Raja George I dan Musik Handel

(Berita Mingguan GITS 19 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Music and the Brain” oleh Laurence O’Donnell, cerebromente.org.br: “Komponen kunci dari musik yang membuat musik sangat bermanfaat adalah keteraturan. Keteraturan musik dari zaman baroque dan klasik menyebabkan otak merespon dengan cara yang spesial. Keteraturan ini melingkupi repetisi dan perubahan-perubahan, pola-pola ritme tertentu, dan kontras-kontras nada dan mood. Satu unsur utama dalam keteraturan musik dari zaman baroque dan klasik adalah matematika. Hal ini disadari oleh tubuh dan otak manusia bekerja lebih baik ketika mendengarkan musik yang teratur ini. Salah satu contoh yang indah tentang hebatnya keteraturan dalam musik adalah Raja George I dari Inggris. Raja George memiliki masalah kehilangan memori (sering lupa) dan manajemen stres. Dia membaca dari Alkitab tentang kisah raja Saul dan menyadari bahwa Saul memiliki masalah yang serupa yang dia sedang hadapi. George menyadari bahwa Saul mengatasi masalahnya dengan menggunakan musik yang spesial (musik Daud). Dengan mengingat kisah ini, Raja George meminta Frederick Handel untuk menggubah musik spesial baginya untuk membantunya sama seperti musik membantu Saul. Handel lalu menulis Water Music yang terkenal itu untuk tujuan ini.”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cahaya Yang Silau Berkelap Kelip, Musik Yang Keras, Mempengaruhi Otak Seperti Kecanduan

(Berita Mingguan GITS 5 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah penelitian oleh University of British Columbia menemukan bahwa lampu yang silau berkelap-kelip (flashing) dan musik rock yang keras, seperti yang ada di kasino-kasino, membuat tikus-tikus mengambil “keputusan yang penuh resiko.” Penelitian tersebut menemukan bahwa tikus pada umumnya belajar menghindari perilaku beresiko yang bisa mendatangkan hukuman, tetapi di bawah pengaruh lampu-lampu terang dan musik yang keras, mereka mengambil lebih banyak resiko (“Lights, music in casinos interact with brain like drug addiction,” UPI, 20 Jan. 2016). Alasannya adalah karena cahaya dan musik seperti itu mengaktivasi reseptor dopamine D3 di otak, yaitu reseptor yang sama yang diduga berperan dalam kecanduan obat-obatan. Ini didemonstrasikan ketika reseptor dopamine tersebut diblok, maka tikus-tikus kembali ke sikap konservatif alami mereka mengenai pengambilan resiko. Para pemilik kasino tentunya tahu akan hubungan ini sejak dulu, sehingga mereka menciptakan lingkungan dengan cahaya/musik yang khas di ruangan-ruangan berjudi. Banyak musisi rock & roll terkenal telah bersaksi bahwa musik rock adalah sejenis obat yang membuat kecanduan, tetapi banyak rocker Kristen kontemporer yang menertawakan bahaya semacam itu. Sekarang ada penelitian ilmiah yang telah mengkonfirmasi adanya hubungan antara musik dengan obat, minimal dengan tambahan lampu-lampu terang yang kelap kelip, yang sering sekali muncul di konser-konser rock “sekuler” sekaligus juga di berbagai “kebaktian Kristen kontemporer.” Orang-orang Kristen yang masih berpikiran sehat, yang otaknya belum dikorupsi oleh musik dunia ini mampu menganalisis fakta-fakta ini secara wajar dan alkitabiah.

Posted in musik | Leave a comment

Atheis Dilarang Untuk Bersaksi di Pengadilan Amerika

(Berita Mingguan GITS 5 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Democracy in America oleh Alexis de Tocqueville, 1835: “Ketika saya di Amerika, seorang saksi, yang kebetulan dipanggil oleh pengadilan daerah Chester (di negara bagian New York), mendeklarasikan bahwa dia tidak percaya eksistensi Allah atau immortalitas jiwa. Sang hakim menolak untuk mengizinkan bukti-bukti dari saksi tersebut, dengan alasan bahwa sang saksi telah terlebih dahulu menghancurkan segala kepercayaan pengadilan tersebut akan apa yang mau ia katakan. Koran tersebut menguraikan fakta-fakta ini tanpa memberikan komentar lebih lanjut. Koran The New York Spectator edisi 23 Agustus 1831, menceritakan fakta yang sama dengan cara demikian: ‘Pengadilan aduan umum di daerah Chester (New York), beberapa hari lalu menolak seorang saksi yang mendeklarasikan bahwa dia tidak percaya adanya Allah. Hakim yang bertugas berkomentar, bahwa dia selama ini belum tahu ada orang yang hidup yang tidak percaya eksistensi Allah; dan bahwa kepercayaan adanya Allah sebenarnya adalah dasar dari semua kesaksian di suatu pengadilan: dan bahwa dia tidak pernah tahu ada kasus di sebuah negara Kristen, yang seorang saksi diperbolehkan bersaksi tanpa percaya hal mendasar seperti itu.’” EDITOR: Di atas kepercayaan pada Allah dan Alkitab, kehebatan Amerika dibangun. Dan juga karena mereka meinggalkan Allah dan Alkitab, kejatuhan mereka akan terjadi.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Albert Einstein dan Musik

(Berita Mingguan GITS 5 Maret 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Music and the Brain,” oleh Laurence O’Donnel, cerebromente.org.br: “Albert Einstein diakui sebagai salah satu orang terpintar yang pernah hidup. Tidak banyak yang tahu bahwa Einstein, ketika dia muda, mendapat nilai sangat jelek di sekolah. Guru-guru sekolahnya memberitahu orang tua Einstein untuk mengeluarkan dia dari sekolah karena dia ‘terlalu bodoh untuk belajar’ dan akan menghamburkan sumber daya sekolah tersebut untuk menginvestasikan waktu dan energi kepada pendidikannya. Sekolah itu mengusulkan orang tuanya untuk mencarikan Albert pekerjaan tangan yang mudah sesegera mungkin. Ibunya Albert tidak berpendapat bahwa dia ‘bodoh.’ Jadi, dia tidak mengikuti usul sekolah tersebut, orang tuanya membelikan dia sebuah biola. Albert menjadi pintar bermain biola. Musik menjadi kunci yang membantu Albert Einstein salah satu orang terpintar di dunia. Einstein sendiri mengatakan bahwa alasan dia menjadi begitu pintar adalah karena dia bermain biola. Dia paling mencintai musik Mozart dan Bach. Seorang teman Einstein, G.J. Withrow, mengatakan bahwa Einstein sering menyelesaikan hal-hal rumit dalam persamaan matematikanya dengan cara melakukan improvisasi biola.”

Posted in musik | 1 Comment

Esensi dari Rock & Roll Menurut Para Musisi Rock & Roll

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak sekali rocker-rocker terkenal yang telah menggambarkan esensi dari rock & roll sebagai seks dan pemberontakan. “Ilah” musik rock adalah ilah dunia ini, dan adalah kesintingan rohani untuk menggunakan musik seperti ini untuk menyembah Allah yang sifat-sifatNya berbeda total dari musik rock. Ketika David Byrne dari Talking Head memasukkan David Bowie yang banci itu ke dalam Hall of Fame Rock & Roll pada tahun 1996, dia menggambarkan rock & roll sebagai berikut: “Ketika David Bowie datang, ya begitulah, rock & roll waktu itu memerlukan suntikan di lengan, dan ketika saya pertama kali melihat dia, sungguh mengejutkan, tetapi juga terasa kenal. … Dan seperti semua rock & roll, ia tidak ada rasa, ia gemerlapan, ia SUKA MELAWAN, ia fun, ia KASAR, ia SEXY, ia MEMBINGUNGKAN. … SEMUANYA ADALAH TENTANG SEKS DAN OBAT, yaitu mengenai menggabungkan literatur dengan rock & roll, dengan seni, dengan apapun yang bisa kamu pikirkan. Ini adalah tentang SEKS sebagai suatu ide, dan SEKS sebagai suatu realita, dan SEKS sebagai suatu kuasa yang membebaskan. Ini adalah tentang PEMBERONTAKAN, ini adalah PEMBERONTAKAN sebagai suatu klise, ini adalah PEMBERONTAKAN sebagai suatu ide. Ini adalah PEMBERONTAKAN sebagai suatu iklan …. Ini adalah tentang politik SEKSUAL, teater SEKSUAL” (rockhall.com).

Posted in musik | 4 Comments

Petani Didenda $13.000 Karena Menolak Mengizinkan Pernikahan Homoseksual di Tempatnya

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Charisma News, 15 Jan. 2016: “Sebuah pengadilan New York pada hari Kamis menegaskan keputusan Divisi Hak Asasi Manusia terhadap sepasang suami istri di negara bagian itu karena mereka menolak untuk mengkoordinasikan acara pernikahan sesama jenis di halaman rumah mereka. … Robert dan Cynthia Gifford tinggal di sebuah rumah peternakan yang dibangun di atas tanah pertanian mereka, dan terkadang mereka membuka lantai pertama mereka beserta halaman belakang untuk acara pernikahan. Cynthia melayani sebagai koordinator pernikahan dalam acara-acara seperti itu dan melakukan semua yang diperlukan kecuali meneguhkan nikah. Setelah agensi itu membuat keputusan bahwa keluarga Giffor bersalah atas ‘diskriminasi orientasi seksual,’ mereka didenda $10.000, plus $3.000 dan mereka diperintahkan untuk ikut kelas re-edukasi yang dirancang untuk meluluhkan kepercayaan agamawi pasangan tersebut tentang pernikahan. Mahkamah Agung New York, Divisi Banding, Departemen Tiga, meneguhkan keputusan tersebut beserta denda yang harus dibayar, membuat pernyataan bahwa pemerintah bisa menghukum pasangan Gifford karena menolak untuk membuat acara yang bertentangan dengan hati nurani mereka. … Pada tanggal 25 September 2012, Melisa McCarthy menelpon Cynthia Gifford, menanyakan tentang bisa tidaknya mereka menggunakan lahan pertanian mereka untuk melakukan pernikahan sama jenis. Karena pengajaran iman Kristianinya, Cynthia dengan sopan memberitahu McCarthy bahwa dia dan suaminya tidak mau membuat pernikahan sesama jenis, tetapi membuka peluang baginya untuk mengunjungi peternakan itu untuk mempertimbangkan menjadikannya tempat resepsi. Tetapi, McCarthy dan partnernya justru mengajukan tuntutan ke Divisi Hak Asasi Manusia.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Peringatan tentang Reiki

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Reiki adalah suatu praktek “terapi alternatif” yang populer yang juga disebut “sentuhan penyembuhan.” Menurut American Hospital Association pada tahun 2007, 15% rumah sakit ada menggunakan Reiki. Sebuah laporan di The Washington Post untuk 16 Mei 2014, diberi judul “Reiki Menjadi Mainstream.” Praktek Reiki ini pernah dipuji oleh Oprah dan juga Dr. Oz. Kata “reiki” adalah dari bahasa Jepang dan mengacu pada “energi kekuatan kehidupan yang dikendalikan secara rohani.” Reiki adalah praktek okultik yang katanya menyalurkan “energi penyembuhan univerasl” untuk tujuan seperti relaksasi dan penyembuhan fisik. Berikut ada peringatan dari artikel “My Mother Is Doing Reiki,” Lighthouse Trails, 9 Feb. 2016:

“Ibu saya ikut dengan gerakan New Age dan telah mendapatkan terapi Reiki selama banyak tahun; baru-baru ini dia sendiri mulai mempraktekkan Reiki. Dia mempraktekkannya pada teman-teman dan anggota keluarganya (saya satu-satunya orang Kristen di keluarga). Saya menderita sakit punggung, dan ibu saya mau menerapkan reiki pada diri saya. Saya selama ini selalu berkata tidak, tetapi setelah meriset apa itu reiki saya akhirnya memutuskan untuk memberitahu dia bahwa kepercayaan saya bertentangan dengan reiki dan bahwa ‘energi’ yang dimaksud sebenarnya berasal dari kuasa kegepalan (itu percakapan yang sangat sulit). … ibu saya secara rutin bermeditasi dan berbicara dengan ‘malaikat’nya, yang menurut dia bertanggung jawab atas segala yang baik yang terjadi. Ibu saya masuk semakin dalam ke hal ini, dia bahkan berkata dia berdoa kepada ‘Yesus’ sebelum melakukan Reiki. …Dia tidak percaya Alkitab, atau minimal sebagian besar Alktiab, juga tidak percaya keilahian Yesus, bahwa Dia hanyalah menunjukkan jalan kepada Allah. …Jelas Yesus yang dia maksud adalah Yesus yang palsu. …salah satu teman malaikatnya adalah seperti ‘teman baik,’ dan memiliki nama.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hawking Mengatakan Bahwa Bumi Akan Binasa, Manusia Harus Membuat Koloni di Luar Angkasa

(Berita Mingguan GITS 20 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Stephen Hawking, “superstar fisikawan Inggris,” mengatakan bahwa sudah hampir pasti bumi akan dibinasakan oleh suatu bencana dan bahwa sangatlah penting bagi manusia untuk membuat koloni di luar angkasa. Ketika menjawab berbagai pertanyaan di BBC Reith Lecture pada bulan Januari, penulis buku A Brief History of Time itu mengatakan, “Walaupun peluang terjadinya bencana pada planet bumi pada suatu tahun tertentu cukup kecil, tetapi dengan berjalannya waktu peluang ini berakumuluasi, dan dalam seribu atau sepuluh ribu tahun ke depan boleh dikatakan hampir pasti terjadi. Sampai dengan waktu itu, seharusnya kita sudah menyebar ke luar angakasa, dan ke bintang-bintang lain, sehingga suatu bencana atas Bumi tidak akan mengakhiri manusia. Namun, kita belum mampu membuat koloni yang bisa berdiri sendiri di luar angkasa dalam minimal 100 tahun ke depan, jadi kita harus sangat berhati-hati selama periode waktu ini” (“Hawking: Humans at risk of lethal ‘own goal,’” BBC News, 19 Jan. 2016).

Karena Hawking mengakui dirinya sendiri sebagai seorang atheis dan evolusionis, semua yang dia katakan tentang pentingnya manusia tetap bertahan hidup adalah omong kosong. Jika manusia hanyalah suatu hasil kecelakaan proses evolusi, maka eksistensi manusia tidak memiliki makna. Nol. Sama sekali tidak ada. Semua ini tidak ada maknanya. Hanyalah Penciptaan oleh Allah yang memberikan arti sejati kepada kehidupan manusia. Kita berdoa untuk Mr. Hawking, supaya Allah membuka matanya untuk melihat keindahan sang Pencipta dan anugerah keselamatan yang telah Ia beli dengan mahal. Dua kali Alkitab berkata, “Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah” (Maz. 14:1; 53:2).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Sologami

(Berita Mingguan GITS 20 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sologami, atau menikah dengan diri sendiri, adalah salah satu tanda-tanda zaman. “Rupanya Linda Baker adalah orang pertama yang menikahi dirinya sendiri, yaitu pada bulan Desember 1993. Orang-orang lain telah mengikuti jejaknya, termasuk Sara Sharpe, yang menulis tentang pernikahannya dengan dirinya sendiri dalam buku A Dress, A Ring, Promises to Self. Lalu ada juga Nadine Schweigert, seorang wanita 36 tahun dari Fargo, North Dakota, yang diwawancarai oleh Anderson Cooper setelah menikahi dirinya sendiri di hadapan sekitar 40 teman terdekatnya. ‘Saya, Nadine,’ dia mengatakan kepada dirinya sendiri, ‘berjanji untuk menikmati hidup saya sendiri dan untuk mengecap hubungan cinta yang seumur hidup dengan diri saya sendiri yang cantik.’ Jennifer Hoes adalah seorang wanita Belanda yang melakukan yang sama pada tahun 2003. Pernikahannya dengan diri sendiri menjadi subjek dari dokumentari 10 menit oleh Majalah Aaon. … Dalam hal tertentu, pernikahan dengan diri sendiri adalah perkembangan logis dari apa yang digambarkan oleh Christopher Lasch, seorang kritikus budaya, dalam bukunya The Culture of Narcissism tahun 1979.

Narcissus dalam mitologi Yunani adalah seorang lelaki muda yang tampan, yang membuat semua wanita muda jatuh cinta padanya. Tetapi Narcissus menolak semua cinta mereka dan lebih memilih dirinya sendiri yang cakep” (“Same-Self Marriage,” First Things, Nov. 2014). Sebuah nubuat dalam Alkitab dari 2000 tahun yang lalu berkata, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. MANUSIA AKAN MENCINTAI DIRINYA SENDIRI dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama” (2 Timotius 3:1-2).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja Southern Baptist Membuat Tetangga Tidak Bisa Tidur dengan Musik Rock yang Keras

(Berita Mingguan GITS 20 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Vintage Church di New Orleans sedang melawan sebuah perintah pengadilan yang mengharuskan mereka untuk tidak membuat suara di atas 60 desibel. Gereja tersebut sedang memakai tenda untuk kebaktian karena gedung permanen sedang dibangun, dan setelah tetangga-tetangga komplain tentang suara keras musik mereka, pemerintah setempat mengeluarkan perintah pengadilan tersebut. Setelah pengadilan distrik menolak permintaan banding gereja tersebut untuk menganulir perintah itu, kini pertarungan legal berlanjut di Pengadilan Banding Fifth Circuit. Seorang tetangga memberitahu koran lokal, “Putri saya seorang suster, bekerja 13 jam sehari, dan dia tidak bisa tidur. Ini sudah berlangsung empat bulan. Ini sungguh membuat frustrasi. Saya bukan satu-satunya yang komplain. Kami semua bisa mendengarnya. [Tetangga lain] juga komplain” (Time-Picayunes, 15 Des. 2015). Jika gereja itu mau melepaskan cara mereka meniru musik dunia, dan beralih kepada himne yang diiringi alat musik non-elektrik, maka masalah ini akan selesai dan mereka tidak akan mengganggu tetangga atau menghabiskan uang di pengadilan. Editor: Gereja-gereja di Indonesia juga perlu mengambil hikmah. Jangan sampai tetangga kita terganggu justru karena musik yang duniawi yang dimainkan di gereja bahkan.

Posted in musik | Leave a comment