Dua Spesies Baru Manusia Ditemukan

(Berita Mingguan GITS 06 Februari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dua spesies baru manusia telah ditemukan, dan dengan senang hati saya akan secara tentatif memberikan nama Homo sapiens shortisis dan Homo sapiens tallisis kepada mereka. Saya dapat melakukan hal ini karena saya telah mempelajari dengan seksama metode para paleoanthropologis, yang sering menamai spesies baru berdasarkan perbedaan kecil dalam bentuk tengkorak, gigi, dan postur. Biasanya kita harus puas hanya dengan gambaran penuh imajinasi seorang artis tentang bagaimana bentuk spesies manusia ini, tetapi dalam kasus ini kita sangat diuntungkan memiliki sebuah foto keduanya sedang berdiri berdampingan dalam sebuah acara foto bersama yang diorganisir oleh Guinness World Record di Istanbul. Bukti hidup ini seharusnya mendatangkan keuntungan besar bagi ilmu pengetahuan yang selama ini harus bergantung pada catatan fosil. Bahkan, kita tahu nama wakil perorangan dari spesies-spesies ini. Homo sapiens tallisis diwakilkan oleh Sultan Kosen dari Turki, dan Homo sapiens shortisis oleh He Pingping dari Cina. Kosen dan Pingping jauh lebih berbeda satu sama lainnya dibandingkan kita dengan sepupu kita yang kasihan dan bodoh, si Homo sapiens neanderthalensis. Homo sapiens tallisis memiliki tinggi lebih dari 2,5 meter, sementara shortisis hanyalah sedikit di atas 60 cm. (Sebenarnya, ada seorang perwakilan shortisis lainnya di Nepal yang 60 cm, yang bahkan lebih pendek daripada anak-anak saat lahir).
EDITOR: Tulisan di atas, dengan sedikit humor sarkasme, menyentil para evolusionis yang senang sekali mengumumkan “penemuan spesies manusia baru,” hanya karena mereka melihat adanya perbedaan kecil antara tulang yang mereka temukan dengan manusia pada umumnya. Contoh belakangan ini di Indonesia sempat santer terdengar berita tentang penemuan manusia florensis. Padahal, banyak manusia yang sedang hidup sekarang ini saja, jika diperiksa tulangnya, akan menunjukkan variasi-variasi yang jauh lebih besar ketimbang perbedaan minor yang ditemukan para evolusionis tersebut. Fosil-fosil aneh yang sering ditemukan oleh para paleoanthropologis bisa saja merupakan manusia tulen yang sakit atau mengalami deformitas. Alkitab mengatakan Adam adalah manusia pertama (1 Kor. 15:45) yang persis sama seperti kita hari ini, dan tidak ada “manusia purba” sebelum Adam.

Posted in Science and Bible | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Satu Lagi Gereja Baptis Independan yang Menyerah kepada Filosofi Kontemporer

(Berita Mingguan GITS 06 Februari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Musik Contemporary Christian Worship menjalar ke seluruh denominasi, dan ketika ia masuk ke sebuah gereja, ia bukan hanya sekedar mengubah musik. Ia membawa sebuah filosofi kekristenan yang duniawi dan penurunan standar moral dan doktrin yang perlahan dan bertahap. Almarhum Gordon Sears, yang melayani di bidang musik rohani selama bertahun-tahun bersama dengan Rudy Atwood, merasa sedih sebelum kematiannya oleh karena perubahan dramatis yang terjadi di banyak gereja-gereja Baptis fundamental. Ia memperingatkan, “Ketika standar musik diturunkan, maka standar pakaian juga diturunkan. Ketika standar pakaian diturunkan, maka standar perilaku juga diturunkan. Ketika standar perilaku diturunkan, maka rasa menghargai terhadap kebenaran Allah juga diturunkan.” Kita dapat melihat penggenapan akan peringatan ini di setiap contoh. Perhatikanlah Gereja Baptis Perjanjian Baru di Miami, Florida. Tadinya ia adalah sebuah gereja Baptis fundamental. Gembala sidang Dino Pedrone adalah seorang pembicara rutin di Tennessee Temple Baptist College di Chattanooga waktu saya masih mahasiswa di sana tahun 1970an. Ia adalah seorang separatis, menggunakan hanya Alkitab King James dan musik rohani, memiliki standar pakaian, dan berkhotbah melawan rock & roll. Tetapi semua itu sudah lenyap. Gereja itu kini bernama The Gathering Place. Hari ini gereja tersebut mempromosikan menonton film-film dengan rating-R, merekomendasikan buku-buku yang ditulis oleh para pemimpin
emerging church yang menolak ketiadasalahan Alkitab, seperti Chris Seay, dan menyuapi para remajanya dengan diet hiburan rock & roll. Program anak muda gereja tersebut, yang bernama YouthForce Dade, digambarkan di website gereja tersebut sebagai berikut: “Rock the Universe, All-Niters, Ski Trips, Summer Camps, Chubby Bunny, Water Balloons, Break dancing, WWE Wrestling, The Book Of Ross, Worship, Bible Study, Community, Little Debbie Snack Cakes, Madden, X-Box 360, LEE ADMIRAL MAJORS!, Eating Dog Food, Samurai Swords, Paintball, Skillet, Shipwrecked, Videos, Ultimate Frisbee, Man Hunt, And Much More!” Perhatikan bahwa mereka bahkan masih memiliki sedikit pengajaran Alkitab di tengah-tengah semua hiburan kedagingan mereka. Jeff Royal, yang tinggal di Florida, mengatakan, “Gereja Baptis Perjanjian Baru dulunya adalah sebuah gereja fundamental, tetapi jelas sekali itu telah berubah. Dalam pandangan saya perubahan itu terjadi sepuluh tahun lalu dengan cara membiarkan CCM masuk ke dalam kebaktian. Saya telah memperhatikan hal ini bertahun-tahun. Ini sangat menyedihkan karena ini sudah dua gereja yang saya kenal secara pribadi yang telah mengikuti jalur yang berbahaya ini” (e-mail 19 Januari 2010).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Dialog Injili

(Berita Mingguan GITS 06 Februari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dialog dengan bidat dan agama-agama lain adalah fenomena yang sedang berjamuran di kalangan “injili.” Ada laporan mengenai hal ini di Christianity Today belakangan. Di tahun 2004 kita menyaksikan pemandangan yang tidak menyenangkan akan orang-orang injili yang menyatukan tangan dengan Mormon di Tabernacle di Salt Lake City. Akhir pekan yang lalu, Northwood Church di Keller, Texas, ikut serta dalam sebuah forum penyembahan antar-agama bergilir dengan orang-orang Yahudi dan Muslim setempat. Mereka bertemu di sinagog Yahudi pada hari Jumat, 22 Januari, lalu di Islamic Center pada hari Sabtu, dan di gereja pada hari Minggu. Gembala sidang senior, Bob Roberts, mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengenal satu sama lain dan mengerti pengajaran satu sama lain tanpa “mengecilkan perbedaan-perbedaan yang ada” atau berkompromi. Kita bertanya-tanya, apanya tentang Yudaisme dan Islam dan penolakan mereka yang terang-terangan terhadap Yesus Kristus yang kurang dimengerti oleh gembala Roberts. Dalam khotbahnya kepada jemaat antar-agama tersebut, Roberts mengatakan, “Saya ingin mengenal kalian. Mengapa? Karena kalian mencari Allah.” Alkitab, di pihak lain, mengatakan bahwa “tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11). Sambil menyatakan simpati dan pengertian yang besar terhadap para penolak Kristus tersebut, Roberts justru menyerang orang-orang Kristen fundamental, menyamakan mereka dengan “fundamentalis Muslim” sebagai musuh besar umat manusia. Ia mengatakan, “Konflik terbesar di dunia hari ini adalah antara fundamentalis Kristen dengan fundamentalis Muslim. Harus ada platform yang baru. Jika kita semua harus ditobatkan masuk satu agama kita tidak mungkin akan bersahabat di dunia ini” (“Christians, Muslims, Jews Worship at Evangelical Megachurch,” Christian Post, 25 Jan. 2010). Rata-rata “injili” hari ini berpikir bahwa ia bisa berasosiasi dengan kesesatan dan penyembahan berhala tanpa merusak imannya, tetapi Alkitab berkata, “Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33). Saya tidak tahu teks Alkitab mana yang dipilih oleh Roberts untuk khotbahnya Minggu tersebut untuk jemaat antar-agama tersebut, tetapi saya yakin BUKAN 2 Korintus 5:14-18. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” Rasul Paulus memberitakan Kristus di sinagog-sinagog, tetapi ia memberitakan Kristus dengan sedemikian dogmatisnya dan sedemikian beraninya, ia ditendang keluar dan dianiaya. Sepertinya Paulus tidak ikut rencana agung menuju keharmonisan antar-agama. Rupanya Bob Roberts dan teman-temannya telah belajar “memberitakan Injil” dengan begitu tidak menyinggung orang sehingga ia bisa pada saat yang sama menjadi sahabat dunia yang menyalibkan Kristus.

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili) | Tagged , , , , | 1 Comment

Almarhum Paus Mencambuk Dirinya Sendiri

(Berita Mingguan GITS 06 Februari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam usaha yang sungguh menyedihkan untuk mendekat kepada Allah dan menyempurnakan keselamatannya dengan cara meniru penderitaan Kristus, almarhum Paus Yohanes Paulus II mencambuk dirinya sendiri. Ini adalah salah satu peninggalan “kerohanian biara” milik Roma. Para “santo-santa”nya telah menciptakan banyak sekali praktek-praktek kontemplatif sebagai jalan kepada keselamatan dan kerohanian. Hal-hal ini dibangkitkan lagi orang gerakan
emerging church hari ini. Pencambukan sang paus (atau yang disebut juga proses mortification) disingkapkan oleh sebuah buku baru yang berjudul “Why a Saint?” oleh Monsignor Slawomir Oder, kardinal yang bertanggung jawab atas proses kanonisasi sang paus. Paus mencambuk dirinya sendiri sejak ia tinggal di Polandia sebelum ia pindah ke Vatikan, tetapi sama sekali tidak ada dasar untuk tindakan pencambukan diri ini dalam Alkitab. Hal ini adalah bagian dari pencarian Roma yang tak berpengharapan akan kerohanian di luar dari keselamatan yang pasti dan kerja Roh Kudus sebagaimana dalam Firman Tuhan. Almarhumah ibu Teresa juga mengejar jalur asketikisme mirip dengan yang dilakukan oleh Yohanes Paulus II, dan ia menyebut dirinya sendiri “santa kegelapan” karena hidup kerohaniannya begitu kosong. Puji Tuhan, satu-satunya pencambukan yang perlu dipahami oleh orang percaya hari ini adalah yang terjadi di Yerusalem 2000 tahun yang lalu.

Posted in Katolik | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

Kantor Meteorologi Inggris Memprediksikan Musim Dingin yang Tidak Terlalu Dingin

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Prediksi Kantor Met Inggris (dulu disebut Kantor Meteorologi) bahwa musim dingin ini akan hangat ternyata salah total. Bahkan, cuacanya sangat dingin, dengan temperatur yang turun hingga -22 C di beberapa tempat. Seorang pelapor cuaca BBC, Paul Hudson, menduga bahwa simulasi-simulasi komputer Kantor Met bisa saja telah mendapatkan “bias hangat” yang menyebabkan prediksi yang salah (“Met Office computer accused of ‘warm bias,’” Daily Mail, 17 Januari 2010). Apapun penyebabnya, yang jelas, ilmuwan modern tidak dapat memprediksikan cuaca tiga bulan dari sekarang dengan tepat, apalagi tiga tahun atau tiga dekade ke depan. (Prediksi Kantor Met tentang “musim panas barbeque” tahun lalu juga salah total). “Model-model komputer” yang dipakai untuk memprediksikan pemanasan global jangka panjang adalah hipotesis yang tidak jelas keakuratannya. Manusia, bahkan dengan segala keahlian ilmu pengetahuan modern-nya, tidak memiliki cukup pengetahuan untuk membuat prediksi seperti ini dengan akurat. EDITOR: Hati-hati untuk tidak secara membabi buta mengikuti semua yang dikatakan oleh “ilmuwan” atau “ilmu pengetahuan.” Ilmu pengetahuan yang benar telah banyak menolong manusia, tetapi banyak juga ilmu pengetahuan yang palsu, yang belum terbukti, dan yang muncul karena bias-bias ideologi, seperti evolusi.

Posted in Science and Bible | Tagged , , | Leave a comment

Orang-Orang Injili yang Mengunjungi Cina Diam Masalah Gereja-Gereja Rumah yang Dianiaya

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Christian Newswire, 14 Januari 2010: “Institute on Religion & Democracy (IRD) kecewa terhadap cara World Evangelical Alliance (WEA) mengabaikan penganiayaan agama di Cina dalam kunjungannya baru-baru ini. Sebaliknya, mereka hanya berbicara mengenai kooperasi dengan gereja yang diregistrasi oleh pemerintah sambil mengabaikan restriksi-restriksi yang diberlakukan oleh rezim komunis terhadap gereja-gereja tidak resmi. Mayoritas besar orang Kristen Cina, yang secara konservatif diperkirakan berjumlah 80 juta, kebaktian di jemaat-jemaat yang tidak ter-register, bertemu di rumah-rumah dan tempat-tempat lain. Dalam minggu terakhir ini saja para pemimpin Aliansi Gereja Ruma Cina ditangkap oleh otoritas propinsi Hebei menurut China Aid. Gereja-gereja rumah baik di Beijing maupun Shanghai juga telah ditutup baru-baru ini oleh polisi. Di propinsi Shanxi, otoritas menghancurkan gedung Gereja Rumah Fushan, dan menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada para pemimpin gereja. Di bulan Desember, seorang Kristen Uighur yang bertobat dari Islam dijatuhi hukuman penjara lima belas tahun karena imannya.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Tagged , , , , , | Leave a comment

Umur Rata-Rata Pengunjung Gereja Inggris Adalah 61 Tahun

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Menurut sebuah studi baru, umur rata-rata orang-orang yang menghadiri Gereja Inggris adalah 61 tahun. Ini adalah umur rata-ratanya! Lyda Barley, kepala dari bagian riset dan statistik Gereja Anglikan, menyalahkan situasi ini pada tendensi umum masyarakat (“Average age of churchgoer now 61,” The Telegraph, 22 Jan. 2010). Masalah utamanya sebenarnya adalah kesesatan. Mengapakah orang harus menghadiri “gereja” jika para pemimpinnya bahkan tidak percaya Kitab Suci mereka sendiri dan kebingungan soal hal-hal yang paling mendasar dari iman Kristiani? Ketika saya di London pada tahun 1982, saya membaca sebuah wawancara oleh John Mortiner di Sunday Times terhadap Uskup Agung Canterbury Robert Runcie. Waktu itu Paskah, dan pewawancara menanyai Runcie apakah dia mengerti mengapa Kristus harus menderita. Si Uskup Agung menjawab, “Mengenai masalah itu saya agnostik (tidak bisa tahu).” Dia tidak tahu mengapa Kristus mati di kayu salib! Pewawancara bertanya lagi, “Apakah Allah seorang hakim?” Runcie lebih dogmatis mengenai yang satu ini. Ia menjawab, “Tidak.” Pewawancara lalu berkata, “Jadi anda tidak melihat Allah sebagai Tuan Hakim Utama alam semesta?” Runcie menjawab, “Sama sekali tidak. Waktu kami tinggal di Oxford, kami tinggal di tanah seorang wanita. Dan ketika kami terkena masalah apapun, dia akan berkata: ‘Ada Satu yang melihat segalanya di atas sana.’ Saya tidak dapat membayangkan Allah yang seperti itu.” Ketidakberimanan Runcie yang parah sudah menjadi hal yang umum di Gereja Inggris hari ini. [Editor: Dan bukan hanya di Gereja Inggris, tetapi juga di gereja-gereja Indonesia].

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , | Leave a comment

Gereja Presbyterian yang sesat tidak percaya Yesus Satu-satunya Jalan Keselamatan

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Sebuah survei baru telah menemukan bahwa hanya sepertia gembala sidang di Gereja Presbyterian USA percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Ketika diperhadapkan dengan pernyataan “hanya pengikut Yesus Kristus yang dapat diselamatkan,” hanya 35% gembala sidang dan 39% anggota jemaat yang setuju (Christian Post, 13 Jan. 2010). Survei ini, yaitu “Religious and Demographic Profile of Presbyterians” dilakukan oleh denominasi itu sendiri. Ini adalah bukti kesesatan yang sangat parah. Seharusnya tidak ada satu pun gembala sidang atau anggota jemaat yang meragukan pernyataan yang sangat sederhana tersebut. Di satu sisi, kesesatan seperti ini sungguh mengecewakan, namun ini juga adalah bukti kebenaran Alkitab (yang sudah memprediksikan kesesatan seperti ini) dan mengingatkan kita bahwa waktunya sudah singkat dan Yesus segera datang kembali! “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , | 1 Comment

Southern Baptist Menggunakan Pendekatan “emerging” untuk penginjilan terhadap Muslim

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Misionari Southern Baptist, Kevin Greeson, mengatakan bahwa cara untuk menjangkau Muslim adalah untuk mengendap-endap mendekati mereka menggunakan Quran, bukan Alkitab, dan untuk tidak menonjolkan gereja. Ini disebut sebagai “metode unta.” Greeson mengatakan, “Generasi kita tidak dapat puas atau senang dengan memenangkan satu orang yang terhilang kepada Kristus. Ada begitu banyak orang yang terhilang, kita tidak bisa senang dengan situasi tersebut” (“Use the Quran,” Baptist Standar, 31 Des. 2009). Orang percaya manapun yang sibuk mengabarkan Injil tentu mau melihat banyak orang diselamatkan daripada sedikit, tetapi faktanya adalah, Yesus mengajarkan jalan menuju kebinasaan adalah lebar (Matius 7:13-14). [EDITOR: Artinya memang banyak orang akan binasa] Greeson mengklaim bahwa ribuan orang Islam bertobat di semenanjung Arab dan di Iran, Pakistan, India, Bangladesh, dan Indonesia. Karena Muslim tidak menerima otoritas Alkitab, “mengutip Alkitab adalah percuma,” kita diberitahu, dan kuncinya adalah menggunakan Quran (walaupun kitab ini menyampaikan Kristus yang palsu). Metode Unta “tidak mengajar atau berkhotbah” dan menghindari mengajak para “petobat” ke gereja. Ia mengatakan, “Ketika kamu menemukan seseorang yang pendamai, jangan membuat dia bergabung dengan gerejamu, sisir rambutnya dengan cara yang berbeda dan buat dia menyukaimu. Jangan mencoba membersihkan mereka.” Tetapi Yesus memerintahkan kita untuk mengajari para petobat “melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:18-20). Dan kita diajari dalam Firman Allah bahwa gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran dan diperingatkan untuk tidak mengabaikannya (1 Tim. 3:15; Ibr. 10:25). Referensi Greeson tentang “seorang yang pendamai” berasal langsung dari program P.E.A.C.E.-nya Rick Warren. Warren mengatakan, “Ketika kamu menemukan orang pendamai, jika dia terbuka dan rela bekerja dengan anda, anda memberkati dia dan memulai pekerjaan anda dari sana….Orang pendamai ini terbuka dan berpengaruh…Orang pendamai ini tidak harus adalah seorang Kristen yang percaya. Bisa jadi seorang Muslim. Bisa jadi Yahudi” (wawancara Warren dengan Charlie Rose, 17 Agus. 2006). Pendekatan Warren yang ekumenikal dilarang dalam Kitab Suci (misal Roma 16:17; 2 Kor. 6:14-18). Kita diperintahkan untuk memberitakan Injil, dan Injil adalah kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus “sesuai dengan kitab suci” (1 Korintus 15:3-4). Kitab Suci adalah Firman Allah yang berkuasa dan menghidupkan yang “bekerja” entah seseorang itu menerima otoritasnya atau tidak. Iblis tidak menerima otoritasnya, tetapi Tuhan Yesus tetap saja mengutip dari Kitab Suci! Para Rasul tidak mencoba untuk mengendap-endap dengan Injil kepada seseorang dengan cara memberikan kesan palsu bahwa agamanya yang palsu mengajarkan kebenaran. Mereka tidak mencoba untuk memulai “gerakan umat” yang menakjubkan dengan cara mengumpulkan “orang-orang pendamai” yang setengah bertobat, setengah murid, dan yang tidak bergereja. Denominasi Southern Baptist sedang bergerak terus ke arah emerging church, dan banyak Baptis independen yang sedemikian buta dan tidak peduli, dan takjub dengan “sukses” sehingga mereka bersekutu dengan kesesatan ini.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Paus Mengatakan Bahwa Tujuan Akhir Dari Ekumenisme Adalah Agar Orang-orang Protestan Bergabung Dengan Roma

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam mempertahankan keputusannya baru-baru ini untuk mempercepat dan mempermudah proses bergabungnya Anglikan dengan Gereja Roma Katolik, Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa memang inilah, “tujuan akhir” dari ekumenisme. Ia memberitahu Jemaat Doktrin Iman Vatikan (Vatican’s Congregation of the Doctrine of the Faith, yang dulunya bernama Kantor Inkuisisi) bahwa tujuannya adalah untuk membawa “persekutuan yang penuh dan terlihat” kepada semua orang Kristen (“Pope Defends Invitation to Anglicans,” AP via Richmond Times-Dispatch, 15 Jan. 2010). “Persekutuan yang terlihat” ini tentunya adalah suatu persekutuan dengan paus sebagai pemimpinnya! Bahwa “saudara-saudara yang terpisah” senantiasa kaget ketika mendengar Roma mengatakan Paus adalah Pemimpin Tertinggi, justru mengagetkan saya. Gereja Roma Katolik tidak pernah mundur dari klaim mereka akan kepemimpinan dan supremasi. Konsili Vatikan Kedua menyatakan, “satu-satunya Gereja Kristus….berdiam dalam Gereja Katolik, yang diperintah oleh para pengganti Petrus dan para uskup yang bersekutu dengan dia” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 1, 8, hal. 329), dan “hanyalah melalui Gereja Kristus yang Katolik….kepenuhan keselamatan dapat diperoleh” (Decree on Ecumenism, pasal 1, 3, hal. 415), dan “Paus Roma, karena jabatannya sebagai Pengganti Kristus….memiliki kuasa yang penuh, supreme, dan universal atas seluruh Gereja, kuasa yang dapat ia pakai tanpa halangan” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 3, 22, hal. 344). Bagian mana dari “penuh” dan “supreme” dan “universal” yang tidak dimengerti oleh para pendukung ekumenisme yang mudah dibohongi?

Posted in Ekumenisme, Katolik | Tagged , , , , , | 1 Comment