Riset Membuktikan Otak Lebah Lebih Hebat dari Komputer

Saya baru saja membaca sebuah artikel yang ditulis oleh guardian.co.uk pada tanggal 24 Oktober 2010. Artikel ini berbicara mengenai kemampuan komputasi lebah.

“Lebah dapat menyelesaikan soal-soal matematika yang kompleks yang menyibukkan komputer selama berhari-hari, demikian ditemukan oleh riset. Serangga ini belajar untuk mencari jalur terbang yang paling pendek antara bunga-bunga yang mereka temukan secara acak, secara efektif menyelesaikan ‘masalah travelling salesman,’ ujar para ilmuwan di Royal Holloway, University of London. Teka-teki yang dimaksud adalah mencari rute yang paling pendek supaya seorang salesman dapat mengunjungi semua lokasi yang harus dia kunjungi. Komputer menyelesaikan masalah ini dengan cara membandingkan total panjang semua rute yang mungkin, lalu memilih yang paling pendek. Lebah mampu mendapatkan jawaban yang sama dengan menggunakan otak yang ukurannya sebesar biji rumput.

Dr. Nigel Raine, dari fakultas biologi Royal Holloway, mengatakan: ‘Lebah-lebah yang mencari makan menyelesaikan ‘masalah travelling salesman’ setiap hari. Mereka mengunjungi bunga-bunga di banyak lokasi, dan karena lebah menggunakan energi yang besar untuk terbang, mereka perlu menemukan rute memungkinkan mereka terbang seminimal mungkin.’

Menggunakan bunga-bunga palsu yang dikendalikan komputer, Dr. Nigel ingin tahu apakah lebah akan mengikuti rute sederhana berdasarkan urutan mereka menemukan bunga, atau mencari rute yang paling pendek. Setelah menjelajahi lokasi bunga-bunga tersebut, lebah-lebah dengan cepat belajar untuk terband melalui rute yang paling pendek untuk menghemat energi dan waktu.

Riset ini, yang akan muncul minggu ini dalam jurnal The American Naturalist, memiliki implikasi untuk dunia manusia. Kehidupan modern bergantung pada berbagai jaringan seperti aliran kendaraan di jalan, aliran infomasi internet dan rantai suplai untuk bisnis. ‘Walaupun ukuran otak mereka kecil, lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa,’ kara Raine. ‘Kita perlu tahu bagaimana mereka menyelesaikan masalah travelling salesman tanpa bantuan komputer.’”

Memang benar, riset ini memiliki dampak kepada dunia manusia. Tetapi dampak yang sebenarnya justru tidak dibahas dalam artikel tersebut, yaitu: dari manakah asal kemampuan otak lebah tersebut? Kalau komputer saja, yang dirancang dan didesain dengan hati-hati dan penuh intelijensi, tidak mampu mengalahkan otak lebah yang kecil, mungkinkah otak itu muncul dengan sendirinya? Sungguh, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:19-20).

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengajaran Resmi Katolik

Ada kalanya, agar kebenaran nyata, kesalahan harus disingkapkan dan ditelanjangi. Hal ini dilakukan bukan karena rasa benci kepada mereka yang salah, tetapi justru karena kasih yang besar kepada mereka. Kita tidak tega melihat orang-orang dibutakan oleh kesesatan, dan dengan resiko dibenci, akan memberitakan kebenaran kepadanya, walaupun itu melukai egonya.

Gereja Roma Katolik adalah salah satu institusi yang mengatasnamakan Yesus Kristus, tetapi sebenarnya sangatlah jauh menyimpang dari Yesus yang sejati, Firman Tuhan, dan kebenaran. Banyak praktek Katolik yang sama sekali tidak ada dalam Alkitab, misalnya: doktrin mereka tentang Maria, tentang santo-santa, tentang api penyucian, tentang pastor yang tidak menikah, tentang misa, dan masih banyak lagi.

Walaupun demikian, banyak orang yang tidak mau percaya bahwa Katolik itu memang salah. Bahkan orang Katolik sendiri, ketika diperhadapkan dengan doktrin-doktrin Katolik yang tidak alkitabiah, misalnya bahwa roti ekaristi yang dia makan dipercaya adalah benar-benar daging Yesus (ia makan daging manusia), kadang menyangkal bahwa Katolik memiliki doktrin seperti itu. Orang-orang Injili juga, kini semakin mendekat kepada Katolik, dan tidak merasa bahwa “Katolik separah itu.”

Untuk melihat sebenarnya apa pengajaran Katolik, coba kita lihat deklarasi resmi mereka sendiri. Berikut ini adalah dokumentasi tentang Konsili Trent dan Konsili Vatican Kedua, yang merumuskan doktrin resmi Katolik.

Berikut ini disadur dari tulisan David Cloud, “Rome and The Council of Trent”

Ada pihak-pihak yang mau membuat semua orang berpikir bahwa Gereja Roma Katolik telah berubah dan bukan lagi institusi sesat seperti dulu. Ted Haggard, mantan gembala sidang senior New Life Church di Colorado Springs dan juga mantan presiden dari National Association of Evangelicals (NAE) yang beranggotakan 30 juta orang, mengatakan pada bulan Oktober 2005: “New Life tidak mencoba untuk menobatkan “orang-orang Katolik” dan bahwa gereja tersebut tidak akan pernah menghalang-halangi anggota-anggotanya untuk “menjadi Katolik atau menghadiri Misa Katolik” (BereanCall, Januari 2006).

Pernyataan ini mencerminkan perubahan yang sangat radikal dalam gerakan Injili, tetapi mengenai Roma sendiri, tidak banyak yang berubah.

Continue reading

Posted in Katolik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Our Daily Bread, Roma, Dan Ekumenisme

(Berita Mingguan GITS 23 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Our Daily Bread, sebuah renungan harian yang populer, kini mempromosikan Roma Katolik dan Ekumenisme. Edisi September-Oktober 2010 dari renungan ini mengandung referensi-referensi positif tentang imam Katolik Henri Nouwen (27 September) dan seorang Fransiscan, Michael St. Jacques lengkap dengan pakaian Katoliknya (13 Oktober). Nouwen disebut sebagai seorang “penulis” oleh Our Daily Bread, tetapi tidak disebutkan bahwa ia adalah seorang imam Katolik yang percaya bahwa manusia dapat diselamatkan di luar dari iman kepada Kristus atau bahwa Nouwen adalah pendukung bentuk-bentuk meditasi Katolik yang paling berbahaya. Nouwen mengagumi Thomas Merton, seseorang yang beragama Katolik sekaligus Budha. Mengomentari buku Merton, Nouwen mengatakan: “Sang penulis memperlihatkan keterbukaan yang luar biasa terhadap karunia-karunia dalam agama Budhisme, Hinduisme, dan Islam.” …Ini bukan pertama kalinya Our Daily Bread mempromosikan Nouwen. Pada tanggal 6 Juni 2006, ada ulasan mengenai buku Nouwen, The Return of the Prodigal Son. Edisi terakhir dari Our Daily Bread juga menyinggung secara positif acara World Communion Sunday pada tanggal 3 Oktober. World Communion Sunday berasal dari gereja Presbyterian pada tahun 1936 dan dikembangkan oleh Federal Council of Churches yang sangat liberal pada tahun 1940an….Hari ini, penekanan World Communion Sunday adalah persatuan ekumenikal yang melintasi garis-garis denominasi, yang hari ini adalah topik yang populer dan membuat semua orang senang. Tetapi, persatuan antar-denominasi yang mengabaikan doktrin adalah ketidaktaatan langsung terhadap perintah Alkitab untuk berjuang demi kebenaran melawan kesalahan (Yudas 3) dan perintah untuk memisahkan diri dari orang-orang sesat (Roma 16:17, dll.)
Editor: Hati-hatilah memilih renungan harian, dan kritislah menjadi orang Kristen. Selalu bandingkan segala sesuatu dengan Alkitab.

Posted in Ekumenisme, Katolik, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , | 2 Comments

Keith Richards Mengatakan Bahwa Ia Belum Siap Bertemu Teman Lamanya Lucifer

(Berita Mingguan GITS 23 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Keith Richards, salah satu pendiri The Rolling Stones, dibayar 7,7 juta dolar dimuka untuk memoir-nya, yang akan muncul minggu depan. Buku tersebut diberi judul “Life” tetapi lebih pantas berjudul “Death,” karena gaya hidup Richards adalah resep yang sempurna untuk menuju kematian fisik maupun kematian kekal. Dari segala sisi, seharusnya dia sudah mati puluhan tahun yang lalu karena penyalahgunaan obat, tetapi karena kasih karunia Allah dia masih hidup sampai 66 tahun. Bukannya bertobat dari dosa-dosanya dan menyerahkan diri kepada kemurahan Allah dalam Kristus, ia malah mengatakan bahwa ia tidak memiliki penyesalan. Mengenai kematian, dia berpura-pura memegang kendali. “Saya tidak menaruh kematian ke dalam jadwal agenda saya. Saya belum mau bertemu dengan teman lama saya Lucifer” (“Richards: Mick Jagger Was “Unbearable,” Reuters, 15 Okt. 2010). Tidak diragukan lagi dia memang melayani Iblis, tetapi Iblis tidak berteman dengan siapapun, dan kematian bukanlah pertemuan dengan Lucifer; melainkan pertemuan dengan Allah Mahakuasa. Mick Jagger dan Keith Richards telah mengolok-olok Allah dan menista hukum-hukumNya yang kudus sebagai anggota-anggota Stones selama lebih dari 45 tahun dan hal itu telah menjadikan mereka kaya dan terkenal. Pengaruh mereka dalam merusak moralitas generasi ini tak dapat dihitung. Melalui musik mereka dan kehidupan mereka, mereka meludahi wajah Allah. Pada tahun 1965 mereka bernyanyi, “I’m free to do what I want any old time” (Aku bebas untuk melakukan apa yang ku mau kapan saja). Lagu mereka “Sympathy for the Devil” sangatlah populer. The Stones adalah pengaruh yang sangat besar dalam hidup saya pada tahun 1960an, dan saya terus mengucap syukur kepada Tuhan bahwa Ia mencelikkan mata saya yang buta dan menyelamatkan saya oleh kasih karuniaNya dan bahwa Lucifer bukan lagi tuan saya. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Penutupan Gereja: Kesalahan Gereja atau Kelemahan Penegakan Hukum?

Minggu yang lalu, saya mendapatkan sebuah artikel (Mengapa Gereja Ditolak? Dalam http://www.yabina.org/layout2.htm) yang mengulas tentang mengapa banyak terjadi penutupan gereja di Indonesia belakangan ini. Artikel tersebut mulai dengan mengutip 1 Petrus 3:13-17, dan bertanya apakah gereja-gereja di Indonesia menderita karena kebenaran atau karena kesalahan gereja sendiri? Nada dari artikel itu sepertinya ingin menyimpulkan bahwa gereja-gereja di Indonesia ditolak karena kesalahan gereja itu sendiri. Lalu artikel itu memberikan enam hal yang dianggap sebagai “kesalahan” gereja dan yang patut dijadikan bahan introspeksi.

Membaca artikel tersebut, saya merasa bahwa fokus berada pada tempat yang salah. Tentu saja gereja-gereja di mana pun, termasuk Indonesia, selalu bisa melakukan yang lebih baik lagi dalam berbagai hal, karena tidak ada gereja yang sempurna. Namun, kasus-kasus penutupan gereja akhir-akhir ini, apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik, sama sekali tidak dapat disalahkan kepada pihak gerejanya. Kalau Indonesia adalah negara hukum, sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Dasar negara ini, maka tidak ada pembenaran bagi penutupan gereja atau pelarangan seorang individu maupun kelompok individu dalam melaksanakan hak asasi mereka beribadah kepada Tuhan sesuai kepercayaan masing-masing.

Lebih lanjut lagi, saya melihat bahwa artikel tersebut tidak disusun dari sudut pandang Alkitab atau rohani, melainkan pragmatisme, yaitu agar tidak “ditolak” orang-orang Islam di Indonesia. Bukan berarti tidak poin baik dalam artikel tersebut, tetapi bahkan dalam beberapa poin yang baik sekalipun, kesimpulan yang jelas justru tidak muncul. Berikut ini saya akan memberikan enam “kesalahan” atau “bahan introspeksi” yang dikemukakan oleh artikel tersebut, beserta tanggapan saya.

Beberapa faktor dapat menjadi bahan renungan bagi gereja agar menjadikan momentum penolakan terhadap gereja itu sebagai cermin untuk introspeksi diri.
1. Ungkapan kekesalan yang kalah.
Seorang tokoh Islam pernah berkomentar mengenai kaum radikal diagamanya yang membakar Mesjid (Ahmadyah) dan Gereja. Ia mengatakan bahwa tindakan itu didorong oleh rasa terdesak agama mayoritas atas migrasi agama minoritas di lingkungan mereka dan karena kesal dan merasa kalah maka timbullah reaksi yang acapkali radikal. Di negara-negara Barat yang mayoritas penduduknya beragama kristen, fanatisme yang sama juga bisa diidap oleh sekelompok kaum fundamentalis kristen, gerakan ‘anti Islam’ sekarang tumbuh di Barat;

Continue reading

Posted in General (Umum), Gereja, Penganiayaan / Persecution | 10 Comments

Lebih Dari 400 Bank Internasional Besar Menyerukan Satu Mata Uang Dunia

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari WorldNetDaily, 10 Okt. 2010: “Institute of International Finance, sebuah grup yang mewakili 420 bank-bank terbesar dan perusahaan-perusahaan keuangan raksasa di dunia, telah mengeluarkan suatu seruan untuk satu mata uang dunia, demikian dilaporkan oleh Jerome Corsi di Red Alert. ‘Suatu kelompok inti pemimpin-pemimpin perekonomian dunia perlu duduk bersama dan menghasilkan saling pengertian,’ kata Charles Dallara, direktur manajemen dari Institute of International Finance, kepada Financial Times…..Demikian juga, sebuah laporan PBB pada bulan Juli menyerukan agar [negara-negara] menggantikan dollar sebagai standar cadangan devisa luar negeri dalam perdagangan internasional dengan sebuah mata uang dunia baru yang akan dikeluarkan oleh IMF (International Monetary Fund). Laporan 176 halaman tersebut, yang berjudul ‘United Nations World Economic and Social Survey 2010,’ dipublikasikan di sebuah pertemuan tingkat tinggi Konsili Ekonomi dan Sosial PBB dan ada dalam keseluruhannya di website PBB.”
EDITOR: Satu mata uang dunia memang akan terjadi. Alkitab sudah menubuatkan bahwa di akhir zaman akan ada persatuan ekonomi (sehingga Anti-kristus dapat menguasi jual beli di semua tempat), persatuan politik (sehingga Anti-kristus dapat memaksakan kehendaknya kepada siapapun), dan akhirnya persatuan agama (untuk menyesatkan semua orang dan membuat mereka menyembah Setan).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mengapa Statistik Orang-Orang Yang Diselamatkan Dalam Konser Rock Kristen Patut Dicurigai

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Festival Rock of Ages tahunan yang ke-12, diadakan tanggal 2 Oktober di Napa, California, melaporkan 250 pertobatan (“Rock of Ages Festival,” AssistNews.net, 6 Okt., 2010). Festival tersebut adalah sebuah konser rock yang hiruk pikuk yang diselingi oleh sedikit khotbah di sana sini. Kami bersyukur kepada Tuhan untuk setiap individu yang mungkin saja menjadi lahir baru dalam sebuah forum semacam itu, tetapi kami mempunyai alasan yang sangat baik untuk meragukan statistik tersebut. Dalam buku Contemporary Christian Music: Questions Answered and Warnings Given, kami mendokumentasikan empat alasan. Berikut adalah rangkuman yang singkat: PERTAMA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA ISI KHOTBAHNYA. Injil jarang sekali diberikan secara jelas dan benar dalam konteks sebuah konser CCM yang ekumenikal kharismatik. Tentunya ada pengecualian, itu memang benar. Graham Kendrick mengatakan, “Salah satu kritikan saya terhadap mereka yang menggunakan musik dalam penginjilan adalah sifat dan isi dari ‘injil’ yang diberikan. Terlalu sering, yang ditawarkan adalah suatu ajakan ‘percaya’ yang dangkal dan tanpa penjelasan cukup, diiringin dengan janji-janji kasih, sukacita dan damai” (Pop Goes the Gospel, hal. 142). Garth Hewitt mengatakan, “Analisis terhadap lirik kebanyakan lagu-lagu Injil mempelihatkan pandangan tentang keselamatan dan kekristenan yang sangat dangkal” (Ibid.). KEDUA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA ATMOSFIRNYA. Musik yang kuat dapat menimbulkan keputusan-keputusan yang emosional, tetapi keselamatan yang Alkitabiah bukanlah produk dari keputusan yang emosional. Keselamatan adalah produk dari pertobatan yang dikerjakan oleh kuasa Roh Kudus dan iman dalam Tuhan Yesus Kristus melalui pemberitaan Injil. Lowell Hart mengatakan, “Satu hari saya bicara dengan seorang gembala sidang yang pernah bertanggung jawab untuk follow-up setelah sebuah kampanye penginjilan yang melibatkan seluruh kota. Beberapa ratus orang muda telah merespons undangan pada akhir kebaktian. Ini yang dia laporkan: ‘Beberapa minggu setelah acara penginjilan tersebut saya kesulitan untuk menemukan orang-orang yang telah mengisi kartu keputusan tersebut. Mereka tidak ada di gereja-gereja, tidak ada yang ikut pendalaman Alkitab, tidak ada yang melanjutkan hubungan dengan Tuhan sama sekali.’ Ia menyimpulkan bahwa orang-orang muda tersebut merespons lebih kepada musiknya daripada kepada beritanya” (Lowell Hart, Satan’s Music Exposed, hal. 180). Ada pengecualian dalam hal ini, tentu saja, tetapi inilah yang biasanya terjadi. KETIGA, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA MEDIUMNYA. Sebagian besar musik CCM sedemikian nyaring dan hiruk pikuk sehingga kata-katanya tidak jelas. Fakta ini membongkar kemunafikan para pendukung CCM. Mereka tahu bahwa pesan dalam lagu itu seringkali menjadi tidak jelas karena musik yang hingar bingar, tetapi mereka mengklaim bahwa pesannya-lah yang penting dan musiknya tidak penitng! Jika mereka mau jujur, saya percaya mereka akan terpaksa mengakui bahwa yang paling penting bagi mereka adalah kecintaan mereka terhadap musik yang sensual. Seseorang yang mengikuti sebuah konser Audio Adrenaline/dc Talk di Rapid City, South Dakota, menyaksikan, “Sepanjang waktu musiknya begitu keras sehingga jika ada orang yang dapat mendengar kata-katanya, tidaklah cukup untuk dapat memahami isinya; jadi reaksi yang terjadi adalah terhadap ritme ‘rock’nya, bukan kepada kata-katanya” (John Beardsley, “DC Talk Examined,” The Christian Conscience, Juni 1996). KEEMPAT, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PERTOBATAN ITU PATUT DICURIGAI KARENA BUAHNYA. Jika Musik Kristen Kontemporer (Contemporary Christian Music/CCM) memang berasal dari Allah, buahnya akan nampak dalam keselamatan sejati, kekudusan, bertekun dalam iman, dan doktrin yang benar. Untuk ringkasnya, buahnya haruslah pemuridan dan ketaatan kepada Alkitab. John Blanchard meriset 13 agensi misi di Inggris untuk melihat berapa banyak dari kandidat misionari mereka yang bertobat di sebuah konser rock Kristen. Tidak ada satupun yang ditemukan. Berikut ini adalah jawaban yang biasa ditemukan: “Saya tidak dapat mengingat siapapun yang ditobatkan melalui penginjilan orang-orang muda cara demikian [CCM] yang lalu selanjutnya bertumbuh dan masuk ladang pelayanan misi” (Pop Goes the Gospel, hal. 110-112).
EDITOR: Kebanyakan “keputusan pertobatan “dalam sebuah konser rock Kristen patut dicurigai. Hal ini bukan berarti tidak ada pertobatan yang sejati. Adanya orang yang diselamatkan dalam sebuah konser rock tidaklah membenarkan konser rock tersebut. Tuhan bisa memakai berbagai medium untuk menyelamatkan manusia. Saya pernah membaca kisah nyata seseorang yang bertobat karena ia membaca secarik halaman Alkitab, yang rupanya telah dirobek-robek oleh orang-orang yang benci Firman Tuhan. Salah satu halaman robekan Alkitab itu dibawa angin dan sampai kepadanya, dan pada akhirnya membawa dia mengenal Kristus. Hal ini tidak membenarkan tindakan perobekan Alkitab.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Lebah Betina Bukan Benar-Benar Lebah

(Berita Mingguan GITS 16 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini dari CreationMoments.net, 10 Juli 2010: “Blister beetles (sejenis kumbang beracun) yang hidup di Padang Gurun Mojave di California, hidup dari lebah sepanjang siklus hidup mereka. Namun demikian, kumbang-kumbang ini tidak memiliki apa-apa yang dapat menarik perhatian lebah-lebah tersebut. Larva kumbang “blister” sedemikian kecil sehingga lusinan larva dapat tertanam dalam tubuh seekor lebah. Menunggangi lebah betina tersebut, mereka akan mentransfer diri ke sarang lebah yang sendirian itu ketika lebah betina meletakkan telur-telurnya. Di sanalah larva kumbang memakan sari bunga yang telah dicadangkan oleh ibu lebah bagi anak-anaknya. Ketika larva kumbang itu masuk tahap pupa, mereka memerlukan seekor lebah jantan untuk membawa mereka ke seekor lebah betina untuk memulai siklus hidup lagi. Untuk menarik perhatian seekor lebah jantan, segerombolan kumbang akan menumpukkan diri sehingga terlihat seperti seekor lebah betina. Mereka akan mempertahankan posisi dan bentuk ini hingga dua minggu, menunggu seekor lebah jantan yang tertarik. Para peneliti telah menyimpulkan bahwa sementara dalam posisi ini para kumbang juga mengeluarkan bau seperti seekor lebah betina yang siap kawin! Jika seekor lebah jantan datang cukup dekat, kumbang-kumbang yang kecil itu akan melompat ke tubuhnya. Ketika si lebah jantan nanti kawin dengan lebah betina yang sebenarnya, para kumbang akan transfer ke lebah betina dan menunggu dia meletakkan telur. Para ilmuwan sangat takjub bahwa para kumbang itu, yang bukanlah serangga sosial, ternyata cukup pintar untuk bekerjasama untuk menipu lebah-lebah jantan. Jelas sekali bahwa kumbang-kumbang itu tidak merancang strategi ini dari diri mereka sendiri. Kerjasama yang mereka perlihatkan didesain dan diprogram ke dalam diri mereka oleh Pencipta yang maha berhikmat, mungkin untuk memperlihatkan kepada kita bahwa kerjasama sangat penting untuk bertahan hidup.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Penganiayaan di Maladewa

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Prospects of Religious Freedom Appear Grim,” Compass Direct News, 12 Agustus 2010: “Orang-orang yang berkunjung ke negara pulau Islam ini sudah dapat merasakan pengekangan agamawi bahkan sebelum mereka tiba. Kartu bea cukai yang diberikan kepada para penumpang pesawat mencantumkan sebuah daftar barang-barang yang dilarang oleh hukum Maladewa – termasuk ‘materi yang bertentangan dengan Islam.’ Selain Arab Saudi, Maladewa adalah satu-satunya negara yang mengklaim memiliki populasi Muslim 100%. Lebih dari 300.000 orang di Maladewa, sebuah archipelago di Samudra Hindia yang terdiri dari 1192 pulau kecil sekitar 435 mil barat daya dari Sri Lanka, semuanya adalah Sunni. Namun, negara Asia Selatan ini memiliki lebih dari 70.000 pekerja asing yang mewakili agama-agama non-Islam, termasuk kekristenan. Juga, ada sekitar 60.000 turis, kebanyakan dari Eropa, yang setiap tahun berkunjung untuk menikmati lautan biru dan pantai-pantai putih … Sementara orang-orang Maladewa tidak memiliki pilihan untuk keluar dari Islam atau menjadi atheis terbuka, orang-orang asing di negara tersebut boleh mempraktekkan agama mereka hanya secara pribadi. Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa pekerja asing Kristen telah ditangkap atau dicabut visanya selama bebarapa bulan atau tahun karena menghadiri kebaktian di rumah pribadi atau dicurigai berhubungan dengan agensi misi. ‘Seorang pemuda Maladewa yang belajar di Sri Lanka menjadi Kristen baru-baru ini, tetapi ketika orang tuanya mengetahui hal tersebut, mereka mengambil dia pergi. Kami tidak pernah mendengar dari dia lagi sejak saat itu.’ Sumber tersebut menambahkan bahwa kejadian-kejadian seperti itu bukanlah jarang di Maladewa.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , | Leave a comment

Barabbas atau Yesus

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider: “Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.” Tertusuk oleh khotbah-khotbah yang memperlihatkan dosa-dosa mereka, institusi agama pada zaman Yesus memilih salah satu orang yang paling jahat pada waktu itu daripada satu-satunya orang benar yang pernah hidup. Betapa pilihan yang mereka buat pada hari itu. Memberikan suara mereka bagi Barabbas, dan menyalibkan Yesus. Yesus sempurna. Ia tidak pernah berbuat salah. Ia tidak pernah mengucapkan dusta. Ia tidak pernah melukai siapapun. Ia selalu melakukan yang baik; Ia selalu mengatakan kebenaran tentang diriNya sendiri dan tentang kita. Barabbas yang jahat adalah kontras yang sempurna terhadap Yesus. Dan percayakah anda, Barabbas-lah yang lebih disenangi oleh para pemimpin agama dan dunia ini. Dunia ini lebih suka memiliki Barabbas daripada Yesus. ‘Barabbas tidak menghakimi kita. Barabbas tidak seburuk itu. Ia hanya perlu direformasi sedikit. Ia salah dibesarkan, anda tahu kan. Ia orang yang cukup keren sebenarnya. Tetapi apa yang bisa kau lakukan dengan Yesus? Ia terlalu dogmatis. Ia berpikir bahwa Ia selalu benar! Mari bunuh dia.’ Agama tidak tertarik dengan kebenaran. Ia tertarik melindungi kepentingan sendiri. Barabbas pastilah bertanya-tanya, ada keberuntungan besar apa yang telah menimpa dia hari itu, tetapi sebenarnya ia hanyalah beruntuhg karena di dunia ini ia jahat, sama seperti para imam, para tua-tua, dan khalayak ramai yang marah. Pada hari itu, jahat adalah sifat yang menyelamatkan dirinya. Kejahatan dia telah membuat dia lepas dari salib dan menyebabkan Yesus menggantikan dia – dengan lebih dari satu makna.”

Posted in Renungan | Tagged , , | Leave a comment