tahun. Tetapi poin besarnya adalah kami merencanakan pembacaan itu bagi mereka. 3. Sediakanlah insentif positif. Ketika putri-putri kami masih kecil, kami membuat suatu tempelan di kulkas, dan ketika mereka melakukan pembacaan Alkitab wajib mereka, mereka menerima satu bintang setiap hari. Ketika mereka dengan setia mengisi bintang mereka selama beberapa minggu atau satu bulan, kami merencanakan hadiah bagi mereka. 4. Pertahankan kebijakan ini. Kami memastikan bahwa putri-putri kami melakukan tugas membaca Alkitab mereka sebagaimana diinstruksikan. Suatu pertanyaan yang sering terdengar di meja makan adalah ‘Apakah kamu membaca Alkitabmu pagi ini?’ Walaupun pada akhirnya mereka tidak memakai tempelan kulkas dan bintang lagi, kami tetap mengecek mereka selama masa-masa remaja. 5. Lakukanlah karena ini hal yang benar. Ketika putri-putri kami bertumbuh besar dan tidak lagi memerlukan insentif-insentif kecil, kami beralih mengajarkan mereka filosofi bahwa membaca Alkitab adalah hal yang memang patut dilakukan. Sambil kami mengembangkan prinsip melakukan kebenaran, mudah untuk memasukkan praktek pembacaan Alkitab ke dalam prinsip kebenaran. Sungguh, adalah tepat bagi seorang percaya untuk berada dalam Firman Allah setiap hari (Training Your Children to Turn out Right).”

Posted in Keluarga | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Pemerintah Pakistan Dilarang Untuk Mengampuni Seorang Kristen Yang Dihukum Mati

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The Christian Post, 29 Nov. 2010: “Pemerintah Pakistan dilarang pada hari Senin oleh pengadilan tinggi negara itu untuk memberikan grasi kepada seorang wanita Kristen yang dijatuhi hukuman mati karena tuduhan penghujatan. Asia Bibi dijatuhi hukuman mati tiang gantung pada awal bulan November karena katanya mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Nabi Muhammad. Ibu Kristen beranak lima ini adalah wanita pertama yang menerima hukuman mati atas penghujatan di Pakistan. Pengacara Bibi mengajukan banding dan petisi untuk meminta grasi dari presiden. Pemimpin-pemimpin agama, termasuk Paus Benedict XVI, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyerukan pembebasannya, tetapi orang-orang Islam konservatif mengancam akan terjadi anarki jika Presiden Asif Ali Zadari mengampuni wanita tersebut. Menteri Minoritas Federal, Shahbaz Bhatti mengatakan bahwa dia berharap Bibi akan dilepaskan. Dia ditugaskan untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan terhadap Bibi dan mengatakan bahwa temuan awal memperlihatkan bahwa dia tidak bersalah. Bibi ditangkap tahun 2009 setelah adu mulut kecil dengan teman-teman pekerja ladang. Dia sedang memunguti buah di ladang bersama teman-teman kerja Muslim dan pergi untuk mengambil air bagi kelompok mereka. Ketika kembali, para wanita Muslim di ladang itu menolak untuk minum air tersebut karena kontainernya telah disentuh oleh seorang Kristen. Bibi tersinggung dan berargumen dengan wanita-wanita itu, tetapi kemudian tidak terlalu memikirkan insiden itu lagi. Namun, beberapa hari kemudian, lusinan orang Islam menyeret dia pergi. Dia dituduh menghujat Nabi Islam, Muhammad, tuduhan yang dia sangkal.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Emerging Church Mengatakan Bahwa Orang Muda Memerlukan Panggilan, Bukan Peraturan

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Steven Furtick dari Gereja Elevation di Charlotte, North Carolina, mengatakan bahwa yang diperlukan generasi ini bukanlah lebih banyak lagi aturan mengenai bagaimana menjalani hidup, tetapi suatu panggilan yang menjadi tujuan hidup (“Charlotte Pastor,” The Christian Post, 26 Nov. 2010). Ini adalah filosofi yang khas emerging church. Pada kenyataannya, yang diperlukan orang muda adalah peraturan SEKALIGUS suatu panggilan kepada pemuridan yang sejati. Dalam Firman Tuhan, pemuridan berarti juga melaksanakan peraturan-peraturan ilahi. Yesus menginstruksikan gereja-gereja untuk mengajarkan petobat-petobat melakukan “segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20), dan “segala sesuatu” yang dimaksud ada dalam Alkitab. Perhatikan misalnya surat Efesus. Surat ini memberitahu kita bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia Allah tanpa usaha, tetapi surat ini juga mengandung tiga pasal yang penuh dengan aturan-aturan yang harus ditaati oleh orang percaya, peraturan yang meliputi segala aspek kehidupan, pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Karena sudah kecanduan dengan kebudayaan pop, generasi ini telah menolak peraturan demi suatu gaya hidup dan filosofi “aku duluan,” dan emerging church sedang mengkhotbahkan apa yang diinginkan oleh kekristenan sesat yang penuh hawa nafsu (2 Tim. 4:3-4). Mengambil sikap semangat emerging, Furtick mengklaim bahwa ini adalah “generasi yang paling terdorong, paling berkesempatan, paling mungkin dalam sejarah untuk membawa Injil Yesus Kristus ke seluruh dunia.” Faktanya, ini adalah generasi yang biasanya kekurangan rasa pengorbanan diri, disiplin, dan komitmen jangka panjang untuk melakukan tugas seperti itu, tetapi ketika seorang muda menolak “generasinya,” bertobat dari cintanya akan kebudayaan fasik dan sia-sia, dan menjadi murid sejati Kristus, menyerahkan diri sendiri kepada aturan Kristus sebagaimana dituang dalam Firman Tuhan, ia memang dapat membantu membawa Injil Kristus kepada dunia yang membutuhkan ini. Inilah tujuan yang harus didengungkan oleh setiap gereja-gereja Alkitabiah kepada orang-orang mudanya. Yang kita setujui adalah bahwa orang muda di gereja-gereja Alkitabiah bukan HANYA memerlukan aturan, dan secara khusus mereka tidak memerlukan suatu fokus kepada daftar aturan-aturan eksternal yang dangkal tanpa pendidikan yang sejati tentang pemuridan di tingkat hati mereka.

Posted in Emerging Church | Tagged , , , | Leave a comment

Pengkhotbah Southern Baptist Yang Agnostik

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah laporan di ABC World News menggambarkan dua orang pelayan Southern Baptist yang agnostik (posisi tidak tahu apakah Allah ada atau tidak ada). Para pengkhotbah itu, yang hanya disebutkan nama depannya saja, Adam dan Jack, dikutip mengatakan kehilangan iman mereka ketika dikonfrontasikan dengan tulisan-tulisan atheis seperti Richard Dawkins. Orang yang diidentifikasi sebagai Adam mengatakan, “Saya menjadi sadar bahwa semua yang telah diajarkan kepada saya untuk saya percayai itu ternyata sangat selektif, dan tidak pernah melihat dengan sungguh-sungguh pengajaran sekuler atau filosofi lain….Saya berpikir, ‘Ya Tuhan. Apakah saya percaya hal-hal yang salah? Apakah saya sudah menghabiskan seumur hidup dan seluruh karir saya mempromosikan sesuatu yang tidak benar?’” (“Atheist Ministers Struggle with Leading the Faithful,” ABC World News, 9 Nov. 2010). Saya sama sekali tidak tahu siapa “pelayan-pelayan” ini atau bagaimana ABC News menemukan mereka, tetapi saya sama sekali tidak kaget bahwa orang-orang semacam ini memang ada. Rata-rata gereja Baptis, apakah itu Southern atau Independen, tidak mempersiapkan orang-orang muda untuk menghadapi skeptikisme zaman ini. Orang-orang muda diberikan entertainment, bukan dimuridkan. Mereka diajar untuk semangat masalah olahraga dan kebudayaan pop dan bukan tentang Tuhan dan FirmanNya. Iman yang Alkitabiah bukanlah lompatan ke dalam kegelapan. Iman yang benar didasarkan kepada bukti historis yang kuat. Lukas menggambarkannya sebagai “banyak tanda” (many infallible proofs di Kis. 1:3). Tidaklah sulit untuk mempertahankan Alkitab dan Injil terhadap tuduhan-tuduhan para “atheis baru” yang tidak berhikmat, tetapi kebanyakan gereja bahkan tidak berusaha.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , | Leave a comment

Setelah Fatwa, Gembala Sidang di Pakistan Dipukuli dengan Batu Bata

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Compass Direct News, 5 Nov. 2010: “Ekstrimis Islam di Islamabad pada hari Senin (1 November) memukuli dengan batu bata dan tongkat hockey seorang pelayan Kristen yang menerima fatwa mati. Rev. Dr. Suleman Nasri Khan, seorang mantan pejuang di Afghanistan sebelum pertobatannya kepada kekristenan pada tahun 2000, menderita cedera kepala serius, retak tulang lengan, dan patah tulang di pergelangan kaki kiri di dalam penyerangan oleh 10 ekstrimis Muslim; ia mampu mengenali dua orang dari antara mereka sebagai Atta-Ullah Attari dan Allama Masaud Hussain. Penyerangan di Chashma tersebut, dekat kota Iqbal di Islamabad, terjadi setelah fatwa oleh cendekiawan Islam Allama Nawazish Ali tanggal 25 Oktober untuk membunuh Khan, gembala sidang dari Gereja Kuasa Penyembuhan Allah di daerah Kalupura di kota Gujrat. Seorang mufti (cendekiawan Islam) dan anggota dari Dawat-e-Islami, yang mengorganisir pembelajaran Quran dan Sunnah, Ali memiliki otoritas untuk mengeluarkan fatwa. Khan, 34 tahun, telah pindah ke sebuah apartemen yang disewa di Islamabad setelah melarikan diri dari rumahnya di Gujrat karena ancaman-ancaman maut terhadap dia dan keluarganya, demikian dia tuturkan. Fatwa tersebut, yaitu suatu perintah agamawi yang harus ditaati oleh semua Muslim, dikeluarkan setelah Khan memprotes kekerasan anti-Kristen di Kalupura bulan lalu. Ekstrimis-ekstrimis Muslim yang tahu akan pertobatannya pertama kali menyerang Khan pada tahun 2008 – membunuh anak pertamanya, Sana Nasri Khan yang berumur 3 bulan. Ia dan istrinya Aster Nasri Khan berhasil lolos.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Apakah Roma 14 Mengajarkan Untuk Tidak Separasi Atas Doktrin-Doktrin Yang “Tidak Fundamental”?

(Berita Mingguan GITS 20 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah artikel yang berjudul “Ecclesiastical Separation,” Clayton Reed, gembala sidang dari Gereja Baptis Southlake, di Southlake, Texas, mengklaim bahwa separasi seharusnya hanya berlaku untuk doktrin-doktrin penting seperti Injil dan bahwa adalah salah untuk memisahkan diri atas hal-hal yang “tidak fundamental” seperti cara pembaptisan, bahasa lidah, post-milenialisme, Arminianisme dan Kalvinisme, dan afiliasi dengan Southern Baptist Convention. Ia menyimpulkan, “…kita harus bergabung dengan semua orang Kristen yang rela dan bersemangat untuk memajukan kerajaan Allah sementara masih ada waktu untuk bekerja.” Untuk mendukung posisi ini, Reed mengutip Roma 14:4, mencabik ayat tersebut dari konteksnya. Sebenarnya, Roma 14 sama sekali tidak mengajarkan bahwa ada hal-hal di Firman Allah yang sekunder dalam hal bagaimana kita harus menaatinya atau bagaimana kita harus memisahkan diri berdasarkan hal-hal tersebut. Roma 14 bukan berbicara mengenai doktrin yang “tidak essensial.” Contoh-contoh yang diberikan sang Rasul adalah masalah makan daging dan merayakan hari-hari tertentu. Mengenai hal-hal ini Alkitab tidak berbicara [Editor: Alkitab mengatakan bahwa boleh makan daging (1 Kor. 6:12), tetapi tidak mengharuskan makan daging. Jadi kalau ada yang tidak mau makan daging, terserah dia. Alkitab mengajarkan agar orang Kristen tidak menganggap hari tertentu kudus (Kolose 2:15; Galatia 4:10-11), tetapi tidak melarang orang Kristen merayakan hari kemerdekaan, hari ucap syukur (thanksgiving), natal, dll.] Tidak ada keharusan bagi orang Kristen untuk melakukan hal-hal ini. Jadi, Roma 14 membahas bagaimana kita menyikapi topik-topik yang TIDAK DIAJARKAN SECARA JELAS DALAM ALKITAB. Dalam hal-hal yang Allah tidak perintahkan dengan jelas, ada kebebasan. Di sisi lain, dalam hal-hal yang Allah telah perintahkan dengan jelas, satu-satunya kebebasan adalah untuk taat. Memang tidak semua pengajaran Alkitab memiliki bobot yang sama, tetapi sama sekali tidak ada petunjuk bahwa ada doktrin yang harus dianggap “tidak fundamental” dalam arti kita boleh memeliharanya dan boleh juga tidak. Satu-satunya doktirn yang “tidak fundamental” adalah yang didasarkan pada pendapat manusia. Mereka yang menekankan adanya doktrin-doktrin yang “tidak penting” tidak memberitahu kita apa tandanya doktrin yang seperti itu, dan sekali seseorang percaya filosofi tersebut, maka daftar doktrin “tidak fundamental” akan bertambah seiring waktu sambil ia memperluas asosiasi dengan mereka yang berlainan doktrin. Kami yakin bahwa filosofi “dalam hal-hal penting persatuan, dalam hal-hal tidak penting kebebasan” adalah jalan dari fundamentalisme menuju gerakan emerging church.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , | Leave a comment

Satu Lagi KKR Kesembuhan Pantekosta Yang Palsu

(Berita Mingguan GITS 13 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam rangkaian KKR kesembuhan Pantekosta yang sepertinya tidak pernah berakhir, ada satu lagi di Mobile, Alabama. Sejak Agustus, empat malam dalam seminggu diadakan pertemuan-pertemuan yang dipimpin oleh John Kilpatrick dan penginjil Inggris, Nathan Morris. Kilpatrick adalah gembala sidang Pantekosta yang memimpin “KKR” Brownsville di gereja Sidang Jemaat Allah di Pensacola, Florida, pada tahun 1990an. Sejak lahirnya Pantekostalisme di Gedung Misi Jalan Azusa pada tahun 1906, para Pantekosta telah berpindah dari satu klaim wabah mujizat ke klaim berikutnya, memperlihatkan gejala hawa nafsu terhadap tanda-tanda dan mujizat yang dicela oleh Yesus (Matius 12:39). Pada permulaan KKR Brownsville pada tahun 1995, Kilpatrick terbaring dalam kondisi mabuk di pelataran gereja selama empat jam dan pada waktu-waktu lain sedemikian “mabuk dalam roh” sementara “KKR” itu berlangsung sehingga dia harus dibawa keluar dari gereja dalam sebuah gerobak dorong dan ketika ia mencoba untuk mengendarai mobilnya ia menabrak barang-barang. Banyak kesembuhan yang diklaim terjadi di Brownsville, tetapi yang jelas ada banyak sekali keanehan. Sebagai contoh, seorang wanita di anggota paduan suara katanya disembuhkan dari cedera leher yang serius, tetapi untuk sedikitnya satu setengah tahun kemudian dia mengalami gerakan tarikan kepala yang liar dan tidak dapat dikendalikan dari satu sisi ke sisi lain kapan pun dia mendekati gereja. Penyembuhan palsu dan keanehan yang tidak alkitabiah juga menjadi ciri dari “KKR” di Mobile. Contoh penyembuhan yang mereka bangga-banggakan adalah kesembuhan (katanya) Delia Knox, seorang pengkhotbah Pantekosta dan penyanyi rohani, yang sudah terkurung di kursi roda selama 20 tahun. Kilpatrick mengklaim bahwa “dia [Delia] tidak bangkit dari kursi roda itu, dia melompat keluar dari kursi roda” (“Thousands Flock to Alabama Revival Meetings,” Charisma, 3 Sept. 2010). Faktanya, video kejadian itu menunjukkan bahwa Kilpatrick dan seorang pengkhotbah Pantekosta lain menolong Delia Knox keluar dari kursi roda, dan Delia hanya bisa “berjalan” dengan cara yang tertatih-tatih dan sungguh mengenaskan. Ketika Nightline (sebuah program berita di ABC News) meminta untuk mendiskusikan “kesembuhan” tersebut dengan Knox untuk melihat kebenarannya, dia menolak (“Turning to Revivals for Healing,” Nightline, 11 Okt. 2010).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Tagged , , , , , , | 2 Comments

El Shaddai Tidak Ada Hubungannya Dengan Aspek Feminim Dari Allah

(Berita Mingguan GITS 13 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
William Young, penulis buku The Shack, mengklaim bahwa adalah baik untuk menggambarkan Allah sebagai wanita karena Alkitab katanya menggambarkan Allah dengan istilah-istilah feminim. Ia mengutip nama El Shaddai sebagai contoh, dan mengklaim bahwa nama itu menggambarkan Allah sebagai “yang berbuah dada.” Faktanya, kata “shaddai” dalam bahasa Ibrani Perjanjian Lama, diterjemahkan “Yang Mahakuasa” dalam Alkitab King James dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan buah dada. Kata ini berasal dari kata “shadad,” yang berarti “besar tegap, yaitu (secara figuratif) berkuasa (secara pasif, tidak dapat dikalahkan)” (Strong). Berikut ini dari George Pember: “Untuk mendukung doktrin yang baru saja disebut ini (tentang adanya jenis kelamin dalam keilahian), ada penganut theosofis tertentu menciptakan makna baru untuk kata Ibrani Shaddai, yang dalam versi kita sudah benar diterjemahkan “Mahakuasa.” Mereka beranggapan bahwa kata ini berhubungan dengan kata “shad,” yang mengacu kepada buah dada wanita. Tetapi hubungan seperti itu tidak mungkin, dan sejauh yang kita ketahui, tidak pernah diajukan oleh satu orang ahli pun yang netral. Beberapa theolog Kristen termakan oleh pengertian Shaddai yang salah ini, dan menjelaskan bahwa kata ini berarti pertama-tama “berbuah dada penuh,” dan lalu “berkelimpahan.” Pemakaian salah satu gelar Yang Mahatinggi yang paling agung secara sedemikian tidak terhormat seharusnya cukup untuk menyadarkan mereka” (The Church, the Churches, and the Mysteries).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Desain Radar Kelelawar Yang Spesial

(Berita Mingguan GITS 13 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari CreationMoments.net, 13 Oktober 2010: “Pada dasarnya, radar terdiri dari dua bagian. Transmitter mengirimkan gelombang-gelombang radar yang kuat. Tetapi bagian lain dari sistem radar adalah sebuah receiver yang sangat sensitif yang tidak dapat tahan terhadap signal yang dikirim keluar yang begitu kuat. Salah satu masalah teknis besar yang harus diatasi dalam mengembangkan radar modern melibatkan bagaimana caranya mengirimkan sinyal yang kuat tanpa merusak receiver yang sangat sensitif. Yang akhirnya dikembangkan oleh para ilmuwan adalah suatu mekanisme on-off yang sangat cepat, yang mematikan receiver yang sensitif itu setiap kali suatu gelombang radar dikirim keluar. Kelelawar, yang memiliki sistem radar sonic mereka sendiri, telah menyelesaikan masalah ini dari awalnya. Telinga mereka adalah receivernya. Mereka memiliki otot di telinga mereka yang menutupi telinga tersebut selama sepersekian detik ketika kelelawar sedang mengirimkan sinyal mereka yang berfrekuensi tinggi. Tanpa fitur ini, sistem navigasi kelelawar tidak ada gunanya sama sekali. Bagaimana mungkin seekor kelelawar mengetahui bahwa ia memerlukan kemampuan ini dan lalu memutuskan untuk menumbuhkan otot itu dan jaringan-jaringan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini? Ketika orang memutuskan untuk berkata bahwa ciptaan, bukannya Pencipta, yang telah menjadikan diri mereka sendiri, maka kesimpulan akhirnya sungguh konyol!”

Posted in Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Darlene Zschech Mengambil Posisi Sebagai Gembala Senior

(Berita Mingguan GITS 06 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Setelah 25 tahun sebagai pemimpin nyanyi (worship leader) di Gereja Hillsong, Darlene Zschech dan suaminya kini mengambil posisi sebagai sesama gembala di Church Unlimited, yang tadinya adalah Sidang Jemaat Allah. Zschech akan meneruskan keterlibatannya dengan proyek musik Hillsong. Salah satu tema mereka adalah pentingnya kesatuan ekumenikal. Dia mengatakan: “Ada suara baru dan lagu baru yang diserukan di seluruh bumi. Itu adalah suara sebuah gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama, dalam satu suara untuk membesarkan Tuhan kita yang luar biasa” (dari halaman depan album “You Shine”). Pernyataan ini mengabaikan banyak peringatan Perjanjian Baru bahwa akhir masa gereja akan ditandai oleh kesesatan dan kebingungan rohani, bukan kesetiaan kepada kebenaran (mis. Mat. 24:3-4, 11, 24; 1 Tim. 4:1-5; 2 Tim. 3:13; 4:3; 2 Pet. 2:1; Yud. 3-4). Zschech dan Hillsong memainkan peran dalam Roman Catholic World Youth Day di Sidney pada tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir dan melaksanakan misa masal pada hari terakhir extravaganza tersebut. Ini adalah hari-hari penipuan dan kesesatan rohani yang besar, dan gerakan kharismatik berada di tengah-tengah kesesatan tersebut. Visi-visi mereka palsu; doktrinnya korup; praktek mereka membingungkan; dan musiknya duniawi. Gerakan kharismatik adalah salah satu unsur lem dalam gerakan ekumenikal. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestan, Baptis, dan Pantoekosta dalam suatu persatuan tidak kudus yang mencampuradukkan kebenaran dan kesalahan. Gereja-gereja yang alkitabiah yang menggunakan musik “contemporary praise”-nya kharismatik akan mendapatkan bahwa musik ini membawa suatu filosofi yang akan segera mengubah karakter dari gereja. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran terus menerus, tetapi kita tidak memerlukan gereakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah sebagai pembimbimg.
EDITOR: Tentu dapat ditambahkan pula, bahwa tindakan Darlene Zschech untuk mengambil posisi gembala sidang adalah pelanggaran yang nyata terhadap Firman Tuhan yang tidak memperbolehkan seorang wanita kepada posisi itu. Lihat 1 Timotius 3:1; 1 Timotius 2:11.

Posted in Ekumenisme, musik | Tagged , , , , , | Leave a comment