Atheis Mengatakan Bahwa Ia Tidak Akan Berpaling Kepada Allah Selama Ia Masih Sadar

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Christopher Hitchens, penulis buku God is Not Great, mengatakan bahwa ia tidak akan berpaling kepada Allah selama ia masih sadar. Dalam sebuah wawancara dengan Anderson Cooper dari CNN dua bulan setelah ia didiagnosa menderita kanker esofagus (Editor: keronkongan), Hitchens menyebut berpaling kepada Allah “sesuatu yang menyedihkan,” dan doa itu “tidak berarti” (“Hitchens Certain He Won’t Turn to God,” Christian Post, 7 Agustus 2010). Ia menyatakan diri tidak mempercayai apapun yang “berlawanan dengan ilmu pengetahuan atau akal sehat,” tetapi sebenarnya tidak ada yang tidak ilmiah atau tidak logis mengenai iman kepada Allah. Bukti-bukti Allah ada di mana-mana, dan jika Hitchens tidak dapat melihatnya, itu hanyalah karena ia dengan sengaja membutakan diri. Hitchens mengolok-olok iman Alkitabiah, tetapi iman atheis-nya adalah lompatan besar ke dalam kegelapan yang kelam. Ia beriman bahwa tidak ada Allah, walaupun ia tidak mungkin tahu pasti bahwa itu kebenaran. Ia percaya bahwa segala sesuatu menciptakan diri sendiri dari kehampaan. Ia percaya bahwa kehidupan dan kesadaran diri muncul dari materi mati dan bahwa intelijensi muncul dari non-intelijensi. Ia percaya bahwa desain-desain kehidupan yang ada di mana-mana dan sangat luar biasa adalah suatu kecelakaan. ITU adalah iman yang sungguh buta! Alkitab menggambarkan sang atheis dan masalahnya. Ia begitu mencintai dosa dan sedemikian pemberontak sehingga ia menolak untuk
mengakui pemerintahan Allah atas hidupnya. “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik” (Maz. 14:1). Kristus mati bagi dosa-dosa Hitchens dan ia bisa diselamatkan, tetapi Allah menuntut agar manusia bertobat dan mengakui dosanya melawan Dia dan secara pribadi menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Science and Bible | Tagged , , , | Leave a comment

Dapatkah Jihad yang Penuh Kekerasan Direformasi agar Hilang dari Islam?

(Berita Mingguan GITS 21 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Sebuah Kisah yang Dibuat?” majalah Frontpage, 27 Juli 2010: “Sesekali anda akan mendengar seruan dari para pengritik Islam agar Islam mereformasi diri – agar mesjid-mesjid dan madrasah-madrasah mengajarkan untuk melawan doktrin-doktrin Islam yang mengilhami para teroris. Sebuah contoh yang dramatis akan tuntutan ini ada dalam film Fitna ketika Geert Wilders mengundang orang-orang Muslim untuk merobek halaman-halaman yang penuh kebencian dari Quran….Satu-satunya masalah dengan rekomendasi seperti ini adalah pendekatan ini mengasumsikan ada cukup banyak materi positif dalam Quran dan dokumen-dokumen fondasi lainnya untuk menjadi dasar suatu reformasi. Tetapi apakah benar ada? Menurut Moorthy Muthuswamy, seorang ahli politik Islam, ’61 persen Quran berbicara buruk mengenai orang-orang yang tidak percaya atau menyerukan untuk mengalahkan dan menundukkan mereka dengan kekerasan, tetapi hanya 2,6% yang berbicara mengenai kebaikan umat manusia secara keseluruhan.’…..Kisah yang sama berulang ketika melihat sira, yaitu dokumen-dokumen biografi Muhammad. Ambil saja yang paling awal, yaitu yang ditulis oleh Ibn Ishaq….Menurut analisis konten yang dilakukan oleh Bill Warner dari Center for the Study of Political Islam, sedikitnya 75% sira adalah mengenai jihad. Ini adalah fakta-fakta yang tidak mengenakkan bagi mereka yang berharap Islam dapat direformasi. Tidak peduli seberapa jauh reformasi di pikiranmu, sulit untuk menghasilkan suatu penafsiran yang simbolik tentang seruan-seruan yang begitu banyak dalam Quran untuk berperang melawan orang-orang tidak percaya, karena itulah yang secara literal dilakukan oleh Muhammad. Jadi, daripada mencoba meyakinkan orang-orang Muslim untuk menghilangkan bagian-bagian yang penuh kekerasan dan kebencian dalam Quran, adalah lebih masuk akal untuk mengajak mereka untuk melihat apakah Quran secara keseluruhan memang adalah kebenaran yang dapat dihidupi dengan konsisten.”

EDITOR: Setiap manusia perlu dengan kerendahan hati menyelidiki, yang manakah Firman Allah. Setiap agama megajukan kitab yang dinyatakan sebagai Firman Allah. Tentu tidak semuanya benar, dan setiap manusia perlu mencari tahu sebaik-baiknya, yang mana yang benar.

Posted in Islam | Tagged , , , , , | Leave a comment

Lereng Licin Contemporary Christian Music

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari presentasi Graham West yang sangat bagus “The Rhythm of Rock,” yang tersedia untuk di download di Way of Life Literature. “Dan Lucarini, seorang mantan pemimpin contemporary worship, memperingatkan bahwa ritme rock mempengaruhi kita seperti obat yang bermusik. ‘Walaupun diperkenalkan secara tersembunyi, si pendengar dengan cepat menjadi ketagihan. Daging menuntut lebih banyak dan lebih banyak lagi, sama seperi seorang yang kecanduan, dan kemudian tidak ada jalan mundur lagi’ (Why I Left the Contemporary Christian Music Movement). Hal ini menciptakan trend yang tidak dapat terelakkan untuk menjauh dari musik gereja tradisional. Dalam pasal 17 bukunya, Dan menulis, ‘Dalam kenyataan, yang terjadi seiring dengan waktu adalah peluncuran yang terus menerus di lereng yang licin dari musik tradisional sepenuh menjadi gaya-gaya kontemporer yang paling baru dan paling liar.’ Saya suka dengan ilustrasi Dan tentang suatu lereng yang licin. Saya ingat ketika kami masih anak-anak. Ada suatu lapangan tertentu yang kami suka kunjungi, dan di lapangan itu ada suatu lereng berumput yang cukup terjal. Semua kami akan mengambil potongan kardus, dan dengan kardus itu kami akan meluncur turun sambil menanggung resiko sendiri. Saya mungkin yang paling kecil dari semua anak-anak waktu itu, dan bagi saya hal itu cukup mengerikan. Saya ingat ketika pertama mulai bergerak, kalau mau berhenti masih bisa. Tetapi jika kamu tidak menghentikan diri sendiri saat itu juga, tidak lama kemudian kamu akan mencapai titik tidak dapat berpaling lagi, dan suka tidak suka kamu akan berakhir di kaki bukit itu. Itu persis sama dengan sebuah gereja konservatif yang mulai mencoba-coba CCM. Suka atau tidak suka, mereka akan berakhir di kaki bukit, dan mereka akan sampai di sana dengan kecepatan yang membahayakan. Entah kamu mengerti atau tidak, sekali kamu mulai mendengarkan soft rock, kamu segera mulai meluncur di lereng yang licin itu menuju bentuk-bentuk rock yang semakin agresif. Ini karena balada rock tersebut akan mulai mengorientasikan keseluruhan cara untuk menilai musik: yaitu berpusat pada ritme dan menjauh dari melodi. Kesukaan musikmu akan berubah. Himne-himne dan lagu-lagu yang di masa lalu terdengar sebagai alat penyembahan yang begitu bagus kini akan terdengar membosankan jika dibandingkan dengan citra rasa baru yang kamu miliki sekarang. Progresi ini sudah saya saksikan berulang kali dalam kehidupan berbagai individu; terjadi di kehidupan keluarga-keluarga; terjadi di kehidupan gereja-gereja. Trend ini sebenarnya seharusnya tidak mengagetkan, karena orang-orang ini hanya sekedar mengikuti idola CCM mereka, yang mengikuti dunia dan trend degradasi musik yang progresif. Dalam 50 tahun terakhir di Barat, sementara kebudayaan kita telah menjadi semakin kedagingan, fokus musik masyarakat telah semakin didominasi oleh ritme-ritme yang kompleks dan seksual. Jadi kita di abad 21 memiliki rap, format musik yang nomor 2 paling banyak terjual di dunia, suatu jenis musik yang hampir tidak ada melodi sama sekali. Dengan perkembangan waktu, telinga-telinga telah menjadi terdisorientasi. Pernah, telinga-telinga orang sensitif terhadap melodi, tetapi ritme rock & roll yang sensual dan membuat ketagihan telah membawa kita meluncur ke bawah di lereng yang licin menuju tempat telinga kita kini sensitif terhadap ritme. Gereja, sungguh disayangkan, telah mengikuti trend yang korup ini.”

Posted in musik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Facebook Bagaikan Minyak bagi Api Perceraian

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider – “Apakah memang salah Facebook, atau Facebook hanyalah bagian dari permasalahannya, yang jelas sebuah perusahaan hukum Inggris baru-baru ini meneliti kasus-kasus permohonan cerai yang mereka tangani dan menemukan bahwa setiap satu dari lima menyinggung Facebook dalam konteks tertentu. Salah satu alasan meledaknya popularitas Facebook adalah mudahnya seseorang dapat mencari teman sekolah lama atau seorang kenalan di masa lampau. Apakah yang sedang dilakukan oleh mantan pacar SMA-mu hari ini? Hanya dengan beberapa klik, anda dapat mengetahuinya. Tidak diragukan lagi, banyak pernikahan yang hancur karena salah satu pihak menjadi kenal atau menemukan kembali seseorang yang semestinya tidak mereka jumpai sama sekali. Mark Keenan, Direktur Manajemen dari Divorce-Online mengatakan: ‘Saya telah mendengar dari staf saya bahwa ada banyak orang yang mengatakan mereka menemukan hal-hal mengenai partner mereka di Facebook dan saya memutuskan untuk melihat seberapa parah hal ini; saya benar-benar kaget melihat 20 persen permohonan cerai mengandung referensi tentang Facebook. Alasan yang paling sering muncul adalah adanya chat-chat seksual yang tidak pantas dengan orang-orang yang tidak pantas.’ Email-email dan pesan-pesan genit yang ditemukan di halaman-halaman Facebook semakin sering dijadikan bukti melawan pasangan hidup yang mau diceraikan. Seorang wanita berumur 35 tahun bahkan mengetahui bahwa suaminya sedang menceraikan dia lewat Facebook. Emma Brady sangat terpukul membaca bahwa pernikahannya sudah usai ketika suaminya meng-update statusnya dengan kata-kata, ‘Neil Brady telah mengakhiri pernikahannya dengan Emma Brady.’ Tahun lalu, seorang wanita 28 tahun mengakhiri pernikahannya setelah menemukan bahwa suaminya sedang selingkuh virtual dengan seseorang di dunia maya yang belum pernah ia temui secara fisik. WHAS News di Louisville, KY, baru-baru ini melaporkan seseorang yang mengatakan bahwa Facebook telah memimpin dia menuju perceraiannya. Ia mengatakan bahwa mantan istrinya pergi ke reuni SMA-nya dan melihat seorang mantan kekasih, tetapi pertemuan itu tidak berhenti sampai di sana. Istrinya dan mantan kekasih itu mulai mengirim pesan satu sama lain melalui Facebook. Orang yang bercerai itu mengatakan dia masuk ke akun istrinya, melihat pesan-pesan yang tidak pantas, dan pernikahan mereka mulai kacau sejak saat itu. ‘Facebook menciptakan banyak pencobaan,’ ia katakan. Seorang pengacara perceraian mengatakan bahwa di masa lampau, ‘Jika ada perselingkuhan dalam suatu kasus cerai, biasanya yang terlibat adalah teman kerja. Sekarang, bisa siapa saja dari kota yang sama sekali berbeda, dan ini ada hubungannya dengan Facebook dan betapa mudahnya untuk berhubungan kembali dengan mantan kekasih.’”

EDITOR: Orang Kristen bukan tidak boleh memakai teknologi. Tetapi, orang Kristen harus menyadari bahwa teknologi, selain membawa kemudahan dan kenyamanan hidup, juga membawa tantangan baru bagi iman. Hal ini harus diwaspadai.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Science and Bible | Tagged , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Megachurch Mengritik Gereja-Gereja “Normal”

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah khotbah baru-baru ini, Perry Noble, gembala sidang dari Gereja NewSpring yang besar di South Carolina, mengritik habis-habisan gereja-gereja tradisional. Menanggapi kritikan bahwa gerejanya terlalu berisik dan menyerupai sebuah konser, Noble mengatakan, “Saya tidak mau menjadi normal dalam hal gereja di Amerika, karena normal itu kurang cairan, normal itu mati, normal itu mudah ditebak, normal itu membosankan, normal itu tanpa kehidupan, dan ketika kubur itu kosong dan Yesus hidup dan saya telah berpindah dari maut kepada hidup, puji Tuhan, saya tidak mau menjadi normal!” (“S.C. Pastor,” Christian Post, 4 Agustus 2010). Menurut pemikiran Noble yang aneh, sebelum rock & roll dimasukkan ke dalam rumah Tuhan beberapa tahun yang lalu, semua gereja kurang cairan, mudah ditebak, membosankan, dan tanpa kehidupan. Belum 40 tahun yang lalu, TIDAK ADA gereja yang seperti NewSpring, dan tidak ada yang seperti itu selama hampir 2000 tahun ini. Tidak ada pesta-pesta rock & roll di Minggu pagi. Tidak ada. Di mana pun. Semua gereja waktu itu adalah “normal” dan “tradisional” dalam hal ini. Noble kesulitan untuk membedakan antara pesta rock & roll yang duniawi dengan semangat rohani yang saleh, tetapi jelas dua hal ini berbeda. Rock & roll memang memiliki sifat rohani, yaitu roh dunia, roh kedagingan, dan roh setan. Siapa pun yang bingung membedakan antara rock & roll dengan semangat rohani yang saleh sudah terlalu buta untuk dapat memimpin umat Allah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gembala Sidang Digital

(Berita Mingguan GITS 07 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Menurut sebuah laporan baru, ribuan gereja di Amerika saat ini sedang menggunakan gembala sidang digital. Sebagai contoh, empat gereja satelit yang berasosiasi dengan Fellowship Church di Grapevine, Texas, menerima khotbah Minggu pagi mereka melalui video high-definition Gembala Sidang Ed Young, yang disiarkan live dari “gereja induk.” Fellowship Church adalah sebuah gereja emerging yang sangat cool (duniawi) yang berafiliasi dengan Southern Baptist Convention (Grup penyanyi kontemporer Hillsong, yang sangat ekumenis, Pantekosta, bergaya rock, dan berasosiasi dengan Gereja Katolik, dijadwalkan tampil di sana tanggal 30 Juli). Geoff Surratt, penulis dari buku The Multi-site Church Revolution, mengklaim bahwa sedikitknya 3000 gereja mendengarkan khotbah dari seorang gembala sidang digital. Ada yang bahkan menggunakan hologram sehingga gembala sidangnya seolah terbang di udara seperti hantu! “Gereja-gereja” ini kebanyakan sebenarnya adalah pusat entertainment, dan jauh lebih mengasyikkan untuk melihat seorang “pengkhotbah super” disiarkan secara digital daripada seorang “pengkhotbah biasa” di hadapan anda.
EDITOR: Di Indonesia juga ada trend “pengkhotbah-pengkhotbah super” yang muncul di televisi, dan sebagian oang “Kristen” menjadi tidak ke gereja yang benar untuk digembalakan dengan benar, karena mereka merasa bahwa duduk di sofa mereka dan mendengarkan “khotbah TV” sudah cukup bagi kerohanian mereka. Konsep seperti ini sangat salah. Alkitab dengan tegas menasihatkan kita untuk tidak “meninggalkan pertemuan-pertemuan jemaat. Berjemaat bukan hanya “mendengarkan khotbah,” walaupun itu memang adalah komponen yang sangat penting. Dalam berjemaat juga ada persekutuan dengan sesama orang beriman, melayani, turut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, saling menasihati, saling menguatkan, saling mendoakan, disiplin, peneguran, bersahabat dengan orang-orang yang benar, dan banyak lagi. Semua ini tidak di dapatkan dari televisi atau suatu “siaran” saja.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Tempat Perlindungan Hari Kiamat

(Berita Mingguan GITS 07 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
USA Today melaporkan, “Ada tanda-tanda bahwa tempat-tempat perlindungan bawah tanah (bunker), kenang-kenangan masa Perang Dingin yang sudah hampir dilupakan, kini sedang menanjak popularitasnya,” (“Doomsday Shelters,” 28 Juli 2010). Beberapa perusahaan sedang membangun bunker-bunker di berbagai tempat di Amerika, dan minimal satu perusahaan, Vivos, sedang merencanakan suatu sistem nasional. Bunker-bunker ini datang dalam berbagai ukuran untuk mengakomodasi 10 hingga 2000 orang dewasa selama satu hingga lima tahun. Vivos menyebut tempat-tempat perlindungannya sebagai “solusi jaminan jiwa untuk anda dan keluargamu untuk bisa bertahan hidup menghadapi bencana besar bumi yang berikutnya.” Tempat-tempat perlindungan tersebut adalah milik bersama sekelompok orang yang dijanjikan akses jika timbul kegawat-daruratan. Tempat-tempat ini diiklankan sebagai solusi terhadap gempa bumi, hantaman asteroid, tsunami, serangan nuklir, bio-terorisme, dan anarki sosial. (Tentunya, jika timbul suatu situasi anarki sosial yang cukup parah sehingga mengharuskan seseorang masuk ke bawah tanah untuk setahun lebih, para anarkis tersebut akan menemukan lubang bunkermu dan dia tidak akan menghargai perjanjian bersama itu). Alkitab memberitahu kita bahwa suatu Masa Kesusahan besar akan datang ke atas bumi, suatu masa yang jauh lebih destruktif daripada masa manapun yang pernah disaksikan oleh dunia, tetapi tidak akan ada yang dapat bertahan hanya dengan masuk ke tempat perlindungan. Alkitab mengatakan bahwa antikristus akan memerintah selama tujuh dalam kondisi yang semakin lama semakin parah, suatu rentang waktu yang lebih lama dari yang dapat dilalui dengan stok makanan dalam tempat perlindungan mana pun. Lebih lanjut lagi, tidak ada seorang pun yang akan dapat membeli atau menjual tanpa tandanya. Ia bukan manusia biasa, dan ia akan didukung oleh Setan dan pasukan roh jahatnya. Tempat-tempat persembunyian akan ditemukan! Solusi yang jauh lebih baik adalah beriman kepada Yesus Kristus dan dibasuh dalam darahNya dan melayani Dia dalam ladang misi yang sangat besar ini sambil menantikan pengangkatan yang dapat terjadi kapan saja. Ini bukanlah suatu skenario fiktif; ini adalah janji Allah yang tidak dapat berdusta. “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri” (1 Tesalonika 5:4).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Arkeologis Menemukan Kota Asal Goliat

(Berita Mingguan GITS 07 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Walaupun kebanyakan arkeologis adalah orang-orang yang tidak percaya dan lapangan ilmu ini penuh dengan kecenderungan melawan Alkitab, karya mereka masih terus saja mengkonfirmasikan ketepatan Alkitab. Ahli arkeologi Yahudi yang terkenal, Nelson Glueck, pernah berkata, “Dapat dikatakan dengan jelas bahwa tidak ada penemuan arkeologis yang pernah bertentangan dengan satu referensi Alkitab manapun. Puluhan penemuan arkeologis telah terjadi yang mengkonfirmasi, baik itu secara garis besar maupun secara mendetil, pernyataan-pernyataan historis dalam Alkitab” (Rivers in the Desert, 1960, hal. 31). Arkeologi telah menemukan bukti keberadaan hampir semua raja-raja Israel, termasuk Daud dan Salomo, istana Salomo dan kandang-kandang kudanya di Megiddo, mengenai istana gading Ahab dan Izebel di Samaria, bait-bait Israel, tembok-tembok yang dibangun oleh Nehemia, dan seribu hal lainnya. Di antara kasus-kasus yang terbaru adalah penemuan Gat, kota asal Goliat, dan Shaaraim, sebuah kota di lembah Elah, tempat Daud bertempur melawan Goliat. Tempat-tempat ini disinggung dalam 1 Samuel 17:19, 52. Aren Maeir, pemimpin penggalian di Tel Tzafit (Gat), mengatakan bahwa nama-nama Filistin telah ditemukan yang mirip dengan nama “Goliat” dan bahwa mereka menemukan bukti Gat adalah kota besar pada zaman itu (“Archaeologists Uncover Goliath’s Hometown,” Arutz Sheva, 13 Juli 2010). Shaaraim memiliki arti “dua gerbang” dan gerbang yang kedua dari benteng kuno ini telah ditemukan baru-baru ini (“Digging Through the Bible,” Arutz Sheva, 20 Juli 2009).

Posted in Arkeologi | Tagged , , , , , , , | 3 Comments

Regenerasi

Orang-orang percaya bukan sekedar orang-orang baik, tetapi lebih dari itu, mereka adalah-manusia baru. C. S. Lewis dalam bukunya Mere Christianity, [Editor: Pengutipan C.S. Lewis tidak berarti GITS menyetujui theologi Lewis] meminjam dua kata yunani untuk membedakan dua jenis kehidupan: Bios dan Zoe. Bios merupakan bentuk kehidupan yang dimiliki oleh setiap orang, yaitu kehidupan biologis yang dipertahankan dengan makanan, air dan udara, tetapi pada akhirnya akan berakhir dengan kematian kekal. Sedangkan Zoe, merupakan kehidupan rohani, yaitu jenis kehidupan yang diberikan Allah ketika kita dilahirkan kembali yang berlangsung selamanya. Kedua jenis kehidupan ini bukan saja berbeda, bahkan berlawanan satu sama lain. Bios pada dasarnya merupakan suatu kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, sedangkan Zoe merupakan suatu kehidupan yang berpusat pada Allah dan pada orang lain.

Continue reading →

Posted in General (Umum), Renungan | Tagged , , , , | 5 Comments

Natal Kristus

Harus diakui bahwa, umat Kristen pada abad pertama tidak merayakan Natal seperti layaknya umat Kristen sekarang. Bagi mereka lebih penting merayakan hari kematian dan kebangkitan Kristus yang dikenal dengan Paskah, dan tidak menghiraukan hari kelahiran-Nya. Namun yang pasti tidak salah merayakan Natal, dan tidak salah juga jika tidak merayakannya. Sebab tidak ada perintah dalam Alkitab untuk merayakan Natal, dan tidak ada larangan untuk merayakan Natal. Asalkan perayaan natal dijadikan momentum untuk menyatakan rasa syukur karena Bapa telah mengirimkan AnakNya yang tunggal lahir dan mati untuk menanggung hukuman dosa kita, sekaligus kesempatan ini dijadikan ajang untuk membagikan berita injil kepada orang lain. Yang harus selalu kita ingat dan hayati setiap kali kita merayakan natal adalah karena dosa kitalah Yesus Kristus lahir ke dunia (Mat. 1:21).

Sejarah 25 Desember

Sejarah gereja mencatat orang-orang Kristen pertama kali merayakan Natal pada tanggal 5 januari tahun 300 abad ke-4. Mulanya gereja ortodox timur merayakan hari pembaptisan Yesus di sungai Yordan. Kemudian pada akhirnya kelahiran Yesus juga dirayakan secara bersamaan. Tanggal 25 Desember adalah hari raya penyembahan dewa matahari. Sejarah mencatat pada tanggal 25 Desember tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran matahari, sebagai penutup festival saturnalia dari tanggal 17-24 Desember, kerena di akhir musim salju tanggal 25, matahari mulai kembali menampakkan sinarnya dengan kuat. Tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari tanda setia dewa matahari kembali ke Eropa, sehingga musim semi akan segera tiba (lihat: ensyclopedia). Masyarakat Eropa begitu antusias merayakan hari penyembahan matahari ini.

Perayaan berhala ini ditentang oleh umat Kristen di Eropa pada waktu itu. Namun dengan adanya pengkristenan secara masal oleh kaisar Konstantin yang memerintah Roma, maka semua rakyat Roma harus menjadi Kristen, meskipun disaat yang sama masyarakat Eropa tetap menyembah dewa matahari. Agama Kristen dijadikan agama Negara ketika Kostantin menjadi Kaisar Romawi. Disinilah awal pengrusakan kekristenan dari dalam. Semua masyarakat pada waktu itu menjadi Kristen bukan karena mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi karena perintah atau dekrit yang dikeluarkan oleh Konstantin pada tahun 313 yang dikenal dengan edict of Milan (lihat: ensyclopedia). Barangsiapa yang tidak mengindahkan perintah kaisar akan dihukum mati. Di sinilah cikal bakal terbentuknya Gereja Roma Katolik yang diikuti oleh tradisi pembaptisan anak.

Continue reading →

Posted in General (Umum) | Tagged , , , , , , | 2 Comments